• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERHITUNGAN JUMLAH HAK SUARA KREDITUR pp0801998

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERHITUNGAN JUMLAH HAK SUARA KREDITUR pp0801998"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 80 TAHUN 1998

TENTANG

PERHITUNGAN JUMLAH HAK SUARA KREDITUR

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 78 ayat (2)

Undang-undang tentang Kepailitan (Faillissements-Verordening, Staatsblad

1905 Nomor 217 juncto Staatsblad 1906 Nomor 348) sebagaimana telah

diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1998 tentang Penetapan

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1998

tentang Perubahan Atas Undang-undang Kepailitan Menjadi

Undang-undang, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang

Perhitungan Jumlah Hak Suara Kreditur;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang tentang Kepailitan (Faillissements -Verordening,

Staatsblad 1905 Nomor 217 juncto Staatsblad 1906 Nomor 348)

sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1998

tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang

Nomor 1 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang Kepailitan

Menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 135,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3778);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERHITUNGAN JUMLAH

HAK SUARA KREDITUR.

(2)

Pasal 1

Kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang tentang Kepailitan, segala

putusan rapat kreditur ditetapkan berdasarkan suara setuju sebesar lebih dari

1/2 (satu perdua) jumlah suara yang dikeluarkan oleh para kreditur dan atau

kuasa kreditur yang hadir pada rapat yang bersangkutan.

Pasal 2

(1) Setiap kreditur yang mempunyai jumlah piutang sampai dengan Rp.

10.000.000 (sepuluh juta rupaiah) berhak mengeluarkan satu suara.

(2) Dalam hal kreditur mempunyai piutang lebih dari Rp. 10.000.000

(sepuluh juta rupiah), maka untuk setiap kelipatan Rp. 10.000.000

(sepuyluh juta rupiah) kreditur berhak memperoleh satu suara tambahan.

(3) Dalam hal terdapat sisa dari kelipatan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta

rupiah) ditentukan sebagai berikut :

a. apabila sisa kelipatan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) tersebut

kurang dari Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah), sisa ini tidak

diperhitungkan mendapat suara tambahan;

b. apabila sisa kelipatan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) adalah Rp.

5.000.000 (lima juta rupiah) atau lebih, sisa ini diperhitungkan untuk

mendapat satu suara.

Pasal 3

Dalam hal piutang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 nilainya tidak dapat

ditetapkan secara pasti, atau ditentukan dalam valuta asing atau tidak

ditetapkan dalam bentuk mata uang, maka piutang tersebut harus ditetapkan

dalam mata uang Rupiah yang dilakukan pada tanggal putusan pernyataan

pailit ditetapkan.

Pasal 4

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

(3)

3

-Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran

Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 13 Nopember 1998

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 13 Nopember 1998

MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA

REPUBLIK INDONESIA

ttd.

AKBAR TANDJUNG

(4)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 80 TAHUN 1998

TENTANG

PERHITUNGAN JUMLAH HAK SUARA KREDITUR

UMUM

Berdasarkan ketentuan Pasal 78 ayat (1) Undang-undang tentang Kepailitan

(Faillissements-Verordening, Staatsblad 1905 Nomor 217 juncto Staatsblad 1906 Nomor

348) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1998 tentang

Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1998 tentang

Perubahan Atas Undang-undang Kepailitan Menjadi Undang-undang, apabila tidak

ditentukan lain segala putusan rapat kreditur ditetapkan berdasarkan persetujuan suara

sebesar lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah suara yang dikeluarkan oleh para kreditur dan

atau kuasanya.

Untuk menetapkan besarnya perhitungan jumlah Hak Suara Kreditur dalam

Peraturan Pemerintah ini ditentukan untuk piutang sampai dengan Rp. 10.000.000

(sepuluh juta rupiah) mendapatkan satu suara. Untuk perhitungan selanjutnya ditentukan

dengan cara menentukan setiap kelipatan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) adalah

satu suara. Sedangkan untuk mencapai rasa keadilan untuk sisa kelipatan tersebut

ditentukan apabila kurang dari Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) tidak mendapatkan satu

suara sedang sisa kelipatan untuk Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) atau lebih

diperhitungkan mendapat satu suara. Ukuran ini didasarkan pada rasionalitas dalam

perdagangan. Demikian pula penentuan nilai kurs mata uang asing ke dalam suatu piutang

ditetapkan berdasarkan kurs resmi yang berlaku pada saat ditetapkannya putusan pailit,

sehingga suara kreditur yang piutangnya tidak dalam bentuk mata uang rupiah mudah

untuk memperhitungkan hak suaranya.

(5)

2

-PASAL DEMI -PASAL

Pasal 1

Cukup jelas

Pasal 2

Pada prinsipnya setiap kreditur berhak mengeluarkan paling sedikit satu suara

dalam rapat kreditur, tanpa memperhatikan berapa besar piutang yang dimilikinya.

Penentuan jumlah sisa piutang yang dapat diperhitungkan sebagai satu suara di

samping ditentukan dari setiap kelipatan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) juga

ditentukan dari sisa kelipatan tersebut, yakni apabila kurang dari Rp. 5.000.000

(lima juta rupiah) tidak mendapat suara tambahan, tetapi bila sisa kelipatan adalah

Rp. 500.000.000,- (lima juta rupiah) atau lebih diperhitungkan mendapatkan

tambahan satu suara. Perhitungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan rasa

keadilan.

Pasal 3

Cukup jelas

Pasal 4

Cukup jelas

Referensi

Dokumen terkait

Jaminan penawaran tidak kurang dari Rp.25.743.980,- (Dua Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Rupiah)3. Batas Akhir pemasukan/

Pasal 2 ayat (2) PERMA Nomor 02 Tahun 2012 dikatakan bahwa apabila nilai barang atau uang tersebut bernilai tidak lebih dari Rp 2.500.000,-(dua juta lima ratus ribu rupiah) ketua

sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan. 2

1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) pada tanggal 21 Maret 2013, dengan menggunakan kartu debit/kredit yang datanya milik orang lain, tetapi transaksi tersebut

Terdapat pula kasus juru parkir liar yang terkena OTT Saber pungli dengan barang bukti senilai Rp 759.800 (tujuh ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus rupiah) tetapi

Siswa dari Madrasah Aliyah Negeri yang tidak mendapat rekomendasi dari Kepala Sekolah, harus membayar biaya registrasi sebesar Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah)

Kemungkinan upaya rak telur atau egg tray rupanya amat menarik, beberapa pebisnis rak telur atau egg tray sanggup menghasilkan tiga juta s/d lima juta helai egg tray tiap bulannya, bahan baku yang paling ringan diterima adalah dibikin dari kertas sisa ataupun kardus sisa. Dikenali kalau tuntutan pasar kepada keperluan rak telur atau egg tray ini bertambah 40% tahun ini, perihal ini karena telur adalah salah satunya kebutuhan dasar yang nyaris tiap rumah nyata membutuhkan buat konsumsi tiap hari. Tangkap kesempatan itu, kami dari Pabrik Mesin Egg Tray mulai mengerjakan study dan sudah sukses membikin Mesin Pencipta Egg Tray, di mana tray yang dibuat bahannya baku kertas atau kardus sisa. Pabrik Mesin Rack Telur pula udah sukses membuat Mesin Oven Egg Tray Automatis, maka bisa menolong beberapa produsen rak telur atau egg tray untuk tingkatkan produksi supaya lebih optimal. Dengan memanfaatkan Mesin Pengering Egg Tray Automatic produksi kami, karena itu proses pengeringan rak telur atau egg tray akan tidak bergantung dari panas cahaya matahari kembali serta akan jalan dengan kontrol automatis. Bila ingin konsultasi dan memperoleh data secara lengkapnya. SIlahkan mengabari Sales Engineer kami: Kontak Kami: Pak Haki TELP/WA: 0812-3131-6315 Website: