• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN SEARCH ENGINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN SEARCH ENGINE"

Copied!
167
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN SEARCH ENGINE

BAGI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DI PULAU BINTAN

Ediyansyah, M.Pd.I

(2)

DARI PEMANFAATAN SEARCH ENGINE BAGI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI

AGAMA ISLAM DI PULAU BINTAN

EDIYANSYAH, M.PD.I

(3)

BAGI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DI PULAU BINTAN

All rights reserved

@ 2019, Indonesia: Bintan Ediyansyah, M.Pd.I

Editor:

Saepuddin, M.Ag Doni Septian, S.Sos, M.IP

Penyunting:

P3M STAIN KEPRI

Diterbitkan oleh STAIN SULTAN ABDURRAHAMAN PRESS Jalan Lintas Barat Km.19 Ceruk Ijuk, Bintan, Kabupaten Bintan

Cetakan Pertama, Desember 2019 Ediyansyah, M.Pd.I

ANALISIS KORELASI DARI PEMANFAATAN SEARCH ENGINE BAGI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

DI PULAU BINTAN

x + 156 page, custom size 15,5 x 23,5 cm

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2:

1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa pengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-ungangan yang berlaku.

Ketentuan Pidana Pasal 72

1. Barangsiapa dengan sengaja atau tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 ayat (1) dan (2), dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000

ISBN : 978-623-91002-7-8

Lay Out dan Design Cover:

Eko Riady, SH

(4)

KETUA STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPULAUAN RIAU

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga “STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Press” mampu menambah koleksi produk pengetahuan yang lebih aplikatif, yakni Buku hasil penelitian Dosen-Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Buku yang dihasilkan dari serangkaian kajian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan dalam pengua-an visi dan misi STAIN Sultan Abdurahman Kepulauan Riau melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Semoga pencapaian ini menjadi langkah yang baik menuju kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang unggul dalam mensinergikan keislaman, keilmuan dan khazanah kemelayuan.

Buku ini merupakan perwujudan dari hasil kajian penelitian Litapdimas Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau di lapangan. Dengan demikian, kehadiran buku ini seyogyanya diapresiasi agar dapat mendorong insan-insan kampus untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas penelitiannya yang berkonstribusi pada peningkatan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.

(5)

kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang telah memberi dukungan dan kerjasamanya atas lahirnya buku ini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang membantu atas kelancaran penelitian dan penerbitan buku ini.

Semoga buku ini memberikan manfaat bagi para pembaca dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT Aamin.

Bintan, Desember 2019 Ketua,

Dr. Muhammad Faisal, M.Ag

(6)

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, dengan rahmat dan izin-Nya kita semua masih diberikan kekuatan untuk menjalankan semua aktivitas kita sebagai sebuah bentuk peng- hambaannya kepada-NYA.

Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulau-an Riau melakukan kegiatan penelitian tentunya untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta ilmu terapannya. Dalam hal ini, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) mendukung dan berusaha mendorong para dosen-nya untuk melakukan penelitian sebagai bagian integral dari kegiatan selain dari mengajar, baik yang secara langsung dibiayai oleh dana STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau maupun dana dari sumber lain yang relevan atau kerja sama dengan instansi terkait.

Sehubungan dengan itu, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) STAIN Sultan Abdur- rahman Kepulauan Riau bekerjasama dengan pemerintah melalui Kemenag, telah memfasilitasi peneliti untuk melaksana-kan penelitian tentang analisis korelasi dari pemanfaatan search engine bagi mahasiswa sekolah tinggi agama islam di pulau bintan, ini sesuai dengan keputusan ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melalui surat kontrak pembiayaan penelitian tahun anggaran 2019 Nomor: B-1061/Sti.20/5.1/HM.01/05/

(7)

ber 2018.

Sebagai peneliti, kami menyambut gembira kesempatan yang diberikan ini untuk menjawab berbagai permasalahan, khususnya yang berkait-an dengan permasalahan penelitian tersebut di atas. Dengan selesainya penelitian ini, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyara-kat (LP3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau akan dapat memberikan informasi yang dapat dipakai sebagai bagian upaya penting dalam peningkatan mutu pendidikan pada umumnya. Di samping itu, hasil penelitian ini juga diharapkan memberikan masukkan bagi instansi terkait dalam rangka penyusunan kebijakan pendidikan.

Hasil penelitian ini telah ditelaah oleh tim reviewer tentang usulan dan laporan penelitian. Kemudian untuk tujuan disemi- nasi, hasil penelitian ini telah diseminarkan di tingkat STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Mudah-mudahan peneliti- an ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pada umumnya dan khususnya peningkatan mutu dosen di STAIN Sultan Abdur- rahman Kepulauan Riau.

Pada kesempatan ini, kami ingin menghaturkan terima- kasih kepada berbagai pihak yang membantu terlaksananya penelitian ini, terutama responden yang menjadi sampel peneliti- an, dan tim reviewer LP3M. Secara khusus, kami menyampaikan terimakasih kepada pemerintah melalui Kemenag yang telah berkenan memberi bantuan pendanaan bagi penelitian ini. Kami yakin tanpa dedikasi dan kerjasama yang terjalin selama ini,

(8)

diharapkan dan semoga kerja-sama yang baik ini akan menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang. Semoga buku ini juga bermanfaat bagi para pembaca yang berminat mempelajarinya.

Tanpa disadari sepenuhnya tentu buku ini masih belum lengkap dan banyak kekurangan. Untuk itulah, melalui kesempatan ini kami mohon masukan untuk bisa diperbaiki lebih lanjut. Atas saran dan sumbangan dari pembaca yang budiman, kami ucapkan terima kasih.

Bintan, Desember 2019 Penulis,

Ediyansyah

(9)

KATA SAMBUTAN iii

PENGANTAR PENULIS iv

DAFTAR ISI viii

BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 2 TEORI

A. Konsep dan Teori 7

1. Pengertian Search Engine 7 2. Search engine Sebagai Media Pembelajaran Dalam

Dunia Pendidikan 14

3. Manfaat Search Engine bagi Mahasiswa dan Dosen 19 4. Model Penerimaan Teknologi 21 5. Kualitas Pelayanan website Search Engine 33

6. Prestasi Akademik 35

B. Kajian (Penelitian) Terdahulu 43 BAB 3 METODE

A. Jenis Penelitian 45

B. Pendekatan Penelitian 47 C. Teknik Penetapan Responden 50 D. Teknik Analisa Data 55 BAB 4 HASIL

A. Hasil Penelitian 59 1. Karakteristik Responden Penelitian 59 2. Karakteristik Variabel Penelitian 67

(10)

B. Pengujian Hipotesis 83 1. Pemanfaatan Search engine (X) terhadap

Keberhasilan akademik mahasiswa (Y) 84

BAB 5 PENUTUP

A. Kesimpulan 99

B. Saran 100

DAFTAR REFERENSI 103

GLOSARIUM 107

INDEKS 123

LAMPIRAN 129

(11)
(12)

PENDAHULUAN

erkembangan globalisasi sekarang ini terutama penggunaan Internet adalah hal yang wajib di jalani oleh para mahasiswa di Indonesia. Begitu banyak yang bisa dilakukan ketika berinternet karena kita begitu mudahnya mendapatkan banyak informasi dengannya.

