• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN BADUNG

PERJANJIAN KINERJA

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

TAHUN 2019

BALITBANG KABUPATEN BADUNG TAHUN 2019

(2)

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah,

perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab Perubahan akan perbaikan kinerja instansi pemerintah dalam penyediaan layanan publik. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya.

Selain Perencanaan yang strategis dan sinergis, setiap Pemerintah Daerah perlu menyusun target Kinerja sebagai suatu pedoman yang akan dilaksanakan dan yang akan dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) tahun anggaran.

Berkenaan dengan hal tersebut Balitbang Kabupaten Badung menetapkan Dokumen Perjanjian Kinerja sebagai komitmen dalam menyelenggarakan manajemen pemerintahan dan pembangunan dalam rangka mendukung terlaksananya visi dan tercapainya misi Kabupaten Badung sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Badung dan Dalam Rencana Strategis Balitbang Kabupaten Badung 2016-2021 serta dalam upaya memantapkan arah Pembangunan Badung berlandaskan Tri Hita Karana menuju masyarakat yang maju, damai dan sejahtera. melalui pelaksanaan pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel, berdaya guna, berhasil guna serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

1.2 STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor : 20 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, bahwa susunan Organisasi Balitbang Kabupaten Badung, terdiri dari :

1) Kepala Badan

2) Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan

a. Kepala Sub Bagian, Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan;

(3)

3 3) Kepala Bidang Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan

a. Kepala Sub Bidang Sosial, Budaya, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

b. Kepala Sub Bidang Ekonomi

c. Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan

4) Kepala Bidang Pembangunan Inovasi dan Teknologi

a. Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup b. Kepala Sub Bidang Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana c. Kepala Sub Bidang Inovasi dan Teknologi

STRUKTUR ORGANISASI

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG

KEPALA

SEKRETARIAT JABATAN FUNGSIONAL

SUB BAGIAN SUB BAGIAN

SUB BIDANG

PERENCANAAN, KEUANGAN

DAN PELAPORAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

BIDANG BIDANG

SUB BIDANG SOSIAL, EKONOMI DAN

PEMERINTAHAN

PEMBANGUNAN, INOVASI DAN TEKNOLOGI

SUB BIDANG

SUB BIDANG SUB BIDANG

SOSIAL, BUDAYA, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

DAN DESA

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

SUB BIDANG

PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PENGKAJIAN PERATURAN

INOVASI DAN TEKNOLOGI

EKONOMI PENGEMBANGAN WILAYAH,

FISIK DAN PRASARANA

UPT

1.3 TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Balitbang Kabupaten Badung yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor : 20 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan, dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Balitbang Kabupaten Badung melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Penelitian dan Pengembangan.

(4)

4 Disamping melaksanakan tugas pokok, Balitbang Kabupaten Badung dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, juga menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis Penelitian dan Pengembangan;

b. Mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan instansi/ lembaga terkait dalam pelaksanaan kegiatan kelitbangan;

c. Melaksanakan pengkajian kebijakan lingkup urusan pemerintah daerah Kabupaten

d. Memfasilitasi dan melaksanakan inovasi daerah

e. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan penelitian dan pengembangan;

f. pelaksanaan tugas dibidang Penelitian dan Pengembangan; dan

g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1.4 LANDASAN HUKUM

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, Bebas Korupsi dan Nepotisme ;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengeloaan Keuangan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan lembaran Negara Republik nomor 4578 );

4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737 );

5. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan daerah Kabupaten Badung Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pokok- Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

8. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494.

(5)

5 9. Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 2 Tahun 2011 tentang

Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021

1.5 SISTIMATIKA PENYUSUNAN

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Struktur Organisasi 1.3 Tugas Pokok dan Fungsi 14 Landasan Hukum

1.5 Sistematika Penyusunan BAB II. PERJANJIAN KINERJA

2.1 Perencanaan Kinerja

2.2 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja Utama 2.3 Perjanjian Kinerja

BAB III. PENUTUP LAMPIRAN

(6)

6

BAB II

PERJANJIAN KINERJA

2.1. Perencanaan Kinerja

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan dalam jangka panjang, menengah dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan di pusat dan daerah dengan melibatkan masyarakat.

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional, global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

dilaksanakan melalui pembangunan secara berkelanjutan, optimalisasi sumber daya dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan untuk menggerakkan potensi pembangunan daerah sesuai dengan kewenangan dan kewajiban dalam penyelenggaraan otonomi daerah dilakukan secara terencana dan terukur. Pembangunan yang berdaya guna dan berhasil guna akan dapat diwujudkan apabila didahului oleh adanya perencanaan yang terpadu, baik perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan perencanaan tahunan.

Sebagai kerangka perencanaan jangka panjang dijabarkan dengan

perencanaan jangka menengah melalui penyusunan Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang tertuang pada Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021. Penjabaran lebih lanjut dalam perencanaan tahunan di tuangkan dalam Rencana Kinerja

(7)

7 Tahunan Pemerintah Daerah, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 dan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Kabupaten Badung Tahun 201.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Badung Tahun 2016 – 2021 merupakan Dokumen Perencanaan Strategis yang disusun dan dirumuskan setiap 5 ( lima ) tahun yang merupakan perencanaan jangka menengah yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan Daerah. Dan secara sistematis mengedepankan isu – isu lokal yang diterjemahkan kedalam bentuk strategi kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pembiayaan.

Badan Penelitian dan Pengembangan sebagai perangkat daerah yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang penelitian dan pengembangan mengemban fungsi yang sangat strategis guna mencapai pembangunan yang berdaya guna dan berhasil guna

2.2. Tujuan Sasaran dan Indikator Kinerja Utama

Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Untuk merealisasikan pelaksanaan visi dan misi Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung, perlu ditetapkan tujuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Tujuan ini ditetapkan untuk memberikan arah terhadap tujuan pembangunan yang hendak dicapai. Disamping itu juga dalam rangka memberikan kepastian operasional dan keterkaitan terhadap peran masing-masing misi yang telah ditetapkan serta menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang. Sedangkan sasaran ( Obyektif ) yang merupakan penjabaran dari tujuan adalah kondisi yang ingin dicapai setiap tahunnya dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

Untuk lebih jelasnya keterkaitan tujuan dan sasaran serta indikator kinerja utama dalam RPJMD Kabupaten Badung Tahun 2016 – 2021 dengan Indikator Utama dalam Rencana Strategis Balitbang kabupaten Badung dapat dilihat seperti table dibawah ini :

(8)

8

Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

Kabupaten Badung dengan Renstra Balitbang Kabupaten Badung

Tujuan Indikator Kinerja Tujuan

Sasaran Indikator Kinerja sasaran / Utama

PPNSB

Misi 1 : Memperkokoh kerukunan hidup bermasyarakat dalam jalinan keragaman adat, budaya dan agama

Terwujudnya kerukunan hidup beragama serta Penguatan kehidupan adat dan budaya

Indeks kerukunan umat beragama Meningkatnya toleransi hidup beragama Indeks kerukunan umat beragama Adat, Agama dan Budaya

Misi 6 : Mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Terwujudnya Pengarusutamaan Gender Indeks Pembangunan Gender (IPG) Meningkatnya pengarusutamaan gender Indeks Pembangunan Gender (IPG)

Misi 2 : Memantapkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi

Terwujudnya kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik Indeks kepuasan masyarakat Meningkatnya Kepuasan masyarakat thd. pelayanan publik Indeks kepuasan masyarakat

Misi 4 : Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) dalam pengelolaan kependudukan

Meningkatnya Kualitas SDM dan menurunnya angka kemiskinan dalam masyarakat Indeks Pembangunan Manusia Indeks kebahagiaan Meningkatnya kualitas sumber daya manusia Meningkatnya tingkat kebahagiaan masyarakat Indeks Pembangunan Manusia Indeks Kebahagiaan

Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam bidang kelitbangan juga menetapkan beberapa tujuan dan sasaran serta indikator kinerja yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Adapun Tujuan dan Sasaran tersebut adalah sebagai berikut :

Tujuan : Terwujudnya kebijakan Pembangunan berbasis

Kelitbangan

Sasaran 1 : Meningkatnya kualitas hasil kelitbangan

Indikator Kinerja : Prosentase pemanfaatan hasil kelitbangan

Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas dan kuantitas inovasi

dalam pembangunan IPTEK

Indikator Kinerja : Jumlah inovasi dan pembangunan IPTEK yang dikembangkan

Sasaran 3 : Meningkatnya tata kelola administrasi

perkantoran yang baik dan Akuntabel Indikator Kinerja : 1. Nilai akuntabilitas Kinerja

(9)

9 2. Prosentase pemenuhan kebutuhan administrasi

perkantoran

3. Prosentase temuan hasil pemerikasaan internal/eksternal yang ditindak lanjuti

4. Persentase realisasi belanja langsung dan tidak langsung

5. Prosentase barang milik daerah yang terpelihara

2.3. Perjanjian Kinerja Dengan Program/Kegiatan dan Anggaran Tahun 2018

Perjanjian Kinerja merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Perjanjian

kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang

merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Tujuan khusus perjanjian kinerja adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur; sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah; sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; dan sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Pemerintah Kabupaten Badung membuat perjanjian kinerja tahun 2018 mengacu pada perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana tahun 2016 – 2021 karena berlakunya Peraturan Daerah Kabupaten Badung no 20 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah serta Peraturan Bupati Badung No 78 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah. Oleh karena itu Indikator-indikator kinerja dan target tahunan yang digunakan dalam perjanjian kinerja ini adalah indikator kinerja utama Pemerintah Kabupaten Badung yang telah ditetapkan dan telah diintegrasikan dalam Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 nomor 9 Tahun 2017. Serta

(10)

10 Tujuan, sasaran dan Indikator Kinerja Utama Balitbang Kabupaten Badung yang terdapat dalam Rencana Strategis Balitbang Kabupaten Badung tahun 2016-2021.

Pencapaian target pada Indikator Kinerja Utama tidak lepas dari program / kegiatan dan alokasi anggaran yang dilaksanakan oleh masing-masing Perangkat Daerah di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung

Untuk lebih jelasnya Perjanjian Kinerja dengan Program/Kegiatan dan Anggaran pada Balitbang Kabupaten Badung Tahun 2018 secara terinci dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

(11)
(12)
(13)

No StrategisSasaran Indikator Kinerja Target / Satuan KegiatanJumlah Anggaran (Rp.) Pagu

1 Meningkatnya Indeks 82,40 Program : Peningkatan penelitian dan pengembangan 1 toleransi hidup kerukunan Kegiatan :

beragama umat beragama 1 Survey Penyusunan Indeks Kerukunan Umat 365.694.800 Beragama Kabupaten Badung

2 Meningkatnya Indeks 80,00 Program : Peningkatan penelitian dan pengembangan 1 kepuasan kepuasan Kegiatan :

masyarakat masyarakat 1 Survey Kepuasan Masyarakat di Kabupaten 496.770.600

terhadap Badung

pelayanan publik

3 Meningkatnya Indek 72,50 Program : Peningkatan penelitian dan pengembangan 1 tingkat Kebahagiaan Kegiatan :

kebahagian 1 Survey Pengukuran Tingkat Kebahagiaan di 559.086.600 masyarakat Kabupaten Badung Tahun 2018

3 Meningkatnya Indeks 75,87 Program : Peningkatan penelitian dan pengembangan 1 pengarasutamaanpembangunan Kegiatan :

gender gender (PG) 1 Penyusunan Indeks Pembangunan Gender 100.025.300 Kabupaten Badung

4 Meningkatnya persentase 60,00 Program : Peningkatan penelitian dan pengembangan 5 kualiatas hasil pemanfaatan Kegiatan :

kelitbangan hasil 1 Penyelenggaraan Forum Kelitbangan di 650.528.680 kelitbangan Kabupaten Badung

2 Perumusan Kebijakan Kelitbangan Kabupaten 1.702.605.000 Badung

3 Peningkatan Pengelolaan Kegiatan Kelitbangan 1.365.342.700 Kabupaten Badung

4 Penelitian Potensi Pajak Hotel dan Pajak Restoran 325.780.400 sebagai Pendapatan Asli Daerah Berkelanjutan di

Kabupaten Badung

5 Pengembangan Agro Techno Park di Kecamatan 2.131.276.000 Petang Kabupaten Badung

5 Meningkatnya Jumlah inovasi 6 Program : Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan 4 kualitas dan dan buah Teknologi

kuantitas inovasi pembangunan Kegiatan :

dalam IPTEK yang 1 Pengembangan IPTEKS di Kabupaten Badung 293.464.930 pembangunan dikembangkan 2 Badung Festival Inovasi 416.058.520 IPTEK 3 Penilaian, Penyelenggaraan dan Penganugerahan 2.714.531.800

Mangupura Award

4 Penguatan dan Pengembangan Inovasi Daerah di 1.243.059.220 Kabupaten Badung

Program : Pengembangan Data/informasi 3 Kegiatan :

1 Penyusunan Buku Profil Kelitbangan 43.745.808 2 Penyusunan dan Pencetakan Buletin Kelitbangan 63.849.800

Kabupaten Badung

3 Pembuatan Audio Visual Balitbang Kabupaten 47.823.200 Badung

6 Meningkatnya Persentase 100 Program : Program Pelayanan Administrasi 15 tata kelola Pemenuhan Perkantoran

administrasi Kebutuhan Kegiatan :

perkantoran yang administrasi 1 Penyediaan Jasa Komunikasi , Sumber Daya Air 24.000.000 baik dan Perkantoran dan Listrik

Akuntabel 2 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 2.700.000 3 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan 16.500.000

Kendaraan Dinas/Operasional

4 Penyediaan Alat Tulis Kantor 26.905.500 5 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 47.359.600 6 Penyediaan Komponen Instalasi 6.837.000

Tabel

Perjanjian Kinerja Tahun 2019 Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung

Program Kegiatan

(14)

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target / Satuan Jumlah Kegiatan Pagu Anggaran (Rp.) Program Kegiatan

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

7 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 6.051.000 8 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan 58.320.000

Perundang-Undangan

9 Penyediaan Makanan dan Minuman 12.231.000 10 Rapat-Rapat Koordinasi ke Luar Daerah 300.000.000 11 Penyediaan Bahan Bakar Kendaraan 203.775.000 12 Penyediaan Upacara Keagamaan 32.150.000 13 Penyediaan Dekorasi 54.200.000 14 Pelaksanaan Upakara Penganyaran ke Pura 76.000.000

Khayangan Jagat

15 Penyediaan Jasa Pegawai Tidak Tetap 124.218.360 persentase 100 Program : Peningkatan Sarana dan Prasarana 4

barang milik Aparatur daerah yang Kegiatan :

terpelihara 1 Pemeliharaan Gedung Kantor 19.500.000 2 Pemeliharaan Perlengkapan Gedung Kantor 24.300.000 3 Pemeliharaan Peralatan Kantor 16.500.000 4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan 114.000.000

Dinas/Operasional

Persentase 100 Program : Peningkatan Pengembangan Sistem 2 temuan hasil Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

pemeriksaan Kegiatan :

internal dan 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan 267.960.000 eksternal yang Ikhtisar Realisasi Kinerja Perangkat Daerah

ditindak lanjuti

Nilai 78 2 Penyusunan Akuntabilitas Kinerja Instansi 12.271.475 akuntabilitas Pemerintah

kinerja

persentase 83 Program Perencanaan Dan Penganggaran 1 realisasi belanja Kegiatan :

langsung dan 1 Perencanaan dan Penganggaran SKPD 19.892.000 tidak langsung

Referensi

Dokumen terkait

demokrasi akademik dalam diskusi kelas analisis sumbangan Indonesia terhadap perkembangan fisika Ke-11 ♦ Mempresentasikan makalah sesuai topik diskusi ♦ Memahami

Peristiwa pembiasan menyebabkan adanya penyimpangan arah cahaya dan pada prisma akan mengalami dispersi cahaya, karena n bervariasi dengan

meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh- sungguh

Untuk mengetahui kualitas inderawi Roll Cake tepung ubi jalar ungu dan Roll Cake tepung terigu, tingkat kesukaan masyarakat terhadap Roll Cake tepung ubi jalar

Sistem informasi ini dilengkapi dengan data produk, semua info dan katalog dari percetakan terkait, sehingga konsumen bisa dengan leluasa melihat-lihat produknya secara digital,

Jika peranti anda, yang biasanya merupakan Sistem Teater Rumah (HTS), tidak mempunyai sambungan HDMI ARC, anda boleh menggunakan sambungan ini dengan sambungan Audio Dalam - Optik

Berdasarkan hasil temuan diatas, dapat diketahui bahwa strategi penghidupan yang dilakukan oleh para pedagang kaki lima di Yogya, Hanoi, Surigao, Kigali dan Johannesburg adalah

Hal ini sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 105 paragraf 22 yaitu pengakuan penghasilan usaha mudharabah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi