• Tidak ada hasil yang ditemukan

SANITASI KEBUN DAN PEMUPUKAN ORGANIK PAD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SANITASI KEBUN DAN PEMUPUKAN ORGANIK PAD"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

SANITASI KEBUN DAN PEMUPUKAN ORGANIK PADA TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana L.) GUNA PENGENDALIAN

GETAH KUNING

N.G.A. Gde Eka Martiningsih1, I Ketut Widnyana1, Tri Djoko Setiyono2, I Gusti Ngurah Anom3

1

Fakultas Pertanian, Universitas Mahasaraswati Denpasar

2

FKIP, Universitas Mahasaraswati Denpasar

3

Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar [email protected]

Ringkasan Eksekutif

Manggis merupakan salah satu primadona buah tropis yang memiliki peluang ekspor yang cukup tinggi, karena manggis sangat digemari oleh wisatawan mancanegara. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil buah eksotis ini ternyata belum mampu memaksimalkan produksi manggis di tingkat petani, apalagi kemampuan dalam hal pemasaran. Sehingga agak ironis bahwa buah manggis di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Bali belum mampu secara langsung mensejahterakan petani-petani manggis. Situasi ini tentu saja disebabkan oleh beberapa hal yaitu masih rendahnya kualitas manggis yang dihasilkan, dimana salah satunya disebabkan oleh adanya serangan getah kuning.

Getah kuning yang menyerang buah manggis akan menyebabkan penampilan buah tidak menarik dan malahan mampu menyebabkan buah menjadi busuk. Masalah getah kuning sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Ada dugaan bahwa penyakit getah kuning ini disebabkan kurangnya kebersihan kebun dan hara. Memang diakui selama ini petani mengusahakan tanaman manggis mereka sekedarnya dalam arti tanpa pemeliharaan dan asupana hara yang memadai.

Program Ipteks bagi Wilayah (IbW) di Desa Angkah adalah ditujukan untuk menanggulangi getah kuning yang menyerang buah manggis dengan cara memberdayakan petani manggis untuk melakukan sanitasi kebun dan perlakuan pemupukan organik dengan kompos dan zat perangsang tumbuh organik ABG. Dengan perlakuan tersebut ternyata mampu mengurangi serangan getah kuning sekitar 75% dibandingkan dengan produksi sebelumnya. Disamping itu dengan memanfaatkan kompos produksi sendiri maka biaya usaha tani dapat dikurangi dengan pengurangan biaya pupuk. Dengan perlakuan ini petani manggis di Desa Angkah pada musim panen tahun 2011 mampu juga meningkatkan hasil per tanaman sebesar 40 %.

Kata-kata Kunci: getah kuning, manggis, sanitasi, kompos, zat perangsang tumbuh.

Executive Summary

(2)

such as the low quality of the resulting mangosteen, one of which is caused by the presence of yellow gum attack.

Yellow gum problems until now have not known exactly and there were allegations that the disease is due to lack of nutrients in the field. This was recognized during the farmers began to cultivate mangosteen in the sense that they are modest with no maintenance and adequate nutrients. The yellow gum problem can be solved with manure application on the field and also conduct the regularly sanitation.

The program of science and technology application for area so called “IbW” at Angkah Village was aimed to solve the yellow gum problem that attacked the mangosteen fruits at the area by use of the empowerment of the mangosteen farmers for conducting sanitation and fertilizing the soils using organic compost as well as giving the ABG plant growth stimulant. With the conducted treatment the attack of yellow gum was reduced about 75% compared to the last mangosteen production. Moreover, by using compost made by them selves, farmers could reduce production costs of fertilizer. With the treatment, the mangosteen farmers at the Angkah Village increased their mangosteen fruits production about 40% at the harvest season in the year of 2011.

Keywords: yellow gum, sanitation, mangosteen, compost, and plant growth stimulant

A. PENDAHULUAN

Salah satu sumber vitamin yang akhir-akhir ini mendapat perhatian di masyarakat adalah vitamin alami yang berasal dari buah-buahan. Demikian juga dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber vitamin alami, menyikapi isu-isu mahalnya harga obat dan efek samping obat yang justru lebih mengakibatkan masalah. Buah manggis merupakan primadona buah tropika yang dihasilkan oleh desa Angkah di Kecamatan Selemadeg Barat. Daerah dengan tofografi yang berbukit dengan hamparan sawah dan sumberdaya lahan yang masih asri dikenal sebagai salah satu penghasil manggis di kabupaten Tabanan. Berdasarkan data yang terkumpul dilapangan, populasi buah manggis di desa ini pada tahun 2011 telah mencapai kurang lebih 5000 pohon. Angka ini diperoleh dengan menghitung rata-rata kepemilikan kepela keluarga di Desa Angkah masing-masing memiliki 10 pohon (wawancara dengan PPL, Juni 2011).

(3)

Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Buah(1-2) menunjukkan ada sekitar 25 species pengganggu buah manggis, yang menyebabkan kerusakan kualitas maupun penurunan hasil buah manggis. Salah satu kerusakan yang menyebabkan menurunnya kualitas buah adalah penyakit getah kuning, yang pada mulanya diduga disebabkan oleh Fusarium sp, akan tetapi dalam perkembangannya ternyata penyebab penyakit buah kuning pada manggis sampai saat belum diketahui dengan pasti.

(4)

juga ditemukan adanya getah kuning pada kulit dan daging buah. Perlakuan Postulat Koch dengan cara tusukan dan penempelan isolat juga tidak membuktikan bahwa cendawan yang diisolasi dari buah yang bergetah kuning adalah penyebab munculnya getah kuning. Walaupun pada kulit buah bekas tusukan ditemukan getah kuning namun daging buahnya tidak bergetah kuning. Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa getah kuning bukanlah disebabkan oleh penyakit, tetapi oleh masalah fisiologis selama masa perkembangan buah atau pra panen.

Berkaitan dengan permasalah di atas maka salah satu program Ipteks bagi wilayah di Desa Angkah pada tahun 2011 adalah memberikan pengtahuan terhadap kelompok manggis di desa ini dalam hal penanggulangan penyakit getah kuning.

Gambar 1. Daging Buah Manggis (kiri), dan Buah Terserang Getah Kuning (kanan)

B. SUMBER INSPIRASI

Mengacu pada visi misi Universitas Mahasaraswati Denpasar untuk menjadi Universitas Unggulan baik dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, maka sudah menjadi suatu keharusan bagi civitas akademika untuk melaksanakan visi dan misi tersebut. Melalui program IbW yang difasilitasi oleh Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi) maka Universitas Mahasaraswati Denpasar ikut berperan dalam hal transfer teknologi untuk pemberdayaan masyarakat di pedesaan(4).

Berdasarkan hasil identifikasi masalah pada 2 (dua) desa sasaran program IbW yaitu Desa Angkah dan Desa Bengkel Sari, maka program untuk tahun kedua (2011) adalah menguatkan posisi kelompok tani maupun ternak yang telah terbentuk pada tahun kepertama (2010). Salah satu kelompok yang menjadi sasaran penguatan pada tahun 2011 ini adalah kelompok petani manggis di Dusun Samsaman Kaja, desa Angkah. Pemilihan kelompok manggis ini berdasarkan skala prioritas baik dari sisi ketersediaan dana, kemudian kemampuan teknologi petani dan permintaan kelompok yang tentu saja telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar bagi produk yang dihasilkan oleh kelompok tersebut.

C. METODE

(5)

manggis masih mengusahakan pertanian secara polykultur. Sehingga terkadang perhatain terhadap satu produk yang diusakana terpecah ke produk yang lainnya. Untuk membuat perhatian petani lebih fokus pada usaha tani manggis, maka pendekatan yang digunakan selain pemberdayaan masyarakat secaraumum, juga meningkatkan skill atau kemampuan petani dalam hal meningkatkan kuantitas dan kulaitas produk manggis mereka.

Mengacu pada permasalahan utama pada peningkatan kualitas buah manggis adalah belum tertanggulanginya serangan getah kuning pada buah manggis, maka dalam program ini Tim IbW memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang sanitasi kebun manggis dengan memberikan asupan pupuk organik bagi tanaman manggis, baik yang sudah berbuah maupun yang sedang dalam fase pertumbuhan vegetatif. Cara ini merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk dilakukan oleh kelompok manggis, oleh karena setiap anggota kelompok manggis sudah memiliki kemampuan dalam pengolahan kotoran sapi menjadi kompos. Dengan kemampuan ini maka petani tidak harus mengeluarkan biaya untuk membeli asupan organik terutama kompos, karena berasal dari usaha sapi mereka.

Dengan tujuan utnuk merangsang kekebalan (antibodi) tanaman, maka pada perlakuan ini juga ditambahkan pupuk organik tablet (ABG), yang berfungsi untuk merangsang terbentuknya buah yang lebih sehat dan tahan serangan getah kuning. Adapun perlakuan yang diberikan:

1. Perlakuan Kompos Kotoran Sapi 10 kg per pohon 2. Perlakuan pupuk ABG 10 tablet per pohon

Cara pemberian pupuk tersebut adalah dengan menimbun kompos dan pupuk tablet kedalam tanah di sepanjang tajuk tanaman manggis. Adapun waktu pemberian adalah setelaha tanaman manggis mengalami panen raya yaitu sekitar bulan September dan Oktober.

D. KARYA UTAMA

Karya utama dari pelaksanaan Ipteks bagi Wilayah program tahun kedua (2011) adalah semakin sadarnya masyarakat di desa sasaran terhadap kebermanfaatan melakukan pertanian secara organik. Dengan menggunakan asupan organik maka kelompok manggis mampu memanfaatkan limbah pertanian mereka untuk digunakan kembali sebagai asupan pupuk. Hal ini tentu saja akan mampu mengurangi biaya produksi. Disamping keuntungan tersebut dengan penggunaan asupan hara organik maka keseimbangan dan kelestarian lingkungan akan mampu terjaga. Dengan pemanfaatan kompos , maka asupan kimia dapat dikurangi secara bertahap, sehingga produk yang dihasilkan lebih memenuhi standar kesehatan. Program ini juga sangat relevan dengan program pemerintaha Provinsi Bali yaitu ”Bali Go Green and Go Organic”.

E. ULASAN KARYA

(6)

adalah sesuatu yang sering dirasakan mubasir, sehingga kadangkala ada keengganan baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam melaksanakan inovasi-inovasi baru ke lapangan. Selain itu terkadang pula pemberian teknologi yang mangarah pada perbaikan produksi tidak didikuti oelh penyediaan areal pemasaran yang memadai, sehingga terkadang setelah produksi meningkat petani tidak memiliki pasar untuk menjual produknya. Hal ini sering menimbulkan sikap apriori masyarakat, dan sering menyebabkan kegagalan program pemberdayaan di suatu wilayah.

Sehingga melalui pendekatan pemberian inovasi teknologi dan pendampingan industri hilir, maka diharapkan pemberdayaan petani manggis dalam penanggulangan penyakit getah kuning dirasakan manfaatnya oleh petani dan akan dilakukan secara berkelanjutan. Karena dengan produksi manggis yang berkualitas tinggi maka pasar akan sangat mudah ditembus terutama pasar ekspor.

F. KESIMPULAN

Melalui tindakan sanitasi dan pemberian asupan organik bagi tanaman manggis kelompok manggis di Dusun Samsaman Kaja, desa Angkah maka hasil nyata yang telah diperoleh adalah:

1. Adanya peningkatan hasil secara signifikan pada panen bulan September – Oktober 2011 yang menunjukkan peningkatan sebesar 40 % dari panen tahun sebelumnya.

2. Adanya penurunan serangan getah kuning sebesar 75 % per pohon, sehingga kulaitas hasil meningkat secara signifikan

3. Adanya pengurangan biaya usaha tani dari pembelian pupuk dan pemeliharaan tanaman karena menggunakan produk kompos secara mandiri.

4. Adanya getok tular teknologi antar kelompok di desa Angkah, sehingga saat ini sudah 3 (tiga) kelompok yang menggunakan sistem sanitasi kebun dan pemupukan organik untuk menanggulangi getah kuning pada tanaman manggis. G. DAMPAK DAN MANFAAT

Dengan adanya program inovasi teknologi pengusahaan tanamana secara organik, maka masyarakat desa Angkah terutama kelompok manggis mampu meningkatkan pendapatn ushatani manggis mereka secara signifikan. Di samping itu dengan peningkatan kualitas akibat penurunan serangan getah kuning, maka produk kelompok manggis mampu bersaing ke pasar ekspor. Hal ini tentu saja berdampak pada daya saing produk lebih tinggi di pasaran, dan harga yang diperoleh petani makin tinggi.

Dengan mengundang satu investor buah yaitu Moena Fresh, maka anggota kelompok tani saat ini mampu memasarkan produknya langsung tanpa perantara pengepul, sehingga harga yang diperoleh petani makin tinggi. Dampak lainnya adalah meningkatnya kepercayaan diri petani manggis, bahwa mereka mampu menghasilkan produk yang berkualitas ekspor dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang sebenarnya mereka miliki secara mandiri.

(7)

H. DAFTAR PUSTAKA

(1) Balai Penelitian Tanaman Buah. 2006. Kanalilah Organisme Pengganggu Tanaman Manggis. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 28 ( 2), 6-10.

(2) Bappeda. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), 2010. Kabupaten Tabanan.

(3) Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. 2009. Getah Kuning Halangi Ekspor. Balai Penelitian Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. (4) Soewandhi, S.N. 2010. Sebuah Pemikiran Tentang Diseminasi Karya Pengabdian

Kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Indonesia. Majalah Aplikasi Ipteks

Ngayah , 1 (1), 1-16.

I. PERSANTUNAN

Gambar

Gambar 1. Daging Buah Manggis (kiri), dan Buah Terserang Getah Kuning (kanan)

Referensi

Dokumen terkait

Sebagaimana HACCP diimplementasikan dalam sistem jaminan keselamatan makanan, Halalan Tayyiban Critical Control Point (HTCCP) dibangunkan atas kerangka yang sama

bahwa terdapat pengaruh sanksi hukum terhadap disiplin kerja. Sanksi hukum juga harus ditegakkan pada setiap instansi agar pegawainya memiliki kualitas untuk

Di daerah Kabupaten Semarang terdapat 5 Rumah Sakit diantaranya RSUD Ambarawa, RSUD Ungaran, RSU Bina Kasih, RSU Ken Saras, dan RSU Kusuma Ungaran, dari kelima Rumah Sakit

Menurut Risyanto dan Ihalaw (2005;9), perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana pembuat keputusan baik individu maupun kelompok ataupun organisasi

Secara singkat pendekatan kokreasi merupakan upaya untuk mencapai keadaan yang lebih baik dengan cara mencipta dan membangun bersama (Yayasan Jati Diri Bangsa,

Pada penelitian thesis oleh Anifa Widiyantari (2018) dengan judul “ Pemanfaatan Citra Landsat 8 OLI untuk Mengkaji Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan

pada awalnya hanyalah semacam bookmark (petunjuk halaman buku), ide itu berawal pada bulan April 1994, saat itu dua orang alumni Universitas Stanford Jerry Yang