Pada saat ini begitu banyak tersedia situs-situs internet yang salah satunya adalah Search Engine, yang dimaksud search engine adalah sebuah database yang di dalamnya terkandung indeks dari tiap-tiap halaman dari website yang berhasil ditemukan menggunakan software tertentu, yang kemudian data tersebut bisa diakses oleh setiap orang setelah kata-kata tertentu

P

BAB 1

(13)

diketik sebagai penanda tentang data apa yang akan dicari.

Terdapat tiga search engine terbesar dalam jagad dunia maya yaitu Google, Yahoo! dan MSN. Pada ketiganya memiliki algoritma pencarian dan database sendiri-sendiri. Sedangkan untuk search engine yang lain biasanya memanfaatkan database dari ketiga search engine tersebut. Misalnya AOL Search yang memanfaatkan AOL Google, sedangkan Lycos dan Altavista meng- gunakan database Yahoo!, serta Bing yang menggunakan database milik MSN. Untuk meningkat-kan produk- tivitas, kualitas, dan efisiensi saat melakukan pencarian maka beberapa seach engine ternama menam-bahkan beberapa fasilitas dalam website-nya. Selain itu, kini juga banyak dijumpai search engine yang mengguna-kan sistem ganda antara Web Directory dan Web-Crawler.1

Search Engine memiliki manfaat yang sangat besar di semua bidang kehidupan manusia, salah satunya di bidang pendidikan dimana mahasiswa atau dosen dapat menggunakan search engine ini sebagai media penun-

1 Anwari & java Creativity, 10 mesin pencari paling dahsyat, (Jakarta:PT

(14)

jang proses belajar mengajar sehingga dapat mem- berikan manfaat baik untuk mereka.

Kemajuan dan perkembangan pesat pada dunia Communication Information and Technology telah di- manfaatkan oleh segenap masyarakat didunia, ini mengindikasikan bahwa kemajuan suatu negara dapat diukur dari perkembangan TIK yang dimilikinya.

Karena Internet merupakan bagian dari TIK, maka keberadaannya membuat para akademisi kampus yang paling diuntungkan karena mendapatkan banyak referensi-referensi, jurnal-jurnal, ataupun ketersediaan hasil-hasil penelitian terpublikasi, sehingga dengan meman-faatkan search engine kita bisa mengakses data- data tersebut.

Search Engine bisa juga dipergunakan sebagai media pembelajaran. Dengan dijadikannya search engine sebagai media pembelajaran diharapkan mampu men- dongkrak hasil belajar mahasiswa. Dalam kaitannya search engine sebagai media belajar akan memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap motivasi belajar karena di dalamnya ada kegiatan mencari sumber belajar yang relevan, download data, mempelajari dan

(15)

akhirnya digunakannya untuk kegiatan akademik tertentu.

Secara umum penggunaan internet telah mem- berikan peluang berkembangnya banyak kreativitas dan kemandirian bagi mahasiswa dalam proses pembelajar- an mereka. Berinternet khususnya ketika sedang mengunjungi situs dengan memanfaatkan mesin pencari yang tersedia, mahasiswa akan memperoleh berbagai informasi dalam cakupan yang luas dan mendalam dalam meningkatkan pengetahuannya, sehingga keberadaan search engine tersebut menjadi alternatif sumber media belajar yang dapat memberikan rangsangan kuat dalam menumbuh kembangkan tingkat kreativitas mahasiswa.

Berdasarkan hubungan dari variabel pada yang ada ini maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut:

a. Bagaimanakah model hubungan antara pemanfaatan search engine (X) dan keberhasilan akademik maha- siswa (Y) Sekolah Tinggi Agama Islam di Bintan?

b. Apakah semakin sering memanfaatkan search engine (X) maka keberhasilan akademik mahasiswa (Y)

(16)

Sekolah Tinggi Agama Islam di Bintan akan meningkat?

c. Apakah hubungan pemanfaatan search engine (X) dan keberhasilan akademik mahasiswa (Y) Sekolah Tinggi Agama Islam di Bintan secara statistik signifikan?

Sedangkan tujuan penulis adalah untuk meng- analisis korelasi dari pemanfaatan search engine bagi keberhasilan akademik mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam di Bintan.

(17)
(18)

TEORI

A. Konsep dan Teori

1. Pengertian Search Engine

ekarang ini pemanfaatan internet telah semakin meluas, dan saat berinternet seakan menjadikan dunia seolah-olah tanpa batas.

Juga membuat seseorang dapat berkeliling dunia (surfing), mengobrol dan bertemu dengan orang banyak, dapat membaca banyak literatur buku, dan mendapatkan informasi terbaru. Sering kali saat kita menggunakan situs internet yang dikunjungi adalah search engine atau mesin pencari. Search engine adalah sebuah database yang di dalamnya terkandung indeks dari tiap-tiap halaman dari website yang berhasil ditemukan menggunakan software tertentu, yang

S

BAB 2

(19)

kemudian data tersebut bisa diakses oleh setiap orang setelah kata-kata tertentu diketik sebagai penanda tentang data apa yang akan dicari.

Sekarang ini search engine yang paling terkenal dan sering dikunjungi adalah Google. Selain google masih banyak lagi mesin pencari yang lain, yang macam-macam akan di uraikan sebagai berikut:

 Google (www.google.com)

Selain sebagai mesin pencari web, juga tersedia jasa pencarian gambar, mencari berita serta mencari arsip di USENET (newsgroup), serta direktori.

Seperti mesin pencari yang lain yaitu Yahoo!

kelemahan Google ada pada ketidak-tersediaan dalam pencarian file, video, dan audio. Keunggul- an utama Google adalah di pencarian teks, terutama dari penggunaan algoritma Page-Rank, serta database-nya yang besar juga banyaknya jenis file yang dapat di indeks.

Secara garis besar, ada tiga langkah cara kerja yang dilakukan oleh sistem pencarian Google, yaitu2 Crawling and Indexing, Algorithm, dan Fighting Spam.

Sistem pencarian Google dimulai dari proses

(20)

pencarian kata yang diinginkan oleh pengguna ke 30 triliun website yang ada di dunia maya. Setelah selesai mencari kemudian kata-kata yang terkumpul tersebut akan dibuatkan indeks. Setelah proses indexing selesai, dilanjutkan pada proses algoritma super-rumit yang akan mulai bekerja memilih konten mana yang diprediksi paling sesuai dan akhirnya akan ditampilkan hasilnya kepada pengguna.

 Yahoo! (www.yahoo.com)

Termasuk memiliki portal terbesar di Internet dan juga salah satu search engine tertua. Tetapi pada halaman utama tidak terlalu ramah untuk pencari- an, tetapi Yahoo! menyediakan search.yahoo.com.

Untuk itu Yahoo! memakai jasa Google untuk pencarian informasi di web, sambil menambahkan informasi dari database-nya sendiri.

Kelebihan Yahoo! yaitu pada direktorinya, juga menyediakan pencarian yellow pages dan map, tetapi masih terbatas pada Amerika Serikat. Juga tersedia pencarian gambar.

(21)

 Bing (www.bing.com)3

Live search, windows live search, dan MSN Search lebih dikenal sebelumnya. Bing merupakan salah mesin pencari web (di iklankan sebagai

“mesin pengambil keputusan/decision engine”) yang bernaung di bawah Microsoft. Microsoft telah berhasil mereinkarnasi Bing terhadap produk ter- dahulunya, yakni Live Search, Windows Live Search, dan MSN Search.

Bing sebagai mesin pencari web, cara kerjanya dengan menyimpan informasi tentang halaman- halaman web, yang diambil langsung dari www.

Halaman ini diambil dengan menggunakan web crawler-browser web otomatis yang mengikuti setiap pranala yang didapatnya. Isi setiap halaman di- analisis untuk menentukan cara mengindeksnya (contohnya kata-kata diambil dari judul, sub-judul, atau field khusus yang disebut metatag). Data disimpan dalam sebuah database tentang halaman web indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya.

(22)

 MSN (http://search.msn.com)

MSN atau MicroSoft Network adalah mesin pencari yang menawarkan pencarian baik dengan kata kunci maupun dari direktori. Bila anda pengguna Internet Explorer maka kemungkinan besar sudah pernah menggunakan mesin pencari ini. Tercatat di situs searchenginewatch bahwa MSN adalah sebagai mesin pencari populer yang ketiga setelah Google dan Yahoo!. Pada MSN tidak tersedia pencarian image, atau news tetapi menyediakan pencarian peta, yellow pages, white pages, pencarian pekerjaan dan rumah.

 DuckDuckGo (www. duckduckgo.com)4

DuckDuckGo adalah mesin pencari internet yang memanfaatkan informasi-informasi dari berbagai sumber, seperti website crowdsourced, wikipedia dan dari kerjasama dengan mesin pencari lain seperti Yandex, Yahoo, Bing, dan WolframAlpha untuk hasilnya. Kebijakan dari mesin pencari dikatakan bahwa itu untuk melindungi privasi, dan tidak merekam informasi pengguna. Karena pengguna tidak diprofilkan, maka "Filter gelembung" dapat

4 https://id.wikipedia.org/wiki/DuckDuckGo

(23)

dihindari, dengan semua penggunaan yang menunjukkan hasil pencarian sama untuk istilah pencarian tertentu. Perusahaan DuckDuckGo berada di Paoli, Pennsylvania, Philadelphia Raya Amerika Serikat. Nama perusahaan DuckDuckGo berasal dari permainan anak-anak yakni bebek, bebek, angsa atau duck, duck, goose. Beberapa kode dari DuckDuckGo adalah pada perangkat lunak atau free software yang didistribusikan GitHub berlisensi Perl 5.

 Geevv (www.geevv.com)5

Geevv Search Engine adalah mesin pencari web berbasis sosial (sosial search engine) yang tujuannya untuk memberikan dampak positif pada masyara- kat didunia tentang seputar masalah kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan. Geev adalah hasil karya anak Indonesia yang saat ini bisa menjadi alternatif pilihan search engine. Geevv didirikan oleh Azka A. Silmi seorang mahasiswi UI (Universitas Indonesia) dan bersama rekannya bernama Andika Deni Prasetya (seorang pegiat dan aktivis organisasi masyarakat yang berinisiatif

(24)

untuk mengembangkan potensi teknologi digital menghadapi isu-isu serta masalah-masalah sosial dan lingkungan). Oleh karena itulah Geevv memiliki komitmen untuk mendonasikan 80%

keuntungan dan pendapatannya untuk program sosial dan sisanya 20% dipergunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan operasional).

Geevv mulai beroperasi sejak tanggal 26 September 2016 dengan menghadirkan layanan yang benar- benar mirip seperti sebuah mesin pencari. Lalu aplikasi perdana diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2017 di Google Play Store. Kita bisa memasukkan kata kunci dan dapat menemukan hasil pencarian yang terkait dengan kata kunci tersebut. Walaupun begitu, sistem pencarian Geevv sampai saat ini masih menggunakan API (application programming inter-face) yang merupa- kan hak milik dan dikembangkan oleh Bing. Selain itu, Geevv mengelompokkan menjadi empat kolom kategori pencarian, yaitu: Web untuk pencarian halaman situs web, Gambar untuk pencarian gambar, Berita untuk pencarian berita terkini dan Video untuk pencarian video

(25)

2. Search Engine sebagai Media Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan

Penggunaan search engine sebagai sumber belajar akan membuat seseorang mampu mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan dan informasi yang diinginkannya dalam waktu yang singkat. Dengan search engine kita bisa mencari bermacam-macam bahan informasi dalam berbagai format data seperti pdf, ppt, docx, video, gambar dan lain-lain. Proses seperti ini tidak akan membuat seseorang merasa jenuh karena dapat menemukan informasi yang mereka cari tanpa harus mencarinya di buku-buku.

Sebagai sumber belajar, search engine dapat digunakan untuk mengakses sumber belajar seperti e-book, buku bahan ajar, soal latihan, jurnal-jurnal ilmiah dsb.

Proses searching yang dilakukan maka seseorang akan dapat menemukan berbagai sumber belajar, baik yang formal maupun informal. Dunia pendidikan sekarang ini dituntut agar para pelajar dapat me- manfaatkan teknologi internet yang ada. Namun ternyata search engine memiliki kelebihan dan kelemahan jika dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

(26)

Adapun kelebihan search engine saat dijadikan sebagai sumber belajar antara lain :

 Memiliki kecepatan dan kemudahan saat meng- akses informasi

 Menemukan banyak ilmu pengetahuan yang terkumpul di seluruh dunia.

Selalu update informasi terbaru

 kemudahan dalam proses belajar

 Mudah digunakan untuk semua usia.

Sedangkan kelemahan search engine saat dijadi- kan sebagai sumber belajar adalah:

 Munculnya informasi-informasi yang sangat tidak relevan karena search engine hanya melakukan proses indexing.

 Munculnya duplikasi informasi-informasi, di- akibatkan adanya kebiasaan copy-paste yang pada akhirnya menghadirkan budaya plagiarism.

 Akibat munculnya tulisan dari blog-blog pribadi dari pihak yang tidak kompeten akan membuat banyak informasi yang tidak relevan.6

6 Setiani, Rediana.2010. Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar.

Semarang : Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan. Vol. V, No. 2.

(27)

Interaksi antara mahasiswa dengan lingkungan sangat diperlukan media untuk mencegah hambatan- hambatan yang kemungkinan timbul dalam proses kegiatan pembelajarannya. Hambatan-hambatan ko- munikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut

a. Verbalisme

Maksudnya mahasiswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Kenapa ini bisa terjadi karena dosen mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), sehingga mahasiswa cenderung menirukan apa yang dikatakan.

b. Salah tafsir

Maksudnya terdapat istilah atau kata yang sama tertapi diartikan berbeda oleh mahasiswa. Kenapa ini terjadi karena biasanya dosen menjelaskan hanya secara lisan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya model, gambar, bagan, dan sebagainya.

c. Perhatian tidak berpusat

Kenapa ini dapat terjadi karena adanya beberapa hal antara lain, gangguan fisik, dan ada pengaruh dari hal lain yang lebih menarik perhatian

(28)

mahasiswa, seperti mahasiswa sedang melamun, bosan dengan cara mengajar dosen, cara menyajikan bahan pelajaran tidak bervariasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan dosen.

d. Tidak terjadinya pemahaman

Karena kurangnya pemahaman kebermaknaan logis dan psikologis sehingga yang diamati, dilihat, atau dialami menjadi terpisah. Maka tidak akan terjadi proses berpikir yang logis dimulai dari kesadaran hingga muncul suatu konsep.

