A. Pelaksanaan Eksekusi Barang Bukti di Pegadilan Negeri Stabat. Terdakwa Kosim Nasution bersama dengan saksi Rahmad Edi als Ucak dan saksi Adin

84 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB III

PELAKSANAAN EKSEKUSI BARANG BUKTI YANG BERKAITAN DENGAN PIHAK KETIGA DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI PENGADILAN

NEGERI STABAT SERTA HAMBATAN YANG DIHADAPI DALAM PELAKSANAAN EKSEKUSI TERSEBUT

A. Pelaksanaan Eksekusi Barang Bukti di Pegadilan Negeri Stabat. 1. Pertimbangan Hakim di Pengadilan Negeri Stabat

Pertimbangan Hakim di Pengadilan Negeri Stabat, yaitu pada putusan No. 21/Pid.Sus/2014/PN.Stb. Terdakwa bernama Kosim Nasution, kronologis singkat yaitu Terdakwa Kosim Nasution bersama dengan saksi Rahmad Edi als Ucak dan saksi Adin (dilakukan penuntutan secara terpisah) serta Bakar (DPO) pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 02.20 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2013 bertempat di Jln. Besitang depan Pos Lantas Bukit I Kel. Tangkahan Durian Kec. Brandan Barat Kab. Langkat atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Stabat, “Permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum

menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram”, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:

1) Pada hari Jumat tanggal 08 Nopember 2013 sekira pukul 17.00 Wib saksi Rahmad Edi als Ucak menghubungi saksi Adin lewat HP saksi Rahman Edi lalu saksi mengatakan kepada saksi Adin ada mobil bisa rental tidak mau ke Medan kau yang hawa kita berdua pergi nanti

(2)

artinya saksi Rahman Edi membayar gaji untuk saksi Adin Syahri perharinya Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dan oleh saksi Adin Syahri mengatakan nanti saksi Rahman Edi carikan dulu mobilnya kalau ada saksi Rahman Edi kabari dan tidak berapa lama datang telpon dari saksi Adin mengatakan ada mobilnya dan kemudian karena dapat mobilnya sudah malam sekira pukul 23.00 Wib saksi Rahman Edi dengan saksi Adin tidak jadi berangkat ke Binjai menunggu besoknya saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri berangkat ke Binjai dan setelah sampai didaerah Binjai saksi Rahman Edi menghubungi ke HP terdakwa untuk menjemput saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri.

2) Pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri bertemu dengan lalu saksi Rahman Edi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan supir saksi Adin Syahri didalam mobil saja kemudian saksi Rahman Edi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli ganja sambil saksi Rahman Edi tunjuk contoh ganjanya kemudian diambil terdakwa, lalu terdakwa, saksi Adin Syahri dan saksi Rahman Edi memakainya dan selanjutnya saksi Rahman Edi mengatakan dengan terdakwa perkilonya Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu terdakwa bilang ya bisa dijualkan dan saksi Rahman Edi bilang kalau laku dijual saksi Rahman Edi berikan bagian Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) kemudian terdakwa mengatakan ya akan menjualkan ganja jika saksi Rahman Edi membawanya ada sekitar 1 (satu) jam terdakwa, saksi Adin Syahri dan saksi Rahman Edi membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu saksi Rahmana Edi permisi pulang dengan terdakwa dan selanjutnya saksi Rahman Edi bersama saksi Adin Syahri (supir) pulang ke Aceh.

3) Pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 12.00 Wib terdakwa ditangkap oleh saksi Samsul Siregar dan saksi MR. Siregar (masing-masing anggota Polres Langkat) di

(3)

dekat BSM Binjai, yang sebelumnya saksi Rahman dan saksi Adin (dilakukan penuntutan secara terpisah) mengajak ketemu di dekat BSM Binjai, lalu terdakwa beserta barang bukti berupa 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja, 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW, 1(satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter, 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan, 1 (satu) buah HP merek Nokia dan 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208 dibawa ke Polres Langkat guna pemeriksaan lebih lanjut.

4) Berdasarkan Berita Acara Penaksiran/ Penimbangan Nomor : 90/IL.1.0106/XI/2013 tanggal 13 Nopember 2013 beserta lampirannya yang ditanda tangani oleh Ervina A. Nababan, NIK.P. 84425 selaku yang menimbang/ Penaksir sekaligus Pengelola UPC Stabat diketahui berat bersih narkotika jenis ganja dari 40 (empat puluh) bal, tersebut adalah 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram. Dan hasil kesimpulan pemeriksaan Laboratoris terhadap 1 (satu) plastik berisi ranting, daun kering dengan berat brutto 243 (dua ratus empat puluh tiga) gram ganja milik terdakwa Rahman Edi dan Adin (benar ganja) dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 8 (delapan) Lampiran I (satu) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, seperti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Barang Bukti Narkotika No. LAB : 7762/NNF/2013 tanggal 20 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Zulni Erma, AKBP, NRP 60051008 dan Debora M. Hutagaol,S.Si,Apt, KOMPOL, NRP. 74110890 masing-masing selaku Pemeriksa dan diketahui oleh An. Kepala Laboratorium Forensik cab. Medan Dra. Melta Tarigan, M.Si., AKBP, NRP 63100830; 5) Terdakwa dalam melakukan perbuatan, tersebut tidak mempunyai izin yang sah dari pihak

yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena

(4)

Adapun dalam pertimbangan hakim di Pengadilan Negeri Stabat terkait barang bukti tindak pidana narkotika, Sunoto mengatakan bahwa dalam pemeriksaan perkara barang bukti tindak pidana narkotika terkait Pasal 101 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika adalah dapat menjadi dilematis apabila Pasal 101 tersebut diterapkan secara kaku. Maka akan merugikan pihak ketiga sehingga pihak ketiga tentunya akan melakukan perlawanan secara perdata.63

Sunoto mengatakan bahwa Hakim tetap mengacu pada ayat (1) Pasal 101 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan bila pihak ketiga merasa keberatan maka pihak ketiga tersebut dipersilahkan melakukan perlawanan secara perdata sesuai dengan ayat (2) Pasal 101 Undang-Undang Nomo4 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Uraian diatas menunjukkan bahwasanya Hakim terlalu kaku dalam melihat Pasal 101, tanpa berusaha membuktikan kepemilikan pihak ketiga terhadap barang bukti tersebut, sehingga hal ini merugikan pihak ketiga, walauipun pihak ketiga masih diberikan kesempatan untuk melakukan perlawanan secara perdata.

Bila perkara tersebut dianalisis dengan teori sistem hukum (legal system), yaitu pada Struktur hukum (legal struktur) merupakan kerangka berfikir yang memberikan defenisi dan bentuk bagi bekerjanya sistem yang ada dengan batasan yang telah ditentukan, jadi struktur hukum dapat dikatakan sebagai institusi yang menjalankan penegakan hukum dengan segala proses yang ada didalamnya. Maka dapat dianalisis bahwa secara struktur hukum yakni Hakim masih terlalu kaku dan hanya menjadi corong undang-undang semata.

(5)

2. Proses Penjatuhan Putusan Oleh Hakim.

Putusan hakim merupakan mahkota dan puncak dari suatu pekara yang sedang diperiksa dan diadili oleh hakim tersebut. Oleh karena itu, tentu saja hakim dalam membuat putusan harus memperhatikan segala aspek di dalamnya, mulai dari perlunya kehati-hatian, dihindari sedikit mungkin ketidakcermatan, baik yang bersifat formal maupun materil sampai dengan adanya kecakapan teknik membuatnya. Jika hal-hal negatif tersebut dapat dihindari, tentu saja diharapkan dalam diri hakim hendaknya lahir, tumbuh, dan berkembang adanya sikap atau sifat kepuasan moral jika kemudian putusan yang dibuatnya itu dapat menjadi tolok ukur untuk perkara yang sama, atau dapat menjadi bahan refrensi bagi kalangan teoretis maupun praktisi hukum serta kepuasan nurani tersendiri jika putusannya dikuatkan dan tidak dibatalkan pengadilan yang lebih tinggi.64

Apabila seorang hakim akan menjatuhkan suatu putusan, maka ia akan selalu berusaha agar putusannya nanti seberapa mungkin dapat diterima masyarakat, setidak-tidaknya berusaha agar lingkungan orang yang akan dapat menerima putusannya seluas mungkin. Hakim akan merasa lebih lega manakala putusannya dapat memberikan alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.65

Proses penjatuhan putusan yang dilakukan hakim merupakan suatu proses yang kompleks dan sulit, sehingga memerlukan pelatihan pengalaman, dan kebijaksanaan. Di dalam proses penjatuhan putusan tersebut, seorang hakim harus meyakini apakah seorang

64

(6)

terdakwa melakukan tindak pidana ataukah tidak, atau dalam perkara perdata, apakah ada sengketa hukum yang terjadi di antara pihak penggugat dan tergugat, dengan tetap berpedoman dengan pembuktian untuk menentukan kesalahan dari perbuatan yang dilakukan oleh seorang pelaku pidana, atau untuk menentukan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh salah satu pihak yang berpekara, yaitu apakah pihak penggugat atau tergugatkah yang melakukannya.66

Setelah menerima dan memeriksa suatu perkara, selanjutnya hakim akan menjatuhkan keputusan, yang dinamakan dengan putusan hakim, yang merupakan pernyataan hakim sebagai pejabat negara yang diberi wewenang untuk itu, yang diucapkan dalam sidang pengadilan yang terbuka untuk umum, yang bertujuan untuk mengkahiri atau menyelesaikan suatu perkara atau sengketa antara para pihak, dalam perkara, perdata.67 Adapun putusan hakim dalam perkara pidana, dapat berupa putusan penjatuhan pidana, jika perbuatan pelaku tindak pidana terbukti secara sah dan meyakinkan, putusan pembebasan dari tindak pidana terbukti secara sah dan meyakinkan, putusan pembebasan dari tindak pidana (vrijspraak), dalam hal menurut hasil pemeriksaan di persidangan, kesalahan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan atau berupa putusan lepas dari segala tuntutan hukum (onslaag van alle rechtsvervolging), dalam hal perbuatan terdakwa sebagaimana yang didakwakan terbukti, akan tetapi perbuatan tersebut tidak merupakan suatu tindak pidana.68

66

Ibid, hal. 95.

67

Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Yogyakarta, 1998, hal. 175.

68

Pasal 191 ayat (1) KUHAP:“Jika Pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan di siding, kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, maka terdakwa diputus bebas”. Pasal 191 ayat (2) KUHAP: “Jika Pengadilan berpendapat bahwa perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti, tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana, maka terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan hukum”. Pasal 193 ayat (1) KUHAP: “ Jika Pengadilan berpendapat bahwa

(7)

Proses atau tahapan penjatuhan putusan oleh hakim, dalam perkara pidana menurut Moelyono, dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu sebagai berikut:69

a. Tahap Menganalisis Perbuatan Pidana

Perbuatan pidana dapat diberi arti perbuatan yang dilarang dan diancam pidana, barang siapa melanggar larangan tersebut. Moelyatno membedakan pula antara perbuatan pidana dengan tanggung jawab pidana.

Pada saat hakim menganalisis, apakah terdakwa melakukan perbuatan pidana atau tidak, yang dipandang primer adalah segi masyarakat, yaitu perbuatan sebagai tersebut dalam rumusan suatu aturan pidana. Diitnjau dari segi tersebut, tampak sebagai perbuatan yang merugikan atau tidak patut dilakukan atau tidak. Jika perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur dalam suatu pasal hukum pidana, maka terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perbuatan pidana yang didakwakan kepadanya. Unsur dalam perbuatan pidana sebagaimana terdapat dalam KUHP, dibedakan menjadi unsur umum dan unsur batasan pengertian. Misalnya perbuatan pencurian rumusan umumnya telah ditentukan sebagai mengambil barang orang lain, tetapi tidak setiap mengambil barang orang lain adalah pencurian sebab ada orang yang mengambil barang orang lain untuk disimpan dan kemudian diserahkan kepada pemiliknya. Oleh karena itu, dalam Pasal 362 KUHP di samping unsur umum, yaitu mengambil barang orang lain tanpa izin, ditambah dengan batasan pengertian sebagai unsur kesalahannya, yaitu dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.70

(8)

Jika seorang terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perbuatan pidana melanggar suatu pasal tertentu, hakim menganalisis apakah terdakwa dapat dinyatakan bertanggung jawab atas perbuatan pidana yang dilakukannya. Pada saat menyelidiki apakah terdakwa yang melakukan perbuatan pidana dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya yang dipandang primer adalah orang itu sendiri. Dapat dipidananya seseorang harus memenuhi dua syarat, yaitu pertama, perbuatan yang bersifat melawan hukum sebagai sendi perbuatan pidana, dan yang kedua, perbuatan yang dilakukan itu dapat dipertanggung jawabkan sebagai suatu kesalahan (asas geen straf zonder schuld).71

Menurut Moelyatno, unsur-unsur pertanggung jawaban pidana untuk membuktikan adanya kesalahan pidana yang dilakukan oleh terdakwa harus dipenuhi hal-hal sebagai berikut.72

a. Melakukan perbuatan pidana (sifat melawan hukum). b. Di atas umur tertentu dan mampu bertanggung jawab.

c. Mempunyai suatu bentuk kesalahan yang berupa kesengajaan atau kealpaan. d. Tidak adanya alasan pemaaf.

Hakim dapat menggunakan Pasal 44 s/d 50 KUHP tentang orang-orang yang dinyatakan tidak dapat bertanggung jawab atas perbuatan pidana yang dilakukannya tersebut, yaitu sebagai berikut.73

a. Dalam diri orang itu (inwendig), yaitu yang disebut sebagai alasan pemaaf, yaitu menghapuskan kesalahan si pembuat menyangkut diri pribadi si pembuat, sehingga si pembuat tidak dapat dicela dan oleh karenanya menghapus kesalahan pembuat yang terdiri atas:

71

Ahmad Rifai, Op.Cit, hal. 97.

(9)

1) Pasal 44 ayat (1) KUHP, ada 2 hal yang menyebabkan seseorang yang melakukan tindak pidana tidak dapat dikenakan pertanggungjawaban, sehingga si pelaku tidak dapat dipidana yaitu sebagai berikut.

a) Orang yang pertumbuhan akalnya tidak sempurna atau kurang sempurna misalnya orang idiot, lemah akal, dan lain-lain.

b) Orang yang mengalami gangguan penyakit pada kemampuan akal sehatnya, misalnya sakit ingatan/gila kleptomania, piromania, nimformania.

2) Pasal 45 KUHP mengenai batas usia anak yang belum dewasa yang tidak dapat dipidana menurut Pasal 45 KUHP adalah sampai dengan batas usia 16 tahun, di mana hakim boleh memerintahkan agar si pelaku dikembalikan kepada orang tua wali, atau pengampunya, dengan tidak mengenakan suatu hukuman atau memerintahkan diserahkan kepada pemerintah.

3) Pasal 49 ayat (2) KUHP, melampaui pembelaan terpaksa (noodweer aexcess), dengan syarat-syarat, yang pertama kelampauan batas pembelaan yang diperlukan, yang kedua, kegoncangan jiwa yang hebat (suatu paksaan hati yang sangat panas), dan yang ketiga, kegonvangan jiwa yang hebat itu disebabkan adanya serangan, dengan kata lain antara kegoncangan jiwa tersebut dan serangan harus ada hubungan sebab akibat/klausalitas.

4) Pasal 51 ayat (2) KUHP yaitu melaksanakan perintah jabatan dari pembesar yang tidak berhak akan tetapi dilakukan dengan itikad baik orang yang disuruh tersebut. b. Di luar diri orang itu (ultwendig), yaitu yang disebut sebagai alasan pembenar, yaitu

(10)

rumusan delik dalam undang-undang, akan tetapi perbuatan tersebut dibenarkan, terdiri atas:

1) Pasal 48 KUHP, melakukan tindak pidana karena daya paksa/overmacht, terdiri atas: a) Vis absoluta (paksaan yang absoluta) atau overmacht yang bersifat luas, yang

disebabkan oleh manusia atau alam (paksaan tersebut sama sekali tidak dapat ditahan);

b) Vis compulsive (paksaan yang relating/psikologis) atau overmacht yang bersifat sempit, yaitu suatu keadaan darurat, di mana terjadi pembentukan antara dua kepentingan hukum, perbenturan antara kepentingan hukum dan kewajiban hukum dan perbenturan antara dua kewajiban hukum.

2) Pasal 49 ayat (1) KUHP, untuk membela dirinya, diri orang lain kesopanan, harta benda dari serangan melawan hukum dan seketika itu (pembelaan terpaksa/noodsweer), dengan terlebih dahulu memenuhi 2 syarat, yaitu yang pertama, ada serangan yang seketika langsung mengancam, melawan hukum, dan sengaja ditujukan pada badan, nyawa kesusilaan, dan harta, yang kedua, ada pembelaan yang perlu diadakan, yang menyangkut badan nyawa, kesusilaan, dan harta.

3) Pasal 50 KUHP; melaksanakan perbuatan karena menjalankan peraturan undang-undang (melaksanakan undang-undang).

4) Pasal 51 ayat (1) KUHP; melaksanakan perintah jabatan.

Namun demikan, dalam hal analisis hakim terhadap pelaku tindak pidana, ternyata sehat lahir dan batinnya serta tidak adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat menghapuskan sifat melawan hukum dari perbuatan pidana yang

(11)

dilakukan oleh pelaku, maka hakim menyatakan pelaku sebagai orang yang dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum.74

c. Tahap Penentuan Pemidanaan

Di dalam hal ini, kalau hakim berkeyakinan bahwa pelaku telah melaksanakan perbuatan yang melawan hukum, sehingga ia dapat dipertanggung jawabkan oleh si pelaku, maka hakim akan menjatuhkan pidana terhadap pelaku tersebut, dengan melihat pasal-pasal undang-undang yang dilanggar oleh si pelaku. Besarnya pemidanaan yang dijatuhkan oleh hakim telah diatur dalam KUHP, di mana KUHP telah mengatur pemidanaan maksimal yang dapat dijatuhkan hakim dalam perbuatan pemidanaan maksimal yang dapat dijatuhkan hakim dalam memutuskan suatu perkara berdasarkan kasusnya.75

Adapun dalam menjatuhkan pidana terhadap para pelaku tindak pidana maka hakim dapat menggunakan beberapa teori penjatuhan pidana seperti halnya teori keseimbangan, teori pendekatan seni dan insitusi, teori pendekatan keilmuan, teori pendekatan pengalaman, teori ratio decidendi dan teori kebijakan, sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini.

Adapun dalam perkara perdata, sebagaimana telah dibahas pada bab terdahulu, ada beberapa proses atau tahapan yang harus diakui oleh hakim sebelum menjatuhkan suatu putusan, yaitu sebagai berikut:76

1. Tahap Mengkonstatir

Pada tahap ini, hakim akan mengkonstatir atau melihat untuk membenarkan ada tidaknya suatu peristiwa yang diajukan kepadanya. Untuk memastikan hal tersebut, maka diperlukan

(12)

pembuktian dan oleh karena itu harus bersandarkan pada alat-alat yang sah menurut hukum, di mana dalam perkara perdata, sebagaimana dalam Pasal 164 HIR/Pasal 284 RBg/Pasal 1866 KUH Perdata, pengakuan, dan sumpah. Dalam tahap konstatir ini kegiatan hakim bersifat logis. Penguasaan hukum pembuktian bagi hakim sangat dibutuhkan dalam tahap ini.

2. Tahap Mengkualifikasi

Pada tahap ini, hakim mengkualifikasi dengan menilai peristiwa konkret yang telah dianggap benar-benar terjadi itu, termasuk hubungan hukum apa atau yang bagaimana untuk peristiwa-peristiwa tersebut. Dengan kata lain, mengkualifisir berarti mengelompokkan atau menggolongkan peristiwa hukum (apakah perbuatan melawan hukum, wanprestasi, peralihan hak, atau perbuatan hukum lainya dalam hukum perdata)77

3. Tahap Mengkonstituir

Pada tahap ini, hakim menetapkan hukumannya terhadap peristiwa tersebut dan member keadilan kepada para pihak yang bersangkutan (para pihak dalam perkara, yaitu pihak penggugat atau pihak tergugat). Keadilan yang diputuskan oleh hakim bukanlah produk dari intelektualitas hakim tetapi merupakan semangat hakim itu sendiri. Dalam mengadili suatu perkara, hakim harus menentukan hukumannya in-konkreto terhadap peristiwa tertentu, sehingga putusan hakim tersebut dapat menjadi hukum (judge made law).78

B. Hambatan Yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Eksekusi Barang Bukti Tindak Pidana Narkotika.

77

(13)

Adapun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan eksekusi barang bukti tindak pidana narkotika adalah dalam hal eksekusi putusan pidana, dimana putusan perdata yang diajukan pihak ketiga dikabulkan oleh Hakim. Sehingga Jaksa sebagai eksekutor mengalami kesulitan.

Hal tersebut seperti diuraikan sebelumnya oleh Arif Kadarman yang mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam hal eksekusi barang bukti tindak pidana narkotika. Bila putusan pidana menyatakan barang bukti disita, sementara pihak ketiga melakukan gugatan perdata dan dikabulkan gugatan tersebut. Tentunya dari kejaksaan mengalami permasalahan dalam hal eksekusi barang bukti tersebut. Apalagi tidak ada peraturaran tertulis baik peraturan pemerintah maupun surat keputusan Jaksa Agung mengenai eksekusi barang bukti terkait hal tersebut.79

Melihat uraian tersebut, perlu kiranya Jaksa Agung mengeluarkan Surat Keputusan mengenai eksekusi, sehingga tidak terjadi permasalahan dikemudian hari dan Jaksa sebagai eksekutor dapat menjalankan fungsinya.

Bila hambatan tersebut dianalisis dengan teori kepastian hukum. Gustav Radbruch terdapat dua macam pengertian kepastian yaitu, kepastian hukum oleh karena hukum dan kepastian hukum dalam atau dari hukum. Hukum yang berhasil menjamin banyak kepastian hukum dalam masyarakat adalah hukum yang berguna.

Kepastian hukum oleh karena hukum, memberi dua tugas hukum yang lain, yaitu menjamin keadilan hukum serta hukum harus tetap berguna. Sedangkan kepastian hukum dalam hukum, tercapai apabila hukum tersebut sebanyak-banyaknya undang-undang. Maka dapat dianalisis bahwasanya dalam kasus tersebut kepastian hukum belumlah

(14)

diakomodir oleh pertimbangan hakim. Pihak ketiga yang dirugikan harus menempuh persidangan perdata yang menimbulkan biaya dan proses persidangan yang memakan waktu.

(15)

BAB IV

PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 1258.K/Pid.Sus/2014 dan PUTUSAN NO. 14/Pdt.Plw/PB.STB

A. Putusan Mahkamah Agung No. 1258.K/Pid.Sus/2014

Adapun sebelum menganalisis putusan Mahkamah Agung, terlebih dahulu dianalisis putusan Pengadilan Negeri Stabat dan Pengadilan Tinggi sebagaimana diuraikan berikut ini.

1. Putusan No. 21/Pid.Sus/201 4/PN.Stb. a. Posisi Kasus

1) Kronologis Kasus

Terdakwa dalam perkara ini bernama Kosim Nasution, lahir di Pangkalan Brandan, dan berumur 23 (dua puluh tiga) tahun. Terdakwa berjenis kelamin laki-laki dan berkebangsaan Indonesia. Terdakwa beralamat di Kampung Banjaran, Kecamatan Binjai Timur, Kodya Binjai. Terdakwa beragama Islam, memiliki pekerjaan sebagai tukang dan pendidikan terakhir adalah SMA.

Terdakwa Kosim Nasution bersama dengan saksi Rahmad Edi als Ucak dan saksi Adin (dilakukan penuntutan secara terpisah) serta Bakar (DPO) pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 02.20 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2013 bertempat di Jln. Besitang depan Pos Lantas Bukit I Kel. Tangkahan Durian Kec. Brandan Barat Kab. Langkat atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Stabat, “Permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum

menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman

(16)

bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram”, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:

a) Pada hari Jumat tanggal 08 Nopember 2013 sekira pukul 17.00 Wib saksi Rahmad Edi als Ucak menghubungi saksi Adin lewat HP saksi Rahman Edi lalu saksi mengatakan kepada saksi Adin ada mobil bisa rental tidak mau ke Medan kau yang hawa kita berdua pergi nanti saksi Rahman kasih ongkosnya perhari Rp. 500.000,- (lima puluh ribu rupiah) karena saksi Rahman Edi sudah tahu biasanya rental mobil Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) perhari artinya saksi Rahman Edi membayar gaji untuk saksi Adin Syahri perharinya Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dan oleh saksi Adin Syahri mengatakan nanti saksi Rahman Edi carikan dulu mobilnya kalau ada saksi Rahman Edi kabari dan tidak berapa lama datang telpon dari saksi Adin mengatakan ada mobilnya dan kemudian karena dapat mobilnya sudah malam sekira pukul 23.00 Wib saksi Rahman Edi dengan saksi Adin tidak jadi berangkat ke Binjai menunggu besoknya saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri berangkat ke Binjai dan setelah sampai didaerah Binjai saksi Rahman Edi menghubungi ke HP terdakwa untuk menjemput saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri.

b) Pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri bertemu dengan lalu saksi Rahman Edi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan supir saksi Adin Syahri didalam mobil saja kemudian saksi Rahman Edi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli ganja sambil saksi Rahman Edi tunjuk contoh ganjanya kemudian diambil terdakwa, lalu terdakwa, saksi Adin Syahri dan saksi Rahman Edi memakainya dan selanjutnya saksi Rahman Edi mengatakan dengan terdakwa perkilonya Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu

(17)

terdakwa bilang ya bisa dijualkan dan saksi Rahman Edi bilang kalau laku dijual saksi Rahman Edi berikan bagian Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) kemudian terdakwa mengatakan ya akan menjualkan ganja jika saksi Rahman Edi membawanya ada sekitar 1 (satu) jam terdakwa, saksi Adin Syahri dan saksi Rahman Edi membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu saksi Rahmana Edi permisi pulang dengan terdakwa dan selanjutnya saksi Rahman Edi bersama saksi Adin Syahri (supir) pulang ke Aceh.

c) Pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 12.00 Wib terdakwa ditangkap oleh saksi Samsul Siregar dan saksi MR. Siregar (masing-masing anggota Polres Langkat) di dekat BSM Binjai, yang sebelumnya saksi Rahman dan saksi Adin (dilakukan penuntutan secara terpisah) mengajak ketemu di dekat BSM Binjai, lalu terdakwa beserta barang bukti berupa 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja, 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW, 1(satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter, 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan, 1 (satu) buah HP merek Nokia dan 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208 dibawa ke Polres Langkat guna pemeriksaan lebih lanjut.

d) Berdasarkan Berita Acara Penaksiran/ Penimbangan Nomor : 90/IL.1.0106/XI/2013 tanggal 13 Nopember 2013 beserta lampirannya yang ditanda tangani oleh Ervina A. Nababan, NIK.P. 84425 selaku yang menimbang/ Penaksir sekaligus Pengelola UPC Stabat diketahui berat bersih narkotika jenis ganja dari 40 (empat puluh) bal, tersebut adalah 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram. Dan hasil kesimpulan pemeriksaan Laboratoris terhadap 1 (satu) plastik berisi ranting, daun kering dengan berat brutto 243 (dua ratus empat puluh tiga) gram ganja milik terdakwa Rahman Edi dan Adin (benar

(18)

UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, seperti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Barang Bukti Narkotika No. LAB : 7762/NNF/2013 tanggal 20 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Zulni Erma, AKBP, NRP 60051008 dan Debora M. Hutagaol,S.Si,Apt, KOMPOL, NRP. 74110890 masing-masing selaku Pemeriksa dan diketahui oleh An. Kepala Laboratorium Forensik cab. Medan Dra. Melta Tarigan, M.Si., AKBP, NRP 63100830;

e) Terdakwa dalam melakukan perbuatan, tersebut tidak mempunyai izin yang sah dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena jabatannya.

2) Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Adapun dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini adalah sebagai berikut:

1. Pertama, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2. Kedua, Perbuatan terdakwa sebagaimana dan diancam pidana dalam pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika;

3. Ketiga, Perbuatan terdakwa sebagaimana dan diancam pidana dalam pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana;

3) Tuntutan

Setelah mendengarkan tuntutan penuntut umum No. REG. PERKARA : PDM-18-III/Stbt/01/2014 dalam persidangan, yang pada pokoknya menuntut supaya Majelis

(19)

Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan sebagai berikut:

1. Menyatakan Kosim Nasution bersalah melakukan tindak pidana “Permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hokum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram” sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan Pertama;

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Kosim Nasution dengan pidana penjara selama Seumur Hidup;

3. Menyatakan Barang Bukti Berupa :

- 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja. - 1 (satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter

- 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan

- 1 (satu) buah HP merek Nokia dan 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208 Dirampas untuk dimusnahkan

- 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW. Dikembalikan kepada saksi Anton.

4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah); 4) Fakta Hukum

a) Keterangan Saksi

(20)

1. Samsul Iskandar dibawah sumpah sesuai dengan agamanya telah menerangkan pada pokoknya sebagai berikut:

a) bahwa pada hari Selasa, tanggal 12 Nopember 2013 bertempat di Bukit I Kelurahan tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat saksi megetahui ada penangkapan terhadap saksi Adin Syahri dan Rahman Edi Alias Ucak dalam penangkapan tersebut Anggota Polisi berhasil menyita 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis Ganja diletakkan di pintu samping dan di bawah kolong mobil kemudian para tersangka diserahkan ke Polres Langkat;

b) bahwa hasil pengembangan tersebut bahwa ganja tersebut akan dijual kepada terdakwa dibuktikan dengan adanya pesan SMS di HP saksi Herman Edi alias Ucak dengan pesan SMS “bg, kira2 brp bnyk yg bg bwk kmari, klw mmg gk bnyk biar dia langsung aj”; c) bahwa ganja tersebut akan dijual kepada Terdakwa dengan harga perkilo Rp. 700.000.-

(tujuh ratus ribu rupiah) dan jika terdakwa dapat menjual ganja tersebut akan diberikan bagian Rp. 1.000.000.- (satu juta rupiah);

d) bahwa terdakwa ditangkap di Binjai, dan sebelum penangkrpan saksi menyuruh saksi Rahman Edi alias Ucak untuk menanyakan di mana posisi terdakwa, kemudian saksi Rahman Edi alias Ucak menunggu di Binjai Suparmall (BSM) dan tidak berapa lama datang terdakwa dengan mengenderai becak penumpang kemudian saksi lakukan penangkapan;

e) bahwa selanjutnya terdakwa saksi bawa kepolres Langkat guna dilakukan pemeriksaan; f) bahwa pada waktu pemeriksaan terdakwa tidak mengakui, akan tetapi selanjutnya diakui

(21)

g) bahwa pada saat dilakukan penangkapan terdakwa melakukan perlawanan, karena terdakwa mengatakan tidak tahu masalahnya;

h) bahwa terdakwa mengakui ada SMS dengan Rahman Edi alias Ucak;

i) bahwa barang bukti yang disita dari terdakwa yaitu : 1 (satu) buah HP merek Nokia; j) bahwa terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai izin yang sah

dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena jabatannya;

Menimbang, bahwa atas keterangan Saksi tersebut di atas, terdakwa menyatakan keberatan dan membenarkan sebagian, terdakwa tidak mengetahui ganja tersebut dan tidak mengetahui permasalahannya;

2. MR. Siregar, dibawah sumpah sesuai dengan agamanya telah menerangkan pada pokoknya sebagai berikut:

a) bahwa pada hari Selasa, tanggal 12 Nopember 2013 bertempat di Bukit I Kelurahan tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat saksi megetahui ada penangkapan terhadap saksi Adin Syahri dan Rahman Edi Alias Ucak dalam penangkapan tersebut Anggota Polisi berhasil menyita 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis Ganja diletakkan di pintu samping dan bawah kolong mobil kemudian para tersangka diserahkan ke Polres Langkat;

b) bahwa hasil pengembangan tersebut bahwa ganja tersebut akan dijual kepada terdakwa dibuktikan dengan adanya pesan SMS di HP saksi Herman Edi alias Ucak dengan pesan SMS “bg, kira2 brp bnyk yg bg bwk kmari, klw mmg gk bnyk biar dia langsung aj”;

(22)

c) bahwa ganja tersebut akan dijual kepada Terdakwa dengan harga perkilo Rp. 700.000.- (tujuh ratus ribu rupiah) dan jika terdakwa dapat menjual ganja tersebut akan diberikan bagian Rp. 1.000.000.- (satu juta rupiah);

d) bahwa terdakwa ditangkap di Binjai, dan sebelum penangkrpan saksi menyuruh saksi Rahman Edi alias Ucak untuk menanyakan di mana posisi terdakwa, kemudian saksi Rahman Edi alias Ucak menunggu di Binjai Suparmall (BSM) dan tidak berapa lama datang terdakwa dengan mengenderai becak penumpang kemudian saksi lakukan penangkapan;

e) bahwa selanjutnya terdakwa saksi bawa kepolres Langkat guna dilakukan pemeriksaan; f) bahwa pada waktu pemeriksaan terdakwa tidak mengakui, akan tetapi selanjutnya diakui

oleh terdakwa dia akan membantu Rahman Edi alias Ucak untuk menjual ganja tersebut; g) bahwa pada saat dilakukan penangkapan terdakwa melakukan perlawanan, karena

terdakwa mengatakan tidak tahu masalahnya;

h) bahwa terdakwa mengakui ada SMS dengan Rahman Edi alias Ucak;

i) bahwa barang bukti yang disita dari terdakwa yaitu : 1 (satu) buah HP merek Nokia; j) bahwa terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai izin yang sah

dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena jabatannya;

Adapun atas keterangan Saksi tersebut di atas, terdakwa menyatakan keberatan dan membenarkan sebagian, terdakwa tidak mengetahui ganja tersebut dan tidak mengetahui permasalahannya;

(23)

3. Rahman Edi, dibawah sumpah sesuai dengan agamanya telah menerangkan pada pokoknya sebagai berikut:

a) Bahwa pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 02.20 Wib bertempat di Jln. Besitang depan Pos Lantas Bukit I Kel. Tangkahan Durian Kec. Brandan Barat Kab. Langkat, terdapat razia yang dilakukan oleh anggota Polisi dan pada saat diberhentikan oleh anggota Polisi, kemudian anggota Polisi tersebut melakukan pemeriksaan terhadap 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW dan menemukan 40 (empat puluh) bal Narkotika jenis ganja didalam pintu samping dan bawa kolong mobil, dan selanjutnya menangkap saksi dan saksi Adin Syahri;

b) bahwa sebelum diberhentikan Polisi yang sedang melakukan razia, saksi Adin Syahri dipinggir jalan untuk membuang air kecil, sedangkan saksi sedang tidur;

c) bahwa saat 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW diperiksa oleh anggota Polisi, saksi tidak melihat proses pemeriksaannya;

d) bahwa sebelum pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib saksi Adin Syahri bertemu dengan terdakwa lalu saksi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan supir saksi Adin Syahri didalam mobil saja, kemudian saksi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli ganja sambil saksi tunjukan contoh ganjanya kemudian diambil terdakwa, lalu terdakwa, saksi Adin dan saksi memakainya dan selanjutnya saksi mengatakan dengan terdakwa perkilonya Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu terdakwa bilang ya bisa dijualkan dan saksi bilang kalau laku dijual saksi berikan bagian Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) kemudian terdakwa mengatakan ya akan menjualkan ganja jika saksi membawanya, ada sekitar 1 (satu) jam terdakwa, saksi

(24)

dan saksi Adin membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu saksi permisi pulang dan selanjutnya saksi bersama saksi Adin pulang ke Aceh;

e) Pada hari Selasa tanggal 12 Nopemher 2013 sekira pukul 12.00 Wib terdakwa ditangkap oleh saksi Samsul Iskandar dan saksi MR. Siregar (masing-masing anggota Polres Langkat) di dekat BSM Binjai, yang sebelumnya saksi memberikan informasi kepada polisi dan mengirim sms kepada terdakwa mengajak ketemu didekat BSM Binjai;

f) bahwa saksi membenarkan barang bukti yang disita yaitu : berupa 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja, 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW, 1 (satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter, 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan, 1 (satu) buah HP merek Nokia dan 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208; g) bahwa terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai izin yang sah

dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena jabatannya;

Bahwa atas keterangan Saksi tersebut di atas, terdakwa menyatakan tidak keberatan dan mengakui kebenarannya;

4. Adin Syahri, dibawah sumpah sesuai dengan agamanya telah menerangkan pada pokoknya sebagai berikut:

a) Bahwa pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 02.20 Wib bertempat di Jln. Besitang depan Pos Lantas Bukit I Kel. Tangkahan Durian Kec. Brandan Barat Kab. Langkat, terdapat razia yang dilakukan oleh anggota Polisi dan pada saat diberhentikan oleh anggota Polisi, kemudian anggota Polisi tersebut melakukan pemeriksaan terhadap 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW dan menemukan 40 (empat puluh) bal

(25)

Narkotika jenis ganja didalam pintu samping dan bawa kolong mobil, dan selanjutnya menangkap saksi dan saksi Rahman Edi;

b) bahwa sebelum diberhentikan Polisi yang sedang melakukan razia, saksi Adin dipinggir jalan untuk membuang air kecil, sedangkan saksi sedang tidur;

c) bahwa saat 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW diperiksa oleh anggota Polisi, saksi tidak melihat proses pemeriksaannya;

d) bahwa sebelum pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib saksi Adin bertemu dengan terdakwa lalu saksi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan supir saksi Adin didalam mobil saja, kemudian saksi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli ganja sambil saksi tunjukan contoh ganjanya kemudian diambil terdakwa, lalu terdakwa, saksi Adin dan saksi memakainya dan selanjutnya saksi mengatakan dengan terdakwa perkilonya Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu terdakwa bilang ya bisa dijualkan dan saksi bilang kalau laku dijual saksi berikan bagian Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) kemudian terdakwa mengatakan ya akan menjualkan ganja jika saksi membawanya, ada sekitar 1 (satu) jam terdakwa, saksi dan saksi Adin Syahri membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu saksi permisi pulang dan selanjutnya saksi bersama saksi Adin Syahri pulang ke Aceh;

h) Pada hari Selasa tanggal 12 Nopemher 2013 sekira pukul 12.00 Wib terdakwa ditangkap oleh saksi Samsul Iskandar dan saksi MR. Siregar (masing-masing anggota Polres Langkat) di dekat BSM Binjai, yang sebelumnya saksi Rahman Edi memberikan informasi kepada polisi dan mengirim sms kepada terdakwa mengajak ketemu didekat BSM Binjai;

(26)

i) Saksi membenarkan barang bukti yang disita yaitu : berupa 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja, 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW, 1 (satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter, 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan, 1 (satu) buah HP merek Nokia dan 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208;

j) bahwa terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai izin yang sah dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena jabatannya;

Atas keterangan Saksi tersebut di atas, terdakwa menyatakan tidak keberatan dan mengakui kebenarannya;

b) Barang Bukti

Untuk menguatkan dalil-dalil dakwaannya penuntut umum juga telah mengajukan barang-barang bukti berupa:

a) 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja, 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW, 1 (satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter, 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan, 1 (satu) buah HP merek Nokia dan 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208;

Bahwa barang bukti mana telah disita secara sah sesuai ketentuan undang-undang sehingga cukup beralasan untuk diajukan di persidangan dan diterima sebagai barang bukti; c) Surat

Penuntut umum juga telah mengajukan bukti surat berdasarkan Berita Acara Penaksiran/ Penimbangan Nomor : 90/IL.1.0106/XI/2013 tanggal 13 Nopember 2013 beserta tampilannya yang ditanda tangani oleh Ervina A, NIK.P. 84425 selaku yang menimbang/ Penaksir sekaligus

(27)

pengelola UPC Stabat diketahui berat jenis ganja dari 40 (empat puluh) bal tersebut 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram. Dan hasil kesimpulan pemeriksaan Laboratoris terhadap 1 (satu) plastik berisi ranting, daun kering dengan berat brutto 243 (dua ratus empat puluh tiga) gram diduga ganja milik terdakwa Rahman Edi dan Adin adalah (benar ganja) dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 8 (delapan) Lampiran I (satu) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, seperti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Barang Bukti Narkotika No. LAB : 7762/NNF/20l3 tanggal 20 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Zulni Erma, AKBP, NRP 60051008 dan Debora M. Hutagaol,S.Si,Apt, KOMPOL, NRP. 74110890 masing-masing selaku Pemeriksa dan diketahui oleh An. Kepala Laboratorium Forensik Cab. Medan Dra. Melta Tarigan, M.Si., AKBP, NRP. 63100830;

Bukti surat mana telah sesuai sebagaimana disyaratkan oleh undang-undang sehingga cukup beralasan untuk diterima sebagai alat bukti;

d) Keterangan Terdakwa

Bahwa di dalam persidangan telah pula didengar keterangan dari terdakwa, yang pada pokoknya sebagai berikut:

Terdakwa Kosim Nasution:

a) bahwa sebelum pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 saksi Rahman Edi dan Adin Syahri bertemu dengan terdakwa di tempat tinggal terdakwa, pada saat sampai di rumah terdakwa lalu saksi Rahman Edi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan saksi Adin didalam mobil saja, kemudian saksi Rahman Edi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli buah mangga dan manggis, kemudian kurang lebih 1 (satu) jam saksi Rahman Edi permisi pulang bersama saksi Adin ke Aceh;

(28)

b) bahwa terdakwa tidak membenarkan isi sms di handphone saksi yang mengatakan “bg, kira2 brp bnyk yg bg bwk kmari,klw mmg gk bnyk biar dia langsung aj”adalah bukan pembicaraan mengenai berapa banyak narkotika jenis ganja yang akan dibawa oleh saksi Rahman Edi, terdakwa mengakui bahwa yang dimaksud dalam sms itu adalah berapa banyak buah mangga dan manggis yang akan dibawa saksi Rahman Edi;

c) bahwa terdakwa tidak membenarkan isi BAP yang mengatakan bahwa isi sms yang dimaksud adalah narkotika jenis ganja;

d) bahwa terdakwa tidak tahu alasannya ditangkap oleh polisi di dekat Binjai Super Mall (BSM);

e) bahwa benar barang bukti yang disita dari terdakwa yaitu 1 (satu) buah HP merek Nokia; e) Keterangan Saksi Verbalisan

Bahwa oleh karena terdakwa dipersidangan telah menyangkal dan mencabut sebagaian keterangan yang telah diberikan dihadapan Penyidik, maka atas perintah Majelis Hakim telah didengar keterangan saksi Verbalisan Darsono yang dibawah sumpah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

a) bahwa saksi adalah Penyidik pada Sat Narkoba Polres Langkat;

b) bahwa benar saksi pernah melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa Rahman Edi, Adin Syahri dan Kosim Nasution;

c) bahwa saksi melakukan pemeriksaan pada tanggal 12 Nopember 20l3;

d) bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum yaitu Syahrial, SH;

e) bahwa dalam memeriksa terdakwa, saksi bertanya kepada terdakwa dan kemudian mengetiknya ke dalam komputer;

(29)

f) bahwa setelah Berita Acara Pemeriksaan tersebut di Print, terdakwa membaca terlebih dahulu dan setelahnya terdakwa tanda tangani;

g) bahwa dalam melakukan pemeriksaan saksi tidak ada melakukan kekerasan;

h) bahwa dalam melakukan pemeriksaan saksi tidak ada mengarahkan jawaban dari terdakwa;

i) bahwa saksi menerangkan kasus posisi adalah sebagai berikut : pada hari Jumat tanggal 08 Nopember 2013 sekira pukul 17.00Wib Rahman Edi menghubungi Adin Syahri lewat HP Rahman Edi lalu mengatakan kepada Adin Syahri ada mobil bisa rental tidak, mau ke Medan kau yang bawa kita berdua pergi nanti terdakwa kasih ongkosnya perhari Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) Rahman Edi sudah tahu biasanya rental mobil Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) perhari artinya Rahman Edi gaji untuk Adin Syahri perharinya Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dan oleh Adin Syahri mengatakan nanti ADIN SYAHRI carikan dulu mobilnya kalau ada Adin Syahri kabari dan tidak berapa lama datang telpon dari saksi Adin Syahri mengatakan ada mobilnya dan kemudian karena dapat mobilnya sudah malam sekira pukul 23.00 Wib Rahman Edi dengan Adin Syahri tidak jadi berangkat ke Medan maksudnya Binjai menunggu besoknya Rahman Edi dan Adin berangkat ke Binjai dan setelah sampai di daerah Binjai Rahman Edi menghubungi ke HP Kosim untuk menjemput Rahman Edi dan Adin, selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib Rahman dan Adin bertemu dengan Kosim, lalu Rahman turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan supir yaitu Adin didalam mobil saja, kemudian Rahman bicara dengan Kosim untuk masalah jual beli ganja sambil Rahman tunjukan contoh ganjanya kemudian diambil

(30)

dengan saksi Kosim perkilonya Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu Kosim bilang ya bisa dijualkan dan Rahman bilang kalau laku dijual, Rahman berikan bagian Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) kepada Kosim, kemudian Kosim mengatakan ya akan menjualkan ganja jika Rahman membawanya, sekitrar 1 (satu) jam Rahman, dan Kosim membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu Rahman permisi pulang bersama saksi Adin (supir) pulang ke Aceh, kemudian pada hari Senin tanggal 11 Nopember 2013 sekira pukul 07.00 Wib Rahman Edi datang ke rumah Adin untuk meminjam mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW kemudian Rahman bawa mobil tersebut ke Pulau Tiga untuk bertemu dengan Bakar dan setelah ketemu dengan Bakar bersama 2 (dua) orang teman Bakar yang Rahman tidak kenal merakit tempat untuk menyimpan ganja dibawa kolong mobil dengan menggunakan kawat dan kayu untuk merakit ganja tersebut ada sekitar 5 (lima) jam dan bagian pintu samping masing-masing diisi 1 (satu) bal ganja, Rahman lihat rapi kerja Bakar dan 2 (dua) orang temannya, lalu Rahman tes bawa mobil tersebut tidak mencurigakan dan kemudian Bakar meminta ongkos merakitnya sebesar Rp. 1.500.000,- dan baru Rahman berikan Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) sisanya akan Rahman bayar laku dan kemudian sekitar pukul 18.00 Wib mobil Rahman kembalikan mobil kepada Adin dan sambil Rahman bilang nanti jam 9 malam kita berangkat dan kemudian Rahman dan Adin berangkat dari Desa Bengkelang menuju Kuala Simpang yang biasanya memakan waktu 2 jam, tetapi ditengah perjalanan mobil sangkut dengan jalan karena jalan berlobang ada beberapa kali dan yang terakhir mobil sangkut dijalan tidak bisa jalan kemudian Adin (supir) turun dari mobil dan melihat mobil sangkut, lalu Adin merabah dan melihat kolong mobil ada kawat dan kayu kemudian Adin Syahri bertanya kepada Rahman Edi “Apa ini Ucak” dan Rahman pun

(31)

bilang dengan Adin Syahri “Ganja” kemudian Adin Syahri marah dengan Rahman dan bilang “balik kita aku gak mau membawanya” dan Rahman bilang dengan Adin Tolonglah aku kawan yang semalam maksudnya Kosim mau beli sebentar aja ke Binjai terus kita Pulang” nanti aku tambah ongkosnya kalau ganja laku dijual” dan kemudian Adin mau untuk melanjutkan perjalanan ke Binjai untuk menernui Kosim, dan sesampainya di Brandan Rahman tertidur dan Adin (supir) berhenti untuk buang air kecil, kemudian tiba-tiba datang polisi yaitu saksi Risman Tambunan, saksi Hendar Sinulingga dan Banpol M. Zakir menanyai terdakwa Rahman Edi dan saksi Adin, dan memeriksa Rahman dan Adin, kemudian Rahman dan Andin dibawa ke Pos Lantas yang tidak jauh jaraknya hanya berkisar 50 meter, setelah sampai di Pos Lantas saksi Risman Tambunan, saksi Hendra Sinulingga dan BANPOL M. Zakir memeriksa mobil kemudian para saksi menemukan ganja dalam pintu samping dan bawah kolong mobil ada ganja ditemukan; Atas keterangan saksi tersebut diatas terdakwa membenarkannya;

Bahwa dari pemeriksaan di persidangan telah ditemukan alat-alat bukti berupa keterangan para saksi dan keterangan terdakwa, dimana setelah majelis hakim menghubungkan dan menyesuaikan satu dan lain bukti-bukti tersebut, maka dapatlah diperoleh fakta-fakta hukum yang pada pokoknya sebagai berikut:

a) bahwa saksi Rahman bersama dengan saksi Adin pada hari Selasa 12 Nopember 2013 sekira pukul 02.20 Wib bertempat di Jln. Besitang depan Pos Lantias Bukit I Kel. Tangkahan Durian Kec. Brandan Barat Kab. Langkat ditangkap dan dibawa ke Polres Langkat beserta barang bukti berupa 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja;

(32)

b) bahwa hasil pengembangan tersebut, ganja tersebut akan dijual kepada terdakwa dibuktikan dengan adanya pesan SMS di HP saksi Herman Edi alias Ucak dengan pesan SMS “bg, kira2 brp bnyk yg bg bwk kmari, klw mmg gk bnyk biar dia langsung aj”; c) bahwa ganja tersebut akan dijual kepada Terdakwa dengan harga perkilo Rp. 700.000,-

(tujuh ratus ribu rupiah) dan jika terdakwa dapat menjual ganja tersebut akan diberikan bagian Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah);

d) bahwa terdakwa ditangkap di Binjai, dan sebelum penangkapan saksi menyuruh saksi Rahman Edi alias Ucak untuk menanyakan di mana posisi terdakwa, kemudian saksi Rahman Edi alias Ucak menunggu di Binjai Suparmall (BSM) dan tidak berapa lama datang terdakwa dengan mengenderai becak penumpang kemudian saksi lakukan penangkapan;

e) bahwa pada waktu pemeriksaan terdakwa tidak mengakui, akan tetapi selanjutnya diakui oleh terdakwa dia akan membantu Rahman Edi alias Ucak untuk menjual ganja tersebut; f) bahwa terdakwa mengakui ada SMS dengan Rahman Edi alias Ucak;

g) bahwa barang bukti yang disita dari terdakwa yaitu : 1 (satu) buah HP merek Nokia; h) bahwa sebelum pada hari Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib saksi

Adin bertemu dengan terdakwa lalu saksi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan supir saksi Adin didalam mobil saja, kemudian saksi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli ganja sambil saksi tunjukan contoh ganjanya kemudian diambil terdakwa, lalu terdakwa, saksi Adin dan saksi memakainya dan selanjutnya saksi mengatakan dengan terdakwa perkilonya Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu terdakwa bilang ya bisa dijualkan dan saksi bilang kalau laku dijual saksi berikan bagian Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) kemudian terdakwa mengatakan ya akan menjualkan

(33)

ganja jika saksi membawanya, ada sekitar 1 (satu) jam terdakwa, saksi dan saksi Adin membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu saksi permisi pulang dan selanjutnya saksi bersama saksi Adin pulang ke Aceh;

i) Berita Acara Penaksiran/ Penimbangan Nomor : 90/IL.1.0106/XI/2013 tanggal 13 Nopember 2013 beserta tampilannya yang ditanda tangani oleh Ervia A. Nababan, NIK.P. 84425 selaku yang menimbang/ Penaksir sekaligus pengelola UPC Stabat diketahui berat jenis ganja dari 40 (empat puluh) bal tersebut 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram. Dan hasil kesimpulan pemeriksaan Laboratoris terhadap 1 (satu) plastik berisi ranting, daun kering dengan berat brutto 243 (dua ratus empat puluh tiga) gram diduga ganja milik terdakwa Rahman dan Adin adalah (benar ganja) dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 8 (delapan) Lampiran I (satu) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, seperti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Barang Bukti Narkotika No. LAB : 7762/NNF/20l3 tanggal 20 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Zulnio Erma, AKBP, NRP 60051008 dan Debora, M. Hutagaol,S.Si,Apt, KOMPOL, NRP. 74110890 masing-masing selaku Pemeriksa dan diketahui oleh An. Kepala Laboratorium Forensik Cab. Medan Dra. Melta Tarigan, M.Si., AKBP, NRP. 63100830;

j) bahwa terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai izin yang sah dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupun karena jabatannya;

(34)

Pertimbanagn hakim dalam putusan ini diuraikan berikut ini. Selanjutnya majelis hakim akan mempertimbangkan apakah dengan adanya fakta-fakta hukum yang telah terungkap di atas, telah dapat menyatakan terdakwa bersalah melakukan perbuatan seperti yang didakwakan oleh penuntut umum kepada terdakwa;

Terdakwa didakwa oleh penuntut umum dalam dakwaannya yang disusun secara alternatif, dengan demikian dengan mengacu pada teori, doktrin, dan praktek hukum, maka majelis hakim akan mempertimbangkan dakwaan yang mendekati fakta yang telah terungkap di persidangan ;

Berdasarkan peristiwa dan kejadian sebagaimana telah terungkap tersebut di atas, majelis hakim berpedapat, bahwasanya dakwaan alternatif pertama yang lebih tepat diterapkan untuk membuktikan kesalahan terdakwa, hal tersebut juga sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa dengan dakwaan alternatif pertama;

Untuk dapat diterapkan ketentuan yang tercantum dalam dakwaan alternatif pertama tersebut diatas, maka haruslah memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :

1. Setiap orang.

2. Tanpa hak atau melawan hukum

3. Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual bel, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram.

4. Percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika atau prekursor narkoitka.

(35)

Unsur ke - 1, Setiap Orang:

Bahwa “setiap orang“ dalam pasal ini menunjukkan tentang subyek pelaku atas siapa yang didakwa melakukan tindak pidana dimaksud, yang dapat dilakukan oleh setiap orang yang telah cakap dan mampu bertanggung jawab di muka hukum;

Bahwa dengan dihadirkannya terdakwa di persidangan yang identitas selengkapnya terurai di atas dan diakui pula oleh terdakwa sebagai dirinya, serta diyakini pula oleh majelis hakim telah memenuhi syarat sebagai subyek hukum, maka dengan demikian unsur ke-1 telah terpenuhi ;

Bahwa sebelum mejelis hakim mempertimbangkan dan membuktikan unsur ke-2, yaitu “tanpa hak dan melawan hukum“, maka demi mencapai sistematika dalam menguraikan unsur-unsur dakwaan, majelis hakim memandang lebih tepat bilamana unsur ke-3 termaksud dipertimbangkan dan dibuktikan terlebih dahulu;

Unsur Ke-3, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram. Unsur ini bersifat alternatif, artinya apabila salah satu elemen dari unsur termaksud telah terbukti, maka elemen unsur yang lain tidak perlu dipertimbangkan dan dibuktikan lagi;

Berdasarkan fakta di persidangan dari keterangan para saksi dan keterangan terdakwa sendiri, pada awalnya saksi Rahman Edi Als Ucak bersama dengan saksi Adin Syahri pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2013 sekira pukul 02.20 Wib bertempat di Jln. Besitang depan Pos Lantas Bukit I Kel. Tangkahan Durian Kec.Brandan Barat Kab.Langkat ditangkap dan dibawa ke Polres Langkat beserta barang bukti berupa 40

(36)

pengembangan tersebut, ganja tersebut akan dijual kepada terdakwa dibuktikan dengan adanya pesan SMS di HP saksi Herman Edi alias Ucak dengan pesan SMS “bg, kira2 brp bnyk yg bg bwk kmari, klw mmg gk bnyk biar dia langsung aj”, ganja tersebut akan dijual kepada Terdakwa dengan harga perkilo Rp.700.000.- (tujuh ratus ribu rupiah) dan jika terdakwa dapat menjual ganja tersebut akan diberikan bagian Rp.1.000.000.- (satu juta rupiah);

Terdakwa ditangkap di Binjai, dan sebelum penangkapan saksi menyuruh saksi Rahman Edi alias Ucak untuk menanyakan di mana posisi terdakwa, kemudian saksi Rahman Edi alias Ucak menunggu di Binjai Suparmall (BSM) dan tidak berapa lama datang terdakwa dengan mengenderai becak penumpang kemudian saksi lakukan penangkapan, selanjutnya terdakwa saksi bawa kepolres Langkat guna dilakukan pemeriksaan, pada waktu pemeriksaan terdakwa tidak mengakui, akan tetapi selanjutnya diakui oleh terdakwa bahwa dia akan membantu Rahman Edi alias Ucak untuk menjual ganja tersebut, selain itu Terdakwa mengakui ada SMS dengan Rahman Edi alias Ucak dengan barang bukti yang disita dari terdakwa yaitu : 1 (satu) buah HP merek Nokia;

Pada hari sebelumnya yaitu Sabtu tanggal 09 Nopember 2013 sekira pukul 22.00 Wib saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri bertemu dengan terdakwa lalu saksi Rahman Edi turun dari mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW sedangkan saksi Adin Syahri didalam mobil saja, kemudian saksi Rahman Edi bicara dengan terdakwa untuk masalah jual beli ganja sambil saksi Rahman Edi tunjukan contoh ganjanya kemudian diambil terdakwa, lalu saksi Rahman Edi, saksi Adin Syahri dan terdakwa memakainya dan selanjutnya saksi Rahman Edi mengatakan dengan terdakwa perkilonya Rp.700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) lalu terdakwa bilang ya bisa dijualkan dan saksi Rahman Edi

(37)

bilang kalau laku dijual saksi Rahman Edi berikan bagian Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) kepada terdakwa, kemudian terdakwa mengatakan ya akan menjualkan ganja jika saksi Rahman Edi membawanya ada sekitar 1 (satu) jam terdakwa, saksi Adin Syahri dan saksi Rahman Edi membicarakan masalah jual beli ganja tersebut, lalu saksi Rahman Edi permisi pulang bersama saksi Adin Syahri ke Aceh;

Berdasarkan Berita Acara Penaksiran/ Penimbangan Nomor: 90/IL.1.0106/XI/2013 tanggal 13 Nopember 2013 beserta lampirannya yang ditanda tangani oleh Ervina A. Nababan, NIK.P. 84425 selaku yang menimbang/ Penaksir sekaligus Pengelola UPC Stabat dikatahui berat bersih narkotika jenis ganja dari 40 (empat puluh) bal tersebut adalah 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram. Dan hasil kesimpulan pemeriksaan Laboratoris terhadap 1 (satu) plastik berisi ranting, daun dan biji kering dengan berat brutto 243 (dua ratus empat puluh tiga) gram diduga ganja milik terdakwa Rahman Edi dan Adin Syahri adalah benar ganja dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 8 (delapan) Lampiran I (satu) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, seperti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Barang Bukti Narkotika No. LAB : 7762/NNF/2013 tanggal 20 Nopember 2013 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Zulni Erma, AKBP, NRP 60051008 dan Debora M. Hutagaol ,S.Si,Apt, KOMPOL, NRP.74110890 masing-masing selaku Pemeriksa dan diketahui oleh An. Kepala Laboratorium Forensik Cab. Medan Dra. Melta Tarigan, M.Si., AKBP, NRP 63100830;

Terdakwa dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai izin yang sah dari pihak yang berwenang terkait dengan Narkotika Golongan I jenis ganja tersebut, dan

(38)

terdakwa juga bukan merupakan orang yang berhak baik karena pekerjaannya maupaun karena jabatannya;

Beradasarkan hal-hal tersebut di atas, maka majelis hakim mendapatkan suatu keyakinan, terdakwa menerima tawaran saksi Rahman Edi untuk membantu menjualkan ganja yang akan dibawa oleh saksi Rahman Edi dari Aceh, sehingga perbuatan terdakwa tersebut diatas dapat dikategorikan menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis ganja yang beratnya melebihi dari 1 (satu) kilogram;

Bahwa dengan demikian unsur ke-3 ini pun telah terpenuhi. Unsur ke – 2, Tanpa Hak atau Melawan Hukum.

Bahwa “tanpa hak” pada umumnya merupakan bagian dari “melawan hukum” yaitu setiap perbuatan yang melanggar hukum tertulis (peraturan perundang-undangan dan atau asas-asas hukum umum dari hukum yang tidak tertulis. Lebih khusus yang dimaksud dengan “tanpa hak” dalam kaitannya dengan UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah tanpa izin dan atau persetujuan dari pihak yang berwenang untuk itu;

Kata “atau” yang terletak diantara frasa “tanpa hak” dan “melawan hukum” bersifat alternatif dalam pengertian 2 (dua) frasa tersebut berdiri sendiri, yaitu apabila salah satu elemen unsur terpenuhi maka unsur ke 2 (dua) ini telah terpenuhi pula;

Berdasarkan fakta di persidangan dari keterangan para saksi dan keterangan terdakwa sendiri, secara tersirat majelis hakim tidak mendapatkan indikasi adanya ijin dan atau persetujuan dari pihak yang berwenang atas perbuatan terdakwa menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis ganja yang beratnya melebihi dari 1 (satu) kilogram dan perbuatan terdakwa tersebut tanpa hak dan bertentangan dengan ketentuan

(39)

peraturan perundang-undangan sehingga dapat dikategorikan sebagai tanpa hak dan melawan hukum;

Bahwa dengan demikian, unsur ke-2 telah pula terpernuhi;

Bahwa dengan telah terpenuhinya semua unsur di atas, dan tidak ditemukan adanya alasan-alasan pemaaf dan tidak pula ditemukan alasan-alasan pembenar yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidananya maka telah dapat disimpulkan terdakwa melakukan tindak pidana Tanpa Hak dan Melawan Hukum Menjadi Perantara Dalam Jual Beli Narkotika Golongan I dalam Bentuk Tanaman Beratnya Melebihi 1 (satu) kilogram sebagaimana unsur-unsurnya telah disyaratkan oleh undang-undang; Unsur ke-4, Percobaan atau Pemufakatan Jahat Untuk Melakukan Tindak Pidana

Narkotika atau Prekursor Narkotika;

Unsur ini bersifat alternatif, artinya apabila salah satu elemen dari unsur termaksud telah terbukti, maka elemen unsur yang lain tidak perlu dipertimbangkan dan dibuktikan lagi;

Permufakatan jahat sebagaimana Pasal 1 angka 18 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah perbuatan dua orang atau lebih yang bersekongkol atau bersepakat untuk melakukan, melaksanakan, membantu, turut serta melakukan, menyuruh, menganjurkan, memfasilitasi, memberi konsultasi, menjadi anggota suatu organisasi kejahatan Narkotika, atau mengorganisasikan suatu tindak pidana Narkotika;

Berdasarkan fakta dipersidangan 40 (empat puluh) bal ganja dengan berat 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram, dari hasil pengembangan perkara saksi Rahman Edi dan saksi Adin Syahri ganja tersebut akan dijual kepada terdakwa dibuktikan dengan adanya pesan SMS di HP saksi Herman Edi alias Ucak dengan pesan SMS “bg, kira2 brp bnyk

(40)

kepada Terdakwa dengan harga perkilo Rp.700.000.- (tujuh ratus ribu rupiah) dan jika terdakwa dapat menjual ganja tersebut akan diberikan bagian Rp.1.000.000.- (satu juta rupiah);

Bahwa dengan demikian terdakwa melakukan mufakat jahat bersama-sama dengan saksi Rahman Edi karena telah membantu saksi Rahman Edi menjualkan 40 (empat puluh) bal ganja dengan berat 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram;

Bahwa dengan demikian unsur ke-4, telah pula terpenuhi;

Bahwa dengan telah terpenuhinya semua unsur dalam dakwaan alternatif pertama di atas dan di dalam persidangan tidak ditemukan adanya alasanalasan pemaaf dan tidak pula ditemukan alasan-alasan pembenar yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidananya, maka terdakwa harus dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pemufakatan Jahat Tanpa Hak dan Melawan Hukum Menjadi Perantara dalam Jual Beli Narkotika Golongan I dalam Bentuk Tanaman Beratnya Melebihi 1 (satu) kilogram;

Bahwa dengan demikian majelis hakim berkesimpulan yang sama terhadap apa yang dikemukakan oleh penuntut umum tentang fakta-fakta dan dasar-dasar hukumnya ;

Bahwa oleh karena terdakwa mampu bertanggung jawab, maka terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana yang sesuai dan setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukannya;

Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa dalam tuntutannya menyatakan “menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup”, terhadap tuntutan tersebut Majelis Hakim tidak sependapat karena tuntutan tersebut terlalu berat, dengan alasan :

(41)

1. Terdakwa masih muda dan mempunyai potensi untuk memperbaiki diri dengan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan sehingga menjadi orang yang baik dan berguna setelah menjalani masa pidananya, sehingga masih ada harapan untuk membangun kehidupan yang lebih baik;

2. Dilihat dari diri pribadi Terdakwa yang mana perbuatan ini dilakukan karena didorong kesulitan tingkat ekonomi;

3. Tujuan pemidanaan bukan semata-mata sebagai pembalasan, nestapa atau penderitaan atas perbuatan terdakwa, melainkan bertujuan untuk pembelajaran bagi Terdakwa, agar terdakwa pada waktu menjalani pidananya menyadari dan menginsafi kesalahannya, serta tidak akan mengulangi untuk melakukan tindak pidana;

Sebelum majelis hakim menjatuhkan pidana yang adil dengan perbuatan terdakwa tersebut, akan terlebih dahulu dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan pada diri terdakwa tersebut ;

Hal-hal yang memberatkan :

1. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat ;

2. Perbuatan terdakwa bertentangan dengan program utama pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkotika ;

3. Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia sudah sangat membahayakan dan telah menjangkau laipsan-lapisan masyarakat terutama generasi muda;

4. Terdakwa memberikan keterangan yang berbelit-belit dalam persidangan;

5. Barang bukti cukup banyak yaitu 40 (empat puluh) bal ganja dengan berat 59.000 (lima puluh sembilan ribu) gram;

(42)

Terdakwa belum pernah dihukum ;

Bahwa oleh karena terdakwa telah menjalani penahanan, maka masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa akan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;

Bahwa oleh karena terdakwa telah ditahan berdasarkan surat perintah penahanan yang sah dan majelis hakim tidak mendapatkan adanya alasan-alasan yang patut untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan, serta pidana yang akan dijatuhkan lebih lama dari masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa, maka ditetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;

Bahwa tentang keberadaan barang bukti berupa : 40 (empat puluh) bal diduga berisikan Narkotika jenis ganja, 1 (satu) buah kayu panjang sekitar 2 (dua) meter, 1 (satu) gulungan kawat sudah berputusan, karena karena merupakan barang yang dilarang sesuai ketentuan undang-undang dan diantaranya merupakan alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana, maka dirampas untuk dimusnahkan, sedangkan 1 (satu) buah HP merek Nokia, 1 (satu) buah HP merek Nokia tipe 1208 dan 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza BK 1054 ZW berdasarkan Pasal 39 Ayat (1) KUHP dan Pasal 101 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika yang berbunyi “Narkotika, Prekursor Narkotika, dan alat atau barang yang digunakan di dalam tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika atau yang menyangkut Narkotika dan Prekursor Narkotika serta hasilnya dinyatakan dirampas untuk negara” oleh karena barang bukti tersebut digunakan sebagai alat atau barang untuk melakukan tindak pidana, serta terhadap barang tersebut masih memiliki nilai ekonomi maka dirampas untuk negara;

Figur

Memperbarui...

Related subjects :