LAPORAN RISET
Oleh : Ainun Jariyah NIM. 5.14.02.04.0.006
Virgi Andika Putra Trisilo NIM. 5.14.02.04.0.104
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
Analisis Laporan Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
(Studi Kasus Pada PT. HOPAX INDONESIA)
Nama: Ainun Jariyah NIM. 5.14.02.04.0.006
Nama: Virgi Andika Putra Trisilo NIM. 5.14.02.04.0.104
Telah disetujui:
Pada tanggal...
Dosen Pembimbing
Mulyaningtyas, S.E., M.Ak
Kaprodi
Hari Setiono, SE,M.Si
Tim Penguji Riset Pada Program Studi S1 Akuntansi
Universitas Islam Majapahit Kabupaten Mojokerto
Nama :
1. AINUN JARIYAH NIM. 5.14.02.04.0.006
2. VIRGI ANDIKA PUTRA TRISILO NIM. 5.14.02.04.0.104
Judul :
Analisis Laporan Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
(Studi Kasus Pada PT. HOPAX INDONESIA)
Pada Tanggal : 28 November 2017
Mengesahkan:
Tim Penguji: Tanda Tangan
1. Tatas Ridho Nugroho S.Pd., M.Pd Penguji
(...)
2. Mulyaningtyas, S.E., M.M Dosen Pembimbing
(...)
LEMBAR PERSEMBAHAN
1. Allah SWT yang telah membimbing langkah hambanya dengan segala
kuasa-Nya.
2. Bapak dan Ibu tercinta yang tidak pernah lelah untuk selalu mensuport
secara moril dan materil.
3. Saudara-saudaraku tersayang yang selalu memberikan doa dan
dukungan agar penulis dapat meraih apa yang di cita-citakan.
4. Semua teman yang telah memberikan motivasi dan semangat dalam
pembuatan tugas riset ini.
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan laporan penelitian ini dapat
terselesaikan. Laporan penelitian ini berjudul “Analisis Laporan Keuangan
Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Hopax Indonesia)”
dimaksud untuk memenuhi sebagian syarat penyelesaian Riset pada program
studi Akuntansi Universitas Islam Majapahit.
Penulis menyadari riset / penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar
berkat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Tan, Chi-Hao, Direktur PT. Hopax Indonesia yang telah memberikan
ijin penulis untuk melaksanakan penelitian
2. Bapak Imam Muheri, S.E. (Almarhum) , Staff Akuntansi PT. Hopax Indonesia
yang telah membimbing, memberikan informasi, serta menyajikan data-data
yang dibutuhkan guna menyelesaikan penelitian
3. Ibu Mulyaningtyas, S.E., M.Ak., Dosen Pembimbing yang telah banyak
memberikan waktu, ilmu, bimbingan dan pengarahan selama penyusunan
laporan penelitian
4. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
memberikan bantuan
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini belum sepenuhnya
sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap kritik dan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak. Semoga laporan penelitian ini memberikan
bagi mahasiswa pada khususnya serta dikembalikan dan dikembangkan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Mojokerto, 3 Agustus 2017
Penulis
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Riset ... 4
1.4 Manfaat Riset ... 4
1.5 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 5
BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Sejarah Perusahaan... 6
2.2 Kegiatan Perusahaan ... 7
2.2.1 Produk Yang Diberikan Oleh Perusahaan... 7
2.2.2 Operasional ... 8
2.3 Struktur Organisasi Perusahaan ... 9
2.4 Visi Dan Misi Perusahaan ... 10
2.4.1 Visi Perusahaan ... 10
2.4.2 Misi Perusahaan ... 10
2.5 Lain-lain... 11
2.5.1 External dan Internal Issues Perusahaan ... 11
2.5.2 Kebijakan Perusahaan ... 13
BAB III PELAKSANAAN RISET 3.1 Tahap-tahap Pelaksanaan Riset ... 15
3.2 Hasil Pengamatan ... 16
3.3 Pemecahan Masalah ... 21
3.3.1 Analisis Data ... 21
3.3.2 Pembahasan ... 36
3.3.3 Keterbatasan Penelitian ... 38
BAB VI PENUTUP 4.1 Kesimpulan ... 39
4.2 Saran ... 41
DAFTAR PUSTAKA ... 43
LAMPIRAN ... 44
Tabel Halaman
Tabel 3.1 Tahap-tahap pelaksanaan riset... 15 Tabel 3.2 PT. Hopax Indonesia Statements Of Financial
Position periode tahun 2014, 2015 dan 2016...17 Tabel 3.3 PT. Hopax Indonesia Statements Of
Comprehensive Income periode tahun 2014, 2015
dan 2016...19 Tabel 3.4 Rekapitulasi data keuangan untuk menghitung
Rasio Likuiditas PT. Hopax Indonesia tahun
2014-2016... 20 Tabel 3.5 Rekapitulasi data keuangan untuk menghitung
Rasio Solvabilitas PT. Hopax Indonesia tahun
2014-2016... 20 Tabel 3.6 Rekapitulasi data keuangan untuk menghitung
Rasio Rentabilitas PT. Hopax Indonesia tahun
2014-2016... 21 Tabel 3.7 Hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan
Current Ratio. ...22 Tabel 3.8 Hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan
Quick Ratio... 25 Tabel 3.9 Hasil analisis Rasio Solvabilitas dengan perhitungan
Debt to Equity Ratio... 27 Tabel 3.10 Hasil Analisis Rasio Solvabilitas dengan
perhitungan Debt to Total Asset Ratio... 30 Tabel 3.11 Hasil analisis Rasio Rentabilitas dengan
perhitungan Net Rate of Return on Investment... 33 Tabel 3.12 Hasil analisis Rasio Rentabilitas dengan
perhitungan Return on Equity... 35
Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Hopax Indonesia ... 9 Gambar 3.1 Diagram hasil analisis rasio likuiditas dengan
perhitungan Current Ratio tahun 2014, 2015 dan
2016...23 Gambar 3.2 Diagram hasil analisis rasio likuiditas dengan
perhitungan Quick Ratio tahun 2014, 2015 dan
2016...26 Gambar 3.3 Diagram hasil analisis rasio solvabilitas dengan
perhitungaan Debt To Equity Ratio tahun 2014,
2015 dan 2016...29 Gambar 3.4 Diagram hasil analisis rasio solvabilitas dengan
perhitungan Debt To Total Asset ratio tahun 2014,
2015 dan 2016...31 Gambar 3.5 Diagram hasil analisis rasio rentabilitas dengan
perhitungan Net Rate Of Return On Investment
tahun 2014, 2015 dan 2016...34 Gambar 3.6 Diagram hasil analisis rasio rentabilitas dengan
perhitungan Return On Equity tahun 2014, 2015
dan 2016...36
Lampiran Halaman
Lampiran 1 Statements Of Financial Position Tahun 2015 dan
2016...44 Lampiran 2 Statements Of Financial Position Tahun 2014 dan
2015 ... 45 Lampiran 3 Statements Of Financial Position (lanjutan) Tahun
2015 dan 2016 ... 46 Lampiran 4 Statements Of Financial Position (lanjutan) Tahun
2014 dan 2015 ... 47 Lampiran 5 Statements Of Comprehensive Income Tahun
2015 dan 2016 ...48 Lampiran 6 Statements Of Comprehensive Income Tahun
2014 dan 2015 ...49 Lampiran 7 Operasional Perusahaan ... 50
1.1. Latar Belakang
Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan adalah salah satu cara
yang dapat dilakukan oleh manajemen agar dapat memenuhi kewajibannya
terhadap para penyandang dana dan juga untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan yang ditimbulkan sebagai
akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen, merupakan persoalan
yang kompleks karena menyangkut efektivitas pemanfaatan modal dan efisiensi
dari kegiatan perusahaan yang menyangkut nilai serta keamanan dari berbagai
tuntutan yang timbul terhadap perusahaan. Dalam mengukur dan menilai kinerja
keuangan harus diimbangi dengan perencanaan keuangan yang baik.
Laporan keuangan adalah alat yang sangat penting dalam memperoleh informasi
sehubungan dengan kondisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh
perusahaan. Karena laporan bersifat historis, menyajikan informasi tentang apa
yang telah terjadi sehingga timbul kesenjangan kebutuhan informasi. Dengan
dilakukannya analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan sangat
bermanfaat bagi peneliti untuk mengetahui keadaan dan perkembangan finansial
dari perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan digunakan untuk
membantu mengatasi kesenjangan kebutuhan informasi tersebut, dengan cara
mengolah kembali laporan keuangan sehingga dapat membantu para pengambil
keputusan melakukan prediksi-prediksi. Laporan keuangan yang akan disusun
oleh suatu perusahaan di Indonesia, harus mengacu pada aturan yang berlaku,
seperti yang tertuang pada Standart Akuntansi Keuangan, yang disusun oleh
Ikatan Akuntansi Indonesia. Pimpinan perusahaan atau manajemen sangat
berkepentingan terhadap laporan keuangan untuk menilai efisiensi dan
Menurut Munawir (2002) Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan. Berdasarkan konsep periode akuntansi, maka laporan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu untuk mengetahui sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya. Secara umum tujuan perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan dengan memaksimumkan laba. Pengukuran hasil usaha yang dicapai dapat dilakukan dengan cara menganalisis rasio keuangan.
Penilaian kinerja keuangan perusahaan pada umumnya menggunakan
analisis likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas. Kelebihan pengukuran dengan
ketiga metode tersebut adalah kemudahan dalam perhitungannya selama data
historis tersedia. Sedangkan kelemahannya adalah metode tersebut tidak dapat
mengukur kinerja perusahaan secara akurat. Hal ini disebabkan karena data
yang digunakan adalah data akuntansi yang tidak terlepas dari penafsiran atau
estimasi yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam distorsi sehingga
kinerja keuangan perusahaan tidak terukur secara tepat dan akurat.
Perusahaan sebagai unit usaha tentunya diharapkan agar dapat
menghasilkan keuntungan dari usaha yang dijalankan. Kemudian sebagai pemilik
ataupun pihak-pihak yang berkepentingan tentunya juga ingin mengetahui
perkembangan perusahaan dari hasil kegiatan usahanya. Maka dari itu menilai
kondisi keuangan suatu perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting
karena dapat digunakan sebagai alat penilaian kinerja keuangan kedepannya.
Perusahaan didirikan dalam jangka waktu yang panjang untuk meningkatkan
laba, maka dari itu perusahaan harus mampu mempertinggi rasio laba dan
perusahaan harus diarahkan ke titik profitabilitas yang maksimal sehingga tingkat
kinerja perusahaan akan membaik.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa laporan
“Analisis Laporan Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT.
Hopax Indonesia)”
1.2. Rumusan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis menitik beratkan
pada permasalahan “bagaimana kinerja perusahaan (study kasus pada PT.
Hopax Indonesia) jika diukur dengan analisis laporan keuangan menggunakan
perhitungan rasio yang meliputi:
a) Bagaimana tingkat rasio likuditas PT. Hopax Indonesia pada periode 2014,
2015 dan 2016 ?
b) Bagaimana tingkat rasio solvabilitas PT. Hopax Indonesia pada periode 2014,
2015 dan 2016 ?
c) Bagaimana tingkat rasio rentabilitas PT. Hopax Indonesia pada periode 2014,
2015 dan 2016 ?
d) Bagaimana kondisi keuangan dan kinerja PT. Hopax Indonesia selama
1.3. Tujuan Riset
Tujuan merupakan target atau sasaran yang ingin dicapai dalam
melakukan suatu kegiatan. Tujuan merupakan refleksi dari visi dan misi yang
terkandung dalam penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah:
a) Mengetahui tingkat rasio likuiditas PT. Hopax Indonesia pada periode 2014,
2015 dan 2016 ?
b) Mengetahui tingkat rasio solvabilitas PT. Hopax Indonesia pada periode
2014, 2015 dan 2016 ?
c) Mengetahui tingkat rasio rentabilitas PT. Hopax Indonesia pada periode 2014,
2015 dan 2016 ?
d) Untuk memberikan penilaian terhadap kondisi keuangan dan kinerja PT.
Hopax Indonesia pada periode 2014, 2015 dan 2016 ?
1.4. Manfaat Riset
Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lembaga dan
pihak yang terkait.
a) Secara teoristis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan pengetahuan
tentang analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja PT. Hopax Indonesia b) Secara praktis, manfaat penelitian sebagai berikut:
1) Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi
perusahaan khususnya dalam analisis laporan keuangan untuk melakukan
2) Bagi Universitas
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran serta informasi
tenang analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan serta
menambah pengetahuan bagi mahasiswa khususnya jurusan akuntansi.
3) Bagi Penulis
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
dan wawasan serta dapat menerapkan teori yang diperoleh dibangku kuliah
yang berkaitan dengan analisis laporan keuangan.
1.5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Penelitian dilakukan pada Perusahaan PT. Hopax Indonesia yang
beralamat di Ngoro, Industri Persada, Blok V No 5, Mojokerto, Jawa Timur.
Penelitian dilakukan pada awal bulan Juni 2017 sampai dengan akhir bulan Juli
2017 beretapatan dengan selesainya pengambilan data untuk penyusunan
GAMBARAN UMUM
2.1. Sejarah Perusahaan
PT Hopax Indonesia (Perusahaan) didirikan dalam rangka Modal Asing
UU Penanaman Modal No. 1 tahun 1967, berdasarkan Akta notaris No. 52,
tanggal 18 Februari 1995 Titiek Lintang Trenggonowati, SH, notaris di Gresik
dengan nama PT Hopax Enterprise Indonesia. Akta Pendirian ini telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.
C2-3799.HT.01.01.TH.96, tanggal 5 Maret 1996, dan diumumkan dalam Berita
Negara No. 64, Tambahan No. 3266, tanggal 12 Agustus 1997. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No.
6, tanggal 2 September, 2015 Siti Nurul Yuliani, SH, M, Kn., notaris di Surabaya
mengenai perubahan komposisi dewan. Perubahan ini telah disetujui oleh
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-3550011.AH.01.11.Tahun 2015, tanggal 3 September
2015.
Perusahaan berdomisili di Mojokerto, Jawa Timur dan kantor pusat dan
pabrik yang berlokasi di Ngoro, Industri Persada, Blok V No 5, Mojokerto, Jawa
Timur. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup
kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam pembuatan produk kimia untuk
kertas. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996. Hasil
produksi Perusahaan dipasarkan baik di dalam negeri dan internasional.
Perusahaan memiliki jumlah rata-rata karyawan dari 128 di tahun 2015 dan 130
pada 2014. Perusahaan tersebut merupakan salah satu kelompok perusahaan
milik Taiwan Hopax Chemicals Mfg.Co. Ltd, Taiwan.
Manajemen Perusahaan terdiri dari:
31 Desember, 2016 dan 2015 a)
- Komisaris Chen, Chun-Chung
b)
- Presiden Direktur Bapak Kuo, Tsung-Tien c)
- Direktur Bapak Tan, Chi-Hao
Lisensi:
a) Nomor Identifikasi Terbatas Impor dalam waktu rangka Modal Asing Investasi
Hukum No.602 / T / INDUSTRI / 1999.
b) Terdaftar Wajib Pajak No.01.082.796.2-602.001 di Mojokerto Pajak Kantor c) Terdaftar Wajib Pajak No.01.082.796.2-052.000 Kantor Pajak Penanaman
Modal Asing di Jakarta
2.2. Kegiatan Perusahaan
2.2.1. Produk Yang Diberikan Oleh Perusahaan
a) Alkaline Sizing Agent
b) Surface Sizing
c) Emulsion for Carbonless
d) Modified Alkylphenolic Resin
2.2.2. Operasional
Diagram alir sistem pengendalian manajemen PT. Hopax Indonesia
merupakan tahapan-tahapan proses terbentuknya suatu komponen perusahaan
baik itu proses perencanaan, proses produksi, proses pembuatan laporan hasil
produksi, proses perawatan, pelatihan, dan pendistribusian serta proses –proses
lainya yang berhubungan dengan sistem pengendalian manajemen perusahaan.
Berikut penjelasan dan gambaran operasional bisa dilihat dalam lampiran 7 (hal :
2.3. Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Hopax Indonesia
2.4. Visi dan Misi Perusahaan
2.4.1. Visi Perusahaan
a) Menjadi produsen bahan kimia kertas kelas dunia yang menyediakan
banyak pilihan produk bahan kimia dengan kualitas yang baik dan
stabil
b) Menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar perusahaan
2.4.2. Misi Perusahaan
a) Menyediakan layanan teknis dan pendampingan terhadap pelanggan
dalam mencapai targetnya
b) Membangun hubungan baik dengan pelanggan
c) Mengumpulkan dan mengolah informasi pasar global
d) Meningkatkan kemampuan individu dalam hal kualitas
e) Mempercepat proses realisasi produk baru
f) Harga produk yang bersaing
g) Meningkatkan efisiensi dan kecepatan terhadap proses produksi,
pengiriman, dan operasional
h) Melakukan penghematan sumber daya
i) Melakukan efisiensi energi
2.5. Lain-lain
2.5.1. External dan Internal Issues Perusahaan
a. Kekuatan (Strength)
1) Adanya harga jual yang dapat bersaing dengan kompetitor, karena
diproduksi di indonesia
2) Tenaga sales meiliki jaringan yang kuat dengan customer
3) Memberikan service: kecepatan distribusi, ketepatan waktu
pengiriman merupakan target kebijakan organisasi, juga adanya
ketersediaan barang
4) Tenaga sales yang tetap melakukan service pasca penjualan produk
5) Organisasi memiliki kriteria karyawan sesuai dengan bidangnya,
misalnya enginer produksi haruslah dari lulusan teknik kimia
6) Organisasi sudah menggunakan sistem komputerisasi, dan
menggunakan program/aplikasi yang bernama ORACLE
7) Memaksimalkan efisiensi produksi
8) Teknologi produksi sudah disesuaikan dengan kemajuan teknologi
yang ada. Begitu pula dalam hal informasi
9) Organisasi sudah menyediakan perangkat keras dan lunak yang
dapat mendukung kerja karyawannya
10) Limbah yang dihasilkan diproses terlebih dahulu di WWT kemudian ke
b. Kelemahan (Weakness)
1) Belum adanya produk-produk inovasi dan produk baru yang diluncurkan ke pasaran, saat ini masih dalam tahap trial
2) Karena kebutuhan keahlian khusus, seperti translator mandarin yang sesuai dengan permintaan organisasi, mengalami kendala untuk
rekruitmen
3) Karena produksi berdasarkan order, sehingga sering terjadi perubahan jadwal produksi, mengakibatkan efisiensi tidak maksimal
4) Pemahaman IT user dirasa kurang, sehingga lebih tergantung pada PIC MIS
5) Bahan baku yang digunakan merupakan B3
6) Industri kimia cenderung disorot oleh LSM
c. Kesempatan (Opportunity)
1) Adanya permintaan pasar akan produk-produk inovasi dan produk baru
2) Tenaga kerja yang dimiliki merupakan aset berharga dari perusahaan, karena kompetensi yang dimiliki
d. Ancaman (Threat)
1) Adanya kompetitor yang juga memproduksi produk yang sama, juga produk impor yang masuk memiliki harga yang cukup bersaing
2) Lamanya proses perizinan dan birokrasi pemerintah
3) Kualifikasi kandidat tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi
4) Adanya sorotan dari pihak LSM
5) Adanya perubahan kebijakan pemerintah serta lambannya sosialisasi yang menghambat proses perijinan
2.5.2. Kebijakan Perusahaan
PT. HOPAX INDONESIA menerapkan kebijakan organisasi sebagai
berikut :
Top managemen, manajemen dan seluruh karyawan PT. HOPAX
INDONESIA berkomitmen :
a) Menjamin kualitas produk, harga yang bersaing dan ketepatan
waktu pengiriman, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
b) Melakukan usaha-usaha perbaikan, pengembangan sistem
managemen Hopax (SMH) secara berkesiambungan untuk
mencapai sasaran nihil kecelakaan (zero accident), nihil penyakit
nihil pencemaran (zero emission), nihil keterlambatan (zero delay),
mutu prima (better quality) dan harga bersaing (better price)
c) Melakukan usaha dan inovasi untuk efisiensi baik untuk sumber
daya energi maupun sumber daya alam lainya juga menerapkan
budaya 5R untuk menciptakan karyawan yang berdisiplin terhadap
pengelolaan kebersihan dan kerapian di tempat kerja, serta
menciptakan kebiasaan kerja yang benar agar tercipta suasana
kerja yang aman dan nyaman
d) Mentaati peraturan perundangan dan atau peraturan hukum
lainnya yang berlaku dan relevan dengan aspek bisnis PT. Hopax
Indonesia
e) Menjamin seluruh bahan dan fasilitas produksi telah disetujui dan
bebas dari bahan haram dan turunnya, serta produk yang
dihasilkan telah disertifikasi halal oleh LPPOM MUI
Top managemen bertangungjawab atas komunikasi dan pemahaman
kebijakan organisasi serta memastikan bahwa kebijakan organisasi
PELAKSANAAN RISET / PKL
3.1. Tahap-tahap Pelaksanaan Riset
Untuk menyelesaikan laporan riset ini, penulis telah melakukan
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan data dan sebagainya, berikut
penjelasan kegiatan yang telah dilakukan oleh penulis:
Tabel 3.1 Tahap-Tahap Pelaksanaan Riset
NO TANGGAL KEGIATAN KETERANGAN
1 02 Juli 2017 Pemilihan judul riset dan rencana kegiatan riset.
Membuat judul riset, memperkirakan data yang dibutuhkan untuk laporan riset dan bimbingan dengan dosen pembimbing
mengenai judul. 2 16 juli 2017 Memberikan surat pengantar
izin riset dari fakultas pada pihak perusahaan.
Mengajukan permohonan izin untuk melaksanakan kegiatan riset diperusahaan terkait.
3 18 Juli 2017 Menerima laporan keuangan
PT. Hopax Indonesia. Laporan keuangan periode akuntansi 2014, 2015 dan 2016 yang telah diaudit. 4 20 Juli 2017 Menganalisis kesesuaian
judul dengan ketersediaan data.
Memperkirakan kebutuhan data untuk laporan.
5 25 Juli 2017 Menerima data pedoman PT. Hopax Indonesia.
Berisi data struktur organisasi perusahaan, company profile, dan lain-lain.
6 26 Juli 2017 Mempersiapkan laporan
Riset. Membuat laporan riset sesuai dengan judul dan data yang telah didapat.
3.2. Hasil Pengamatan
3.3. Pendekatan yang digunakan untuk mencapai hasil pengamatan ini adalah pendekatan yang bersifat deskriptif kuantitatif karena memberikan uraian
mengenai hasil penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah bagian keuangan dan
obyek dari penelitian ini adalah laporan keuangan. Bertujuan untuk menilai
kinerja PT. Hopax Indonesia. Dalam penelitian ini, data yang berupa laporan
keuangan perusahaan dianalisis kemudian ditarik kesimpulan mengenai kinerja
perusahaan.
3.4. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode dokumentasi yaitu, pengumpulan data yang
diperoleh dari PT. Hopax Indonesia berupa laporan keuangan perusahaan dan
yang berkaitan dengan PT. Hopax Indonesia.
3.5. Hasil pengumpulan data keuangan PT. Hopax Indonesia bersumber dari laporan keuangan tahun 2014, 2015 dan 2016 yang berupa:
a. Statements Of Financial Position PT. Hopax Indonesia periode tahun
2014, 2015 dan 2016
b. Statements Of Comprehensive Income PT. Hopax Indonesia periode
tahun 2014, 2015 dan 2016
3.6.
3.7. Berikut tabel data laporan Statements Of Financial Position dan Statements Of Comprehensive Income PT. Hopax Indonesia
periode tahun 2014, 2015 dan 2016:
3.9. Tabel 3.2 PT. Hopax Indonesia Statements Of Financial Position periode tahun 2014, 2015 dan 2016
3.10.
3.11. 3.12. 2014 3.13. 2015 3.14. 2016
3.15. ASSETS 3.22. for doubtful
accounts of
3.31. Inventories 3.32. 34.757.1 16.305
3.44. 190.000 3.45. 847.533. 200
3.51. 3.52. 3.53. 3.54.
3.55. NON
3.64. - 3.65. 84.112.8 05.834
3.67. -/-
accumulated depreciation
3.68. - 3.69. (52.787.5 00.118)
3.75. Other Assets 3.76. 4.488.32 6.373 3.87. Sumber: Laporan Keuangan PT. Hopax Indonesia
3.89. Tabel 3.2 PT. Hopax Indonesia Statements Of Financial Position periode tahun 2014, 2015 dan 2016 (Lanjutan)
3.90. 3.91. 2014 3.92. 2015 3.93. 2016
3.94. LIABILITIES
AND EQUITY 3.95. 3.96. 3.97.
3.98. CURRENT
LIABILITIES 3.99. 3.100. 3.101.
3.102. Trade
20 3.116. 11.271.195 3.117. -3.118.
3.122. 3.123. 3.124. 3.125.
3.126. NON
4.175 3.132. 5.755.169.094 3.133. 7.394.910.448 3.134.
3.142. 3.143. 3.144. 3.145.
3.146. EQUITY 3.147. 3.148. 3.149.
3.150. Shareholder'
s Equity 3.151. 3.152. 3.153.
3.154. Paid - Up value per share
and 400.000 Series B Shares - US$10
(equivalent to Rp74.200) par value per share in 2016, 2015
3.176. Sumber: Laporan Keuangan PT. Hopax Indonesia
3.177. Tabel 3.3 PT. Hopax Indonesia Statements Of Comprehensive Income periode tahun 2014, 2015 dan 2016
3.178. 3.179. 2014 3.180. 2015 3.181. 2016
3.182. Sales 3.183. 3.184. 3.185.
3.186. Cost Of
3.202. 3.203. 3.204. 3.205.
3.206. General
(Loss) On
3.223. - 3.224. (10.941.07 2)
3.247. Data yang diperlukan untuk menganalisis laporan keuangan terhadap kinerja PT. Hopax Indonesia dilihat pada tabel
sebagai berikut:
3.248. Tabel 3.4 Rekapitulasi Data Keuangan Untuk Menghitung Rasio Likuiditas
3.249. PT. Hopax Indonesia Tahun 2014-2016 3.250. KETERAN 3.275. Sumber: Laporan Keuangan PT. Hopax Indonesia
3.276.
3.277. Tabel 3.5 Rekapitulasi Data Keuangan Untuk Menghitung Rasio Solvabilitas
3.278. PT. Hopax Indonesia Tahun 2014-2016 3.279. KETERA 3.300. Sumber: Laporan Keuangan PT. Hopax Indonesia
3.301. 3.302.
3.304. PT. Hopax Indonesia Tahun 2014-2016 3.326. Sumber: Laporan Keuangan PT. Hopax Indonesia
3.327.
3.328. Pemecahan Masalah 3.328.1. Analisis Data
a) Rasio Likuiditas
3.329. Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka
pendek yang harus segera dipenuhi pada saat yang tepat. Jika
perusahaan mampu memenuhi kewajiban keuangan tepat pada waktunya
maka perusahaan tersebut dalam keadaan likuid, dan sebaliknya jika
perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangan jangka
pendeknya, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan ilikuid. 1) Rasio Lancar (Current ratio)
3.330. Current ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya yang harus
dipenuhi dengan aktiva lancar. Semakin tinggi current ratio, semakin
tinggi pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
perusahaan belum tentu dapat menjamin akan dibayarnya hutang
perusahaan yang sudah jatuh tempo. Hal ini dimungkinkan adanya jumlah
persediaan yang relative tinggi dibandingkan taksiran tingkat penjualan
yang akan datang sehingga tingkat perputaran persedian rendah.
Semakin kecil hutang lancar maka semakin besar persentase current
ratio. Menurut Munawir (2001), cara pengukurannya adalah sebagai
berikut:
Current ratio
=
Total Aktiva Lancar
Total Kewajiban Lancar
×
100
3.331. Analisis Rasio Likuiditas tahun 2014, 2015 dan 2016 PT. Hopax Indonesia:
3.332. Tabel 3.7 Hasil Analisis Rasio Likuiditas Dengan Perhitungan Current Ratio. 3.342. Current ratio. 3.343. 410 3.344. 526,3 3.345. 421,
2 3.346. Sumber: Data Yang Diolah
3.348. Tahun 2014 diperoleh current ratio sebesar 410%, yang berarti setiap Rp 1,00 utang lancar akan dijamin oleh Rp 4,10 dari aktiva
lancar. Tahun 2015 current ratio naik menjadi 526,3% yang berarti setiap
Rp 1,00 utang lancar akan dijamin dengan aktiva lancar perusahaan
sebesar Rp 5,263. Tahun 2016 current ratio turun menjadi sebesar
421,2% hal ini berarti setiap Rp 1,00 utang lancar akan dijamin oleh Rp
4,212 aktiva lancar. Pada tahun 2015, current ratio mengalami kenaikan
sebesar 116,3% dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2016, current
ratio mengalami penurunan sebesar 105,1% dibandingkan tahun 2015. 3.349. Berikut diagram hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan current ratio tahun 2014, 2015 dan 2016:
3.350.
Object 11
Gambar 3.1 Diagram hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan current ratio tahun 2014, 2015 dan 2016
3.351. Sumber: Data yang diolah 3.352.
3.353. 2) Rasio Cepat (Quick ratio)
3.354. Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik perusahaan dapat memenuhi kewajiban, tanpa harus melikuidasi atau
relatif sulit untuk dicairkan menjadi kas karena membutuhkan waktu untuk
penjualan terlebih dahulu, walaupun kenyataannya mungkin persediaan
lebih likuid dari piutang. Rasio ini lebih tepat dari current ratio, karena
hanya membandingkan aktiva yang sangat likuid dengan hutang lancar.
Jika current ratio tinggi tapi quick ratio rendah menunjukkan adanya
investasi yang sangat besar dalam persediaan. Menurut Munawir (2001)
Cara pengukurannya adalah sebagai berikut :
3.355.
Quick Ratio
=
Total Aktiva Lancar
−
Persediaan
Total Kewajiban lancar
×
100
3.356. Analisis Rasio Likuiditas tahun 2014, 2015 dan 2016 PT. Hopax Indonesia:
a) Tahun 2014 3.357.
141.560 .400 .365
−
34.757 .116.305
34.521.269 .554
×
100
=
106.803.284 .060
34.521.269 .544
×
100
=
309,38
b) Tahun 2015138.785 .171 .482
−
3 0. 038.769.512
26.368.363 .919
×
100
=
108.746 .401 .970
26.368 .363 .919
×
100
=
412,41
c) Tahun 2016128.072 .723 .552
−
47.413 .138 .793
30.404 .334 .312
×
100
=
80.659 .584 .759
30.404 .334 .312
×
100
=
265,28
3.358.3.359. Tabel 3.8 Hasil Analisis Rasio Likuiditas Dengan Perhitungan Quick Ratio
3.360. KETERANGAN 3.369. Quick ratio 3.370. 309,3
8
3.371. 412,4 1
3.374. Dari hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan quick ratio yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa:
3.375. Tahun 2014 diperoleh quick ratio sebesar 309,38% berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 akan dijamin sebesar Rp 3,0938
aktiva lancar dikurangi persediaan. Tahun 2015 quick ratio sebesar
412,41% berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 akan dijamin
sebesar Rp 4,1241 aktiva lancar dikurangi persediaan. Tahun 2016, quick
ratio sebesar 265,28% yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 utang lancar
akan dijamin sebesar Rp 2,6528 oleh aktiva lancar yang dikurangi dengan
persediaan. Tahun 2015, quick ratio mengalami kenaikan sebesar
103,03% dibandingkan dengan tahun 2014. Sedangkan tahun 2016
dibandingkan dengan tahun 2015, quick ratio mengalami penurunan
sebesar 147,13% yang disebabkan turunnya aktiva lancar dikurangi
3.376.
Quick Ratio 0
50 100 150 200 250 300 350 400 450
309.38
412.41
265.28
Rasio Likuiditas
(%
)
Berikut diagram hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan quick
ratio tahun 2014, 2015 dan 2016:
3.377. Gambar 3.2 Diagram hasil analisis rasio likuiditas dengan perhitungan quick ratio tahun 2014, 2015 dan 2016
3.378. Sumber: Data yang diolah 3.379.
b) Rasio Solvabilitas
3.380. Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan, baik kewajiban jangka pendek maupun
dikatakan solvable apabila perusahaan mempunyai aktiva atau kekayaan
yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya ketika mengalami
likuidasi.
1) Debt to Equity Ratio
3.381. Untuk mengukur resiko, fokus perhatian resiko jangka panjang terutama ditunjukkan pada prospek laba dan perkiraan arus kas,
serta tetap dipertahankan keseimbangan antara proporsi aktiva yang
didanai oleh kreditor maupun yang di danai oleh pemilik perusahaan.
Debt to equity ratio dapat memberikan gambaran mengenai struktur
modal yang dimiliki perusahaan, sehingga dapat dilihat resiko tak
tertagihnya suatu utang. Semakin tinggi presentase debt to equity ratio,
maka semakin besar kemungkinan tak tertagihya suatu hutang oleh
kreditur. Karena posisi hutang sama dengan atau lebih besar dari modal.
Keseimbangan proporsi antara aktiva yang didanai oleh kreditor dan yang
didanai oleh pemilik perusahaan Menurut Dwi Prastowo (2011), diukur
dengan cara matematis sebagai berikut:
3.382.
Debt
¿
Equity Ratio
=
Total Utang
Total Modal
×
100
3.383. Analisis Rasio Solvabilitas tahun 2014, 2015 dan 2016 PT. Hopax Indonesia:
1. Tahun 2014
39.230 .173 .729
141.976 .486 .642
×
100
=
27,63
2. Tahun 201532.123.533 .013
3. Tahun 2016
37.799.244 .760
129.276 .666 .944
×
100
=
29,23
3.384. Tabel 3.9 Hasil Analisis Rasio Solvabilitas Dengan Perhitungan Debt To Equity Ratio 3.394. Debt to Equity Ratio
3.395. 27,6 3.398. Sumber: Data Yang Diolah
3.399. Dari hasil analisis rasio solvabilitas dengan perhitungan debt to equity ratio yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa :
3.400. Tahun 2014, debt to equity ratio sebesar 27,63% dari rasio ini dapat dikatakan bahwa setiap Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp
0,2763 modal sendiri. Tahun 2015 diperoleh debt to equity ratio sebesar
22,34% yang berarti setiap Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 0,2234
modal sendiri. Pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 5,29% dari
tahun 2014, yang disebabkan oleh naiknya total modal dan menurunnya
total utang. Kenaikan modal sendiri disebabkan naiknya kekayaan. Tahun
2016 sebesar 29,23% yang berarti setiap Rp 1,00 utang dijamin dengan
Rp 0,2923 modal sendiri. Rasio pada tahun 2016 mengalami kenaikan
sebesar 6,89% dari tahun 2015, hal ini disebabkan turunnya modal
sendiri dan naiknya total utang. Penurunan modal sendiri disebabkan
menurunnya akumulasi kerugian.
3.402.
Debt to Equity Ratio 0
Gambar 3.3 Diagram hasil analisis rasio solvabilitas dengan perhitungan debt to equity ratio tahun 2014, 2015 dan 2016
3.403. Sumber: Data yang diolah 3.404.
2) Debt to Total Assets Ratio
3.405. Rasio ini menunjukkan seberapa besar bagian dari dana perusahaan yang berasal dari pinjaman. Semakin tinggi presentase yang
dicapai berarti semakin kecil pula aktiva yang digunakan untuk menjamin
terbayarnya utang-utang apabila perusahaan tersebut sewaktu-waktu
dilikuidasi. Menurut Dwi Prastowo (2011), Secara sistematis rasio ini
dapat dituliskan sebagai berikut:
3.406.
Debt
¿
Total Assets Ratio
=
TotalUtang
Total Aktiva
×
100
3.407. Analisis Rasio Solvabilitas tahun 2014, 2015 dan 2016 PT. Hopax Indonesia:
1. Tahun 2014
39.230 .173 .729
2. Tahun 2015
32.123 .533 .013
175.857 .975 .489
×
100
=
18,26
3. Tahun 201637.799 .244 .760
167.075 .911.704
×
100
=
22,62
3.408.
3.409. Tabel 3.10 Hasil Analisis Rasio Solvabilitas Dengan Perhitungan Debt To Total Asset Ratio 3.419. Debt To Total Asset Ratio
3.420. 21, 3.423. Sumber: Data Yang Diolah
3.424. Dari hasil analisis rasio solvabilitas dengan perhitungan debt to total asset ratio yang telah dilakukan, maka dapat diketahui
bahwa:
3.425. Tahun 2014, debt to total asset ratio sebesar 21,64% menunjukkan bahwa setiap total utang Rp 1,00 dijamin dengan Rp 0,2164
aktiva perusahaan. Tahun 2015, debt to total asset ratio 18,26%
menunjukkan bahwa setiap total utang Rp 1,00 dijamin dengan Rp 0,1826
aktiva perusahaan. Rasio tahun ini mengalami penurunan sebesar 3,38%
yang disebabkan naiknya aktiva dan utang. Tahun 2016 debt to total
asset ratio sebesar 22,62% yang artinya bahwa setiap total utang sebesar
Rp 1,00 dijamin dengan Rp 0,2262 aktiva perusahaan. Debt to total asset
ratio pada tahun 2016 mengalami kenaikan disebabkan turunnya total
aktiva dan naiknya total utang.
3.427.
Debt to Total Asset Ratio 0
Gambar 3.4 Diagram hasil analisis rasio solvabilitas dengan perhitungan debt to total asset ratio tahun 2014, 2015 dan 2016
3.428. Sumber: Data yang diolah 3.429.
3.430. c) Rasio Rentabilitas
3.431. Rentabilitas merupakan rasio untuk menghasilkan laba perusahaan yang di ukur dengan kesuksesan perusahaan dalam
kemampuannya menggunakan aktiva secara produktif. Rentabilitas suatu
perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang
diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau modal perusahaan
tersebut. Dalam rentabilitas keuangan yang besar tidak menjamin bahwa
perusahaan tersebut rentabel sehingga rentabilitas yang tinggi lebih penting
daripada keuntungan yang besar di dalam menjalankan suatu usaha. Cara
penilaian rentabilitas ada beberapa macam sesuai dengan tujuan
perusahaan pada analisis. Namun pada riset ini penulis batasi pada dua
macam yaitu net rate of return on investment dan return on equity.
3.432. Net Rate of Return On Investment merupakan rasio antara laba setelah pajak dengan total aktiva. Rasio ini menunjukkan kemampuan
dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan laba. Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang
telah dilakukan oleh perusahaan, baik dengan menggunakan total aktiva
yang dimiliki perusahaan maupun dengan dana yang berasal dari pemilik
modal. Net Rate of Return On Investment adalah perbandingan antara
laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva usaha. Suatu perusahaan
dikatakan baik atau tidak baik dapat dilihat dari Net Rate of Return On
Investment dan Rentabilitas Modal Sendiri.
3.433. Menurut Munawir (2001), Secara sistematis rasio ini dapat dituliskan sebagai berikut :
3.434.
Laba Bersih Setelah Pajak
Total Aktiva
×
100
3.435. Analisis Rasio Rentabilitas tahun 2014, 2015 dan 2016 PT. Hopax Indonesia :
167.075 .911.704
×
100
=
12,24
3.437.3.438. Tabel 3.11 Hasil Analisis Rasio Rentabilitas Dengan Perhitungan Net Rate Of Return On Investment
3.439. KETERANGAN 3.440. TAHUN
2014 3.448. Net Rate Of Return
on Investment 3.452. Sumber: Data Yang Diolah
3.453. Dari hasil analisis rasio rentabilitas dengan perhitungan net rate of return on investment yang telah dilakukan, maka dapat
diketahui bahwa:
3.454. Tahun 2014, net rate of return on investment sebesar 13,85% berarti bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat digunakan
untuk menghasilkan laba bersih Rp 0,1385. Pada tahun 2015 rasio
sebesar 16,08%, ini berarti setiap Rp 1,00 keseluruhan aktiva dapat
menghasilkan laba bersih Rp 0,1608. Rasio tahun 2015 mengalami
kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2014, yang disebabkan adanya
kenaikan jumlah laba dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 rasio
sebesar 12,24%, ini berarti Rp 1,00 keseluruhan aktiva dapat
menghasilkan laba bersih Rp 0,1224. Rasio tahun 2016 mengalami
penurunan yang disebabkan turunnya laba perusahaan. 3.455.
3.456.
3.458.
Net Rate Of Return on Investment 0
Gambar 3.5 Diagram hasil analisis rasio rentabilitas dengan perhitungan net rate of return on investment tahun 2014, 2015 dan 2016
3.459. Sumber: Data yang diolah 3.460.
2) Return On Equity
3.461. Return on equity adalah perbandingan antara jumlah modal yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah
modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut di lain pihak atau dengan
kata lain dapat dikatakan bahwa return on equity adalah kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham
perusahaan.
