Saya Yang Memilih.pdf

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

B

A

N

G

K

IT

D

A

N

J

A

D

IL

A

H

T

E

R

A

N

G

- E

D

IS

I

1 / 2014

A

gama Kristen yang diturunkan melalui

keluarga biasanya tidak terlepas dari adat istiadat. Faktor tradisi dan kebia-saan tumpang tindih dengan Firman Tuhan. Kita sudah tidak bisa membe-dakan antara Firman Tuhan dengan adat istiadat. Karena ajaran agamawi diteruskan dari generasi ke generasi, maka kita menjadi malas mempelajari Fir-manNya dengan membaca Alkitab.

Ini kata Yesus kepada serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat yang menemui Dia: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepa-da-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan un-tuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7:6-8).

Jika anda membuka mata hati dan pikiranmu dan

memutuskan untuk masuk lebih dalam lagi untuk mengenal firman yang adalah kebenaran yang se-sungguhnya. Dan jika anda meminta Roh Kudus untuk menolong, Dia pasti akan menolongmu. Jangan ber-agumentasi terlebih dahulu. Biarkan fir-man masuk ke dalam hatimu, ijinkan Roh Kudus menjalankan peranNya sebagai Penolong, Penasehat, Penghibur, dan Pribadi yang menetap di hati anda (Yohanes 14:16) membantu menjelaskannya kepa-damu. Saudara, Roh Kudus adalah Penolong. Dia siap menolong jika anda meminta pertolonganNya. Dia tidak akan mendominasi atau menguasai anda kar-ena itu bukan pekerjaanNya.

Pernahkah anda mendengar perkataan atau mungkin anda sendiri pernah berkata: “Tuhan berdaulat; Tuhan pegang kendali; Tuhan akan intervensi; segalanya bekerja untuk kebaikan; segalanya terjadi untuk se-suatu.”

(2)

B

Betulkah Tuhan yang menentukan umur manusia? Si A hanya sampai 40, si B sampai 60, dst. Tuhanlah yang menentukan bayi C meninggal karena Tuhan mengasihi dia. Jadi kalau anda sekarang berumur 60 atau lebih dan belum meninggal apakah itu berarti Tuhan tidak mengasihimu??

Benarkah pernyataan-pernyataan itu? Jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu ada di Alkitab. Jawabannya: Tidak benar! Sebab Tuhan tidak akan melanggar perkataanNya sendiri.

Tuhan menciptakan anda dan saya untuk berkuasa! (Kejadian 1:26). .. dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya (Efesus 1:19). Segala kuasa di bumi telah diberikan kepada anda dan saya! Anda dan saya adalah per-wakilan atau duta besar Kerajaan Allah di bumi ini.

Hidup ini adalah pilihan, dan yang harus memilih adalah anda dan saya. Ulangan 30:19-20 menyata-kan bahwa kita diperhadapmenyata-kan pada kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Untuk tahu mana yang harus kita pilih, kita tidak harus melempar koin untuk menebak jawabannya. Tuhan memberikan kunci jawabannya: “Pilihlah kehidupan, supaya engkau

hidup, baik engkau maupun keturunanmu”.

Ketu-runanmu kata Tuhan. Itu artinya pilihan kita berlaku bagi anak dan cucu kita. Itulah sebabnya sungguh penting bagi kita untuk mengetahui kebenaran seu-tuhnya sehingga kita bisa memilih yang benar agar anak cucu kita sejahtera di dalam Tuhan.

Mari kita lihat pernyataan Rasul Paulus di Filipi 1:22, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.” Dari pernyataan ini, bisa disimpulkan bahwa Rasul Paulus menyadari ia harus memilih. Karena jika Tuhan pegang kendali seperti yang dikatakan tradisi maka ia tidak harus memilih.

Jelas sekali bahwa itu semua bukan pilihan Tuhan, tetapi pilihan anda dan saya! Anda dan saya yang memilih apakah kita akan ke kanan atau kiri, maju atau mundur, tidur atau bangun, makan atau tidak makan.

Banyak orang baik, salah menentukan pilihan, salah mengambil keputusan, dan tentunya menerima hasil yang salah. Jika seseorang percaya salah, dia akan menyatakan hal yang salah, dan akhirnya menyerah kepada hal yang salah. “Hidup dan mati di kuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya” (Amsal 18:21).

KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN

Yesus berkata kepada orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar ada-lah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan me-merdekakan kamu” (Yohanes 8:31-32).

Kata tetap di ayat 31, Bahasa Yunaninya-“meno”, ada-lah kata kerja yang artinya tinggal menetap, terus menerus (tidak keluar masuk), terus berdiri. Terje-mahan bebasnya, “Jikalau kamu terus menerus (tidak keluar masuk) didalam firman-Ku, kamu benar-benar

adalah murid-Ku”. Alkitab terjemahan Amplified

berkata, ”Jikalau kamu tinggal di dalam firman-Ku (pegang teguh kepada pengajaran-Ku dan hidup

sesuai dengannya), kamu adalah sungguh-sungguh murid-Ku”.

Berikutnya, kata: mengetahui, Bahasa Yunani adalah “ginosko”, yang artinya mempunyai hubungan prib-adi, hubungan intim—layaknya suami/istri dimana

kamu tahu dan tahu dan tahu, sifatnya rhema atau

pewahyuan bukan hanya logos atau kata-kata saja.

Berdasarkan terjemahan di atas ini, untuk memudah-kan kita belajar, Yohanes 8:31-32 bisa dibaca:

(3)

B

Dengan kata lain, menjadi murid Yesus adalah menja-di seseorang yang teguh menja-di dalam Firman dan memi-liki hubungan pribadi denganNya.

Apa atau siapakah Kebenaran? Dia adalah seorang pribadi, Dia lah roh dan hidup itu sendiri, Dia lah Firman yang hidup, yang dapat berinteraksi, dapat berkomunikasi, Yesus menyebut diri-Nya adalah: “jalan, dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:6). Didalam doa-Nya kepada Bapa, Dia berkata,”firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17). Firman itu adalah Allah, dan Firman itu telah menjadi manusia (Yohanes 1:14).

Saudara, jika kita tidak mengenal atau mengetahui kebenaran, berarti kita tidak mengenal Firman, atau kita tidak mengenal Yesus secara pribadi, kita tidak mengenal Gembala kita.

Penjaga membuka pintu dan domba-dom-ba men-dengarkannya dan Ia memang-gil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Dan jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, Ia berjalan didepan mereka dan domba-domba itu mengikuti Dia, karena mereka mengenal suara-Nya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, kar-ena suara orang-orang asing tidak mereka kenal (Yohanes 10:3-5).

Suatu hubungan yang indah, hubungan intim Gem-bala dengan dombaNya, mereka berinteraksi, berko-munikasi, hubungan yang sangat nyata. Teman, kita memiliki Tuhan yang hidup, kita dapat berkomunika-si langsung denganNya, Dia menetap di dalam hati anda dan saya, Dia berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5).

Pengenalan ini sungguh-sungguh akan membuat anda merdeka! Anda tidak perlu kuatir, cemas, takut atas kehidupanmu, keluargamu, pekerjaanmu, ling-kunganmu, karena anda tahu anda ada di tempat

perlindungan, tempat rahasia Tuhan, tidak ada senja-ta yang diarahkan kepada anda dapat berhasil. Anda begitu pasti, dan yakin, karena anda percaya kepada Dia. Tuhan berkata, “Apakah ada yang terlalu sulit bagiKu?” Jelas tidak ada!

Hubungan intim kita dengan Firman, dengan me-renungkannya siang dan malam, mendengar dan melakukannya, membuat anda solid, kuat, teguh dan tak tergerak oleh perasaan dan penglihatan. Berjalan dengan iman, amat menyenangkan Tuhan (Ibrani 11:6). Apakah anda pernah bertemu dan melihat Ye-sus secara pribadi? Saya belum pernah! Tetapi saya percaya Dia ada di dalam hati saya dan Dia adalah Guru pribadi saya, dan Dia sama sekali tidak pernah meninggalkan saya, Dia adalah Penasehat saya, Dia adalah Penolong saya, Dia adalah Hikmat bagi saya, dan itu adalah pernyataan iman!

Tuhan tidak dapat berdusta, Dia menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan Penyedia, dan Dia akan melakukan bagian-Nya untuk menyediakan segala sesuatu kebu-tuhan kita. Begitu banyak janji Tuhan dalam Alkitab, butuh iman anda dan saya untuk semua dapat tereal-isasi dalam kehidupan kita di dunia ini.

Tuhan tidak tergerak oleh kebutuhan dan tangisan anda dan saya! Dia tergerak oleh iman kita. Berhenti merengek meminta tolong Tuhan. Bukankah Dia maha tahu? Jika anda terus bertanya ,“Mengapa lam-bat betul pertolongan Tuhan? Apakah Tuhan tidak mengasihiku?” maka itu menunjukkan bahwa anda tidak mengenal Dia.

Cari dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepada anda (Matius 6:33). Ada usaha untuk mencari tahu, bukan hanya duduk manis dan minta segala sesuatu jatuh dari langit, dan itu tidak akan pernah terjadi, anda dan saya tahu itu. Perlu iman untuk dapat terkoneksi dengan Tuhan.

(4)

me-B but kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yohanes 15:15). “La-ngit itu la“La-ngit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia” (Mazmur 115:16). “Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian” (Mazmur 82:6). Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah (2 Korintus 13:1).

Kita harus dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia dan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus (Ibrani 4:16; Ibrani 10:19). Inisiatifnya harus dari kita, itu baru dapat terjadi jika kita mengetahui kebenaran, sehingga ke-benaran yang kita tahu itu yang akan memerdekakan kita. Kita bisa dengan berani karena kita tahu siapa kita di dalam Dia. Amin. Hamba tidak akan berani mendekati tuannya.

Di bumi ini anda dan saya yang berkuasa, Tuhan berkuasa di sorga. Pilihan kita akan menggerakkan hukum roh yang akan berdampak atas apa yang kita terima di bumi ini (Roma 8:1-2). Hidup dan mati di-kuasai lidah, apa yang penuh di hati akan keluar dari mulut.

Yesus mengajarkan kita berdoa, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Saya belum pernah ke sorga, tetapi dari cerita yang saya baca dan dengar, di sorga semuanya indah, tidak ada kematian, dan saya sungguh percaya.

Baik, bagaimana jika ada ke-celakaan bus masuk jurang dan banyak yang meninggal dan

bus berisi orang Kristen den-gan tujuan baik untuk beriba-dah, apakah ini rencana atau kehendak Tuhan?? Bagaimana dengan, “jadilah

kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”. Pertanyaannya, apakah ada kecelakaan di sorga?? Jelas tidak!

Siapakah yang berkuasa di dunia ini? Bukankah anak manusia yang berkuasa? Kitab Yeremia mengatakan, rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan… (Yeremia 29:11). Manusia mempunyai hak memilih. Semuanya yang baik berasal dari Dia, Tuhan tidak mempunyai yang lain selain yang baik, karena DIA adalah Tuhan yang baik! Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering (Yesaya 48:18).

Kuncinya adalah dengar dan lakukan, dan manusia bisa terhindar dari segala bencana di bumi yang masih dikuasai iblis. Ada upah untuk ketaatan.

Manusia memegang kendali di bumi ini. Dan Tuhan berikan manusia kemampuan untuk memilih, konse-kwensi dari pilihan manusia akan diterimanya. Tuhan tidak dapat intervensi, karena segala kuasa di bumi ini telah diberikan kepada manusia. Segala yang bu-kan dari Tuhan, kita bisa menolaknya. Jelas kecela-kaan, sakit penyakit, kekurangan, kemiskinan, gagal, sial bukan dari Tuhan.

Mari kita ikuti apa yang di ajarkan Yesus, “Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 8:28); “Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku (Yohanes 5:30).

(5)

B

untuk mendengar “suara Roh Kudus” “suara kecil di hati anda” dan melakukannya, tidak lain dari pada itu, sehingga hanya sukses dan keberhasilan yang dapat mengikuti kita seumur hidup kita, amin.

KELUAR DARI TRADISI

Telinga saya akrab dengan pernyataan orang Kristen disekitar saya bahkan juga keluarga, bahwa umur manusia hanya 70 tahun, jika lebih dari itu mereka sebutnya: bonus! Dasarnya karnea hal itu tertulis di Mazmur 90:10. Apa yang diketahui orang bisa me-merdekakan mereka atau memenjarakan mereka. Dan yang diketahui atau dipercayai orang akan me-menuhi hatinya, dan pasti akan keluar dari mulutnya, akibatnya bisa hidup atau mati, kitab Amsal sebutkan itu.

Teman, silahkan teliti, Mazmur 90 yang ditulis oleh Musa kepada Tuhan tentang orang Israel. Kita tahu bagaimana bangsa itu memberontak terhadap Tu-han. Artinya, ayat ini bukan untuk mereka yang telah lahir baru, yang telah berada di Kerajaan Allah dan Kerajaan Allah berada di dalam mereka. Mereka yang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat, yang lahir dari Roh Allah dan berjalan di pimpin Roh Allah adalah anak Allah (Roma 8:14).

Kitab Kejadian 6:3 menulis umur manusia akan se-ratus dua puluh tahun saja, dan ini belum pernah di revisi oleh Tuhan (baca Matius 5:18 dan Lukas 16:17). Seseorang tidak akan melebihi dari apa yang mereka ketahui. Amat menyedihkan bukan? Begitu banyak orang Kristen yang tertipu oleh iblis, karena memang dia penipu, dan tidak sampai disitu saja dia beru-saha sampai seseorang binasa. Waspada, sadar dan berjaga-jagalah, karena lawan kita, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Kunci kemenangan telah diberikan yaitu lawan den-gan iman yang teguh. Anda tidak akan mempunyai iman yang teguh, atau kokoh, jika anda tidak kon-sisten mendengar firman iman. Roma 10:17 katakan itu, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pen-dengaran oleh firman Kristus”. Penpen-dengaran tertulis dua kali, ada maksudnya, bukan karena salah cetak! Mengapa disebut firman Kristus? Kristus bukanlah marga Yesus, tetapi Kristus berarti Yang diurapi

den-gan urapan-Nya (renungkan Yesaya 10:27a). Firman

yang bukan hanya logos, tetapi yang sifatnya rhema,

pewahyuan, pengertian. Beban anda akan terangkat, tidak ada kuk lagi, anda dapat menjadi orang merde-ka, tidak merasa takut atau ada rasa tertuduh, sebab “Apabila Anak (Firman) itu memerdekakan kamu, kamu-pun benar-benar merdeka”(Yohanes 8:36).

Ada kesaksian seorang Pelayan Injil dari Amerika, bahwa ketika ayahnya berumur 60-an, ia jatuh sakit yang cukup serius dan masuk rumah sakit. Beberapa tahun sebelum ayahnya sakit, dia telah lahir baru dan mempelajari firman dan mengenal firman. Pengenal-an dia akPengenal-an firmPengenal-an, membuat ayahnya dengPengenal-an berPengenal-ani berperkara dengan Tuhan dan mengemukakan sega-la sesuatu dan menyatakan dia benar (Yesaya 43:26) seperti yang dilakukan Hizkia di kitab Yesaya 38, dan ayahnya sembuh dan hidup terus sampai sekitar 10 tahun lagi, haleluya.

Mayoritas manusia, berpendapat bahwa seseorang harus sakit terlebih dahulu baru bisa meninggal? Saya tidak mengerti darimana mitos itu berasal, tetapi itu yang di percayai banyak orang termasuk saudara-saudara kita seiman.

Ketika ada seseorang yang meninggal, pertanyaan pertama yang keluar dari mulut adalah: sakit apa dia??? Anda yang membaca mungkin tersenyum dan menganggukan kepala. Betulkah untuk seseorang berangkat ke sorga harus melalui rumah sakit den-gan sakit penyakit sampai maut datang?? Dimana ayat yang mendukung itu?

Anda dan saya yang memilih dalam hidup ini! Kem-bali, rancangan Tuhan bagi mereka yang percaya adalah rancangan damai sejahtera dan bukan ran-cangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Kita yang memilih hidup atau mati, berkat atau kutuk. Kuasa untuk memilih dan menentukan di tangan anda dan saya, bukan di Tuhan.

(6)

B

di toko-toko buku Kristen.

Beliau berkata kepada Tuhan, bahwa jika dia akan pu-lang ke sorga, dia memilih saatnya, setelah dia selesai makan pagi, dia akan duduk di kursinya yang khusus dan dia berangkat pulang ke sorga. Dan Pak Kenneth E. Hagin pulang kerumahnya di sorga pada umur 87 tahun tepat seperti apa yang dia katakan. Anda dan saya adalah nabi bagi hidup kita sendiri!! Untuk berangkat ke sorga tidak harus sakit terlebih dahulu dan melalui rumah sakit.

Ini kata Yesus tentang adat istiadat orang Yahudi, “Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri” (Matius 16:6). Pertanyaannya sekarang, yang mana yang perlu di dahulukan dalam hidup ini, firman Allah atau adat istiadat atau tradisi? Silahkan anda menjawabnya! Anda yang memilih!

Tradisi layaknya ragi yang mengkhamirkan seluruh adonan. Perlu kesungguhan dan kebulatan tekad untuk keluar dari padanya. Usaha saja tidak cukup, harus “tenggelam” dalam firman”, suatu perubahan total, sehingga “manusia lama” tidak terlihat lagi, sebab yang baru sudah datang. Jangan puas men-jadi orang Kristen yang biasa-biasa saja, keluar dari tempat nyaman anda, dan menjadi terang di tengah kegelapan dunia.

Salah satu doa tradisi yang dulu-pun selalu saya lakukan, pada akhir dari doa saya berkata: ampuni dosa saya yang telah saya lakukan sengaja atau tidak sengaja? Jika doa makan, yang saya katakan: kami mengingat saudara-saudara kami di daerah, dimana saja mereka berada, kiranya Engkau memberi mereka juga makanan mereka untuk hari ini??

Doa itu otomatis di ucapkan karena telah dihafal puluhan tahun, sama sekali tidak ada maknanya? Kar-ena tradisi, karKar-ena kebiasaan? Mengapa harus minta ampun akan dosa, dosa apa yang telah diperbuat? Tidak ada! Karena kebiasaan saja. Teman, kita harus keluar dan harus berani meninggalkan tradisi kita, karena tidak akan membawa kita kemanapun. Harus berani berbeda!

Firman mengajarkan kita, jika kita berbuat salah, saat itu juga kita minta ampun, kita tidak perlu menung-gu sampai hari mingmenung-gu di gereja, baru minta ampun akan dosa kita? Ketika ada acara dan diminta berdoa, sebelumnya saya sudah mempersiapkan tulisan, jadi tinggal dibaca saja giliran diminta berdoa atau saya telah menghafalkannya, apakah anda pernah ditem-pat itu juga?

Sekarang saya sungguh merdeka, karena yang ada hanya manusia yang baru, yang lama telah berlalu, haleluya. Rasul Paulus berkata, “Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam penge-tahuan” (1 Korintus 1:5).

Saya berdoa, sama seperti doa Rasul Paulus bagi teman-teman yang membaca artikel ini dan memu-tuskan untuk mau berubah, “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Timotius 4:12), amin dan Roh Kudus akan menolong anda.

KONSEKUENSI PILIHAN

Jika kita diberikan dua buah jam tangan dengan mer-ek dan model yang sama, tetapi yang satu asli dan satunya lagi imitasi, dan kita diminta untuk memilih salah satunya untuk diberikan sebagai hadiah, ba-gaimana kita bisa memilih yang tepat?

Untuk dapat memilih yang tepat dan mendapatkan yang asli, yang berkwalitas, yang terbaik, tentu perlu pengetahuan khusus. Semua orang ingin mendap-atkan yang asli, karena harganya pasti mahal, tetapi belum tentu banyak orang bisa membedakannya.

(7)

B

Mendengar perkataan Tuhan dan melakukannya, Yesus menyamakannya dengan seorang yang mendi-rikan rumah dan menggali dalam-dalam dan mele-takkan dasarnya di atas batu, ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. (Lu-kas 6:47-48).

Ada upah untuk ketaatan, dan sebaliknya ada juga upah untuk ketidak-taatan. Menurut Yesaya 1:19, inilah upah ketaatan, “Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu”. Sebaliknya, “Tetapi jika kamu mela-wan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Ini juga adalah upah oleh sebab ketidak taatan. Sungguh, Tuhan yang mengucapkan-nya, ayat 20.

Ironisnya banyak orang Kristen yang masih percaya bahwa segala sesuatu adalah Tuhan yang menentu-kan? Pokoknya jika ada sesuatu terjadi, bukan aku yang salah. Semuanya adalah kehendak Tuhan. Jika seseorang memilih yang salah pun, itu semua adalah kehendak Tuhan? Aneh bukan? Jika ada banjir, atau badai, angin puting beliung melanda daerah kita dan rumah kita terkena bencana, yang disalahkan adalah Tuhan? Sementara bumi dan segala isinya sudah diberikan kepada manusia untuk berkuasa (Ke-jadian 1:26). Apapun yang terjadi itu semua adalah kehendak Tuhan? Jika ada keributan di dalam rumah tangga, sampai terjadi perceraian, yang disalahkan ya Tuhan. Pokoknya manusia tidak bersalah, karena sifatnya hanya menerima takdir? Pengertian dan pernyataan itu semua: Tidak Alkitabiah!

Banyak kali Yesus mengajar kepada orang banyak yang mengikuti-Nya dengan perumpamaan. Kedua belas murid-Nya menanyakan Dia tentang perumpa-maan itu. Jawab Yesus: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpa-maan” (Markus 4:11).

Lalu Yesus mengajar tentang penabur yang mena-burkan firman (Markus 11:14-20). Mereka yang men-dengar firman, membawa hatinya yang di ibaratkan membawa 4 jenis tanah:

di pinggir jalan- dengar firman, lalu datanglah

ib-1.

lis dan mengambil firman yang baru di taburkan di dalam mereka;

ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah

2.

orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri itulah

3.

yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keingi-nan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah;

Dan akhirnya yang ditaburkan ditanah yang baik,

4.

ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang seratus kali lipat.”

Dari perumpamaan tentang penabur, sangat jelas, bahwa mereka yang mendengar firman, membuat ukuran atau takaran mereka masing-masing. Tuhan ingin semua yang mendengarNya dan melakukan-nya menerima upah seratus kali lipat. Kemelakukan-nyataanmelakukan-nya tidak begitu, masing-masing membawa ukuran mer-eka untuk menerima, ada yang menerima tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang seratus kali lipat.

Ini kata Yesus, “Camkanlah apa yang kamu dengar”! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan di ukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditam-bah lagi kepadamu.

Seandainya saja Tuhan dapat memaksakan kehendak-Nya kepada semua orang, pasti tidak ada satu orangpun yang akan binasa! Tetapi Dia tidak dapat melakukan itu, karena Dia melanggar perkataanNya sendiri. Jika saja Tuhan bisa memberikan ukuranNya kepada mereka yang mengikutiNya, pasti mereka se-mua telah menerima upah seratus kali lipat.

(8)

B

A

N

G

K

IT

D

A

N

J

A

D

IL

A

H

T

E

R

A

N

G

- E

D

IS

I

2 / 2014

diterima bagi mereka yang memutuskan untuk menjadi murid, seperti kata Yesus, “Dalam banyak perumpa-maan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri (Markus 4:33-34).

Kiranya kita semua bersedia untuk menginginkan yang terbaik dari Tuhan sebab itulah kehendakNya bagi murid-murid-Nya: Karena Aku tahu rancangan yang Aku miliki bagi kamu, kata Tuhan, “rancangan untuk me-nyejahterakan kamu dan bukan untuk mencelakakan kamu, rancangan untuk memberikan masa depan yang

penuh harapan” (Yeremia 29:11 Alkitab New International Version, terjemahan bebas).F

KeLuARGA L.L, BeKASI

Selamat Ulang tahun ke 14 Tabitha Ministries. Pelayanan yang telah melatih kami semua menjadi murid Tuhan Yesus. Sudah 13 tahun saya menjadi murid Yesus dan begitu banyak perubahan kehidupan menuju kehidupan yang lebih baik dan semakin mengenal kebaikan Tuhan Yesus. Sekali lagi selamat untuk Ibu Margie dan Ibu Maggy yang telah mendedikasikan diri untuk mengubah pribadi, maupun keluarga-keluarga untuk mengalami

hidup yang shalom. Tuhan memberkati Ibu Margie dan keluarga dan Ibu Maggy dan keluarga Pak Ranny.

VH, BeKASI

Hari ini tepat 14 tahun Tabitha Ministries, Selamat dan tambah sukses! Tuhan selalu memberkati kita semua. Amin.

KAMI BeRDoA SuPAYA ANDA MeNJADI CoNToH BAGI oRANG-oRANG PeRCAYA DALAM PeRKATAAN, PeRBuATAN, KASIH, RoH, IMAN, DAN KeSuCIAN (1 TIMoTIuS 4:12). AMIN.

Jika anda mau terlibat dalam pelayanan ini melalui taburan anda, silahkan kirim benih anda ke rekening

Yayasan Tabitha, No. 237-3007935, BCA, Cabang Pondok Indah, Jakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...