• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

136 BAB VIII

BAGIAN TUBUH TANAMAN

Pada dasarnya tubuh tumbuh-tumbuhan tersusun atas 3 bagian pokok, yaitu akar (radix), batang (caulis), dan daun (folium).



























Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS: Al-Hijr: 22)

Pada surat Al-Hijr ayat 22 tersebut di atas dijelaskan secara gamblang bagaimana angin berperan pada proses perkembangbiakan tumbuhan. Angin termasuk salah satu pengantar serbuk sari menuju putik.

(2)

137

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS: Al-An’am : 99).

Allah menjelaskan bahwa air itu sebagai sebab bagi tumbuhnya segala macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam bentuk, jenis, dan rasanya supaya manusia dapat mengetahui betapa kekuasaan Allah mengatur kehidupan tumbuh-tumbuhan itu. Kemudian disebutkan pula perincian dari tumbuh-tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu; diantaranya ialah rerumputan yang tumbuh berumpun-rumpun sehingga kelihatan menghijau. Tumbuh-tumbuhan jenis ini mengeluarkan buah yang berbentuk butiran-butiran kecil yang terhimpun dalam sebuah tangkai seperti gandum dan padi.

Jenis yang lain lagi dan jenis tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu ialah anggur, zaitun, dan delima. Ketiga jenis buah-buahan ini disebutkan secara beruntun, karena masing-masing ada yang mempunyai persamaan dan perbedaan, sifat, bentuk dan rasanya, sehingga ada yang berwarna kehitam-hitaman dan ada pula yang berwarna kehijau-hijauan; ada yang berdaun agak lebar, dan ada pula yang berdaun agak kecil; begitu pula ada yang rasanya manis dan ada yang asam.

(3)

138

Secara rinci bagian-bagin tubuh tumbuhan diuraikan sebagai berikut. A. Akar

Akar memiliki struktur luar yang meliputi : tudung akar, batang akar, cabang akar (pada dikotil), dan bulu akar. Secara anatomi akar terdiri dari empat bagian, epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Di luar itu ada lapisan piliferous yaitu epidermis yang berada pada daerah bulu

Gambar 8.1. Akar tumbuhan

1. Fungsi Akar

Akar merupakan bagian tumbuhan yang penting. Akar berada dalam tanah, fungsi atau kegunaan akar 1) untuk menguatkan berdirinya batang, 2) menyerap air dan garam mineral, 3) membantu penyerapan oksigen di udara pada tumbuhan tembakau, dan 4) menyimpan cadangan makanan misalnya pada tumbuhan umbi-umbian.

2. Jenis-Jenis Akar a. Akar Serabut

(4)

139

oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok.

Gambar 8.2. Contoh tumbuhan yang berakar sebut

b. Akar Tunggang

Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.

(5)

140 c. Akar Tunjang

Akar tunjang dimiliki oleh pohon pandan dan bakau. Akar ini berguna untuk menunjang batang agar tidak rebah. Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah.

Gambar 8.4. Akar tunjang pohon pandan

d. Akar nafas

(6)

141

Gambar 8.5. Akar nafas pohon bakau

e. Akar Pelekat

Contoh akar pelekat adalah akar pohon sirih. Akar pelekat tumbuh pada buku-buku batang. Akar jenis ini dimiliki oleh tumbuhan-tumbuhan yang merambat/memanjat.

Gambar 8.6. Akar nafas pohon bakau

B. Batang

Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang ada di atas tanah, serta tempat melekatnya daun, bunga dan buah. Batang juga berperan dalam pengangkutan air dan zat makanan dari akar ke daun.

(7)

142 1. Struktur Batang

Struktur batang terdiri atas: epidermis, empulur, xilem, kambium, floem, dan parenkim. Perhatikan gambar berikut ini!

Gambar 8.8. Struktur batang

Batang memiliki buku dan ruas, pada setiap buku melekat sehelai daun atau lebih. Adapun batang tumbuhan berkayu tersusun dari jaringan primer yaitu:

a. Kulit luar, memiliki dinding luar sel-sel yang menebal dan bermodifikasi menjadi rambut-rambut halus, duri, dan lentisel.

b. Kulit pertama, terletak di sebelah dalam epidermis tersusun dari jaringan parenkim dan jaringan penunjang. Jaringan penunjang terdiri dari jaringan kolenkim yang mempunyai penebalan dinding sel di sudut-sudutnya atau mengandung kloroplas.

c. Kulit dalam, merupakan batas antara korteks dan stele, biasanya disebut florterma, mengandung amilum sehingga disebut juga sarung tepung.

