• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas II ANALISIS REGRESI LINIER BERGAND

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas II ANALISIS REGRESI LINIER BERGAND"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas II

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI BERPRESTASI

DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN KERJA

KEPALA SEKOLAH PAUD DI PROVINSI JAMBI

OLEH:

NOVA ASVIO NIM: DMP.16.174

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, M.M, CMA

PASCASARJANA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

(2)

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI BERPRESTASI

DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN KERJA

KEPALA SEKOLAH PAUD DI PROVINSI JAMBI

A. Kerangka Berpikir

B. Hipotesis Penelitian

1. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan (X1) dengan komitmen

kerja (Y).

2. Terdapat hubungan antara motivasi berprestasi (X2) dengan komitmen

kerja (Y).

3. Terdapat hubungan antara budaya organisasi (X3) dengan komitmen

kerja (Y).

4. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan (X1), motivasi

berprestasi (X2), dan budaya organisasi (X3) dengan komitmen kerja (Y).

C. Rancangan Uji Hipotesis

Hipotesis secara Parsial (Hipotesis 1, 2, dan 3) :

Kriteria pengujian pada tingkat signifikansi 0,05 5(%).

(3)

H0 = Ditolak apabila t hitung > t tabel dan atau nilai Signifikan < 0,05

Hipotesis secara Simultan (Hipotesis 4) :

Kriteria pengujian pada tingkat signifikansi 0,05 (5%).

(4)

E. Penyelesaian

ANALISIS I : Model Summary

Tabel : Model Summary

a. Predictors: (Constant), MOTIVASIPRES_X3, BUDAYAORG_X2,

GAYAKEP_X1

Berdasarkan tabel Model Summary di atas diperoleh angka R Square

sebesar 0,581 atau (58,1%). Hal ini menunjukkan bahwa persentase

sumbangan hubungan variabel independen Gaya_kepemimpinan_X1,

Motivasi_pres_X2, dan Budaya_org_X3 dengan variabel dependen

Komitmen_Kerja_Y sebesar 58,1%. Sedangkan 1-58,1 = 41,9% dipengaruhi

atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model

penelitian ini.

ANALISIS II : Coofficients

Funsi tabel Coofesients khususnya kolom Unstandardizied Cooficients

dibawah ini adalah untuk menjelaskan persamaa regresi yang dibuat

berdasarkan struktur penelitian.

Tabel : Coefecients

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

(5)

Masukan data Unstandardizied Coeficients

Y = 3,522 + 0,641 X1 + 0,192 X2 + 0,055 X3 + e

 Nilai konstanta menunjukkan pengaruh variabel X (X1, X2, dan X3), bila

variabel X naik satu satuan maka akan variabel Y juga akan naik

sebesar satu satuan. Artinya variabel Koomitmen Kerja (Y) akan naik

atau terpenuhi sebesar satu-satuan jika X1, X2, dan X3 naik satu

satuan.

 Nilai koefisien regresi variabel gaya_kepemimpinan_X1 dengan

variabel komitmen_kerja_Y adalah sebesar 0,641 artinya jika

gaya_kepemimpinan_X1 mengalami kenaikan 1 satuan, maka

komitmen_kerja_Y akan mengalami peningkatan sebesar konstanta =

3,522. Koefisien bernilai positif artinya antara gaya_kepemimpinan_X1

dan komitmen_kerja_Y mempunyai hubungan yang positif.

 Nilai koefisien regresi variabel motivasi_pres_X2 dengan variabel

komitmen_kerja_Y adalah sebesar 0,192 artinya jika

motivasi_pres_X2 mengalami kenaikan 1 satuan, maka

komitmen_kerja_Y akan mengalami peningkatan sebesar konstanta =

3,522. Koefisien bernilai positif artinya antara motivasi_pres_X2 dan

komitmen_kerja_Y mempunyai hubungan yang positif.

 Nilai koefisien regresi variabel budaya_org_X3 dengan variabel

komitmen_kerja_Y adalah sebesar 0,055 artinya jika budaya_org_X3

mengalami kenaikan 1 satuan, maka komitmen_kerja_Y akan

mengalami peningkatan sebesar konstanta = 3,522. Koefisien bernilai

positif artinya antara budaya_org_X3 dan komitmen_kerja_Y

mempunyai hubungan yang positif.

PEMBAHASAN:

Berdasarkan Tabel Coefficients diatas, maka Analisis t value dan Sig adalah

untuk menganalisis uji hipotesis secara parsial. Tingkat probabilitas < 0,05

dianggap signifikan atau model regresi tersebut dapat digunakan untuk

memprediksi variabel dependen. Tabel Coefficients khususnya kolom t dan

(6)

1) Pengujian Hipotesis gaya_kepemimpinan (X1) :

 Terdapat hubungan antara gaya_kepemimpinan (X1) dengan

komitmen_kerja (Y) secara parsial

 H0 = gaya_kepemimpinan (X1) tidak mempunyai hubungan

signifikan dengan komitmen_kerja_Y secara parsial

 H1 = gaya_kepemimpinan (X1) mempunyai hubungan signifikan

dengan komitmen_kerja (Y) secara parsial

Pembahasan Pengujian Hipotesis gaya_kepemimpinan (X1) :

t hitung gaya_kepemimpinan (X1) = 4,119 dengan Sig = 0,000

t tabel = 1,69

 Jadi t hitung > t tabel (4,119 > 1,69), bertarti H0 ditolak dan H1

diterima atau gaya_kepemimpinan (X1) mempunyai hubungan

dengan komitmen_kerja (Y)

 Atau dapat juga dilihat dari level Sig 0,000 < 0,05 (alpha) berarti gaya_kepemimpinan (X1) mempunyai hubungan signifikan

terhadap komitmen_kerja (Y)

 Jadi kesimpulannya adalah jika gaya kepemimpinan pada seorang pimpinan atau kepala sekolah baik, maka komitmen kerjanya juga

akan tinggi dan begitu juga sebaliknya

 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dahshan et. al (2017) yang

menyatakan bahwa “there were statistically significant positive

correlations between the perceived leadership styles and organizational commitment”.

2) Pengujian Hipotesis motivasi_pres (X2):

 Terdapat hubungan antara motivasi_pres (X2) dengan komitmen_kerja

(Y) secara parsial

 H0 = motivasi_pres (X2) tidak mempunyai hubungan signifikan

dengan komitmen_kerja (Y) secara parsial

 H1 = motivasi_pres (X2) mempunyai hubungan signifikan dengan

komitmen_kerja (Y) secara parsial

(7)

t hitung motivasi_pres (X2) = 2,075, dengan Sig = 0,048 motivasi_pres (X2) mempunyai hubungan tidak signifikan dengan

komitmen_kerja (Y).

 Jadi kesimpulannya adalah jika motivasi berprestasi seorang kepala sekolah tinggi, maka komitmen kerja kepala sekolah tidak akan

meningkat dan begitu juga sebaliknya.

 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Puspasari (2013) yang

mengungkapkan bahwa “Motivasi berpengaruh terhadap komitmen

organisasi dan kinerja karyawan.

3) Pengujian Hipotesis budaya_org (X3):

 Terdapat hubungan antara budaya_org (X3) dengan komitmen_kerja

Pembahasan Pengujian Hipotesis budaya_org (X3):

t hitung budaya_org (X3) = 0,385 dengan Sig = 0,703 budaya_org (X3) tidak mempunyai hubungan signifikan dengan

(8)

 Jadi kesimpulannya adalah jika budaya organisasi sekolah baik, maka komitmen kerja kepala sekolah tidak akan meningkat, dan begitu

sebaliknya.

 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Puspasari (2013)

ANALISIS F Value

F Value atau uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel

independen yang dimasukan dalam model memiliki pengaruh secara

bersama-sama (SIMULTAN) terhadap variabel dependen. Tabel Anova,

khususnya pada kolom F dan Sig dibawah ini berfungsi untuk menjawab

tujuan penelitian, yaitu pengaruh secara simultan.

Tabel Anova

b. Predictors: (Constant), BUDAYA_ORG_X3, MOTIVASI_PRES_X2, GAYAKEP_X1

Pengujian Hipotesis ketiga :

 Terdapat antara gaya_kepemimpinan (X1), motivasi_pres (X2), dan

budaya_org (X3) dengan komitmen_kerja (Y) secara simultan

 H0 = gaya_kepemimpinan (X1), motivasi_pres (X2), dan budaya_org

(X3) tidak mempunyai hubungan signifikan dengan komitmen_kerja

(Y) secara simultan

 H1 = gaya_kepemimpinan (X1), motivasi_pres (X2), dan budaya_org

(X3) mempunyai hubungan signifikan dengan komitmen_kerja (Y)

secara simultan

Pembahasan Pengujian Hipotesis ketiga :

F hitung = 12,000 dan level sig.(alpha) = 0,000

(9)

 Jika F hitung > F table (12,000 > 2,92), berarti Ho di tolak dan H1 di

terima atau gaya_kepemimpinan (X1), motivasi_pres (X2), dan

budaya_org (X3) secara simultan mempunyai hubungan dengan

komitmen_kerja (Y).

 Atau dapat juga dilihat dari level Sig 0.000 < 0.05 berarti gaya_kepemimpinan (X1), motivasi_pres (X2), dan budaya_org (X3)

mempunyai hubungan signifikan dengan komitmen_kerja (Y).

 Jadi kesimpulannya adalah jika gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi kepala sekolah, dan budaya organisasi secara

bersama-sama baik, maka komitmen kerja kepala sekolah juga akan meningkat

dan begitu juga sebaliknya.

Gambar

Tabel : Model Summary
Tabel Anova

Referensi

Dokumen terkait

kartunya (soal jawaban). e) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu akan diberi poin. f) Masing-masing pasangan soal dan jawaban menunjukkan hasil diskusinya

Dari hasil analisa terhadap pengujian yang dilakukan pada sistem deteksi kolesterol melalui iris mata manusia, menggunakan deteksi tepi canny dan ekstraksi fitur moment invariant

Dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dapat diketahui bahwa kebutuhan tulangan balok yang dibutuhkan berdasarkan SNI gempa 2010 mampu memenuhi dan sesuai

Seperti yang ditunjukan pada Gambar 1, tahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitian ini adalah memilih dataset , memahami pola interaksi aplikasi basis data,

A Needs Analysis For Designing An Esp-Based Syllabus In An Islamic Studies Education Program.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Inilah yang menjadi gejala baru dalam fenomena media massa dewasa ini. yakni, pemusatan kepemilikan media atau biasa

Antiseptik dan agen kemoterapi merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam upaya menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba untuk aplikasi pada mahluk hidup.. Untuk

Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan kurkumin- MSN khususnya terhadap jumlah sel total dan diameter pulau langerhans