Dalam pengembangan media pembelajaran diusahakan untuk bisa memanfaatkan kelebihan- kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan selalu berusaha menghindari hambatan-hambatan yang kemungkinan timbul dalam proses pembelajar- an. Berikut ini fungsi media dalam proses pembelajaran adalah:

a. menyaksikan benda yang ada atau peristiwa- peristiwa yang terjadi di masa lampau melalui perantaraan slide gambar, potret, film, video, ataupun dengan media yang lain, sehingga

(29)

mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang nyata perihal benda/peristiwa sejarah,

b. mengamati benda/peristiwa yang sulit dikun- jungi, dikarenakan jaraknya yang jauh, berbahaya, atau terlarang. Misal: video tentang kehidupan binatang di hutan, keadaan dan kesibukan pada suatu pusat reaktor nuklir, dan sebagainya,

c. mendapatkan gambaran yang jelas tentang benda atau hal-hal yang sulit diamati secara langsung karena bentuk ukurannya yang tidak memungkin- kan (karena ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil). Misal: dengan alat perantaraan mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, atau dengan slide gambar dan film sehingga mahasiswa mendapat gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebagainya,

d. mendengar suara yang sulit ditangkap dengan telinga secara langsung. Misal: suara rekaman denyut jantung dan sebagainya,

e. mengamati dengan teliti hewan-hewan yang sulit diamati secara langsung karena sulit ditangkap.

Dengan bantuan slide gambar, potret, film atau

(30)

video mahasiswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya,

f. mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya sekali untuk didekati. Dengan slide gambar, film, atau video mahasiswa dapat meng- amati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya ,

g. memanfaatkan search engine untuk dijadikan sebagai media pembelajaran, karena melalui search engine semua hambatan-hambatan dalam pem- belajaran dapat dihindari karena search engine dapat mendukung proses belajar mengajar.

3. Manfaat Search Engine bagi Mahasiswa dan Dosen a. Memperluas Wawasan dan Ilmu pengetahuan

Dengan menggunakan Search engine kita dapat mencari sesuatu yang ingin segera kita ketahui.

Search engine juga dapat membantu saat mahasiswa sulit dalam mengerjakan tugas.

b. Sebagai sumber tambahan pelajaran kuliah yang belum difahami di kampus. Terkadang maha- siswa seringkali mengalami kesulitan dalam

(31)

memahami dan mengerti tentang pelajaran yang telah dijelaskan oleh dosen. Sehingga mahasiswa dapat menggunakan search engine untuk mem- permudah dan mengetahui apa yang telah dijelaskan oleh dosennya di kampus.

c. Melatih mahasiswa mengetahui cara-cara peng- gunaan komputer sehingga mereka harus mampu membuat tugas lewat bantuan Internet, sehingga otomatis harus menggunakan yang namanya komputer dan mengirimkan tugas lewat email.

d. Mempermudah dosen mendapatkan materi perkuliahan. Melalui search engine maka tambahan materi dosen bisa dicari, dan tidak terpaku pada buku saja sebagai sumber materi utama untuk pembelajaran.

e. Jika seorang dosen mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah atau pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa, melalui search engine para dosen bisa mencari referensi untuk memecahkan masalahnya.

(32)

4. Model Penerimaan Teknologi 7

Gambar. 2.1

Konsep sederhana dari model penerimaan teknologi

Model penerimaan teknologi (technology accep- tance model, disingkat TAM) merupakan salah satu model yang dibangun untuk menganalisis dan memahami faktor‐faktor apa saja dapat mem- pengaruhi diterimanya penggunaan teknologi komputer.

a. Sejarah

Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Davis8 dan kemudian digunakan serta dikem-

7 https://id.wikipedia.org/wiki/Model_penerimaan_teknologi

8 Davis, M. (1986). A Technology of Acceptance Model for Empirically testing new-end user information system: Theory and Result.

(33)

bangkan kembali oleh ilmuwan seperti Adam et al.

Szajna, Igbaria et al., serta Venkatesh dan Davis.

Davis yang pertama kali memperkenalkan Technology Acceptance Model (TAM). TAM adalah suatu aplikasi dan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang dispesialisasikan dengan memodelkan penerimaan pemakai terhadap suatu sistem informasi. TAM bertujuan diantaranya adalah untuk menjelaskan faktor- faktor menjadi penentu penerimaan teknologi berbasis informasi secara umum, serta menjelaskan tingkah laku pengguna akhir dari teknologi informasi itu dengan variasi yang cukup luas serta populasi pemakai. Idealnya sebuah model merupakan pemakai dan seharusnya suatu model merupakan prediksi, dengan dibarengi dengan penjelasan, akhirnya peneliti maupun praktisi dapat mengidentifikasi mengapa sistem tertentu kemungkinan tidak dapat diterima, sehingga diperlukan keputusan untuk mengambil langkah

Massachusetts, USA: Sloan School of Management, Massachusets

(34)

revisi dalam rangka mengambil langkah perbaikan dalam mengatasinya.

Pada akhirnya TAM mempunyai maksud dan tujuan adalah menyediakan rangka dasar untuk dapat mengetahui pengaruh dari faktor eksternal terhadap kepercayaan internal, sikap, dan niat. TAM diformulasikan untuk mencapai tujuan dengan melalui pengidentifikasian dari sejumlah kecil variabel pokoknya, yang didapat- kan dari penelitian sebelumnya terhadap teori ataupun faktor penentu dari penerimaan teknologi, serta menerapkan TRA sebagai latar belakang teoritis dalam rangka memodelkan relasi antara variabel.

b. Tujuan

Tujuannya untuk menjelaskan dan membuat prediksi dari penerimaan pemakai terhadap suatu teknologi. TAM merupakan pengembangan TRA dan mampu diyakini bisa memprediksikan penerimaan dari pemakai terhadap teknologi ber- dasarkan dampak dari dua faktor, yaitu perspektif kemanfaatan dan perspektif kemudahan pe- makaian ( (Davis, 1989).

(35)

Menurut Davis (1989), TAM adalah teori sistem informasi yang dirancang untuk menerang- kan bagaimana pemakai dapat memahami dan mengaplikasikan sebuah teknologi informasi.

TAM mengadopsi TRA dari Fishbein dan Ajzen yang dipergunakan untuk melihat tingkat pemakaian responden dalam menerima teknologi informasi. Davis merumuskan konstruksi TAM adalah sebagai berikut:

1) Persepsi Kegunaan Penggunaan (Perceived Usefulness)

Persepsi kegunan penggunaan merupakan fase dimana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu sistem tertentu akan dapat meningkatkan prestasi kerja orang tersebut. Berdasarkan definisi tersebut tadi maka dapat dimaksudkan bahwa kegunaan dari penggunaan TIK dapat menambah kinerja, dan prestasi kerja kepada siapapun yang menggunakannya.

