• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN APEL ( Malus Sylvestris Mill ) DI KECAMATAN NGARGOYOSO KABUPATEN KARANGANYAR Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel ( Malus Sylvestris Mill ) Di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN APEL ( Malus Sylvestris Mill ) DI KECAMATAN NGARGOYOSO KABUPATEN KARANGANYAR Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel ( Malus Sylvestris Mill ) Di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PUBLIKASI ILMIAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1

Fakultas Geografi

Oleh :

Ongky Dri Hastanto

E 100 080 007

FAKULTAS GEOGRAFI

(2)
(3)

iii 

 

in Ngargoyoso Sub Distric, Karanganyar Distric

by

Ongky Dri Hastanto1 and Ir. H. Taryono, M.Si2 1

Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah surakarta 2

Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta

ABSTRACT

The study, entitled “ Land Suitability for Apple Crops in Ngargoyoso Sub District, Karanganyar District” aims to determine the suitability of land as well as the limiting factor to the suitability of land for maize in the study area.

The research method used was a survey. Stipulation to cpture data and soil samples determined by stratified random samling. Samplng points is drainage, effectife soil depth, slope, surface rock, rock outcrops, erosion apperance. Secondary data include rainfall, land use, population. Laboratory analysis data include soil tekstur, KTK, soil pH, totoal N, P2O5, K2O, and salinity.

Processing data by matching the comparasion betwen guideline reqruitments for land suitability clasess with characteristics of maize land in the study area.

Results from this research that, of the 10 land units in the study area has one land suitability clasess, namely the class S2 : Pretty As ( Moderatly Suitable) spread on one unit namely V3 III AdC Swh. In this class there is a sub-class S2, n, s, e. S3 clasess : Under Marginal (Marginal Suitable) spread on seven land units are V3 IV AdC Kbc, V3 II AdC Swh, V1 II LatC Swh, V1 II LatC Kbc, V2 III LatC Swh, V2 IV LatC Kbc, V3 III AdC Kbc. In this class there is a sub-class of S3, n, S3, n, S3, n, S3, r, S3, n, S3, n, S3, n. And N1 clasess : ( CurrentlyNot Suitable) spread on two land units are V2 III LatC Kbc, V2 II LatC Kbc. In this class there is a sub-class of N1, s, N1, s.

As the final results of this study, the suitability of the land in the study area are presented in a land suitability map Ngargoyoso Karanganyar district.

(4)

iv 

 

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul “Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar”, bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan serta faktor-faktor pembatas terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman apel didaerah penelitian.

Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penetapan lokasi untuk pengambilan data maupun sampel tanah ditentikan dengan cara stratified random

sampling. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan peta satuan lahan.

Data-ddata yang digunakan yaitu data primer meliputi drainase tanah, kedalaman efektif tanah, lereng, batuan permukaan, singkapan batuan, dan kenampakan erosi. Data sekunder meliputi curah hujan, penggunaan lahan dan kependudukan. Data analisis laboratorium meliputi, tekstur tanah, KTK, pH tanah, N total, P2O5, K2O, pedoman persyaratan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman apel dengan karakteristik lahan yang ada di daerah penelitian.

Hasil dari penelitian ini yaitu, dari 10 satuan lahan pada daerah penelitian memiliki tiga kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 : (Moderatly Suitable) yang tersebar pada satu satuan lahan yaitu, V3 III AdC Swh. Pada kelas ini terdapat sub kelas, S2, n, s, e. Kemudian Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginal Suitable) yang tersebar di tujuh satuan lahan yaitu, V3 IV AdC Kbc, V3 II AdC Swh, V1 II LatC Swh, V1 II LatC Kbc, V2 III LatC Swh, V2 IV LatC Kbc, V3 III AdC Kbc. Pada kelas ini terdapat sub kelas, S3, n, S3, n, S3, n, S3, r, S3, n, S3, n, S3, n. Dan Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently not Suitable) yang tersebar di dua satuan lahan yaitu, V2 III LatC Kbc, V2 II LatC Kbc. Pada kelas ini terdapat sub kelas, N1, s, N1, s.

Sebagai hasil akhir, kesesuaian lahan di daerah penelitian disajikan dalam peta kesesuaian lahan untuk tanaman apel di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

(5)

1 Pendahuluan

Lahan adalah suatu luasan di permukaan bumi dengan sifat-sifat tertentu yang meliputi biosfer, atmosfer, tanah, lapisan geologi, hidrologi, serta hasil kegiatan manusia masa lalu, sekarang sampai pada tingkat tertentu mempunyai pengaruh yang berarti terhadap penggunaan lahan oleh manusia kini dan manusia masa datang (FAO, 1976 dalam Budiyantoro, 1992). Selanjutnya pada perencanaan penggunaan lahan pertanian harus dilakukan proses penaksiran potensi lahan untuk tujuan penelitian, yang meliputi interpretasi dan survei bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim dan aspek-aspek lainya, sampai tingkatan mengidentifikasi dan membuat perbandingan jenis tanaman yang diperbolehkannya.

Survey tanah adalah suatu cara atau metode untuk mengevaluasi lahan guna mendapatkan data langsung dari lapangan. Kegiatan servey terdiri dari kegiatan lapangan, membuat analisis data, interpretasi terhadap tujuan dan membuat laporan survey. Survey tanah menurut merupakan pekerjaan pengumpulan data kimia, fisik dan biologi di lapangan maupun di laboratorium dengan tujuan pendugaan penggunaan lahan maupun khusus (Abdullah, 1993).

Wujud dari penggunaan lahan diantaranya untuk pertanian, pemukiman, industri maupun untuk sarana lain baik dalam ruang lingkup fisik maupun sosial ekonomi. Penggunaan lahan merupakan segala kegiatan manusia terhadap lahan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan hidupnya. Indonesia sebagai negara agraris dimana sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai orang yang berkecimpung dalam bidang pertanian, maka usaha usaha penggunaan lahan untuk keperluan produksi untuk pertanian harus di perhatikan secara seksama dalam mencapai produksi pertanian secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut yaitu peningkatan produksi pertanian, tanaman yang akan di usahakan pada suatu lahan harus disesuaikan dengan kelas kesesuaian lahanya. Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu (Sitorus, 1985). Suatu usaha pertanian syarat keberhasilanya sangat ditentukan oleh kesesuaian lahan yang menjadi media tanam.

Permasalahan yang dihadapi adalah sumber daya lahan bersifat terbatas, sedangkan kebutuhan manusia akan lahan semakin lama semakin bertambah seiring bertambah pesatnya jumlah penduduk. Kebutuhan lahan untuk non pertanian. Oleh sebab itu lahan harus dimanfaatkan secara maksimal dan dipergunakan secara optimal untuk memperoleh hasil baik yang menunjang kepada peningkatan kualitas kehidupan.

Dapat diketahui bahwa Kecamatan Ngargoyoso yang sebagian besar masyarakatnya mempunyai mata pencaharian di sektor pertanian adalah 28,55%, dan daerah tersebut merupakan daerah perkebunan dengan berbagai macam tanaman perkebunan, kemudian Pemerintah Kabupaten Karanganyar mulai mencoba dan mengembangkan tanaman apel dengan varietas manalagi dan

varietas ana di Kecamatan Ngargoyoso, mengingat daerah tersebut memiliki

(6)

2

2 Informasi klas kesesuaian lahan untuk perkebunan di Kecamatan Ngargoyoso masih sangat terbatas. Oleh karena itu penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman perkebunan di tempat ini perlu di lakukan, mengingat daerah ini memiliki lahan yang luas dan berpotensi untuk tanaman perkebunan. Dengan informasi kelas keseuaian lahan untuk tanaman perkebunan ini diharapkan dapat dilakukan alternatif manajemen praktis yang tepat, guna meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

Penggunaan lahan yang didiasarkan atas kepentingan pribadi tanpa memperlihatkan kesesuaian lahanya, apabila tidak di sertai usaha pelestarian sumber daya lahan akan mengakibatkan kemerosotan produktifitas lainya. Bila pengolahan lahan untuk pertanian tersebut dilakukan dengan baik, masa tanam yang benar, pemupukan yang teratur dan pengairan yang ukup maka hasil yang di peroleh akan maksimal sehingga taraf hidup dan tingkat perekonomian masyarakat petani akan meningkat.

