BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian PT. Mustika Ratu Tbk

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. PT. Mustika Ratu Tbk

PT. Mustika Ratu Tbk selanjutnya disebut (MRAT) adalah perusahaan Multinasional yang memproduksi kosmetik yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam bahan kosmetik dengan produk utama kosmetik dan perawatan kesehatan. Sebagian besar produk MRAT adalah bahan baku alami dan minuman kesehatan herbal.

MRAT juga memproduksi produk perawatan tubuh untuk pria dan mempunyai gerai spa untuk waralaba. Dengan wilayah distribusi di beberapa kota di Indonesia, seperti : Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, di tambah penjualan ke lebih dari 20 negara di dunia, MRAT menjadi salah satu produsen perawatan kecantikan dan kesehatan terbesar di Indonesia.

Perusahaan ini mengirim barang ke lebih dari 20 negara di dunia (www.pefindo.com, diakses 20 Mei 2012).

1.1.2. Budaya MRAT

1. Mengutamakan peningkatan kepuasan pelanggan 2. Bekerja dengan budaya kekeluargaan dan keakraban 3. Menghargai integritas dan profesionalisme yang tinggi

4. Menunjang kerjasama dan gotong royong dalam mencapai tujuan bersama

(2)

2 1.1.3. Visi dan Misi MRAT

Visi MRAT :

“Menjadi warisan tradisi keluarga leluhur sebagai basis industri perawatan kesehatan kebugaran dan kecantikan penampilan paripurna (holistic wellness) melalui proses modernisasi teknologi berkelanjutan namun secara hakiki tetap mengandalkan tumbuh-tumbuhan yang berasal dari alam.”

Misi MRAT :

“Falsafah kesehatan kebugaran dan kecantikan penampilan parpurna (holistic wellness) yang telah lama ditinggalkan masyarakat luas, digali kembali oleh seorang Puteri Keraton sebagai Royal Heritage untuk dibagikan kepada dunia sebagai karunia Tuhan dalam bentuk ilmu pengetahuan yang harus dipertahankan dan dilestarikan.”

1.1.4. Produk MRAT :

1. Produk Perawatan Rambut (Hair Care) 2. Produk Perawatan Wajah (Facial Care) 3. Produk tata rias dasar (Basic Make Up) 4. Produk tren warna (Color Trend)

5. Produk warna dekoratif (Decorative Color) 6. Produk perawatan badan (Body Care) 7. Bengkoang whitening series

(3)

3 1.2. Latar Belakang Penelitian

Seiring kemajuan jaman, kecantikan dan kesehatan kian menjadi penting bagi banyak manusia, kecantikan telah menjadi sebuah komoditas bisnis yang sangat menjanjikan, dimulai dari usaha penjualan produk kecantikan, perawatan kulit, perawatan rambut, kuku, tubuh, dan lain sebagainya. Dalam zaman serba komersial ini citra cantik merupakan sebuah komoditas yang dapat dibuat sesuai persepsi industri kecantikan. Menjadi cantik dan tetap awet muda adalah dambaan setiap orang terutama para wanita. Apapun dilakukan agar tetap menarik dan cantik, termasuk salah satunya dengan kosmetika. Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik (www.pom.go.id, diakses 6 April 2012).

Menurut Data Persatuan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetik selanjutnya disebut Perkosmi menunjukkan pasar kosmetik nasional pada 2010 mencapai Rp 8,9 triliun, naik 15,9% dibanding 2009. Semester I tahun 2011, penjualan kosmetik domestik telah mencapai Rp 5,5 triliun. Masih pesatnya pertumbuhan pasar kosmetik nasional ini, telah mendorong investasi dari produsen untuk meningkatkan penjualan. Tercatat sejumlah perusahaan kosmetik skala besar melakukan investasi di tahun 2011 antara lain PT L’Oreal Indonesia sekitar Rp 1,5 triliun dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sekitar Rp 1 triliun.

Sementara itu neraca perdagangan kosmetik tergolong positif, tercatat ekspor kosmetika nasional tahun 2010 mencapai 508,3 ribu ton atau mendatangkan devisit 634 juta dollar AS, berarti naik dibandingkan 2009 sebesar 428 ribu ton atau senilai 417 juta dollar AS. Sedangkan untuk

(4)

4

impornya kosmetik tahun 2010 hanya sekitar mencapai 40.3 ribu ton atau mengeluarkan devisa 273 juta dollar AS, berarti relatif stagnan dibanding 2009 yang mencapai 36.6 ribu ton atau sekitar 224 juta dollar AS. Tetapi pada semester I 2011, industri kosmetik dalam negeri mencatat realisasi ekspor senilai Rp 2,55 juta dollar AS. Sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1.1 :

Gambar 1.1. Neraca Perdagangan Kosmetik Tahun 2009-2010 Sumber : (http://mediadata.co.id diakses 06 Mei 2012)

Adapun kondisi persaingan pasar kosmetik di Indonesia berasal dari produk impor dan produk perusahaan asing yang memproduksi di Indonesia, serta produk-produk impor yang sifatnya ilegal. Produk impor menguasai 13% pasar kosmetik di Indonesia, dengan menjangkau segmen konsumen middle-up. Produk-produk impor datang dari Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Jepang, hingga China. Sementara produksi kosmetik lokal menguasai 87% pangsa pasar domestik, yang di produksi produsen Indonesia, sebagaimana ditampilkan pada Tabel 1.1 :

0 100 200 300 400 500 600 700

Ekspor Impor

Tahun 2009 2010 SM12011 Juta Dollar AS

(5)

5 Tabel 1.1.

Perusahaan-perusahaan dalam industri Kosmetik di Indonesia

No Nama Perusahaan

1 PT. Mustika Ratu Tbk (MRAT) 2 PT. Martina Berto Tbk (MBTO) 3 PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 4 PT. Protect & Gamble Indonesia (P&G) 5 PT. L’Oreal

6 PT. Marta Tilaar

7 PT. Mandom Indonesia Tbk

sumber : (http://mediadata.co.id diakses tgl 06 Mei 2012)

Salah satu produsen perawatan kecantikan dan kesehatan terbesar di Indonesia adalah MRAT, MRAT adalah perusahaan kosmetik dengan bahan baku alami, minuman kesehatan herbal, perawatan tubuh untuk pria, gerai spa untuk waralaba.

MRAT mengalami peningkatan penjualan selama lima tahun. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan sebesar 56 miliar dibandingkan tahun 2007, tahun 2009 meningkat kembali sebesar 38 miliar dibandingkan tahun 2008.

Tahun 2010 naik sebesar 24 miliar dibandingkan tahun 2009, dan pada tahun 2011 meningkat sebesar 36 miliar dibandingkan tahun 2010.

Sementara laba bersih MRAT mengalami peningkatan selama lima tahun, walaupun pada tahun 2009 terjadi penurunan. Tahun 2008 terjadi peningkatan sebesar 11 miliar dibandingkan tahun 2007, tahun 2009 terjadi penurunan sebesar 1 miliar dibandingkan tahun 2008. Tetapi mengalami peningkatan kembali pada tahun 2010 sebesar 3 miliar dibandingkan tahun 2009, dan pada tahun 2011 mengalami peningkatan kembali sebesar 4 miliar dibandingkan tahun 2010, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1.2 :

(6)

6

Gambar 1.2. Penjualan dan Laba Bersih Mustika Ratu (Miliar Rupiah) Sumber : http://www.indonesiafinancetoday.com/read/21451/Mustika-Ratu-

Targetkan-Laba-Bersih-2012-Tumbuh-20 diakses tgl 19 Juni 2012 Dengan semakin ketatnya persaingan antara MRAT dengan pesaing lainnya membuat MRAT dituntut untuk memiliki kinerja yang bagus agar dapat bersaing dalam memperebutkan pasar industri kosmetika nasional di Indonesia. Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan. Faktor terpenting untuk dapat melihat perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya. Faktor tesebut juga dapat mengevaluasi apakah kebijakan yang ditempuh suatu perusahaan sudah tepat atau belum. Salah satu hal yang penting dalam penilaian prestasi perusahaan adalah kondisi keuangannya. Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari prestasi perusahaan dari tahun ke tahun. Setiap perusahaan terbuka yang diwakili oleh direksi wajib menyerahkan laporan keuangan Perseroan kepada akuntan publik sebagaimana bunyi pasal 68 UU RI No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Menurut Rodoni & Ali (2010:13), laporan keuangan sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk para investor dan kreditor. Laporan ini memuat laporan keuangan dasar dan juga analisis manajemen atau operasi

252,12 307,8

345,58 369,37

406

646,37

11,13 22,29 21,02 24,42 27,8 30

0 200 400 600 800

2007 2008 2009 2010 2011 2012

Miliar Rupiah

Laba Bersih MRAT Penjualan MRAT

(7)

7

tahun lalu dan pendapat mengenai prospek-prospek perusahaan dimasa mendatang. Di dalam laporan keuangan ada dua jenis informasi yang diberikan. Pertama, yaitu bagian verbal seringkali disajikan sebagai surat dari direktur utama, yang menguraikan hasil operasi perusahaan selama setahun dan membahas perkembangan-perkembangan baru yang akan mempengaruhi operasi dimasa mendatang. Kedua, laporan tahunan yang menyajikan empat laporan keuangan dasar neraca, laporan rugi-laba, laporan laba ditahan dan laporan arus kas. Pada prinsipnya laporan keuangan merupakan informasi yang dapat membantu investor dan para pelaku pasar modal dalam menginterpretasikan keadaan suatu perusahaan. Namun hanya dengan melihat laporan keuangan, informasi lain yang lebih mendalam tentang kinerja dapat diketahui. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perhitungan lebih lanjut atau analisis yang tepat pada laporan keuangan tersebut. Pembaca laporan mesti mengetahui apa arti angka yang ada dalam laporan keuangan dan bagaimana menganalisis dan menafsirkan data dalam cara yang logis dan sistematis.

Proses penilaian kinerja keuangan dari suatu perusahaan maka sangat berarti dalam aktivitas di pasar modal, terutama dalam menilai kinerja keuangan perusahaan publik. Perusahaan publik adalah perusahaan yang sudah terdaftar di suatu bursa efek yang memiliki kewajiban menyampaikan laporan keuangan secara berkala pada publik. Fenomena yang sering terjadi yaitu para pelaku ekonomi (khususnya investor) di pasar modal, cenderung tidak mempunyai rujukan bagaimana cara menilai kinerja saham suatu perusahaan publik melalui analisis keuangan. Untuk membantu menafsirkan data bisnis, laporan keuangan biasanya disajikan dalam bentuk komparatif.

Laporan keuangan komparatif adalah laporan keuangan yang disajikan berdampingan untuk dua tahun atau lebih. Dalam laporan keuangan komparatif (comparative financial statement), angka-angka yang tercantum pada laporan keuangan selama beberapa tahun muncul berdampingan dalam

(8)

8

kolom-kolom vertikal dan horizontal. Format ini tentu akan membantu para pemodal dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi perubahan dan trend signifikan (Weston & Brigham, 2005:311).

Suatu analisis keuangan yang seringkali dipakai dan diketahui oleh umum adalah analisis rasio dengan menilai tingkat likuiditas, aktivitas, solvabilitas, profitabilitas. Namun kelemahan dalam analisis rasio adalah tidak membandingkan semua nilai yang ada dalam laporan keuangan secara lebih rinci (Fahmi, 2011:110). Kelemahan tersebut tidak terdapat pada analisis laporan keuangan bentuk trend dan persentase per komponen. Menurut Munawir (2007:52), analisis trend mampu membandingkan semua nilai yang ada pada laporan keuangan sesuai dengan apa yang ingin diperbandingkan oleh investor karena analisis trend tidak terbatas pada suatu rumus melainkan menghitung dari persentase data. Sedangkan analisis common size mampu membandingkan semua nilai yang ada pada laporan keuangan sesuai dengan apa yang ingin diperbandingkan oleh investor karena analisis common size tidak terbatas pada suatu rumus melainkan menghitung dari perbandingan persentase data Nilai suatu perusahaan akan berubah sepanjang waktu, variasi seperti ini dapat mempersulit suatu analisis keuangan (Fess, 2006:303).

Dengan merancang trend financial statement dan common size financial statement dapat lebih mudah karena menggunakan nilai standar financial.

Memprediksikan kinerja perusahaan di masa yang akan datang dapat dilakukan dengan membandingkannya dari waktu ke waktu. Kinerja masa lalu sering merupakan indikator yang baik mengenai kinerja di masa yang akan datang. Oleh karena itu, investor dan kreditur melihat pada trend penjualan, beban, laba bersih, arus kas dimasa lalu tidak hanya sebagai alat untuk menilai kinerja masa lalu manajemen, tetapi juga sebagai indikator kemungkinan memprediksikan kinerja perusahaan di masa yang akan datang.

(9)

9

Dalam hal pemilihan objek penelitian, pada skripsi ini penulis memilih untuk melakukan penelitian pada perusahaan publik yang bergerak pada bidang industri kosmetik. Pilihan tersebut dirasa cocok dengan penggunaan analisis laporan keuangan yang cenderung lebih akurat jika membandingkan perusahaan dengan tingkat modal yang tidak terpaut jauh. MRAT adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa efek dan mewakili perusahaan kosmetik di Indonesia dengan bahan baku tradisional, dengan alasan itulah maka penulis menjadikannya sebagai objek penelitian.

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : KAJIAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PT MUSTIKA RATU Tbk BERBASIS LAPORAN KEUANGAN PERIODE 2007-2011.

1.3. Perumusan Masalah

1. Bagaimana kinerja keuangan PT. Mustika Ratu, Tbk selama periode 2007-2011 berdasarkan analisis trend ?

2. Bagaimana kinerja keuangan PT. Mustika Ratu, Tbk selama periode 2007-2011 berdasarkan analisis persentase per komponen ?

3. Bagaimana kinerja keuangan PT. Mustika Ratu, Tbk selama periode 2007-2011 berdasarkan analisis rasio ?

1.4. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui kinerja keuangan PT. Mustika Ratu, Tbk selama periode 2007-2011 berdasarkan analisis trend.

2. Mengetahui kinerja keuangan PT. Mustika Ratu, Tbk selama periode 2007-2011 berdasarkan analisis persentase per komponen.

3. Mengetahui kinerja keuangan PT. Mustika Ratu, Tbk selama periode 2007-2011 berdasarkan analisis rasio.

(10)

10 1.5. Kegunaan Penelitian

1. Aspek Teortis (Keilmuan)

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam pada analisis laporan keuangan dengan trend financial statement, common size financial statement dan ratio analysis.

b. Sebagai bahan perbandingan pada penelitan selanjutnya dengan topik dan bidang kajian yang sama.

2. Aspek Praktisi (Guna Laksana)

a. Dengan melihat hasil analisis laporan keuangan diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi keuangannya dan dapat diketahui sejauh mana prestasi yang dicapai perusahaan dari tahun ke tahun sehingga dapat membantu pihak manajemen dalam menjalankan usahanya.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku di dunia pasar modal dalam membuat keputusan untuk berinvestasi.

1.6. Sistematika Penulisan

Berikut adalah sistematika penulisan yang disusun berdasarkan pedoman penulisan tugas akhir Institut Manajemen Telkom:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab I ini berisi mengenai objek studi, latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dari penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

(11)

11

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN Pada bab II akan diuraikan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian. Pada bab II menceritakan tentang kerangka teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan lingkup penelitian.

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada bab III berisi mengenai metode penelitian yang digunakan, objek penelitian, operasionalisasi variabel, skala pengukuran, dan teknik pengumpulan data.

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab IV akan menjelaskan mengenai pengolahan dan analisis data- data yang telah terkumpulkan.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab V berisi mengenai kesimpulan hasil analisis, saran bagi perusahaan dan saran bagi penelitian selanjutnya.

Figur

Gambar 1.1. Neraca Perdagangan Kosmetik Tahun 2009-2010  Sumber : (http://mediadata.co.id diakses 06 Mei 2012)

Gambar 1.1.

Neraca Perdagangan Kosmetik Tahun 2009-2010 Sumber : (http://mediadata.co.id diakses 06 Mei 2012) p.4
Gambar 1.2. Penjualan dan Laba Bersih Mustika Ratu (Miliar Rupiah)  Sumber :

Gambar 1.2.

Penjualan dan Laba Bersih Mustika Ratu (Miliar Rupiah) Sumber : p.6
Related subjects : PT Mustika Ratu, Tbk

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di