BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian asosiatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk mengetahui

Download (0)

Full text

(1)

25 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian asosiatif.

Penelitian asosiatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara suatu variable dengan variable yang lain. Dalam penelitian jenis ini selalu ada setidaknya 2 variabel penelitian (Ulum dan Juanda, 2018). Penelitian asosiatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk, mendapatkan pengaruh pengungkapan sustainability report dan Leverage terhadap nilai perusahaan.

B. Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling yaitu metode penetapan sampel dengan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu (Ulum dan Juanda, 2018). Berikut ini adalah kriteria-kriteria yang digunakan dalam sampel penelitian:

1. Semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan sustainability report dan annual report pada tahun 2017;

2. Perusahaan menerbitkan sustainability report pada tahun 2017 yang bersifat stand alone report dan menggunakan GRI standards;

3. Perusahaan tersebut menerbitkan sustainability report dan annual report yang terpublikasi.

(2)

A. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Variabel Dependen (Y)

Variable dependen merupakan variable yang terikat oleh variable lain.

Variable dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar, karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. nilai perusahaan dalam penelitian ini diukur menggunakan rasio Tobin’s Q karena rasio ini merupakan ukuran yang lebih teliti tentang seberapa efektif manajemen dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi dan juga rasio ini telah populer digunakan di dalam penelitian terdahulu dan merupakan proksi yang tepat dalam mengukur nilai perusahaan.

Penelitian ini mencoba meneliti nilai perusahaan dengan pendekatan nilai perusahaan dengan menggunakan rasio Tobin’s Q. Tobin’s Q yaitu nilai pasar dari suatu perusahaan dengan membandingkan nilai pasar suatu perusahaan yang terdaftar di pasar keuangan dengan nilai penggantian aset (asset replacement value) perusahaan. Alasan memilih rasio Tobin’q dalam penelitian ini untuk mengukur nilai perusahaan adalah karena penghitungan rasio Tobin’s Q lebih rasional mengingat unsur-unsur kewajiban juga dimasukkan sebagai dasar penghitungan. Salah satu versi Tobin’s Q yang dimodifikasi dan disederhanakan oleh Smithers dan Wright (2007) adalah sebagai berikut:

(MVS+D) (TA)

(3)

Keterangan:

MVS = Market Value of all outstanding shares D = Debt

TA = Total Asset 2. Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang tidak terikat oleh variabel lain (Ulum dan Juanda, 2018). Variabel independen dalam penelitian ini adalah:

a. Sustainability report

Sustainability report terdiri dari tiga variabel meliputi; pengungkapan sustainability report kategori ekonomi, pengungkapan sustainability report kategori lingkungan, pengungkapan sustainability report kategori sosial.

Pengungkapan sustainibility report menggunakan GRI Standards. Variabel independen dalam penelitian ini diukur menggunakan SRDI atau Sustainability Report Disclosure Index. SRDI menilai tanggung jawab ekonomi, lingkungan, dan sosial yang sesuai dengan kriteria menurut Global Initiative Reporting (GRI) Standards.

Teknik yang digunakan dalam melakukan input data adalah content analysis. Teknik ini merupakan pengkodefikasian teks yang mempunyai ciri-ciri yang akan ditulis dalam berbagai kelompok. Jika perusahaan mengungkapkan suatu item maka akan diberi nilai 1, sedangkan jika perusahaan tidak mengungkapkan suatu item maka akan diberi nilai 0. Perhitungan dapat menggunakan Rumus:

SDRI = n k

(4)

Keterangan :

SRDI : Sustainability Report Disclosure Index perusahaan n : jumlah item yang diungkapkan perusahaan

k : jumlah item yang diharapkan b. Leverage

Rasio hutang dalam penelitian ini diproksikan menjadi DER (Debt to Equity Ratio) yang merupakan perbandingan jumlah pinjaman jangka panjang yang dimiliki perusahaan dengan jumlah modal sendiri. DER merupakan salah satu rasio keuangan yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi utang dengan modal yang dimiliki (Husnan, 2010).

DER merupakan salah satu pengukur seberapa jauh perusahaan tersebut memiliki pinjaman terhadap kreditur. Apabila nilai rasionya semakin tinggi, maka semakin besar perusahaan tersebut memperoleh dana dari luar, sebaliknya apabila nilai rasionya semakin rendah, maka semakin kecil pula perusahaan tersebut memperoleh dana dari luar.

DER = Total Liabilitas Ekuitas

D. Jenis dan Sumber Data

Data sekunder, yang terdiri dari sustainability report tahun 2017 dan annual report tahun 2017 dari perusahaan semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017.

(5)

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik perolehan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data berupa sustainability report dan annual report diperoleh dari database GRI, website Bursa Efek Indonesia, dan website perusahaan.

F. Teknik Analisa Data 1. Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan analisis yang memberikan informasi tentang karakteristik data penelitian, dari analisis tersebut dapat diketahui beberapa karakter dalam suatu data yaitu, jumlah data, rata-rata (mean), nilai minimal (minimum), nilai maksimal (maximum), range, standar deviasi (standard deviation), dan variance.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik bertujuan untuk menentukan ketepatan model. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian normalitas model regresi dapat menggunakan analisis uji grafik. Penulis menggunakan analisis uji grafik, yaitu menggunakan grafik Normal P-P Plot Regression Standardized Residual dan Histogram dengan dasar pengambilan keputusan menurut Ghozali (2006), yaitu : Jika data menyebar yang berada di sekitar garis diagonal mengikuti arah dari garis diagonal tersebut atau grafik histogram menunjukkan pola

(6)

distribusi normal, maka model regresi dikatakan memenuhi asumsi normalitas.

Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti arah dari garis diagonal tersebut atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi dikatakan tidak memenuhi asumsi normalitas. Uji yang akan dilakukan adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov, jika asymp-sig 2 tailed > 0,05 maka data residual terdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji model regresi, yaitu dilakukan untuk mengetahui apakah di dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau tidak. Model regresi yang baik, tidak terdapat korelasi antara variabel-variabel independennya (Ghozali, 2016).

Uji multikolinearitas Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi akan dilakukan dengan melihat nilai variance inflation factor (VIF) dan nilai tolerance. Kriteria agar tidak terjadi multikolinearitas adalah nilai VIF <

10, dan nilai tolerance > 0,1.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menilai apakah di dalam model regresi linear terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah jika terjadi homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji yang akan dilakukan adalah uji Glejser. Uji ini dilakukan dengan melakukan analisis regresi linear berganda antara variabel-variabel independen dan nilai absolute residual (ABS_RESID) sebagai variabel dependen.

(7)

Nilai sig yang diharapkan adalah > 0,05 sehingga berarti tidak ada satu variabel independen pun yang memengaruhi variabel dependen absolute residual, dan dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antar kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala autokorelasi dalam model regresi linier bisa dilakukan dengan menggunakan pendeteksi percobaan Durbin Watson (Uji DW) dengan ketentuan jika D-W diantara -2 sampai +2 itu berarti tidak terdapat autokorelasi.

c. Uji Hipotesis dan Analisis Data

Pengujian hipotesis untuk model 1 pada penelitian ini akan dilakukan dengan analisis regresi linear berganda. Untuk melakukan pengujian ini maka diperlukan uji koefisian determinasi, uji pengaruh simultan (F test) dan uji signifikansi parameter individual atau (t test). Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependennya. Hubungan antar variabel tersebut dapat digambarkan dengan persamaan sebagai berikut:

NP = α + 1SR+ 2LV + e

Keterangan

NP = Nilai Perusahaan

(8)

α = konstanta persamaan regresi

= koefisien regresi tiap variabel

SR = Pengungkapan Sustainability Report LV = Leverage

e = error

1. Uji Koefisien Determinasi

Pengujian ini menyatakan R square sebagai alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menjelaskan beberapa variasi pada variabel indepennya. Nilai koefisien dalam determinasi tersebut berada pada angka 0 dan angka 1. Apabila pernyataan nilai R square kecil maka dapat diartikan bahwa kemampuan dalam variabel independen untuk menjelaskan varabel dependennya terbatas. Apabila nilai yang dihasilkan mendekati 1 berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi pada beberapa variabel dependennya. Banyak peneliti lebih menganjurkan untuk menggunakan nilai adjusted R square untuk menilai seberapajauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dalam penelitian ini yang akan dilihat nantinya adalah nilai adjusted R square.

2. Uji Nilai F

Uji signifikansi simultan (F test) menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen atau terikat. Pengujian

(9)

dilakukan dengan menggunakan significance level 0,05 (α=5%). Variabel independen tersebut dikatakan berpengaruh secara simultan jika probabilities value < α (0,05).

3. Uji Nilai t

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara individu berpengaruh terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan significance level 0,05 atau α=5%. Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Jika nilai signifikan t < 0,05 maka hipotesis tersebut dinyatakan diterima (koefisien regresi signifikan). Hal ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Kriteria terakhir peneliti harus melihat nilai koefisien beta (β), untuk melihat kesesuaian arah dengan hipotesis yang diajukan. Pengujian hipotesis untuk model 2 pada penelitian ini akan dilakukan dengan uji beda sampel independen (independent sample t-test). Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah dari dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai rata-rata yang berbeda atau tidak. Uji beda ini dilakukan dengan membandingkan perbedaan antara dua nilai rata-rata dengan standard error dari perbedaan rata-rata dua sampel. Langkah pertama adalah melihat nilai levene test, kemudian melihat probabilitas, yang apabila > 0,05 akan berarti memiliki varian yang sama. Jadi penilaian uji beda harus menggunakan asumsi equal variance assumed begitu pula sebaliknya, dan terakhir adalah melihat nilai sig. (2-tailed). Jika < 0,05 maka berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara dua variabel yang diuji.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in