Berdasarkan perumusan masalah, maka tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui kesesuaian lahan untuk tanaman apel di Kecamatan Ngargoyoso.

2. Mengetahui faktor-faktor pembatas lahan terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman apel di Kecamatan Ngargoyoso.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survey, hal yang dilakukan meliputi pengamatan, pengukuran, pencatatan secara sistematik terhadap berbagai kajian yang menjadi objek penelitian. Penetapan lokasi untuk pengambilan sampel tanah ditentukan dengan cara stratified random sampling. Pengolahan peta dilakukan dengan bantuan software GIS. Peta satuan lahan memiliki peran yang penting dalam penelitian ini. Untuk membuatnya diperlukan interpretasi peta topografi skala 1 : 70.000 dan peta geologi skala 1 : 100.000. Kedua peta tersebut untuk menghasilkan peta bentuk lahan. Peta tanah, peta bentuklahan, dan peta penggunaan lahan, dengan skala yang sama 1 : 70.000 dilakukan tumpang susun

(overlay) menggunakan program Arc View untuk mendapatkan peta satuan lahan.

Peta satuan lahan digunakan sebagai dasar untuk menentukan lokasi pengambilan sampel. Setiap satuan lahan diambil satu sampel yang mewakili satuan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan tiga data yaitu, data primer, data sekunder, dan data laboratorium. Data primer diperoleh dengan cara langsung terjun ke lapangan untuk memeperoleh data : drainase tanah, kedalaman efektif tanah, lereng, batuan dipermukaan, singkapan batuan, serta kenampakan erosi. Data sekunder meliputi : curah hujan, penggunaan lahan dan kependudukan. Data laboratorium meliputi : tekstur tanah, KTK, pH tanah, N total, P2O5, K2O, dan salinitas.

Pengolahan data dilakukan dengan perhitungan, klasifikasi dan analisa dat primer, data sekunder dan data laboratorium, kemudian dilakukan matching

(7)

3 klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman apel dalam penelitian ini mengguakan pedoman dari Djaenudin, et all, 2000. Disajikan dalam tabel 1. Berikut.

Tabel 1. Tabel Persyaratan Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel

No

Variabel – variabel yang dipakai Kesesuaian Lahan

Kesesuaian Lahan

S1 S2 S3 N1 N2

1.

Pengaruh temperature (t) - Temperatur tahunan

rata-rata (ºC)

16 – 22 22 – 24 24 – 27 13 - 16

>27 <13

-

2.

Ketersediaan air (w) - Jumlah Bulan Kering

(<60mm)

- Jumlah curah hujan tahunan rata-rata (mm)

1-7

1800 – 2200

7,1 – 8,0 dan 2

2200 – 2500 1600 - 1800

8,1 – 9,0

2500 - 3000

>9 >3000 < 1600 - - 3.

Kondisi perakaran (r) - Kelas drainase tanah

- Tekstur tanah (lapisan atas)

- Kedalaman efektif tanah (cm) Baik Gl lmp berpasir, Gl berdebu, Gl, Gl lp berdebu, Gl lempung, Debu. >60 Agak cepat Pasir bergeluh, Geluh berpasir, Lempung berpasir.

40 - 39

Agak terhambat, cepat

Lempung berat, Lempung

20 - 39

Sangat terhambat, terhambat Kerikil, pasir < 20 - - - 4.

Potensi hara (f) - KTK lapisan bawah (

me/100g) - pH lapisan atas

>Sedang

5,5 – 6,5

Rendah

6,1 – 7,5 5,4 – 5,0

Sanagat Rendah

7,6 – 8,0 4,9 – 4,0

-

8,1 – 8,5 < 4,0

-

> 95

5.

Ketersediaan unsur hara (n) - N total lapisan atas - P2O5 tersedia - K2O

>Sedang >Tinggi >Sedang Rendah Rendah Rendah Sanagat rendah Sangat rendah Sanagat rendah - - - - - - 6. Medan (S) - Lereng %

- Batuan permukaan % - Singkapan bantuan %

0 – 5 0 – 5 0

5 – 15 5 – 10 5 – 25

15 – 24 10 – 25 5 – 25

24 – 35 25 – 50 25 – 50

> 35 > 50 > 50

7.

Toksisitas (x)

- Salinitas (mm hos/cm) < 2 2 - 3 3 - 6 6 - 8 >8

8.

Erosi (e)

- Kenampakan erosi Tanpa Sedang Berat Sangat berat

St berat

(8)

4

4 Bentuklahan daerah penelitian

Berdasarkan pada peta Geologi lembar Ngargoyoso Skala 1 : 50.000 dan peta rupa bumi lembar Ngargoyoso Skala 1 : 50.000 daerah penelitian terletak pada daerah vulkan yang memiliki ekspresi topografi datar hingga bergelombang dengan batuan vulkanik kuarter muda dan vulkanik kuarter tua. Adapun pembagian bentuklahan didaerah penelitian diuraikan sebagai berikut.

1. Lereng bawah vulkan berbatuan kuarter muda tertoreh ringan. Bentuklahan ini memiliki topografi dataran dengan kemiringan lereng 2-7%, jenis tanah adalah latosol kecoklatan. Proses Geomorfologi yang bekerja pada bentuklahan ini adalah erosi percik, erosi lembar dan erosi parit.

2. Lereng tengah vulkan berbatuan muda tertoreh sedang. Bentuklahan ini memiliki topografi bergelombang dan kemiringan lereng 7-15 %, jenis tanah adalah andosol kecoklatan. Proses geomorfologi yang bekerja pada bentuklahan ini adalah erosi percik, erosi lembar dan erosi parit.

3. Lereng atas vulkan berbatuan kuarter tua tertoreh berat. Bentuklahan ini memiliki topografi bergelombang dan terjal dengan kemiringan lereng 15-30 %, jenis tanah adalah andosol kecoklatan. Proses geomorfologi yang bekerja pada

bentuklahan ini adalah erosi percik, erosi lembar, erosi parit dan longsoran.

Satuan lahan daerah penelitian

(9)

5

Dari hasil ovelay seperti yang disebutkan diatas, diperoleh bahwa Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar terdiri dari 21 satuan lahan. Dapat dilihat pada tabel 3. Berikut.

Tabel 3. Satuan Lahan Daerah Penelitian

No. Satuan Lahan Luas Persen (%)

1 V1 II LatC Kbc 11.820.320 19,61

2 V1 II LatC Pmk 6.639.973 11,01

3 V1 II LatC Swh 4.156.981 6,89

4 V2 III LatC Htn 245.777 0,40

5 V2 IV LatC Htn 2.632.592 4,36

6 V2 II LatC Kbc 592.571 0,98

7 V2 III LatC Kbc 9.799.577 16,26

8 V2 IV LatC Kbc 1.046.331 1,73

9 V2 III LatC Pmk 2.868.044 4,75

10 V2 IV LatC Pmk 34.464 0,05

11 V2 III LatC Swh 621.414 1,03

12 V3 III AndC Htn 2.586.309 4,29

13 V3 IV AndC Htn 7.317.471 12,14

14 V3 II AndC Htn 94.637 0,15

15 V3 III AndC Kbc 3.904.933 6,48

16 V3 IV AndC Kbc 3.521.896 5,84

17 V3 II AndC Pmk 146.339 0,24

18 V3 III AndC Pmk 1.055.133 1,75

19 V3 IV AndC Pmk 321.284 0,53

20 V3 II AndC Swh 545.376 0,90

21 V3 III AndC Swh 309.259 0,51

Total 60.260.681 100

Sumber : Penulis berdasarkan hasil perhitungan software Arc View GIS, 2012 Dari 21 satuan lahan yang ada pada

daerah penelitian hanya 10 satuan lahan yang digunakan untuk

(10)

6

6 permukiman tidak mungkin bisa

dipergunakan untuk budidaya pertanian apel, kemudian lima satuan lahan dengan penggunaan lahan hutan juga tidak diambil sampel karena hutan tidak memungkinkan untuk di jadikan area pertanian karena letak topografi hutan di Kecamatan Ngargoyoso sangat curam. Sepuluh satuan lahan tersebut adalah V1 II LatC Kbc, V1 II LatC

Swh, V2 II LatC Kbc, V2 III LatC Kbc, V2 IV LatC Kbc, V2 III LatC Swh, V3 III AndC Kbc, V3 IV AndC Kbc, V3 II AndC Swh, V3 III AndC Swh. Untuk lebih jelsnya, sebaran satun lahan pada daerah penelitian dapat disajikan pada gambar 1. Peta Satuan Lahan Kecamatan

Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

Karakteristik dan Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel di Daerah Penelitian

(11)

7 Tabel 4. Karakteristik Satuan Lahan didaerah Penelitian

No. Satuan Lahan Karakteristik Lahan Pengaruh Temperatu r (t) Ketersedian Air (w) Kondisi Perakaran (r) Potensi Hara (f)

Ketersediaan Unsur Hara (n) Medan (s) Toksisit as (x) Erosi (e) Temperatur Tahunan Rata –rata

(0C)

Jumlah Bulan Kering Curah Hujan Tahunan Rata-Rata (mm) Drainase Tanah Tekstur Tanah Kedalaman efektif tahan (cm) KTK (me /100gr) pH tanah N Total (%) P2O5

(ppm) K2O

(me /100gr) Leren g (%) Batuan Permuk aan (%) Singkap an batuan (%) Salinitas (mm hos/cm) Kenmapakan Erosi (e) 1

V3 IV AdC Kbc

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

Berpasir 220 24.40 6.08 0.18 6.38 0.48 8 7 2 0.63 Sedang

2

V3 II AdC Swh

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

Liat Berpasir 300

26.80 5.68 0.18 10.56 0.12 4 3 5 0.40 Tanpa

3

V3 III AdC Swh

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

Liat Berpasir 270

26.40 6.05 0.22 11.22 0.59 12 3 3 0.30 Sedang

4

V1 II LatC Swh

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

Berliat

200

24.00 6.15 0.13 15.18 0.17 2 4 5 1.02 Tanpa

5

V1 II LatC Kbc

15,32 2,6 1.932,9

Agak

Cepat Lempung 500 26.80 5.76 0.31 12.32 0.43 16 5 4 0.24 Sedang

6

V2 III LatC Kbc

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

berpasir 500 23.00 6.15 0.11 9.68 0.13 70 5 3 0.30 Sedang

7

V2 III LatC Swh

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

berpasir 150 22.40 6.40 0.13 15.18 0.19 4 3 5 0.61 Tanpa

8

V2 II LatC Kbc

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

berpasir 150 27.20 5.46 0.36 12.98 0.12 38 5 5 0.28 Sedang

9

V2 IV LatC Kbc

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

berpasir 300 26.40 5.90 0.19 12.32 0.19 16 4 4 0.25 Sedang

10

V3 III AdC Kbc

15,32 2,6 1.932,9 Baik

Lempung

berpasir 250 22.40 5.52 0.30 8.36 0.17 30 5 5 0,31 Sedang

(12)

8

8 Tabel 5. Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel di Daerah Penelitian

No. Satuan Lahan Karakteristik Lahan Kelas Kesesuaian Lahan Pengaruh Temperatu r (t) Ketersedian Air (w) Kondisi Perakaran (r) Potensi Hara (f)

Ketersediaan Unsur Hara (n) Medan (s) Toksisit as (x) Erosi (e) Temperatur Tahunan Rata –rata

(0C)

Jumlah Bulan Kering Curah Hujan Tahunan Rata-Rata (mm) Drainase Tanah Tekstur Tanah Kedalaman efektif tahan (cm) KTK (me /100gr) pH tanah N Total (%) P2O5

(ppm) K2O

(me /100gr) Lereng (%) Batuan Permuk aan (%) Singk apan batuan (%) Salinitas (mm hos/cm) Kenmapakan Erosi (e) 1

V3 IV AdC Kbc

S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S2 S3 S1 S2 S2 S2 S1 S2 S3, n

2 V3 II AdC Swh

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S2 S3 S1 S1 S2 S1 S1

S3, n

3 V3 III AdC Swh

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S1 S2 S1 S2 S1 S2

S2, n, s, e

4 V1 II LatC Swh

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S2 S2 S3 S1 S1 S2 S1 S1

S3, n

5 V1 II LatC Kbc

S1 S1 S1 S2 S3 S1 S1 S1 S1 S2 S1 S2 S1 S2 S1 S2

S3,r

6 V2 III LatC Kbc

S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S2 S2 S3 S3 N1 S1 S2 S1 S2

N1, s

7

V2 III LatC Swh

S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S2 S2 S2 S3 S1 S1 S2 S1 S1

S3, n

8

V2 II LatC Kbc

S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S2 S3 N1 S1 S2 S1 S2

N1, s

9 V2 IV LatC Kbc

S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S2 S2 S3 S2 S1 S2 S1 S2

S3, n

10

V3 III AdC Kbc S1 S1 S1 S1 S2

S1 S1 S1 S1 S3 S3 S3 S1 S2 S1 S2

S3, n

Sumber : Penulis, 2013

(13)

9 Hasil Dan Pembahasan

Dengan melihat kelas kesesuaian lahan untuk tanaman apel didaerah penelitian yang disajikan pada tabel 4 diatas, maka daerah penelitian memiliki kelas kesesuaian, yaitu kesesuaian lahan pada tingkat kelas dan kesesuaian lahan pada tingkat sub kelas.

1. Kesesuaian lahan pada tingkat kelas

Daerah penelitian memiliki tiga kelas kesesuaian

lahan yaitu kelas S2 :

(Moderatly Suitable) yang

tersebar pada satu satuan lahan yaitu, V3 III AdC Swh. Kemudian Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginal Suitable)

yang tersebar di tujuh satuan lahan yaitu, V3 IV AdC Kbc, V3 II AdC Swh, V1 II LatC Swh, V1 II LatC Kbc, V2 III LatC Swh, V2 IV LatC Kbc, V3 III AdC Kbc. Dan Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently

not Suitable) yang tersebar di

dua satuan lahan yaitu, V2 III LatC Kbc, V2 II LatC Kbc.

2. Kesesuaian lahan pada tingkat sub-kelas dan faktor pembatasnya

Sub kelas kesesuaian lahan mencerminkan jenis pembatas atau macam perbaikan yang diperlukan dalam suatu kelas. Faktor pembatas ditunjukan dengan simbol :

- t : pengaruh temperatur

- w : ketersediaan air

- r : kondisi perakaran

- f : potensi hara

- n : ketersediaan unsur hara

- x : toksisitas

- s : medan

- e : erosi

Hasil dari penelitian

Hasil dari penelitian ini yaitu, dari 10 satuan lahan pada daerah penelitian memiliki tiga kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 :

(Moderatly Suitable) seluas 0,85%,

yang tersebar pada satu satuan lahan yaitu, V3 III AdC Swh. Pada kelas ini terdapat sub kelas, S2, n, s, e. Kemudian Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginal Suitable) seluas 28,61%, yang tersebar di tujuh satuan lahan yaitu, V3 IV AdC Kbc, V3 II AdC Swh, V1 II LatC Swh, V1 II LatC Kbc, V2 III LatC Swh, V2 IV LatC Kbc, V3 III AdC Kbc. Pada kelas ini terdapat sub kelas, S3, n, S3, n, S3, n, S3, r, S3, n, S3, n, S3, n. Dan Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently not Suitable)

(14)

10

10 Tabel 6. Sub kelas, Faktor Pembatas dan Persebaran Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel

No Satuan Lahan Sub

Kelas Faktor Pembatas Daerah Persebaran Luas (Ha)

1. V3 IV AdC Kbc

S3, n

P2O5 Desa Berjo, Desa Segorogunung. 3.521.896

2. V3 II AdC Swh

S3, n

K2O Desa Puntukerjo, Desa Berjo 545.376

3. V3 III AdC Swh

S2, n,

s, e P2O5, Lereng, Singkapan batuan,

Kenampakan erosi Desa berjo 309.259

4. V1 II LatC Swh

S3, n

K2O

Desa Puntukerjo, Desa Dukuh, Desa Nglegok, Desa

Jatirejo, Desa Girimulyo, Desa Ngargoyoso, Desa

Kemuning, Desa Berjo.

4.156.981

5. V1 II LatC Kbc

S3, r Tekstur tanah

Desa Dukuh, Desa Jatirejo, Desa Ngargoyoso, Desa

Kemuning, Desa Nglegok, Desa Puntukerjo, Desa

Segorogunung

11.820.320

6. V2 III LatC Kbc

N1,s

Lereng Desa Ngargoyoso, Desa Kemuning, Desa Nglegok, Desa

Girimulyo, Desa Segorogunung 9.799.577

7. V2 III LatC

Swh S3, n K2O

Desa Ngargoyoso, Desa Kemuning, Desa Girimulyo, Desa

Nglegok 621.414

8. V2 II LatC Kbc

N1, s

Lereng Desa Segorogunung 592.571

9. V2 IV LatC Kbc

S3, n K2O Desa Segorogunung, Desa Girimulyo 1.046.331

10. V3 III AdC Kbc

S3, n

K2O Desa Berjo, Desa Segorogunung, Desa Girimulyo 3.904.933

(15)

11 Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

1. Daerah penelitian mempunyai satu kelas kesesuaian lahan, yaitu kelas S2 :

(Moderatly Suitable) seluas 0,85%, yang tersebar pada satu satuan lahan

yaitu, V3 III AdC Swh. Pada kelas ini terdapat sub kelas, S2, n, s, e. Kemudian Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginal Suitable) seluas 70,53%, yang tersebar di tujuh satuan lahan yaitu, V3 IV AdC Kbc, V3 II AdC Swh, V1 II LatC Swh, V1 II LatC Kbc, V2 III LatC Swh, V2 IV LatC Kbc, V3 III AdC Kbc. Pada kelas ini terdapat sub kelas, S3, n, S3, n, S3, n, S3, r, S3, n, S3, n, S3, n. Dan Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini

(Currently not Suitable) seluas 28,61%, yang tersebar di dua satuan lahan

yaitu, V2 III LatC Kbc, V2 II LatC Kbc. Pada kelas ini terdapat sub kelas, N1, s, N1, s.

2. Faktor pembatas terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman apel didaerah penelitian yaitu pada, kelas S2 : Cukup Sesuai (Moderatly Suitable)

adalah, ketersediaan unsur hara, medan dan erosi. Pada kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginal Suitable) adalah, kondisi perakaran dan ketersediaan unsur hara. Pada kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently not

(16)

12

12 Saran

1. Pada satuan lahan dengan kelas keseuaian lahan Kelas S2 : (Moderatly

Suitable), mempunyai faktor pembatas yang agak berat sehingga

pemanfaatan untuk pertanian apel didaerah ini masih bisa dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor pembatasnya.

2. Pada satuan lahan dengan kelas keseuaian lahan Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginal Suitable), mempunyai faktor pembatas yang berat sehingga pemanfaatan untuk pertanian apel didaerah ini agak sulit dilakukan. Lahn bisa dibudidayakan untuk tanaman lain yang sesuai dengan karakteristik lahan tersebut.

3. Pada satuan lahan dengan kelas keseuaian lahan Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently not Suitable), mempunyai faktor pembatas yang sangat berat sehingga pemanfaatan untuk pertanian apel didaerah ini sulit dilakukan. Lahan bisa dibudidayakan untuk tanaman lain yang sesuai dengan karakteristik lahan tersebut.

4. Pada satuan lahan dengan faktor pembatas tekstur tanah, batuan dipermukaan dan singkapan batuan, yang perlu diperhatikan adalah pengolahan lahan yang teratur. Pada satuan lahan dengan faktor pembatas lereng, diperlukan adanya terasiring pada lahan tersebut. Dan pada satuan lahan dengan faktor pembatas kenampakan erosi, diperlukan adanya galengan atau guludan pada tanah yang akan diolah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah T. S. 1993. Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Jakarta.

Agroklimat Tim PPT. 1993. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan. Bogor. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat

Biro Pusat Statistik. 2011. Kecamatan Ngargoyoso Dalam Angka 2011. Karanganyar. BPS Karanganyar

Bintarto R dan Surastopo Hadi Sumarno 1977 Metode Analisa Geografi.

Jakarta: LP3ES

Deni Irawan. 2007. Potensi Pengembangan Tanaman Apel (MalusSylvestris

Mill) Berdasarkan Aspek Agroklimat di Jawa Timur. Skripsi.

(17)

13 Dwi Nur Rachmawati. 2003. Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi Sawah Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Skripsi : Fakultas Geografi UMS

Djauhari Nor. 2006. Geologi Lingkungan. Yogyakarta : Graham Ilmu

Djaenudin D, Marwan H, Subagyo H, Mulyani A, dan Suharta N. 2000. Kriteria Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Pertanian Pusat Penelitian Tanah dan Pengembangan agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian Bogor.

Eko Budiyanto. 2007. Menggunakan Arc View GIS. Buku Umum. Surabaya : Penerbit ANDI.

Fakultas Geografi. 2010. Buku petunjuk penyusunan skripsi fakultas geografi.

UMS. Surakarta : Fakultas Geografi UMS

FAO. 1976. Guidelines for Soil Profiles Description. New York : Soil Survey Fertility Branch Land Water Devision.

Hadi Sabari Yunus. 2010. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta : PUSTAKA PELAJAR

Imam Suwadji. 2010. Persebaran Tingkat Erosi Tanah di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Skripsi. Surakarta : Fakultas Geografi UMS

Jamulyo dan Suratman Woro. 1993. Pengantar Geografi Tanah. Diktat

Kuliah. Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM

Kecamatan Ngargoyoso. 20011. Monografi Kecamatan Ngargoyoso 2011. Karanganyar. Kecamatan Karanganyar

Komaruddin, MR 1998. Pewilayahan Tanaman Mangga dan Jambu Mete di Sulawesi Tenggara. Skripsi. Bogor : Geofisika dan Meteorologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IPB

Novita Hastutik. 2000. Evaluasi Lahan Untuk Kesesuaian Tanaman Padi di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Skripsi. Surakarta : Fakultas Geografi UMS

(18)

14

14 Sitanala Arsyad. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Bandung : Intitut

Pertanian Bogor, Press.

Santun Sitorus. 1985. Evaluasi Sumber daya Lahan. Bandung : Tarsito.

Suhardjo. 1985. Pengaruh Umur Petik dan Penyimpanan Suhu Ruang Terhadap Sifat-sifat Buah Apel “Malang” (Malus Sylvestris cv.

Rome Beauty). Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor

Suharjo. 1996. Geomorfologi Dasar. Diktat Kuliah. Fakultas Geografi UMS Sarwono Hardjowigono Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan

Perencanaan tata Guna Lahan. Diktat Kuliah. Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM

Taryono. 1997. Evaluasi Sumber daya lahan. Diklat Kuliah. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Verstappen H.Th. 1983. Applied Geomorphology Geomorphological Surveys

for Environmental Development. Elsevier : Amsterdam

Yuli Priyana. 1998. Meteorologi dan Klimatologi.Diklat Kuliah. Surakarta : Fakultas Geografi UMS

Zuidam. R. R. Van. 1983. Guide to Geomorphological Aerial Photographic

Gambar

Tabel 3. Satuan Lahan Daerah Penelitian
Tabel 4. Karakteristik Satuan Lahan didaerah Penelitian
Tabel 5. Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel di Daerah Penelitian
Tabel 6. Sub kelas, Faktor Pembatas dan Persebaran Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Apel

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan Konsentrasi Sukrosa dan Starter terhadap Kualitas Water Kefir Sari Buah Sirsak (Annona muricata L.) ” dapat terselesaikan dengan baik.. Skripsi ini diajukan

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dan menguji secara empiris pengaruh opini auditor yang merupakan faktor eksternal, dan pertumbuhan penjualan yang

Thomas 2 Medan – Sumatera Utara 2008 – 2011. Universitas Universitas Sumatera Utara 2011 –

Pelaksanaan Perkuliahaan Semester Genap TA 2014/2015 di Fakultas Teknik UNSRI Kampus lnderalaya yang berlangsung mulai tanggal 12 Januari 2015 Sampai Dengan 24

Gejala: daun mengalami klorosis di bagian dasar daun muda pada bagian batang yang mengalami pemanjangan, atau pada fase pertengahan pertumbuhan anakan, muncul warna coklat pada

Menurut Wibowo (2010), semakin cepat umur berbunga dari suatu genotipe maka menyebabkan umur panen akan lebih genjah. Jagung calon hibrida mempunyai umur berbunga jantan

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus