Air Sumber Kehidupan di papua tengah
Masyarakat sudah mulai memasuki gereja di pagi hari, sementara dari jendela penginapan gereja kumenatap anakanak yang lagi bermain diluar gereja, kejarkejaran sambil tertawa riang. Ingin rasanya kufoto, tapi takut nanti menjadi polemic dipagi yang indah. Akhirnya kuputuskan untuk berdiri didepan pintu sambil melihat anakanak papua bermain. Tiga puluh menit kemudian anakanak ini berjalan kesamping penginapan gereja menuju tong penampungan air hujan. Mengambil gayung air sambil meminum air hujan. “Oh My God” sebuah pemandangan yang melihat apa yang terjadi didepan mataku. Melarang mereka minum tidaklah menyelesaikan masalah, dan ini masalah yang oleh kita orang kota menganggap masalah sementara masyarakat local menganggap bahwa meminum air hujan di drum merupakan hal yang biasa. Belum tenang pikiranku memikirkan bagiamana anak tadi minum. Seorang ibu membawa anaknya dan meminum dari air hujan. Makin kacau dan bingung diriku. Jika anak kecil mungkin karena mereka haus, sembarangan saja mereka minum tapi jika orang dewasa berarti kebiasaan minum air didrum sudah meruapakan hal yang biasa. Kembali kedalam ruang tamu sembil meneguk kopi panas mencoba menghangatkan tubuh, dan menenangkan diriku sejenak. “Selamat pagi” suara sapaan membuatku menoleh ke pintu depan “Apa… … air hujan?”suaraku tibatiba sedikit meninggi karena kaget “Iya,kaka semua disini air hujan yang ditampung di tanki penampungan baru dialirkan ke kamar mandi,tempat cuci piring dan kamar Kecil”jawabnya sambil tersenyum Ehm pantasan waktu mandi busa sabun hanya sedikit sekali rupanya air hujan, menggosok gigi juga dengan air hujan, sementara disini air melimpah ruah. Parah juga, janganjangan air mineral didispenser dari air hujan juga. “Ton, air gallon didispenser isinya air apa” tanyaku kepada toni temanku yang sering ke
“Amazing ton hehehe”
sebaliknya maka kejadian yang akan terjadi terbalik pula. Kekuatan pikiran mungkin merupakan sesuatu kelebihan masyarakat di papua tengah. Waktu berlalu kubergegas ke susteran untuk pergi makan siang bersama para pastur dan suster, maklum sebagai tamu disini biasanya kami sering diajak makan bersama. Tak terbayangkan bagaimana para pastur dan suster jaman dulu mendidik, menciptakan disiplin kerja dan membangun mental masyarakat papua tengah. Tanda salib mengakhiri doa, kami pun mulai menikmati makan siang yang sangat luar biasa enaknya, udang danau yang besar, ikan mujair danau yang gurih dan lezat,warna orange wortel yang masih menyalanyala dan terasa manis, sayur kol,buncis dan sup yang bertaburkan daun seledri hijau. Sungguh lezat, semuanya organic tanpa ada zat kimia di pertanian rakyat papua. Sungguh luar biasa kesempatan ini menghampiri diriku. “Disini semua sayur ditanam tanpa pupuk kimia” Pastur marthin mulai menerangkan “Ikan disini juga masih segar, tidak dikasih makan pelet atau makanan ikan lainnya”sambung
suster odel
“Selamat datang dibumi cendrawasih pet, nanti kau kunjungi semua tempat dipinggiran danau, bertemu petanipetani dan nelayan local, kamu akan melihat hal yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya di kotakota besar” tambah pastur Mike “Amazing Papua”jawabku sambil tersenyum. “Tapi mengapa masyarakat disini masih meminum air hujan dan menggunakan air hujan sebagai air untuk kegiatan seharihari, apa tidak pernah ada program air bersih disini ?” lanjutku. “Sudah jadi kebiasan, dulu ada program air bersih, air dialirkan melalui pipa dari atas kekota, namun ada beberapa masyarakat perlu air , langsung di pecahkan pipa air, katanya bapa ini lewat ditanah saya, bapa harus bayar” suster mulai memberikan keterangan. “mungkin kurangnya pendekatan secara pribadi dan masyarakat masih kurang menyadari pentingnya air bersih di sini, padahal air ada dimanamana”
“Selamat Siang” ujarku sambil menatap mata mereka berdua
“Siang Pater” sebening embun dipagi hari. Hanya saja belum terjadi perubahan perilaku untuk lebih menggunakan air bersih sebagai bagian dari pada konsumsi hidup. Terima kasih untuk hari yang indah ditanah papua, pelajaran yang indah kutemukan disini, semoga disuatu waktu kukembali pipapipa yang dulunya dihancurkan kembali diperbaiki dan mengalirkan airair kehidupan bagi masyarakat daerah pegunungan papua tengah. Sebuah semboyan di airport enarotali yang akan selalu ku ingat Awetakoenaa Agapida =Hari