3.462. Menurut Dwi Prastowo (2011), Secara sistematis rasio ini dapat dituliskan sebagai berikut:
Laba Bersih Setelah Pajak
Total Modal
×
100
1. Tahun 2014
25.113.392.249
141.976 .486 .642
×
100
=
17,68
2. Tahun 201528.288.188 .098
143.734 .442 .476
×
100
=
19,68
3. Tahun 201620.458.093 .353
129.276 .666 .944
×
100
=
15,82
3.464. Tabel 3.12 Hasil Analisi Rasio Rentabilitas Dengan Perhitungan Return On Equity 3.474. Return On Equity 3.475. 17,68% 3.476. 19,68
%
3.477. 15,82 % 3.478. Sumber: Data Yang Diolah
3.479. Dari hasil analisis rasio rentabilitas dengan perhitungan return on equity yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa:
3.480. Tahun 2014, return on equity sebesar 17,68% yang artinya bahwa setiap Rp 1,00 modal dapat mengasilkan laba bersih sebesar Rp
0,1768. Tahun 2015, return on equity sebesar 19,68% yang artinya bahwa
setiap Rp 1,00 modal dapat menghasilkan laba sebesar Rp 0,1968. Pada
tahun 2015 mengalami kenaikan dari tahun 2014 yang disebabkan
naiknya modal dan laba bersih. Tahun 2016, return on equity sebesar
15,82% yang artinya bahwa setiap Rp 1,00 dapat menghasilkan laba
sebesar Rp 0,1582 dari modal sendiri yang tersedia bagi pemegang
saham perusahaan. Pada tahun 2016 perusahaan mengalami penurunan
dari tahun sebelumnya yang disebabkan turunya laba dan modal
perusahaan.
3.482.
Gambar 3.6 Diagram hasil analisis rasio rentabilitas dengan perhitungan return on equity tahun 2014, 2015 dan 2016
3.483. Sumber: Data yang diolah 3.484.
3.3.2 Pembahasan
3.485. Hasil analisis terhadap data keuangan baik analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas untuk menilai kinerja PT. Hopax Indonesia Kabupaten
Mojokerto. Analisis rasio likuiditas dan solvabilitas digunakan untuk menilai posisi
keuangan PT. Hopax ndonesia dan analisis rasio rentabilitas digunakan untuk
menilai kinerja PT. Hopax Indonesia.
a. Kondisi keuangan PT. Hopax Indonesia berdasarkan hasil dari perhitungan
current ratio perusahaan dinilai kurang produktif karena perputaran aktiva
relatif kecil, namun kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka
pendek masih tinggi karena aktiva lancar lebih tinggi dr hutang lancar. Dapat
dilihat pada tahun 2014, 2015 dan 2016 presentase dari current ratio
masing-masing 410%, 526,3% dan 421,2%. Sedangkan hasil dari perhitungan quick
ratio dinilai cukup baik. Berikut hasil presentase quick ratio pada tahun 2014,
2015 dan 2016 masing-masing 309,38%, 412,41% dan 265,2%. Karena
selisih presentase antara current ratio dan quick ratio tidak terlalu jauh. Hal
pada PT. Hopax Indonesia cukup tinggi dikarenakan aktiva lancar lebih besar
dari utang lancar. Hutang lancar timbul karena adanya pembelian bahan
baku. Dengan demikian PT. Hopax Indonesia dapat dikatakan dalam
keadaan likuid.
b. Dari perhitungan rasio solvabilitas yang telah dilakukan maka terlihat bahwa
presentase debt to equity ratio selama tahun 2014 sampai 2016 adalah
sebesar 27,63%, 22,34% dan 29,23% . Berdasarkan perhitungan tersebut
secara keseluruhan posisi keuangan perusahaan sangat baik karena nilai
hutang lebih sedikit dari nilai modal sendiri. Sedangkan dilihat dari debt to
total assets ratio tahun 2014 sampai 2016 sebesar 21,64%, 18,26% dan
22,62%. Rasio ini juga termasuk dalam kriteria sangat baik karena total
hutang lebih rendah dari total aktiva. Dengan demikian PT. Hopax Indonesia
dapat dikatakan perusahaan solvable. Karena perusahaan mampu
memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, apabila
perusahaan dilikuidasi.
c. Tingkat rentabilitas PT. Hopax Indonesia bila dilihat dari perhitungan net rate
of return on investment pada tahun 2014 sampai 2016 adalah sebesar
13,85%, 16,08% dan 12,24%. Sedangkan return on equity pada tahun 2014
sampai tahun 2016 adalah sebesar 17,68%, 19,68% dan 15,82%. Tingkat
presentase return on equity lebih besar dibandingkan dengan net rate of
return on investment, ini di akibatkan karena perhitungan keduanya
menggunakan pembanding yang berbeda. Dimana net rate of return on
investment menggunakan total keseluruhan aktiva sebagai pembanding laba
yang di peroleh, sedangkan return on equity menggunakan total modal
sebagai pembanding laba yang di peroleh. Dari keseluruhan perhitungan
namun belum stabil karena selisih presentase dari setiap tahun masih terjadi
kenaikan dan penurunan. Hal itu bisa di sebabkan karena volume penjualan
dan perubahan jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan.
d. Dari hasil analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas
dapat diketahui bahwa kondisi keuangan dan kinerja perusahaan setiap
tahun mengalami kenaikan dan penurunan dalam tingkat yang wajar. Secara
keseluruhan kondisi perusahaan dalam kondisi yang baik. Dengan demikian
PT. Hopax Indonesia merupakan perusahaan yang profit. 3.486.
3.3.3. Keterbatasan Penelitian
3.487. Dalam penelitian ini, penulis menghadapi keterbatasan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian yang dilakukan. Adapun
keterbatasan tersebut adalah peneliti baru pertama kali melakukan penelitian
4.1. Simpulan
3.490. Berdasarkan hasil perhitungan dari analisis yang telah dilakukan terhadap laporan keuangan yang telah diperoleh dari PT. HOPAX INDONESIA
selama kurun waktu tiga periode akuntansi yaitu dari tahun 2014, 2015, dan
2016 dengan menggunakan analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas
dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut:
1. Jika dilihat dari rasio likuiditasnya maka posisi keuangan perusahaan PT.
Hopax Indonesia dalam posisi sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari
persentase current ratio tahun 2014 sebesar 410%, tahun 2015 sebesar
526,3% dan tahun 2016 sebesar 421,2%. Quick ratio tahun 2014 sebesar
309,38%, tahun 2015 sebesar 412,41% dan tahun 2016 sebesar 265,28%.
Meskipun perusahaan mengalami kenaikan maupun penurunan, total aktiva
lancar masih lebih besar dibanding dengan hutang lancar. Namun pada
current ratio, jika total aktiva terlalu tinggi perusahaan belum tentu dapat
menjamin akan dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh tempo.
Namun dalam kasus ini presentase perbandingan antara current ratio dan
quick ratio selisihnya tidak terlalu jauh, Dengan demikian PT. Hopax
Indonesia dapat dikatakan dalam kondisi likuid.
2. Berdasarkan rasio solvabilitas maka dapat diketahui bahwa presentase debt
to equity ratio pada tahun 2014, 2015, dan 2016 adalah sebesar 27,63%,
22,34% dan 29,23%. Sedangkan presentase debt to total assets ratio tahun
tahun 2014, 2015, dan 2016 sebesar 21,64%, 18,26% dan 22,62%. Dari
perhitungan tersebut maka dapat dikatakan bahwa tingkat solvabilitas
3.491. PT. Hopax Indonesia dalam tiga tahun terakhir sangat baik. Presentase total hutang masih jauh di bawah total aktiva maupun total modal
perusahaan yakni masih dikisaran angka 20-30 persen.
3. Berdasarkan perhitungan rasio rentabilitas PT. Hopax Indonesia bila diketahui
presentase net rate of return on investment pada tahun 2014, 2015, dan 2016
adalah sebesar 13,85%, 16,08% dan 12,24%. Sedangkan return on equity
pada tahun 2014, 2015, dan 2016 adalah sebesar 17,68%, 19,68% dan
15,82%. Dari hasil analisis rasio rentabilitas yang telah dilakukan, maka
perkembangan perusahaan dalam menghasilkan laba perusahaan dinilai
sudah cukup baik, namun dari perhitungan selama tiga periode akuntansi
yaitu tahun 2014 sampai 2016 tingkat kinerja perusahaan cenderung belum
stabil karena masih mengalami kenaikan dan penurunan. Meskipun
perusahaan memiliki cukup aktiva untuk melunasi hutangnya, namun akan
lebih baik jika perusahaan lebih mengoptimalkan penggunaan aktiva secara
produktif sehingga akan dihasilkan laba seperti yang diharapkan.
4. Kondisi keuangan dan kinerja PT. Hopax Indonesia dinilai dari perhitungan
rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas selama tiga tahun terakhir cukup
baik, meskipun presentase setiap rasio mengalami kenaikan dan penurunan
yang di sebabkan oleh beberapa faktor dalam masing-masing rasio. Dalam
rasio likuiditas kenaikan dan penurunan presentase bisa di sebabkan karena
perubahan jumlah aktiva lancar dan persediaan setiap tahunnya serta
kewajiban / hutang lancar yang harus dilunasi perusahaan. Dalam rasio
solvabilitas kenaikan dan penurunan presentase disebabkan karena total
kewajiban / hutang mengalami perubahan serta total modal dan aktiva yang
semakin bertambah dan berkurang. Sedangkan dalam rasio rentabilitas
berkurangnya laba perusahaan setiap tahunnya serta total aktiva dan modal
yang dimiliki perusahaan.
3.492. 4.2. Saran
3.493. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dan kesimpulan yang telah diambil, maka penulis mengajukan saran:
1. Agar perusahaan dapat segera memenuhi kewajiban jangka pendek, perusahaan dapat lebih meningkatkan kinerja perusahaan melalui
peningkatan keuntungan dengan cara memaksimalkan perputaran
persediaan yang dimiliki sehingga dapat menjadi kas yang dapat
menjamin terbayarnya semua kewajiban perusahaan secara cepat. Juga
meminimalkan penggunaan kewajiban / hutang dalam transaksi
perusahaan karena perusahaan akan dinilai kurang sehat meskipun
sebenarnya mampu melunasi dg menggunakan aktiva yang dimiliki. 2. Pada tahun 2016 terjadi peningkatan presentase pada debt to equity ratio
maupun debt to total assets ratio, ini akibat terjadi penurunan cukup besar
pada total asset maupun total modal yang dimiliki perusahaan.
Seharusnya perusahaan lebih bisa memanfaatkan aktiva yang dimiliki
secara optimal dan tidak bergantung pada hutang, hal ini bisa dilihat dari
jumlah hutang yg juga meningkat pada tahun 2016. perusahaan dapat
meningkatkan laba dengan cara meningkatkan pendapatan dan
menekankan biaya perusahaan yang terjadi.
3. Untuk menghasilkan laba seperti yang di harapkan maka perusahaan harus lebih produktif dalam memanfaatkan aktiva, serta merubah sistem
pemasaran yang sebelumnya hanya berdasarkan pesanan menjadi lebih
secara umum akan relaif susah karena cenderung di sorot oleh LSM,
maka dari itu dibutuhkan kerja sama antara kedua belah pihak.
4. Agar dapat menghasilkan laba yang maksimal dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan, sebaiknya manajemen perusahaan dapat mengambil
keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas
perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasinya. Namun perusahaan
juga harus mempertimbangkan kemampuan dalam memenuhi segala
kewajiban-kewajibanya jika suatu saat perusahaan terjadi likuidasi, tidak
3.494. DAFTAR PUSTAKA
3.495. Barokah Umi (2014), “Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Binangun Kabupaten Kulon Progo”. Universitas Negri Yogyakarta“Tugas Akhir”
3.496. Brigham Eugene F dan Joel F. Houston.(2001). “Manajemen Keuangan”. Edisi kedelapan. Erlangga.
3.497. Djarwanto.(2004). “Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan”. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UGM.
3.498. FahmiIrham. (2011). “Analisis Kinerja Keuangan”. Bandung:ALFABETA. 3.499. Husnan Suad dan Enny Pudjiaastuti.(2004). “Dasar-Dasar Manajemen
Keuangan”. Edisi Keempat. Yogyakarta:UPP AMP YKPN. 3.500. Jumingan.(2005). “Analisis Laporan Keuangan”. Bumi Aksara.
3.501. Munawir, 2002. “Akuntansi Keuangan dan Manajemen”. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE UGM.
3.502. Munawir.(1979). “Analisa Laporan Keuangan”. Yogyakarta: Liberty
3.503. Pratowodwi dan Rika Juliaty. (2002). “Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi”. Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
3.504. Prawirosentono Suyadi.(1999). “Manajemen Sumber Daya Manusia Kebijakan Karyawan”. Yogyakarta: BPFE Fakultas Ekonomi UGM.
3.506. LAMPIRAN
3.507...Lampiran 1 Statements Of Financial Position Tahun 2015 dan 2016
3.511...Lampiran 2 Statements Of Financial Position Tahun 2014 dan 2015
3.514...Lampiran 3 Statements Of Financial Position (lanjutan) Tahun 2015 dan 2016
3.517...Lampiran 4 Statements Of Financial Position (lanjutan) Tahun 2014 dan 2015
3.520...Lampiran 5 Statements Of Comprehensive Income Tahun 2015 dan 2016
3.523...Lampiran 6 Statements Of Comprehensive Income Tahun 2014 dan 2015
3.526. Lampiran 7 Operasional Perusahaan 3.527.
3.529. HAL BIMBINGAN
3.530. JUDUL : Analisis Laporan Keuangan Terhadap Kinerja
Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. HOPAX INDONESIA)
3.531. NAMA : Ainun Jariyah 3.532. NIM : 5.14.02.04.0.006
3.533. TANGG AL
3.534. PARAF PEMBIMBING
3.535. KETERANGAN
3.536. 3.537. 3.538.
3.540. HAL BIMBINGAN
3.541. JUDUL : Analisis Laporan Keuangan Terhadap Kinerja
Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. HOPAX INDONESIA)
3.542. NAMA : Virgi Andika Putra Trisilo 3.543. NIM : 5.14.02.04.0.104
3.544. TANGG AL
3.545. PARAF PEMBIMBING
3.546. KETERANGAN