• Tidak ada hasil yang ditemukan

Estimasi Mortalitas: Metode Brass

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Estimasi Mortalitas: Metode Brass"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Estimasi

Mortalitas:

Metode Brass

(2)

ESTIMASI MORTALITAS

Penentuan Level Kematian (Level Of Mortality), Tingkat Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) dan Harapan Hidup dilakukan dengan menggunakan beberapa metode.

A. Metode Brass

Data yang Diperlukan:

Rata-rata anak lahir hidup menurut umur ibu  (Pi)

Rata-rata anak masih hidup menurut umur ibu  (Si)

 Faktor Pengali dari Brass (Lampiran 1)

Tabel Assosiasi antara Level of Mortality dengan Jumlah Anak yang Berhasil Hidup (life table  lx)

(3)

Asumsi:

Tingkat fertilitas dianggap konstan pada tahun-tahun terakhir.

Tingkat mortalitas bayi dan anak konstan pada tahun-tahun terakhir.

Pola mortalitas bayi dan anak mengikuti model tertentu dari life table.

Brass mengembangkan metode pengukuran kematian bayi (infant mortality rate/IMR) dan kematian anak (child mortality rate/CMR)

berdasarkan data mengenai jumlah anak lahir hidup (ALH) dan anak masih hidup (AMH).

Pada data sensus dan survei secara nasional tidak dipisahkan menurut jenis kelamin sehingga untuk

mengetahui IMR maupun CMR menurut jenis kelamin digunakan sex ratio at birth sehingga kurang akurat apabila dibandingkan jika dihitung secara langsung dari metode yang bersangkutan.

(4)

Contoh perhitungan estimasi IMR menggunakan metode yang dikembangkan oleh Brass, untuk data Survei

Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995 Provinsi Bali (Desa + Kota)

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

Referensi

Dokumen terkait

Harapan hidup , menurut Cohen angka kematian bayi pada kelas-kelas bawah lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian bayi kelas menengah dan atas.. Angka

menggunakan metode OLS, menunjukkan pengaruh variable Indeks Kematian Bayi (IKB), Indeks Harapan Hidup (IHH) dan Indeks Melek Huruf (IndeksMH) secara bersama-sama

rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. • Angka Harapan Hidup pada suatu

yaitu jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 28 hari yang dicatat selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang

Begitu pula dengan angka kematian bayi menurun dari 68 menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup pada periode yang sama.. Angka kematian neonatal juga menurun walaupun relatif lebih

menggunakan metode OLS, menunjukkan pengaruh variable Indeks Kematian Bayi (IKB), Indeks Harapan Hidup (IHH) dan Indeks Melek Huruf (IndeksMH) secara bersama-sama

Walaupun tingkat PDRB Kota Padang terus meningkat, Angka Melek Huruf dan Angka Harapan Hidup di Kota Padang juga Meningkat, sedangkan Angka Kematian Bayi terus

Pada semua lini, seperti Tingkat Kemiskinan, Garis Kemiskinan, Gini Ratio, Jumlah Penduduk Miskin, Tingkat Pengangguran, APM, APK, Usia harapan hidup, angka kematian bayi, dan angka