• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMASI PEMILIHAN LOKASI FASILITAS OTEC

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "OPTIMASI PEMILIHAN LOKASI FASILITAS OTEC"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Dosen Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D. Mahasiswa Muhamad Fyan

Jurusan Pasca Teknologi Kelautan Program Studi Teknik dan Manajemen Energi Laut , Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

ABSTRAK

Kapasitas pengembangan energi panas laut di Indonesia yang sangat terbatas menjadi kendala pemerintah Indonesia dalam memutuskan dimana dilakukannya pembangunan OTEC di Indonesia. Terdapat 4 wilayah alternatif dan dengan menggunakan model goal programming dan bantuan peranti lunak QM for windows, didapatkan keputusan pembangunan OTEC di Sumatera Utara sejumlah 3, Sumatera Selatan 3 dan Papua barat sebanyak 2 OTEC

PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi dan industri yang terus menerus membuat pergejolakan kebutuhan energi yang sangat tinggi, menjadi suatu kebutuhan bagi insan manusia untuk menggunakan energi dan mendapatkan energi. Akan tetapi dengan kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan energi fosil sebagai sumber utama energi telah berkurang secara drastis, mendorong manusia dalam menemukan energi terbarukan sebagai energi alternatif dalam membantu ketahanan energi.

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami dan prosesnya berkelanjutan. Energi laut merupakan salah satu energi energy terbarukan yang saat ini terus dikembangkan teknologinya. Energi laut menurut Wave Energy Centre yang bekerja sama dengan Implementing Agreement on Ocean Energy System (OES), mendefinisikan bahwa energy laut adalah energi yang dihasilkan dari beberapa teknologi yang menggunakan sumber energi dari tenaga gelombang, arus laut, pasang surut, perbedaan panas laut (Ocean Thermal Energy Conversion) dan perbedaan salinitas (kadar garam) untuk menghasilkan listrik.

Table 1. Sumber Daya Energi Laut Dunia (Huckerby,J.dkk,2015), (Mukhtasor,2015)

Tipe Sumber Daya

(TWh/tahun)

Gelombang Laut 29.5001

Arus Pasang Surut

12002

Panas Laut 440003

1Mork,G., Barstow, S., Pontes,M.T dan Kabuth,A.,2010 2World Energy Council, 2010. 3Nihous, G.C., 2007.

OPTIMASI PEMILIHAN LOKASI FASILITAS

OTEC DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN

(2)

Figure 1Global OTEC Potential (Komitmen Research Group, Science Direct)

Tabel 1 Menunjukan banyaknya energi listrik yang dihasilkan dengan menggunakan energy laut dan ddapat dilihat bahwa energy paling besar ditunjukan pada energy panas laut (OTEC).

Pada gambar 1 diberikan informasi potensi OTEC yang telah dilakukan survei oleh kelompok peneliti FPIK-UNPAD. Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa potensi OTEC terdapat di daerah kalimantan selatan, Morotai, Papua Barat, Selat Timur, Selat Makasar, Sulawesi selatan dan Sulawasi Utara.

Tentunya dengan banyaknya jumlah potensi yang tersedia menjadi salah satu tantangan pemerintah Indonesia untuk menggunakan semua potensi dengan sumber daya yang terbatas. Sehingga dibutuhakan optimasi pemanfaatan potensi OTEC di Indonesia dengan sumber daya yang terbatas ini. Dengan pandangan sumber daya yaitu penyelesaian waktu proyek fasilitas OTEC, sumber energi yang dihasilkan dan keuntungan yang diperoleh

Dalam keadaan keputusan yang dihadapkan pada permasalahan yang

mengandung beberapa tujuan didalamnya, maka dibutuhkan sebuah model kasus atau usaha yang ada dengan menggunakan model maematika yang dapat menemukan solusi optimalnya. Salah satu model matematika yang dapat digunakan dalam perencanaan produksi dengan beberapa tujuan adalah goal programing.

Goal Programming adalah salah

satu model matematis yang dipandang sesuai digunakan untuk pemecahan masalah multi tujuan karena melalui variabel deviasinya, goal programming

secara otomatis menangkap informasi tentang pencapaian relatif dari tujuan yang ada (Charles D dan Simson, 2002). Model Goal Programming yang sering disebut juga program linear tujuan ganda merupakan perluasan dari Program Linier. Perbedaannya hanya terletak pada kehadiran sepasang variabel deviasional yang muncul pada fungsi tujuan dan fungsi-fungsi kendala.

METODOLOGI

(3)

Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan West Papua Tersedia

Profit Investasi (a x 10 juta/ tahun)/otec

50 75 42 50

Waktu pengerjaan (bulan)/otec

3 3 2 3 30

Peralatan (Turbine dan generator)/otec

3 3 2 2 30

Tabel.2 Input Model Goal Programming Penentuan fungsi tujuan, fungsi kendala

dan (3) Formulasi dan pengembangan model(4) penerjemahan model kepada peranti lunak QM FOR WINDOWS (5) Menjalankan solusi peranti lunak (6) merjemahkan hasil peranti lunak dan membuat kesimpulan.

CASE STUDY

Negara Indonesia memiliki beberapa daerah yang dijadikan alternatif pertama saat ini untuk dibangunnya fasilitas OTEC dengan variabel unit banyakanya turbin yang dibuat pada daerah tersebut, Tabel 2 diatas menunjukan data kebutuhan jam kerja dalam menyelesaikan fasilitas OTEC, Jumlah turbine yang digunakan dan keuntungan Investasi yang didapat pertahunnya. Masing masing data didapatkan dalam bentuk asumsi sampai saat ini. Tentunya pada kasus ini diharapkan optimalisasi produksi fasilitas OTEC yang efisien dan efektif.

GOAL PROGRAMMING

MODEL

Juanawati Marpaung (2009) menyatakan langkah perumusan permasalahan Goal Programming adalah sebagai berikut :

1. Penentuan variabel keputusan, merupakan dasar dalam pembuatan model keputusan untuk mendapatkan solusi yang dicari. Variabel yang diambil adalah profit yang dihasilkan perdaerah nantinya OTEC akan dibangun.

2. Penentuan fungsi tujuan, yaitu tujuan-tujuan yang ingin dicapai berupa:

 Total profit setidaknya 300  Kebutuhan OTEC yang digunakan

pada sulawesi selatan harus berjumlah 3.

 Kebutuhan OTEC yang digunakan pada sulawesi utara harus berjumlah 2

 Kebutuhan OTEC yang digunakan pada Papua Barat harus berjumlah 2

3. Perumusan fungsi tujuan, dimana setiap sasaran pada sisi kirinya ditambahkan dengan variabel simpangan, baik simpangan positif maupun simpangan negatif

fi(xi)+d i- - di+= bi

(4)

Gambar 2 Input data pada model

Gambar.3 Hasil Ringkasan Goal Programming menggunakan QM for Windows Model untuk persoalan tujuan ganda

dengan struktur timbangan prioritas (pre-emptive weights) adalah sebagai berikut.

Minimumkan:

Dengan kendala:

Dengan keterangan Cij adalah koefisien

teknologi fungsi kendala tujuan, yaitu yang berhubungan dengan tujuan peubah pengambilan keputusan (xj).

xj adalah peubah pengambilan

keputusan atau kegiatan yang kini dinamakan sebagai sub tujuan.

Jadi persamaan formulanya sebagai berikut:

50X1 + 75X2 + 42X3 + 50X4– (d4+) +(d4-)

= 500 (1)

X1 - (d1+) +(d1-) = 3 (2)

X2 - (d2+) +(d2-) = 2 (3)

X4 - (d4+) +(d4-) = 2 (4)

5. Penentuan pembobotan. Pada tahap ini merupakan kunci dalam menentukan urutan dalam suatu tujuan dibandingkan dengan tujuan yang lain. Pada kasus ini pembobotan dianggap sama

(5)

pencapaian. Dalam memformulasikan fungsi pencapaian adalah menggabungkan setiap tujuan yang berbentuk minimisasi variabel penyimpangan sesuai prioritasnya. 7. Penyelesaian model Goal Programming.

KESIMPULAN

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Andrea Devis-Morales a, Raúl A. Montoya-Sánchez, Andrés F. Osorio. (2014). Ocean thermal energy resources in Colombia. Ocean thermal energy resources in Colombia, 1-11. Prof. Ir. Mukhtasor M.eng., P. (2015).

Mengenal Energi Laut. Surabaya: ICEES.

Rod Fujita , AlexanderC.Markham , JulioE.DiazDiaz ,

JuliaRosaMartinezGarcia ,. (2011). Revisiting

oceanthermalenergyconversion.

Revisiting

oceanthermalenergyconversion, 1-2. Taha, H. A. (2007). Operation Research An

Gambar

Figure 1Global OTEC Potential (Komitmen Research Group, Science Direct)
Gambar 2 Input data pada model

Referensi

Dokumen terkait