• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Pasar Global dan Domestik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tinjauan Pasar Global dan Domestik"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1

Global

Amerika Serikat

Pasar saham AS (DOW -4,29% m-m dan S&P -4.76% m-m) mengakhiri pergerakan pada teritori positifnya pada bulan September dan mengalami koreksi terburuk sejak bulan Maret 2020. Kekhawatiran pelaku pasar pada prospek pertumbuhan ekonomi yang melambat, naiknya kasus varian Delta, imbal hasil obligasi yang naik dan juga konfirmasi dari Fed, Bank Sentral AS, yang akan mulai untuk mengurangi laju pembelian asetnya pada tahun ini. Bulan September memang bukanlah bulan terbaik untuk kelas aset saham. Jika kita lihat sejarahnya di bulan September indeks saham S&P 500 memberikan kinerja secara rata-rata -0,4%. Kali terakhir Dow Jones mengalami koreksi dalam 3 minggu berturut-turut terjadi pada bulan September tahun lalu. Arah kebijakan moneter Fed juga menjadi sentimen yang memberatkan pasar, walaupun kami melihat keadaan pasar mulai tenang setelah pengumuman itu. Volatilitas pasar yang lebih tinggi pada bulan September disertai fenomena yang disebut “quadruple witching” dimana banyak kontrak berjangka dan derivatif saham yang jatuh tempo bersamaan di hari yang sama. Kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi juga diperburuk setelah laporan beige book Fed yang dirilis menyimpulkan adanya sedikit penurunan pada aktivitas ekonomi pada rentang bulan Agustus – September 2021. Menurut laporan tersebut, perlambatan aktivitas ekonomi terlihat dikarenakan mobilitas masyarakat yang berkurang akibat naiknya kasus varian Delta. Terlihat dari mobilitas yang berkurang pada perjalanan, pariwisata dan restoran. Pada akhir bulan, koreksi pasar terus berlanjut akibat tekanan sentimen dari perusahaan pengembang terbesar di Tiongkok yang mengalami resiko gagal bayar dan berpotensi merugikan investor di seluruh dunia. Tidak ketinggalan, perdebatan mengenai pagu utang dan masalah pembiayaan pemerintah AS antara partai Demokrat dan Republik yang belum terselesaikan.

Semua sentimen tersebut mendorong indeks dolar (DXY +1,73% m-m) lebih tinggi ke 94,23. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS-10 tahun juga mengalami kenaikan menjadi 1,4873% dari sebelumnya 1,3088% setelah Fed mengumumkan rencana tapering-nya.

Pagu utang dan pembiayaan pemerintah AS memang selalu menjadi alat politik yang digunakan oleh kedua partai politik tersebut untuk saling jotos dalam masa pemerintahan yang berbeda. Walaupun para anggota kongres selalu ketat dalam membatasi utang federal sejak tahun 1917, beberapa pelonggaran terjadi dalam perjalanan waktu. Sejak tahun 2001, pagu utang sudah diubah 14 kali untuk mengakomodir defisit yang lebih tinggi pada masa krisis sebelumnya. Untuk saat ini, krisis masalah pembiayaan pemerintah AS dapat dihindari dengan perpanjangan waktu sampai dengan bulan Desember 2021. Secara

(2)

2

terpisah, para pembuat kebijakan AS saat ini harus segera menaikkan pagu utang hingga 18 Oktober 2021, atau beresiko akan gagal bayar untuk pertama kalinya, yangmana Yellen sudah peringatkan bahwa hal tersebut dapat menghancurkan ekonomi AS. Partai Republik kemungkinan akan mencoba untuk menahan langkah tersebut di tingkat Senat, mengingat perselisihan politik yang memang selalu terjadi diantara kedua anggota partai. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh partai Republik di bulan September dengan unggul mayoritas di tingkat Senat. Mereka dapat menyalahkan partai Demokrat apabila skenario gagal bayar ini terjadi dan pada akhirnya dapat menguasai Gedung Putih dan Kongres di pemilu sela AS.

Fed mengumumkan rencana untuk mulai menjalankan program tapering segera setelah pertemuan di bulan November 2021 dan akan menyelesaikan prosesnya pada pertengahan tahun 2022. Langkah ini lebih cepat jika dibandingkan dengan tahun 2014 pada masa Janet Yellen, yang diperlukan waktu 10 bulan sampai dengan selesai. Pada batas tertentu pandangan ini lebih hawkish dibandingkan dengan pernyataan pada saat pertemuan di Jackson Hole. Namun, Powell juga menegaskan bahwa tapering bukan menjadi langkah untuk selanjutnya menaikkan suku bunga, pandangan yang lebih dovish dibandingkan dengan anggota Fed lainnya. Secara terpisah, selain pengumuman rencana taper, anggota Fed merilis proyeksi kuartalan terbarunya. Dot Plot terbaru menunjukkan pandangan anggota Fed yang terbagi rata antara yang berpendapat menaikkan suku bunga tepat dilakukan paling cepat tahun depan atau pada tahun berikutnya, terlihat dari median yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan median proyeksi dot plot pada bulan Juni lalu, kenaikan suku bunga tidak terlihat sampai dengan tahun 2023. Walaupun dari proyeksi ini terlihat pandangan para anggota menjadi lebih hawkish, proyeksi ini hanyalah merupakan pandangan pribadi dari masing-masing anggota. Lebih jauh, masa jabatan beberapa anggota Fed akan segera berakhir di tahun depan dan Biden harus segera memikirkan calon anggota penerusnya. Ada dua kursi dari tujuh yang tersedia pada tahun depan. Sementara itu, imbal hasil obligasi melanjutkan kenaikan, mendahului prediksi kenaikan pertama dari suku bunga di tahun 2023, bahkan imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek terlihat mengalami sedikit peningkatan karena para pedagang saat ini memperkirakan akan terjadi langkah-langkah yang lebih agresif ketika siklus kenaikan suku bunga dimulai.

Ketika Jerome Powell menyampaikan konferensi pers untuk mengkonfirmasi roadmap dari tapering, reaksi pasar terlihat tenang dan volatilitas pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah mulai stabil. Secara keseluruhan, reaksi pasar relatif terkendali, hal inilah yang diharapkan dari Fed dalam mengkomunikasikan arah kebijakannya untuk menghindari tantrum pasar.

(3)

3

Pasar tenaga kerja AS menunjukkan bahwa pemulihan berlanjut, meskipun terlihat perlambatan pada penambahan pekerjaan. Data nonfarm payrolls AS menunjukkan bahwa penambahan pekerjaan turun lagi jauh dari perkiraan di 235.000 (vs perkiraan +733.000 dan sebelumnya 1.053.000). Gelombang awal perekrutan tampaknya telah mereda setelah kenaikan berturut-turut lebih dari 900.000 serta ancaman varian Delta yang menjadi kekhawatiran. Penurunan target pekerjaan berasal dari perlambatan tajam dalam perekrutan di sektor jasa yang sebelumnya naik sangat tinggi. Kali ini, kontribusi besar datang dari sektor manufaktur, yang mempekerjakan 37.000 orang, dengan 24.000 orang diantaranya dari sektor otomotif. Meskipun data pekerjaan melambat, data lain tampak menggembirakan seperti tingkat pengangguran berangsur turun ke tingkat terendah selama pandemi di 5,2% (vs sebelumnya 5,3%), dan pendapatan rata-rata per jam meningkat +0,6% m-m (vs perkiraan +0,3% m-m dan sebelumnya +0,4% m- m). Secara keseluruhan, lapangan kerja masih kekurangan 2,9 juta dari tingkat Februari 2020. Harga-harga di tingkat konsumen tumbuh pada laju terlambat dalam 6 bulan. Pada Agustus lalu tumbuh di +0,3% m-m (vs perkiraan +0,4% m-m dan sebelumnya +0,5% m-m), menunjukkan bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya dan menguatkan kembali atas keyakinan Powell yang dulu bahwa faktor-faktor penyebab kenaikan inflasi bersifat sementara. Meskipun sedikit mereda, angka tahunan masih tinggi di +4,0% y-y (vs perkiraan +4,2% y-y dan sebelumnya +4,3% y-y).

Para ekonom juga memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk dirayakan mengingat Fed diperkirakan masih akan menyusun rencana pengurangan stimulusnya pada November nanti. Jika dijabarkan, inflasi inti tertahan disebabkan oleh penurunan harga mobil dan truk bekas -1,5%, mengakhiri lima bulan berturut-turut kenaikan. Tarif maskapai penerbangan juga anjlok -9,1% pada bulan Agustus karena varian Delta menahan keinginan masyarakat untuk bepergian. Beberapa indikator utama dari indeks sentimen University of Michigan yang menjadi cerminan prospek, terutama ketika indeks turun ke 71 pada bulan Agustus, hanya 6 indikator yang turun lebih besar sejak indeks modern tersebut diluncurkan pada tahun 1978. Ini menimbulkan risiko cukup besar yang dapat menahan kenaikan pekerjaan lebih lanjut di bulan September. Penjualan ritel pada bulan Agustus melampaui perkiraan dengan +0,7% m-m (vs perkiraan - 0,7% m-m) tetapi kejutan itu teredam oleh revisi ke bawah dari penjualan ritel bulan Juli menjadi -1,8% m- m dari -1,1% m-m. Pengeluaran untuk makan di restoran pada bulan Agustus terdampak oleh varian Delta tetapi diimbangi oleh pengeluaran online dan penurunan penjualan mobil yang lebih rendah dari perkiraan.

Data indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) bulan September secara tak terduga naik menjadi 61,1% (vs perkiraan 59,9) membentuk pembacaan tertinggi sejak bulan Mei 2021. Hasil ini menunjukkan bahwa permintaan masih menguat, namun produsen masih bergulat dengan kekurangan pasokan.

(4)

4

Eropa

Pasar saham Uni Eropa (Euro stoxx -3,53% m-m) mengakhiri kenaikan tujuh bulan beruntun di bulan September, karena kekhawatiran investor akan pertumbuhan ekonomi global dan pandangan kebijakan moneter menekan pergerakan pasar. Resiko gagal bayar dari Evergrande juga memberikan dampak yang menular ke zona Eropa, saham-saham Uni Eropa tenggelam pada akhir bulan.

Meskipun terlihat mencoba untuk kembali bangkit pada akhir bulan, sentimen negatif dari pasar AS terus membebani pergerakan pasar di Eropa. Dalam hal valuasi, P/E-12 bulan kawasan Eropa secara relatif masih lebih menarik dibandingkan dengan AS, meskipun dengan pertumbuhan laba per saham (earning per share) yang melambat. Terlepas dari tekanan eksternal tersebut, terdapat kenaikandata yang menggembirakan, seperti data kepercayaan konsumen di Jerman pada bulan Oktober membaik 0,3%

(dari -1,1% di bulan September). Data kepercayaan rumah tangga Perancis terhadap ekonomi juga meningkat menjadi 102 di bulan September (dari 99 di bulan Agustus). Keputusan ECB dalam menyesuaikan kebijakan moneternya di bulan September sedikit memberikan angin segar untuk pasar, dimana kebijakan tersebut dianggap lebih dovish oleh pelaku pasar. Dewan Pemerintahan ECB juga tidak mengubah program pembelian darurat pandemi Covid-19 (pandemic emergency purchasing program/PEPP) di 1,85 triliiun, namun mengurangi pembelian aset bulanannya yang sebelumnya ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan yang stagnan. Dengan menggarisbawahi lebih lanjut nada dovish, Christine Lagarde juga menekankan bahwa hal ini bukanlah tapering atau mengurangi dukungan namun hanya rekalibrasi. Dengan inflasi yang meningkat cepat, ECB juga menyiratkan hal yang sama dengan Fed, bahwa inflasi saat ini adalah sementara, bahkan ketika kenaikan harga-harga yang melebihi target inflasi di 2%. Sayangnya, bagi Inggris, BOE menanggapi masalah inflasi ini dengan lebih serius.

