SA$Tft
r$$ffi
i,ifl
i ,,, , ,'tirlr il iiiii llitEA
UNTVER$
DAFTARISI
Daftar
isi
...Salam
dari
Redaksi ...Morfologi Derivasional dalam Bahasa Inggris Sunardi
Bahasa dan Gender
Prasetyo
Adi
Wsnu
WbowoEnhancing the Students' Creative Writing
Ability
through Genre andIntertextuality-BasedApproach
Sri
Mulatsih
&
Muhammad RdQiApplying Textual Metafi.rnction in EFL Writing: AnApproach to Teach Writing
Setyo Prasiyanto Cahyono
Perbandingan Narasi Novel dan Film (AnalisisNovel dan Film The Kite Rurner
Karya Khaled Hosseini)
Haryati
Sulistyorini&
Budi SantasoThe Power of Sacrifice as Reflected in Daughter for Sale by Samruam Singh
Muhammad
Arief
Budimon ...lll IV T4 22 33 53 76
MORFOLOGI DERIVASIONAL
DALAMBAHASAINGGRIS
Sunardi(soennarcn@Smail.
Universitas
Dian
NuswantoroAbstract:
Morphological process in English language may occur inJlectionallyor
derivationally. The maindffirence
betyveen inflection and derivation is that inflection does not make a new lexeme but a grammatical word with respect tosyntactic
rules;
however derivation
makesa
new lexemewhich
is
lexically
dffirent
from
its
base.In
English
language,derivation
mayoccur
throughprefixation, suffixation,
conversion,
and
compounding besides other
morphological
processessuch
as
backformation,
reduplication,
clipping,acronym, and blending.
Keywords:derivation, inflection, lexical word, grammatical word, morphological
processes
Dalam ilmu kebahasium atau linguistik, kata dikaji dalam cabang linguistik yang disebut
morfologi
(morpholog,,). MenurutAronoff
dan Fudeman (2005 : 1 ), istilah morfologi
padaumumnya dikaitkan dengan seorang penyair, novelis, dramawan, dan
filsuf
berkebangsaanJerman yang bemama Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832). Dia menggunakan istilah ini pada awal abad
ke-I9
dalam konteks biologi. Secara etimologis, istilah morfologi berasaldari kata morph- dalam bahasa Yunani yang berarti 'bentuk'. Dalam bahasa Inggns, morfem
morph-'benhrk' digabungkan dengan morfem
-log,,'ilmt
kajian' membentuk katamorphologtyang berarti 'ilmu atau kajian yang mempelajari bentuk'. Dalan ilmu linguistik istilahmorfologi
(morpholog,,) dipakai untuk menyebut sistem mental yang terlibat dalam pembentukan kata
atau cabang ilmu linguistik yang berkenaan dengan kata, struktur internal kata, dan bagaimana
kata tersebut dibentuk.
Berkenaan dengan bidang morfologi dalam ilrnu linguistib Mathhews Q97a3841) membagi bidang
morfologi
menjadi dua cabang utama,yaitu morfologi infleksional
(inJlectionalmorpholog,,) dan morfologi leksikal (lexical morpholog). Morfologi infleksional berkenaan
dengan proses pembentukan kata secara infleksional (inJlection),sedangkan morfologi leksikal
atau sering disebut dengan pembentukan
kata(wordformation)
berkenaan dengan prosespembentukan kata secara derivasional (derivation) atau pemajemukan (comlLpounding).
Kata yang menjadi objek kajian morfologi adalah kata komplel<s (complex
words),yutu
kata yang secara morfologis terbentuk dari dua morfem atau lebih(polimorphemic) sehingga membentuk makna yang lebih kompleks (Plag, 2003:10).
Misalnya:
(1)
a.
employee
'karyawan'inventor
openemu'unhappy
'sedih'teacher
'guru'sadness
'kesedihan'b. chair
'kursi'neighbor
'tetangga'ball
'bola'clever
opandai'sad
osedih' 12
IL
fi
TIIE
Volume 8 Nomorl,
Maret 2012Kata-kata pada
(i.a)
termasuk ke dalam kata kompleks karena masing-masing terbentukdari
duamorfem.
Vfisalnya,kata
employee'karyawan'
terbentukdari
verba employ'rnemperkerjakan' dan akhiran -ee 'pihak yang dipekerjakan'. Demikian juga kata unhappy
'sedih' terbentuk dari adjektivahappy 'senang' dan akhiran un-otidak'
.
Sedangkan kata-katapada (1.b) tidak mengalami proses morfologis, karena masing-masing hanya terbentuk dari
satu morfem (monomorphemic).
Secara umum kata-kata yang ada dalam bahasa Inggns dibentuk secara infleksional atau
derivasional.
MenurutAronoffdan
Fudeman (2005:45), perbedaan yang mendasar antaraproses
morfologi infleksional
dan derivasional adalah bahwa prosesinfleksional
tidakmengakibatkan perubahan makna leksikal atau kategori leksikal, sedangkan proses derivasional
mengakibatkan perubahan makna leksikal atau kategori leksikal. Misalnya
(1) a.
write -+
writes, wrote,
writing, written
b.
write
*+
writer
Proses morfologis yang terjadi pada contoh (2.a) merupakan proses infleksional, karena
perubahan dari kata write menjadiwrites, wrote, writing, written tidak ada perubahan makna
leksikal antara
katawrite
dengan writes, wrote,writing, written.Katawrite,
writes, wrote,writing,
danwrittenmemiliki
makna leksikal yang sama yaitu 'menulis'. Mereka hanyalattbentuk kata yang berbeda dari leksem WRITE. Sebaliknya, proses morfologis yang terjadi
pada contoh (2.b) mengakibatkan perubahan makna leksikal ankra katawrite omenulis' dan
katawriter'penulis'.
Proses ini juga mengakibatkan perubahan kategori leksikalkatawrite
(verba) menj adi kata wr it er (nomina).
Untuk lebih memahami bagaimanapenerapan morfologi derivasional dalam bahasa Inggris
perlu terlebih dahulu diketahui beberapa perbedaan mendasar lainnya tentang
morfologi
infleksional dan morfologi derivasional.PERtsEDAAN
A}ITARA MORFOLOGI INFLEKSIONAL
DAI\
MORS'OLOGI
DERIVASIONAL
Aronoff
dan Fudeman (200 5 : 1 6 0- 1 62) menj elaskan beberapa perbedaan antar a morfolo giinfleksional dan morfologi derivasional sebagai
berikut
.--l.
Morfologi
infleksional tidak mengubah makna leksikal atau kategori leksikal bentukdasarnya (input), sebaliknya morfologi derivasional mengubah makna leksikal bentuk
dasamya (tnput) dan memungkinkan terjadinya perubahan kategori leksikal antara bentuk
dasar (inpul) dan kata jadianny a (output), seperti dicontohkan pada Tabel
I
berikut.Tabel 1
Contoh Proses Morfologi Infleksional dan Derivasional
Alksasi
:Ifiu['
.rCIuiudl*,iAfi*s.
lMalma, "', ps61fi,,,,Dasar
.-
t:i**uL:,;
i,Irl
riiirldtrr*iffiii},jif..,-s
'jamak'
book 'buku(tuneealY
nomina
books 'buku(iarnak)'
nomII14 infleks
Jet
oukuran
bookkecil'
'buku'
nomina
bookla 'buku kecil'nomna derivas
Sunardi, Morfologi
Derivasional dalam BahasaInggris
3 Pada contoh di atas, penambahan afiks-s
Jamak' pada kata book'buku (tunggal)' yangmembentuk kata books'buku
(amak)'
tidak mengakibatkan perubahan makna leksikaldan kategori leksikal bentuk dasar. Sebalik
yq
penambahan afks -let'ukuran kecil' padakata book
'buku'
yang menghasilkan kata baru booklet'bukukecil'
mengubah maknaleksikal benhrk
fu*yu,
meskipun tidak terjadi perubahan kategori leksikalnya. Demikianjuga penambahan afrks
-<r'pelaku'
pada verba book'memesan' selain mengubah maknaleksikal bentuk dasamyajuga mengubah kategori leksikal bentuk dasamya menjadi dari
verba menjadi nomina booker'pemesan'.
2.
Prosesmorfologis
infleksional ditentukan olehkondisi sintaktik,
sedangkan prosesmorfologis derivasional tidak.
(3)
a. The students alwayspeuhtu
their dancing in front of their parents.b. The student always performs his/her dancing in front of his/herparents.
c. The students Whtrnet!_their dancing in front of their parents last week.
d. perform
(V)
-+ performance (N)Pada contoh (3.a-c) verbaperform, performs,
performed'mempertunjukkan'dipilih
dalam kalimat tersebut karena pertimbangan gramatikal dalam batrasa Inggris, yaitu:
1.
Apabila pelaku verba adalah orang ketiga jamak dalarnpresent tense,maka verbatersebut berbentuk verba dasar perform.
2.
Apabila pelaku verba adalah orang ketiga tunggal dalarn present tense,maka verbatersebut berbentuk verba dasar plus afiks -sles, performs.
3.
Apabila verba dinyatakan dalam past tense, maka verba tersebut berbentuk verbadasar pluss sufiks -ed, performed.
Pertimbangan sintaktik atau aturan gramatikal tersebut tidak berlaku pada pembentukan
nominaperformance'perttrnjukan' dari verba perform 'mempertunjukkan', seperti pada
contoh (3.d)
3.
Morfologi infleksional cenderung lebih produktif daripada morfologi derivasional.Misalnya afiks infleksional -sles Jamak' dapat dipakai untuk menjamakkan nomina apapurq
kecuali nomina tak beraturan
(irregular
nouns) yangmemiliki
bentuk jamak sendiri.Sebaliknya, tidak semua adjektiva dapat digabungkan dengan afiks
-/y
osecara' untukmembentuk adverbia.
(4)
a.
bag-+
bagsb.
box-+
boxesc.
child+
children(5)
a.
slow-+
slowlyb.
quick+
quicklyc.
*clever+
cleverlyd.
*good-+
goodlyTT
Volume 8 Nomorl,
Maret 20124.
Afiks
derivasional cenderung lebih dekat dengan akar kata atau dasar daripada afiks infleksional.Misalnya, contoh (6) menunjukkan bahwa afiks infleksional present tense orang ketiga
hnrggal -s mu:rcul setelah afiks derivasional deajel<tival -ize. Demikan juga afiks infleksional
jamak -s muncul setelah afiks derivasional
deverbal-al.
(6)
a.
popular-ize-scommercial-ize-s
b.
upheav-al-sarriv-al-s
5.
Leksem yang dibentuk melalui morfologi derivasional lah yang muncul sebagi leksikon,bukan bentuk-bentuk infl eksional.
KRITERIA
PROSESMORFOLOGI INFLEKSIONAL
DAN
DERIVASIONAL
Tentang infleksi dan derivasi dalam morfologi, Katamba (1993: 205;) menyatakan bahwa
morfologi infleksional berkenaan dengan pembentukan kata yang dipengaruhi oleh kaidah
sintaktik. Proses morfologi infleksional terjadi melalui proses afiksasi yang ditentukan secara
sintaktik, sedangkan morfologi derivasional diterapkan untuk menciptakan kata leksikal baru.
Lebih lanjut Katamba ( 1993 : 206-208; 1994:4041) menyatakan tiga kriteria yang dapat dipakai
untuk
menentukan prosesmorfologi
infleksional dan
derivasional,yaitu
keharusan(obligatoriness), produktivitas Qroductivity), darrmotivasi (motivation).
Kriteria
Keharusan (Obligatoriness)Menurut Greenberg (1954), infleksi identik dengan sifat keharusan. Proses infleksional
terjadi ketika kaidah sintaktik mengharuskan pilihan tertentu dari sejumlah afiks. Jika pilihan
tertentu tersebut tidak dipilih, maka akan menghasilkan sebuah kalimat yang tidak gramatikal.
Misalnya, hal ini terlihat dari perilaku sintaktik kategori infleksional jumlah (num)ber)dalam
demonstrativa bahasa Inggris. Demonstrativa (D) harus selalu sesuai jurnlahnya dengan nomina
Otr)
yang
diielaskan, seperti dicontohkan pada (7.a).Jika tidak
ada kesesuaian antarademonstrativa dengan nomina yang dijelaskan, konslruksi sintaktik tersebut pasti tidak
gramatikal, seperti dicontohkan pada (7 .b).
(7) a' D,ir1lutn, N..,,srlr,
Dpturot
Np/rrolthis
book
these
books*rat
book
those
booksb,
D,
plilrdlN
' '.ttngulurxthese
bookxthose
book d)n
DN
rtn\ulur plurol+this
books*that
booksKriteria keharusan seperti ini tidak ada padaproses morfologi derivasional. Kaidah sintaktik
tidak menentukan
pilihan
kata leksikal tertentu yang dibentuk secara derivasional untukmenghindari ketidakgramatikalan. Misalny4 nomina bahasa Inggris tidak harus bersufiks
-zr
pada posisi kalimat apapun. Sehingga sufiks
-er
merupakanafiks
derivasional. SepertiSunardi, Morfologi
Derivasional dalam BahasaInggris
5agerrtif
*er.
Semua nomina yang tidak bersufiks seperti itu dapat secara bebas menempatiposisi subjek kalimat tanpa mempengaruhi kegramatikalan kalimat.
(8)
a.
The farmer is in the bam. The teacher is in the barn. The baker is in the barn.b.
The cow is in the barn.The Pig is inthe bam.
The man is in the bam.
Kriteria
Produktivitas
(Prod uctivity)Proses morfologi infleksional cenderung bersifat otomatis, sedangkan proses morfologi
derivasional bersifat sporadis/opsional. Misalny4 penanda kala lampau Qtast tense)pada verba
bahasa Inggris. Semua verba apabila dinyatakan dalxnpast tense akanmenggunakan sufiks
infleksional -ed. Sebaliknya tidak semua verba bersufiks --ant apabiladiubah menjadi nomina
agentifl
Misalnya:
(e)
a.play
-+
playedlive -+
hvedwork -+
workedapply
-)
applicantdonate
->
donatorsrrg -+
singer analyzn-+
anahirKritenia Motivasi
{Motivotion)
Proses morfologi infleksional bermotivasi secara sintaktik yaitu membentuk suatu kata
yang sesuai dengan konteks gramatikal tertentu, sedangkan proses morfologi derivasional tidak
bermotivasi secara sintaktik yaitu membentuk kata leks-ikal baru berdasarkan pada morfem
atau kata yang sudah ada. Dalam proses afiksasi, afiks yang berfungsi secara sintaktik tergolong
aliks infleksional, sedangkan afiks yang dipakai untuk membentuk leksem baru tergolong afiks
derivasional. Dengan demikian proses morfologi infleksional menghasilkan kata-kata gramatikal,
sedangkan proses morfologi derivasional menghasilkan kata leksikal baru.
Ihwal perbedaan antara derivasi dan infleksi, Nida (dalam Subroto, 1996:269)memberikan
uraian sebagai berikut :
1.
Pembentukan derivasional termasuk jenis kata yang sama dengan kata tunggal (yangtermasuk sistem jenis katatertentu) (misalnya,singer 'penyanyi' (nomina), dari verbaro
sr'rzg 'menyffiYi', termasuk jenis kata yang sama dengan boy'anaklaki-laki'), sedangkan
pembentukan infleksional tidak (misalnya, verba polimorfemis walked tidak termasuk
beridentitas sama dengan verba monomorfemis yang mana punjuga dalam sistem morfologi
bahasa Inggris).
'Petani itu berada di gudang'
'Guru itu berada di gudang'
'Tukang roti itu beradadi gudang'
'Sapi itu berada di gudang'
'Babi itu berada di gudang'
rr
O--....-LL
fl
I
I
jt
votume 8 NomorI,
Maret2ot2
2-
Secara statistik, afiks derivasional lebih beragam (misalnya, dalam bahasa Inggris terdapatafiks-afiks pembentuk nomina seperti: -er, -ment, -ion, -ation, -ness. (singe4
*r*gr*rnt,
correction, nationalization, stableness),sedangkan afiks infleksional dalam bahasa Inggns
kurang beragam (-s (dengan segala variasinya), -edl, -ed2, -ing: work, workedl , worlced2,
working).
3.
Afiks-afiks derivasional dapat mengubatr kelas kat4 sedangkan afiks infleksional tidak.4.
Afiks-afiks
derivasional mempunyai distribusi yang lebih terbatas (misalnya, afiksderivasional
-er
diramalkan tidak selalu terdapat pada dasar verba untuk membentuknomina), sedangkan afiks infleksional mempunyai disnibusi yang lebih luas.
5.
Pembentukan derivasional dapat menjadi dasar bagi pembentukan berikutnya (sing (V) @singer (N) @
lngers
Ql)), sedangkan pembentukan infleksional tidak.MORFOL OGI
DERIVASIONAL
D.ALAM BAHASA
INGGRIS
Menurut Hurford et al. Q007:228) proses morfologi derivasional tidak hanya terdiri dari
satu proses tetapi tiga proses sekaligus yaitu proses morfologis, proses sintaktik, dan proses
semantis. Proses morfologis mengubah bentuk kata dasar melalui afiksasi; proses sintaktik
mengubah kelas kata dasar, misalnya dari verba menjadi nomina; dan proses semantis
menghasilkan makna leksikal (leksem) baru. Hubungan antara proses morfologis, sintaktik,
dan semantis dalam derivasi digambarkanmelarui Tabel2 berikut.
Tabel 2
Hubungan antara Proses Morfologi, Sintaktik, dan Semantis
..,.
".ttft6;jfu|l.
:,,.:,,' -....,-.,,'illaugh4aughter
l'r,
Pmses
,'
Sint*ktik
r mengubahverba menjadi nominar,1ji
li$;ffi&i#
,r,, ,.ili
lii.ii',it menghasilkar kata yang menydakan tindakan atau aktivitasteach -+teacher menambah sufiks
-er
mengubahverba menjadi nomina
menghasilkar
kda
yang menydakan
pelaku dau asen
red -+redness menambah sufiks
-NESS mengubah adjektiva menjadi nomlna menghasilkan
kda
yang menydakan orooertiTentang morfologi derivasional, Beard (dalarn Ermanto, 2008:26)mengemukakan empat
tipe derivasi yaitu derivasi frhx (featural derivation), derivasi fwrgsi (functional derivation),
transposisi (transposition),danderivasi ekspresif(expre ssive derivation).Denvasi fitur adalah
derivasi yang tidak mengubah kategori bentuk dasar (D), tetapi mengoperasikan nilai-nilai
fitur
inheren. Derivasi fungsi ataujuga disebut derivasi leksikal uOa*,
aoiu*i
yang menambahkanfitur
pada D, sehinggakataturunan itu berbeda secara semantik dari O. Transposisi adalahSwnurdi,
Morfologi
Derivasional dalam BahasaInggris
7(new
-+
newness),N -+Adj
(home->
homeless). Derivasi ekspresif adalah derivasi yangtidak mengubah wilayah referensi inputnya, dan juga tidak mengubah kategori D, tetapi
memperlihatkanperbedaannuansaekspresinya. Derivasi ekspresi ini dalam bahasaRusia seperti
tiga golongan untuk
'hujan'
yaitu dozd, dozdik, dan dozdic-ek, dansemuanya mengacu padakonsep yang sama.
Mentnut Quirk et al. (1985:1520) proses morfologi derivasional atau proses pembentukan
kata dalam bahasa Inggris dapat terjadi melalui empat car4 yaitu:
1
.
Prefiksasi: menambahkan awalan pada bentuk dasar dengan atau tanpa mengubah kelaskata bentuk dasarnya, misalnya em-
*
power OJ)-+
empower(Y),
dis-+
like(V) -+
dislike (Y).
2.
Sufiksasi: menambahkan akhiran pada bentuk dasar dengan atau tanpa mengubah kelaskata bentuk dasamya, misalnyay'iend
g\)
+ -ship -+ friendshipQ\),friend
(N) + Jess-+ friendless
(Adj).
3.
Konversi: mengubah kelas kata bentuk dasar tanpa mengubah bentuk kata, misalnya head(N)
-+
head (Y).4.
Pemajemukan: membentuk kata baru dengan menggabungkan dua leksem atau lebih,misalnya arm
*
chair-+
armchair, black + bird-+
blackbird.Prefiksasi
dalamMorfologi
Derivasional BahasaInggris
Dalam morfologi derivasional bahasa Inggris, prefiksasi terjadi melalui penambatran prefiks
kepada bentuk dasar (base) sehingga dihasilkan kata jadian (derived word)
yangmemiliki
makna (leksem) yang berbeda dengan bentuk dasarnya. Pada umumnya, kehadiran prefiks
pada bentuk dasar tidak mengubah kelas kata bentuk dasarnya, tetapi hanya memberikan
rnodifikasi semantis terhadap bentuk dasamya.
Prefiks dalam pembentukan katabahasa Inggris dapat dikelompokkan menurut makna
dan fimgsinya menjadi beberapa jenis:
1.
Prefiks negatif (negative prefixes)2.
Prefiks kebalikan (reversative or privative prefixes)3.
Prefiks pejoratif (pejorative prefixes)4.
Prefiks tingkatan atau ukuran Qtrefixes of degree or size)5.
Prefiks orientasi dan sikap Qtrefixes of orientation and attitude)5.
Prefikslokatif
(/ocative preJixes)7.
Prefiks waktu dan urutan (prefixes of time and order)8.
Prefiks jumlah (number prefixes), dan9.
Prefiks neoklasik (neo-classical prefixes).Dalam Thbel 3 berikut dicontohkan beberapa prefiks menurut makna atau fimgsiny4 bentuk
D
8 Ln lfE
vohmesNomort,Maret2ot2
Tabel 3
Jenis, Makna, dan Fungsi Prefiks dalam Bahasa Inggris
Type Prefix Meaning Input Output negative reversati ve or prcvative pejorative degree or size orientation I and attituJ a- dis-in-, im-, il-, ir-
non-I
un-I de- dis- un- mal- mis- pseudo- co- mini- hyper- over- super- ultra- anti- contra-counter-lacking in, lack
of
not, the converse
not, the converse
of
not
not, the converse
of
reversing the action
reversing the action
reversing the action
badly wrongly false, imitation jointly little extreme excessive more than extreme against opposite against
of
adjective verb adjective noun adjective noun adjective adverb adjective verb verb verb verb noun verb noun noun adjective noun verb noun adjective verb adjective adjective adjective adjective noun noun adlectrve noun I amoral, asexual disobey, disconnect disloyal, dishonest disorder, disunity incorrect, impossible, illogical, irregular non-smoker non-perishable non-trivially unfair, unwise, uncountable decompose, decode disconnect, dislike undo, untie maltreat malfunction misunderstand misconduct pseudo-christianity pseudo-scientific co-pilot cooperate mini-market hyperactive overact overconfident supernatural ultra-modern anti-social anti-war contrarevolusion contrafactual counter-attact adjective verb adjective noun adjective noun adjective adverb adjective verb verb verb verb noun verb noun noun adjective noun verb noun adjective verb adjective adjective adjective adjective noun noun adjective nounType Prefix Meaning lnput Output ocatlve time and order number neo-classical pro- fore-inter sub- trans- ex- pre- post- re-bi-, di-poly-, multi-semi-, demi- tri- auto- neo- extra- tele-on the side
of
front partof
between under across former before after again two many half three self new exceptionally distant noun noun noun adjective noun adjective noun noun noun adjective noun adjective verb noun noun noun noun noun noun adjective noun pro-student forehead, foreplay i nternation, intercity subnormal subway transatlatic transport ex-president pre-school pre-marital post-war post-classical reclaim, reread bicycle, dichotomy polyglot, multipurpose semicircle, demigod tripod, tricycle autosuggestion neo-nazi extraordinary teleconference noun noun noun adjective noun adjective noun noun noun adjective noun adjective verb noun noun noun nou noun noun adjective nounSunardi, Morfologi
Derivasional dalam BahasoInggris
Sufiksasi dalam
Morfologi
Derivasional BahasaInggris
Dalam morfologi derivasional bahasa Inggris, sufiksasi terjadi melalui penambahan sufiks
kepada bentuk dasar (base) sehingga dihasilkan kata jadian (derived word) yang
memiliki
makna (leksem) yang berbeda dengan bentuk dasamya. Berbeda dengan prefiksasi yang
cenderung tidak mengubah kelas kata kehadiran sufiks pada bentuk dasar cenderung mengubah
kelas katabentuk dasarnya. Sufiks dalam morfologi derivasional tidakterlalubanyak berperan
seca.ra semantis terhadap bentuk dasamya. Fungsi utamanya adalah mengubah kelas kata atau
kategori gramatikal bentuk dasamya.
Dengan demikian, sufiks dalam pembentukan kata bahasa Inggris dapat dikelompokkan
mentrut kelas kata hasil proses morfologisnya menjadi beberapajenis:
1.
Sufiks nomina denominal (denominal noun suffixes)2.
Sufiks nomina deverbal (deverbal nounsffixes)
3.
Sufiks nomina deadjektival (de-adjectival noun sufixes)4.
Sufiks adjektiva denominal (denominal adjective suffixes)I I a, a'i--F
-10
Ltn
lilf
Volume 8 Nomorl,
Maret 20125.
