BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam era informasi sekarang ini, kehidupan manusia tidak dapat

Teks penuh

(1)

-

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam era informasi sekarang ini, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari peranan media. Dari zaman ke zaman media massa mengalami perkembangan yang pesat guna memuaskan kebutuhan penggunaannya. Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi secara cepat dan luas mengenai perilaku seseorang, juga dapat menarik serta mengarahkan perhatian publik melalui sebuah konten yang disajikannya.

Keyakinan akan media massa berdasarkan jangkauan dan dampaknya yang besar terutama berkaitan dengan printed media seperti majalah. Melalui media massa, masyarakat terpengaruh dengan apa yang disajikannya dalam segala aspek kehidupan. Adapun aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh media massa pun beragam, mulai dari sisi ekonomi, pendidikan, pergaulan, gaya hidup, persepsi serta pola pikir, sampai pada dalam urusan penampilan dan citra diri. Satu contoh aspek kehidupan yang berubah dengan cepat adalah gaya hidup yang termasuk didalamnya, gaya serta selera fashion.

Berganti dari kehidupan tradisional menjadi kehidupan modern kerap menyelimuti masyarakat Indonesia, Semua jenis media, baik itu internet, televisi, film, musik, maupun majalah, berpengaruh besar terhadap gaya hidup kita masa kini. Kebanyakan media menginformasikan tentang gaya hidup remaja kota, yang

(2)

sebagian besar meniru gaya hidup modern, maka tidak heran para remaja menjadi konsumtif, karena adanya pengaruh dari berbagai media yang telah menyebar luas.

Remaja umumnya mulai mencari identitas dirinya dan mereka mulai memilah-milah mana yang pas dengan selera mereka. Remaja-remaja mulai menerapkan gaya hidup yang dianggapnya sesuai dengan mereka, baik untuk di jadikan panutan, juga dalam pencarian gaya hidup, gaya berbicara, gaya berbusana dan lainnya yang nantinya akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak di sadari pengaruh media cukup besar terjadi pada remaja

Menurut Conger walaupun remaja mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menetukan tindakannya sendiri. Namum tekanan dari kelompok bisa mempengaruhi perilaku alam diri remaja. Oleh karena itu, pada fase remaja biasanya seseorang mudah terpengaruh dengan sesuatu yang dianggapnya bagus atau sensasional.

Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Semua manusia pasti berinteraksi, bersosialisasi dan berkomunikasi.

Antar sesama manusia pasti berinteraksi dan bersosialisasi dengan cara komunikasi verbal maupun non-verbal. Pada saat ini, komunikasi sangatlah mudah dengan internet. Internet adalah kumpulan jaringan-jaringan di seluruh dunia yang terkoneksi menjadi sebuah jaringan global.

Jaringan-jaringan yang terkoneksi ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software

(3)

dan hardware yang dibutuhkan. Seiring berkembangnya zaman, kemajuan teknologi internet semakin maju pesat.

Di internet kita bisa bermain game, menonton, mencari informasi berupa data, gambar, suara atau video, dan kita juga bisa berinteraksi dengan pengguna internet di seluruh dunia melalui sosial atau jejaring sosial. Sekarang ini sudah banyak menjamur di dunia berbagai sosial media dan jejaring sosial dengan berbagai fiturnya yang canggih. Sebut saja Blog, Facebook, Twitter, Google+, Path, WhatsApp, Skype, Wechat, BBM (Blackberry Messenger), Instagram, dan lain lain.

Internet, sosial media dan jejaring sosial memang membawa perubahan bagi dunia, tetapi tetap saja disamping dampak positif pasti diiringi dengan dampak negatif terutama dalam hal pergaulan. Selanjutnya akan dibahas dalam bab selanjutnya.

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring social, termasuk milik Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan Polaroid.

Outfit of the day atau sering disebut OOTD merupakan gaya fashion blogger yang menunjukkan pakaian apa yang mereka gunakaan sehari-hari. Gaya ini sering sekali ditemukan di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram,

(4)

atau Path1. Selain itu, OOTD bisa disebut cara menggabungkan pakaian yang diabadikan dalam sebentuk foto kreatif dimana sang fashionista meng-capture foto OOTD mereka di spot-spot yang keren dan menarik.

Foto yang diunggah ke berbagai media sosial yang menampilkan gaya berpakaian dari ujung kepala sampai ujung kaki oleh para penggila fashion biasanya akan ditambahkan keterangan tentang semua brand yang mereka kenakan saat itu. Mereka berupaya membagikan informasi tentang apa, dimana dan bagaimana para penikmat foto mereka untuk mendapatkan setiap fashionitems yang mereka kenakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang yang terkenal dengan sebutan fashion blogger ataupun penggila OOTD memiliki fans yang menjadi follower dan menjadikan mereka sebagai trendsetters sebagai pencitraan diri.

Reputasi atau citra didefinisikan sebagai a picture of mind, yaitu suatu gambaran yang ada di dalam benak seseorang2. Citra dapat berubah menjadi buruk atau negatif, apabila kemudian ternyata tidak didukung oleh kemampuan atau keadaan yang sebenarnya.

Bill Canton mengatakan bahwa citra adalah kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi3. Menurut Philip Henslowe, citra adalah kesan yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dan

1Keudell, Felix von, The Internet: The Book of Revelations, Volume 2, Books On Demand:Inggris, 2012,

2Holt, Rinehart and Winston Inc,. The Holt Dictionary of American English. New York,1996

3Harrison , Kim, Strategic Public Relations: A Practical Guide to Success. 2nd Edition. Vineyard

(5)

pengertian terhadap fakta (tentang orang-orang, produk atau situasi)4. Kemudian Rhenald Kasali juga mendefinisikan citra sebagai kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan. Pemahaman itu sendiri timbul karena adanya informasi5.

Sedangkan Frank Jefkins mengartikan citra sebagai kesan, gambaran atau impresi yang tepat (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya) mengenai berbagai kebijakan, personel, produk, atau jasa-jasa suatu organisasi atau perusahaan6.

Masalahnya sering kali terjadi kalau citra membangkitkan kepura-puraan kita terhadap publik. Sehingga seolah anda melakukan sesuatu bukan diri kita tapi polesan lipstick. Apa yang kita lakukan hampir sama dengan apa yang kita pikirkan. Anda akan terlihat percaya diri ketika anda berpikir bahwa diri anda pantas untuk memiliki citra.

Dngan begitu saat anda masuk kesebuah butik atau restoran anda pikirkan tentang jenis pelayanan yang anda terima, cara orang lain menatap anda dengan respect dan segalanya nampak tepat pada tempatnya bagi anda Itulah pemposisian citra anda terlihat akan kuat tapi tidak mencerminkan kearoganan dan kemunafikan didalamnya tapi di dalam ada ketulusan hati untuk berperilaku sehingga semua orang akan menangkap citra anda secara positif karena memang pantas mendapatkan respect tersebut.

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi

4Henslowe , Philip, The Art and Science of Public Relations Vol. 3, Crest Publishing House: New Delhi, 2000

5Rhenald Kasali,Manajemen Public Relations, Grafiti: Jakarta, 2003

6Jefkins , Frank, Public Relations. Edisi ke 5. Erlangga: Jakarta, 1998

(6)

yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. (Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua). Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.

Definisi remaja yang dipaparkan oleh Sri Rumini & Siti Sundari, Zakiah Darajat, dan Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12 - 22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis.

Maka dari itu, penulis hendak melakukan penelitian berdasarkan pencitraan mahasiswa yang notabennya merupakan remaja dimana mereka menggabarkan gaya fashion mereka melalui media sosial. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menemukan maksud dan makna di balik pencitraan tersebut.

1.2 Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut yang menjadi pokok masalah penelitian ini yaitu bagaimana mahasiswa/i Universitas swasta di Jakarta dalam membentuk pencitraan diri di media sosial Instagram?

1.3 Identifikasi Masalah

(7)

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan Key Informan, didapatkan beberapa masalah, yaitu latar belakang masing–masing Key Informan melakukan OOTD untuk menaikkan pamor di lingkungannya melalui media Instagram.

1.4 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian

Tujuan peneliti melakukan penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana para remaja mengapresasikan dirinya melaui sebuah foto di media sosial Instagram.

1.4.2 Kegunaan Penelitian

 Kegunaan Akademis

Kegunaan akademis dari penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi atau manfaat tambahan bagi pengembangan Ilmu Komunikasi khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Broadcasting Universitas Mercu Buana yang ingin mengetahui atau melakukan penelitian tentang Instagram.

 Kegunaan Praktis

Sebagai informasi tambahan bagi para pembaca atau pihak yang tertarik terhadap media sosial Instagram.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :