Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek Instalasi Fire Sprinkler System PT. XYZ
Audi Pramudya1, Sutrisno 2, Gustiandikha Saputri3
1,2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia
*Koresponden email: 1 [email protected], 2 [email protected]
Diterima: 31 Maret 2023 Disetujui: 9 April 2023
Abstract
A project cannot be separated from risks that may be experienced and are not expected. Most of these are unavoidable and predictable. However, theoretically, it can be managed as a risk-management activity to minimize the negative impact. The purpose of this study was to analyze and identify the risks that may occur in a fire sprinkler system installation project at PT. XYZ. This study used a qualitative descriptive research technique with the approach of severity index and probability impact matrix in the analysis of questionnaire data distributed through purposive sampling of respondents. After carrying out the risk identification stage, there were eight risk variables with 54 risk indicators that were relevant to the installation project. The risk variables were the major risk variables, project risk variables, contractual risk variables, workforce risk variables, equipment risk variables, material risk variables, financial risk variables, and management risk variables. The results of risk identification were then analyzed and evaluated through the severity index and probability impact matrix approaches to obtain information, including: 39 risks categorized as moderate risk, 10 risks categorized as low risk and 5 risks categorized as high risk.
Keywords: risk, project risk management, risk analysis, severity index
Abstrak
Suatu proyek tidak dapat terlepas dari risiko-risiko yang memungkinkan untuk dialami dan bersifat tidak diharapkan. Risiko tersebut kebanyakan tidak dapat dihindari dan diprediksi. Namun, secara teoritis dapat dikelola dalam sebuah aktivitas manajemen risiko untuk memperkecil dampak negatifnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengidentifikasi risiko-risiko yang memungkinkan terjadi pada proyek instalasi fire sprinkler system di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif- deskriptif dengan pendekatan severity index dan probability impact matrix pada analisis data kuesioner yang disebar melalui responden yang bersifat purposive sampling. Setelah dilakukan tahap identifikasi risiko, diketahui ada 8 variabel risiko dengan 54 indikator risiko yang relevan dengan proyek instalasi tersebut. Adapun variabel risiko ini, yaitu: variabel risiko force majeure, variabel risiko proyek, variabel risiko kontraktual, variabel risiko tenaga kerja, variabel risiko peralatan, variabel risiko material, variabel risiko keuangan, dan variabel risiko manajemen. Hasil identifikasi risiko lalu dianalisis dan dievaluasi melalui pendekatan severity index dan probability impact matrix diperoleh informasi, antara lain: 39 risiko berkategori risiko sedang, 10 risiko berkategori risiko rendah dan 5 risiko berkategori risiko tinggi.
Kata Kunci: risiko, manajemen risiko proyek, analisis risiko, severity index
1. Pendahuluan
Proyek konstruksi memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebanyakan operasi bisnis pada umumnya. Karakteristik yang menonjol dari proyek adalah keunikan, adanya triple constraint (waktu, biaya, dan mutu), serta aktivitasnya yang sementara dan berkembang. Sehingga memiliki kompleksitas yang berbeda pula dan sering kali menimbulkan adanya risiko serta ketidakpastian dalam kegiatannya.
Peran dari adanya manajemen dalam suatu proyek tidak semata berfokus pada jadwal dan biaya saja, ruang lingkup lain yang dibahas adalah manajemen risiko dalam proyek [1]. Risiko dalam suatu proyek dapat diartikan sebagai kemungkinan atau probabilitas terjadinya peristiwa tidak diharapkan yang dapat mendatangkan keparahan, kerusakan atau kerugian dalam tingkat tertentu [2]. Maka diperlukan pula aktivitas manajemen risiko dalam suatu manajemen proyek.
Manajemen risiko proyek merupakan aktivitas manajemen proyek yang mengidentifikasi secara sistematis jenis, jumlah, dan sumber timbulnya risiko selama siklus proyek, serta menyiapkan tanggapan yang tepat untuk menghadapi risiko tersebut [3]. Tujuan dari aktivitas manajemen risiko proyek berkaitan dengan tindakan preventif dan mitigasi terjadinya peristiwa dengan dampak negatif sembari
mengoptimalkan terjadinya dan pemanfaatan peristiwa yang berdampak positif. Manajemen risiko jarang diterapkan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran di lapangan. Rekam jejak juga kecil saat menangani risiko dalam proyek, sehingga mempengaruhi tujuan proyek [4]. Secara umum, manajemen risiko proyek mencakup segala kegiatan yang bertujuan memaksimalkan peluang dan dampak peristiwa positif sembari meminimalkan kemungkinan dan dampak peristiwa negatif yang dapat terjadi dalam suatu proyek guna memenuhi tujuan proyek tersebut [5].
Risk identifications merupakan proses pendefinisian, penilaian, dan pengklasifikasian pentingnya risiko yang terkait dengan proyek serta keterkaitan yang ada di antara berbagai risiko tersebut [6]. Risk identifications menjadi tahapan yang sangat penting pada manajemen risiko proyek, mengingat tahapan lanjutan, seperti: analisis risiko dan respons risiko hanya dapat digunakan pada risiko-risiko yang sudah diidentifikasi. Sehingga akan berdampak pelaksanaan dan tercapainya tujuan suatu proyek. Risk identifications yang buruk mampu menyebabkan informasi yang dimiliki terkait risiko pada proyek sangat minim dan berujung pada ketidakpastian yang membawa kerugian.
Analisis dan evaluasi risiko dianggap sebagai prosedur yang melibatkan evaluasi kritis terhadap risiko prospektif yang diatur berdasarkan urgensi dan pengaruhnya sehingga memungkinkan tim manajemen untuk memilih risiko yang penting [7]. Pendekatan yang umum digunakan pada analisis dan evaluasi risiko secara luas adalah analisis risiko kualitatif dan analisis risiko kuantitatif. Pilihan metode pendekatan yang dipilih bergantung beberapa faktor yang biasa dipertimbangkan, seperti: jenis dan ukuran proyek, informasi yang tersedia, implikasi keuangan dan waktu yang tersedia, pengalaman para analis, tingkat inovasi dan tujuan akhir dari hasil [8].
Proyek instalasi fire sprinkler system pada gudang logistik PT. XYZ dikelola oleh 1 main-contractor dan 2 sub-contractor sebagai pelaksananya. Proyek instalasi tersebut dikerjakan pada area proyek gudang yang sudah selesai dibangun. Alhasil proses dan aktivitas proyek tidak sefleksibel dibanding instalasi berbarengan dengan pembangunan area proyek. Beberapa dampak dari kondisi ini adalah aktivitas dan kegiatan proyek bisa merusak atau mengotori fasilitas yang sudah dibangun, struktur dan akses lebih terbatas, dan memerlukan ketelitian yang tinggi. Selain itu, area workshop juga terletak di luar ruangan, sehingga jika terjadi hujan produktivitas kerja dapat terganggu. Mengingat rentang waktu pelaksanaan proyek masih dalam situasi musim hujan.
Berkaca pada uraian mengenai pentingnya manajemen proyek dan kondisi pada proyek instalasi fire sprinkler system PT. XYZ, maka peneliti memutuskan untuk melakukan analisis manajemen risiko pada proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan risiko-risiko apa saja yang ada serta menganalisis tingkat paparan dari risiko yang berhasil diidentifikasi. Sehingga risiko yang ada dapat ditangani dan dikelola dengan baik oleh manajemen.
Penelitian mengenai analisis manajemen risiko pada proyek telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Kusumadewi, dkk. menganalisis manajemen risiko pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung melalui sudut pandang kontraktor dengan teridentifikasi 8 risiko bersifat ekstrem dan 57 risiko bersifat tinggi dengan hasil nilai indeks risiko berkisar antara 0,205 – 0,659 [9]. Penelitian oleh Muhamad Afiq mengidentifikasi risiko pada proyek konstruksi asrama mahasiswa UIN Walisongo Semarang dengan teridentifikasi 37 risiko bersifat dominan yang memerlukan tindakan penanganan dengan 51 usulan tindakan untuk meminimalkan risiko perjanjian kontrak akibat perbedaan biaya, kualitas dan waktu [10].
Cahyo Dita Saputro menganalisis nilai risiko dan tingkat penerimaan risiko pada proyek gedung bertingkat dengan hasil teridentifikasi 44 risiko berkategori low, 43 risiko berkategori moderate dan 1 risiko berkategori high dengan tingkat penerimaan 44 risiko berkategori acceptable dan 44 risiko berkategori undesirable [11].
Penelitian oleh Maslina, dkk. yang menganalisis risiko proyek pembangunan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Samarinda agar proyek dapat segera terselesaikan mengidentifikasi 30 risiko berkategori tinggi, sedang dan rendah yang selanjutnya dilakukan tindakan mitigasi berupa 5 penanganan risiko dominan terhadap waktu dan 3 penanganan risiko dominan terhadap biaya [12]. Rahman dan Tjendani mengidentifikasi risiko dominan dan alokasinya dalam proyek pembangunan gedung highrise building di Yogyakarta dengan hasil identifikasi diperoleh 6 risiko dominan terjadi dari 27 risiko dengan pengalokasian dalam persentase 11% risiko ditujukan kepada owner, 63% risiko ditujukan kepada kontraktor dan 26% risiko ditujukan kepada sama-sama (shared) [13].
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan model penelitian kualitatif – deskriptif guna mengidentifikasi dan menganalisis adanya risiko pada proyek pemasangan fire sprinkler system pada PT.
XYZ. Lokasi dari proyek PT. XYZ sebagai subjek penelitian manajemen risiko ini terletak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sumber data dari penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu: data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kegiatan wawancara, observasi langsung, dan brainstorming dengan pihak penanggung jawab proyek secara langsung. Data primer yang didalami berkaitan dengan, jadwal proyek, aktivitas proyek, fasilitas proyek, kendala pelaksanaan, dan lainnya. Adapun data sekunder yang bersumber dari literatur terkait teori dan penelitian terbaru terkait manajemen risiko berguna sebagai acuan garis besar dari penelitian yang akan dilaksanakan.
Teknik pengolahan dan analisis data yang diimplementasikan pada penelitian ini, di antaranya adalah:
a. Risk Identifications
Risk identification berfungsi sebagai tahap awal penunjang tahapan risk analysis memiliki cara kerja berorientasi pada pemenuhan informasi krusial dari proyek. Informasi ini dapat berupa data masukan yang terbaik dan paling penting, dan informasi yang mendalam tentang relevansi proses pada proyek. Selain itu, informasi yang ada pada tahap ini biasanya juga mampu menjadi sinyal bagi para stakeholder [14].
b. Severity Index
Severity index adalah teknik yang digunakan dalam perhitungan nilai probabilitas dan juga dampaknya yang dihitung berdasarkan jawaban responden. Metode ini lebih baik digunakan dibandingkan dengan menggunakan nilai mean dan metode variance karena hasil perhitungannya lebih akurat dan konsisten terhadap jawaban dari responden [15]. Adapun rumus yang dipakai pada perhitungan severity index adalah sebagai berikut.
𝑆𝐼 =∑4𝑖=0𝑎𝑖.𝑥𝑖
4 ∑4𝑖=0𝑥𝑖 (1)
Keterangan:
𝑎𝑖 : Pembobotan yang diberikan pada nilai skala i, dimana nilainya adalah 𝑎0= 0, 𝑎1= 1, 𝑎2= 2, 𝑎3= 3, dan 𝑎4= 4
𝑥𝑖 : Frekuensi jawaban responden terhadap nilai skala i 𝑖 : Nilai skala 0, 1, 2, 3, 4
c. Probability Impact Matrix
Probability impact matrix adalah jaringan untuk memetakan probabilitas setiap kejadian risiko dan dampaknya terhadap tujuan proyek jika risiko itu terjadi [16]. Pada penelitian ini, nilai probabilitas dan dampaknya diperoleh dari hasil perhitungan severity index. Rumus perhitungan dari probability impact matrix ini yaitu:
𝑅 = 𝑃 × 𝐼 (2)
Pada Gambar 1 ditampilkan flow chart yang berisi ringkasan dari langkah-langkah yang ditempuh pada penelitian ini.
Gambar 1. Flow Chart Penelitian
3. Hasil dan Pembahasan 3.1 Identifikasi Risiko
Proses identifikasi risiko dari proyek instalasi fire sprinkler system pada PT. XYZ diawali oleh tahapan brainstorming, wawancara, dan observasi lapangan. Hasil risiko yang sudah teridentifikasi lalu divalidasi kembali melalui kuesioner pendahuluan kepada responden yang sudah dipilih secara purposive sampling. Hasilnya teridentifikasi sebanyak 8 variabel risiko dengan total 54 indikator risiko. Variabel risiko ini terdiri dari risiko force majeure, risiko proyek, risiko kontraktual, risiko tenaga kerja, risiko peralatan, risiko material, risiko keuangan, dan risiko manajemen. Adapun rincian dari identifikasi risiko ini lebih lengkapnya ditampilkan pada Tabel 1 variabel dan indikator risiko.
Tabel 1. Variabel dan Indikator Risiko
Kode Variabel Risiko
A Risiko Force Majeure
A1 Turunnya hujan lebat yang menghambat proses fabrikasi A2 Kebakaran besar
A3 Bencana alam B Risiko Proyek
B1 Kondisi desain dan area proyek pada instalasi yang sudah jadi tidak optimal B2 Proses perencanaan kurang optimal
B3 Mutu instalasi tidak sesuai target spesifikasi teknis
B4 Mutu pekerjaan wielding tidak sesuai target spesifikasi teknis B5 Mutu hydrotest tidak sesuai target spesifikasi teknis
B6 Kerusakan instalasi awal akibat aktivitas proyek B7 Kebersihan dan kerapihan area proyek tidak terjaga B8 Penanganan limbah B3 tidak maksimal
B9 Persiapan proyek setelah libur hari Raya berjalan lambat B10 Metode crashing proyek tidak berjalan lancar
B11 Perubahan target waktu penyelesaian proyek B12 Kesalahan proses kalibrasi dan perhitungan B13 Terjadinya kecelakaan kerja ekstrem B14 Terjadinya kecelakaan kerja mayor B15 Terjadinya kecelakaan kerja moderat B16 Terjadinya kecelakaan kerja minor
C Risiko Kontraktual C1 Pemutusan kerja sepihak
Kode Variabel Risiko
C2 Konflik antara owner, main contractor, dan sub contractor C3 Pasal dalam kontrak bias dan berat sebelah
C4 Pelanggaran pasal dalam kontraktor C5 Administrasi dokumen tidak lengkap
C6 Ketidaksesuaian biaya penalty dengan kontrak C7 Change order tanpa kejelasan
C8 Keterlambatan waktu selesai proyek D Risiko Tenaga Kerja
D1 Produktivitas tidak sesuai target D2 Kekurangan tenaga kerja D3 Tenaga kerja kurang disiplin
D4 Tenaga kerja melakukan tindakan kriminal
D5 Kekurangan pekerja dengan lisensi untuk pekerjaan panas dan ketinggian D6 Pelanggaran SOP Kerja
D7 Keterlambatan datangnya pekerja setelah libur Hari Raya D8 Kelelahan akibat proses crashing durasi proyek
D9 Kondisi pekerja tidak fit akibat cuaca ekstrem E Risiko Peralatan
E1 Kerusakan dan kehilangan peralatan E2 Keterlambatan pengadaan peralatan E3 Sumber tenaga listrik bermasalah E4 Penanganan peralatan kurang baik
E5 Kegiatan inspeksi peralatan tidak berjalan efektif E6 Produktivitas dan keandalan peralatan rendah
F Risiko Material
F1 Keterlambatan proses indent material F2 Penanganan material kurang baik F3 Kerusakan dan hilangnya material
F4 Mutu material tidak sesuai target spesifikasi teknis G Risiko Keuangan
G1 Keterlambatan pencairan dana operasional G2 Estimasi anggaran yang tidak akurat
G3 Terjadinya risiko yang tidak ditanggung asuransi H Risiko Manajemen
H1 Minimnya pengadaan fasilitas umum untuk pekerja H2 Dokumentasi berkas proyek kurang baik
H3 Kegiatan monitoring tidak maksimal H4 Rendahnya komunikasi dan koordinasi H5 Jumlah pengawas kurang
Sumber: Data Penelitian, 2023
Dari data risiko yang ditampilkan pada Tabel 1 diketahui variabel risiko dengan indikator terbanyak adalah risiko proyek sebanyak 16 indikator risiko. Variabel ini berkaitan dengan proses dan teknis pelaksanaan serta mutu proyek yang akan dicapai. Risiko pada variabel ini cukup banyak dikarenakan proses kerjanya melibatkan pekerjaan dengan izin khusus, seperti: pekerjaan ketinggian dan pekerjaan panas. Variabel lainnya yang memiliki indikator terbanyak adalah variabel risiko tenaga kerja sebanyak 9 indikator risiko yang berbeda tipis dengan variabel risiko kontraktual dengan 8 indikator risiko. Sedangkan variabel dengan indikator paling sedikit adalah risiko force majeure dengan 3 indikator risiko.
3.2 Severity Index
Hasil variabel dan indikator risiko yang sudah diidentifikasi selanjutnya dianalisis dan dievaluasi melalui pendekatan severity index. Perhitungan severity index didasarkan pada jawaban dari responden berkaitan dengan kriteria kemungkinan dan dampak dari terjadinya sebuah risiko. Jawaban tersebut dihitung menggunakan rumus (1). Pada Tabel 2 disajikan hasil perhitungan severity index terhadap peluang terjadinya suatu risiko.
Tabel 2. Perhitungan severity index probabilitas risiko
Kode Variabel Risiko Probabilitas
Kategori SI (%) Nilai
A Risiko Force Majeure
A1 Turunnya hujan lebat yang menghambat proses
fabrikasi 90 5 Tinggi
A2 Kebakaran besar 10 1 Sangat Rendah
A3 Bencana alam 5 1 Sangat Rendah
B Risiko Proyek
B1 Kondisi desain dan area proyek pada instalasi yang
sudah jadi tidak optimal 50 3 Sedang
B2 Proses perencanaan kurang optimal 35 2 Rendah
B3 Mutu instalasi tidak sesuai target spesifikasi teknis 25 2 Rendah B4 Mutu pekerjaan wielding tidak sesuai target
spesifikasi teknis 15 2 Rendah
B5 Mutu hydrotest tidak sesuai target spesifikasi teknis 25 2 Rendah B6 Kerusakan instalasi awal akibat aktivitas proyek 25 2 Rendah B7 Kebersihan dan kerapian area proyek tidak terjaga 10 1 Sangat Rendah
B8 Penanganan limbah B3 tidak maksimal 10 1 Sangat Rendah
B9 Persiapan proyek setelah libur hari Raya berjalan
lambat 65 4 Tinggi
B10 Metode crashing proyek tidak berjalan lancar 35 2 Rendah
B11 Perubahan target waktu penyelesaian proyek 35 2 Rendah
B12 Kesalahan proses kalibrasi dan perhitungan 50 3 Sedang
B13 Terjadinya kecelakaan kerja ekstrem 25 2 Rendah
B14 Terjadinya kecelakaan kerja mayor 35 2 Rendah
B15 Terjadinya kecelakaan kerja moderat 60 3 Sedang
B16 Terjadinya kecelakaan kerja minor 70 4 Tinggi
C Risiko Kontraktual
C1 Pemutusan kerja sepihak 10 1 Sangat Rendah
C2 Konflik antara owner, main contractor, dan sub
contractor 35 2 Rendah
C3 Pasal dalam kontrak bias dan berat sebelah 60 3 Sedang
C4 Pelanggaran pasal dalam kontraktor 50 3 Sedang
C5 Administrasi dokumen tidak lengkap 20 2 Rendah
C6 Ketidaksesuaian biaya penalty dengan kontrak 60 3 Sedang
C7 Change order tanpa kejelasan 35 2 Rendah
C8 Keterlambatan waktu selesai proyek 90 5 Sangat Tinggi
D Risiko Tenaga Kerja
D1 Produktivitas tidak sesuai target 35 2 Rendah
D2 Kekurangan tenaga kerja 55 3 Sedang
D3 Tenaga kerja kurang disiplin 40 3 Sedang
D4 Tenaga kerja melakukan tindakan kriminal 10 1 Sangat Rendah D5 Kekurangan pekerja dengan lisensi untuk pekerjaan
panas dan ketinggian 35 2 Rendah
D6 Pelanggaran SOP Kerja 35 2 Rendah
D7 Keterlambatan datangnya pekerja setelah libur Hari
Raya 75 4 Tinggi
D8 Kelelahan akibat proses crashing durasi proyek 50 3 Sedang D9 Kondisi pekerja tidak fit akibat cuaca ekstrem 60 3 Sedang
E Risiko Peralatan
E1 Kerusakan dan kehilangan peralatan 35 2 Rendah
E2 Keterlambatan pengadaan peralatan 35 2 Rendah
E3 Sumber tenaga listrik bermasalah 35 2 Rendah
Kode Variabel Risiko Probabilitas
Kategori SI (%) Nilai
E4 Penanganan peralatan kurang baik 60 3 Sedang
E5 Kegiatan inspeksi peralatan tidak berjalan efektif 15 2 Rendah E6 Produktivitas dan keandalan peralatan rendah 35 2 Rendah
F Risiko Material
F1 Keterlambatan proses indent material 75 4 Tinggi
F2 Penanganan material kurang baik 55 3 Sedang
F3 Kerusakan dan hilangnya material 35 2 Rendah
F4 Mutu material tidak sesuai target spesifikasi teknis 35 2 Rendah
G Risiko Keuangan Sangat Rendah
G1 Keterlambatan pencairan dana operasional 10 1 Sangat Rendah
G2 Estimasi anggaran yang tidak akurat 35 2 Rendah
G3 Terjadinya risiko yang tidak ditanggung asuransi 35 2 Rendah H Risiko Manajemen
H1 Minimnya pengadaan fasilitas umum untuk pekerja 30 2 Rendah
H2 Dokumentasi berkas proyek kurang baik 55 3 Sedang
H3 Kegiatan monitoring tidak maksimal 25 2 Rendah
H4 Rendahnya komunikasi dan koordinasi 60 3 Sedang
H5 Jumlah pengawas kurang 60 3 Sedang
Sumber: Data Penelitian, 2023
Kemudian pada Tabel 3 ini berisi perhitungan severity index terhadap dampak dari terjadinya risiko.
Tabel 3. Perhitungan severity index dampak risiko
Kode Variabel Risiko Dampak
Kategori SI (%) Nilai
A Risiko Force Majeure
A1 Turunnya hujan lebat yang menghambat proses
fabrikasi 50 3 Sedang
A2 Kebakaran besar 90 5 Tinggi
A3 Bencana alam 90 5 Tinggi
B Risiko Proyek
B1 Kondisi desain dan area proyek pada instalasi yang
sudah jadi tidak optimal 50 3 Sedang
B2 Proses perencanaan kurang optimal 65 4 Sangat Tinggi
B3 Mutu instalasi tidak sesuai target spesifikasi teknis 45 3 Sedang B4 Mutu pekerjaan wielding tidak sesuai target
spesifikasi teknis 55 3 Sedang
B5 Mutu hydrotest tidak sesuai target spesifikasi teknis 60 3 Sedang B6 Kerusakan instalasi awal akibat aktivitas proyek 20 2 Rendah B7 Kebersihan dan kerapian area proyek tidak terjaga 15 2 Rendah
B8 Penanganan limbah B3 tidak maksimal 10 1 Sangat Rendah
B9 Persiapan proyek setelah libur hari Raya berjalan
lambat 60 3 Sedang
B10 Metode crashing proyek tidak berjalan lancar 80 4 Sangat Tinggi B11 Perubahan target waktu penyelesaian proyek 65 4 Sangat Tinggi
B12 Kesalahan proses kalibrasi dan perhitungan 60 3 Sedang
B13 Terjadinya kecelakaan kerja ekstrem 85 4 Sangat Tinggi
B14 Terjadinya kecelakaan kerja mayor 70 4 Sangat Tinggi
B15 Terjadinya kecelakaan kerja moderat 60 3 Sedang
B16 Terjadinya kecelakaan kerja minor 35 2 Rendah
C Risiko Kontraktual
Kode Variabel Risiko Dampak
Kategori SI (%) Nilai
C1 Pemutusan kerja sepihak 90 5 Tinggi
C2 Konflik antara owner, main contractor, dan sub
contractor 65 4 Sangat Tinggi
C3 Pasal dalam kontrak bias dan berat sebelah 60 3 Sedang