Kemudian Thompson menyatakan kesimpulan- nya bahwa pemanfaatan teknologi informasi merupakan dampak yang diinginkan oleh pengguna teknologi informasi dalam menjalan-

(36)

kan tugas mereka. Thompson juga menyatakan bahwa penggunaan teknologi informasi bagi individu, jika orang tersebut memahami tentang manfaat atau kegunaan yang baik diatas kegunaannya. Kemudahan penggunaan akan bernilai satu poin dalam model TAM, yang telah diuji dalam penelitian Davis. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bukti secara empiris, sehingga dapat menjelaskan alasan end user dalam menggunakan sistem informasi serta menjelaskan bahwa sistem terbaru yang ketika itu sedang dikembangkan akan diterima oleh para pengguna akhir.

2) Perspektif Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use)

Dalam perspektif kemudahan penggunaan merupakan cara untuk meyakinkan pengguna teknologi informasi bahwa apa yang diaplikasi- kan merupakan suatu hal yang mudah dan tidak menjadikan beban bagi mereka. Mengenalkan TIK yang tidak sulit digunakan akan terus diterapkan oleh perusahaan.

(37)

Davis menyatakan bahwa perspektif kemudah- an pengaplikasian merupakan suatu tingkatan dimana seseorang yang percaya bahwa penggunaan suatu sistem tertentu akan mampu mengurangi usaha seseorang dalam mengerja- kan sesuatu. Frekuensi penggunaan dan interaksi antara pengguna dengan sistem akan mampu menunjukan kemudahan penggunaan.

Suatu sistem yang itu apabila lebih sering dipergunakan akan menunjukan bahwa sistem itu lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah dipergunakan oleh pemakainya.

3) Sikap Terhadap Pengaplikasian (Attitude Toward Using)

Menurut Aakers dan Myers, sikap terhadap pengaplikasian merupakan sikap pro atau kontra terhadap pengaplikasian sebuah produk.

Sikap pro atau kontra ini dapat diaplikasikan untuk memprediksi tingkah laku ataupun niat seseorang dalam menggunakan suatu produk atau tidak menggunakannya. Sikap terhadap pengaplikasian teknologi diartikan sebagai

(38)

evaluasi dari pengguna tentang keingintahuan- nya dalam menggunakan suatu teknologi.

4) Perilaku Keinginan untuk Menggunakan (Behavioral Intention to Use)

Perilaku keinginan untuk menggunakan merupakan kecenderungan dari perilaku untuk tetap bertahan mengaplikasikan suatu teknologi. Tingkat pengunaan suatu teknologi komputer pada seseorang dapat diprediksikan dari sikap serta perhatian sang pemakai terhadap teknologi tersebut, contohnya adalah ada keingintahuan untuk menambah peripheral pendukung, keinginan untuk tetap memper- gunakan, serta keinginan untuk mempengaruhi user lainnya.

5) Pemakaian actual (Actual Use)

Maksud dari pemakaian aktual adalah suatu kondisi nyata dari pengaplikasian sistem.

Seseorang akan merasa senang saat menggunakan sistem jika mereka meyakini bahwa pada sistem tersebut tidak sulit untuk dipakai dan telah terbukti meningkatkan produktivitas mereka, yang ter-cermin dari

(39)

kondisi nyata pemakaiannya. Bentuk pengukuran pengguna aktual adalah seberapa sering dan waktu durasi pemakaian terhadap TIK. Penggunaan teknologi se-sungguhnya diukur melalui jumlah akumulasi waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan teknologi dan seberapa sering meng-gunakan teknologi tersebut.

6) Kesesuaian Tugas (Job Fit)

Thompson membuat model penelitian yang mengambil bagian teori yang diusungkan oleh Triandis. Tolak ukur pengaruh pengaplikasian teknologi informasi diantaranya adalah tolak ukur sosial, dampak dan tingkat kerumitannya, kesesuaian tugas, pengaruh jangka panjang, serta kondisi fasilitas dari penggunaan teknologi informasi. Kesesuaian tugas diinterpretasikan sebagai koresponden yang berada diantara kebutuhan tugas, atau kemampuan seseorang dan fungsi dari teknologi. Kesesuaian antara tugas dan teknologi dapat dipengaruhi oleh hubungan antara karakteristik individu user,

(40)

teknologi yang diaplikasikan, dan tugas yang berbasis teknologi.

7) Pengalaman (Experience)

Penelitian Ajzein dan Fishbein telah menemukan adanya perbedaaan yang men- dasar antara pemakai yang berpengalaman dengan pemakai yang tidak berpengalaman dalam mempengaruhi pemakaian yang sebenar- nya. Sedangkan Taylor dan Todd dalam kajian penelitiannya terhadap pemakai yang ber- pengalaman menunjukan bahwa ada korelasi yang signifikan antara minat menggunakan suatu teknologi terhadap perilaku penggunaan suatu teknologi yang berpengalaman.

8) Kerumitan (Complexity)

Menurut pemaparan Thompson bahwa semakin rumit suatu inovasi, maka akan semakin rendah pula tingkat pengaplikasiannya. Inovasi TIK akan dapat mempengaruhi pemahaman seorang pengguna untuk mempergunakan TIK.

c. Studi Kasus

(41)

Ketika kita ingin menelaah suatu kasus pengaplikasian TAM dapat dilihat contohnya mengenai terjadinya proses transisi pada sistem pembayaran tiket pengguna bus transjakarta dari hard cash ke sistem pembayaran menggunakan e- money.

Sejak pertama kali diperkenalkan pengapli- kasianya kepada para pengguna transjakarta di tahun 2014. E-ticketing diperkenalkan kepada masyarakat umum dalam rangka mengurangi biaya serta meningkatkan pengalaman serta kenyamanan bagi penumpang. Tiket elektronik ini melibatkan kegiatan tiket digital yang pada akhirnya memungkinkan pengurangan pemakaian tiket kertas, termasuk didalamnya mengurangi peng-gunaan tenaga kerja, biaya percetakan, biaya pengiriman dan biaya akuntansi serta menghindari praktek komisi yang dibayarkan dalam sistem distribusi global ke agen.

1) Sangat mudah untuk digunakan

Mudah dipenggunakan merupakan kepercaya- an seseorang dalam menerapkan suatu tekno- logi yang dapat dengan mudah digunakan serta

(42)

dipahami. Selanjutnya kemudahan ini akan memiliki pengaruh kepada perilaku, yaitu semakin meningkat seseorang beranggapan mengenai kemudahan dalam menggunakan sistem, maka semakin meningkat pula skala pemakaian teknologi informasi. Seorang pengguna suatu teknologi memiliki kepercaya- an bahwa sistem yang lentur dan tidak kaku akan mudah dimengerti, dan kenyamanan dalam pengaplikasiannya menjadi sebuah karakter kemudahan bagi pengguna.

2) Safety

Keamanan yang dirasakan sangat berhubungan dengan keinginan bahwa transaksi yang dilaku- kan dapat disimpulkan aman, serta dalam situasi ini akan sangat mudah bagi pemakai untuk berpikir bahwa menggunakan layanan tersebut akan menguntungkan dirinya.

3) Manfaat yang dirasakan

Contoh e-ticketing Transjakarta dan Commuter Line di Jabodetabek, membuat pemakainya tidak harus repot-repot untuk mengantri saat membeli tiket, melainkan hanya dengan tap and

(43)

go saja, sehingga waktu dalam pembayaran menjadi jauh lebih singkat dan efisien.

4) Kenyamanan

Kenyamanan merupakan suatu keadaan dimana seorang individu mengadopsi suatu teknologi dalam melakukan aktivitasnya dan merasa bahwa hal itu memberikan keuntungan serta pengaruh yang baik bagi dirinya. Dalam hal ini, pemakaian electronic money akan merasa tenang dan menjadi leluasa karena bisa melakukan pembayaran dengan e-money dan tidak hanya untuk transportasi semata, melain- kan e-money tersebut bisa juga dipergunakan untuk transaksi tol, pembayaran parkir, belanja di minimarket serta retail ataupun tempat lainnya yang sudah memanfaatkan Electronic Data Capture (EDC) untuk proses pembayaran dengan e-money.

5) Aksesibilitas Penyedia Layanan

Kartu e-money akan mulai dilirik untuk meng- gantikan uang tunai dalam pembayaran- pembayaran tertentu, utamanya pembayaran akan memiliki prngaruh yang sangat besar

(44)

terhadap per-kembangan dan pertumbuh- an electronic-money.

5. Kualitas Pelayanan website Search Engine

Website Quality atau yang biasa disebut webqual sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa iterasi pada penyusunan dimensi dan butir-butir pernyataannya. Menurut Sumarwan Website quality disusun berdasarkan penelitian pada tiga area diantarnya:

a. Kualitas informasi dari penelitian sistem informasi b. Interaksi dan kualitas layanan dari penelitian

sistem informasi, pemasaran serta e-commerce.

c. Kegunaan (usability) dari human-computer inter- action.9

Menurut yang diungkapkan Hyejeong dan Niehm bahwa para peneliti terdahulu membagi dimensi kualitas website menjadi lima yaitu:10

9 http://jurnalpemasaran.petra.ac.id/index.php/mar/article/view/19182

10 https://www.researchgate.net/publication/240212694_The_Impact_of_

Website_Quality_on_Information_Quality_Value_and_Loyalty_Intention s_in_Apparel_Retailing

(45)

a. Informasi, mencakup kualitas konten, kegunaan, kelengkapan, keakuratan, dan relevan.

b. Keamanan, mencakup kepercayaan, privasi dan jaminan keamanan.

c. Kemudahan, mencakup mudah untuk dioperasi- kan, mudah dimengerti, dan kecepatan.

d. Kenyamanan, mencakup daya tarik visual, daya tarik emosional, disain yang kreatif dan atraktif e. Kualitas pelayanan, mencakup kelengkapan

secara online.

WebQual merupakan suatu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi end-user. Metode ini merupakan pengembangan dari ServQual Zeithaml yang banyak dipakai sebelum melakukan pengukuran kualitas jasa.

Terpenuhinya seluruh dimensi kualitas website tersebut diatas, akan membuat pemakai merasakan kenyamanan dan kepuasan ketika menggunakan suatu situs web. Kenyamanan dan kepuasan yang diterima oleh pemakai akhirnya dapat berakibat baik terhadap loyalitas penggunaan situs web itu sendiri.

(46)

6. Prestasi Akademik a. Pengertian Prestasi

Asal kata prestasi dari bahasa Belanda yaitu

"prestatie", kemudian menjadi prestasi yang artinya hasil usaha dalam bahasa Indonesia. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Prestasi (menurut KBBI) adalah penguasaan pengetahuan/keteram- pilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, ditun-jukan dengan nilai tes.11 Suryabrata pun menjelaskan bahwa prestasi akademik merupakan hasil evaluasi kegiatan belajar yang dilihat dari bentuk angka (kuantitatif), seperti nilai ujian, nilai pelajaran, atau mata kuliah.12 Dalam kamus psikologi (Reber & Reber) menjelaskan bahwa prestasi adalah keberhasilan dalam meraih tujuan.13 Prestasi belajar adalah suatu bukti bahwa siswa berhasil belajar atau berhasil karena kemampuannya dalam melakukan kegiatan

11 Departemen Pendidikan Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2008), hal. 895.

12 Suryabrata, S. (1993). Psikologi Pendidikan. Jakarta: C.V Rajawali

13 Reber, A. S., & Reber, E. S., Kamus Psikologi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010),

(47)

belajarnya itu sesuai dengan bobot yang telah dicapainya.14

Menurut Sumadi Suryabrata bahwa “prestasi belajar adalah nilai yang merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau prestasi belajar selama masa tertentu”.15 Muhibbin Syah mengemukakan

“prestasi adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada sebuah program”16. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh James P. Chaplin bahwa

“Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang telah dicapai atau dari hasil keahlian dalam karya akademis yang dinilai oleh guru/dosen, lewat tes- tes yang dilakukan atau lewat kombinasi dari kedua hal tersebut”.17 Dalam hal ini misalnya prestasi belajar mahasiswa selama satu semester diukur dengan nilai beberapa mata kuliah yang

14 Winkel, W. S. (2004). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Penerbit Media Abadi.

15 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007 ),hal.297.

16 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru, (Bandung:PT.Remaja Rosdakarya, 2010), hal.141.

17 Chaplin, J.P, Kamus Lengkap Psikologi terj., (Jakarta:raja Grafika

(48)

telah ditempuh selama satu semester tersebut, jika mahasiswa bisa mengumpulkan nilai yang ter- tinggi pada masing-masing mata kuliah dan mengumpulkan jumlah yang tinggi atau lebih dari yang lain berarti mahasiswa tersebut mempunyai prestasi belajar tinggi.

W.S Winkel mengemukakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai bobot yang telah dicapai- nya”.18 Ini sejalan dengan pendapat Nana Sudjana dikemukakan bahwa “Prestasi belajar merupakan hasil-hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan kriteria-kriteria tertentu”.19 Sementara Nasution S.

berpendapat bahwa “prestasi belajar adalah ke- sempurnaan yang dicapai seseorang dalam ber- fikir, merasa dan berbuat”. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi belajar kurang memuaskan jika

18 Winkel, W. S., Psikologi Pengajaran (Yogyakarta: Penerbit Media Abadi, 2004), hal.162.

19 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2006), hal.3.

(49)

seorang belum mampu memenuhi ketiga target kriteria tersebut.20

Berdasarkan pengertian di atas tadi maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa ketika menerima, menolak, dan menilai informasi- informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai setelah mengalami proses belajar. Prestasi dapat diketahui apabila seseorang telah melalui tahap evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut dapat menunjukkan tentang tinggi rendahnya suatu prestasi yang diperoleh oleh seseorang.

Muhibbin Syah berpendapat bahwa prestasi belajar pada dasarnya merupakan hasil belajar atau hasil penilaian yang menyeluruh, dengan meliputi:

1) prestasi belajar dalam bentuk kemampuan pengetahuan dan pengertian. Hal ini meliputi:

20 Nasution, S., Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar,

(50)

ingatan, pemahaman, penegasan, sintesis, anali- sis dan evaluasi.

2) prestasi belajar dalam bentuk keterampilan intelektual dan keterampilan sosial.

3) Prestasi belajar dalam bentuk sikap atau nilai.21

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seorang pelajar yang mencakup ranah aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang ditunjukkan dengan nilai yang diberikan dosen setelah melalui kegiatan pembelajran selama periode tertentu.

b. Pengertian Prestasi Akademik

Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku, ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu dan tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi karena adanya situasi belajar.

Perwujudan hasil bentuk proses belajar tersebut dapat berupa pemecahan lisan maupun tulisan,

21 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru, (Bandung:PT.Remaja Rosdakarya, 2010), hal.149.

(51)

dan keterampilan serta pemecahan masalah yang langsung dapat diukur atau dinilai dengan menggunakan tes yang berstandar.

Prestasi akademik adalah suatu istilah untuk menunjukkan tingkat pencapaian keberhasilan tentang suatu tujuan karena suatu usaha belajar telah dilakukan oleh seseorang secara optimal.

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik

Terdapat banyak faktor yang bisa mem- pengaruhi prestasi akademik individu. Soemanto menyatakan faktor-faktor apa saja yang mem- pengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah:22

1) Konsep diri

Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi prestasi dan tingkah laku

2) Locus of Control

Dimana individu merasa dapat melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya,

22 Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja

(52)

apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak terhadap tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi yaitu dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada dalam diri pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal merasakan kegelisahan, kecurigaan dan rasa permusuhan. Sedangkan individu yang memiliki locus of contol internal merasakan suka bekerja sendiri dan efektif.

3) Kecemasan yang dialami

Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dihubungkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar bahwa individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda-beda.

4) Motivasi Hasil Belajar

Jika motivasi kepada individu untuk berhasil itu lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci kesulitan-

(53)

kesulitan yang akan dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, maka individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.

Indeks prestasi atau biasa dikenal dengan IP, adalah salah satu alat ukur prestasi di bidang akademik/pendidikan. Meskipun bernama

"indeks prestasi", IP sebenarnya bukanlah indeks dalam pengertian sebenarnya, melainkan semacam rata-rata yang terboboti. Penggunaan IP di Indonesia memiliki perbedaan untuk tingkat dasar-menengah dan tingkat pendidikan tinggi.

Sistem ini menggantikan sistem rata-rata yang dipakai sampai Kurikulum 1975. Sejak berlakunya Kurikulum 1984, IP dipakai untuk mengevaluasi pencapaian siswa atau mahasiswa.

Pada tingkat pendidikan tinggi, IP dihitung sebagai rerata norma nilai yang diperoleh mahasiswa pada mata kuliah tersebut setelah diberi bobot dengan "Angka Kredit". Norma nilai berkisar antara 4 (A, terbaik) sampai 0 (E, gagal).

Angka Kredit ditentukan besarnya (biasanya 1

(54)

sampai 4 Satuan Kredit Semester/SKS) berdasar- kan bobot setiap mata kuliah. Bobot ini ditentukan berdasarkan pentingnya mata kuliah tersebut dalam membentuk kompetensi lulusan. IP dihitung untuk setiap semester.

Indeks Prestasi Kumulatif adalah peng- hitungan indeks prestasi dengan menggabungkan semua nilai mata kuliah yang telah ditempuh sampai suatu semester tertentu. Sedangkan Indeks Prestasi Semester adalah penghitungan indeks prestasi dengan semua mata kuliah yang telah ditempuh untuk tiap semester tertentu. 23

B. KAJIAN (PENELITIAN) TERDAHULU

Berdasarkan hasil penelusuran penulis, terkait judul pemanfaatan search engine ini ini maka terdapat beberapa penelitian tentang search engine, yaitu:

1. Skripsi Azzatul Karimah, NIM.2821133003, 2017, dengan judul "Geevv Sebagai Social Search Engine Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Dan Kom- pilasi Hukum Ekonomi Syariah (Studi Pada DreamX

2323 https://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_prestasi

(55)

Co-working Space Pancoran Jakarta Selatan)", Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, IAIN Tulung-agung."

2. Husain Muhammad Arsyad, tahun 2014, skripsi berjudul “Tinjauan Hukum Islam terhadap Bisnis Adsense Youtube” dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta.

3. Tesis oleh Muhammad Bahaur Rijal tahun 2016 dengan judul “Analisis Akad Google Adsense Pers- pektif Hukum Islam” dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta.

4. Christ Violita Ariyanti, NIM 1116031027 tahun 2016, dengan judul "Pengaruh Penggunaan Google Search Engine dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Pro- gram Studi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung)".

5. Jurnal oleh Muhammad Fajar, Yanuar Firdaus A.w., Shaufiah, dengan judul "Analisis Dan Imple- mentasi Teknik Search Engine Optimization (SEO) Dalam Meningkatkan Trafik Kunjungan Suatu Web- site", di Teknik Informatika, Fakultas Teknik Infor- matika, Universitas Telkom.

(56)

METODE

A. Jenis Penelitian

enelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang di jalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip- prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.24 Sesuai dengan tujuannya, penelitian bisa diartikan sebagai usaha menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran dari suatu pengetahuan, di mana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Sehubungan dengan pengertian tersebut, kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha menemukan dan mengembang-

24 Priyono, Metode Penelitian Kuantitatif, (Sidoarjo: Zifatama Publishing, 2016), hlm.1

P

BAB 3

(57)

kan serta menguji ilmu pengetahuan, berdasarkan atas prinsip-prinsip serta teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang insentif dalam mengembangkan generalisasinya.

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif (mixed methods).

Menurut Creswell menyatakan bahwa Mixed methods research is an approach to inquiry involving collecting both quantitative and qualitative data, integrating the two forms of data, and using distinct designs that may involve philosophical assumptions and theoretical frameworks. The core assumption of this form of inquiry is that the combination of qualitative and quantitative approaches provides a more complete understanding of a research problem than either approach alone. (Penelitian metode campuran adalah pendekatan untuk penyelidikan yang melibatkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif, mengintegrasikan dua bentuk data, dan menggunakan desain berbeda yang mungkin me- libatkan asumsi filosofis dan kerangka kerja teoritis.

Asumsi inti dari bentuk penyelidikan ini adalah bahwa kombinasi pendekatan kualitatif dan kuanti- tatif memberikan pemahaman yang lebih lengkap

(58)

tentang masalah penelitian daripada kedua pendekat- an itu saja).25

Selanjutnya menurut Sugiyono, metode peneliti- an mixed methods ini mengkombinasikan atau meng- gabungkan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif untuk digunakan secara bersama- sama pada suatu kegiatan penelitian, sehingga didapatkan data yang lebih lengkap, valid, reliabel dan objektif.26 Jadi, penelitian ini akan menganalisis Analisis Korelasi dari pemanfaatan search engine (X) bagi keberhasilan akademik mahasiswa (Y) Sekolah Tinggi Agama Islam di Pulau Bintan.

B. Pendekatan Penelitian

Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Angket yang digunakan adalah untuk memperoleh data tentang pemanfaat- an search engine (X) bagi keberhasilan akademik

25 Creswell, John W., Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches, 4th ed, (California: SAGE Publications, Inc, 2014), hlm.1

26 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2011), hlm.18.

(59)

mahasiswa (Y) Sekolah Tinggi Agama Islam di Pulau Bintan. Kemudian wawancara dan observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang pengaruh pemanfaatan search engine terhadap keberhasilan akademik mahasiswa.

Responden yang diwawancarai ditentukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dengan memanfaatkan interview guidelines. Selanjutnya untuk mendapatkan data lisan dilakukan studi lapangan dengan melakukan wawancara terhadap orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ataupun orang yang tahu dari semua data yang diperlukan.

Di samping alat pengumpulan data di atas peneliti juga menggunakan field notes sebagai instrument yang sangat penting dalam penelitian kuatitatif artinya waktu peneliti berada di lapangan, peneliti hanya membuat catatan singkat, namun setelah kembali dari lapangan, peneliti menyusun catatan lapangan yang dibuat setelah kembali dari lapangan sebagai penyempurnaan, sehingga mudah untuk dianalisis. Selain metode diatas, mendapatkan data juga dilakukan dengan diskusi terarah (focus

(60)

group discussion). Diskusi terarah juga dimaksudkan untuk mendapatkan data primer.

Dalam penelitian ini disebutkan dari mana data diperoleh sebagaimana yang dinyatakan oleh.27 Data adalah sekumpulan informasi, fakta-fakta, atau simbol-simbol yang menerangkan tentang kondisi dari objek penelitian. Sedangkan data yang sudah didapat akan dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Data primer adalah data dimana diperoleh secara langsung dari obyek penelitian.28 Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan membagi- kan angket, wawancara dan observasi langsung dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam di Pulau Bintan.

2. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang didapatkan peneliti secara tidak langsung melalui media perantara.29 Sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari pihak internal

27 Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:

PT. Rineka Cipta, 2013), hlm.129.

28 Sumarsono, Sonny., Metode Riset Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004), hlm.69.

29 Indriantoro dan Supomo, Bambang., Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 1999) hlm.147.

(61)

maupun eksternal yang dapat dilihat dari data dokumentasi sekolah sebagai obyek pendukung beberapa dokumen, literatur-literatur dan peneliti- an terdahulu, serta informasi lain yang men- dukung penelitian ini. Data ini digunakan untuk mendukung data primer.

C. Teknik Penetapan Responden

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan variabel bebas pemanfaatan search engine dengan variabel terikat yakni keberhasilan akademik mahasiswa.

Penelitian yang dilakukan merupakan peneliti- an hubungan/korelasional yang bertujuan untuk mencari hubungan/pengaruh variabel bebas ter- hadap variabel terikat.

Dilihat dari cara pengumpulan data maka penelitian ini termasuk penelitian survey. Survey digunakan untuk menggumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif sedikit.30

30 Sukamadinata, Nana Syaodih., Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung:Remaja Rosdakarya, 2007), hlm.82.

(62)

Sugiyono mendefinisikan populasi adalah sebagai wilayah generalisasi atas suatu objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.31

Populasi penelitian ini adalah mahasiswa di STAIN Sultan Abdurahman Kepulauan Riau di Bintan yang berjumlah 795 mahasiswa aktif (membayar UKT) maka sampel yang digunakan berjumlah 159 mahasiswa yang berdasarkan Suharsimi Arikunto32 diambil 20 % sampel terhadap populasi.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan dokumen, observasi, dan wawancara. Teknik dan cara ini diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah data yang didapat dari lapangan sehingga diharapkan penelitian ini berjalan dengan lancar dan sistematis.

31 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm.117.

32 Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2013), hlm.108

(63)

Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi yang dilakukan akan berperan dalam dua peranan sekaligus, yaitu sebagai pengamat dan sekaligus juga menjadi anggota resmi dari kelompok yang akan diamati.33 Observasi atau pengamatan merupakan satu teknik yang sangat penting dari suatu penelitian. Pengamatan itu digunakan karena berbagai alasan dan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta, sedangkan pada pengamatan tanpa peran serta pengamat hanya melakukan satu fungsi saja yaitu mengadakan pengamatan. Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengamati pemanfaatan search engine (X) bagi keberhasilan akademik mahasiswa (Y) Sekolah Tinggi Agama Islam di Pulau Bintan 2. Wawancara

33 J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2007), hlm.176.

(64)

Teknik wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh sebab itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian yakni berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis, yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama, maka di- perlukan pelatihan kepada calon pewawancara.34 3. Dokumentasi

Metode dokumentasi digunakan untuk mengum- pulkan data tentang pemanfaatan search engine (X) bagi keberhasilan akademik mahasiswa (Y) Sekolah Tinggi Agama Islam di Pulau Bintan.

Dokumentasi digunakan untuk mempelajari berbagai sumber dokumentasi terutama yang berada di sekolah tinggi itu sendiri dan juga didukung oleh sumber-sumber yang representatif.

34 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm.73.

(65)

Dokumen sudah sering digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.35 Menurut Guba dan Licoln, dokumen digunakan untuk keperluan penelitian karena alasan-alasan seperti: 1) doku- men dan rekaman digunakan karena merupakan sumber yang stabil, kaya, dan mendorong, 2) ber- guna sebagai bukti untuk suatu pengujian, 3) ke- duanya berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah, sesuai dengan konteks, lahir, dan berada dalam konteks, 4) rekaman relatif murah dan tidak sulit untuk diperoleh, tetapi dokumen harus dicari dan di- temukan dengan teknik kajian isi, 5) hasil peng- kajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas ilmu pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.36

35 J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), hlm.217.

36 Ibid., hlm.217.

(66)

D. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang peneliti gunakan adalah dengan model analisis interaktif (analysis interactive model) seperti dikemukakan oleh Miles and Huberman, yaitu di mulai dari tahapan pengumpulan data (data collection), kemudian dilanjutkan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (display data) dan tahapan terakhir yaitu penarikan kesimpul- an atau verifikasi (conclutions).37

Pertama di mulai dari pengumpulan data, yaitu peneliti berusaha mendapatkan data hasil wawan- cara, hasil observasi, dan berbagai dokumen ber- dasarkan kategorisasi yang sesuai dengan masalah penelitian untuk dapat dijadikan sebagai landasan dalam meneliti tentang tema yang sudah ditentukan sebelum penelitian dimulai, yang kemudian di- kembangkan penajaman data melalui pencarian data selanjutnya. Alat pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah metode kuesioner. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilaku- kan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan

37 Matthew B. Miles., and A., Michael Huberman, Qualitative Data Analysis, (London: SAGE Publications Ltd, 1994), hlm.10.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, kemampuan siswa dalam menerima dan menyerap pelajaran juga mempengaruhi perubahan nilai siswa, sehingga guru ingin meningkatkan kemampuan belajar

Hasil wawancara yang dilakukan pada ibu pengguna alat kontrasepsi hormonal di Kelurahan Lapulu wilayah kerja Puskesmas Perawatan Abeli bahwa mereka tidak

Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh yang bermanfaat dari kombinasi yang sesuai dari tingginya tekanan anggaran dan partisipasi anggaran dalam situasi kesukaran tugas

Oleh yang demikian, pengkaji berpandangan amatlah wajar kajian ini dijalankan kajian untuk meneroka dan memahami fenomena proses transformasi perspektif yang mana

menjalankan kewenangan Judicial Review; 1) Dalam melaksanakan pengujian MK tidak boleh membuat putusan yang bersifat mengatur, 2) Dalam melakukan pengujian, MK tidak boleh

SENARAI NAMA PELAJAR SISWI YANG BERJAYA MENDAPAT KOLEJ SESI MAC- JULAI 2016. BIL

Untuk membantu pekerjaan pendokumentasian, khususnya pengklasifikasian citra X-ray ini dibutuhkan suatu perangkat lunak yang secara otomatis dapat mengklasifikasikan citra

Pada phantom Leeds TOR CDR dapat dilihat hasil pada mode service dan clinical kontras rendah sampai dengan lingkaran ke 13 yang menunjukan untuk kontras rendah