• Tidak ada hasil yang ditemukan

hk 628 slide latar belakang lahirnya h.k

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "hk 628 slide latar belakang lahirnya h.k"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Latar Belakang Lahirnya H.K

Hukum Ketenagakerjaan diciptakan

atas pemikiran untuk mewujudkan

atas pemikiran untuk mewujudkan

(2)

Secara Faktual dalam hubungan

ketenagakerjaan terlibat dua pihak

yang secara

sosial, ekonomis, dan

politis

berada pada posisi yang tidak

seimbang - pengusaha adalah pihak

yang kuat dibanding dengan pihak

yang kuat dibanding dengan pihak

(3)

Hubungan Kerja

:

Pihak Terlibat : pekerja/buruh

Diawali dengan perjanjian/kontrak

kerja

unsur/syarat: ada pekerjaan, ada

unsur/syarat: ada pekerjaan, ada

perjanjian, ada upah

(4)

Hubungan Industrial

:

Pihak terlibat : pekerja/buruh,

majikan/pengusaha dan pemerintah.

Lebih sebagai falsafah bagi hubungan

kerja di Indonesia.

Mengandung landasan folosofi yaitu

Mengandung landasan folosofi yaitu

nilai-nilai Pancasila dan landasan

konstitusional: UUD RI Tahun 1945

(5)

Pekerja/ Buruh

Tuntutan Keadilan (justice),

Kesejahteraan (welfare), jaminan sosial (social security)

Paradigma dasar hukum ketenagakerjaan yang melindungi pihak yang lemah,

Posisi Hukum Ketenagakerjaan dalam Hubungan Industrial

Pengusaha/ Investor Pemerintah (Eksekutif/Legislatif) Hukum Ketenagakerjaan Pertimbangan untung-rugi, beban biaya tinggi (high cost)

yang melindungi pihak yang lemah, mewujudkan keadilan sosial

Trend orientasi pasar/market oriented di mana ngr tdk campur tangan dan

(6)

Di era globalisasi:

Hukum Ketenagakerjaan di

‘persimpangan jalan’

.

(7)

Model Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia adalah

model hukum korporatis. Dalam model ini hubungan

ketenagakerjaan diatur melalui jalan legislasi dalam

bentuk peraturan perundang-undangan. (

Tamara

Lothion

, 1986)

Dengan demikian Eksekutif dan atau Legislatif-lah

yang punya peran penting dan dominan dalam

menentukan Hukum Ketenagakerjaan.

Labour law will most probably become the major

tool to implement the government’s labour policies”.

(8)

(?)

Menemukan Hukum Ketenagakerjaan yang

sesuai untuk Indonesia

(9)

Masa Pemerintahan Soekarno di Awal Kemerdekaan :

Peraturan ketenagakerjaan dibuat dengan tujuan

memberi perlindungan kepada buruh atas hak-hak dasar

di tempat kerja;

Politik Hukum Ketenagakerjaan Dari Masa Ke Masa

Masa Pemerintahan Soekarno di Era Orde Lama:

Peraturan dibuat untuk membatasi gerak politis dan

ekonomis buruh: Larangan mogok kerja, pembentukan

Dewan Perusahaan untuk mencegah dikuasainya

(10)

Masa Pemerintahan Soeharto:

Peraturan dibuat untuk mendukung stabilitas pembangunan ekonomi; melibatkan campur tangan militer dalam penyelesaian perselisihan perburuhan, membatasi kebebasan berserikat, kebijakan upah murah sebagai keunggulan komparatif guna menarik investor. Peraturan

kebanyakan keluaran lembaga eksekutif.

Masa Pemerintahan BJ. Habibie:

• Peraturan dibuat untuk mendapat dukungan pekerja/buruh

dengan

• semangat penegakan HAM dan demokrasi; Ratifikasi K.ILO

No.

(11)

Pemerintahan Abdurrahman Wahid:

Peraturan sangat memihak pekerja/buruh; peraturan yang

fenomenal adalah peraturan pemberian pesangon dalam KepMen 150 Tahun 2000 dan kebebasan berserikat melalui UU 21/2000.

Pemerintahan Megawati Soekarnoputri:

Secara umum lebih menempatkan perlindungan terhadap

pekerja/buruh; UU 13 Tahun 2003 yang menggantikan 15 peraturan yang ada sebelumnya, UU 34/2004 tentang PPTKI di LN, UU 2/2004 yang ada sebelumnya, UU 34/2004 tentang PPTKI di LN, UU 2/2004 tentang PPHI.

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono:

(12)

HUKUM KETENAGAKERJAAN DI ERA GLOBALISASI

Hk Pasar Bebas

Peran Negara

Fleksibelitas

Pasar Bebas dan

Peran Negara

ketenagakerjaan

Larangan

diskriminasi KesejahteraanUmum Jaminan sosial

(13)

Globalisasi dan Pembentukan Hk Ketenagakerjaan

Keseimbangan sosial

(

social equilibrium

)

Serikat Pekerja/ Serikat Buruh:

Pengusaha/

Asosiasi Pengusaha Pemerintah

Serikat Buruh: Asosiasi Pengusaha

LKS TRIPNAS:

collective bargaining

Referensi

Dokumen terkait

30 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hukum terhadap Notaris atas pengambilan dokumen yang berada dalam penyimpanan protokol Notaris dan pemanggilan Notaris untuk kepentingan

Penelitian ini dilakukan di RSUD Banyudono Boyolali karena sebelumnya belum ada penelitian tentang biaya medik langsung dan gambaran pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe

Sebagaimana UU RI Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin pasal 1 ayat 2 yang menyatakan bahwa penanganan fakir miskin adalah upaya yang terarah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

di berbagai lembaga yang ada sebelum UU No. 10/2004 diundangkan dan dikenal dengan keputusan yang bersifat tidak mengatur. 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan

Pengertian tentang utang dapat dilihat dalam pasal 1 Angka 6 Undang- Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang selanjutnya disebut

Sebelumnya sudah ada sejumlah penelitian tentang pembangunan Sitem Pendukung Keputusan yang dilakukan oleh banyak pihak, tetapi pembangunan sistem pendukung

Sesuai dengan UU nomor 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, di Provinsi Banten terdapat 2 Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yaitu kawasan perkotaan yang