commit to user
DESAIN INTERIOR
CHRISYE MUSIC CENTER
DENGAN PENDEKATAN GENRE POP ROMANTIC
DI JAKARTA
Disusun Untuk Memenuhi Syarat mendapatkan Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Unversitas Sebelas Maret Surakarta
Disusun oleh : DEC NYTA W. K
C 0807016
JURUSAN DESAIN INTERIOR
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to user
i
DESAIN INTERIOR
CHRISYE MUSIC CENTER
DENGAN PENDEKATAN GENRE POP ROMANTIC
DI JAKARTA
Disusun Untuk Memenuhi Syarat mendapatkan Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Unversitas Sebelas Maret Surakarta
Disusun oleh : DEC NYTA W. K
C 0807016
JURUSAN DESAIN INTERIOR
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to user
commit to user
commit to user
iv
PERNYATAAN
Nama : Dec Nyta W. Kumalasary
NIM : C 0807016
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir berjudul “Desain Interior Chrisye Music Center Dengan Pendekatan Genre Pop Romantic Di Jakarta” adalah benar- benar karya sendiri, bukan plagiat dan dibuatkan orang lain. Hal- hal yang bukan karya saya, dalam Laporan Tugas Akhir ini diberi tanda
citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam Daftar Pustaka.
Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan Tugas Akrir dan gelar
yang diperoleh.
Surakarta, 30 Januari 2012
Yang membuat pernyataan,
Dec Nyta W. Kumalasary
commit to user
v
MOTTO
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”
-Presiden Soekarno-
“Bermimpilah dan jalan hidup di mulai...” -Chrisye-
commit to user
vi
PERSEMBAHAN
Tugas Akhir ini kupersembahkan kepada :
1. Allah SWT, atas segala rahmat dan
karunia kepada hamba-Nya.
2. Kedua orangtua dan seluruh keluarga
besar yang senantiasa memberikan do’a, dukungan dan semangat yang tidak
pernah putus kepada penulis.
3. Teman-temanku dan para sahabat yang
selalu mendukung penulis.
4. Dosen pembimbing dan seluruh jajaran
dosen jurusan Desain Interior Fakultas
commit to user
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan karunia
dan berkah yang melimpah, sehingga penulis bisa menyelesaikan penyusunan
Tugas Akhir ini.
Dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini tidak sedikit hambatan yang
dihadapi oleh penulis, akhirnya penulis dapat menyelesaikan dengan baik berkat
bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan yang
baik ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada :
1. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni
Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Anung B Studyanto, S. Sn, MT, selaku Ketua Jurusan Desain Interior Fakultas
Sastra dan Seni Rupa.
3. Drs. Rahmanu Widayat, M.Sn, selaku Dosen Pembimbing I Mata Kuliah
Tugas Akhir.
4. Iik Endang Siti W, S.Sn, M.Ds, selaku Dosen Pembimbing II Tugas Akhir dan
Koordinator Tugas Akhir.
5. Kedua orangtua dan seluruh keluarga besar penulis atas doa, kasih sayang,
dukungan dan semangat yang tidak pernah putus.
6. Teman-teman seperjuangan tugas akhir, Veronika, Safira, Hamidah, Riris,
Ilhami, Danan, Fahmi, Mas Muhib atas rasa motivasinya. Ristika, Junet dan
Nitha yang banyak membantu dalam proses penyelesaian tugas akhir dan
semangat dari teman-teman Wonder Girls-ku Made, Erna, Fifi dan Hanny.
U’re the best guys..!
Penulis menyadari dalam penulisan dan penyusunan Tugas Akhir ini
masih terdapat kesalahan dan kekeliruan sehingga dengan sangat terbuka penulis
mengharapkan masukan dan kritikan demi kesempurnaannya.
Surakarta, 30 Januari 2012
commit to user
viii
DESAIN INTERIOR
CHRISYE MUSIC CENTER
DENGAN PENDEKATAN GENRE POP ROMANTIC DI JAKARTA
1
Dec Nyta W. K,
Drs. Rahmanu Widayat., M.Sn2, Iik Endang S. W, SSn,M.Ds 3
ABSTRAK
2012.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana merancang Chrisye Music Center yang sesuai kaidah desain terhadap pengelompokan organisasi ruang, sirkulasi dan interior sistem yang efisien dan fungsional?. (2) Bagaimana merancang Chrisye Music Center sebagai bangunan komersil kompleks yang estetis dan menarik perhatian pengunjung?. (3) Bagaimana menerapkan konsep pop romantic dalam mewujudkan atmosfer interor yang sesuai ciri khas dan karakter musik Chrisye?
Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut : (1) Perancangan Chrisye Music Center sebagai pusat informasi dan entertainment, sebagai tempat berkumpul yang teroganisir dan media nostalgia bagi para penggemar musik Chrisye dan masyarakat luas. (2) Perancangan Chrisye Music Center dapat menghadirkan atmosfer interior genre pop romantic yang sesuai sesuai ciri khas dan karakter musik Chrisye. (3) Perancangan Chrisye Music Center sebagai solusi komplek bisnis komersil baru dibidang industri musik.
Metode yang digunakan dalam pembahasan masalah adalah metode pembahasan analisa interaktif, dimana ada 3 tahap pokok yang digunakan oleh peneliti, yaitu : melalui proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi data. Kemudian penyusunan informasi sebelum menyusun sebuah kesimpulan dari penelitian yang dilakukann dan sejak awal penelitian data penelitian sudah harus memulai melakukan pencatatan peraturan, pola-pola pertanyaan, arahan sebab-akibat dan proporsi-proporsi.
Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal : (1).Perancangan Interior Chrisye Music Center sebagai pusat informasi dan hiburan bagi para penggemar musik Chrisye dibangun dengan estetis tinggi agar banyak menarik pengunjung. (2) Penggunaan warna dan bentuk yang sesuai dengan tema akan membangun suasana para pengunjung. (3) Karakter ruang sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.
1
Mahasiswa Jurusan Desain Interior dengan NIM C0807016 2 Dosen Pembimbing 1
3
commit to user
ix
INTERIOR DESIGN OF CHRISYE MUSIC CENTER
WITH ROMANTIC POP GENRE APPROACH IN JAKARTA
Dee Nyta W.K1
Drs. Rahmani WWIdayat,MSn2 Iik Endang Siti Wahyuningsih, SSn,M.Ds3
ABSTRACT
2012. Formulation of the problem discussed in this research is: (1) How to plan Chrisye Music Center according to design rules of grouping rooms, circulation, and system interior efficiently and functionally? (2) How to plan Chrisye Music Center as an aesthetic and most-visited commercial building? (3) How to apply romantic pop concept in realizing interior atmosphere which is accordance with the soul and characteristic of Chrisye music?
The goals of this project are as follows: (1) Planning of Chrisye Music Center as an information and entertainment center, as an organized gathering place, and as nostalgic media for Chrisye fans and the community. (2) Planning of Chrisye Music Center which can deliver interior atmosphere of romantic pop genre in accordance with distinctive features and character of Chrisye music. (3) Planning of Chrisye Music Center as solution of new commercial business complex in music industry.
A method used in discussion of the problem is an interactive analysis method where there are three main stages used by the researchers: by selecting, focusing, simplifying, abstracting data. We, then, collect information before inferences. From the very beginning, we note rules, question patterns, cause-effect guidance, and proportions.
It can be concluded that: (1) Interior plan of Chrisye Music Center as an information and entertainment center for Chrisye fans is build with high aesthetic so that it attracts visitors. (2) Coloring and shaping which is accordance with the theme would create an atmosphere for the visitors. (3) Room character is very helpful to build comfort and secure to the visitors.
1
Student, Interior Design Program with student number C 0807016
2
First Supervisor
3
commit to user
H. Sistematika Penulisan... 11
I. Pola Pikir Perancangan ... 12
commit to user
xi
C. Tinjauan Tentang Genre Pop Romantic ... 24
1. Definisi Pop Romantic ... 24
2. Analisa Pop Romantic ... 24
3. Aplikasi Pop Romantic Pada Desain Interior... 25
D. Tinjauan Music Center ... 25
1. Music Hall ... 25
a. Pengertian ... 25
b. Sejarah dan Perkembangannya ... 25
c. Tujuan ... 26
F. Tinjauan Tentang Desain Interior ... 39
1. Organisasi Ruang ... 39
2. Hubungan Antar Ruang... 42
3. Pola Sirkulasi ... 43
4. Elemen Pembentuk Ruang ... 46
commit to user
xii
BAB III. STUDI LAPANGAN ... 81
A. Studi Sistem Gallery ... 81
1. Ruang Emas Museum Nasional Indonesia ... 81
2. Gallery Nike Ardilla ... 84
B. Studi Sistem Cafe ... 87
1. Solaria Solo Square ... 87
2. The Rock Cafe, Bar and Club ... 89
3. Hot Rod Resto and Coffee Shop ... 84
BAB IV. DESAIN INTERIOR CHRISYE MUSIC CENTER DI JAKARTA (DENGAN PENDEKATAN GENRE POP ROMANTIC) ... 93
A. Analisa Existing ... 93
1. Asumsi Lokasi ... 93
2. Potensi Lingkungan ... 94
B. Programming ... 95
1. Status Kelembagaan ... 95
2. Struktur Organisasi... 95
3. Sistem Operasional... 95
3. Atmosfer Desain Interior... 107
4. Pola Penataan Layout ... 109
5. Desain Pembentuk Ruang ... 110
6. Desain Interior Sistem ... 113
7. Desain Furniture ... 115
commit to user
xiii
9. Sistem Keamanan ... 121
BAB V PENUTUP ... 123
A. Kesimpulan ... 123
B. Saran ... 124
DAFTAR PUSTAKA ... 125
commit to user
xiv DAFTAR GAMBAR
halaman
GAMBAR II.1. Perjalanan Hidup Chrisye ... 18
GAMBAR II.2. Discography Karir Musik Chrisye ... 23
GAMBAR II.3. Peta Kota Jakarta ... 35
GAMBAR II.4. Organisasi Ruang Terpusat ... 39
GAMBAR II.5. Organisasi Ruang Linier ... 39
GAMBAR II.6. Organisasi Ruang Radial... 40
GAMBAR II.7. Organisasi Ruang Cluster ... 41
GAMBAR II.8. Organisasi Ruang Grid ... 42
GAMBAR II.9. Pola Sirkulasi Linier ... 44
GAMBAR II.10. Pola Sirkulasi Radial ... 44
GAMBAR II.11. Pola Sirkulasi Spiral ... 45
GAMBAR II.12. Pola Sirkulasi Grid ... 45
GAMBAR II.13. Pola Sirkulasi Network ... 46
GAMBAR II.14. Lampu Sorot Terarah ke Bawah ... 65
GAMBAR II.15. Lampu Sorot Dinding Rel ... 66
GAMBAR II.16. Wallwasher Lamp ... 67
GAMBAR II.17. Customize Light ... 67
GAMBAR II.18. Daerah Frekuensi Indera Manusia ... 72
GAMBAR II.19. Reverberation Time dengan Volume Aula ... 73
GAMBAR II.20. Dinding Berlapis Majemuk ... 76
GAMBAR II.21. Fire Estinguisher dan Hidrant Kebakaran ... 78
GAMBAR III.1. Tampak Depan Museum Nasional Indonesia ... 81
GAMBAR III.2. Main Entrace dengan Metal Detector (R. Emas MNI) 82 GAMBAR III.3. Penggunaan Track Lamp (R. Emas MNI) ... 82
GAMBAR III.4. Sistem Display Koleksi (R. Emas MNI) ... 83
GAMBAR III.5. Penggunaan Hidden Halogen Lamp(R. Emas MNI) 83 GAMBAR III.6. Sistem Keamanan Pada Ceiling (R. Emas MNI) ... 83
GAMBAR III.7. Tampak Depan Gallery Nike Ardilla ... 84
GAMBAR III.8. Display Memorabilia (Gallery Nike Ardilla) ... 85
commit to user
xv
GAMBAR III.10. Display Dekorasi Kamar (Gallery Nike Ardilla) ... 86
GAMBAR III.11. Interior Cafe (Gallery Nike Ardilla) ... 87
GAMBAR III.12. Wall Teratment (Solaria Solo Square) ... 88
GAMBAR III.13. Indirect Lamp Pada Dinding (Solaria Solo Square) . 88 GAMBAR III.14. Ceiling Teratment (Solaria Solo Square) ... 89
GAMBAR III.15. Interior The Rock Cafe, Bar and Club Bandung ... 90
GAMBAR III.16. Interior The Rock Cafe, Bar and Club Bandung ... 90
GAMBAR III.17. Stage The Rock Cafe, Bar and Club Bandung ... 91
GAMBAR III.18. Bar The Rock Cafe, Bar and Club Bandung ... 91
GAMBAR III.19. Lounge The Rock Cafe, Bar and Club Bandung ... 92
GAMBAR IV.1. Site Plan Chrisye Music Center ... 94
GAMBAR IV.2. Organisasi Ruang Radial ... 101
GAMBAR IV.3. Hubungan Antar Ruang ... 103
GAMBAR IV.4. Pembagian Area ... 104
GAMBAR IV.5. Zoning ... 105
GAMBAR IV.6. Grouping ... 105
GAMBAR IV.7. Aplikasi Atmosfer Film Badai Pasti Berlalu ... 107
GAMBAR IV.8. Aplikasi Atmosfer Film Gita Cinta Dari SMA ... 108
GAMBAR IV.9. Aplikasi Atmosfer Film Puspa Indah Taman Hati .... 109
GAMBAR IV.10. Warna Dominan Chrisye Music Center ... 118
commit to user
xvi BAGAN
halaman
BAGAN I.1. Metode Desain ... 10
BAGAN I.2. Skema Pola Pikir Perancangan ... 12
BAGAN IV.1 Struktur Organisasi ... 95
BAGAN IV.2 Pola Kegiatan Pengelola ... 97
BAGAN IV.3 Pola Kegiatan Pengunjung Alternatif 1 ... 98
commit to user
xvii TABEL
Halaman
TABEL II.1. Data Iklim Jakarta ... 36
TABEL II.1. Pembagian Daerah Jakarta ... 38
TABEL IV.1. Sistem Operasional Chrisye Music Center ... 96
TABEL IV.2. Program Fasilitas ... 97
TABEL IV.3. Analisa Spesifikasi Lantai... 110
TABEL IV.4. Analisa Spesifikasi Dinding ... 111
TABEL IV.5. Analisa Spesifikasi Ceiling ... 112
TABEL IV.6. Analisa Kriteria Pencahayaan ... 113
TABEL IV.7. Analisa Kriteria Penghawaann ... 114
DESAIN INTERIOR
CHRISYE MUSIC CENTER
DENGAN PENDEKATAN GENRE POP ROMANTIC DI JAKARTA
1 Dec Nyta W. K,
Drs. Rahmanu Widayat., M.Sn2, Iik Endang S. W, SSn,M.Ds 3
ABSTRAK
2012.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana merancang Chrisye Music Center yang sesuai kaidah desain terhadap pengelompokan organisasi ruang, sirkulasi dan interior sistem yang efisien dan fungsional?. (2) Bagaimana merancang Chrisye Music Center sebagai bangunan komersil kompleks yang estetis dan menarik perhatian pengunjung?. (3) Bagaimana menerapkan konsep pop romantic dalam mewujudkan atmosfer interor yang sesuai ciri khas dan karakter musik Chrisye? Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut : (1) Perancangan Chrisye Music Center sebagai pusat informasi dan entertainment, sebagai tempat berkumpul yang teroganisir dan media nostalgia bagi para penggemar musik Chrisye dan masyarakat luas. (2) Perancangan Chrisye Music Center dapat menghadirkan atmosfer interior genre pop romantic yang sesuai sesuai ciri khas dan karakter musik Chrisye. (3) Perancangan Chrisye Music Center sebagai solusi komplek bisnis komersil baru dibidang industri musik.
Metode yang digunakan dalam pembahasan masalah adalah metode pembahasan analisa interaktif, dimana ada 3 tahap pokok yang digunakan oleh peneliti, yaitu : melalui proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi data. Kemudian penyusunan informasi sebelum menyusun sebuah kesimpulan dari
1Mahasiswa Jurusan Desain Interior dengan NIM C0807016
2 Dosen Pembimbing 1
3
INTERIOR DESIGN OF CHRISYE MUSIC CENTER
WITH ROMANTIC POP GENRE APPROACH IN JAKARTA
2
Dec Nyta W.K,
Drs. Rahmanu Widayat, M.Sn3, Iik Endang S W, S.Sn, M.Ds4
ABSTRACT
2012. Formulation of the problem discussed in this research is: (1) How to plan Chrisye Music Center according to design rules of grouping rooms, circulation, and system interior efficiently and functionally? (2) How to plan Chrisye Music Center as an aesthetic and most-visited commercial building? (3) How to apply romantic pop concept in realizing interior atmosphere which is accordance with the soul and characteristic of Chrisye music?
The goals of this project are as follows: (1) Planning of Chrisye Music Center as an information and entertainment center, as an organized gathering place, and as nostalgic media for Chrisye fans and the community. (2) Planning of Chrisye Music Center which can deliver interior atmosphere of romantic pop genre in accordance with distinctive features and character of Chrisye music. (3) Planning of Chrisye Music Center as solution of new commercial business complex in music industry.
A method used in discussion of the problem is an interactive analysis method where there are three main stages used by the researchers: by selecting, focusing, simplifying, abstracting data. We, then, collect information before inferences. From the very beginning, we note rules, question patterns, cause-effect guidance, and proportions.
2Student, Interior Design Program with student number C 0807016 3First Supervisor
commit to user
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada era 70-an Indonesia mengalami perkembangan musik seiring
munculnya penyanyi-penyanyi pop solo dengan masing-masing ciri khas
suaranya seperti Bob Tutupoli, Broery Pesolima, Dhedy Damhudi,
Harvey Malaihollo, Ebiet G Ade dan Iwan Fals. Dari nama-nama
penyanyi pop solo tersebut muncul nama Christian Rahadi atau
Chrismansyah Rahadi yang akhirnya lebih dikenal oleh penikmat lagu
dan musik dengan nama ‘Chrisye’ yang mengusung genre baru yakni
‘pop kreatif’ yang akhirnya menjadi ‘pop romantic’ dengan lagu-lagu
pop yang ceria namun memiliki lirik romantis.
Chrisye memulai karir sejak tahun 1967, mulanya ia bergabung
dengan Gank Pegangsaan yang dimotori keluarga Nasution. Sempat pula
memetik bass dan merangkap sebagai vokalis di band Sabda Naga yang
diproduseri oleh pengusaha Pontjo Sutowo dan dikontrak untuk bermain
band di New York selama 2 tahun.
Nama Chrisye mulai dikenal ketika ia bergabung dengan Guruh
Soekarno Putra dalam proyek Guruh Gipsy dan diminta Radio Prambors
menyanyikan lagu Lilin Lilin Kecil karya James F Sundah yang
kemudian menjadi hits dalam Lomba Cipta Lagu Remaja 1977.
Kemudian pada tahun 1977 Eros Djarot mengajaknya membuat sountrack
commit to user
pop Indonesia. Sejak saat itu lagu-lagu Chrisye selalu menjadi hits dan ia
dianggap sebagai icon musik pop Indonesia hingga sekarang.
Kemahirannya menguasai dinamisme zaman membuatnya disebut
penyanyi 4 dekade yang hingga akhir hayatnya telah menghasilkan 25 full
album hits dan memiliki pengaruh besar terhadap penerus genre musik
pop di Indonesia.
Dari prestasi tersebut digagaslah sebuah Chrisye Music Center
sebagai pusat rekreasi informasi dan entertainment dengan fasilitas dan
sarana yang kompleks meliputi Gallery, Souvenir Store, Live Music Cafe
dan Karaoke bagi para penikmat musik Chrisye yang dibalut nuansa
interior modern dengan memunculkan atmosfer genre pop romantic yang
diambil dari nuansa cuplikan film dan beberapa video clip Chrisye yang
memoriable sehingga pengunjung dapat bernostalgia pada masa-masa
munculnya musik Chrisye seperti sebuah kutipan Inggris ‘a place and
song can totally bring back a whole lot of memories’, konsep tersebut
dirancang sebagai wujud apresiasi bagi Chrisye selaku Legend musik pop
Indonesia.
Site plan Chrisye Music Center akan diasumsikan di Jakarta
tepatnya di Menara Indosat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Lokasi ini berada
di perempatan Jl. K. H. Wahid Hasyim dipilih karena sangat strategis dan
erat sebagai kawasan wisata turis domestik maupun mancanegara karena
berdekatan dengan Bundaran Hotel Indonesia, pusat perbelanjaan Plaza
Indonesia dan Grand Indonesia, simpang Monas dan Museum Nasional
commit to user
siklus peluang bisnis yang tinggi, terdapat banyak pelaku industri musik,
artis maupun penyanyi yang memungkinkan akan memanfaatkan Chrisye
Music Center sebagai referensi rekreasi mengenai musik. Selain itu
keluarga dan fans club Chrisye tercatat terbanyak terdapat di Jakarta.
B. BATASAN PERANCANGAN
Sebagai pusat informasi dan entertainment bagi para penggemar
musik Chrisye, perancangan interior Chrisye Music Center yang dibatasi
pada keluasan 1200 m² sampai 1500 m² akan memiliki fasilitas dan
sarana yang kompleks meliputi :
1. Area informatif
Lobby
Gallery (Music Gallery, Library, Movie Theater)
Souvenir Store
2. Area entertaiment
Lobby
Live Music Café
Karaoke
3. Area operasional
Lobby
Office
commit to user
C. RUMUSAN PERANCANGAN
Ditinjau dari latar belakang dan batasan perancangan maka desain
interior Chrisye Music Center akan ditekankan pada:
1. Bagaimana merancang Chrisye Music Center yang sesuai kaidah
desain terhadap pengelompokan organisasi ruang, sirkulasi dan interior
sistem yang efisien dan fungsional ?
2. Bagaimana merancang Chrisye Music Center sebagai bangunan
komersil kompleks yang estetis dan menarik perhatian pengunjung?
3. Bagaimana menerapkan konsep pop romantic dalam mewujudkan
atmosfer interor yang sesuai ciri khas dan karakter musik Chrisye?
D. TUJUAN PERANCANGAN
1. Perancangan Chrisye Music Center sebagai pusat informasi dan
entertainment, sebagai tempat berkumpul yang teroganisir dan media
nostalgia bagi para penggemar musik Chrisye dan masyarakat luas.
2. Perancangan Chrisye Music Center dapat menghadirkan atmosfer
interior genre pop romantic yang sesuai sesuai ciri khas dan karakter
musik Chrisye.
3. Perancangan Chrisye Music Center sebagai solusi komplek bisnis
komersil baru dibidang industri musik.
4. Perancangan Chrisye Music Center menjadi sah satu wujud apresiasi
commit to user
E. SASARAN PERANCANGAN 1.Sasaran Pengunjung
a. Kalangan fans dan penggemar musik Chrisye.
b. Pelaku industri musik langsung (pelaku perusahaan rekaman,
produser dll)
c. Pelaku industri musik tidak langsung (composer, penyanyi dll)
d. Seluruh masyarakat umum Indonesia dan dunia.
2. Sasaran Desain
a. Merancang Chrisye Music Center sebagai sebuah bangunan
kompleks dengan organisasi ruang, sirkulasi dan interior system
yang fungsional dan efisien.
b. Merancang Chrisye Music Center sebagai pusat informasi dan
entertainment yang estetis dan menarik perhatian pengunjung .
c. Merancang Chrisye Music Center dengan menciptakan atmosfer
interior genre pop romantic pada aspek suasana, bentuk, warna dan
material yang sesuai ciri khas dan karakter musik Chrisye.
F. MANFAAT PERANCANGAN 1. Bagi Penulis/ Desainer
a. Mengenal dan menambah wawasan mengenai desain interior dan
commit to user
b. Mengembangkan daya imajinatif, ide dan gagasan mengenai
system interior yang berkaitan dengan bangunan kompleks
edukatif dan entertainment..
c. Mengembangkan kreatifitas dalam perancangan interior bangunan,
desain furniture, pemanfaatan ruang kosong, dan mengolah
landscape menjadi kesatuan yang estetis dan sesuai fungsinya.
2. Bagi Dunia Akademik
a. Memberikan informasi mengenai pentingnya melestarikan musik
dalam negeri.
b. Memberikan referensi baru dalam rancangan sebuah desain.
3. Bagi Masyarakat
a. Memberikan solusi tempat rekreasi edukatif baru dengan
memunculkan sebuah pusat musik.
b. Sebagai sarana nostalgia dan tempat berkumpul bagi para
penggemar musik Chrisye.
G. METODE DESAIN
Metodologi adalah suatu cara atau jalan untuk memecahkan
masalah yang ada pada masa sekarang dengan cara mengumpulkan,
menyusun, mengklarifikasi serta menginterpretasikan data-data.
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang tujuannya adalah
commit to user
pengetahuan yang dilakukan secara metodologis dengan menggunakan
metode-metode yang bersifat ilmiah.
Maka, pengertian metodologi penelitian adalah suatu cara atau
jalan untuk memecahkan suatu masalah yang ada dengan cara
mengumpulkan, menyusun serta menginterpretasikan data guna
menemukan, mengembangkan atau menguji kebenaran suatu
pengetahuan. Metode penelitian sangat menentukan dalam sebuah
penelitian ilmiah karena mutu dan validitas dari hasil penelitian ilmiah
sangat ditentukan oleh pemilihan metode secara tepat. (HB. Sutopo,
2002).
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah :
1. Metode Pengumpulan Data
Data adalah suatu fakta atau keterangan dan obyek yang
diteliti. Data yang diperlukan merupakan data yang relevan dan
menunjang untuk perencanaan dan perancangan Chrisye Music
Center, adapun jenis data yaitu :
a. Data Primer
Sejumlah keterangan yang diperoleh secara langsung
dari lapangan penelitian, melalui pihak-pihak yang terkait
commit to user
b. Data Sekunder
Sejumlah data yang secara tidak langsung diperoleh
dari lapangan penelitian, tetapi diperoleh melalui studi
pustaka, majalah, internet.
Adapun metode pengumpulan data antara lain:
1) Observasi
Teknik pengumpulan data dengan turun
langsung ke lapangan. Jenis observasi yang digunakan
adalah observasi berperan aktif, yaitu peneliti tidak
bersikap pasif sebagai pengamat, tetapi memainkan
berbagai peran yang dimungkinkan dalam suatu situasi
yang berkaitan dengan observasinya dengan
mempertimbangkan akses yang bisa diperolehnya dan
bisa dimanfaatkan bagi pengumpulan data. Peneliti
bahkan bisa berperan tidak hanya dalam bentuk
berdialog yang mengarah pada pendalaman dan
kelengkapan datanya, tetapi juga bisa mengarahkan
peristiwa-peristiwa yang sedang dipelajari demi
kemantapan datanya.
2) Studi Literatur
Mencari informasi yang berkaitan dengan
gallery memorabilia, music souvenir store, café dan
commit to user
2. Populasi
Teknik cuplikan yang digunakan dalam penelitian ini
bersifat purposive sampling, karena sama sekali tidak membuat
generalisasi hasil. Dalam hal ini, penulis memilih informan
yang dianggap mengetahui masalahnya secara mendalam.
Dalam hal ini penulis dapat mengambil keputusan sendiri saat
memiliki pemikiran tentang apa yang sedang diteliti, dengan
siapa dan kapan melakukan observasi, serta apa yang akan
direview. (HB. Sutopo, 2002).
3. Metode Pembahasan
Metode yang digunakan dalam pembahasan masalah
adalah metode pembahasan analisa interaktif, dimana ada tiga
tahap pokok yang digunakan oleh peneliti, yaitu :
a. Data Reduksi
Proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi
data.
b. Data Display
Merupakan suatu penyusunan informasi sebelum
menyusun sebuah kesimpulan dari penelitian yang
dilakukan.
c. Concludeing Drawing
Dari awal penelitian data penelitian sudah harus
commit to user
pertanyaan, arahan sebab-akibat dan proporsi-proporsi.
(Sutopo HB, 1988, 23-24)
Bagan 1.1
Rincian Pokok Perancangan
commit to user
H. SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN
Terdiri atas latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan
masalah, tujuan, sasaran perancangan, manfaat, dan metode
desain.
BAB II KAJIAN TEORI
Uraian tentang landasan teori hasil proses pengumpulan data
dan studi literatur yang dijadikan untuk mencapai tujuan
perancangan.
BAB III STUDI LAPANGAN
Merupakan uraian tentang data-data hasil survei lapangan yang
digunakan sebagai acuan atau referensi juga pembanding dalam
proses perancangan nantinya.
BAB IV PEMBAHASAN
Merupakan uraian tentang ide atau gagasan yang akan melatar
belakangi terciptanya karya desain interior.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Meliputi kesimpulan evaluasi konsep perancangan dan
keputusan desain serta saran-saran penulis mengenai
Desain Interior Chrisye Music Center.
B. Saran
commit to user
I. SKEMA POLA PIKIR PERANCANGAN
Bagan 1.2
Skema Pola Pikir Perancangan
commit to user
13
BAB II
KAJIAN TEORI
A. PENGERTIAN JUDUL 1. Judul
“Desain Interior Chrisye Music Center Dengan Pendekatan Genre Pop
Romantic di Jakarta”
2. Definisi Judul
a. Desain
Rancangan, rencana suatu bentuk dan sebaginya.
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993 : 138)
Suatu sistem yang berlaku untuk segala macam jenis
perancangan dimanan titik beratnya adalah melihat sesuatu
persoalan tidak secara tepisah atau tersendiri melainkan
sebagi suatu kesatuan dimana satu masalah dengan lainnya
saling kait mengkait.
(Desain Interior, 1999 : 12)
b. Interior
Bagian dalam gedung (ruang, dsb), tatanan perabot (hiasan,
dsb) di ruang dalam gedung.
commit to user
Ruang dalam suatu bangunan, yang mengungkapkan tata
kehidupan manusia melalui media ruang.
(Ensiklopedi Nasional Indonesia, 1991 : 197)
c. Chrisye
Chrisye lahir di Yogyakarta dengan nama Christian Rahadi pada
16 September 1949 dan meninggal di Jakarta, 30 Maret 2007
pada umur 57 tahun. Ia adalah seorang penyanyi pop legendaris
Indonesia yang memulai karier musiknya sebagai bassist
bersama band Gipsy pada tahun 1967, kemudian ia memulai
solo karir dan namanya dikenal pecinta musik Indonesia lewat
lagu Lilin-lilin Kecil di sekitar tahun 1977 dan mengisi
soundtrack album film nasional Badai Pasti Berlalu, Beberapa
lagunya yang populer adalah Ketika Tangan dan Kaki Berkata,
Aku Cinta Dia, Anak Sekolah, Hip Hip Hura, Nona Lisa, dan
Pergilah Kasih. (www. wikipedia chrisye.com, 27 Oktober 2011)
d. Musik
Musik merupakan satu bentuk kesenian yang dapat
mempengaruhi sisi personal manusia, bersifat universal –
mampu dinikmati beragam kalangan usia, status, latar belakang
budaya, dsb.
(www.wikipedia bahasa Indonesia_musik.com, 27 Oktober
commit to user
e. Center
Pokok, pangkal, titik tengah
(www.artikata.com/pusat, 27 Oktober 2011)
f. Genre
Genre, istilah serapan untuk ragam yakni pembagian suatu
bentuk seni atau tutur tertentu menurut kriteria yang sesuai
untuk bentuk tersebut. Dalam semua jenis seni, genre adalah
suatu kategorisasi tanpa batas-batas yang jelas.
(www.wikipedia.org/wiki/Genre, 27 Oktober 2011)
g. Pop
Sejenis genre yang sering disebut dengan musik populer,
dinamis dan fleksibel.
(www.wikipedia.org/wiki/Muzik pop, 27 Oktober 2011)
h. Romantic
Musik Romantik dikaitkan dengan Gerakan Romantik pada
sastra, seni, dan filsafat, penuh syair lembut dan cenderung
bermakna cinta.
commit to user
i. Jakarta
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya)
adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan
satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat
provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa.
Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum
1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra
(1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²),
dengan penduduk berjumlah 9.588.198 jiwa (2010). Wilayah
metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28
juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau
urutan keenam dunia
(www.wikipedia.org/wiki/Jakarta, 27 Oktober 2011)
“Desain Interior Chrisye Music Center Dengan Pendekatan
Genre Pop Romantic di Jakarta” adalah perancangan sebuah bangunan
pusat rekreasi informasi dan entertainment dengan fasilitas dan sarana
yang kompleks meliputi Gallery, Souvenir Store, Live Music Cafe dan
Karaoke bagi para penikmat musik Chrisye yang dibalut nuansa
interior modern dengan memunculkan atmosfer genre pop romantic
commit to user
sehingga pengunjung dapat bernostalgia pada masa-masa munculnya
musik Chrisye seperti sebuah kutipan Inggris a place and song can
totally bring back a whole lot of memories, konsep tersebut dirancang
sebagai wujud apresiasi bagi Chrisye selaku Legend musik pop
Indonesia.
A. TINJAUAN TENTANG CHRISYE 1. Biografi Chrisye
Chrisye lahir di Yogyakarta dengan nama Christian Rahadi
pada 16 September 1949 dan meninggal di Jakarta, 30 Maret 2007
pada umur 57 tahun. Ia adalah seorang penyanyi pop legendaris
Indonesia yang memulai karier musiknya sebagai bassist bersama
band Gipsy pada tahun 1967, kemudian ia memulai solo karir dan
namanya dikenal pecinta musik Indonesia lewat lagu Lilin-lilin Kecil
di sekitar tahun 1977 dan mengisi soundtrack album film nasional
Badai Pasti Berlalu dan kemudian berhasil mengeluarkan lagu-lagu
hits selama 4 dekade terakhir.
Nama Lengkap : Christian Rahadi
Tempat dan Tanggal Lahir : Yogyakarta, 16 September 1949
Meninggal : Jakarta, 30 Maret 2007
Profesi : Penyanyi
Jenis musik : Pop, Pop Romantic, Pop Progesif
Instrumen : Bass, Gitar, Piano
commit to user
Jenjang karir : Tahun 1967 – 2007
Keluarga : Damayanti Noor (istri)
Rizkia Nurannisa (anak pertama)
Risti Nurraisa (anak kedua)
Rainda Prashatya (anak ketiga)
Randa Pramasya (anak keempat)
Gambar 2.1
Perjalanan Hidup Crisye
(www. wikipedia chrisye.com, 27 Oktober 2011)
2. Perjalanan Karir Musik Chrisye
Berangkat dari hobby bermain musik, Chrisye merintis
kariernya di Dunia Musik dengan bergabung dalam Band Sabda Naga
di tahun 1968. Kemudian ia membentuk band baru bersama
commit to user
Gipsy Band tersebut diperkuat oleh Zulham Nasution, Gauri
Nasution, Kenan Nasution, Onan, Tami dan Chrisye sendiri, mereka
sempat menggelar GIPSY CONCERT di Taman Mini Indonesia Indah
(TMII) Jakarta pada tahun 1970 dengan bintang tamu Almarhum Mus
Mualim. Group Band ini juga dikontrak bermain di Ramayana
Restaurant - New York selama kurang lebih satu tahun ( 1973 - 1974 ).
Ditahun 1974 - 1975, Chrisye yang masih tinggal di New York
bergabung dengan Band THE PRO'S dengan personilnya Almarhum
Broery Marantika, Dimas Wahab, Pomo, Ronnie Makasutji dan Abadi
Soesman. The Pros juga merupakan Home Band pada Ramayana
Restaurant.
Sekembalinya di Indonesia, pada tanggal 16 September 1949
Chrisye bergabung dengan Guruh Soekarno Putra membuat sebuah
album rekaman GURUH GIPSY, dalam album tersebut mereka
memadukan unsur-unsur Gamelan Bali dan Instrument Konvensional.
Ditahun berikutnya, Chrisye memutuskan untuk bersolo karier
dan mulai menelurkan album-album rekaman dengan lagu-lagu
ciptaannya sendiri maupun teman-teman dekatnya. Ditahun 1977 ini
pula Chrisye berhasil membawakan lagu Lilin-Lilin Kecil karya James
F. Sundah dan memenangkan Lomba Karya Cipta Lagu Remaja
Prambors (LCLR), lagu ini sempat kembali populer ketika dibawakan
commit to user
Sejak saat itu Chrisye mulai menjuluki aliran musiknya dengan
nama Pop Romantic yakni memadukan musik pop yang ceria dan up
beat dengan lirik lirik romantis yang mudah diingat dengan begitu
Karier Chrisye sebagai penyanyi semakin berkibar di Blantika Musik
Indonesia. Album Badai Pasti Berlalu, Sabda Alam dan hampir semua
album yang dikeluarkannya digemari dan berhasil dipasaran.
Ketika pada tahun 1986 Chrisye mencoba warna musik yang
agak berbeda untuk album Aku Cinta Dia dan Hip Hip Hura yang
bernada riang, album tersebut tetap laku dan menjadi hits dibanyak
tangga terpopuler di Indonesia, meski Chrisye merasa tidak cocok
untuk membawakan lagu dengan beat cepat, kedua album ini tetap
mendapat respons yang baik dari penggemarnya, dan masing-masing
berhasil memperoleh penghargaan BASF AWARD, GOLDEN
RECORD untuk Album Aku Cinta Dia dan SILVER RECORD untuk
Hip Hip Hura.
Pada album Kisah Cintaku tahun 1988, Chrisye kembali
kewarnanya semula, baik pada album tersebut maupun album
berikutnya, serperti Pergilah Kasih, Cintaku T'lah Berlalu dan Sendiri
Lagi, performance Chrisye tetap Prima dan kembali meraih BASF
AWARD, GOLDEN RECORD serta HDX AWARD.
Disamping keberhasilan dalam karier sebagai penyanyi,
Chrisye pernah mencoba untuk tampil di layar perak, yakni dalam film
commit to user
dalam film Gita Cinta Dari SMA. Walau pernah tampil dilayar perak,
Chrisye mengaku tidak pandai berakting dan bergaya, sehingga tidak
jarang dalam penampilannya di televisi atau panggung, Chrisye pun
tak terlalu banyak bergerak.
Satu catatan lagi dalam perjalanan karier Chrisye, Video
Clipnya album Cinta T'lah Berlalu merupakan Video Clip Indonesia
Pertama yang ditayangkan di MTV, berikutnya Video Clip untuk
album Sendiri Lagi berhasil meraih Juara Pertama pada acara Video
Musik Indonesia periode V yang diselenggarakan oleh TVRI.
Pada awal tahun 1996 Chrisye mengeluarkan Album dengan
nuansa Akustik dengan Tajuk album AKUSTICHRISYE dan pada
awal Desember tahun 1997 ini Chrisye merelease Album KALA
CINTA MENGGODA Ciptaan Guruh Sukarno Putra yang memberi
sejarah baru dalam peta musik Indonesia dengan keberhasilan Video
Clip “Kala Cinta Menggoda” meraih penghargaan di ajang MTV
Video Music Award tahun 1998 yang berlangsung di Los Angeles
sebagai pemenang “MTV Video Music Award Asia Viewer’s Choice
Award”.
Nama Chrisye sempat tercoreng di tahun 2002 Beberapa lagu
yang ia nyanyikan dituding sebagai jiplakan. Seperti Hip Hip Hura
(ciptaan Adjie Sutama) yang mirip Footloose (Kenny Loggins),
Selamat Tinggal Sayang (Dadang S. Manaf) yang menyerupai The
commit to user
(Sheena Easton), hingga Kala Cinta Menggoda (Guruh Soekarnoputra)
yang beda-beda tipis dengan Man on Fire (Andy Gibb). Hingga
beberapa rivalnya mengulik-ulik lagu Pelangi dalam album Badai Pasti
Berlalu merupakan duplikasi dari After The Ordeal-nya Genesis. Juga
Khayalku yang beberapa verse-nya dituding dicuplik dari Repent
Walpurgis milik Procol Harum. Namun masalah tersebut tidak
berlangsung lama karena para masyarakat luas sangat menghargai
Chrisye sebagai penyanyi bukan pencipta lagu tersebut.
Setelah kurang lebih 25 tahun malang melintang di dunia
musik, Chrisye yang telah berputra empat ini tetap mempunyai vocal
yang prima dan kehadirannya tetap dinantikan para penggemar
setianya. Tahun 1994 Chrisye menggelar konser "SENDIRI" di JICC -
Surabaya - Solo - Bandung. Dan tahun 2000 di bulan February Konser
"BADAI PASTI BERLALU" Di JICC, kedua rangkaian konser tsb
merupakan konser terbesar di Indonesia. Tahun 2001 sukses
melaksanakan “KONSER TOUR Legendary 2001” pada tanggal 28
April – 22 Mei 2001 yang berlangsung di 14 kota besar Indonesia
disertai dengan peluncuran album 2001 dengan judul yang sama.
Pada 12 Juli 2006, Chrisye membuat sebuah konser besar yang
diberi nama Dekade. Memang sebelum konser Chrisye sudah berjanji
akan memberikan gaya terbaiknya, bahkan belum pernah dia lakukan
selama ia konser. Pada konsernya tersebut, Chrisye banyak
commit to user
Anak Jampang, hingga tembang Lilin-lilin kecil, Semusim, Dara
Manisku dan Anggrek Bulan berduet dengan Sophia Latjuba. Selain
itu, dalam konser Dekade tersebut, Chrisye juga berduet dengan Ari
Lasso yang melantunkan lagu berjudul Kangen.Pada 17 Juli 2006
Chrisye menggelar konser Akbar yang disiarkan di stasiun swasta
Indosiar, dalam konser tersebut Chrisye memadukan lagu-lagunya
dengan kisah memori di masa lalu termasuk menyiarkan cuplikan
film-film yang membesarkan namanya.
Gambar 2.2
Discography Karir Musik Chrisye
commit to user
B. TINJAUAN TENTANG GENRE POP ROMANTIC 1) Definisi Pop Romantic
Pop
sejenis genre yang sering disebut dengan musik populer,
dinamis dan fleksibel
(www.wikipedia.org/wiki/Muzik pop, 27 Oktober 2011)
Romantic
Musik Romantik dikaitkan dengan Gerakan Romantik pada
sastra, seni, dan filsafat, penuh syair lembut dan cenderung
bermakna cinta.
(www.wikipedia.org/wiki/Musik Romantik, 27 Oktober 2011)
2) Analisa Pop Romantic
Pop Romantic adalah penggabungan antara genre musik pop
yang diusung Chrisye yang dibalut dengan lirik-lirik romantis yang
menimbulkan perasaan nyaman, indah dan penuh cinta. Analisa
tersebut akan digunakan sebagai konsep desain yakni menggabungkan
unsur pop dan unsur romantis sebagai pembentuk aspek suasana.
Dengan mengambil konsep Pop Romantic diharapkan Chrisye Music
Center dapat menciptakan suasana dengan karakter dan ciri khas dari
commit to user
3) Aplikasi Pop Romantic pada desain interior
Penggunaan warna-warna pop atau pastel yang ceria, dinamis
namun tetap berdasar pada konsep atmosfer interior per ruang
Aplikasi bentuk-bentuk oval, bundar, melingkar pada dinding,
furniture dan seluruh elemen pembentuk ruang lainnya.
Penggunaan material finishing yang memiliki kesan lembut,
empuk dan hangat untuk menciptakan kesan romantis.
C. TINJAUAN TENTANG MUSIC CENTER 1. Music Hall
a. Pengertian
Music Hall adalah jenis hiburan yang bersifat teaterikal, berasal dari
Inggris, dan popular sekitar tahun 1850 s/d 1960. Music Hall juga
memiliki pengertian sebagai berikut :
Sebuah bentuk hiburan yang isinya beragam, termasuk
perpaduan musik yang popular, komedi dan atraksi khusus
Sebuah teater, atau panggung tempat diselenggarakannya
sebuah pertunjukan
Lokasi dimana biasanya diadakan pertunjukan musik popular
( www.wikipedia.org/wiki/Music_hall, 27 Oktober 2011)
b. Sejarah dan Perkembangannya
Music Hall pertama yang telah diakui adalah The Canterbury,
commit to user
oleh Charles Morton, yang segera disebut sebagai "the Father of
the Halls". The Canterbury buka pada tanggal 17 Mei 1852,
bentuk ruangannya persis seperti ruang konser pada umumnya,
dan direnovasi pada tahun 1859, dibangun sebagai beragam
theater, dan akhirnya hancur oleh bom pada tahun 1942.
c. Tujuan
Dapat disimpulkan, sebuah Music Hall memiliki tujuan sebagai
tempat pertunjukan beragam bentuk kesenian, yang bertujuan
untuk menghibur penontonnya.
d. Kegiatan
Bentuk kegiatan yang ada didalam sebuah music Hall pada
dasarnya ada 2 macam, yaitu menonton (penonton) dan ditonton
(performer), dan dalam kegiatannya muncul sebuah bentuk
interaksi antara 2 hal tersebut.
2. Music Memorabilia a. Pengertian
Memorabilia memiliki pengertian dasar sama dengan souvenir,
sebuah benda yang mengandung unsur kenangan, memorabilia
memiliki nilai lebih karena berhubungan dengan sejarah, budaya
commit to user
Benda-benda memorabilia dapat berbentuk apa saja, namun
biasanya berupa poster, foto dan lainnya.
(www.wikipedia.org/wiki/memorabilia, 27 Oktober 2011)
b. Tujuan
Ruangan memorabilia memiliki tujuan untuk menghadirkan
kembali kenangan atau memori mengenai musisi yang memiliki
barang yang dipajang tersebut. Agar penggemarnya atau orang
awampun dapat ikut merasakandan mengenang sosok idola mereka
melalui barang peninggalannya.
c. Kegiatan
Ruangan ini berfungsi sebagai ruang pamer dimana barang-barang
yang dipajang merupakan barang yang sebelumnya merupakan
milik musisi (Koes Plus). Barang-barang tersebut dapat berupa alat
musik, pakaian, aksesoris dan lainnya.
3. Music Club
a. Pengertian Club
Club adalah tempat berkumpul atau terhimpunnya beberapa orang
atau sejumlah orang yang mempunyai maksud dan tujuan yang
sama dan juga kemungkinan suatu hobi atau kesenangan yang sama
commit to user
b. Sejarah Perkembangan Club
Dalam perkembangannya, club merupakan kumpulan beberapa
orang yang memiliki tujuan tertentu, yang sama dalam hal
pekerjaan maupun bidang usaha mereka. Namun, makin lama
kumpulan tersebut tidak hanya mewadahi kepentingan-kepentingan
formal saja, tetapi juga mengarah pada kegiatan kemasyarakatan,
kegiatan rutin yang dijalankan sehari-hari.
Menurut sejarahnya (berdasarkan dari buku Encyclopedia
Americana), club sudah ada sejak kebudayaan Yunani, orang-orang
sering mengadakan pertemuan di suatu tempat untuk bertukar
fikiran mengenai filsafat, agama, politik, dan lain-lain. Sementara
itu, orang Romawi mempunyai kebiasaan mandi bersama pijat dan
sambil berbincang mengenai kesusastraan atau hal lain yang disukai
Selain di Yunani dan Romawi, di Inggris sekitar abad 1, didirikan
pertama kali sebuah club yang bernama Elizabethan England,
sebagai titik tolak berkembangnya club-club lain pada abad
selanjutnya. Sejak itu, baik di Inggris dan Amerika,
perkumpulan-perkumpulan dengan kegiatan berbeda, club sosial, club politik,
club catur, penunggang kuda dan lain sebagainya. (Harnoto Tri
Nurhadi, 2004)
c. Klasifikasi Club
Berdasarkan maksud dan tujuannya, klasifikasi club dibedakan
commit to user
1. Sosial club, yakni perkumpulan yang bergerak di bidang sosial
dengan tujuan antara lain adalah meningkatkan keadaan sosial
yang ada pada suatu masyarakat tertentu.
2. Profesional club, yakni perkumpulan yang terdiri dari
anggota-anggota dengan latar belakang atau tingkat sosial tertentu dan
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
profesionalisme sesuai bidangnya.
3. Political club, yakni suatu perkumpulan dengan anggota yang
terdiri dari orang-orang yang tertarik pada masalah
ketatanegaraan.
4. Women’s club, yakni perkumpulan dengan anggota khususnya
wanita yang bertujuan meningkatkan harkat dan martabat kaum
wanita.
d. Keanggotaan
1. Syarat Keanggotaan
Keanggotaan dari club juga bermacam-macam. Mereka yang
menjadi member akan menggunakan fasilitas-fasilitas yang
ada, seperti spa, restaurant, ruang pertemuan, dan lain-lain.
Meskipun demikian ada juga mereka yang memanfaatkan
fasilitas club namun tidak terdaftar sebagai anggota. Untuk
bisa terdaftar sebagai anggota club, maka tiap-tiap personil
harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan oleh
commit to user
a. Mampu membayar pendaftaran untuk menjadi anggota
b. Mampu membayar iuran bulanan
c. Harus mempunyai sponsor yang sudah menjadi anggota
tetap yang akan memberi rekomendasi kepada calon
anggota.
2. Sifat Keanggotaan
Sifat keanggotaan, umumnya dikategorikan menjadi 3 jenis
antara lain :
a. Single, yakni menjadi anggota secara perorangan
b. Family, yakni satu keluarga menjadi anggota
c. Company, yakni perusahaan atau bentuk usaha lain
membiayai beberapa karyawan untuk menjadi anggota
3. Hak Anggota
Adapun hak-hak yang didapat oleh anggota, yaitu :
a. Menggunakan fasilitas yang ada dan pembayaran
diperhitungkan setiap bulan
b. Mengundang atau mengajak teman, yang bukan anggota
commit to user
e. Kegiatan
1. Pengunjung
Bagi pengunjung, kegiatan mereka adalah dibagi menjadi 2,
yaitu komunikasi dan lobbying. Komunikasi di sini
merupakan interaksi antar pengguna sedangkan lobbying
merupakan suatu kegiatan di luar kegiatan resmi. Bentuk
komunikasi sendiri dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni
komunikasi menurut hubungan dan komunikasi menurut sifat.
a. Komunikasi menurut hubungan
Komunikasi ini dibedakan atas hubungan vertikal dan
horizontal. Menurut hubungan vertikal, diberikan oleh
pimpinan kepada para anggota organisasi maupun
sebaliknya Dan menurut hubungan horizontal, dilakukan
antar para pejabat organisasi yang memiliki kedudukan
kurang lebih sederajat.
(Soehardiman Joewono, 1972, hal. 25).
b. Komunikasi Menurut Sifat
Ada 2 strategi yang ditempuh oleh para pengguna dalam
mencapai tujuannya, yaitu melalui forum formal maupun
informal. Forum formal adalah komunikasi yang terjadi
di antara para anggota organisasi yang secara tegas telah
ditentukan dalam struktur organisasi.
commit to user
Bentuk komunikasi dapat berupa symposium, seminar,
ceramah, lokakarya, dan lain-lain. Sedangkan, forum
informal adalah segenap kegiatan pemindahan informasi
dalam suatu organisasi yang tidak direncanakan atau
ditentukan sebelumnya dalam struktur atau
peraturan-peraturan yang formal. Termasuk dalam pengertian ini
adalah komunikasi yang dilakukan para anggota
organisasi atas dasar kehendak atau hasrat pribadi
maupun komunikasi yang dilakukan pejabat dengan
menyimpang struktur organisasi yang formal
(Soehardiman Joewono, 1972, hal. 15).
Kemudian bentuk lobbying, seperti telah disebutkan
bahwa lobbying adalah suatu pertemuan di luar kegiatan
resmi, lepas dari kegiatan organisasi/ perusahaan/ instansi
untuk menuju penyegaran fisik dan mental dari kesibukan
sehari-hari sehingga dapat mempertinggi daya kreasi
manusia, serta untuk mencapai keseimbangan antara
bekerja dengan istirahat. Bentuk lobbying yang dilakukan
para pengguna lebih bersifat rekreasi.
Ada 2 jenis kegiatan yang dimaksud, yaitu :
Rekreasi aktif
Meliputi kegiatan bermain dan berolahraga (bilyard,
commit to user
Rekreasi pasif
Meliputi kegiatan bersuka (nonton, membaca,
mendengarkan musik, berdansa, dan lain-lain) dan
kegiatan bersantai (duduk-duduk, makan, minum, dan
lain-lain).
2. Pengelola
Pengelola mempunyai kegiatan yaitu mengurus jalannya club
yang meliputi kegiatan management dan service. Sifat
kegiatan di sini bisa dalam suasana tenang, formal, santai,
bisa pula gaduh, sesuai dengan macam kegiatannya.
Sedangkan pelaksanaan kegiatan adalah pada jam-jam kantor
atau jam biasa. Untuk kegiatan service bisa sampai malam
hari.
f. Tujuan Umum
Sebagai wadah perkumpulan, tentunya ada tujuan-tujuan yang
menjadi suatu landasan pemikiran dibentuknya sebuah club ini
sehingga benar-benar bermanfaat bagi para anggotanya. Beberapa
tujuan di antaranya menyediakan suatu tempat representative
dalam rangka melakukan suatu komunikasi formal yang bersifat
bisnis maupun rekreasi.
1) Sebagai tempat memperluas wawasan usahanya
commit to user
3) Sebagai tempat berkomunikasi dengan pihak
berkepentingan
4) Sebagai tempat mengadakan kerja sama timbal balik
dengan pihak lain
5) Sebagai tempat mencari informasi serta berkegiatan sosial
D. TINJAUAN TENTANG KOTA JAKARTA
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya)
adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di
Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di
bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda
Kelapa(sebelum1527), Jayakarta (1527sd1619), Batavia/Batauia,atau Jacc
atra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²),
dengan penduduk berjumlah 9.588.198 jiwa (2010). Wilayah
metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta
jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam
commit to user Gambar 2.3
Peta Kota Jakarta
www. wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta, 27 Oktober 2011
a. Keadaan Geografi
Jakarta berlokasi di sebelah utara Pulau Jawa, di
muara Ciliwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah
pada ketinggian rata-rata 8 meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta
sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah
pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13
sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang
terpenting ialah Ciliwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah
timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Barat dan
di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten.
Kepulauan Seribu merupakan kabupaten administratif yang
terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 pulau terletak sejauh 45 km (28
commit to user
b. Iklim
Jakarta memiliki suhu udara yang panas dan kering atau
beriklim tropis. Terletak di bagian barat Indonesia, Jakarta
mengalami puncak musim penghujan pada bulan Januari dan
Februari dengan rata-rata curah hujan 350 milimeter dengan suhu
rata-rata 27 °C. Curah hujan antara bulan Januari dan awal Februari
sangat tinggi, pada saat itulah Jakarta dilanda banjir setiap tahunnya,
dan puncak musim kemarau pada bulan Agustus dengan rata-rata
curah hujan 60 milimeter . Bulan September dan awal oktober adalah
hari-hari yang sangat panas di Jakata, suhu udara dapat mencapai
40 °C. Suhu rata-rata tahunan berkisar antara 25°-38 °C (77°-100 °F).
Tabel 2.1
Data Iklim Jakarta
www. wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta, 27 Oktober 2011
commit to user
c. Keadaan Lingkungan
Jakarta merupakan salah satu kota terbersih di Indonesia.
Pada tahun 2010, lima wilayah kota di Jakarta meraih penghargaan
Bangun Praja kategori "Kota Terbersih dan Terindah di Indonesia"
(dulu disebut "Adipura"). Salah satu faktor penentu keberhasilan
tersebut adalah keberadaan kawasan Menteng dan Kebayoran
Baru yang asri dan bersih.
Selain Menteng dan Kebayoran Baru, banyak wilayah lain di
Jakarta yang sudah bersih dan teratur. Pemukiman ini biasanya
dikembangkan oleh pengembang swasta, dan menjadi tempat tinggal
masyarakat kelas menengah. Pondok Indah, Kelapa Gading, Pulo
Mas, dan Cempaka Putih, adalah beberapa wilayah pemukiman yang
bersih dan teratur. Namun di beberapa wilayah lain Jakarta, masih
nampak pemukiman kumuh yang belum teratur. Pemukiman kumuh
ini berupa perkampungan dengan tingkat kepadatan penduduk cukup
tinggi, serta banyaknya rumah yang dibangun secara berhimpitan di
dalam gang-gang sempit. Beberapa wilayah di Jakarta yang memiliki
kepadatan penduduk cukup tinggi antara lain, Tanjung Priok, Johar
Baru, Pademangan, Sawah Besar, dan Tambora.
d. Pemerintahan
Dasar hukum bagi DKI Jakarta adalah Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007, tentang Pemerintahan
commit to user
Kesatuan Republik Indonesia. UU ini menggantikan UU Nomor 34
Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota
Negara Republik Indonesia Jakarta serta UU Nomor 11 Tahun 1990
tentang Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu kota Negara
Republik Indonesia Jakarta yang keduanya tidak berlaku lagi.
Jakarta berstatus setingkat provinsi dan dipimpin oleh
seorang gubernur. Berbeda dengan provinsi lainnya, Jakarta hanya
memiliki pembagian di bawahnya berupa kota administratif dan
kabupaten administratif, yang berarti tidak memiliki perwakilan
rakyat tersendiri.
DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus
Ibukota. DKI Jakarta ini dibagi kepada lima kota dan satu kabupaten,
yaitu:
Tabel 2.2 - Pemmbagian Daerah Jakarta
www. wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta, 27 Oktober 2011
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Pulau Pramuka
2 Kota Administrasi Jakarta Barat -
3 Kota Administrasi Jakarta Pusat Menteng
4 Kota Administrasi Jakarta Selatan -
5 Kota Administrasi Jakarta Timur Jatinegara
commit to user
E. TINJAUAN TENTANG DESAIN INTERIOR 1. Organisasi ruang
Berbagai macam pengorganisasian ruang menurut Francis.D.K.
Ching antara lain sebagai berikut :
a. Terpusat
Gambar 2.4
Organisasi ruang terpusat
Sumber : Ching, 2000, hal 190
suatu ruang dominant, dimana pengelompokan sejumlah
ruang sekunder dihadapkan. Organisasi terpusat merupakan
komposisi terpusat dan stabil yang terdiri dari sejumlah ruang
sekunder, dikelompokkan mengelilingi sebuah ruang pusat yang
luas dan dominan.
b. Linier
Gambar 2.5 - Organisasi ruang Linier
commit to user
Organisasi linier pada dasarnya terdiri dari sederetan
ruang. Ruang-ruang ini dapat berhubungan secara langsung satu
dengan yang lain atau dihubungkan melalui ruang linier yang
berbeda dan terpisah. Organisasi linier biasanya terdiri dari
ruang-ruang yang berulang serupa dalam hal ukuran, bentuk dan fungsi.
Organisasi ini juga dapat terdiri dari ruang linier tunggal yang
menurut panjangnya mengorganisir sederetan ruang-ruang
sepanjang bentangnya yang berbeda ukuran, bentuk atau fungsi.
Dalam kedua kasus di atas, tiap-tiap ruang di sepanjang rangkaian
tersebut memiliki hubungan dengan ruang luar.
c. Radial
Gambar 2.6
Organisasi ruang Radial
Sumber : Ching, 2000, hal 190
Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisai ruang
yang linier berkembang menurut bentuk jari-jari.
Organisasi ruang radial memadukan unsur-unsur baik
organisasi terpusat maupun linier. Organisasi ini terdiri dari ruang
commit to user
berkembang menurut arah jari-jarinya. Apabila suatu organisasi
terpusat adalah sebuah bentuk yang introvert yang memusatkan
pandangannya ke dalam ruang pusatnya, maka sebuah organisasi
radial adalah sebuah bentuk yang ekstrovert yang mengembang
keluar lingkupya. Dengan lengan-lengan liniernya, bentuk ini dapat
meluas dam menggabungkan dirinya pads unsur-unsur atau
benda-benda tertentu pada tapaknya.
d. Cluster
Gambar 2.7
Organisasi ruang Cluster
Sumber : Ching, 2000, hal 190
Ruang-ruang dikelompokan berdasarkan adanya hubungan
atau bersama-sama memanfaatkan ciri atau hubungan visual.
Untuk memperkuat dan menyatukan bagian-bagian
Organisaai dalam bentuk kelompok atau cluster
mempertimbangkan pendekatan fisik untuk menghubungkan suatu
ruang terhadap ruang lainnya. sering kali organisasi ini terdiri dari
ruang-ruang selular yang berulang yang memiliki fungsi-fungsi
commit to user
orientasi. sebuah organisasi kelompok juga dapat menerima di
dalam komposisinya, ruang-ruang yang berlainan ukuran, bentuk
dan fungsinya, tetapi berhubungan satu dengan yang lain
berdasarkan penempatan atau alat penata visual seperti
kesimetrisan atau sebuah sumbu.
e. Grid
Gambar 2.8
Organisasi ruang Grid
Sumber : Ching, 2000, hal 190
Ruang-ruang diorganisir dalam kawasan grid struktural atau
grid tiga dimensi lain.
Organisasi grid terdiri dari bentuk-bentuk dan ruang-ruang
dimana posisinya dalam ruangan dan hubungan antar ruang diatur oleh
pola atau bidang grid tiga dimensi
2. Hubungan antar ruang
a. Ruang di dalam ruang
Sebuah bangunan yang luas dapat
melingkupi dan memuat sebuah ruangan lain
commit to user
b. Ruang-ruang yang saling berkaitan
Suatu hubungan ruang yang saling
berkaitan terdiri dari 2 buah ruang yang
kawasannya membentuk volume berkaitan.
c. Ruang-ruang yang bersebelahan
Bersebelahan adalah jenis hubungan
ruang yang paling umum. Hal tersebut
memungkinkan definisi dan respon
masing-masing ruang menjadi jelas terhadap fungsi dan
persyaratan simbolis menurut cara
masing-masing simbolisnya.
d. Ruang-ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama
2 buah ruang yang terbagi oleh jarak
dapat dihubungkan atau dikaitkan satu sama lain
oleh ruang ketiga yaitu ruang pertama.
Hubungan akan kedua ruang tersebut
menempati satu ruang bersama-sama.
3. Pola sirkulasi
Sirkulasi menurut Francis.D.K. Ching dalam bukunya “Bentuk
commit to user
a. Linear
Gambar 2.9
Sirkulasi Linier
Sumber : Ching, 2000, hal 221
semua jalan adalah linier, jalan-jalan yang lurus dapat
menjadi unsur pengorganisir yang utama untuk satu deretan
ruang. Sebagai tambahan, jalan dapat melengkung atau terdiri
atas segmen-segmen, memotong jalan lain, bercabang-cabang,
membentuk kisaran.
b. Radial
Gambar 2.10
Sirkulasi Radial
Sumber : Ching, 2000, hal 221
Bentuk Radial memiliki jalan yang berkembang dari atau
commit to user
c. Spiral
Gambar 2.11
Sirkulasi Spiral
Sumber : Ching, 2000, hal 221
Sebuah bentuk Spiral adalah sesuatu jalan yang menerus
yang berasal dari titik pusat, berputar mengelilinginya dengan
jarak yang berubah.
d. Grid
Gambar 2.12
Sirkulasi Linier
Sumber : Ching, 2000, hal 221
Bentuk Grid terdiri dari dua set jalan-jalan sejajar yang
saling berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan
commit to user
e. Network
Gambar 2.13
Sirkulasi Network
Sumber : Ching, 2000, hal 221
Satu bentuk jaringan terdiri dari beberapa jalan yang
menggabungkan titik-titik tertentu didalam ruang.
f. Komposit
Untuk menghindarkan orientasi yang membingungkan,
suatu susunan herarkis diantara jalur-jalur jalan bisa dicapai
dengan membedakan skala, bentuk dan panjangnya.
4. Elemen pembentuk ruang
a. Lantai
Lantai merupakan bagian bangunan yang berhubungan
langsung dengan beban, baik beban mati, bergerak dan gesek.
Karakter lantai harus mempunyai daya tahan yang kuat dalam
mendukung beban-beban yang datang dari segala perabotan,
aktivitas manusia dalam ruang dan lain-lain. Selain itu, lantai harus