Pertumbuhan PDB di Inggris tertahan di bulan Juli,.setelah data terbaru menunjukkan pertumbuhan sangat kecil, hanya bertumbuh 0,1% m-m (vs. perkiraan +0,6% m-m) meski sudah dicabutnya pembatasan oleh pemerintah. Penyebab utamanya adalah melemahnya penjualan ritel dan kekurangan tenaga kerja secara terus menerus. Sektor jasa, yang menyumbang 80% dari total ekonomi Inggris tidak memberikan kontribusi yang berarti, karena bergulirnya kembali festival musik dan olahraga, diimbangi oleh penurunan tajam pada belanja masyarakat. Para pemilik bisnis sudah menyatakan kegundahannya seiring dengan kurangnya tenaga kerja dan bahan baku yang menyebabkan kekacauan rantai pasokan terburuk sejak 1970an. Pasar saham Inggris (UKX -0,47% m-m) terkoreksi akibat dari inflasi utama indeks yang menyentuh level tertinggi dalam 9 tahun di bulan Agustus lalu (3,2% y-y vs perkiraan +2,9% y-y dan sebelumnya +1,8%

y-y). Meski anggota BOE yang memiliki pandangan dovish akan berdalih bahwa hal tesebut sebagian

(5)

5

disebabkan kembalinya sektor jasa, namun dari data yang lebih detil terlihat bahwa tekanan inflasi merangkak naik dan meluas pada hampir semua sektor. Secara keseluruhan, langkah pengetatan kebijakan ini masih mendapatkan momentum seiring dengan Deputi Gubernur BOE memilih untuk segera mengakhiri program pembelian asetnya. Sementara itu, BOE merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga 2021 menjadi 2,1% (dari 2,9%) dan memperingatkan inflasi mungkin dapat menanjak diatas 4% di tahun ini. Gubernur BOE Andrew Bailey mengumumkan bahwa seluruh anggota setuju untuk menyesuaikan kenaikan suku bunga di tahun ini apabila inflasi terus naik. Namun, para ekonom masih ragu dengan langkah tersebut karena sentimen resiko yang kurang baik ditengah kekurangan tenaga kerja supir truk dan juga melonjaknya harga energi yang keduanya memperkeruh prospek kedepan untuk ekonomi Inggris.

Asia

Pasar saham di Asia (MSCI AC Asia Pacific -2,26% m-m) mengawali bulan September dengan meyakinkan namun pada akhir bulan akhirnya ditutup sedikit melemah dikarenakan para pelaku pasar yang khawatir akan pertumbuhan ekonomi global dan juga resiko gagal bayar di Tiongkok. Walaupun pengumuman tapering dari Fed yang lebih jelas menstabilkan pasar global, namun hal tersebut belum mampu mengangkat pergerakan pasar saham di kawasan Asia. Indeks saham Hang Seng Hong Kong (HSI -5.04%

m-m) memimpin penurunan seiring dengan kekacauan yang terjadi pada sektor teknologi diatas sektor lainnya, karena sentimen negatif setelah pemerintah Tiongkok yang membekukan seluruh perizinan baru untuk permainan daring. Ditengah kekacauan ini, di belahan dunia lainnya, pasar saham saham India (Sensex +2,73% m-m) bertolak belakang dari pasar saham lainnya dengan menembus level 59.000 dan 60.000 untuk pertama kalinya melampaui kapitalisasi pasar indeks saham Perancis CAC Index. Pasar saham India terlihat ditopang oleh investor asing dan domestik yang melihat kebijakan pemerintah India yang konstruktif dan juga akselerasi pada program vaksinasi. Arus portofolio dan keuntungan terus terlihat tidak tergoyahkan dan mengkonfirmasi lima bulan berturut-turut keuntungan bulanan ditengah sentimen negatif global.

Pasar saham Tiongkok (SHCOMP +0,68% m-m) melanjutkan kinerja yang baik dan berhasil menutup bulan September namun tidak berhasil meraih level tertingginya yang sempat tercapai pada awal bulan karena tekanan dari resiko gagal bayar Evergrande. Nama Evergrande mencuat setelah pemerintah Tiongkok menerapkan pengetatan pengaturan utang kepada raksasa perusahaan pengembang properti di Tiongkok tersebut, sehingga mengguncang fondasi perusahaan tersebut. Sementara itu, pemerintah Tiongkok telah membiarkan beberapa perusahaan skala kecil-menengah pengembang properti mengalami gagal bayar

(6)

6

tanpa diberikan bantuan. Melihat dari besarnya Evergrande, pemerintah diharapkan dapat melakukan restrukturisasi dan refinancing sebelumnya dampaknya menular menjadi lebih sistemik dan berujung pada krisis finansial penuh. Kenaikan di awal bulan didorong dari dialog AS dan Tiongkok melalui sambungan telepon antara Xi dan Biden untuk meredakan persaingan keduanya agar tidak terjadi konflik. Para pejabat juga memperbarui komitmennya untuk lebih jauh membuka akses ke pasar modalnya untuk investor asing.

Dalam hal sektor, nama-nama dari sektor bahan baku melonjak seiring dengan ledakan harga komoditas dan kekurangan pasokan menandakan akan lebih banyak ruang untuk melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek. Di sisi lain, melonjaknya harga bahan baku bersamaan dengan biaya pengiriman dan listrik menyebabkan kesulitan dalam mengendalikan inflasi di tingkat pabrik, melonjak ke level tertinggi dalam 13 tahun pada bulan Agustus lalu. Sementara itu, data dari Tiongkok tidak memberikan dukungan untuk sentimen pasar karena data yang dirilis menunjukkan prospek ekonomi yang suram ke depannya, memperkuat kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global. Tindakan keras pemerintah Tiongkok yang meluas terjadi sepanjang bulan menambah kekhawatiran.

Selama beberapa bulan terakhir, tindakan keras pemerintah Tiongkok yang meningkat adalah bukti poros keras partai komunis yang berkuasa untuk memangkas ketergantungan akan kapitalisme dan mempersempit ketidaksetaraan sosial yang melebar dalam beberapa tahun belakangan. Sejauh ini, Beijing memiliki sekitar 14 tindakan keras yang sedang berlangsung terhadap berbagai sektor dan individu. Pada bulan September, regulator tanpa henti menambahkan target baru dan meningkatkan upaya yang ada.

Sejak awal bulan, saham teknologi berusaha keras di bawah tekanan karena Alibaba menjanjikan pemberian $ 15,5 miliar untuk visi "kemakmuran bersama" Beijing. Keputusan itu memicu kekhawatiran baru atas profitabilitas perusahaan di tahun-tahun mendatang. Menurut investor, sumbangan itu tidak menjamin bahwa raksasa teknologi itu tidak akan lagi menjadi target pengawasan Beijing. Terlepas dari janji itu, Beijing berencana untuk memecah Alipay dari Ant Group lebih jauh. Kali ini, para pejabat ingin bisnis kredit dipisahkan menjadi aplikasi independen. Lebih banyak pemain terkait dengan teknologi berada di bawah pengawasan karena regulator meningkatkan tekanan pada beberapa sektor termasuk game, virtual reality "metaverse", dan larangan menyeluruh terhadap cryptocurrency. Kemudian muncul tindakan keras terhadap konsumsi listrik yang menyebabkan lebih dari setengah provinsi daratan membatasi penggunaan listrik, memaksa penutupan pabrik yang beresonansi kepada rantai pasokan global. Bersamaan dengan itu, pemerintah terus mempromosikan keterbukaannya terhadap modal luar negeri. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah daerah di Beijing dan Shenzhen mengumumkan manfaat baru dari kebijakan ramah bisnis untuk modal asing di distrik pengembangan khusus mereka.

(7)

7

Kasus solvabilitas Evergrande Group menjadi fokus bulan ini karena raksasa properti Tiongkok itu melewatkan pembayaran bunga kepada beberapa kreditornya. Kasus ini membuat sorotan bagi investor global karena kasus perusahaan ini hanya beberapa langkah lagi menjadi kasus restrukturisasi utang terbesar di negara itu. Selain itu, ini memicu spekulasi tentang risiko penularan dan potensi penanganan regulator terhadap situasi tersebut. Secara total, kewajiban Evergrande sebesar US$ 300 miliar, tetapi analis global meragukan bahwa ini akan menjadi "momen Lehman" versi Tiongkok. Pasar bereaksi dengan koreksi pada saham yang berdampak pada Hong Kong dan Tiongkok, terutama karena Beijing menahan diri untuk tidak memberikan jaminan kepada investor. Oleh karena itu, investor beralih pada PBOC dengan harapan suntikan likuiditas lebih lanjut diberikan. Untuk saat ini, Evergrande berhasil mencapai kesepakatan tentang pembayaran kupon salah satu obligasi domestiknya – Obligasi Shenzhen yang jatuh tempo pada September 2025 diperdagangkan di level 5,8%. Meskipun ketidakpastian tetap pada apakah dapat membayar US$ 83,5 juta untuk obligasi ini dan US $47,5 juta lainnya pada obligasi yang berbeda yang jatuh tempo pada akhir bulan, kegelisahan pasar untuk sementara tenang setelah PBOC menyuntikkan uang tunai untuk menambah likuiditas. Namun, kegelisahan global nampaknya akan bertahan karena pengembang properti yang paling banyak memiliki utang di dunia tersebut, masih memiliki kewajiban 1 pembayaran kupon obligasi dalam negeri dan 3 lagi pembayaran kupon obligasi luar negeri yang jatuh tempo di bulan Oktober nanti.

Pada bulan ini, PBOC telah meningkatkan suntikan uang tunai ke dalam sistem keuangan ke level tertinggi sejak bulan Februari. Bank sentral Tiongkok tersebut telah dihadapi dengan situasi yang sulit karena harus mencapai keseimbangan antara mendorong pertumbuhan sambil mencegah gelembung aset muncul.

Secara musiman, pihak berwenang cenderung mengizinkan likuiditas yang lebih tinggi di pasar mendekati akhir kuartal, didorong oleh meningkatnya permintaan oleh bank menjelang pemeriksaan peraturan.

Selain itu, pemberi pinjaman secara alami perlu mengumpulkan lebih banyak uang tunai menjelang liburan satu minggu pada awal Oktober. Sebagai tanggapan terhadap teka-teki Evergrande, PBOC menyuntikkan CNY 120 miliar (US$ 18,6 miliar) ke dalam sistem perbankan melalui perjanjian pembelian kembali terbalik – injeksi bersih sebesar CNY90 miliar. Untuk meyakinkan pasar, PBOC berjanji untuk menjaga perkembangan pasar perumahan yang sehat dan melindungi hak-hak pembeli rumah. PBOC menyadari bahwa runtuhnya Evergrande tidak hanya akan mengguncang pasar keuangan global tetapi bisa berpotensi meninggalkan 1,5 juta pembeli rumah dengan proyek yang belum selesai. Oleh karena itu, Gubernur PBOC Yi Gang menyatakan bahwa akan ada langkah dalam koordinasi kebijakan moneter dengan sisi fiskal, termasuk kebijakan industri untuk mencapai keseimbangan antara mendukung ekonomi

(8)

8

dan mencegah risiko. Terakhir, PBOC juga memperbarui janjinya untuk mendorong suku bunga pinjaman riil lebih rendah sambil mengakui bahwa pemulihan ekonomi tidak solid dan seimbang.

Data dari Tiongkok bulan ini terus menurun setelah bangkit luar biasa dari pandemi, dikarenakan momentum telah melambat secara signifikan selama beberapa bulan terakhir. Penjualan ritel bulan Agustus – yang menjadi ukuran utama dari belanja konsumen – tumbuh pada laju paling lambat sejak Agustus 2020 di +2,5% y-y, dibawah konsensus pada +7,0% y-y karena belanja liburan musim panas terhambat oleh pendekatan toleransi nol dari pemerintah Tiongkok dalam menangani penyebaran sporadis virus varian Delta. Data produksi industri juga meleset dari perkiraan dan tumbuh pada kecepatan yang lebih tipis +5,3% y-y (vs. perkiraan +5,8% y-y dan sebelumnya +6,4% y-y). Pertumbuhan investasi aset tetap turun menjadi +8,9% y-y (vs perkiraan +9,0% y-y dan sebelumnya +10,3% y-y), bukti lain yang menunjuk ke arah melambatnya ekonomi Tiongkok. Indeks pembelian manajer sektor manufaktur resmi atau PMI manufaktur resmi negara itu mengalami kontraksi di 49,6 (vs perkiraan 50,0 dan sebelumnya 50,1) - level terendah sejak Februari 2020, yang dikaitkan dengan pertumbuhan yang lebih lemah di sektor konsumsi energi dan wabah Covid yang sedang berlangsung di beberapa provinsi. PMI non-manufaktur kurang terpengaruh oleh krisis energi dan menerima dorongan dari festival musim gugur, menghasilkan ekspansi ke 53,2 (vs perkiraan 49,8 dan sebelumnya 47,5). Meskipun PMI manufaktur Caixin menunjukkan perbedaan dari angka pemerintah dan naik menjadi 50,0 (vs perkiraan 49,5 dan sebelumnya 49.2), para ekonom berpendapat bahwa data dari pemerintah lebih merefleksikan terhadap kondisi saat ini yang mencerminkan masalah tenaga listrik yang sedang berlangsung.

Pasar saham Hong Kong (HSI -5,04% m-m) bernasib lebih buruk daripada pasar di Tiongkok daratan meskipun menjadi sumber sentimen negatif. Indeks acuan Hong Kong tersebut jatuh ke level terendah sejak November 2020 terbebani oleh sentimen Evergrande dan tindakan keras terbaru Beijing terhadap kasino. Secara eksternal, Hong Kong cenderung dipengaruhi oleh sentimen Wall Street juga, dan karenanya tekanan berlanjut di bulan ini. Tolok ukur saham teknologi (HSTECH -7,66% m-m) juga mengalami penurunan tajam. Upaya untuk bangkit dilakukan menjelang akhir bulan, namun jatuh kembali, karena investor menjadi waspada terhadap prospek utang pengembang properti Tiongkok dan prospek lanjutan peraturan untuk sektor teknologi. Krisis energi di Tiongkok juga menyeret pasar pada akhir bulan karena investor menjual saham yang rentan terhadap penutupan pabrik. Analis memperingatkan bahwa krisis pasokan listrik Tiongkok juga berpotensi menimbulkan ancaman yang jauh lebih besar daripada krisis utang Evergrande.

(9)

9

Pasar saham Jepang (Nikkei +4,85% m-m) melawan arus tren global dan menyentuh level tertinggi dalam 30 tahun setelah Perdana Menteri Suga mengumumkan rencana pengunduran dirinya, memacu harapan bahwa kandidat berikutnya akan meningkatkan stimulus dan lebih mampu dalam menangani situasi pandemi. Pasar juga menarik kekuatan dari revisi ke atas terhadap PDB kuartal kedua 2021, membantu menyangga sentimen buruk dari Wall Street yang loyo. Investor asing adalah pembeli bersih saham Jepang selama empat minggu berturut-turut. Hingga 17 September, asing mencatat pembelian bersih sebesar JPY247 miliar. Terlepas dari prospek politik yang lebih cerah, ada lebih banyak optimisme dalam pemulihan ekonomi yang lebih kuat karena meningkatnya tingkat vaksinasi dan menurunnya infeksi. Pada akhir Bulan September, infeksi baru telah jatuh ke level terendah sejak bulan Juli di 1.568 per hari.

Sementara itu tingkat vaksinasi telah melampaui 70% untuk dosis pertama yang diberikan (165 juta) dan 60% dari populasi sepenuhnya divaksinasi (75,7 juta). Meskipun ada optimisme di dalam negeri, Nikkei tidak dapat menutup bulan mendekati rekor tertinggi karena investor khawatir akan koreksi di pasar AS pada akhir bulan. BOJ menawarkan pandangan suram tentang ekspor dan produksi karena penutupan pabrik di seluruh Asia menyebabkan kemacetan pasokan, yang menempatkan ancaman bagi negara- negara dengan pemulihan yang didorong ekspor karena konsumsi masih lemah. Namun demikian, BOJ tetap konstruktif pada pertumbuhan global yang mampu untuk menjaga pemulihan ekonomi di jalurnya, menangapi bahwa fondasi utuh meskipun ada penurunan proyeksi. Kuroda menyatakan bahwa pelemahan dalam konsumsi di bulanJuli -Agustus karena lonjakan infeksi varian Delta yang tidak terduga.

Data akhir PDB kuartal kedua 2021 Jepang yang direvisi ke atas menjadi 1,9% q-q dari sebelumnya +1,3%

q-q didukung oleh pengeluaran bisnis yang lebih baik dari perkiraan karena pemulihan ekonomi global mendukung belanja modal dan produksi pabrik. Pengeluaran bisnis yang kuat yang tumbuh +2,3% q-q (vs perkiraan +2,0% q-q dan sebelumnya +1,7% q-q) juga membantu mengimbangi pelemahan dalam aktivitas sektor jasa. Konsumsi swasta, yang menyumbang lebih dari 50% dari PDB Jepang meningkat +0,9% q-q (vs pembacaan awal +0,8% q-q). Sementara itu, ekspor bersih terpangkas -0,3% dari pertumbuhan di kuartal kedua. Meskipun kumpulan data lebih menggembirakan, analis masih memperingatkan bahwa pemulihan masih rapuh karena pembatasan pandemi terus menghambat aktivitas sektor swasta. Selain itu, kekurangan pasokan kepingan global kemungkinan akan merusak produksi dan pengiriman mobil Jepang. Ada beberapa indikator seperti data pengeluaran rumah tangga bulan Juli yang dirilis bulan ini.

Angka tersebut hanya tumbuh sedikit sebesar +0,7% y-y (vs perkiraan +2,0% y-y) menyusul penurunan tajam sebesar -4,3% y-y pada bulan Juni lalu. Kenaikan moderat ini mencerminkan pengeluaran konsumen yang tertunda pada bulan Juli lalu karena konsumen masih terhuyung-huyung dari guncangan awal pandemi. Prospeknya tidak begitu terang di kuartal ketiga di tengah ledakan kasus Covid-19, yang

(10)

10

memaksa pemerintah untuk memberlakukan langkah-langkah darurat baru yang mencakup sekitar 80%

populasi. Namun, kepercayaan di antara produsen meningkat untuk bulan kelima berturut-turut seperti yang ditunjukkan oleh Survei Tankan BoJ.

IHSG

IHSG (+2,22% m-m ke 6.286,943) dan LQ45 (+3,25% m-m 894,678) diperdagangkan mendatar selama September sebelum akhirnya terlihat aksi window dressing pada hari-hari terakhir menutup bulan yang mengirim tolok ukur saham tersebut ke level tertinggi sejak bulan Maret lalu. Meskipun ada momen singkat dimana IHSG jatuh di bawah angka 6.000 karena rilis indeks penjualan ritel bulan Juli yang lebih lemah, pasar dengan cepat bangkit kembali pada sesi berikutnya. Penjualan ritel bulan Juli turun -5,0%

m-m, tidak mengherankan mengingat langkah-langkah penguncian yang diterapkan selama bulan itu, dan masih lebih baik dibandingkan dengan -12,8% pada Juni lalu. Dalam jangka menengah, penjualan diperkirakan akan meningkat selama 3 bulan ke depan tetapi akan melambat kembali dalam 6 bulan ke depan. Sementara itu, dampak dari Evergrande hampir tidak dirasakan oleh pasar dalam negeri.

Ketahanan di pasar sebagian didukung oleh rupiah yang jinak dan hanya terdepresiasi -0,32% m-m menjadi Rp14.313 /US$. Ada juga optimisme karena bobot Indonesia dalam MSCI dapat meningkat selama beberapa tahun ke depan karena akan lebih banyak nama pemain ekonomi baru seperti GOTO. Mengenai pandemi, tingkat infeksi harian telah jatuh ke level terendah sejak bulan Mei, sementara rata-rata 7 hari menyentuh level terendah sejak Agustus 2020 pada akhir September. Meskipun ada perbaikan yang signifikan pada jumlah kasus, pemerintah mengumumkan perpanjangan langkah-langkah PPKM hingga 4 Oktober sambil mengutip bahwa beberapa daerah masih rentan terhadap infeksi. Kali ini, daerah dengan PPKM level 4 adalah yang berada di luar Jawa dan Bali. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga telah melonggarkan pembatasan untuk daerah yang berada di bawah level 3 ke bawah. Menjelang akhir bulan, pemerintah telah mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun untuk memasuki pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya – katalis positif untuk meningkatkan lalu lintas mal.

Bank Indonesia mengumumkan keputusan untuk menunda kenaikan suku bunga hingga 2023 karena melihat risiko penurunan terhadap prospek ekonomi tahun depan. Gubernur BI Perry Warjiyo juga memaparkan rencana BI di Forum Bank Sentral Pasar Bertumbuh untuk menarik likuiditas dari pasar secara bertahap tahun depan, sebelum menyentuh suku bunga pada akhir tahun. Perkiraan BI untuk pertumbuhan PDB 2022 adalah antara 4,6% hingga 5,4%, sementara memperkirakan inflasi indeks harga konsumen sebagian besar tetap rendah untuk tahun depan sebelum akhirnya merangkak naik pada tahun

(11)

11

2023. Sementara itu, BI akan terus mendorong penyaluran pinjaman oleh bank untuk mendukung bisnis.

Setelah pengumuman BI, rupiah jatuh ke level terendah satu minggu. Keputusan BI masih konsisten dengan fokus untuk menjaga kebijakan moneter longgar selama mungkin dengan perpanjangan program pembelian obligasi di tahun depan bahkan ketika bank sentral utama dunia sedang bersiap untuk mulai mengurangi dukungan di masa pandemi ini.

Indonesia menunjukkan kebangkitan yang kuat dalam kegiatan ekonomi dengan pendapatan negara bulan kedelapan 2021 tumbuh +13,9%, membentuk 60% dari target satu tahun penuh APBN. Di bulan kedelapan 2021, pengumpulan pajak tumbuh +13,9% y-y sementara pengumpulan beacukai meningkat +30,4% y-y.

Pengumpulan pajak ekspor melonjak +1,056% y-y karena harga komoditas yang kuat. Secara terpisah, pemerintah telah meningkatkan target penerimaan pajak negara tahun 2022 menjadi Rp1,265 triliun (+10,72% dari target 2021). Kenaikan tertinggi yang ditargetkan adalah dari pajak properti (+23%), diikuti oleh pajak penghasilan dari nonmigas (+11,3%), dan PPN & pajak barang mewah (+10,5%). Pemerintah berencana menaikkan PPN menjadi 12% dari 10% dan memperluas objek kena pajak. Kenaikan penting lainnya adalah pada target pemungutan cukai sebesar 11,9%, yang terutama berasal dari pajak cukai rokok.

Cadangan devisa di bulan Agustus melonjak ke level tertinggi di US$ 144,8 miliar (dari sebelumnya US$

137,34 miliar), sebagian besar berasal dari hak penarikan khusus IMF (special drawing rights/SDR) – senilai US$ 6,31 miliar. SDR adalah aset cadangan internasional yang dapat digunakan sebagai aset cadangan atau sebagai perantara untuk transaksi keuangan antara negara-negara anggota. Keputusan untuk menyuntikkan alokasi SDR ke negara-negara anggotanya dibuat untuk memberikan ketahanan dan stabilitas sistem keuangan global di tengah pandemi. Pada tingkat saat ini, cadangan devisa dapat mempertahankan 8,7 bulan impor dan layanan utang luar negeri pemerintah. Bulan lalu, arus portofolio mencatat arus masuk bersih sebesar US$ 1,3 miliar, yang terdiri dari US$ 1,0 miliar ke obligasi, dan US$

0,3 miliar ke saham.

Neraca perdagangan Agustus menyentuh rekor tertinggi dengan surplus US$ 4,740 miliar pada bulan Agustus (vs perkiraan US$ 2,317 miliar dan sebelumnya US$ 2,589 miliar), mengalahkan konsensus. Baik ekspor dan impor melebihi perkiraan pasar, membawa angka di bulan kedelapan 2021 ke surplus US$ 19,2 miliar (vs US$ 11,0 miliar pada bulan kedelapan 2020). Ekspor melonjak +21% m-m/+64,1% y-y (vs perkiraan +26,1% y-y dan sebelumnya +29,32% y-y), didorong oleh batubara (+165% y-y) dan ekspor CPO (+167% y- y). Kontributor lainnya adalah besi & baja (+115% y-y), bijih (+140% y-y), timah (+151% y-y), dan barang- barang yang berhubungan dengan manufaktur (53% y-y) juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Kinerja

(12)

12

ekspor yang kuat tidak mungkin karena faktor musiman mengingat bahwa Agustus biasanya merupakan bulan yang lambat untuk ekspor sejak 2018. Dalam hal tujuan ekspor, Tiongkok dan India adalah kontributor utama meskipun perbaikan tujuan eskpor terlihat menyeluruh. India adalah tujuan penting ekspor setelah negara itu membuka kembali ekonominya dan memangkas retribusi ekspor CPO Indonesia.

Data impor juga menggembirakan setelah mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar +55,26% y-y (vs perkiraan +45,00% y-y dan sebelumnya +44,44% y-y), kemungkinan besar karena pengiriman yang dijadwalkan ulang yang terhenti karena pembatasan mobilitas bulan Juli lalu. Melihat rinciannya, impor bahan baku memimpin (+60% y-y), seperti minyak & gas (+116% y-y) dan besi & baja (+121% y-y) melonjak.

Impor barang konsumsi diperluas +58% y-y di belakang pembelian makanan&buah-buahan, sementara barang modal juga melonjak +35% untuk pembelian mesin yang lebih tinggi.

Inflasi utama indeks harga konsumen mencatatkan deflasi bulanan sebesar -0,04% m-m (vs perkiraan +0,01% m-m dan sebelumnya +0,03% m-m), sedangkan angka tahunan lebih tinggi menjadi +1,60% y-y (vs perkiraan +1,66% y-y dan sebelumnya +1,59%). Inflasi inti untuk bulan September stabil di +1,30% y-y (vs perkiraan +1,33% y-y dan sebelumnya +1,31% y-y). Menurut data BPS, penurunan harga pangan berkontribusi -0,12 ppt. Ini kemungkinan besar karena kondisi cuaca yang lebih baik dari perkiraan seperti yang diamati dari Indeks Nino. Di sisi lain, restoran dan transportasi mencatatkan inflasi positif dan berkontribusi 0,03ppt karena ekonomi secara bertahap dibuka kembali. Perumahan dan peralatan terus membukukan inflasi marjinal, berkisar antara 0,2-0,3ppt om m-m-m dari dasar sejak awal tahun. Dari sisi penawaran, indeks harga perdagangan besar juga mencatat deflasi ringan -0,01% m-m, sehingga angka tahunan menjadi +2,89% y-y (vs +2,87% y-y pada Agustus lalu). Pendorong utama deflasi adalah dari pertanian dengan kontribusi -0,17ppt - selaras dengan penurunan harga pangan. Di sisi yang lebih cerah, sektor manufaktur berkontribusi 0,16 ppt karena PMI manufaktur melonjak ke wilayah ekspansif di 52,2 pada bulan September.

Sektor-sektor yang memimpin di bulan September adalah energi, transportasi & logistik, dan industri;

BYAN (+98,65% m-m), ASSA (+29,92% m-m), dan UNTR (+29,51% m-m). Sementara itu, sektor tertinggal adalah teknologi dan bahan dasar; EMTK (-19,82% m-m), TPIA (-8,28% m-m).

Sektor energi menguat, dipimpin oleh pemain batubara di tengah krisis energi global. Harga batubara terus naik untuk bulan kelima berturut-turut ke level mengejutkan US$ 218 / ton.

(13)

13

Sektor transportasi dipimpin oleh ASSA dengan bobot 37,78%. Kenaikan ASSA didorong oleh bisnis logistik dengan pertumbuhan tinggi, Anteraja – mendapat manfaat dari ledakan e-commerce di Indonesia.

UNTR memimpin sektor industri di bursa lebih tinggi setelah perusahaan merilis penjualan alat berat Agustus yang kuat sebesar 326 unit (+61% m-m dan +210% y-y) dibandingkan dengan 105 unit pada bulan Agustus 2020. Perusahaan juga akan membayar dividen interim sebesar Rp335 per saham pada 22 Oktober.

EMTK memimpin sektor teknologi lebih rendah, karena aksi ambil untung terjadi bulan ini juga. Mengingat kurangnya berita spesifik perusahaan dan sektor, penjelasan yang paling mungkin adalah rotasi sektor oleh investor ke sektor siklus seperti energi dan keuangan.

Outlook

Ternyata rentang waktu tapering dan pandangan pejabat Fed lebih hawkish dari yang diperkirakan.

Namun kami percaya bahwa tidak akan ada pengulangan taper tantrum tahun 2013 karena ekonomi global saat ini secara luas dalam kondisi yang lebih baik dan sebagian besar dari hal-hal ini sudah dihargai oleh pasar. Investor sekarang beralih ke topik berikutnya seperti pembukaan kembali ekonomi AS yang telah lama ditunggu-tunggu dan perkembangan dari reformasi struktural di Tiongkok. Kami telah menganalisis kedua topik dan akan menguraikannya lebih banyak di waktu mendatang tetapi singkatnya ada dua poin yang paling relevan dengan prospek pasar saham dalam negeri.

Pertama, kombinasi pembukaan kembali AS, ambisi Tiongkok pada energi terbarukan, gangguan pasokan yang sedang berlangsung, dan permintaan musim dingin musiman tidak hanya akan menghasilkan energi yang lebih ketat dan pasar komoditas yang lebih termoderasi, tetapi juga berarti permintaan logam yang lebih lemah. Dengan demikian, kami memperkirakan harga minyak, batubara, dan minyak sawit akan meningkat tetapi harga nikel dan logam lainnya akan menurun ke depan. Indonesia sebagai produsen komoditas besar akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga tersebut. Kedua, meskipun tahun depan kami memperkirakan AS memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat karena pembukaan kembali, kami juga memperkirakan Tiongkok memiliki pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan karena reformasi strukturalnya. Ini akan menghasilkan Dolar AS yang lebih kuat dan impor yang lebih rendah oleh Tiongkok dari seluruh Asia, termasuk Indonesia, yang akan merusak prospek pertumbuhan kawasan.

(14)

14

Kami mempertahankan strategi kami untuk berfokus pada proksi pembukaan kembali dan tema ekonomi baru. Namun, setelah perkembangan tersebut, kami telah menambahkan posisi pada nama energi dan komoditas (seperti batubara, minyak dan CPO) untuk kepemilikan jangka pendek dan nama-nama defensif (seperti nama-nama untukkonsumsi pokok) untuk kepemilikan jangka panjang.

Kisaran Obligasi: imbal hasil 5 tahun 5,021%-5,139%, imbal hasil 10 tahun 6,070%-6,241%

Kisaran IHSG: S2: 5960 S1: 6050 R1: 6200 R2: 6350

PT FWD Asset Management Gedung Artha Graha, lantai 29 SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 – Indonesia T (+62) 21 2935 3300

F (+62) 21 2935 3388

Laporan ini disiapkan oleh PT FWD Asset Management dan disediakan hanya untuk kepentingan penyampaian informasi.

Investor harus membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk membeli Unit Penyertaan Reksa Dana ini.

Jika terdapat perbedaan antara laporan ini dan Prospektus, maka ketentuan Prospektuslah yang berlaku. Nilai Unit Penyertaan dan pendapatan dari Reksa Dana bisa naik maupun turun. Kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan untuk kinerja masa depan dan juga bukan merupakan perkiraan dan/atau indikasi kinerja di masa depan Reksa Dana. Informasi mengenai efek-efek terbesar dalam portofolio bukan merupakan rekomendasi untuk membeli efek-efek tersebut.

PT FWD Asset Management terdaftar dan diawasi oleh OJK dan telah memperoleh izin usaha dari OJK (d/h BAPEPAM dan LK) pada Desember 2003 dengan izin usaha No. KEP-12/PM/MI/2003.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini akan membahas tentang bagaimana merancang dan membangun sebuah sistem RAPS ( Rubric Assessment Participation System ) yang dapat menilai dan mengukur

[r]

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel lingkungan kerja ( variabel X ) dengan Kepuasan kerja ( variabel Y ), maka digunakan rumus korelasi rank spearman,

Guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan ashitaba maka diformulasikan granul effervescent, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi

Sebuah pusat perbelanjaan bertema industri kreatif dengan konsep city walk dapat menjadi wadah yang pas selaras dengan perkembangan sektor komersil dan pariwasata

Berdasarkan uraian diatas maka dapat digambarkan suatu kerangka pemikiran teoritis yang menyatakan bahwa struktur modal, skala perusahaan dan likuiditas merupakan faktor

Terima kasih juga kepada Mas Asep yang membantu mancarikan saya bahan-bahan skripsi saya, semua bahannya sangat membantu saya dalam penulisan skripsiv. Terima

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan sains dalam berbagai disiplin ilmu pada masa dinasti Umayyah Andalusia menjadi salah satu pemantik kemajuan peradaban