Bisnis Indonesia, 325 mm x 540 mm
1) Penyajian Laporan Keuangan Publikasi ini telah disusun berdasarkan Laporan Keuangan untuk tanggal dan periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan 2011 yang tidak diaudit dan tanggal 31 Desember 2011 yang telah diaudit.
2) Laporan Keuangan Publikasi ini diterbitkan guna memenuhi peraturan Bank Indonesia No.3/22/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No.7/50/PBI/2005 tanggal 29 Nopember 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/22/PBI/2001 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank dan Surat Edaran Bank Indonesia No.3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 yang telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.12/11/DPNP tanggal 31 Maret 2010 perihal Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia No.3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 perihal Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan Tertentu yang Disampaikan kepada Bank Indonesia dan sebagaimana peraturan terakhir Bank Indonesia No.13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011, perihal : Perubahan ketiga atas Surat Edaran Bank Indonesia No.3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001, perihal : Laporan keuangan publikasi triwulanan dan bulanan Bank Umum serta laporan tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia, dan untuk memenuhi peraturan Bapepam dan LK nomor X.K.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-346/BL/2011 tanggal 5 Juli 2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik serta untuk memenuhi Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-306/BEJ/07-2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
3) Untuk tujuan perbandingan beberapa akun dalam informasi keuangan untuk tanggal dan periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2011 telah direklasiikasi agar sesuai dengan penyajian akun didalam informasi
keuangan untuk tanggal dan periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012.
PENGURUS BANK
PEMEGANG SAHAM
DEWAN KOMISARIS
- Komisaris Utama (Independen) : Prof. DR. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti - Komisaris (Independen) : Harry Hartono
- Komisaris (Independen) : Irwan Mahjudin Habsjah - Komisaris : Ashish Jaiprakash Shastry
Ultimate Shareholder adalah David Bonderman melalui TPG Nusantara S.a.r.l. : 57,87%
Pemegang Saham Bukan PSP melalui pasar modal (≥ 5%) :
Tidak ada
Pemegang Saham Bukan PSP tidak melalui pasar modal (≥ 5%)
Tidak ada 2. Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah
terhadap total aset produktif dan aset non produktif 0,56% 0,79% 3. Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 0,56% 0,77% 4. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan
terhadap aset produktif 0,81% 0,98%
10. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 74,53% 78,24% 11. Loan to Deposit Ratio (LDR) 86,13% 91,19% d. Selisih kurang karena penjabaran laporan
keuangan - -
e. Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam
kategori Tersedia untuk Dijual - - f. Selisih kurang antara PPA dan cadangan
kerugian penurunan nilai atas aset produktif 124.112 50.586 g Penyisihan Penghapusan Aset (PPA) atas aset
non produktif yang wajib dihitung 144 - h. Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar
dari instrumen keuangan dalam trading book - -
1.5 Modal Inovatif yang tidak diperhitungkan
sebagai Modal inti - - 1.6 Instrumen modal pelengkap level atas
(upper tier 2) lainnya - -
1.7 Revaluasi aset tetap - - 1.8 Cadangan umum aset produktif (maks 1,25% ATMR) 258.322 194.517 1.9 Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari
peningkatan nilai wajar atas penyertaan dlm
kategori Tersedia untuk Dijual (45%) - -
2. Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% Modal Inti
2.1 Redeemable preference shares - - 2.2 Pinjaman atau obligasi subordinasi yang dapat
diperhitungkan - -
D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi
Persyaratan (Tier 3) - -
E. Modal Pelengkap Tambahan Yang Dialokasikan untuk
Mengantisipasi Risiko Pasar - -
II. TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A + B - C) 6.080.006 4.441.265
III. TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP,DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK
MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A + B - C + E) 6.080.006 4.441.265
IV. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK
RISIKO KREDIT 20.607.299 15.518.554
V. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK
RISIKO OPERASIONAL 6.776.693 4.914.027
VI. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK
RISIKO PASAR - -
VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK
RISIKO KREDIT DAN RISIKO OPERASIONAL [II:(IV+V)] 22,20% 21,74%
VIII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
Pendapatan bunga. provisi dan komisi 2.154.223 1.654.500 Bunga provisi dan komisi yang dibayar (829.799 ) (616.230 ) Penerimaan kembali kredit 38.554 22.167 Beban operasional lainnya (332.511 ) (342.926 ) Pembayaran beban tenaga kerja (440.811 ) (354.640 ) Pendapatan /(beban) non-operasional bersih (15.250 ) (26.200 ) Pembayaran pajak kini (114.242 ) (93.714 )
Arus kas sebelum perubahan dalam aktiva dan liabilitas operasi 460.164 242.957
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi: - Penurunan/(kenaikan) aset operasi: Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia
(Jatuh tempo lebih dari 3 bulan) (1.113.576 ) (405.953 ) Efek-efek (Jatuh tempo lebih dari 3 bulan) (585.295 ) (509.543 ) Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji
dijual kembali (Reverse Repo) (387.869 ) Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain (204.971 ) 375.609 - Pembayaran pajak penghasilan selama periode berjalan -
-Kas bersih digunakan untuk kegiatan operasi (2.311.159 ) (184.840 )
Arus kas dari kegiatan investasi
- Hasil penjualan aset tetap 172 -- Pembelian aset tetap (18.622 ) (20.029 )
Kas bersih digunakan untuk kegiatan investasi (18.450 ) (20.029 )
Arus kas dari kegiatan pendanaan
- Penambahan modal disetor 139.461 -- Penerimaan atas efek--efek yang diterbitkan 1.729 (5.018 ) - Penurunan efek yang dijual (728 ) (1.275 )
Kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) kegiatan pendanaan 140.462 (6.293 )
Penurunan kas dan setara kas (2.189.147 ) (211.162 )
Kas dan setara kas pada awal periode 11.693.580 8.334.400
Kas dan setara kas pada akhir periode 9.504.433 8.123.238
Kas dan setara kas dari:
Kas 806.741 706.010
Giro pada Bank Indonesia 3.389.872 2.416.571 Giro pada bank lain 43.568 36.654 Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia - jatuh tempo
sampai dengan 3 bulan sejak tanggal perolehan 5.019.863 4.964.003
Sertiikat Bank Indonesia - jatuh tempo sampai dengan 3 bulan
sejak tanggal perolehan 244.389 - 9 Desember 2005 perihal “Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan Tertentu dari Bank yang disampaikan kepada Bank Indonesia”. 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual
kembali (Reverse Repo) 387.869 - 4. Surat Berharga yang dijual dengan janji
dibeli kembali (Repo) - - - - a. Rupiah - - - - b. Valuta asing - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli
dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) - - - - 4. Surat Berharga yang dijual dengan janji
dibeli kembali (Repo) - - - - a. Rupiah - - - - b. Valuta asing - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli
dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) - - - - 4. Persentase kredit kepada UMKM terhadap
total kredit 19,34% 17,25%
5. Persentase kredit kepada UMK terhadap
total kredit 12,06% 12,44%
B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga
1. Pendapatan Operasional Selain Bunga 57.069 34.938 e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) 111.422 130.078 i. Surat berharga - -
Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih (764.743 ) (646.820 )
LABA (RUGI) OPERASIONAL 554.300 361.076
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 172 6.454 2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing - -
a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam
mata uang asing
b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan
dalam kelompok tersedia untuk dijual 1.168 (1.275 )
Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan-net pajak
penghasilan terkait 934 (1.275 ) Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :