• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TEORI DAN PERUMUSAN MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TEORI DAN PERUMUSAN MASALAH"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

11 BAB II

TEORI DAN PERUMUSAN MASALAH

A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

(Yulihantini, D. T., Sukarno, H., & Wardayati, 2018) Meneliti tentang pengaruh Belanja Modal dan Alokasi Dana Desa (ADD) terhadap kemandirian dan kinerja keuangan desa di Kabupaten Jember. Dimana hasil dalam penelitian ini menggunakan metode analisis path dengan metide regresi berganda. Dimana hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa Belanja Modal tidak berpengaruh terhadap kemandirian keuangan desa dan Alokasi Dana Desa tidak berpengaruh terhadap kemandirian keuangan desa. Belanja modal memiliki negatif terhadap kinerja keuangan desa.

(Rokhmawan, D. A., & Wahyono, 2018) Meneliti tentang Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Alokasi Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi terhadap Belanja Desa Bidang Pertanian tahun 2017 (Studi Empiris di Seluruh Desa Se-Kabupaten Sragen). Dimana dalam penelitan ini menggunakan metode regresi linier berganda dan kemudian diuji hipotesis dengan metode uji asumsi klasik dengan uji F, uji t dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan variabel dana perimbangan dan pendapatan asli daerah mempengaruhi tingkat kemandirian keuangan daerah dan untuk variabel belanja modal tidak berpengaruh terhadap tingkat kemandirian daerah.

(Dalukitowati, I., Susyanti, J., & Salim, 2019) Meneliti tentang Pengaruh Belanja Modal dan Alokasi Dana Desa (ADD) Terhadap Kinerja Keuangan Pada Desa Rejosari Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Dimana dalam penelitian ini menggunakan metode uji asumsi klasik dan analisis linier berganda. uji hipotesis yang terdiri dari uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Belanja Modal berpengaruh positif secara parsial terhadap keuangan kinerja dan Alokasi

(2)

12

Anggaran Desa memiliki berpengaruh negatif secara parsial terhadap kinerja keuangan.

(Armaja, A., Ibrahim, R., & Aliamin, A. (2017). Meneliti tentang Pengaruh kekayaan Daerah, Dana Perimbangan Dan Belanja Daerah terhadap Kinerja Keuangan (Studi pada Kabupaten/Kota di Aceh). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh kekayaan daerah, Dana Perimbangan, dan Belanja Daerah terhadap kinerja keuangan kabupaten/kota di Aceh. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukan Kekayaan Daerah dan Dana Perimbangan berpengaruh Negatif terhadap Kinerja Keuangan Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Sedangkan untuk Belanja Daerah berpengaruh Positif terhadap kinerja Keuangan pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Aceh.

(Saraswati, 2018) Meneliti tentang pengaruh Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pertumbuhan ekonomi dan Dana Perimbangan sebagai pemoderasi di kabupaten / kota di Sumatera Utara. Alat analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi linear dan uji residual. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa variabel Belanja Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan untuk variabel Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Adapun Relevansi dengan penelitian terdahulu yaitu penelitian ini dengan yang terdahulu memiliki perbedaan pada variabel dan model analisis. perbedaaan dengan penelitian terdahulu yaitu terletak pada objek penelitian dan keuangan daerah kabupaten Malang

(3)

13 B. Landasan Teori

1. Alokasi Dana Desa.

Alokasi Dana Desa adalah dana yang diterima oleh kabupaten/kota untuk desa sebesar 10% yang bersumber dari APBD yang dibagi dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah. Dengan tujuan dialokasikan untuk pemerataan kemampuan keuangan desa dalam mendanai kebutuhan desa dengan tujuan untuk penyelengaraan oleh pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pelayanan bagi masyarakat. AnggaranAlokasi dana desa yaitu Anggaran keuangan yang digunakan oleh pemerintah desa untuk mengimplementasikan pembangunan dan memberdayakan masyarakat yang dikelola langsung oleh pemerintah desa dan masyarakat (Prasetyo, 2012) Alokasi dana desa merupakan salah satu anggaran keuangan yang diberikan oleh pemerintah kepada desa, Alokasi Dana Desa sumbernya dari dana perimbangan keuangan pusat serta daerah yang diterima oleh kabupaten yang berasal dari APBD Kabupaten/Kota. (Widyatama, Arif, 2017) Menurut peraturan Bupati kabupaten Malang tentang perubahan ketiga atas (Peraturan Bupati (PERBUP), 2015) tentang pedoman pelaksanaan alokasi dana desa adalah rencana keuangan tahunan desa yang dibahas dan disetuhui oleh semua perangkat pemerintahan desa yang dimana peraturan ini meliputi:

1. Mendorong peningkatan kinerja penyelengagaraan Pemerintahan desa dalam memberi pelayanan

2. Meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat desa melalui BUMDes 3. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam melaksanakan

pelayanan masyarakat desa sesuai kewenangan yang dimiliki

(4)

14 2. Dana Perimbangan

Nasution (2015) menjelaskan bahwa Dana Perimbangan merupakan salah satu dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan tujuan untuk dapat mendukung pelaksaan kewenangan Daerah dalam mencapai pemberian Regional otonomi dengan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan publik yang lebih baik.

Bantuan Dana pemerintah daerah merupakan salah satu sumber dari pendapatan anggaran dengan tujuan untuk dapat mendukung pelaksanaan pemda pemerintahan daerah dalam mencapai suatu otonomi kepada daerah dilakukan untuk peningkatan pelayananpublik dan kesejahteraan masyarakat didaerah yang lebih baik.

Dana perimbangan adalah salah satu dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan tujuan untuk mendukung pelaksanaan kewajiban dan kewenangan kepada pemerintah daerah dalam melakukan tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat didaerah dan dapat memberikan pelayanan publik. (Andi Hamsiah, 2019) menurut Undang Undang nomor 33 Tahun 2004 pasal 1 ayat 3 mengatakan bahwa perimbangan keuangan antara pemerintah dan daerah merupakan pendaaan penyelengaraan desentralisasi dengan pertimbangan kondisi, potensi dan kebutuhan dalam suatu daerah besaran suatu dana dalam penyelengaraan dekosentrasi dan tugas pembantu. besaran suatu sistem untuk pembagian keuangan yang adil, transparan, demokratis, proposional, dan efisiensi.

Secara umum Dana Perimbangan merupakan salah satu pendaaan Daerah yang bersumber dari APBN yang terdiri atas Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Dana Perimbangan adalah Dana yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.

(5)

15 3. Belanja Modal

Belanja Modal adalah komponen belanja pembangunan untuk belanja daerah. pemerintah daerah mengalokasikan Pengeluaran modal dalam rangka untuk mendanai kegiatan pembangunan bagi masyarakat. Dalam kegiatan ini dapat menghasilkan pembangunan berbagai fasilitas umum seperti listrik, jalan, jembatan, komunikasi, sekolahan, pasar, rumah sakit dan jenis fasilitas umum lainya yang dapat digunakan oleh masyarakat. (Badrudin, 2017).

Banyaknya infrasturktur dan sarana prasarana yang akan dibangun merupakan pencerminan dari besarnya Belanja Modal. Semakin besar dalam merealisasikan belanja modal berarti pula realisasi anggaran yang semakin tinggi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomer. 71 Tahun 2010 tentang standar Akuntansi Pemerintah mengungkapkan bahwa belanja modal sebagai belanja pemerintah berfungsi untuk menambah aset pemeliharaan pada kelompok operasional yang mempunyai nilai manfaat lebih dari satu tahun.

Pengeluaran Belanja modal yaitu jenis pengeluaran yang dilakukan sebagai salah satu pembentukan modal yang memiliki sifat peningkatan terhadap kualitas asset daerah dengan nilai manfaat lebih dari satu tahun.

4. Belanja Daerah

Belanja Daerah mencakup semua pengeluaraandaeri rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana lancer. Dalam Anggaran belanja daerah suatu daerah mempunyai kewajiban dalam 1 tahun yang tidak akan didapatkan kembali pembayarannya oleh daerah (Andi Hamsiah, 2019). Lebih lanjut Mahmudi (2006: 155) menjelaskan bahwa belanja daerah dapat dipahami sebagai kewajiban pemerintah daerah yang mengurangi kekayaan bersih yang terjadi akibat transaksi masa lalu. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang sebagian besar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak 90% serta dari segi pengeluarannya sebagian besar juga dipergunakan untuk belanja pelayanan public dan belanja

(6)

16

pegawai. Berdasarkan peraturan Menteri nomor 58 tahun 2005 dan peraturan Menteri dalam negeri nomor 59 tahun 2017 Belanja Daerah dibagi menjadi 2 bagian ada belanja langsung dan belanja tidak langsung. Belanja daerah terbagi menjadi 4 (empat) bagian meliputi:

1. Belanja pegawai

Merupakan pengeluaran belanja daerah yang dikeluarkan untuk pembiayaan pegawai dalam bentuk kontrapretasi dan kompensasi yang diberikan kepada pengawai pemerintah baik berupa uang maupun berupa barang yang menjalani tugas pemerintahan baik didalam maupun luar negeri.

2. Belanja barang dan jasa

Merupakan belanja daerah yang dikeluarkan pemerintah untuk keperluan pembelian barang dan jasa yang habis dipakai untuk menghasilkan barang jasa yang dapat dipasarkan maupun yang tidak kepada masyarakat

3. Belanja modal

Berdasarkan PP nomor 71 tahun 2010, belanja modal merupakan belanja pemerintah daerah yang dapat menambah aset atau kekayaan suatu wilayah serta belanja yang bersifat rutin lainya yang manfaatnya melebihi 1 tahun angaran.

4. Belanja lainya

Merupakan pengeluaraan pemerintah daerah guna untuk memenuhi dalam menunjang tugas pemerintahan dan pengeluaraan untuk pembangunan pada umunya.

(7)

17 C. Kerangka Pikir

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas dijelaskan bahwa teori keterkaitan dengan berbagai macam factor yang telah mengiidentifikasi sebagai masalah yang penting. Dalam kerangka pikir penelitian ini mencoba memberi penjelasan terhadap variabel Belanja Daerah (X1) Belanja Modal (X2) dan terhadap Variabe Alokasi Dana Desa (Y). Dari kerangka pemikiran tersebut bisa menjadi hipotesis penelitian.

D. Rumusan Hipotesis.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Diduga Variabel Belanja Daerah dan Belanja Modal berpengaruh secara positif signifikan terhadap Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Malang tahun 2007- 2020.

Belanja Daerah (X1)

Belanja Modal (X2)

Alokasi Dana Desa (Y)

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti mengambil judul ini, karena pada saat ini khususnya di era yang semakin modern begitu banyak budaya asing yang telah masuk ke Indonesia khususnya di pedesaan, hal

Dengan partisipasi aktif para mitra dan donatur, PKPU menjalankan rangkaian program Ramadhan yang tidak hanya bernilai ibadah bagi mitra dan donatur tetapi juga

Tujuan studi lapang ini adalah untuk mengidentifikasi keragaman cacing tanah di Hutan Pendidikan Gunung Walat dan mengkaji hubungan faktor-faktor abiotik seperti suhu

Dari hasil pengujian perangkat keras, dapat disimpulkan bahwa rangkaian pengkondisi sinyal telah dapat memotong sinyal masukan pada tegangan 374,465 mV1. Pengujian perangkat

Ada enam besar (six big losess) dalam proses produksi yaitu disebabkan oleh kerusakan peralatan dan mesin saat produksi (breakdown), kalibrasi peralatan (set up)

Pada minggu ke-10 didapatkan hasil untuk semua parameter pertumbuhan, hasil untuk perlakuan variasi dosis biofertilizer dengan nilai rerata tertinggi untuk

Dalam penelitian ini digunakan Ascaris suum sebagai model untuk Ascaris lumbri- coides karena secara etis tidak memungkinkan untuk mendapatkan Ascaris lumbricoides

oleh karena V bidang Euclides, maka ada satu garis yang melalui A dan R, jadi ada satu ruas garis sehingga ada tepat satu titik S dengan S antara A dan R, sehingga AS = SR...