Pengertian Media Pengertian Media
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan
Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu,Selain itu, diperlukan juga bahan
diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. lain-lain. Zat pengatur tumbuhZat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan
dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.yang dilakukan.
Formulasi Media Formulasi Media
Terdapat banyak formula media tanam kultur jaringan yang pada umumnya diberi nama Terdapat banyak formula media tanam kultur jaringan yang pada umumnya diberi nama sesuai dengan nama penemunya, antara lain:
sesuai dengan nama penemunya, antara lain: a.
a. Murashige dan Skoog (MS), memiliki kisaran pemakaian yang paling luasMurashige dan Skoog (MS), memiliki kisaran pemakaian yang paling luas b.
b. Gamborg atau B-5, cocok untuk kultur suspensi sel kedelai dan legume.Gamborg atau B-5, cocok untuk kultur suspensi sel kedelai dan legume. c.
c. Media WhiteMedia White ,untuk keperluan kultur jaringan tumor bunga matahari,,untuk keperluan kultur jaringan tumor bunga matahari, d.
d. Knop, digunakan untuk menumbuhkan kalus wortel.Knop, digunakan untuk menumbuhkan kalus wortel. e.
e. Vacin Went (VW), digunakan untuk media anggrekVacin Went (VW), digunakan untuk media anggrek f.
f. Nitsch dan Nitsch, digunakan u Nitsch dan Nitsch, digunakan untuk kultur tepung sari dan kuntuk kultur tepung sari dan kultur selltur sel g.
g. Schenk dan Hildebrandt (SH), digunakan untuk media tanam dikotilSchenk dan Hildebrandt (SH), digunakan untuk media tanam dikotil h.
h. Woody plant Plant Medium (WPM), digunakan untuk media tanaman Woody plant Plant Medium (WPM), digunakan untuk media tanaman berkayuberkayu i.
i. Media N6, Digunakan untuk tanaman serealia terutama padi.Media N6, Digunakan untuk tanaman serealia terutama padi.
Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi bahan kKomposisi bahan kimia pada beberapa formulasi media (mgimia pada beberapa formulasi media (mg/l)/l)
Unsur makro
Unsur makro VWVW SHSH MSMS B-5B-5 WPMWPM NitschNitsch KNO KNO33 80 80 2500 2500 1900 1900 2500 2500 - - 950950 NH NH44 NO NO33 - - - - 1650 1650 - - 400 400 - -(NH (NH44))22 SO SO44 - - - - - - 134 134 - - - - NH NH44HH22POPO44 - - 300 300 - - - - - - - -CaCl CaCl22 2H 2H22O O - - 151 151 332,2 332,2 150 150 96 96 166166 Ca(NO Ca(NO33))224H4H22O O 285 285 - - - - - - 556 556 - -KCl KCl 65 65 - - - - - - - - - -KH KH22 PO PO44 - - - - 170 170 - - 170 170 6868 MgSO MgSO447H7H22O O 740 740 400 400 370 370 250 250 370 370 185185 Na
-Sumber; Sutter EG dalam trigiano, RN dan DJ gray (1996) Sumber; Sutter EG dalam trigiano, RN dan DJ gray (1996)
Media Kultur Jaringan Media Kultur Jaringan
Formulasi media kultur jaringan pertama kali dibuat berdasarkan komposisi larutan Formulasi media kultur jaringan pertama kali dibuat berdasarkan komposisi larutan yang digunakan untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur-unsur makronya. Unsur-unsur yang digunakan untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur-unsur makronya. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Koposisis media dan perkembangan hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Koposisis media dan perkembangan formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta pendekatan
pendekatan dari dari masing-masing masing-masing peneliti. peneliti. Beberapa Beberapa jenis jenis sensitif sensitif terhadap terhadap konsentrasikonsentrasi senyawa makro tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya. Pada senyawa makro tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya. Pada periode
periode tahun tahun 1930an, 1930an, formulasi formulasi media media terutama terutama ditujukan ditujukan untuk untuk menumbuhkan akar, menumbuhkan akar, tubertuber dan kambium. Media untuk penumbuhan akar yang dikembangkan oleh White (1934 dalam dan kambium. Media untuk penumbuhan akar yang dikembangkan oleh White (1934 dalam Gunawan 1988), pertama White menggunakan media yang berisi garam anorganik, yeast Gunawan 1988), pertama White menggunakan media yang berisi garam anorganik, yeast ekstrak dan sucrose, tetapi kemudian yeast ekstrak digantikan dengan 3 macam vitamin B, ekstrak dan sucrose, tetapi kemudian yeast ekstrak digantikan dengan 3 macam vitamin B, yaitu pyridoxine, thiamine dan nicotinic acid (Chawla, 2002).
yaitu pyridoxine, thiamine dan nicotinic acid (Chawla, 2002). NaH
NaH22POPO44 H H22O O 16,5 16,5 - - - - 130,5 130,5 - - - -Unsure Mikro Unsure Mikro MnSO MnSO44.4H.4H22O O 7 7 13,2 13,2 16,9 16,9 10 10 29,4 29,4 2525 ZnSO ZnSO44.7H.7H22O O 2,67 2,67 1 1 8,6 8,6 2 2 8,6 8,6 1010 H H33BOBO33 1,5 1,5 5 5 6,2 6,2 3 3 6,2 6,2 1010 KI KI 0,75 0,75 0,1 0,1 0,83 0,83 0,75 0,75 - - - -CuSO CuSO44 5H 5H22O O 0,01 0,01 0,2 0,2 0,025 0,025 0,025 0,025 0,25 0,25 0,0250,025 NaMoO NaMoO33 0,001 0,001 - - - - - - - - - - NaMoO NaMoO44.2H.2H22O O - - 0,1 0,1 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,250,25 CoCl CoCl22 6H 6H22O O - - 0,1 0,1 0,025 0,025 0,025 0,025 - - - -FeSO FeSO44 7H 7H22O O - - 15 15 27,8 27,8 27,8 27,8 27,8 27,8 27,827,8 Fe Fe22(SO(SO44))33 2,5 2,5 - - - - - - - - - - Na
Na22EDTA EDTA - - 20,1 20,1 37,3 37,3 37,3 37,3 37,3 37,3 37,337,3 Vitamin Vitamin Mio-inositol Mio-inositol - - 1000 1000 100 100 100 100 100 100 100100 Tiamin Tiamin HCl HCl 0,1 0,1 5 5 0,1 0,1 10 10 0,1 0,1 0,50,5 Piridoksin Piridoksin HCl HCl 0,1 0,1 0,5 0,5 0,5 0,5 0,1 0,1 0,5 0,5 0,50,5 Asam
Asam nicotin nicotin 0,5 0,5 5 5 0,5 0,5 1 1 0,5 0,5 55 Glisin
Glisin 3 3 - - 2 2 - - 2 2 22
Biotin
Macam-Macam Media Kultur Macam-Macam Media Kultur
1.
1. Media KnopMedia Knop
Media Knop dapat juga digunakan untuk menumbuhkan kalus wortel. Kultur kalus, biasanya Media Knop dapat juga digunakan untuk menumbuhkan kalus wortel. Kultur kalus, biasanya ditumbuhkan pada media dengan kosentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur ditumbuhkan pada media dengan kosentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar dengan penambahan suplemen seperti glucosa, gelatine, thiamine, cysteine-HCl dan akar dengan penambahan suplemen seperti glucosa, gelatine, thiamine, cysteine-HCl dan IAA (Dodds and Roberts, 1983)
IAA (Dodds and Roberts, 1983).. 2.
2. Media WhiteMedia White Media White
Media White dikembangkan oleh Hildebrant untuk keperluan kultur jaringan tumor bungadikembangkan oleh Hildebrant untuk keperluan kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur te
pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Unsur F, Ca, Hg mbakau. Unsur F, Ca, Hg dan S pada dan S pada media untuk tumormedia untuk tumor bunga
bunga matahari matahari ini, ini, sama sama dengan dengan media media untuk untuk jaringan jaringan normal normal yang yang dikembangkandikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3- dan K+ yang digunakan Hildebrant ini lebih tinggi dari media kemudian. Konsentrasi NO3- dan K+ yang digunakan Hildebrant ini lebih tinggi dari media white, tetapi masih lebih rendah dari pada media-media lain yang umum digunakan white, tetapi masih lebih rendah dari pada media-media lain yang umum digunakan sekarang.
sekarang. 3.
3. Media Knudson dan media Vacin and WentMedia Knudson dan media Vacin and Went Media Knudson
Media Knudson dan media Vacin and Wendan media Vacin and Went, t, media ini dikembangkan media ini dikembangkan khusus untuk kukhusus untuk kulturltur anggrek. Tanaman yang ditanam di kebun dapat tumbuh dengan baik dengan pemupukan anggrek. Tanaman yang ditanam di kebun dapat tumbuh dengan baik dengan pemupukan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Knudson pada tahun 1922, menemukan penambahan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Knudson pada tahun 1922, menemukan penambahan 7.6 mM NH4+ disamping 8.5 mM NO3-, sangat baik untuk perkencambahan dan 7.6 mM NH4+ disamping 8.5 mM NO3-, sangat baik untuk perkencambahan dan pertumbuhan
pertumbuhan biji biji anggrek. anggrek. Penambahan Penambahan NH4+ NH4+ ternyata ternyata dibutuhkan dibutuhkan untuk untuk perkembanganperkembangan prtocorm.
prtocorm. 4.
4. Media Nitsch & NitschMedia Nitsch & Nitsch
Media Nitsch & Nitsch, menggunakan NO3- dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi untuk Media Nitsch & Nitsch, menggunakan NO3- dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi untuk mengkulturkan jaringan tanaman artichoke Jerussalem. Penambahan ammonium khlorida mengkulturkan jaringan tanaman artichoke Jerussalem. Penambahan ammonium khlorida sebanyak 0.1 mM, menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Mereka mengambil sebanyak 0.1 mM, menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Mereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller
kesimpulan, bahwa NH4+ sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller etal etal (1956 (1956
dalam Gunawan 1988). dalam Gunawan 1988).
Pertumbuhan sel dari jaringan suatu organ dibandingkan dengan jaringan tumor tanaman Pertumbuhan sel dari jaringan suatu organ dibandingkan dengan jaringan tumor tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), menunjukkan bahwa penambahan ammonium ke dalam Venca rosea (Catharanthus roseus), menunjukkan bahwa penambahan ammonium ke dalam media White yang sudah dimodifikasi, mempunyai pertumbuhan yang lebih baik. media White yang sudah dimodifikasi, mempunyai pertumbuhan yang lebih baik. Konsentrasi NO3-, NH4-, K+ dan H2PO4- yang diperoleh, hampir sama dengan yang Konsentrasi NO3-, NH4-, K+ dan H2PO4- yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller (Wood & Braun (1961 dalam
5.
5. Media Murashige & Skoog (media MS)Media Murashige & Skoog (media MS) Media Murashige
Media Murashige & Skoog (media & Skoog (media MS) MS) merupakan perbaikan merupakan perbaikan komposisi media komposisi media Skoog,Skoog, terutama kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur terutama kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan
jaringan tembakau. tembakau. Media Media MS MS mengandung mengandung 40 40 mM mM N N dalam dalam bentuk bentuk NO3 NO3 dan dan 29 29 mM mM NN dalam bentuk NH4+. Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada dalam bentuk NH4+. Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari media tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi media Miller, 15 kali lebih tinggi dari media tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan P, 1.25 mM. Unsur dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan P, 1.25 mM. Unsur makro lainnya konsemtrasinya dinaikkan sedikit.
makro lainnya konsemtrasinya dinaikkan sedikit.
Media MS paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur pada tahun-tahun sesudah Media MS paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur pada tahun-tahun sesudah penemuan
penemuan media media MS, MS, sehingga sehingga dikembangkan dikembangkan media-media media-media lain lain berdasarkan berdasarkan media media MSMS tersebut, antara lain media :
tersebut, antara lain media :
Lin & Staba, menggunakan media dengan setengah dari komposisi unsur makro MS,Lin & Staba, menggunakan media dengan setengah dari komposisi unsur makro MS,
dan memodifikasi : 9 mM ammonium nitrat yang seharusnya 10mM, sedangkan KH2 dan memodifikasi : 9 mM ammonium nitrat yang seharusnya 10mM, sedangkan KH2 PO4 yang dikurangi menjadi 0.5 Mm, tidak 0.625 mM. Larutan senyawa makro dari PO4 yang dikurangi menjadi 0.5 Mm, tidak 0.625 mM. Larutan senyawa makro dari media Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin untuk penelitian media Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin untuk penelitian embryogenesis kultur jaringan wortel dan juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch embryogenesis kultur jaringan wortel dan juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967 dalam Gunawan 1988) serta Nitsch & Nitsch (1969 dalam Gunawan 1988) (1967 dalam Gunawan 1988) serta Nitsch & Nitsch (1969 dalam Gunawan 1988) dalam penelitian kultur anther.
dalam penelitian kultur anther.
Modifikasi media MS yang lain dibuat oleh Durzan et alI (1973 dalam GunawanModifikasi media MS yang lain dibuat oleh Durzan et alI (1973 dalam Gunawan
1988) untuk kultur suspensi sel white spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ 1988) untuk kultur suspensi sel white spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3-, dan menambah konsentrasi Ca2+ nya.
dan NO3-, dan menambah konsentrasi Ca2+ nya.
Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS dengan menurunkan konsentrasi NO3-,Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS dengan menurunkan konsentrasi NO3-,
K+, Ca2+, Mg2+ dan SO4-2 untuk keperluan kultur
K+, Ca2+, Mg2+ dan SO4-2 untuk keperluan kultur pucuk Bougainvillea glabra.pucuk Bougainvillea glabra. 6.
6. Media Gamborg B5 (media B5)Media Gamborg B5 (media B5) Media Gamborg B5 (media B5)
Media Gamborg B5 (media B5) pertama pertama kali kali dikembangkan dikembangkan untuk untuk kultur kultur kalus kalus kedelaikedelai dengan konsentrasi nitrat dan amonium lebih rendah dibandingkan media MS. Untuk dengan konsentrasi nitrat dan amonium lebih rendah dibandingkan media MS. Untuk selanjutnya media B5 dikembangkan untuk kultur kalus dan suspensi, serta sangat baik selanjutnya media B5 dikembangkan untuk kultur kalus dan suspensi, serta sangat baik sebagai media dasar untuk meregenerasi seluruh bagian tanaman.. Pada masa ini media B5 sebagai media dasar untuk meregenerasi seluruh bagian tanaman.. Pada masa ini media B5 juga
juga digunakan digunakan untuk untuk kultur-kultur kultur-kultur lain. lain. Media Media ini ini dikembangkan dikembangkan dari dari komposisi komposisi PRL-4,PRL-4, media ini menggunakan konsentrasi NH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih tinggi media ini menggunakan konsentrasi NH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang diberikan setelah 1 mM, Ca2+ dari 2 mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang diberikan setelah 1 mM, Ca2+ antara 1-4 mM, sedangkan Mg2+ antara 0.5-3 mM (Gamborg
7.
7. Media Schenk & Hildebrant (media SH)Media Schenk & Hildebrant (media SH)
Media Schenk & Hildebrant (media SH) merupakan media yang juga cukup terkenal, untuk Media Schenk & Hildebrant (media SH) merupakan media yang juga cukup terkenal, untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil (Trigiano & Gray, 2000). Konsentrasi ion-ion kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil (Trigiano & Gray, 2000). Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi pada media Gamborg dengan dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi pada media Gamborg dengan perbedaan kecil
perbedaan kecil yaitu level yaitu level Ca2+, Mg2+, Ca2+, Mg2+, dan PO4-3 dan PO4-3 yang lebih tiyang lebih tinggi. Schenk & nggi. Schenk & HildebrantHildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media SH dan mendapatkan mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media SH dan mendapatkan bahwa:
bahwa: 32 32 % % dari dari spesies spesies yang yang dicobakan, dicobakan, tumbuh tumbuh dengan dengan sangat sangat baik, baik, 19% 19% baik, baik, 30%30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada tiap jenis tanaman tersebut berbeda. Media SH ini cukup luas penggunaannya, diberikan pada tiap jenis tanaman tersebut berbeda. Media SH ini cukup luas penggunaannya, terutama untuk tanaman legume.
terutama untuk tanaman legume.
8.
8. Media WPM (Woody Plant Medium)Media WPM (Woody Plant Medium)
Media WPM (Woody Plant Medium) yang dikembangkan oleh Lioyd & Mc Coen pada tahun Media WPM (Woody Plant Medium) yang dikembangkan oleh Lioyd & Mc Coen pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang lebih rendah dari media MS. Media 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang lebih rendah dari media MS. Media diperuntukkan khusus tanaman berkayu, dan dikembangkan oleh ahli lain, tetapi sulfat yang diperuntukkan khusus tanaman berkayu, dan dikembangkan oleh ahli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media WPM. Saat ini WPM banyak digunakan untuk digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media WPM. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berperawakan perdu dan p
perbanyakan tanaman hias berperawakan perdu dan pohon-pohon.ohon-pohon.
9.
9. Media N6Media N6
Media N6 mempunyai ciri perbandingan NH
Media N6 mempunyai ciri perbandingan NH₄⁺₄⁺dan dan NONO₃⁻₃⁻ yang yang jauh pjauh perbandinganya.erbandinganya. Amonium
Amonium yang yang diberikan dalam diberikan dalam bentuk (NHbentuk (NH₄₄)SO)SO₄₄ hanya sebanyak 363 mg/l, sedangkan hanya sebanyak 363 mg/l, sedangkan KNO
KNO₃₃ 2830 mg/l. 2830 mg/l. Digunakan untuDigunakan untuk tanaman serealia terutama k tanaman serealia terutama padi.padi.
Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan.
perlakuan. Resep Resep media media dasar dasar adalah adalah resep resep kombinasi kombinasi zat zat yang yang mengandung mengandung hara hara esensialesensial (makro dan mikro), sumber energi dan vitamin.
(makro dan mikro), sumber energi dan vitamin. Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhanDalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar. Penamaan resep media dasar pada umumnya diambil dari nama macam media dasar. Penamaan resep media dasar pada umumnya diambil dari nama penemunya
penemunya atau atau peneliti peneliti yang yang menggunakan menggunakan pertama pertama kali kali dalam dalam kultur kultur khusus khusus dandan memperoleh suatu hasil yang penting artinya.