C4 Pelanggaran pasal dalam kontraktor 60 3 Sedang
C5 Administrasi dokumen tidak lengkap 10 1 Sangat Rendah
C6 Ketidaksesuaian biaya penalty dengan kontrak 60 3 Sedang
C7 Change order tanpa kejelasan 75 4 Sangat Tinggi
C8 Keterlambatan waktu selesai proyek 90 5 Tinggi
D Risiko Tenaga Kerja
D1 Produktivitas tidak sesuai target 65 4 Sangat Tinggi
D2 Kekurangan tenaga kerja 60 3 Sedang
D3 Tenaga kerja kurang disiplin 35 2 Rendah
D4 Tenaga kerja melakukan tindakan kriminal 85 4 Sangat Tinggi D5 Kekurangan pekerja dengan lisensi untuk pekerjaan
panas dan ketinggian 70 4 Sangat Tinggi
D6 Pelanggaran SOP Kerja 45 3 Sedang
D7 Keterlambatan datangnya pekerja setelah libur Hari
Raya 80 4 Sangat Tinggi
D8 Kelelahan akibat proses crashing durasi proyek 75 4 Sangat Tinggi D9 Kondisi pekerja tidak fit akibat cuaca ekstrem 50 3 Sedang
E Risiko Peralatan
E1 Kerusakan dan kehilangan peralatan 70 4 Sangat Tinggi
E2 Keterlambatan pengadaan peralatan 65 4 Sangat Tinggi
E3 Sumber tenaga listrik bermasalah 65 4 Sangat Tinggi
E4 Penanganan peralatan kurang baik 60 3 Sedang
E5 Kegiatan inspeksi peralatan tidak berjalan efektif 50 3 Sedang E6 Produktivitas dan keandalan peralatan rendah 45 3 Sedang
F Risiko Material
F1 Keterlambatan proses indent material 90 5 Tinggi
F2 Penanganan material kurang baik 60 3 Sedang
F3 Kerusakan dan hilangnya material 65 4 Sangat Tinggi
F4 Mutu material tidak sesuai target spesifikasi teknis 65 4 Sangat Tinggi G Risiko Keuangan
G1 Keterlambatan pencairan dana operasional 10 1 Sangat Rendah
G2 Estimasi anggaran yang tidak akurat 90 5 Tinggi
G3 Terjadinya risiko yang tidak ditanggung asuransi 90 5 Tinggi H Risiko Manajemen
H1 Minimnya pengadaan fasilitas umum untuk pekerja 60 3 Sedang
H2 Dokumentasi berkas proyek kurang baik 60 3 Sedang
H3 Kegiatan monitoring tidak maksimal 65 4 Sangat Tinggi
H4 Rendahnya komunikasi dan koordinasi 60 3 Sedang
H5 Jumlah pengawas kurang 45 3 Sedang
Sumber: Data Penelitian, 2023 3.3 Probability Impact Matrix
Hasil perhitungan severity index terhadap dampak dan probabilitas terjadinya risiko menjadi bahan untuk mengalkulasikan analisis risiko melalui probability impact matrix. Nilai skala dari probabilitas dan dampak hasil perhitungan severity index dihitung dengan rumus (2). Pada Tabel 4 berikut, dirangkum hasil perhitungan analisis risikonya.
Tabel 4. Perhitungan severity index dampak risiko
Kode Variabel Risiko Skala
Probability
Skala Impact
Skala Risiko
Kategori Risiko A Risiko Force Majeure
A1 Turunnya hujan lebat yang menghambat
proses fabrikasi 5 3 15 Tinggi
A2 Kebakaran besar 1 5 5 Rendah
A3 Bencana alam 1 5 5 Rendah
B Risiko Proyek
B1 Kondisi desain dan area proyek pada
instalasi yang sudah jadi tidak optimal 3 3 9 Sedang
B2 Proses perencanaan kurang optimal 2 4 8 Sedang
B3 Mutu instalasi tidak sesuai target spesifikasi
teknis 2 3 6 Sedang
B4 Mutu pekerjaan wielding tidak sesuai target
spesifikasi teknis 2 3 6 Sedang
B5 Mutu hydrotest tidak sesuai target
spesifikasi teknis 2 3 6 Sedang
B6 Kerusakan instalasi awal akibat aktivitas
proyek 2 2 4 Rendah
B7 Kebersihan dan kerapian area proyek tidak
terjaga 1 2 2 Rendah
B8 Penanganan limbah B3 tidak maksimal 1 1 1 Rendah
B9 Persiapan proyek setelah libur hari Raya
berjalan lambat 4 3 12 Sedang
B10 Metode crashing proyek tidak berjalan
lancar 2 4 8 Sedang
B11 Perubahan target waktu penyelesaian
proyek 2 4 8 Sedang
B12 Kesalahan proses kalibrasi dan perhitungan 3 3 9 Sedang
B13 Terjadinya kecelakaan kerja ekstrem 2 4 8 Sedang
B14 Terjadinya kecelakaan kerja mayor 2 4 8 Sedang
B15 Terjadinya kecelakaan kerja moderat 3 3 9 Sedang
B16 Terjadinya kecelakaan kerja minor 4 2 8 Sedang
C Risiko Kontraktual
C1 Pemutusan kerja sepihak 1 5 5 Rendah
C2 Konflik antara owner, main contractor, dan
sub contractor 2 4 8 Sedang
C3 Pasal dalam kontrak bias dan berat sebelah 3 3 9 Sedang
C4 Pelanggaran pasal dalam kontraktor 3 3 9 Sedang
C5 Administrasi dokumen tidak lengkap 2 1 2 Rendah
C6 Ketidaksesuaian biaya penalty dengan
kontrak 3 3 9 Sedang
C7 Change order tanpa kejelasan 2 4 8 Sedang
C8 Keterlambatan waktu selesai proyek 5 5 25 Tinggi
D Risiko Tenaga Kerja
D1 Produktivitas tidak sesuai target 2 4 8 Sedang
D2 Kekurangan tenaga kerja 3 3 9 Sedang
D3 Tenaga kerja kurang disiplin 3 2 6 Rendah
D4 Tenaga kerja melakukan tindakan kriminal 1 4 4 Rendah
D5 Kekurangan pekerja dengan lisensi untuk
pekerjaan panas dan ketinggian 2 4 8 Sedang
D6 Pelanggaran SOP Kerja 2 3 6 Sedang
D7 Keterlambatan datangnya pekerja setelah
libur Hari Raya 4 4 16 Tinggi
D8 Kelelahan akibat proses crashing durasi
proyek 3 4 12 Tinggi
Kode Variabel Risiko Skala Probability
Skala Impact
Skala Risiko
Kategori Risiko D9 Kondisi pekerja tidak fit akibat cuaca
ekstrem 3 3 9 Sedang
E Risiko Peralatan
E1 Kerusakan dan kehilangan peralatan 2 4 8 Sedang
E2 Keterlambatan pengadaan peralatan 2 4 8 Sedang
E3 Sumber tenaga listrik bermasalah 2 4 8 Sedang
E4 Penanganan peralatan kurang baik 3 3 9 Sedang
E5 Kegiatan inspeksi peralatan tidak berjalan
efektif 2 3 6 Sedang
E6 Produktivitas dan keandalan peralatan
rendah 2 3 6 Sedang
F Risiko Material
F1 Keterlambatan proses indent material 4 5 20 Tinggi
F2 Penanganan material kurang baik 3 3 9 Sedang
F3 Kerusakan dan hilangnya material 2 4 8 Sedang
F4 Mutu material tidak sesuai target spesifikasi
teknis 2 4 8 Sedang
G Risiko Keuangan
G1 Keterlambatan pencairan dana operasional 1 1 1 Rendah
G2 Estimasi anggaran yang tidak akurat 2 5 10 Sedang
G3 Terjadinya risiko yang tidak ditanggung
asuransi 2 5 10 Sedang
H Risiko Manajemen
H1 Minimnya pengadaan fasilitas umum untuk
pekerja 2 3 6 Sedang
H2 Dokumentasi berkas proyek kurang baik 3 3 9 Sedang
H3 Kegiatan monitoring tidak maksimal 2 4 8 Sedang
H4 Rendahnya komunikasi dan koordinasi 3 3 9 Sedang
H5 Jumlah pengawas kurang 3 3 9 Sedang
Sumber: Data Penelitian, 2023
Berdasarkan hasil perhitungan analisis risiko pada Tabel 4, sebanyak 39 risiko atau 72,22 % dapat diklasifikasikan sebagai risiko sedang, 10 risiko atau 18,52 % risiko rendah, serta sebanyak 5 atau 9,25 % adalah risiko tinggi. Hasil ringkasan dari klasifikasi perhitungan risiko tersebut disajikan pada grafik Gambar 2 berikut.
Gambar 2. Diagram persentase kategori risiko Sumber: Data Penelitian, 2023
Tinggi ; 5; 9%
Sedang; 39; 72%
Rendah; 10; 19%
Tinggi Sedang Rendah
Risiko tinggi terdiri dari 1 indikator variabel force majeure (A1), 1 indikator variabel kontraktual (C8), 2 indikator variabel tenaga kerja (D7 dan D8), dan 1 indikator variabel material (F1). Risiko sedang terdiri dari 13 atau 33 % variabel risiko proyek, 6 atau 15 % variabel risiko peralatan, serta 5 atau 13 % masing-masing dari variabel risiko manajemen, variabel risiko tenaga kerja, dan variabel risiko kontraktual.
Sisanya terdiri dari 3 atau 8 % variabel risiko material dan 2 atau 5 % variabel keuangan.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikaji, maka dapat disimpulkan bahwa dalam proyek instalasi fire sprinkler system di PT. XYZ, teridentifikasi 8 variabel risiko yang relevan pada proyek tersebut, yakni:
risiko force majeure, risiko proyek, risiko kontraktual, risiko tenaga kerja, risiko peralatan, risiko material, risiko keuangan, dan risiko manajemen. Dari variabel-variabel tersebut diuraikan kembali menjadi 54 indikator risiko. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi risiko menggunakan pendekatan severity index dan probability impact matrix diketahui dalam proyek instalasi tersebut terdapat 39 risiko atau 72,22%
diklasifikasikan pada kategori risiko sedang, 10 risiko atau 17,52% diklasifikasikan pada kategori risiko rendah dan 5 risiko atau 9,25% berkategori risiko tinggi.
Risiko dengan kategori risiko sedang tersebar pada risiko proyek, risiko peralatan, risiko manajemen, risiko tenaga kerja dan risiko kontraktual. Risiko dengan kategori risiko rendah tersebar pada risiko force majeure, risiko proyek, risiko kontraktual, risiko tenaga kerja dan risiko keuangan. Sementara 5 risiko yang masuk pada kategori risiko tinggi di antaranya adalah turunnya hujan lebat yang menghambat proses fabrikasi pada variabel risiko force majeure, keterlambatan waktu selesai proyek pada variabel risiko kontraktual, keterlambatan datangnya pekerja setelah libur Hari Raya dan kelelahan akibat proses crashing durasi proyek pada variabel risiko tenaga kerja, dan keterlambatan proses indent material pada variabel risiko material. Indikator risiko dengan klasifikasi tinggi ini berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek.
5. Referensi
[1] A. B. Siswanto, Salim, and M. Afif, Manajemen Proyek. Semarang: Pilar Nusantara, 2019.
[2] Ananto, D., Ranti, M., Putri, G., & Salafuddin, S. Analisis Bahaya Covid-19 Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran di Fasilitas Umum Bandara Dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA). JATI UNIK: Jurnal Ilmiah Teknik Dan Manajemen Industri, 4(1), 15-27. 2020.
[3] H. A. Rani, Manajemen Proyek Konstruksi. Sleman: Deepublish, 2016.
[4] R. A. Bahamid and S. I. Doh, “A Review of Risk Management Process in Construction Projects of Developing Countries,” in IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 2017, pp. 1–8. doi:
10.1088/1757-899X/271/1/012042.
[5] B. M. Nugroho, “Manajemen Risiko Proyek Jalan Tol di Indonesia Menggunakan Composite Risk Index,” in Seminar dan Konferensi Nasional IDEC, 2022, pp. 1–9.
[6] D. Crnković and M. Vukomanović, “Comparison of Trends in Risk Management Theory and Practices Within The Construction Industry,” Egfos, no. 13, pp. 1–11, 2016.
[7] S. M. El-sayegh, S. Manjikian, A. Ibrahim, A. Abouelyousr, and R. Jabbour, “Risk Identification and Assessment in Sustainable Construction Projects in The UAE,” Int. J. Constr. Manag., pp. 1–10, 2018, doi: 10.1080/15623599.2018.1536963.
[8] S. Goh and H. Abdul-rahman, “The Identification and Management of Major Risks in the Malaysian Construction Industry,” J. Constr. Dev. Ctries., vol. 18, no. 1, pp. 19–32, 2013.
[9] A. Kusumadewi, V. Listyani, J. U. D. Hatmoko, and F. Hermawan, “Analisa Manajemen Risiko Tahap Konstruksi pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” J. Karya Tek. Sipil, vol. 6, no. 1, pp.
157–164, 2017.
[10] M. Afiq, “Manajemen Risiko pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa UIN Walisongo Tahun 2021,” Akselerasu J. Ilm. Tek. Sipil, vol. 3, no. 1, pp. 70–80, 2021.
[11] C. D. Saputro, “Analisis Manajemen Risiko Proyek Bangunan Gedung Bertingkat dengan Metode Severity Index,” JCEBT J. Civ. Eng. Build. Transp., vol. 6, no. 2, pp. 140–147, 2022.
[12] Maslina, M. Kurnia, N. Agustiyana, and H. M. Sari, “Analisis Risiko Proyek Menggunakan Metode Sevecindex Pada Proyek Pembangunan Kantor Lingkungan Samarinda,” J. TRANSUKMA, vol. 05, no. 01, pp. 18–26, 2022.
[13] M. H. A. Rahman and H. T. Tjendani, “Identifikasi Risiko Pelaksanaan Pembangunan Proyek Gedung Highrise Building di Hotel Grand Dafam Signature,” Padur. J. Tek. Sipil Univ. Warmadewa, vol. 11, no. 2, pp. 177–185, 2022, doi: 10.22225/pd.11.2.5336.177-185.
[14] A. Rostami, “Tools and Techniques in Risk Identification : A Research within SMEs in the UK
Construction Industry,” Univers. J. Manag., vol. 4, no. 4, pp. 203–210, 2016, doi:
10.13189/ujm.2016.040406.
[15] Y. Sopiyah and A. Salimah, “Analisis dan Respon Risiko pada Proyek Konstruksi Gedung,” Constr.
Mater. J., vol. 2, no. 1, pp. 46–58, 2020.
[16] P. M. Institute, A Guide To The Project Management Body Of Knowledge Sixth Edition.
Pennsylvania: Project Management Institute, Inc, 2017.