Sufiks adjektiva deverbal (deverbal adjectivesffixes)
6.
Sufiks adverbia (adverb sufiixes),dan7.
Sufiks verba (verbsffixes).
Dalam Thbel 4 berikut dicontohkan beberapa sufiks menurutjenisny4 bentuk dasar yang
dapat digabungkan, dan katajadian yang dibentuk dengan sufiks tersebut.
Tabel 4
Jenis dan Makna Sufiks Bahasa Inggris
Type Prefix Meaning Input Qutput
Denominal noun: abstract Denominal noun: conct Deverbal noutl De-adjectival noun Denominal Adjective Deverbal adjective adverb rerb -age -tut -lsm -ship -eer ete -let -ling -ESS -ant -er, -or -ee -ity -ness -tut -ish -less -like -ly -able, -ible -ive -ly -wards -wise -en -iry -tze -ate Measure
of
collectionof
The amount contained in Doctrineof
property Skilled in small minor feminine Agentive Agentive Objectof
property property Fullof
Somewhat like without like Having qualityof
Of the kind that
can be V-ed Of the kind to V
In
a ... manner directional In relation to manner noun noun noun noun Noun Verb verb rtdjective adjective noun noun noun noun noun verb verb adjective noun adverb noun adjective adjective noun adjective noun floun noun noun noun verb Baggage, mileage spoonful impressionism friendship englneer booklet duckling Waitress, actress applicant Teacher, actor employee Ability, practicality Happiness, sadness Helpful, useful Boyish, childish Careless, homeless Childlike, monkeylike Motherly, friendly Debatable, usable Attractive, possessive Slowly, clamly homewards backwards Clockwise, crosswise Widen, blacken simplifo beautifl, legalize hospitalize hyphenate Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Noun Adjective Adjective Adjective Adjective adjective Adjective adjective Adverb Adverb Adverb Adverb Verb Verb Verb Verb Verb VerbSunardi,
l,{ofologi
Derivasional dalam BahasaInggris
11Konversi
dalamMorfologi
Derivasional BahasaInggris
Konversi merupakan proses derivasional dengan cara mengkonversi atau mengadaptasi
bentuk dasar menj adi kata baru tanpa menambatrkan affts apapun. Menurut Katamba ( I 993 : 5 5 )
konversi juga sering disebut dengan zero derivation dan merupakan bagian dari proses afiksasi
dalam morfologi derivasional, dengan menganalogikan dengan zero affaationdalam morfologi
infleksional. Dalam konversi, zero morph (yaitu morfem tanpa tanda yang jelas) digunakan
sebagai sufiks dalam morfologi derivasional. Misalnya, dalam bahasa Inggris verba head
'mengepalai' dibentuk dari nomina head'kepala' dengan sufiks zero morph.
Menurut Plag
(2003:
107), konversi didefinisikan sebagai derivasi kata baru tanpamengunakan penanda yang
jelas
(overt marking). Kasus konversi dapatdilihat
denganmemperhatikan sepasang kata yang berhubungan secara derivasional ddn benar-benar identik
secara fonologis. Misalnya, dalam pasangan kata-kata (10.a), kata nomina dikonversi menjadi
verba tanpa ada penambahan afiks apapun. Demikianjuga dalam (10.b) kata verba dikonversi
menjadi nomina tanpa menggunakan penanda afiks yang jelas.
(10)a.
NOUN +
VERB
the
bottle
to bottlethehammer
tohammer thefile
to file theskin
to skin thewater
to waterb.
VER.B o call to dump to guess to iumpto
spyPemajemukan dalam
Morfologi
Derivasional BahasaInggris
Menurut Crowley et al. (1995:245), proses pemajenrukan dalam morfologi teriadi ketika
dua kata dasar digabungkan menjadi satu untuk membuat kata baru. Hasil proses pemajemukan
adalah kata majemuk (compound).Pemajemukan merupakan proses morfologis yang sangat
produktif dalam beberapa bahasa, dan sangat terbatas pada bahasa-bahasa yang lain, meskipun
kemungkinan semua bahasa menggunakan pemajemukan dalam taraf yang berbeda.
Kata majemuk dapat dikelompokkan berdasarkan cara pembentukannya menjadi:
1.
Kata majemuk yang terbentuk dari dua nomin4 misalnyaText + book
+
textbook'bukuajar'
Air
+line
-+ airline 'penerbangan'House +
boat -+
houseboat 'kapal rumah'Boy +
friend
-+ boyfriend'pacar'
Bird
+ cage-+
birdcage 'sangkar burung'-+
NOUN
a call a dump a guess aiump a spyI
t2
TT
I
Volume 8 Nomorl,
Maret
2012?.
Kata majemuk yang terbentuk dari adjektiva dan nomina, misalnyaBlack + board
-+
blackboard 'papantulis'
Easy +
chair
+
easychair'kursi malas'3.
Kata majemuk yang terbentuk dari dua adjektiva, misalnyaDeaf + mute
-)
deaf-mute'bisutuli'
Second +
bom
->
second-bom 'terlahir kembali'4.
Kata majemuk yang terbentuk dari verba dan nomina, misalnyaPick +
+
pickpokect'copet,
score
*
board
->
scoreboard'papan angka'Selain keempat proses utama pembentukan kata secara derivasional tersebut, kata-kata
bahasa Inggris
juga
dapat dibentukmelalui
prosesmorfologi
seperti: back formation,r e dup I i c at i o n, c I ipp i n g, ac ro nym, dan b I e nding.
PENUTUP
Proses morfologi dalam bahasa Inggris dapat terjadi secara infleksional atau derivasional.
Perbedaan utama antaraproses morfologi infleksional dan derivasional adalah bahwa proses morfologi infleksional tidak menghasilkan leksem baru tetapi hanya menghasilkan kata-kata
gramatikal
sesuai dengankaidah sintaktik,
sedangkan prosesmorfologi
derivasionalmenghasilkan kata leksikal baru yang berbeda leksemnya dengan bentuk dasamya. Dalam
bahasa
Inggris,
prosesmorfologi
derivasional dapatterjadi melalui
proses prefiksasi(penambahan awalan), sufiksasi (penambahan akhiran), konversi, dan pemajemukan. Selain
itu ada juga cara pembentukan kata melalui backformation, reduplication, cltpping, ocronym,
dan blending.
DAFTAR PUSTAKA
Aronoff, Mark
&
Fudeman,Kirsten.
2005. WhatIs
Morphology?Victoria: Blackwell
Publishing.
Bauer, Laurie. 1988. Inrroducing Linguistic Morpholog,,.Edinburgh: Edinburgh University
Press.
Booij,
Geert. 2005. The grammarof
words.oxford.
oxford
university
press.Crowley, Terry,
et
al.
1995. The Designof
Language:An Introduction to
DescriptiveLinguistic s. New Zealand. Longman paul Limited.
Ermanto. 2008. "Perspektif
Morfologi
Derivasional dan Infleksional Pada Verba BerafiksBahasa Indonesia."
Kajian
Linguistik dan Sastra. Vol. 20No.
I
Juni 2008: 24-37.Fromkin, Victoria, Rodman, Robert,
&
Hyams, Nina.2003 . An Introduction to Languctge. Singapore: Thomson Wadsworth.Hurford,
JamesR,
Heasley, Brendan&
Smith, MichaelB.
2007. Semantics:A
CourseBook. Cambridge: Cambridge University press.
o
l-t
I-E
Sunordi, Morfologi
Derivasional dalam Bahasa InggrisKatamba, Francis. 1993. Morpholog,,. London: The Macmillan Press Ltd.
Katamba, Francis. 2005. Engl ish Words. New York: Routledge.
Lieber, Rochelle.
2004.Morphologt
andLexical
Semantics. Cambridge. CambridgeUniversity Press.
Matthews,
P.H.
1974.Morphologt: An
Iniroduction
to
the
Theoryof
Word-Structure.London: Cambridge University Press.
McCharty, Carstairs Andrew. 2002. An Introduction to English
Morphology:
Words andThe
ir
Structure. Edinburgh: Edinburgh University Press.Plag, Ingo. 2003. Word-Formation in English.Cambridge. Cambrid'ge University Press.
Quirk,
Randolph,et
al.
1985.A
Comprehensive Grammarof
theEnglish
Language. London. Longman.Subroto,
D.
Edi.
1996."Konsep Leksem dan Upaya PengorganisasianKembali
Lemadan Sublema Kamus Besar Bahasa Indonesia" dalam