• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi Politik Kemandirian dan Kedaulat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ekonomi Politik Kemandirian dan Kedaulat"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

oleh:

Kelompok I

Institut ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Teori Ekonomi Politik

Teori Ekonomi Politik

(Kajian Negara, Masyarakat

(Kajian Negara, Masyarakat

dan Pasar) Studi kasus

dan Pasar) Studi kasus

(2)

1. Ekonomi relatif berkembang pesat dibandingkan

ilmu humanoria lainnya.

2. Perkembangan ini memperlihatkan adanya

kemajuan yang khusus dengan berbagai

spesialisasi dan konsentrasi disiplin tersendiri.

3. lmu ekonomi sebagai cabang dari ilmu

humanoria sangat kaya dengan paradigma

dasar.

(3)

• Lahir dan tumbuh perspektif teori ekonomi

baru dalam dua dekade terakhir ini.

• Ilmu ekonomi politik baru berbeda dengan

ilmu ekonomi politik yang lama

(4)

• Pendekatan Ilmu Ekonomi Politik

berusaha untuk memahami realitas politik

dan bentuk sikap sosial lainnya dalam

kerangka analisis.

• Pendekatan Ilmu Ekonomi Politik memiliki

asumsi dasar dari pendekatan pilihan

rasional.

(5)

Perkembangan Ilmu Ekonomi

Politik dalam 3 dekade terakhir

• Lahirnya teori-teori yang menguatkan Ilmu

Ekonomi Politik dengan ditandai 3 karya penting,

yaitu :

Rasional peasants

(petani rasional). Karya Popkin

Market and state

(pasar dan negara). Karya

Robert Bates

Scarcity, choice

and public policy

(kelangkaan,

(6)

• Perspektif lain dikembangkan oleh kelompok

ilmuwan baru yang bisa dikategorikan ke

dalam Ilmu Ekonomi Politik.

• Paham ini melihat bahwa petani tradisional

pada dasarnya adalah rasional dalam

sikapnya, pengambil keputusan untuk dirinya

dan problem solver.

• Kritik terhadap Popkin, bahwa dia dianggap

menyederhanakan pandangan kelompok ahli

ekonomi moral.

(7)

Pasar dan Negara

• Institusi pasar digunakan sebagai alat politik untuk

menolak negara dan rangkaian-rangkaian

kebijakannya atas dasar pertimbangan yang rasional.

• Penelitian Robert Bates adalah salah satu pilar

penting dari proses perkembangan pendekatan Ilmu

Ekonomi Politik.

• Dalam studi di Afrika tropis, Bates berhasil melihat

kaitan antara masyarakat petani dengan negara,

yang mengambil keputusan – keputusan publik.

• Pemerintah dalam menetapkan kebijakan juga

(8)

Kebijakan Publik : Kelangkaan

dan Pilihan

Kebijakan Publik : Kelangkaan

dan Pilihan

• Studi Donald Rotchild dan Robert Curry

menjelaskan adanya hubungan kepentingan

individu dengan kepentingan publik.

• Mereka mengingatkan suatu kebijakan

tertentu yang dalam pendekatan Ilmu

Ekonomi Politik berbasis rasional, sehingga

bisa memberi nuansa optimis terhadap

(9)

• Masalah kebijakan ekonomi

tidak hanya

terkait

dengan hubungan antara masyarakat dengan

pemerintah, tetapi juga terkait dengan nilai-nilai

dan kerumitan persoalan di dalam masyarakat.

• Kerangka pemikiran Ilmu Ekonomi Politik

menjadi alat analisis yang tepat dalam kaitannya

dengan dinamika perubahan sosial, yang

memerlukan formulasi dan prioritas berdasarkan

ranking dan pelaksanaan alternatif

(10)
(11)

Resultante ( yg di hasilkan)

Ketidakmandirian dan ketidakberdaulatan

pangan nasional adalah resultante dari

berbagai faktor :

(12)

Konstruksi Produk dari Warisan

Kebijakan Masa lalu

Swasembada beras / pangan nasional (1983)

Bagian dari Strategi pemenuhan kebutuhan pokok, untuk mencapai stabilitas harga2, stabilitas ekonomi & stabilitas politik dalam rangka mencapai prtumbuhan ekonomi yng tinggi lewat Industrialisasi manufaktur

Ditegakan dengan sistem pemerintahan yang otoriter (represi militer,partai dominan & oligarki politik )

Akhir 1990:liberalisasi perekonomian

(perbankan,pasar modal, prdagangan, dst.) yng tdk slektif (buka-bukaan)

Pergerakan Moneter jauh lebih besar dari pergerakan barang & jasa (Decoupling):

BUBBLE ECONOMY :

-Content impor industri makin mendekati 100% - Impor Barang & Jasa termasuk bahan pangan kebutuhan pokok (beras,

kedelai, jagung, gula, daging, dst.), buah2an, sayur2an

(13)

Big Bang Politik

• Sistem Multipartai • Otonomi daerah • Kebebasan Pers

Demokratisasi

( 1998 )

Penanganan Krisis lewat LoI IMF (diteruskan dng White Paper = IMF)

Demoktratisasi Politik dgn Politisasi & penggunaan Kebebasan yang Over Dosis

Pengelolaan konflik yang makin sulit, meski terdapat pelbagai sukses ( aceh, maluku, dll.) tapi muncul berbagai konflik baru (pilkada, tanah, ruang usaha, dst.)

“Asingisasi” dlm penguasaan asset publik dan ketrgantungam impor dari banyak barang kebutuhan pokok (kedelai, jagung, gula, daging, garam, beras, gandum, buah-buahan, sayur-sayuran, dst)

SEMENTARA, PRODUKSI DALAM NEGERI :

Produktivitas Stagnan, Teknologi

tertinggal, dan makin lack of Vision

(14)

Perkembangan Kontemporer dalam

Konteks Globalisasi serta Booming Ekonomi China

dan India (lebih dari 1/3 penduduk Bumi )

Melonjaknya permintaan pangan dr pasar dunia akibat booming ekonomi China dan India

Melonjaknya biaya produksi pangan (biaya input, tranportasi, dll) akibat krisis energi yang juga akibat bekutuhan energi dari booming ekonomi China dan india yang berujung pada

melonjaknya harga–harga pangan dunia

Beralihnya produksi pangan dunia (gandum, kedele, jagung) kepada produksi energi alternatif ( biofuel) sehingga terjadi pinciutan prodkuksi pangan (kedele, jagung, gandum)

Petumbuhan penduduk dunia yang relatif tinggi yang akhirnya mendongkrak permintaan pangan dunia

Efek pemanasan global yang menyebabkan kegagalan panen tanaman pangan sehingga pada gilirannya menciutkan

(15)

Kebijakan Pemerintah Pasca Orba

terhadap Warisan Masa lalu &

Perkembangan kontemporer

• Tetap berkutat pada ukuran sukses yang mengacu semata kepada Stabilitas ekonomi makro (pertumbuhan, inflasi, kurs rupiah, suku bunga, dst.)

• Tak ada Blue Print Reformasi ekonomi menyeluruh atas dasar : (1) Assesment kebutuhan nyata ( felt need ) rakyat dan keragaman

(16)

Perspektif Masa Depan

Ada dua skenario dalam perspektif Ekonomi-Politik Pangan di Indonesia pada mana datang :

Skenario Pertama

Jika kebijakan ekonomi yang menjadi payungnya tetap

sebagai “business as usual“:

- Demokratrasi politik barjalan makin menemukan format yang semakin matang : disamping prosedur demokrasi berjalan, juga proses dan kualitas output poliitik makin mendkati prinsip kedaulatn politik rakyat. Namun karena Deokrasi Politik

cenderung makin mengadopsi prinsip liberalisasi ekonomi ala WTO, maka kedaulatan ekonomi makin tergantung asing dan makin menjauhkan kedaulatan ekonomi rakyat termasuk makin jauh dari kedaulatan pangan ( makin tergantung impor)

Skenario Kedua

Jika dilakulan Reformasi ekonomi berbasiskan kpd assement kebutuhan nyata rakyat dan keragaman daerah

dengan Blue print dan pelaksanaan yang konsekuen:

- kemungkinan karena banyak kepentingan Negara Maju yang terganggu, maka bisa saja

proses dmokarasi politik mmbawa komplikasi krn bnyak kepentingan Negara Maju secara Ek. & Pol telah tertanam secara struktural dalam komposisi elit sekarang ini. Tapi itu tergantung kepada

kepemimpinan nasional, apakah

(17)

Hambatan Mewujudkan Kemandirian

& Kedaulatan Pangan

• Demokrasi Politik & Kepemimpinan yang hanya menciptakan “kompradorisasi” yang dependen terhadap kepentingan negara maju

• Ukuran sukses pembangunan hanya semata ditekankan kepada stabilitas Makro Ekonomi dg menganggap globalisasi sebagai

fenomena yang netral, bahkan sumber kemajuan tanpa sikap kritis • Industrialisasi yang berbasis impor dan mengabaikan competitive

advantage berbasis sumber daya domestik (SDA, SDM, kreativitas, dst.) dengan iptek dan nilai lokal

• Ketiadaan grand-design yang komprehensif untuk kemandirian dan kedaulatan pangan (dari payung kebijakan makro ekonomi dg

dukungan kebijakan fiskal, moneter, perbankan, penyuluhan,

(18)

Rekomendasi kebijakan

Jangka Pendek :

Stabilisasi harga pangan untuk mencapai “ketahanan pangan” melalui kebijakan insentif untuk peningkatan produksi maupun kebijakan

perdagangan (tarif impor) dg disertai pengamanan dari pelbagai modus “moral hazard” (spekulasi, penimbunan, penyelundupan, kartel importir, dll.)

Jangka Panjang :

Perlu Komite Globalisasi yg menyiapkan program aksi berbasiskan visi kepentingan nasional untuk menyusun blueprint reformasi

ekonomi bersamaan dengan demokratisasi politik yang mensejahterakan rakyat

Perlu kebijakan makro dan mikro ekonomi serta industrialisasi yang menekankan competitive advantage berbasiskan sumberdaya

domestik (SDA, SDM, kreativitas, dst.) dengan kandungan iptek dan nilai lokal

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Gejolak ini timbul akibat perubahan kebijak- an ekonomi yang mendasar setelah pergantian rezim Orde Lama ke Orde Baru.. Presiden

Sementara dunia dalam dunia ekonomi kita diajarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik yang berbentuk fisik maupun psikis.. Kebutuhan bisa berupa, sandang, pangan

Kasryno, et al (1993) memandang diversifikasi pangan sebagai upaya yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan pertanian di

MENCARI PANGAN, AIR & ENERGI DI DAERAH EKUATOR AUSTRALIA SELANDIA BARU CHILI NAMIBIA, BOSWANA, ZIMBABWE, AFRIKA SELATAN, MADAGASKAR, CANADA USA CHINA RUSIA MONGOLIA

Krisis pangan dan energi yang menjadi isu dan kekhawatiran hampir semua negara, harus dapat membangkitkan kesadaran bersama di antara negara-negara, bahwa untuk mengatasi

Kasryno, et al (1993) memandang diversifikasi pangan sebagai upaya yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan pertanian di

Hal tersebut disebabkan tidak saja karena belum ditemukannya formula kebijakan komprehensif yang disepakati bersama oleh seluruh anggota Uni Eropa dalam penanganan

Proseding Seminar dan Lokakarya Nasional Strategi Penanganan Krisis Sumberdaya Lahan untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi pada tanggal 22-23 Desember 2008.. Dilaksanakan