• Tidak ada hasil yang ditemukan

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA NOMOR : 022/SKEP-I/ORPUS/XII/2021

T E N T A N G

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PENYELENGGARAAN KEGIATAN ORARI NUSANTARA NET

KETUA UMUM ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA, Menimbang : a. Bahwa sebagai pelaksanaan pasal 52 ayat (1)

huruf d2 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, dan pasal 7 ayat (1) huruf d2 Anggaran Dasar Organisasi Amatir Radio Indonesia, salah satu fungsi ORARI untuk menyusun Prosedur Standar Operasional meliputi antara lain konten komunikasi, maka perlu menetapkan Prosedur Standar Operasional Penyelenggaraan Kegiatan Orari Nusantara NET;

b. Bahwa merespon masukan-masukan demi perbaikan penyelenggaraan Kegiatan ORARI NUSANTARA NET yang telah berlangsung sejak 18 Februari 1982, maka Keputusan Ketua Umum Organisasi Amatir Radio Indonesia Nomor 01/ORPUS/BID-1/1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan ORARI Nusantara Net diubah;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154), Sebagaimana Dicabut, Diubah, Ditambah Dengan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021

tentang Pos, Telekomunikasi, Dan Penyiaran

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2021 Nomor 56);

(2)

3. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Lembaran Negara Republik Lndonesia Tahun 2000 Nomor 108);

4. Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kegiatan Amatir Radio Dan Komunikasi Radio Antar Penduduk (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1802);

5. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Amatir Radio Indonesia.

M E M U T U S K A N :

Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA UMUM ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA TENTANG PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PENYELENGGARAAN KEGIATAN ORARI NUSANTARA NET;

PERTAMA : Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan ORARI Nusantara Net sebagaimana dalam Lampiran 1;

KEDUA : Pengorganisasian Kegiatan ORARI Nusantara Net sebagaimana dalam Lampiran 2;

KETIGA : Prosedur Standar Operasional Tata Cara Panggilan ORARI Nusantara Net Mode SSB, sebagaimana dalam Lampiran 3;

KEEMPAT : Prosedur Standar Operasional Tata Cara Panggilan ORARI Nusantara Net Mode CW, sebagaimana dalam Lampiran 4;

KELIMA : Dengan berlakunya Keputusan ini, Keputusan Ketua

Umum Organisasi Amatir Radio Indonesia Nomor

01/ORPUS/BID-1/1995 tentang Petunjuk

Pelaksanaan ORARI Nusantara Net dicabut dan

dinyatakan tidak berlaku.

(3)

KEENAM : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada:

1. Yth. DPP ORARI Pusat

2. Pengurus ORARI Daerah se Indonesia

3.

Pengurus ORARI Lokal se Indonesia

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 31 Desember 2021 KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA,

H. DONNY IMAM PRIAMBODO,ST,MM,M.Res

YBØDX - NRI 2021000789

(4)

LAMPIRAN 1

KEPUTUSAN KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA NOMOR : 022/SKEP-I/ORPUS/XII/2021 TANGGAL: 31 Desember 2021

PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN KEGIATAN ORARI NUSANTARA NET

A. DASAR, MAKSUD, TUJUAN, FUNGSI, DAN SIFAT 1. Dasar

a. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Kegiatan Amatir Radio Dan Komunikasi Radio Antar Penduduk;

b. Anggaran Dasar Organisasi Amatir Radio Indonesia.

2. Maksud

Prosedur Standar Operasional Kegiatan ORARI NUSANTARA NET merupakan pelaksanaan Pasal 52 ayat (1) huruf d2 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, dan

Pasal 7 ayat (1) huruf d2 Anggaran Dasar Organisasi Amatir Radio Indonesia, bahwa salah satu fungsi ORARI adalah untuk menyusun Prosedur Standar Operasional meliputi antara lain konten komunikasi.

3. Tujuan

a. Media komunikasi organisasi antara ORARI Pusat, Daerah dan Lokal.

b. Media komunikasi dalam keadaan marabahaya, bencana alam dan wabah.

c. Media pertemuan antar anggota diseluruh Indonesia.

4. Fungsi

a. Mengadakan perencanaan/penjadualan waktu untuk para Pengendali Net sesuai dengan kesediaan masing-masing operator.

b. Recruiting serta pelatihan anggota untuk mendapatkan bibit-bibit

para calon operator.

(5)

c. Mengadakan penilaian terhadap kesiapan para calon operator.

d. Membimbing anggota ORARI dalam tatacara berkomunikasi.

e. Memberikan informasi secara aktif kepada anggota dengan mencari bahan informasi dari ORARI Pusat/Daerah/Lokal serta sumber-sumber lain yang resmi.

f. Memberikan laporan secara berkala kepada ORARI Pusat.

5. Sifat

ORARI Nusantara Net bersifat nasional, dari anggota untuk anggota ORARI seluruh Indonesia dengan tetap menghormati serta memegang teguh hubungan baik dengan rekan-rekan amatir radio dari negara lain.

B. NAMA NET DAN NAMA PANGGILAN STASIUN PENGENDALI 1. Nama Net adalah: ORARI NUSANTARA NET

2. Nama Stasiun Pengendali Net (NCS) adalah: YHØONN

C. BAND FREKUENSI, MODA, WAKTU DAN PERUNTUKAN 1. Band Frekuensi dan Moda

Band Amatir Radio yang dipergunakan untuk kegiatan ORARI Nusantara Net adalah:

a. Band 40 meter Frekuensi 7.025 Mhz MODA CW

• Jika diperlukan dapat dilakukan Split Operation 2 sampai dengan 5 Khz up.

b. Band 40 meter Frekuensi 7.055 Mhz MODA SSB

• Jika diperlukan dapat dilakukan Split Operation 5 sampai dengan 10 Khz up.

2. Waktu Pelaksanaan

a. Waktu pelaksanaan net pada 40 meter CW adalah setiap hari, Jam 13:30 UTC.

b. Waktu pelaksanaan net pada 40 meter SSB adalah setiap hari,

Jam 09:00 UTC.

(6)

3. Peruntukan

a. Peruntukan pelaksanaan net pada 40 meter CW adalah Penyampaian Berita keadaan marabahaya, bencana alam dan wabah; Koordinasi Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan Pengurus Lokal ORARI (menggunakan Club Stasiun); Pertemuan Anggota ORARI.

b. Peruntukan pelaksanaan net pada 40 meter SSB adalah Penyampaian Berita keadaan marabahaya, bencana alam dan wabah; Koordinasi Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan Pengurus Lokal ORARI (menggunakan Club Stasiun); Pertemuan Anggota ORARI.

KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA,

H. DONNY IMAM PRIAMBODO,ST,MM,M.Res

YBØDX - NRI 2021000789

(7)

LAMPIRAN 2

KEPUTUSAN KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA NOMOR : 022/SKEP-I/ORPUS/XII/2021 TANGGAL : 31 Desember 2021

PENGORGANISASIAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN ORARI NUSANTARA NET

A. UMUM

1. ORARI Nusantara Net merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh ORARI Pusat dan dikendalikan secara terpusat dibantu sepenuhnya oleh Pengurus Daerah.

Dalam pelaksanaan ditunjuk pejabat/petugas sebagai berikut a. Koordinator Umum;

b. Koordinator tiap Band;

c. Koordinator Net Control Stasiun;

d. Operator Stasiun Pengendali (NCS).

2. Koodinator Umum ditunjuk oleh ORARI Pusat dengan koordinasi ORARI Daerah yang bersangkutan.

3. Koordinator tiap Band ditunjuk oleh ORARI Pusat atas usul Koordinator Umum dan masukan dari ORARI Daerah.

4. Koordinator Net Control Stasiun ditunjuk oleh ORARI Pusat atas usul Koordinator Umum, Koordinator tiap Band dan masukan dari ORARI Daerah.

5. Operator Stasiun Pengendali (NCS) ditunjuk oleh ORARI Pusat atas usul Koordinator Umum, Koordinator tiap Band dan masukan dari ORARI Daerah.

B. TUGAS DAN KEWAJIBAN PARA PETUGAS 1. Koordinator Umum

a. Menyelenggarakan ORARI Nusantara Net sesuai dengan peraturan yang berlaku.

b. Mengkoordinasikan para Koordinator Band.

c. Menentukan format-format standard untuk Stasiun Pengendali

demi keseragaman.

(8)

d. Menyusun dan menyelenggarakan system informasi ORARI Nusantara Net.

e. Menyusun Rencana Kegiatan secara berkala untuk ORARI Nusantara Net.

f. Memberikan laporan triwulanan dan tahunan kepada Pengurus ORARI Pusat.

g. Mengusulkan kepada ORARI Pusat dalam hal pengangkatan Operator/Koordinator dan dalam hal pemberian sertifikat.

2. Koordinator Band

a. Menyusun jadwal giliran Stasiun Pengendali Net berserta Stasiun Pembantunya secara mingguan.

b. Menunjuk Koordinator Operator Net c. Mencari bibit-bibit Operator Net.

d. Mengawasi pelaksanaan net.

e. Mengelola Logsheet (adif file)

f. Memberikan laporan berkala kepada Koordinator Umum.

3. Koordinator Operator Stasiun Pengendali (NCS)

a. Menyusun jadwal giliran Stasiun Pengendali Net berserta Stasiun Pembantunya secara mingguan.

b. Mencari bibit-bibit Operator Net.

c. Menyelenggarakan pelatihan untuk Calon Operator Stasiun Pengendali Net.

d. Mengawasi pelaksanaan net.

e. Memberikan laporan berkala kepada Koordinator Band

4. Operator Stasiun Pengendali Net

a. Melaksanakan Net sesuai jadwal yang telah ditentukan.

b. Melaksanakan Net dengan mengedepankan operating prosedur yang baik.

c. Menjaga jalannya Net berjalan dengan tertib.

(9)

d. Memberikan laporan /logsheet dalam bentuk adif file setelah melaksankan Net kepada Koordiantor Band.

5. Operator Stasiun Pembantu

a. Stasiun Pembantu harus siap setiap saat, dari saat awal pelaksanaan net sampai berakhir nya net, siap melakukan penggantian Operator dan membantu Operator.

b. Segera mengambil alih pelaksanaan net setelah 5 menit tidak ada panggilan dari operator yang bertugas.

c. Stasiun Pembantu dan stasiun lain tidak mengambil alih tugas Stasiun Pengendali Net tanpa ijin Koordiantor atau Stasiun Pengendali yang bersangkutan kecuali keadaan sesuai butir b.

d. Bila Stasiun Pengendali berhalangan, agar segera menghubungi koordinator atau segera menghubungi stasiun pembantunya.

C. PENGUMPULAN BAHAN INFORMASI

1. Dalam rangka memberikan informasi kepada anggota, seluruh anggota ORARI Nusantara Net berkewajiban melakukan data collecting tentang informasi yang akan diberikan kepada anggota.

2. Data collecting dilakukan secara aktif dan tidak hanya menunggu masuknya informasi dari sumber informasi.

3. Untuk hal tersebut diatas perlu disusun system informasi yang handal.

4. Melaporkan secara berkala data tersebut ke Penanggung Jawab Pelaksana ORARI NUSANTARA NET

KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA,

H. DONNY IMAM PRIAMBODO,ST,MM,M.Res

YBØDX - NRI 2021000789

(10)

LAMPIRAN 3

KEPUTUSAN KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA NOMOR : 022/SKEP-I/ORPUS/XII/2021 TANGGAL : 31 Desember 2021

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL TATA CARA PANGGILAN ORARI NUSANTARA NET MODE SSB

A. URUTAN PANGGILAN

1. Secara umum urutan pemanggilan diberikan kepada:

a. Urutan pertama, diprioritaskan kepada Stasiun yang membawa berita-berita Marabahaya dan Keselamatan (Distress and Safety Communications) serta Berita-berita Penting (urgent traffics);

b. Urutan kedua, diprioritaskan kepada Stasiun Pengurus ORARI Pusat/Daerah/Lokal;

c. Stasiun Klub

d. Urutan ketiga, diprioritaskan kepada Stasiun QRP/Mobile/YL e. Panggilan per call area

2. Urutan panggilan call area dimulai dari call area 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 diakhiri 0.

B. PANGGILAN PEMBUKAAN

Panggilan Pembukaan adalah sbb : CQ INDONESIA ……….

CQ INDONESIA ……….

CQ INDONESIA ……….

SELAMAT PETANG, DISINI ORARI NUSANTARA NET BAND 40 METER.

DENGAN STASIUN PENGENDALI YHØONN

OPERATOR ……… (NAMA PENDEK), CALLSIGN………..……..

MEMANCAR DARI TEMPAT KEDUDUKAN ………

MEMANGGIL REKAN-REKAN ORARI DI SELURUH INDONESIA UNTUK

ZERO BEAT PADA FREKUENSI 7.055 kHz

(11)

SPLIT OPERATION 5 kHz UP/DOWN (jika diperlukan)

HARI INI HARI……….TANGGAL……….PUKUL ……… UTC, ORARI NUSANTARA NET KAMI BUKA.

KESEMPATAN UTAMA DIPRIORITASKAN KEPADA STASIUN YANG MEMBAWA BERITA-BERITA MARABAHAYA DAN KESELAMATAN (DISTRESS AND SAFETY COMMUNICATIONS) SERTA BERITA-BERITA PENTING (URGENT TRAFFIC COMMUNICATIONS), DIPERSILAKAN MEMANGGIL,

DISINI YHØONN STANDBY, GANTI….

KESEMPATAN BERIKUT, DIPRIORITASKAN KEPADA STASIUN PENGURUS ORARI PUSAT/DAERAH/LOKAL, DIPERSILAKAN MEMANGGIL,

DISINI YHØONN STANDBY, GANTI….

KESEMPATAN BERIKUT, DIPRIORITASKAN KEPADA CLUB STASIUN ORARI PUSAT, ORARI DAERAH ATAU ORARI LOKAL DISINI YHØONN STANDBY, GANTI….. (hari Jum’at)

KESEMPATAN BERIKUT, DIPRIORITASKAN KEPADA STASIUN QRP/MOBILE/YL,

DIPERSILAKAN UNTUK MEMANGGIL, DISINI YHØONN STANDBY, GANTI…

(Urutan panggilan call area dimulai dari call area 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 diakhiri 0).

PADA PANGGILAN UNTUK CALL AREA ….. INI,

DIPERSILAKAN KEPADA STASIUN AMATIR DARI CALL AREA……….

UNTUK MEMANGGIL,

DISINI YHØONN STANDBY, GANTI….

(12)

C. KHUSUS ORARI NUSANTARA NET CLUB STATION ORARI

CQ CLUB STATION ORARI CQ CLUB STATION ORARI CQ CLUB STATION ORARI

SELAMAT PETANG, DISINI ORARI NUSANTARA NET BAND 40 METER.

DENGAN STASIUN PENGENDALI YHØONN

OPERATOR ……… (NAMA PENDEK), CALLSIGN………..……..

MEMANCAR DARI TEMPAT KEDUDUKAN ………

MEMANGIL CLUB STASIUN ORARI DI SELURUH INDONESIA UNTUK ZERO BEAT PADA FREKUENSI 7.055 kHz.

SPLIT OPERATION 5 kHz UP/DOWN (jika diperlukan)

HARI INI HARI……….TANGGAL……….PUKUL …….UTC, ORARI NUSANTARA NET DIBUKA.

(Urutan panggilan call area dimulai dari call area 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 diakhiri 0).

PADA PANGGILAN UNTUK CALL AREA ….. INI,

KESEMPATAN UTAMA DIPRIORITASKAN KEPADA CLUB STASIUN YANG MEMBAWA BERITA-BERITA MARABAHAYA DAN KESELAMATAN (DISTRESS AND SAFETY COMMUNICATIONS) SERTA BERITA-BERITA PENTING (URGENT TRAFFIC COMMUNICATIONS), DIPERSILAKAN MEMANGGIL,

DISINI YHØONN STANDBY, GANTI….

SELANJUTNYA, DIPERSILAKAN CLUB STASIUN ORARI DARI CALL AREA………. UNTUK MEMANGGIL,

DISINI YH0ONN STANDBY, GANTI…

(13)

D. MELAYANI PANGGILAN

1. Isyarat stasiun amatir yang hendak check-in diarahkan dengan menyebut ejaan phonetic callsign-nya secara lengkap.

2. Stasiun Pengendali Net (NCS) melayani panggilan satu persatu, dengan tidak membiarkan situasi stasiun yang masuk saling bertumpuk-tumpuk.

3. Dalam hal dipandang perlu NCS dapat melakukan split call 5-10 kHz (up/down).

E. PANGGILAN UMUM TERAKHIR

Panggilan umum terakhir diberikan bagi stasiun yang masih mempunyai berita atau memerlukan stasiun lainnya.

F. TATA CARA MEMANGGIL BAGI STASIUN PESERTA CHECK IN

1. Stasiun yang Check in menyebutkan Tanda Panggilan lengkap (Full Callsign) cukup satu kali di sela sela spasi, usahakan untuk tidak saling bertumpukan.

Contoh:

YANKEE BRAVO ZERO DELTA X-RAY

2. Ketika tanda panggilannya tidak dipanggil NCS, maka stasiun yang hendak check in, harus berhenti melakukan panggilan, dan mengulangi lagi pada saat NCS membuka kesempatan berikutnya.

G. CONTOH KOMUNIKASI DALAM MODA SSB Peserta : Yankee Bravo Zero Delta X-Ray NCS : YBØDX 59 (RS)

Peserta : YHØONN 59 disini (This is) YBØDX 73 (jika tidak ada berita) Atau : YHØONN 59 disini (This is) YBØDX dengan Berita (isi berita) NCS : YBØDX 73 disini (This is) YHØONN.

Stasiun berikutnya (Next Station atau kadang digunakan

QRZ)

(14)

H. PANGGILAN PENUTUP

REKAN-REKAN AMATIR RADIO DISELURUH INDONESIA,

DISINI ORARI NUSANTARA NET BAND 40 METER, DENGAN STASIUN PENGENDALI YHØONN

OPERATOR ……… (NAMA PENDEK), CALLSIGN………..……..

MEMANCAR DARI TEMPAT KEDUDUKAN ………

MENCATAT SEBANYAK …….. (jumlah) STASIUN YANG TELAH CHECK IN.

DENGAN INI ORARI NUSANTARA NET, HARI INI TGL……… PUKUL.... UTC KAMI TUTUP.

TERIMA KASIH ATAS PARTISPASI REKAN-REKAN AMATIR RADIO

SELURUH INDONESIA, SAMPAI JUMPA LAGI PADA NET BERIKUTNYA, 73.

I. PENGGUNAAN BAHASA 1. Gaya Bahasa

a. Menggunakan bahasa yang tegas, hormat, akrab dan tidak emosional.

b. Menggunakan kalimat yang singkat, padat informasi dan jelas pengertiannya (tidak mempergunakan istilah yang mempunyai arti kiasan atau arti ganda).

c. Apabila menggunakan bahasa teguran (pada saat diperlukan) dengan gaya mendidik, agar hasilnya efektif.

2. Penggunaan Istilah

CHECKBACK : digunakan untuk melapor kepada Pengendali Net bahwa frekwensi yang dipakai nya sudah tidak ada yang mengunakan lagi

CONTACT : digunakan bila seseorang memerlukan stasiun lain, Stasiun yang dibutuhkan tersebut harus berada di wilayah komunikasi yang sedang dipanggil atau yang telah dipanggil.

BREAK : digunakan sebagai pengganti istilah GANTI dalam

kondisi propagasi yang kurang menguntungkan.

(15)

LATECHECK : Tidak digunakan.

3. Penggunakan kode Q

Penggunaan kode Q dalam phone sejauh mungkin dihindari, diusahakan sedapat mungkin menggunakan bahasa terang.

KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA,

H. DONNY IMAM PRIAMBODO,ST,MM,M.Res

YBØDX - NRI 2021000789

(16)

LAMPIRAN 4

KEPUTUSAN KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA NOMOR : 022/SKEP-I/ORPUS/XII/2021 TANGGAL : 31 Desember 2021

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL TATA CARA PANGGILAN ORARI NUSANTARA NET MODE CW

PEMBUKAAN NCS: QRL ?...

Untuk memastikan frekuensi tidak sedang dipergunakan

PANGGILAN PEMBUKAAN

NCS: CQ INA NET de YHØONN OP…. (Callsign Operator) K

PANGGILAN UMUM

NCS: CQ INA NET de YHØONN K

PESERTA : YB1BD

Peserta masuk dengan mengetuk Callsign lengkap

NCS: GE YB1BD de YHØONN UR 599 K

NCS merespon dengan mengetuk kedua callsign lengkap dan memberi report (RST)

PESERTA: GE YHØONN de YB1BD UR 599 TU

Peserta menjawab dengan mengetuk kedua callsign lengkap dan memberi report (RST)

NCS: 73 TU

(17)

PENUTUP

YHØONN OP…. (Callsign Operator) QRT ES CU AGN AR 73 TU

KETUA UMUM

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA,

H. DONNY IMAM PRIAMBODO,ST,MM,M.Res

YBØDX - NRI 2021000789

Referensi

Dokumen terkait

potensi untuk mendapatkan manpower yang terlatih dan mendorongnya mendirikan usaha pembuatan alat-alat komunikasi dan elektronik serta memegang peranan penting untuk

PERTAMA FIELD DAY adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh para amatir radio secara bersamaan di berbagai tempat untuk melakukan uji coba perangkat komunikasi radio,

Setelah divalidasi oleh Pengurus ORARI Pusat yang berwewenang maka soft document tersebut dikirimkan ke Ditjen Postel melalui e-mail dengan sertakan nomor validasi dari Bank

Radio Teletype (RTTY).. Masih banyak kelas emisi lainnya yang dapat dipergunakan oleh seorang Amatir Radio namun pada prinsipnya caranya sama dengan salah satu jenis kelas Emisi

a) Menyebar-luaskan informasi kedaruratan kepada seluruh anggota ORARI mengenai adanya kejadian bencana, dan memerintahkan anggota “CORE Task Force ORARI” untuk segera

terlibat dalam skenario sehingga fungsi dalam peranan bantuan komunikasi, prosedur yang digunakan, peraturan yang berlaku bagi suatu stasiun radio amatir dipahami oleh seluruh

Saya minta kepada Pengurus ORARI, baik di Pusat, Daerah, maupun Lokal serta anggota ORARI untuk secara aktif mengirimkan informasi dan berita serta foto dan/atau video

PERTAMA FIELD DAY adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh para amatir radio secara bersamaan di berbagai tempat untuk melakukan uji coba perangkat komunikasi radio,