• Tidak ada hasil yang ditemukan

JOKER (JURNALILMUKEOLAHRAGAAN) Volume 1 No. 2 Agustus 2020 e-issn: X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JOKER (JURNALILMUKEOLAHRAGAAN) Volume 1 No. 2 Agustus 2020 e-issn: X"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

JOKER

(JURNALILMUKEOLAHRAGAAN)

Volume 1 No. 2 Agustus 2020 e-ISSN: 2723-584X

HUBUNGAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN SERVICE PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA

SISWA SMK NEGERI 05 BOMBANA

Faisal Risal1, Wolter Mongsidi2

1

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/Ilmu Keolahragaan/Dosen Email: [email protected]

2

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/Ilmu Keolahragaan/Dosen Email: [email protected]

(Received: tgl-bln-thn; Reviewed: tgl-bln-thn; Accepted: tgl-bln-thn; Published: tgl-bln-thn)

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the relationship between leg muscle power and the service ability of the takraw game for students of SMK Negeri 05 Bombana. The population in this study were all 118 students of SMK Negeri 05 Bombana, consisting of 58 girls and 60 boys. The sampling technique used purposive sampling technique, which is based on the consideration of the gender of the male, totaling 60 people and can test the service ability of the takraw game service. Based on the initial test, 33 people were able to service the game Sepak Takraw, so the sample in this study was 33 people.

The instrument for measuring leg muscle power used a vertical jump test, while to measure the service ability of the Sepak Takraw game, used a service test with a target and 5 times service opportunities.

The data analysis technique used the analysis prerequisite test, namely the normality test, linearity and hypothesis testing using the product moment correlation test. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant relationship between leg muscle power and the ability to service the game Sepak Takraw on students of SMK Negeri 05 Bombana, where (rxy) is 0.51 at a significant level of 0.05 with a sample size of 33 obtained r table = 0.344, if included in the correlation map including moderate correlation. While the coefficient of determination between the two variables (r²) is 0.26 in other words 26% of the service ability of the takraw game is determined by the leg muscle power. Meanwhile, 74% are influenced by elements of physical conditions such as flexibility, coordination, agility and accuracy. From the results of the data analysis, it can be concluded that the better the leg muscle power of a person, the better the results in service the game Sepak Takraw.

Keywords: Power, Leg Muscles, Service, Sepak Takraw.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw pada siswa SMK Negeri 05 Bombana. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMK Negeri 05 Bombana yang berjumlah 118 orang, terdiri dari putri 58 orang dan putra 60 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan pertimbangan jenis kelamin putra yang berjumlah 60 orang dan dapat melakukan tes kemampuan service permainan sepak takraw. Berdasarkan tes awal yang mampu melakukan service permainan sepak takraw sebanyak 33 orang, sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 33 orang.

(2)

Instrumen untuk mengukur power otot tungkai menggunakan vertical jump test, sedangkan untuk mengukur kemampuan service permainan sepak takraw menggunakan tes service dengan sasaran dan 5 kali kesempatan service. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas,linieritas dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw pada siswa SMK Negeri 05 Bombana, dimana (rxy) adalah sebesar 0,51 pada taraf signifikan 0,05 dengan jumlah sampel 33 diperoleh rtabel = 0,344, jika dimasukkan dalam peta korelasi termasuk korelasi sedang. Sedangkan Koefisien determinasi antara kedua variabel (r²) sebesar 0,26 dengan kata lain 26% kemampuan service permainan sepak takraw ditentukan oleh power otot tungkai. Sedangkan 74% dipengaruhi oleh unsur kondisi fisik misalnya kelentukan, koordinasi, kelincahan dan ketepatan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa semakin baik power otot tungkai seseorang maka semakin baik pula hasil dalam melakukan service permainan sepak takraw.

Kata Kunci: Power; Otot Tungkai; Service; Sepak Takraw.

PENDAHULUAN

Upaya peningkatan prestasi olahraga perlu dilaksanakan melalui pembinaan atlet sedini mungkin dengan cara pencarian dan pemantauan bakat, pembibitan, pendidikan dan pelatihan olahraga prestasi melalui ekstrakurikuler. Prestasi maksimal dalam olahraga bisa dicapai apabila diletakkan landasan yang kokoh mulai dari sekolah dasar.

Ini berarti pembinaan untuk meletakkan dasar yang kuat harus dilakukan sedini mungkin. Oleh karena inilah yang menentukan perkembangan anak baik fisik, mental, emosional, sosial maupun prestasi olahraga (Siswanto, 2017:89).

Olahraga sepak takraw, dalam upaya meningkatkan prestasi maka setiap pemain harus mempersiapkan dirinya baik kondisi fisik maupun kemampuan teknik bermain (Rosti, 2020:47). Sepak takraw merupakan sebuah permainan net yang dimainkan dalam lapangan empat persegi panjang, baik di tempat tertutup (indoor) maupun terbuka (outdoor) dengan permukaan lapangan yang rata. Sepak takraw dapat dimainkan di lapangan rumput, lapangan pasir, keramik ataupun yang beralaskan matras karet. Kondisi lapangan yang bermacam-macam ini memudahkan masyarakat dalam melakukan permainan sepak takraw dimanapun dan kapanpun.

Permainan sepak takraw sangat penting untuk melakukan tes pengukuran awal sebelum dilakukan latihan dalam kegiatan ekstrakurikuer. Fungsi dari tes awal adalah:

Merangsang pelatih untuk mencapai tujuan, merupakan umpan balik bagi pelatih dan atlet, membangkitkan motivasi berlatih, membantu

atlet dalam menilai kemampuannya, membantu pelatih menata kembali bahan-bahan yang telah diberikan, menentukan klasifikasi atau pengelompokan atlet, sebagai alat untuk memperoleh data yang obyektif, keperluan diagnosa (body mekanik, kebugaran jasmani, dan keterampilan gerak).

Tes keterampilan sepak takraw ini akan sangat bermanfaat bagi pelatih ekstrakurikuler untuk mengetahui kemampuan anak dan menentukan program latihan kedepannya. Saat permainan sepak takraw yang selama ini dilakukan, masih banyak kendala yang dialami. Beberapa siswa masih belum baik dalam melakukan teknik dasar permainan salah satunya dalam melakukan service. Kemampuan dasar service bawah pada permainan sepak takraw memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan memperoleh angka dalam bermain sepak takraw.

Service merupakan sepakan awal dalam bermain, sepakmula dilakukan oleh tekong pada lingkaran sepak mula setelah apit melambungkan bola. Service itu suatu teknik penyajian bola pertama dalam permainan sepak takraw.

Penguasaan teknik service sangat penting mengingat dengan service suatu regu dapat menghasilkan nilai atau angka, dapat memimpin pertandingan sesuai dengan tipe dari yang dikehendaki regu yang service, merupakan serangan pertama terhadap lawan regu. Gerakan dalam service meliputi: (a) sikap permulaan service, (b) sikap saat perkenaan bola.

Kemampuan service pada permainan sepak takraw memiliki peran yang sangat penting terhadap keberhasilan dalam permainan sepak takraw. Informasi mengenai kemampuan masing-masing siswa,

(3)

Menurut Sudrajat (2000:22), bahwa dalam suatu teknik dasar sepak takraw yaitu sepak mula (service) disitu membutuhkan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan (non-lokomotor) dan keterampilan manipulatif. Koordinasi anggota tubuh dibutuhkan untuk menampilakan gerak dengan gaya (force) dan alur gerak (flow) yang selaras, terutama ayunan kaki penyepak.

Menurut Sudrajat (2000: 76), bahwa power otot tungkai, adalah komponen fisik yang diperlukan dalam permainan sepak takraw. Menurut Ismaryati (2006: 59), power adalah menyangkut kekuatan dan kecepatan kontraksi otot yang dinamis dan eksplosif serta melibatkan pengeluaran kekuatan otot yang maksimal dalam waktu yang secepat-cepatnya.

Permainan sepak takraw kekuatan dan kecepatan otot tungkai sangat berperan penting dalam pencapaian prestasi maksimal, terutama untuk meningkatkan keterampilan sepakmula.

otot tungkai yang kuat seorang pemain sepak takraw dan mengatur seberapa kuat ayunan kaki untuk disentuhkan kepada bola, tidak mudah terkena cidera memudahkan penguasaan teknik sepakmula (service).Hal ini dikarenakan gerakan-gerakan dalam sepakmula dilakukan dengan gerakan ayunan kaki yang kuat dan cepat. Disamping itu dengan

Kenyataan yang terjadi, pada hasil observasi lain juga didapat bahwa saat siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 05 Bombana, berlatih mempraktekkan gerakan service dalam permainan sepak takraw, terlihat masih ada beberapa siswa yang masih kurang sesuai dengan petunjuk atau arahan yang diajarkan guru atau pelatih. Idealnya dalam melakukan service untuk menahan gerakan yang dilakukan saat gerakan service salah satu kaki sebagai penopang untuk menjaga agar gerakan menjadi efisien dan membutuhakan ayunan kaki yang kuat dan cepat, hal ini hanya bisa dilakukan jika komponen kebugaran fisik 5 terutama power otot tungkai sangatlah dibutuhkan. Melihat bahwa gerakan service merupakan kesempatan menyerang bagi tim untuk memperoleh angka. Kegagalan dalam melakukan service adalah kegagalan tim untuk dapat memperoleh angka.Selain itu juga terlihat saat siswa peserta ekstrakurikuler berlatih mempraktekkan gerakan service dalam permainan sepak takraw, kurang didukung dengan kondisi fisik yang baik. Terbukti saat siswa mempraktekkan, power otot tungkai

terlihat belum maksimal dalam mendukung melakukan gerakan service.

Pengujian kebenaran melalui penelitian perlu dilakukan, untuk menjawab pertanyaan, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul “hubungan power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw pada siswa SMK Negeri 05 Bombana”.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan studi korelasional. Dimana bertujuan untuk mengetahui hubungan power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw pada siswa SMK Negeri 05 Bombana.

Adapun desain dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

X Y Keterangan:

X = Power Otot Tungkai Y = Kemampuan Service

= Hubungan

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu power otot tungkai (X) dan variabel terikat yaitu kemampuan service permainan sepak takraw (Y). Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMK Negeri 05 Bombana yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berjumlah 33 orang.

Teknik penarikan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi yang dijadikan sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 33 orang.

Instrumen power otot lengan menggunakan vertical jump test menurut Ismaryati, dkk.

(2018:60-61).

Gambar 1: Vertical Jump Test untuk Mengukur Power Otot Tungkai

sedangkan instrumen kemampuan service permainan sepak takraw menggunakan tes servis menurut Nurhasan (2001:188-189).

(4)

Kelas

Interval Frekuensi Presentasi (%)

37 - 40 4 12%

41 - 44 7 21%

45 - 48 9 27%

49 - 52 5 15%

53 - 56 5 15%

57 – 61 3 9%

Jumlah 33 100%

Power Otot Tungkai (X)

Kemampuan Service (Y) Rata-rata 47,42 89,03

Stdv 6,06 14,63

Nilai Mim 61 119,41

Nilai Max 37 53,5

Kelas

Interval Frekuensi Presentasi (%)

53,5 - 64,46 1 3%

64,47 - 75,43 6 18%

75,44 - 86,40 6 18%

86,41 - 97,37 12 36%

97,38 - 108,34 6 18%

108,35 - 119,41 2 6%

Gambar 2: Lapangan Sepak Takraw untuk Tes Service.

Analisis deskriptif bertujuan untuk mengkaji dan hubungan power otot tungkai dengan kemampuan service siswa SMK Negeri 05 Bombana. digunakan analisis deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata, standar deviasi, modus, media, nilai maksimum, dan nilai minimum. Data terkumpul dari kedua variabel yang diteliti terebut selanjutnya penulis menguji dan menganalisa data tersebut dengan menggunakan rumus statistik product moment.

HASIL PENELITIAN

Data penelitian tentang hubungan power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw pada siswa SMK Negeri 05 Bombana, Adapun hasil statistik deskriptif variabel penelitian dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1: Deskriptif Statistik Power Otot Tungkai (X), dengan Kemampuan Service Permainan Sepak Takraw (Y)

Jika power otot tungkai dalam penelitian ini dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi absolut dan relatif dalam bentuk kelas interval, maka diperoleh: a) Sebanyak 4 siswa (12%) memiliki power otot tungkai dalam skor interval 37 – 40, b) Sebanyak 7 siswa (21%) memiliki power otot tungkai dalam skor interval 41 – 44, c) Sebanyak 9 siswa (27%) memiliki power otot tungkai dalam skor interval 45 – 48, d) Sebanyak 5 siswa (15%) memiliki power otot tungkai dalam skor interval 49 – 52, e) Sebanyak 5 siswa (15%) memiliki power otot tungkai dalam skor interval 53 – 56, f) Sebanyak 3 siswa (9%) memiliki power otot tungkai dalam skor interval 57 – 61. Jika distribusi power otot tungkai digambarkan dalam bentuk histogram, maka dilihat seperti gambar 3 dibawah ini:

Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 1 dapat diketahui: a) Rata-rata dari power otot tungkai (X) adalah 47,42 dengan

40 30 20 10 0

37 - 40

41 - 44

45 - 48

49 - 52

53 - 56

57 - 61

standar deviasi 6,06, b) Rata-rata dari kemampuan service permainan sepak takraw (Y) adalah 89,03 dengan standar deviasi 14,63, c) Skor kemampuan maximal dari power otot tungkai adalah 61 sedangkan kemampuan minimalnya adalah 37, d) Skor maximal kemampuan service permainan sepak takraw adalah 119,41, sedangkan kemampuan minimalnya adalah 53,5.

Deskripsi

hasil tes

Power Otot Tungkai

, maka dapat disajakikan dalan kelas interval sebagai berikut:

Tabel 2: kelas interval Statistik Power Otot Tungkai (X)

Gambar 3: Histogram Power Otot Tungkai

Deskripsi hasil tes

Power Otot Tungkai

, maka dapat disajakikan dalan kelas interval sebagai berikut:

Tabel 3: kelas interval Kemampuan Service

(5)

Jenis korelasi

Harga r

Ket.

Hitung Tabel

X – Y

0,51 0,344

signifikansi

Jika kemampuan service permainan sepak

takraw dalam penelitian ini dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi absolut dan relatif dalam bentuk kelas interval, maka diperoleh:

a) Sebanyak 1 siswa (3%) memiliki kemampuan service permainan sepak takraw dalam skor interval 53,5 - 64,46, b) Sebanyak 6 siswa (18%) memiliki kemampuan service permainan sepak takraw dalam skor interval 64,47 - 75,43, c) sebanyak 6 siswa (18%) memiliki kemampuan service permainan sepak takraw dalam skor interval 75,44 - 86,40, d) Sebanyak 12 siswa (36%) memiliki kemampuan service permainan sepak takraw dalam skor interval 86,41 - 97,37, e) Sebanyak 6 siswa (18%) memiliki kemampuan service permainan sepak takraw dalam skor interval 97,38 - 108,34, f) Sebanyak 2 siswa (6%) memiliki kemampuan service permainan sepak takraw dalam skor interval 108,35 - 119,41.

Jika distribusi kemampuan service permainan sepak takraw digambarkan dalam bentuk diagram batang, maka dilihat seperti gambar 4 dibawah ini:

50 40 30 20 10 0

Gambar 4. Histogram Kemampuan Service

Pengujian Prasyarat Analisis

Analisis data untuk menguji hipotesis memerlukan uji prasyarat yang harus dipenuhi agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.

Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, dan uji linieritas. Adapun hasil uji prasyarat adalah sebagai berikut:

Uji Normalitas

Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari tiap-tiap variabel yang dianalisis sebenarnya mengikuti pola sebaran normal atau tidak. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan kolmogorov-smirnov. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4: Uji Normalitas

Variabel

Asym.Sig

Kesimpulan

X

0,594

Normal

Y

0,927

Normal

Hasil uji normalitas variabel penelitian dapat diketahui bahwa semua variabel penelitian mempunyai nilai sig lebih besar dari ɑ 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel penelitian berdistribusi normal.

Uji Linierita

Uji linieritas adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak. Untuk pengujian ini digunakan tabel anova dengan melihat nilai probability pada derajat linier (deviation from liniearity). Hasil rangkuman uji linieritas disajikan berikut ini:

Tabel 5: Uji Linieritas

Variabel

Asym.Sig

Kesimpulan

X Y 0,352 Linier

Hasil uji linieritas pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa. Hasil analisis Hasil uji linieritas dapat diketahui bahwa setiap variabel bebas terhadap variabel terikat mempunyai nilai sig lebih besar dari α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebaran data linier.

Uji Hipotesis

Data uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji korelasi product moment. Uji korelasi dapat dilihat pada lampiran V. Hasil uji korelasi product moment dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6: Hasil Uji Korelasi

Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa koefisien korelasi antara power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw (rxy) adalah sebesar 0,51, untuk mengetahui kebermaknaan hubungan power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw harga rxy yang diperoleh dibandingkan dengan nilai tabel korelasi product moment pada taraf signifikan α 0,05 dengan jumlah sampel 33 diperoleh rtabel

= 0,344. Nilai rxy (0,51 > nilai rtabel (0,344), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan

(6)

yang signifikan antara power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw, jika dimasukkan dalam peta korelasi termasuk korelasi sedang.

Koefisien determinasi antara kedua variabel (r²) sebesar 0,26 dengan kata lain 26%

kemampuan service permainan sepak takraw ditentukan oleh power otot tungkai. Sedangkan 74% dipengaruhi oleh unsur kondisi fisik misalnya kelentukan, koordinasi, kelincahan dan ketepatan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa semakin baik power otot tungkai seseorang maka semakin baik pula hasil dalam melakukan service permainan sepak takraw.

PEMBAHASAN

Hasil uji hipotesis menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan power otot tungkai dengan ketepatan service permainan sepak takraw, dimana rxy adalah sebesar 0,51, sedangkan koefisien determinasi antara kedua variabel (r²) sebesar 0,26 dengan kata lain 26%

ketepatan service permainan sepak takraw ditentukan oleh power otot tungkai.

Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw. Hal ini menunjukan bahwa terdapat faktor-faktor tersebut memiliki kontribusi positif. Sepakmula merupakan servis yang dilakukan oleh tekong untuk memulai permainan. Dengan ini bahwa terdapat teknik dasar gerak melakukan service.

Sehingga teknik dasar service memerlukan pendukung agar dapat melakukan dengan baik.

Menurut Ratinus Darwis (1992), service adalah sepakan yang dilakukan oleh tekong kearah lapangan lawan sebagai awalan dalam memulai permainan sepak takraw. Hal ini karena memerlukan kecermatan, akurasi dan kekuatan untuk melakukan sepakan ke arah yang sulit untuk dikembalikan oleh lawan.

service harus dilakukan dengan baik oleh tekong agar mampu memulai permainan dan bahkan dapat sebagai pencetak angka.

Teknik dasar yang baik harus dikuasai agar dapat meminimalisir kesalah sendiri yang akan berakibat buruk bagi tim. Kemampuan yang dimiliki oleh siswa tidak lepas dari faktor-faktor pendukung apa yang dimiliki oleh siswa. Sehingga faktor-faktor tersebut memiliki kelebihan untuk dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan melakukan service.

Menurut Iyakrus (2011), menyebutkan bahwa

ciri gerakan yang ada dalam sepak takraw adalah cepat dan singkat, sehingga komponen fisik yang utama adalah power otot tungkai seperti gerakan service yang dilakukan oleh tekong.

Tingkat kesulitan dalam menerima umpan dari apit kemudian melakukan sepakan yang terarah dengan memberikan tekanan yang keras ini menjadi faktor dalam kesalahan melakukan service. Keberhasilan melakukan gerakan tersebut tidak lepas dari koordinasi gerakan yang baik dari awalan, sepakan dan gerak lanjutan. Hal ini tidak lepas dari komponen – komponen kemampuan yang dimiliki oleh siswa.

Peningkatan kemampuan melalui latihan maupun dengan penguasaan pengetahuan tentang teknik dasar service akan memberikan kontribusi yang positif. Hal ini dikarenakan siswa harus mampu mengetahui teknik dasar sepakmula yang baik dan taktik bermain yang baik pula. Peningkatan kemampuan fisik akan mampu menpengaruhi penguasaan keterampilan. Menurut Ratinus Darwis dan Dt.

Penghulu Basa (1992), “kesemua unsur teknik dasar di atas harus dikuasai dengan baik untuk menjadi pemain sepak takraw yang baik”.

Penguasaan teknik dasar saja tidak cukup tetapi faktor lain seperti kemampuan fisik, taktik, strategi dan mental bertanding yang baik akan mampu membantu siswa dalam meraih prestasi secara individu maupun secara tim.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai dengan kemampuan service permainan sepak takraw pada siswa SMK Negeri 05 Bombana.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan penelitian

di atas, ada beberapa saran yang dapat

disamapikan yaitu: a) Guru harus mampu

memberikan program latihan yang baik

untuk meningkatkan prestasi bermain

siswa, b) Sekolah harus mampu menjadi

fasilitator dalam usaha peningkatan

kemapuan dan keterampilan bermain

siswa, c) Bagi pelaku pendidikan dan

olahraga, bahwa kesuksesan memerlukan

pendukung secara menyeluruh agar

mampu meraih hasil yang maksimal.

(7)

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis

mengucapkan

terima kasih kepada bapak Dr. Wolter Mongsidi, S.Pd., M.Kes sebagai pembimbing I dan bapak Drs.

Muhammad Rusli, M.Kes sebagai pembimbing II. Atas bimbingan dan pengarahannya selama ini yang banyak memberi manfaat kepada penulis. Ucapan terimakasih kepada Ayahandaku Rusdin, Ibundaku Hamsia tercinta yang selalu mendoakan keberhasilan penulis, memberikan semangat dan nasihat, dorongan moral, maupun materi semoga semua kerja keras, tetesan keringat dalam mendidik dan membesarkanku mendapatkan balasan yang baik disisi Allah Swt, amin. Serta teristimewa Uni Kalsum yang selalu menyemangati hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ismaryati. (2006). Test dan Pengukuran Olahraga. Solo: LPP dan UPT UNS.

Ismaryati. 2018. Tes dan Pegukuran Olahraga.

Surakarta. UNS Press.

Nurhasan. 2001. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani: Prinsip-Prinsip dan Penerapannya. Departemen Pendidikan Nasional Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Ditjen Olahraga.

Rosti. 2020. Hubungan Panjang Tungkai dan Kelenturan dengan Kemampuan Servis Sepak Takraw. Universitas Sembilanbelas November Kolaka.

ISSN 2581-0383 (online) ISSN 258- 0383 (cetak).

Siswanto. 2017. Hubungan Kelincahan, Kelentukan Togok dan Daya Ledak Otot Tungkai terhadap Kemampuan Smash Kedeng Sepaktakraw pada Siswa Ekstrakurikuler SD Negeri Margomulyo Pegandon Kendal.

Universitas Negeri Semarang. p-ISSN 2252-648X e-ISSN 2502-4477.

Sudrajat Prawirasaputra. (2000). Sepak Takraw. Jakarta: Depdikbud.

Referensi

Dokumen terkait

Data kuantitatif hasil penelitian yang telah diolah, maka untuk mengetahui tingkat apresiasi masyarakat terhadap media website Pemprov Jabar, berdasarkan ketiga

SARAN Setelah melalui proses pemahasan dan kajian terhadap pemberdayaan perempuan bercadar, maka dalam upaya pengembangan dan penelitian di bidang kajian ini selanjutnya,

Pekerjaan yang dilakukan meliputi desain, konstruksi dan pengujian mesin injection molding kecil yang mampu membentuk produk plastik ukuran kecil dengan menyuntikkan

Jika intensitas bunyi pada jarak 2 meter dari sumber adalah I maka perbandingan intensitas bunyi pada jarak 4 meter dengan 6 meter dari sumber adalah...A. Perhatikan gambar

Faktor- faktor yang berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap tingkat adopsi teknologi usahatani padi sawah adalah pengetahuan, sedangkan

Dapat dilihat pada Gambar 3.3 aliran udara dalam model bangunan Belgian PASSYS Cell, data COMIS dan measured merupakan data hasil dari referensi, sedangkan data

Metode untuk menyempurnakan data-data yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan proposal ini, maka penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan dua cara yaitu

Industri Persiapan Serat Tekstil dart Industri Pemintalan Benang dan Pertenunan (kecuali Pertenunan Karung Goni dan Karung Lainnya) dan Industri Pakaian Jadi dari Tekstil dan