Analisis Perencanaan Kapasitas Untuk Menentukan Jumlah Mesin Optimal di Perusahaan Michi Laundry.

22  43  Download (1)

Teks penuh

(1)

vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Fenomena yang menjadi pusat perhatian pada perusahaan Michi Laundry saat ini adalah terbatasnya kapasitas alat produksi pada saat memenuhi permintaan pada musim ramai (peak season) yaitu pada musim kuliah. Hal ini terlihat dari mundurnya waktu penyelesaian pembersihan dari waktu yang dijanjikan. Dengan demikian, dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui jumlah mesin optimal pada perusahaan Michi Laundry. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mencari alternatif untuk meningkatkan kapasitas produksi pada Michi Laundry. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan jenis penelitian studi kasus. Pengolahan data dan analisis dimulai dari pemulusan data dengan menggunakan metode moving average yang selanjutnya akan digunakan sebagai data untuk melakukan peramalan dengan metode proyeksi tren. Kemudian data diolah secara sistematis berdasarkan pendekatan sistematis dari Krajewski dan Ritzman. penggunaan analisis pohon keputusan dilakukan untuk mengetahui alternatif mana yang akan memberikan keuntungan terbaik secara kuantitatif. Jika suatu alternatif diperlukan untuk melakukan investasi, maka perlu menghitung NPV untuk mengetahui kelayakan dari investasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah alternatif untuk menambah mesin cuci (kapasitas 5kg per siklus) dan mesin pengering (15kg per siklus) sebanyak 1 buah dengan nilai NPV sebesar Rp134.451.986.

Kata Kunci : alternatif, investasi, jumlah mesin optimal, kapasitas produksi, permintaan.

(2)

vii Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

The central phenomenon happening around Michi Laundry is limited production capacity of its machinery whenever peak season occurs, which around college entrance season. This could be proven by the gap between promised lead time to finish an order and actual time needed to finish it. Therefore, this research was done to look for the ideal number of machines needed in Michi Laundry. The main objective of this research is looking for an alternative to increase the production capacity of Michi Laundry. The method used to conduct this research is descriptive analysis method with case study as its type of research. Data processing and analysis started from data smoothing with moving average method in which will be used as the data to do forecasting with trend projection method. then, the data will be processed systematically, using systematic approach from Krajewski and Ritzman. the use of decision tree analysis was intended to find out which alternative will give the most quantitative profit. if an alternative needs investment to be done, then the calculation of NPV is necessary to determine whether the investment feasible. The conclusion of this research is the alternative to add 1 washing machine (5kg capacity per cycle) and 1 tumble dryer (15kg capacity per cycle), will have the value of NPV as much as Rp134.451.986.

(3)

viii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GRAFIK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 3

1.3 Rumusan Masalah ... 4

1.4 Tujuan Penelitian ... 4

1.5 Manfaat Penelitian ... 4

1.6 Sistematika Penelitian ... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 7

2.1 Manajemen Operasi ... 7

2.2 Definisi Kapasitas ... 7

(4)

ix Universitas Kristen Maranatha

Halaman

2.4 Proses Perencanaan Kapasitas ... 11

2.5 Alat-Alat Analisis dalam Perencanaan Kapasitas... 12

2.5.1 Model Pohon Keputusan (Decision Tree) ... 13

2.5.2 Model Antrian (Waiting Line Mode) ... 14

2.5.3 Peramalan (Forecasting) ... 14

2.5.4 Analisis Kelayakan Investasi ... 21

2.6 Kerangka Teoritis ... 24

BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 25

3.1 Jenis Penelitian ... 25

3.2 Tempat Penelitan ... 25

3.2.1 Sejarah ... 25

3.2.2 Struktur Organisasi ... 26

3.2.3 Proses Operasional ... 28

3.2.4 Prasarana dan Sarana ... 31

3.3 Sumber Data ... 31

3.4 Instrumen Penelitan ... 32

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 33

3.6 Teknik Analisis Data ... 33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37

4.1 Data Kapasitas dan Permintaan ... 37

4.2 Peramalan ... 40

4.2.1 Rata-Rata Bergerak Sederhana (Moving Average) ... 40

4.2.2 Indeks Musim ... 46

4.2.3 Proyeksi Tren (Trend Projection) ... 47

(5)

x Universitas Kristen Maranatha

Halaman

4.4 Estimasi Kebutuhan Kapasitas ... 52

4.5 Evaluasi Alternatif ... 55

4.6 Estimasi Arus kas ... 56

4.6.1 Estimasi Pendapatan ... 56

4.6.2 Estimasi Biaya Operasi Periode untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 56

4.6.3 Estimasi Laba-Rugi untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 58

4.6.4 Estimasi Pendapatan Setelah Pajak untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 59

4.6.5 Estimasi Arus Kas untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 59

4.6.6 Estimasi Biaya Operasi untuk Kebijakan Reaktif (Reactive) ... 60

4.6.7 Estimasi Laba Rugi untuk Kebijakan Reaktif (Reactive) ... 63

4.6.8 Estimasi Pendapatan Setelah Pajak untuk Kebijakan Reaktif (Reactive) ... 63

4.6.9 Estimasi Arus Kas untuk Kebijakan Reaktif (Reactive) ... 64

4.7 Estimasi Net Present Value (NPV) ... 64

4.8 Analisis Pohon Keputusan ... 66

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 72

5.1 Kesimpulan ... 72

5.2 Saran ... 73

DAFTAR PUSTAKA ... 75

(6)

xi Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Strategi dalam Merancang Kapasitas ... 11

Gambar 2.2 Model Pohon (Decision Tree) ... 13

Gambar 2.3 Kerangka Teoritis ... 24

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Michi Laundry... 26

Gambar 3.2 Flow Chart Produksi Michi Laundry ... 30

(7)

xii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Permintaan dan Kapasitas Michi Laundry Periode

Juli 2013 - Juni 2016 ... 3

Tabel 4.1 Kapasitas Mesin Michi Laundry ... 37

Tabel 4.2 Permintaan dan Kapasitas Michi Laundry Periode Juli 2013 - Juni 2016 ... 38

Tabel 4.3 Estimasi Omset Michi Laundry Periode Juli 2013 – Juni 2016 ... 38

Tabel 4.4 Pemulusan Permintaan dengan Moving Average 3 bulan pada Periode Juli 2013 – Juni 2016 ... 41

Tabel 4.5 Pemulusan Permintaan dengan Moving Average 5 bulan pada Periode Juli 2013 – Juni 2016 ... 42

Tabel 4.6 Pemulusan Permintaan dengan Moving Average 7 bulan pada Periode Juli 2013 – Juni 2016 ... 44

Tabel 4.7 Indeks Musim Periode Juli 2013 – Juni 2016 ... 46

Tabel 4.8 Ramalan Dengan Metode Proyeksi Tren ... 48

Tabel 4.9 Ramalan Permintaan Periode Juli 2016 – Juni 2017 ... 51

Tabel 4.10 Estimasi Pendapatan Periode Juli 2016 – Juni 2017 ... 56

Tabel 4.11 Estimasi Biaya Operasi untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 57

Tabel 4.12 Estimasi Pendapatan Laba Operasi untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 58

Tabel 4.13 Estimasi Pendapatan Setelah untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 59

Tabel 4.14 Estimasi Arus Kas untuk Kebijakan Proaktif (Proactive) ... 59

Tabel 4.15 Estimasi Biaya Lembur jika Permintaan Sesuai dengan Ramalan ... 60

(8)

xiii Universitas Kristen Maranatha

Halaman Tabel 4.17 Estimasi Pendapatan Laba Operasi untuk Kebijakan

Reaktif (Reactive)... 63 Tabel 4.18 Estimasi Pendapatan Setelah Pajak untuk Kebijakan

Reaktif (Reactive)... 63 Tabel 4.19 Estimasi Arus Kas untuk Kebijakan Reaktif

(Reactive) ... 64 Tabel 4.20 Estimasi Present Value Cash Flow untuk Kebijakan

Proaktif (Proactive) dengan tingkat bunga 1% per bulan ... 65 Tabel 4.21 Estimasi Laba Operasi untuk Kebijakan Proaktif

(Proactive) jika Permintaan Naik 5% ... 66 Tabel 4.22 Estimasi Laba Operasi untuk Kebijakan Proaktif

(Proactive) jika Permintaan Turun 5% ... 67 Tabel 4.23 Estimasi Laba Operasi untuk Kebijakan Proaktif

(Proactive) dengan Pendapatan Sesuai, Naik 5%, dan Turun 5%

Dari Peramalan ... 67 Tabel 4.24 Estimasi Laba Operasi untuk Kebijakan Reaktif

(Reactive) jika Permintaan Naik 5% ... 68 Tabel 4.25 Estimasi Laba Operasi untuk Kebijakan Reaktif

(Reactive) jika Permintaan Turun 5% ... 68 Tabel 4.26 Estimasi Laba Operasi untuk Kebijakan Reaktif

(Reactive) dengan Pendapatan Sesuai, Naik 5%, dan Turun 5%

(9)

xiv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GRAFIK

(10)

BAB I PENDAHULUAN

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan secara umum bertujuan untuk memperoleh laba. Salah satu caranya adalah meningkatkan penjualan. Penjualan akan meningkat jika kendala-kendala dalam penjualan dapat diatasi dengan baik. Salah satu kendala-kendala yang menghambat penjualan adalah kurangnya kapasitas produksi perusahaan dalam menghadapi permintaan konsumen. Oleh karena itu perusahaan harus merencanakan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu serta dengan jumlah (kuantitas) yang sesuai. Perusahaan akan selalu berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen sehingga perusahaan dapat terus berkembang.

Permintaan konsumen dapat terpenuhi jika didukung oleh kapasitas produksi yang sesuai dengan permintaan konsumen. Kapasitas produksi dapat dengan mudah ditentukan jika permintaan konsumen bersifat konstan, namun kenyataannya perusahaan tidak jarang mengalami fluktuasi permintaan yang cenderung meningkat dan tidak stabil. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan perencanaan kapasitas produksi untuk menentukan seberapa besar kapasitas produksi yang paling efektif dan efisien bagi perusahaan.

(11)

BAB I PENDAHULUAN 2

Universitas Kristen Maranatha

terdapat biaya tambahan yang dibebankan pada biaya produksi. Apabila kapasitas produksi terlalu kecil, maka ada kemungkinan perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan dan pada akhirnya kehilangan sebagian pelanggan.

Perusahaan Michi Laundry adalah perusahaan perorangan yang menyediakan jasa pembersihan pada pakaian, boneka, dan sepatu. Perusahaan tersebut menyediakan jasa pembersihan standard, dry cleaning, dan manual. Perusahaan tersebut menyediakan layanan pengambilan hingga pengantaran setelah proses pembersihan selesai. Michi Laundry memberikan layanan pembersihan kilat (express) dan biasa. Pembersihan kilat (express) menjanjikan pembersihan dalam waktu 1 hari dan pembersihan biasa menjanjikan pembersihan dalam waktu 3 hari. Fenomena yang menjadi pusat perhatian pada perusahaan Michi Laundry saat ini adalah terbatasnya kapasitas alat produksi pada saat memenuhi permintaan pada musim ramai (peak season) yaitu pada musim kuliah. Hal ini terlihat dari mundurnya waktu penyelesaian pembersihan dari waktu yang dijanjikan. Selama ini Michi Laundry tidak pernah secara langsung menolak permintaan pelanggannya, namun menjelaskan kemungkinan mundurnya waktu penyelesaian pembersihan. Dengan demikian, pelanggan diberi kebebasan untuk memutuskan sendiri apakah akan tetap melakukan pembersihan pada Michi Laundry atau tidak.

(12)

BAB I PENDAHULUAN 3

Universitas Kristen Maranatha Kapasitas untuk Menentukan Jumlah Mesin Optimal di Perusahaan Michi Laundry”.

1.2 Identifikasi Masalah

Tabel 1.1

Permintaan dan Kapasitas Michi Laundry Periode Juli 2013- Juni 2016

Bulan

2013/2014 2014/2015 2015/2016

Permintaan

Berdasarkan data laporan di atas, dapat dilihat bahwa permintaan tidak teratur pada setiap bulan. Perusahaan memiliki kapasitas produksi 270 kg/hari dan perhitungan kapasitas didapatkan dengan cara kapasitas per hari dikalikan dengan jumlah hari operasi. Pada bulan oktober 2013, Michi Laundry melakukan ekspansi dengan membuka cabang baru di jalan Babakan Jeruk 1 No. 81 sehingga permintaan dan kapasitas perusahaan melonjak.

(13)

BAB I PENDAHULUAN 4

Universitas Kristen Maranatha

tetapi hal ini karena ada faktor musiman dan perusahaan tidak memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu pada musim ramai (peak season).

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka disusunlah rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa metode perencanaan kapasitas yang diterapkan oleh Michi Laundry pada saat ini?

2. Apa saja alternatif lain yang dapat digunakan dalam perencanaan kapasitas pada Michi Laundry?

3. Metode apa yang sebaiknya diterapkan perusahaan Michi Laundry dalam perencanaan kapasitas?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Metode perencanaan kapasitas yang telah diterapkan oleh Michi Laundry 2. Alternatif lain yang dapat digunakan dalam perencanaan kapasitas pada

Michi Laundry.

3. Metode yang sebaiknya diterapkan perusahaan Michi Laundry dalam perencanaan kapasitas.

1.5 Manfaat Penelitian

Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi: 1. Perusahaan

(14)

BAB I PENDAHULUAN 5

Universitas Kristen Maranatha

produksi yang tepat. 2. Universitas

Hasil penyusunan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan

literatur (literature) dalam memecahkan permasalahan sejenis dan dapat menambah wawasan bagi pembaca.

3. Penulis

Untuk mengetahui cara dalam merencanakan kapasitas produksi dan menambah wawasan.

1.6 Sistematika Penelitian

Secara garis besar skripsi ini terdiri dari 5 bab. Agar mendapat arah dan gambaran yang jelas mengenai hal yang tertulis, berikut ini sistematika penulisannya secara lengkap:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis menjelaskan latar belakang pentingnya perencanaan kapasitas bagi perusahaan, alasan pemilihan Michi Laundry sebagai objek penelitian, identifikasi, perumusan masalah , tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

(15)

BAB I PENDAHULUAN 6

Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN

Dalam bab ini penulis menjelaskan jenis penelitian yang dilakukan, gambaran singkat perusahaan Michi Laundry, sumber data, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis melakukan kajian atau analisa terhadap data yang diperoleh serta pembahasan hasil dari analisa data untuk menentukan kapasitas optimal yang harus tersedia pada Michi Laundry .

BAB V PENUTUP

(16)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

72 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Bedasarkan analisis penulis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Selama ini Michi Laundry belum menerapkan strategi dalam menentukan kapasitas produksi. Artinya perusahaan melakukan penambahan kapasitas produksi setelah terjadi kekurangan kapasitas produksi dalam skala besar. Akibatnya perusahaan mengalami siklus kekurangan kapasitas produksi - titik impas kapasitas produksi dan permintaan - kapasitas produksi berlebihan. 2. Terdapat 2 strategi dalam menentukan kapasitas produksi yaitu: reaktif

(reactive) dan proaktif (proactive). Strategi reaktif (reactive) merupakan strategi dimana perusahaan melakukan ekspansi pada kapasitas produksi setelah perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Strategi proaktif (proactive) merupakan strategi dimana perusahaan melakukan ekspansi sebelum terjadinya kekurangan kapasitas produksi perusahaan.

(17)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 73

Universitas Kristen Maranatha

4. Alternatif pertama (strategi proaktif) menyarankan perusahaan untuk melakukan penambahan mesin cuci (kapasitas 5kg per siklus) sebanyak 1 buah dan mesin pengering (kapasitas 15 kg per siklus) sebanyak 1 buah dengan NPV sebesar Rp134.451.986. Sedangkan alternatif kedua (strategi reaktif) menyarankan perusahaan untuk menutupi kelebihan permintaan dengan cara melakukan lembur.

5. Dari kedua alternatif yang ada, berdasarkan dari analisis pohon keputusan dengan kondisi permintaan sama, melebihi 5%, dan kurang 5% dari peramalan, maka keputusan menambah 1 mesin (kapasitas 5kg per siklus) dan 1 mesin pengering (kapasitas 15 kg per siklus) akan memberikan keuntungan terbaik bagi perusahaan.

6. Penelitian ini menganggap penjualan pada juli 2013 - juni 2016 sebagai permintaan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pendataan akan permintaan yang tidak terpenuhi oleh Michi Laundry. Oleh karena itu, ramalan (forecast) yang diperoleh tidak dapat mencerminkan permintaan pada Michi Laundry secara keseluruhan.

7. Penelitian ini menggunakan estimasi pada biaya air, listrik, bahan baku, dan bunga bank dalam perhitungan arus kas juli 2016 - juni 2017. Hal ini menyebabkan arus kas yang dihasilkan dari penelitian ini dapat dikatakan kurang baik dari segi akurasi hasil perhitungannya.

5.2 Saran

(18)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 74

Universitas Kristen Maranatha

1. Perusahaan Michi Laundry disarankan agar menggunakan strategi proaktif atau reaktif dalam merencanakan kapasitas produksi.

2. Perusahaan Michi Laundry disarankan untuk melakukan pemulusan data permintaan terlebih dahulu dengan menggunakan rata-rata bergerak (moving average) sebelum melakukan peramalan.

(19)

i

ANALISIS PERENCANAAN KAPASITAS UNTUK

MENENTUKAN JUMLAH MESIN OPTIMAL DI PERUSAHAAN

MICHI LAUNDRY

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh Sidang

Sarjana Strata 1 (S-1)

Oleh

Lourence

1352108

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(20)

ii

CAPACITY PLANNING ANALYSIS TO DETERMINE THE

OPTIMAL NUMBER OF MACHINES IN MICHI LAUNDRY

COMPANY

THESIS

In Partial Fulfillment of The Requirements for The Degree of Bachelor of

Science in Management

By

LOURENCE

1052108

MANAGEMENT DEPARTMENT

FACULTY OF ECONOMICS

MARANATHA CHRISTIAN UNIVERSITY

BANDUNG

(21)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul

Analisis Perencanaan Kapasitas untuk Menentukan Jumlah Mesin Optimal di Perusahaan Michi Laundry”.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan tugas akhir ini ini

1. Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menyertai melindungi, dan memberikan kesehatan pada penulis sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan.

2. Bapak Dr. Jahja Hamdani, S.E., M.M. selaku dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran serta pengarahan dalam penyusunan tugas akhir ini hingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya. 3. Seluruh dosen dan karyawan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Kristen Maranatha Bandung yang telah membekali ilmu pengetahuan yang sangat berharga bagi penulis.

4. Ibu Sri Wahyu Ningsih, S.E. selaku pemilik perusahaan Michi Laundry yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk melakukan penelitian. 5. Bapak Tjong Guan dan ibu Tjui Mui, orangtua penulis yang telah membesarkan

dan mendidik, serta memberikan dukungan dan doa untuk penulis.

6. Rekan-rekan di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung yang telah memberikan bantuan dan dukungan bagi penulis.

Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis meminta maaf atas kesalahan dan juga jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan dalam tugas akhir ini.

Akhir kata, penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan hal yang bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.

Bandung, Desember 2016

(22)

75 Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Collier, D.A., & Evans, J.R. (2006). Operations Management: Goods, Service, and Value Chains (Second Edition). Mason: Cengage Learning.

Heizer, J.H., & Render, B. (2011). Operations Management (Tenth Edition). New Jersey: Pearson Education.

Herjanto, E. (2015). Manajemen Operasi (Edisi Ketiga). Jakarta: Grasindo.

Krajewski, L.J., & Ritzman, L.P. (1999). Operations Management: Strategy and Analysis (Fifth Edition). Mishawaka: Addison-Wesley.

Ma'arif, S., & Tanjung, H. (2003). Manajement Operasi (Edisi Ketiga). Jakarta: Grasindo.

Mahadevan, B. (2010). Operations Management: Theory and Practice (Second Edition). New Delhi: Dorling Kindersley Pvt.

Rusdiana. (2014). Manajemen Operasi. Bandung: Pustaka Setia.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2009). Research Methods for Business (Fifth Edition). United Kingdom: John Wiley & Sons.

Stevenson, W.J. (2012). Operations Management (Eleventh Edition). New York: McGraw-Hill Companies.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Figur

Gambar 2.1 Strategi dalam Merancang Kapasitas .................................................

Gambar 2.1

Strategi dalam Merancang Kapasitas ................................................. p.6
Grafik 4.1 Estimasi Omset Periode Juli 2013 – Juni 2016 ....................................

Grafik 4.1

Estimasi Omset Periode Juli 2013 – Juni 2016 .................................... p.9
Tabel 1.1 Permintaan dan Kapasitas Michi Laundry Periode Juli 2013- Juni 2016

Tabel 1.1

Permintaan dan Kapasitas Michi Laundry Periode Juli 2013- Juni 2016 p.12

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : jumlah mesin jumlah mesin optimal