(8)

143

Pada tumbuhan dikotil batang dapat mengalami perubahan menjadi jaringan primer antara lain bakal daun, tunas ketiak, epidermis korteks, ikatan pembuluh dan empulur. Pertumbuhan xilem terus menerus tetapi karena adanya perubahan musim, maka terjadi pertumbuhan yang kecepatan dan ukuran sel-selnya berbeda sehingga terbentuk lingkaran tahun. Batang monokotil berkembang menjadi bakal daun, bakal tunas ketiak, epidermis, ikatan pembuluh tersebar, di tengah lingkaran terdapat empulur yang mungkin hilang, kecuali pada buku-buku.

2. Jenis-Jenis Batang Tumbuhan

a. Batang Berkayu

Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini, antara lain, jati, mangga, dan mranti.

Gambar 8.9. Contoh batang berkayu pohon mangga

(9)

144

Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya, tanaman padi, jagung, dan rumput.

Gambar 8.10. Contoh batang rumput pada pohon jagung

c. Batang Basah

Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya, tumbuhan bayam dan patah tulang.

Gambar 8.11. Contoh batang basah pada bayam

3. Fungsi Batang

(10)

145

Selain itu, batang juga berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan, misalnya, pada tumbuhan sagu, tebu dan kaktus.

Ada beberapa batang yang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif, contoh: ketela pohon, dan tebu. Adapun bagi manusia, batang tumbuhan yang membentuk kayu dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat perabot rumah tangga, contohnya batang pohon jati.

C. Daun

1. Struktur Daun

Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, pelepah daun. Contoh daun yang memiliki bagian-bagian lengkap, daun pisang dan daun jambu. Seperti pada gambar berikut!

Gambar 8.12.Bagian-bagian daun

(11)

146

bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala.

2. Bentuk Tulang Daun

a. Menyirip

Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan. Contoh : daun jambu, mangga, dan rambutan. Perhatiakan gambar berikut!

Gambar 8.13.Bentuk tulang daun menyirip

b. Melengkung.

Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Contoh: tulang daun sirih, gadung, dan genjer.

(12)

147 c. Menjari

Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Contoh: tulang daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.

Gambar 8.15.Bentuk tulang daun menjari

d. Sejajar

Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar. Tiap- tiap ujung tulang daun menyatu. Misalnya, tulang daun tebu, padi, dan semua jenis rumput-rumputan.

(13)

148 3. Fungsi Daun

a. Pembuatan makanan, di dalam daun terjadi proses pembuatan makanan (pemasakan makanan). Makanan ini digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses hidupnya dan jika lebih disimpan.

b. Pernapasan, di permukaan daun terdapat mulut daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara. Proses inilah yang menyebabkan manusia merasa nyaman saat berada di bawah pohon pada siang hari.

c. Penguapan, tidak semua air yang diserap akar dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. Sebagian air yang tidak digunakan dibuang melalui mulut daun dalam bentuk uap air. Pada malam hari, kelebihan air dikeluarkan melalui sel-sel pucuk daun. Proses ini disebut gutasi.

Sedangkan manfaat daun bagi manusia yaitu: digunakan sebagai bahan makanan, contohnya daun pepaya dan singkong, sebagai bahan obat-obatan, contohnya daun jeruk dan jambu biji, dan sebagai bahan rempah-rempah, contohnya daun salam jeruk.

D. Bunga

Pada umumnya, bunga mempunyai warna menarik, berbau harum, bentuknya bermacam-macam, dan biasanya mengandung madu.

1. Bagian-Bagian Bunga

(14)

149

Gambar 8.17. Bagian-bagian bunga

Sedangkan bagian bunga fertil terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan makrosporofil sebagai putik (pistillum) dengan daun buah sebagai penyusunnya. Cobalah cermati penjelasan berikut ini agar lebih mengetahui bagian-bagian bunga.

a. Tangkai induk atau ibu tangkai bunga (rachis, pedunculus, pedunculus communis) merupakan aksis perbungaan sebagai lanjutan dari batang atau cabang.

b. Tangkai bunga (pedicellus) merupakan cabang terakhir yang mendukung bunga.

c. Dasar bunga (receptacle) merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain (batang).

d. Daun pelindung (brachtea) merupakan daun terakhir yang di ketiaknya tumbuhbunga.

5) Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal tangkai bunga.

e. Daun kelopak (sepal) merupakan daun perhiasan bunga yang paling pangkal, umumnya berwarna hijau dan berkelompok membentuk kelopak bunga (calyx).

(15)

150

g. Benang sari (stamen) adalah daun fertil yang terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.

h. Daun buah (carpell) adalah daun fertil pendukung makrospora berupa bakal biji (ovalum) yang secara kolektif membentuk putik (pistill).

Adapun berdasarkan bagian-bagiannya, bunga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.

a. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki mahkota, kelopak, putik, dan benang sari. Contoh bunga lengkap adalah kembang sepatu dan bunga kacang.

b. Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki satu atau beberapa dari bagian bunga lengkap, contohnya bunga salak dan bunga kelapa. Sedangkan berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua, yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

a. Bunga sempurna adalah bunga yang mempunyai putik dan benang sari. Bunga yang memiliki dua alat kelamin disebut bunga hermafrodit, contohnya bunga pepaya, bunga jambu biji.

b. Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, putik saja atau benang sari saja. Bunga yang hanya memiliki benang sari saja disebut bunga jantan, misalnya bunga jagung yang berbentuk malai. Sedang bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Misalnya pada jagung yang berbentuk tongkol.

2. Fungsi Bunga

(16)

151 alat perkembangbiakan.

Selain itu bunga juga berfungsi bagi makhluk lain diantaranya adalah serangga. Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupu- kupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi.

E. Buah

Buah ada yang berdaging, contohnya buah mangga dan buah apel. Buah terdiri atas daging buah dan biji. Biji merupakan hasil dari pembuahan yang terjadi akibat penyerbukan antara serbuk sari dan putik. Biji itu berkeping. Biji ada yang berkeping satu dan ada yang berkeping dua. Biji berkeping satu disebut monokotil, dan yang berkeping dua disebut dikotil.

Gambar 8.18. Buah dan biji pad sirsat

1. Klasifikasi Buah

Secara umum, buah dibedakan atas buah sejati dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang semata-mata berasal dari bakal buah sedangkan buah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.

(17)

152

Buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau lebih. Contoh Mangga (Mangifera indica), Carica papaya dan Durio zibethinus.

Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah.

Buah sejati majemuk adalah buah sejati yang terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.

b. Buah Semu

Buah semu atau sering juga disebut buah tertutup yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian – bagian lain pada bunga itu, yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, menarik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat atau dapat dimakan), sedangkan buah yang sebenarnya kadang kadang tersembunyi.

F. Biji

Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.

Biji tersusun atas tiga komponen utama, yakni: kulit biji, tali pusar dan inti biji, perhatikanlah uraian berikut ini!

(18)

153

Kulit biji adalah bagian biji yang berasal dari selaput bakal biji (integumnetum). Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), kulit biji tersusun atas dua lapisan, yakni :

b. Tali Pusar (Funiculus)

Tali pusar merupakan bagian yang menhubungkan biji dengan tembuni. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya.

c. Inti Biji (Nucleus seminis)

Inti biji adalah semua bagian biji yang terletak di dalam kulitnya. Inti biji terdiri atas :

(19)

Gambar

Gambar 8.1. Akar tumbuhan  1.  Fungsi Akar
Gambar 8.3. Contoh tumbuhan yang berakar tunggang
Gambar 8.4. Akar tunjang pohon pandan  d.  Akar nafas
Gambar 8.5. Akar nafas pohon bakau  e.  Akar Pelekat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan survey, paper ini bertujuan untuk meminimalisasikan limbah untuk pewarnaan kain dengan memanfaatkan limbah organik

Tidak pernah ada pemberitaan buruk tentang selebriti (Mikha Tambayong, Adipati Dolken, Sahila Hisyam, dan Mischa Candrawinata) yang mempromosikan smartphone Samsung..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pushidrosal telah berperan nyata dan aktif dalam melaksanakan penanggulangan bencana yaitu dengan melaksanakan survei investigasi untuk

dalam kuadran A, karena semua variabel ini menjadikan jasa Maskapai “Air Asia” Indonesia warga Surabaya tersebut unggul di mata pelanggan, variabel-variabel yang termasuk

Berdasarkan hal tersebut penelitian eksperimen dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh intervensi kelompok teman sebaya (the support group method) terhadap

Kesuksesan program perencanaan karir dapat mendorong karyawan mengembangkan pengharapan yang lebih realistik, tentunya perusahaan harus mampu mempertimbangkan secara krusial

Tujuan: Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam pengurangan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, mencegah kekakuan lebih lanjut dan mengembalikan kekuatan otot serta

Walaupun Pasal- pasal dalam bab ini dan berbagai peraturan turutannya sudah jelas dan dapat dimengerti dengan baik oleh para pelaku bisnis di bidang