Karya Tulis Pencemaran Sungai deli

20 

Teks penuh

(1)

PAPER PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

ANALISIS MASALAH LINGKUNGAN OLEH PENCEMARAN AIR SUNGAI DIKAWASAN INDUSTRI BATIK

(STUDI EMPIRIS : SUNGAI DI KELURAHAN PASIRSARI KOTA PEKALONGAN)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu

Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

Oleh :

Tiara Dewi Imas Mahardika 4211413002

Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) SEMARANG

(2)

Kata Pengantar

Alhamdulillah Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah dengan judul “Analisis Masalah Lingkungan oleh Pencemaran Sungai Dikawasan Industri Batik (Studi Empiris : Sungai di Kelurahan Pasirsari Kota Pekalongan)”

Penulisan makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Individu pada Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Makalah ini merupakan sebuah karya yang tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada :

1. Ibu Miranita Khusniati Selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH ) Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini

2. Ibu tercinta yang telah memberikan kasih sayang, do’a dan dukungan kepada penulis.

3. Adik (Hanis Rachna Ningrum) dan teman-teman (Akmal, Mba Dina dan Cicik) yang telah memberi support dan masukkan masukkan dalam pembuatan karya tulis ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada karyatulis ini.Oleh karena itu Penulis mengharap kritik dan saran dari pembaca yang dapat membangun bagi makalah ini. Kritik yang konstruktif akan sangat membantu penulis dalam penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Semarang, 27 April 2014

(3)

DAFTAR ISI

COVER...1

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB 1. PENDAHULUAN... 1.1. Latar belakang...4

1.2. Maksud dan Tujuan...6

1.3. Ruang Lingkup...6

BAB 2. METODE PENULISAN... 2.1. Objek Penelitian...7

2.2. Dasar Pemilihan Objek...7

2.3. Metode Pengumpulan Data...7

2.4. Metode Analisis...7

BAB 3. ANALISIS MASALAH... 3.1 Pencemaran Air Sungai oleh Industri Batik...8

3.2 Dampak Limbah Industri Batik...10

3.3 Mengelola Limbah Industri Batik...14

3.4 Meminimalisir Limbah Industri Batik...15

3.5 Pengolahan Limbah Industri Batik...16

BAB 4. PENUTUP... 4.1 Simpulan...18

4.2 Saran...18

(4)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keberagaman budaya, salah satu dari kekayaan budaya di Indonesia adalah. Batik merupakan salah satu dari kebudayaan diIndonesia yang memiliki nilai seni yang tinggi.Hingga saat ini, pesona Batik telah banyak disukai baik didalam negeri maupun diluar negeri.Keindahan Batik Indonesia terletak pada motif yang muncul dalam perbedaan kebudayaan. Jenis dan motif Batik tradisional maupun modern tergolong banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi masing masing daerah yang beragam.Batik Indonesia oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan nonbenda ( Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ) sejak 2 Oktober 2009. Industri batik nasional semakin berkembang akibat semakin banyaknya permintaan terhadap batik sejak dicanagkan hari batik nasional pada tanggal 2 Oktober 2009.Pada beberapa daerah mulai muncul kampung batik sebagai sentra batik khas daerah masing masing.Euforia Batik pun menjadi tampak sangat jelas di masyarakat. Sekolah mewajibkan siswa –siswinya memakai seragam batik di hari tertentu. Karyawan bank, pegawai negeri, penyiar televisi, hingga instansi instansi swasta pun memakai Batik.

(5)

yang juga terkenal sebagi kot– kota penghasil batik (Urata Shujiro, 2000).

Pada tahun 2007, Kota Pekalongan memiliki jumlah industri batik skala kecil sebanyak 714 unit. Industri batik di Kota Pekalongan berangkat dari industri kerajinan rumah tangga yang merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap pendapatan daerah Kota Pekalongan. Secara keseluruhan sektor industri menyumbang kurang lebih 26,29% terhadap Pendapatan

(6)

Dapat dilihat di Tabel 1.2. jumlah persentase output kesembilan sektor industri di Kota Pekalongan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sektor Industri tekstil memiliki kontribusi persentase terbesar terhadap output industri dibandingkan dengan sektor industri lain. Dari tahun 2006 – 2010, lebih dari 60% output sektor industri didominasi oleh sektor industri tekstil.

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh dampak perkembangan industri perlu dikaji lebih mendalam, karena apabila hal ini tidak diperhatikan akan

mengakibatkan terganggunya keseimbangan antara makhluk hidup dengan lingkungan. Daerah yang dijadikan sebagai pusat industri mempunyai permasalahan tersendiri terhadap pencemaran, akan lebih bermasalah lagi ketika hasil buangan yang berupa polutan yang sulit terurai dan akan mencemari lingkungan perairan apabila dibuang ke badan air seperti sungai atau saluran irigasi (Hindarko, 2003).

Permasalahan pencemaran lingkungan sungai akibat limbah cair menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk Pemerintah, Community, Pengusaha, Akademisi dan masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Pekalongan. Sehingga rendahnya tingkat kesadaran untuk menjaga lingkungan sungai menjadi masalah yang penting. Kantor Lingkungan Hidup Kota Pekalongan menyatakan, seberapa canggihnya teknologi yang telah digunakan untuk mengatasi masalah pencemaran tidak akan berhasil apabila tingkat kesadaran masyarakatnya untuk menjaga lingkungan sungai sangat rendah.

(7)

kebersihan sungai (Kominfo Kota Pekalongan, 2012).

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas penulis mengambil judul penelitian yaitu MENUJU PENGELOLAAN SUNGAI BERSIH DI

KAWASAN INDUSTRI BATIK YANG PADAT LIMBAH CAIR (Studi Empiris pada Sungai Pekalongan di Kota Pekalongan).

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan pembuatan paper ini antara lain :

1. Sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai penyebab pencemaran air sungai akibat limbah industri batik di Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

2. Sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran yang sedang dikaji.

3. Sebagai metode pengumpulan data tentang pencemaran air sungai akibat limbah industri batik di Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan.

1.3 Ruang Lingkup

Paper ini membahas tentang pencemaran air sungai akibat limbah industri batik di Kelurahan Pasirsari Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, mulai dari gambaran mengenai pencemaran lingkungan oleh limbah industri batik, dampak dari limbah industri batik, cara pengelolaan limbah industri batik dan cara meminimalisir limbah industri, dan cara pengolahan limbah industri.

BAB 2

METODE PENULISAN 2.1 Objek Penulisan

Objek penulisan yaitu mencakum gambaran / penjelasan mengenai penyebab pencemaran air sungai akibat limbah industri batik, dampak yang timbulkan dari pencemaran limbah industri batik, cara mengelola limbah industri batik, cara meminimalisir limbah hasil industri batik, dan cara mengolah limbah industri batik yang ada di Kelurahan Pasirsari.

(8)

Objek yang penulis pilih adalah mengenai pencemaran air sungai oleh tulisan dari berbagai referensi, baik dari tinjauan kepustakaan berupa buku – buku, jurnal atau dari sumber media internet yang terkait dengan pencemaran.

2.4 Metode Analisis 3.1 Pencemaran air sungai akibat industri batik

(9)

sungai dan melebihi kemampuan sungai untuk membersihkan diri sendiri (self purification), maka timbul permasalahan yang serius yaitu pencemaran perairan sehingga berpengaruh negatif terhadap kehidupan biota perairan dan kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Penurunan kualitas air Sungai Pekalongan adalah perbuatan manusia yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan pencemaran lingkungan pada air sungai. terbatasnya upaya pengendalian pencemaran air diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan serta kurangnya penegakan hukum bagi pelanggar pencemaran lingkungan. Krisis dan pencemaran air yang terjadi tersebut tidak terlepas dari pengetahuan, sikap, perilaku dan peran serta masyarakat yang buruk dalam memanfaatkan dan mengolah sumber daya air secara berkelanjutan. Kesadaran terhadap lingkungan hidup merupakan aspek yang penting dalam pengelolaan lingkungan hidup karena kesadaran terhadap lingkungan hidup merupakan bentuk kepedulian seseorang terhadap kualitas lingkungan, sehingga muncul berbagai aksi menentang kebijaksanaan yang tidak berwawasan lingkungan. (tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terjadi sebagai akibat berkembangnya pemahaman terhadap lingkungan itu sendiri ataupun akibat terjadinya perubahan kebutuhan nilai-nilai yang dianut, sikap dan karakteristik individu. Terdapat keterkaitan yang sangat erat antara pandangan manusia terhadap kelestarian lingkungannya. Selanjutnya dikatakan pula bahwa pandangan manusia tersebut tergantung dari pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya, serta norma-norma yang terdapat di sekitar lingkungan tempatnya berada.

Menurut Undang-Undang Republik UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) mengatakan bahwa bahan berbahaya dan beracun beserta limbahnya perlu dilindungi dan dikelola dengan baik. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus bebas dari buangan limbah bahan berbahaya dan beracun dari luar wilayah Indonesia. UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menyatakan bahwa sungai merupakan salah satu bentuk alur air permukaan yang harus dikelola secara menyeluruh, terpadu berwawasan lingkungan hidup dengan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian sungai harus dilindungi dan dijaga kelestariannya, ditingkatkan fungsi dan kemanfaatannya, dan dikendalikan dampak negatif terhadap lingkungannya.

(10)

Keterangan :

BOD : jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikrorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegredasi) bahan buangan organic yang ada dalam air

menjadi karbondioksida dan air

COD :jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada dalam air dapat terosidasi melalui reaksi kimia baik yang dapat didegradasi secara

biologis maupun yang sukar didegradasi DO : Oksigen terlalut dalam air

Kelas I :Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk baku air minum dan atau peruntukan lain yang mensyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan

tersebut

Kelas II:Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana / sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan dan atau peruntukan lain yang

mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Kelas III:Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mensyaratkan mutu air sama dengan kegunaan diatas.

Kelas IV:Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mensyaratkan mutu air sama dengan kegunaan diatas.

(11)

PK 2 : Sungai Pekalongan 2 (Tengah ) PK3 : Sungai pekalongan 3 (hilir ) Tanda (-) : data tidak diketahui

Sumber: Kantor Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, 2012

3.2 Dampak limbah industri batik

Berdasarkan penelitian kondisi air Sungai Pekalongan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekalongan pada Tabel 1.5, kondisi air sungai per 9 april 2012 di Sungai Pekalongan kadar BOD yang standarnya adalah 2 Mg/l tetapi di lapangan mencapai 5 Mg/l (pada kelas 1 dan Pk1) dan COD yang standarnya adalah 10 Mg/l tetapi di lapangan mencapai 58,43 Mg/l (pada kelas 1 dan Pk1). Ini sudah melewati ambang batas yang seharusnya sehingga dapat digolongkan pencemaran yang terjadi di Sungai Pekalongan tergolong cukup tinggi.

(12)

Kondisi Sungai di Kelurahan Pasirsari Kota Pekalongan yang tercemar oleh obat batik dari industri

Selokan dan sungai di Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan pada waktu tertentu akan menjadi berwarna warni dan berubah ubah warna. Pagi air sungai berwarna coklat lumpur siang berubah merah bata dan sore menjadi biru adalah hal yang lumrah ditemui di selokan dan sungai di Kelurahan Pasirsari. Salah satunya di Sungai Bremi, salahsatu sungai di Kota Pekalongan yang terletak di perbatasan Kelurahan Pasirsari dan Kelurahan Kramatsari Kecamatan Pekalongan Barat.

(13)

Sampah – sampah plastik dari obat batik yang dibuang ke parit ( saluran air ) Kelurahan Pasirsari Kota Pekalongan

Dari data yang ada di Desa Pasirsari terdapat 2 sungai kecil dan 1 sungai sedang, yang ketiga sungai tersebut telah tercemar oleh limbah oleh industri limbah batik di Sekitarnya. Bau dan ancaman kerusakan menjadi ancaman bagi ekosistem sungai bahkan lingkungan di sekitarnya.Ikan ikan yang ada di Sungai tersebut menjadi mati karena teracuni oleh unsur kimia dari obat Batik. Ikan ikan yang telah mati dan mengambang di permukaan sungai tentu mengurangi estetika keindahan alam. Selain itu limbah batik yang mencemari sungai di sekitar areal persawahan berdampak pada lingkungan sawah, terdapat 2 areal sawah di Desa Pasirsari, yaitu di bagian utara dan selatan, namun wilayah di bagian dekat rumah penduduk menjadi sawah yang tidak dapat di produksi, hal ini karena tanah dan juga air sebagai irigasi telah tercemar zat kimia oleh limbah industri batik. Sawah yang tak terproduksi akan mengganggu keadaan ekonomi di Desa Pasirsari sendiri, berkurangnya produksi beras karena areal sawah yang tercemar sehingga hasil panen menjadi berkurang.

(14)

Pembuangan limbah padat di selokan merupakan faktor terjadinya banjir yang terjadi di kelurahan Pasirsari pada akhir januari

(15)

Limbah industri batik yangdibuang ke sungai mengalir ke aliran irigasi persawahan, membuat tanaman padi tidak tumbuh dengan maksimal.

3.3 Mengelola Limbah Industri batik

Pengelolaan limbah adalah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan pengolahan limbah. Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan-kegiatan yang melingkupi pengelolaan limbah perlu dilakukan dan bukan hanya mengandalkan kegiatan pengolahan limbah saja. Bila pengelolaan limbah hanya diarahkan pada kegiatan pengolahan limbah maka beban kegiatan di Instalasi Pengolahan Air Limbah akan sangat berat, membutuhkan lahan yang lebih luas, peralatan lebih banyak, teknologi dan biaya yang tinggi. Kegiatan pendahuluan pada pengelolaan limbah (pengurangan, segregasi dan penanganan limbah) akan sangat membantu mengurangi beban pengolahan limbah di IPAL.

(16)

Secara prinsip, konsep produksi bersih dan minimasi limbah mengupayakan dihasilkannya jumlah limbah yang sedikit dan tingkat cemaran yang minimum. Namun, terdapat beberapa penekanan yang berbeda dari kedua konsep tersebut yaitu: produksi bersih memulai implementasi dari optimasi proses produksi, sedangkan minimasi limbah memulai implementasi dari upaya pengurangan dan pemanfaatan limbah yang dihasilkan.

Produksi Bersih menekankan pada tata cara produksi yang minim bahan pencemar, limbah, minim air dan energi. Bahan pencemar atau bahan berbahaya diminimalkan dengan pemilihan bahan baku yang baik, tingkat kemurnian yang tinggi, atau bersih. Menggunakan pewarna alami merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan. Pewarna alami dapat dihasilkan dari ekstrak tanaman dan buah yang mengandung pigmen (zat warna ). Indonesia dengan diversity (keanekaragaman ) hayati yang tinggi sangat potensial untuk menghasilkan pewarna alami yang limbahnya ramah lingkungan.

Bahan alami belum banyak dimanfaatkan oleh pengrajin batik di Indonesia, bahkan The Word Batik Summit 2011 di Jakarta menghasilkan sebuah deklarasi bersama.pada point no. 5 yang menyataka industri batik indonesia harus didasarkan pada perlindungan alam dan lingkungan. Serta riset mengenai penyediaan bahan pewarna tradisional yang alami dalam jumlah besar penting untuk digalakkan.

3.4 Meminimalisir Limbah Industri batik

Minimasi limbah merupakan implementasi untuk mengurangi jumlah dan tingkat pencemaran limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi dengan cara pengurangan, pemanfaatan dan pengolahan limbah. Pengurangan limbah dilakukan melalui peningkatan atau optimasi efisiensi alat pengolahan, optimasi sarana dan prasarana pengolahan seperti sistem perpipaan, meniadakan kebocoran, ceceran, dan juga terbuangnya bahan serta limbah. Dengan disediakannya alat untuk membuang limbah, yang nantinya limbah tersebut masih dapat di gunakan lagi, menjadi meminimaliskan pembuangan zat berbahaa ke Sungai.

Pemanfaatan ditujukan pada bahan atau air yang telah digunakan dalam proses untuk digunakan kembali dalam proses yang sama atau proses lainnya. Pemanfaatan perlu dilakukan dengan pertimbangan yang cermat dan hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan pada proses produksi atau menimbulkan pencemaran pada lingkungan.

(17)

pengolahan limbah. Pada kegiatan pra produksi dapat dilakukan pemilihan bahan baku yang baik, berkualitas dan tingkat kemunian bahannya tinggi. Saat produksi dilakukan, fungsi alat proses menjadi penting untuk menghasilkan produk dengan konsumsi air dan energi yang minimum, selain itu diupayakan mencegah adanya bahan yang tercecer dan keluar dari sistem produksi.

Dari tiap tahapan proses dimungkinkan dihasilkan limbah. Untuk mempermudah pemanfaatan dan pengolahan maka limbah yang memiliki karakteristik yang berbeda dan akan menimbulkan pertambahan tingkat cemaran harus dipisahkan. Sedangkan limbah yang memiliki kesamaan karekteristik dapat digabungkan dalam satu aliran limbah. Pemanfaatan limbah dapat dilakukan pada proses produksi yang sama atau digunakan untuk proses produksi yang lain.

Limbah yang tidak dapat dimanfaatkan selanjutnya diolah pada unit pengolahan limbah untuk menurunkan tingkat cemarannya sehingga sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan. Limbah yang telah memenuhi baku mutu tersebut dapat dibuang ke lingkungan. Bila memungkinkan, keluaran (output) dari instalasi pengolahan limbah dapat pula dimanfaatkan langsung atau melalui pengolahan lanjutan.

3.5 Pengolahan Limbah Industri batik

Pengolahan limbah adalah upaya terakhir dalam sistem pengelolaan limbah setelah sebelumnya dilakukan optimasi proses produksi dan pengurangan serta pemanfaatan limbah. Pengolahan limbah dimaksudkan untuk menurunkan tingkat cemaran yang terdapat dalam limbah sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan.

Limbah yang dikeluarkan dari setiap kegiatan akan memiliki karakteristik yang berlainan. Hal ini karena bahan baku, teknologi proses, dan peralatan yang digunakan juga berbeda. Namun akan tetap ada kemiripan karakteristik diantara limbah yang dihasilkan dari proses untuk menghasilkan produk yang sama.

(18)

Selanjutnya pada pengolahan akhir dilakukan proses lanjutan untuk mengolah limbah agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.

Terdapat 3 (tiga) jenis proses yang dapat dilakukan untuk mengolah air limbah yaitu: proses secara fisik, biologi dan kimia. Proses fisik dilakukan dengan cara memberikan perlakuan fisik pada air limbah seperti menyaring, mengendapkan, atau mengatur suhu proses dengan menggunakan alat screening, grit chamber, settling tank/settling pond, dll.

(19)

BAB 4 PENUTUP 4.1Kesimpulan

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan / atau komponen lain ke lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kulitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Pencemaran limbah industri,ini akan berpengaruh besar bagi lingkungan dan alam sekitar, sehingga kita wajib mengetahui bagaimana cara pengelolaan, meminimalisir, dan pengolahan limbah industri yang tepat tanpa banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan, supaya limbah hasil industri tidak mencemari lingkungan dan alam sekitar.

4.2 Saran

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Mratihatani, anandriyo suryo. Pengelolaan Limbah Cair di Kawasan Insdustri Batik. Semarang : UNDIP

Siti, Hanifah. dkk.2012. Fisika Lingkungan. Semarang : UNNES

Sugiharto, (1987), Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah, Universitas Indonesia (Ul Press), Jakarta.

Widodo. 2004, Batik Seni Tradisiona. PT. Penebar Swadaya : Yogyakarta

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...