Bab I Pendahuluan Pada bab ini berisi mengenai latar belakang masalah penelitian yang dilakukan, merumuskan masalah yang menjadi permasalahan

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini berisi mengenai latar belakang masalah penelitian yang dilakukan, merumuskan masalah yang menjadi permasalahan perusahaan, menentukan tujuan penelitian sesuai perumusan masalah, menjelaskan manfaat penelitian, menentukan batasan masalah dan menjelaskan sistematika penulisan.

I.1 Latar Belakang

Perdagangan internasional merupakan kegiatan keseluruhan dari proses transaksi bisnis yang dilakukan oleh dua negara atau lebih, yang meliputi perusahaan swasta maupun pemerintahan. Pelaksanaan perdagangan lintas negara sering disebut dengan eksport import. Berbeda dengan perdangan dalam negeri, perdangan internasional dihadapkan dengan perturan yang lebih ketat, antara lain dalam peraturan kepabeanan, standart mutu produk, hukum dan politik mitra dagang, serta peraturan perdagangan internasional yeng telah ditetapkan setiap negara.

PT XYZ adalah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri pesawat terbang. Saat ini PT XYZ memproduksi pesawat terbang dan part atau bagian pesawat terbang yang terbagi kedalam beberapa jenis program diantaranya, program Spirit, Paragon, Aircraft, Aurocopter dan Subcontrak. Customer dari PT XYZ mayoritas adalah Spayol, Amerika, Jerman dan Korea, jadi dalam pengiriman produknya PT. XYZ menggunakan prinsip perdangan internasional (perdangan eksport-import). Prinsip utama dalam kegiatan eksport import adalah berusa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan cara optimasi. Optimasi adalah pencarian nilai-nilai variabel yang dianggap optimal, efisien, dan efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Secara khusus dalam ekspedisi (pengiriman produk), penerapan optimalisasi adalah dengan cara memaksimalkan pengisian container. Untuk menerapkan optimasi ialah dengan cara memaksimalkan pengisian container dapat dilakukan dengan memperhatikan stuffing yang benar. Stuffing merupakan kegiatan memasukan box eksport yang telah dipacking kedalam container (Suryono, 2003:198). Pada prinsipnya tujuan stuffing adalah mengoptimalisasi sebuah

container. Dibawah ini merupakan gambaran dari aktivitas shipment PT. XYZ, yang ditunjukan pada GambarI.1.

(2)

packing

stuffing

pengurusan

dokumen eksport

freight

Gambar I.1 Aktivitas PT XYZ

Aktivitas shipment, PT. XYZ meliputi penanganan packing, stuffing, pengurusan dokumen eksport dan freight. Dalam kegiatan packing dan stiffing PT. XYZ mengalami suatu hambatan yaitu hambatan tentang efektivitas dan efisiensi pola penyusunan box dalam containermenyesuaikan dengan kondisi dan jenis box. Dalam pendistribuasian PT XYZ menggunakan container sesuai dengan

Internasional Standar Organisasi (ISO).Container yang sering digunakan yaitucontainer 20 feet (panjang 589,8 cm, lebar 235,2 dan tinggi 259,1 cm) dan

container 40 feet (panjang 1203,2 cm, lebar 235,2 dan tinggi 259,1 cm). Berikut ini merupakan pengiriman box komponen program Spirit pada Tabel I.1.

(3)

Tabel I.1Laporan Pengiriman Komponen Spirit Tgl Pengiriman Box Ruang terpakai Ruang sisa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 9-Oct-15 12 12 12 14 14 44.08 32.93 9-Oct-15 2 2 1 2 2 2 2 2 32.90 44.10 9-Oct-15 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 27.10 49.90 9-Oct-15 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 8 36.68 40.33 16-Oct-15 9 9 9 12 12 2 1 43.91 33.10 16-Oct-15 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 8 36.68 40.33 16-Oct-15 2 2 2 2 2 2 1 2 3 25.89 51.12 16-Oct-15 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 8 36.68 40.33

(4)

Dari Tabel1.1 dapat dilihat bahwa terdapat permasalahan dalam pendistribusian komponen programSpirit dengan menggunakan container pada containerdistribusi. Hal tersebut dapat dilihat pada adanya ruang tersisa setiap kali dilakukan pengalokasian box komponen programSpirit kedalam container untuk dikirim kekonsumen. Munculnya permasalahan ini disebabkan karena perusahaan masih menggunakan metode trial & eror dalam penyusunan komponen Spirit. Penyusunan masih dilakukan secara manual dengan melakukan percobaan satu per satu untuk mendapatkan kombinasi penyusunan sebanyak mungkin. Apabila terdapat sisa box yang tidak dapat dimuat dalam satu container, box tersebut akan dikirimkan menggunakan container lainnya untuk dilakukan pendistribusian ke konsumen. Setiap satu container yang digunakan akan dihitung sebagai satu keberangkatan truk, karena container yang digunakan akan diangkut oleh armada truk distribusi. Kondisi tersebut akan menyebabkan adanya pemborosan biaya transportasi yang dikeluarkan untuk keberangkatan setiap truk ukuran 40 ft sebesar USD 4.642,20.

Gambar I.2Trucking Shipment

Saat ini PT XYZ mempunyai masalah yaitu dalam memaksimalkan utilitas

container. Berdasarkan Gambar I.2trucking shipment diatas jumlah utilitas

container dalam pengiriman produknya masih belum memenuhi kapasitas

container. Pada tahun 2015, PT XYZ hanya bisa memaksimalkan rata-rata utilitasasinya sebesar 52.02% darikapasitas sebesar 76%.

0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% wk 2 wk 5 wk 8 wk 11 wk 14 wk 17 wk 20 wk 23 wk 26 wk 29 wk 32 wk 35 wk 38 wk 41 wk 44 wk 47 wk 50 wk 53 Jan-15 Feb-15 Mar-15 Apr-15 May-15 Jun-15 Jul-15 Aug-15 Sep-15 Oct-15 Nov-15 Dec-15 utilitas kapasitas

(5)

Berdasarkan uraian permasalahan diatas, maka dibutuhkan sebuah optimalisai tata letak penyusunanbox pada container. Tapi dengan jumlah box yang sangat banyak dengan berbagai ukuran mengakibatkan pencarian penyusunan box yang tepat memiliki banyak kemungkinan, solusi dalam urutan penempatannya, maka perhitungan secara manual akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Salah satu metode yang dapat membantu penyelesaian masalah yang memiliki banyak solusi adalah Algoritma Genetikamerupakan salah satu teknik komputerisasi yang dapat mencari kemungkinan lokasiyang optimal.

Oleh karena itu, penelitian tugas akhir ini akanmenggunakan metode Algoritma Genetika untuk mendapatkan solusi optimasi perancangan tata letak penempatan

box yang dapat meminimasi space kosong pada container pada PT. XYZ. I.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaiman mengoptimalisasi Tata letak Box pada container untuk Meminimasi space kosong dengan Menggunakan Metode Algoritma Genetika?

I.3 Tujuan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang diatas penelitian ini dilakukan dengan Tujuan Masalah dari penelitian ini adalah memberikan usulan untuk mengoptimalisasi Tata letak Box pada container untuk Meminimasi space kosong dengan Menggunakan Metode Algoritma Genetika.

I.4 Batasan Masalah

Batasan masalah yang diberikan pada penelitian ini :

1. Penelitian dilakukan berdasarkan data pengiriman box komponen program Spirit 2015

2. Bentuk berupa box.

3. Dalam perhitungan algoritma tidak mencakup adanya sistem partisi dalam ruangan.

I.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Dengan penelitian ini, PT. XYZ dapat mengurangi biaya yang dilakukan pada program spirit khususnya untuk mengurangi biaya logistik yang

(6)

dikeluarkan karena belum memaksimalkan tata letak penempatan box

didalam container.

2. Sebagai usulan bagi PT. XYZ dalam penerapan sistem tata letak yaitu dengan memperhatikan space kosong agar dapat memaksimalkan box

dalam container. I.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini akan diuraikan dengan sistematika sebagai berikut : Bab I Pendahuluan

Pada bab ini berisi uraian latar belakang permasalahan yang menjadi landasan untuk menemukan permasalahan yang terjadi dan membuat suatu rancangan perbaikanproses tata letak box dalam meminimasi layout pada PT. XYZ, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, batasan yang digunakan dalam penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan penelitian.

Bab II Landasan Teori

Pada bab ini berisi literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Pembahasan teori meliputi teori pendekatan Genetika, serta teori pendukung lainnya yang digunakan dalam perancangan usulan perbaikan.Sumber literatur atau teori yang digunakan diambil dari referensi buku-buku dan jurnal penelitian yang berkaitan dengan topik permasalahan pada penelitian ini dan disertakan pada daftar pustaka.Selain itu, dibahas pula hasil-hasil penelitian terdahulu yang dijadikan referensi dalam pengerjaan penelitian.

Bab III Metodologi Penelitian

Pada bab ini dijelaskan mengenai langkah-langkah penelitian secara

rinci dengan menggunakan pendekatan

AlgoritmaGenetika.Langkah penelitian dimulai dari persiapan penelitian, pengambilan data primer dan sekunder, pengolahan data, analisis pemecahan masalah hingga kesimpulan dan saran yang diberikan kepada perusahaan sebagai hasil dari penelitian.

(7)

Pada bab ini akan dibahas mengenai data yang diperlukan dalam mengalokasikan box komponen programSpirit kedalam container. Setelah didapat semua data yang diperlukan yaitu data dimensi

container, data dimensi box komponen program Spiritdan data pengiriman box komponen program Spirit, maka akan selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan AlgoritmaGenetika. Bab V Analisis

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil analisis pada bab IV. Analisis tersebut meliputi perbandingan penyusunan box pada kondisi existing dengan penyusunan box pada kondisi usulan. Bab VI Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini meliputi kesimpulan dari hasil penelitian penyusunan komponen program Spirit di dalam container yang optimal.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :