• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anatomi Dan Fisiologi Kelenjar Thyroid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Anatomi Dan Fisiologi Kelenjar Thyroid"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Thyroid

Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Thyroid

I. PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN

Kelenjar thyroid berperan dalam mempertahankan tingkat Kelenjar thyroid berperan dalam mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon thyroid merangsang konsumsi berfungsi normal. Hormon thyroid merangsang konsumsi O2O2 pada sebagian besar sel tubuh, memb

pada sebagian besar sel tubuh, membantu mengatur antu mengatur  metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal.1, 2

pertumbuhan dan pematangan normal.1, 2

Kelenjar thyroid tidak esensial bagi kehidupan, tetapi Kelenjar thyroid tidak esensial bagi kehidupan, tetapi

ketiadaannya menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik ketiadaannya menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental, berkurangnya daya tahan terhadap dingin, serta dan mental, berkurangnya daya tahan terhadap dingin, serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan (dwarfisme). Sebaliknya, sekresi thyroid yang berlebihan (dwarfisme). Sebaliknya, sekresi thyroid yang berlebihan menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takhikardi, tremor  menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takhikardi, tremor  dan kelebihan pembentukan panas.1, 2

dan kelebihan pembentukan panas.1, 2

Pada mammalia, kelenjar thyroid juga mensekresi kalsitonin, yaitu Pada mammalia, kelenjar thyroid juga mensekresi kalsitonin, yaitu suatu hormon yang berfungsi menurunkan

suatu hormon yang berfungsi menurunkan kadar kalsium dalamkadar kalsium dalam darah.1, 2

darah.1, 2

II. EMBRIOLOGI KELENJAR THYROID

II. EMBRIOLOGI KELENJAR THYROID

Kelenjar thyroid berkembang mulai pada minggu keempat Kelenjar thyroid berkembang mulai pada minggu keempat kehidupan fetal dengan membentuk endoderm di medial, kehidupan fetal dengan membentuk endoderm di medial, tumbuh ke bawah dari pangkal lidah.

tumbuh ke bawah dari pangkal lidah. Proses tumbuh ke bawah iniProses tumbuh ke bawah ini dengan cepat membentuk saluran yang disebut ductus

dengan cepat membentuk saluran yang disebut ductus thyroglossus. Saluran ini bermuara pada lidah berhubungan thyroglossus. Saluran ini bermuara pada lidah berhubungan dengan foramen secum. Ujung bawah terbelah menjadi dua dengan foramen secum. Ujung bawah terbelah menjadi dua lobus dan akhirnya terletak berhubungan dengan trachea pada lobus dan akhirnya terletak berhubungan dengan trachea pada sekitar minggu ketujuh. Ductus thyroglossus kemudian

sekitar minggu ketujuh. Ductus thyroglossus kemudian menghilang, tetapi bagian terbawah sering tetap ada dalam menghilang, tetapi bagian terbawah sering tetap ada dalam bentuk lobus piramidalis.

bentuk lobus piramidalis.

Melalui pertumbuhan ke dalam dari mesenkim vaskular yang Melalui pertumbuhan ke dalam dari mesenkim vaskular yang mengelilinginya, sel-sel endodermal dipisahkan menjadi mengelilinginya, sel-sel endodermal dipisahkan menjadi kelompokan sel kecil, yang dengan cepat membentuk suatu kelompokan sel kecil, yang dengan cepat membentuk suatu lumen yang dikelilingi oleh selapis sel-sel. Koloid tampak dalam lumen yang dikelilingi oleh selapis sel-sel. Koloid tampak dalam lumen pada sekitar minggu kesebelas dan strukturnya sekarang lumen pada sekitar minggu kesebelas dan strukturnya sekarang disebut folikel. Tiroksin tampak ada dalam kelenjar pada

disebut folikel. Tiroksin tampak ada dalam kelenjar pada perkembangan saat ini.

perkembangan saat ini.

Bersamaan dengan pembentukan lobus thyroid, berkembang Bersamaan dengan pembentukan lobus thyroid, berkembang pula badan ultimobranchial dari kantong insang keempat. Badan pula badan ultimobranchial dari kantong insang keempat. Badan ini terdiri atas sel-sel yang berasal dari kri

ini terdiri atas sel-sel yang berasal dari krista neuralis. Badansta neuralis. Badan ultimobranchial menjadi satu dengan primordium thyroid dan ultimobranchial menjadi satu dengan primordium thyroid dan sel-selnya menyebar menjadi sel-sel C.

selnya menyebar menjadi sel-sel C.

Secara embriologi

Secara embriologi, tahap pembentukan kelenjar tiroid adalah:, tahap pembentukan kelenjar tiroid adalah:

y

y Kelenjar tiroid mulanya merupakan dua buah tonjolanKelenjar tiroid mulanya merupakan dua buah tonjolan

dari dinding depan bagian tengah farings, yang dari dinding depan bagian tengah farings, yang terbentuk pada usia kelahiran 4 minggu. Tonjolan terbentuk pada usia kelahiran 4 minggu. Tonjolan pertama disebut

pertama disebut pharyngeal pouch,pharyngeal pouch, yaitu antara arcusyaitu antara arcus brachialis 1 dan 2. Tonjolan kedua pada

brachialis 1 dan 2. Tonjolan kedua padaforamen ceacumforamen ceacum,, yang berada ventral di bawah cabang fari

yang berada ventral di bawah cabang farings I.ngs I.

y

y Pada minggu ke-7, tonjolan dari foramen caecum akanPada minggu ke-7, tonjolan dari foramen caecum akan

menuju pharyngeal pouch melalui saluran yang disebut menuju pharyngeal pouch melalui saluran yang disebut d

ductus thyroglossusuctus thyroglossus.. y

y Kelenjar tiroid akan mencapai kematangan pada akhir Kelenjar tiroid akan mencapai kematangan pada akhir 

bulan ke-3, dan ductus thyroglossus akan menghilang. bulan ke-3, dan ductus thyroglossus akan menghilang. Posisi akhir kelenjar tiroid terletak di depan

Posisi akhir kelenjar tiroid terletak di depan vvertebraertebra

cer 

cer vivicalcaliis 5s 5,,66, dan, dan77.. y

y NNamun pada kelainan klinis, sisa kelenjar tiroid ini jugaamun pada kelainan klinis, sisa kelenjar tiroid ini juga

masih sering ditemukan di pangkal lidah (ductus masih sering ditemukan di pangkal lidah (ductus

thyroglossus/lingua thyroid) dan pada bagian leher yang thyroglossus/lingua thyroid) dan pada bagian leher yang lain.

lain.

III. ANATOMI KELENJAR THYROID

III. ANATOMI KELENJAR THYROID

Thyroid adalah suatu kelenjar endokrin yang sangat vaskular, Thyroid adalah suatu kelenjar endokrin yang sangat vaskular, berwarna merah kecoklatan dengan konsistensi yang lunak. berwarna merah kecoklatan dengan konsistensi yang lunak. Kelenjar thyroid terdiri dari dua buah lobus yang simetris. Kelenjar thyroid terdiri dari dua buah lobus yang simetris. Berbentuk konus dengan ujung cranial yang kecil dan ujung Berbentuk konus dengan ujung cranial yang kecil dan ujung caudal yang besar. Antara kedua lobus dihubu

caudal yang besar. Antara kedua lobus dihubungkan olehngkan oleh isthmus, dan dari tepi superiornya terdapat lobus pi

isthmus, dan dari tepi superiornya terdapat lobus piramidalisramidalis yang bertumbuh ke cranial, dapat mencapai os hyoid

yang bertumbuh ke cranial, dapat mencapai os hyoideum. Padaeum. Pada umumnya lobus piramidalis berada di sebelah ki

umumnya lobus piramidalis berada di sebelah kiri lineari linea mediana.5, 6, 7

mediana.5, 6, 7

Setiap lobus kelenjar thyroid mempunyai ukuran kira-kira 5 cm, Setiap lobus kelenjar thyroid mempunyai ukuran kira-kira 5 cm, dibungkus oleh fascia propria yang disebut true capsule, dan di dibungkus oleh fascia propria yang disebut true capsule, dan di sebelah superficialnya terdapat fascia pretrachealis yang sebelah superficialnya terdapat fascia pretrachealis yang membentuk false capsule.7, 8

membentuk false capsule.7, 8

Topografi Kelenjar Thyroid

Topografi Kelenjar Thyroid

Kelenjar thyroid berada di bagian anterior leher, di sebelah Kelenjar thyroid berada di bagian anterior leher, di sebelah ventral bagian caudal larynx dan bagian cranial tr

ventral bagian caudal larynx dan bagian cranial trachea, terletakachea, terletak berhadapan dengan vertebra C 5-7 dan vertebra Th 1. Kedua berhadapan dengan vertebra C 5-7 dan vertebra Th 1. Kedua lobus bersama-sama dengan isthmus memberi bentuk huruf U. lobus bersama-sama dengan isthmus memberi bentuk huruf U. Ditutupi oleh m. sternohyoideus dan m.sternothyroideus. Ujung Ditutupi oleh m. sternohyoideus dan m.sternothyroideus. Ujung cranial lobus mencapai linea obliqua cartilaginis

cranial lobus mencapai linea obliqua cartilaginis thyreoideaethyreoideae,, ujung inferior meluas sampai cincin trachea 5-6. I

ujung inferior meluas sampai cincin trachea 5-6. Isthmus difiksasisthmus difiksasi pada cincin trachea 2,3 dan 4. Kelenjar thyroid juga difiksasi pada pada cincin trachea 2,3 dan 4. Kelenjar thyroid juga difiksasi pada trachea dan pada tepi cranial cartilago cri

trachea dan pada tepi cranial cartilago cricoidea oleh penebalancoidea oleh penebalan fascia pretrachealis yang dinamakan ligament of Berry. fascia pretrachealis yang dinamakan ligament of Berry. Fiksasi-fiksasi tersebut menyebabkan kelenjar thyroid ikut bergerak pada fiksasi tersebut menyebabkan kelenjar thyroid ikut bergerak pada saat proses menelan berlangsung. Topografi kelenjar thyroid saat proses menelan berlangsung. Topografi kelenjar thyroid adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut:

 Di sebelah anterior terdapat m. infrahyoideus, yaitu m.  Di sebelah anterior terdapat m. infrahyoideus, yaitu m. sternohyoideus, m. sternothyroideus, m. thyrohyoideus dan m. sternohyoideus, m. sternothyroideus, m. thyrohyoideus dan m. omohyoideus.

omohyoideus.

 Di sebelah medial terdapat larynx, pharynx, trachea dan  Di sebelah medial terdapat larynx, pharynx, trachea dan oesophagus, lebih ke bagian profunda terdap

oesophagus, lebih ke bagian profunda terdapat nervus laryngeusat nervus laryngeus superior ramus externus dan di antara oesophagus dan trachea superior ramus externus dan di antara oesophagus dan trachea berjalan nervus laryngeus recurrens.

berjalan nervus laryngeus recurrens.NNervus laryngeus superior ervus laryngeus superior  dan nervus laryngeus recurrens merupakan percabangan dan nervus laryngeus recurrens merupakan percabangan daridari nervus vagus. Pada regio colli,

nervus vagus. Pada regio colli, nervus vagus mempercabangkannervus vagus mempercabangkan ramus meningealis, ramus auricularis, ramus pharyngealis, nervus ramus meningealis, ramus auricularis, ramus pharyngealis, nervus laryngeus superior, ramus cardiacus superior,

laryngeus superior, ramus cardiacus superior, ramus cardiacusramus cardiacus inferior, nervus laryngeus reccurens dan ramus untuk sinus inferior, nervus laryngeus reccurens dan ramus untuk sinus caroticus dan carotid body.

caroticus dan carotid body.  Di sebelah postero-lateral

 Di sebelah postero-lateral terletak carotid sheath yangterletak carotid sheath yang membungkus a. caroticus communis, a. c

membungkus a. caroticus communis, a. caroticus internus, venaaroticus internus, vena jugularis interna dan nervus vagus. Carotid sheath terbentuk dari jugularis interna dan nervus vagus. Carotid sheath terbentuk dari fascia colli

fascia colli media, berbentuk lembaran pada sisi arteri danmedia, berbentuk lembaran pada sisi arteri dan menjadi tipis pada sisi

menjadi tipis pada sisi vena jugularis interna. Carotid sheathvena jugularis interna. Carotid sheath mengadakan perlekatan pada tepi foramen caroticum, meluas ke mengadakan perlekatan pada tepi foramen caroticum, meluas ke caudal mencapai arcus aortae. Fascia colli

caudal mencapai arcus aortae. Fascia colli media juga membentukmedia juga membentuk fascia pretrachealis yang berada di bagi

fascia pretrachealis yang berada di bagian profunda otot-ototan profunda otot-otot infrahyoideus. Pada tepi kelenjar thyroid, fascia i

infrahyoideus. Pada tepi kelenjar thyroid, fascia itu terbelah duatu terbelah dua dan membungkus kelenjar thyroid tetapi tidak melekat pada dan membungkus kelenjar thyroid tetapi tidak melekat pada kelenjar tersebut, kecuali pada bagian di antara isthmus d kelenjar tersebut, kecuali pada bagian di antara isthmus danan cincin trachea 2, 3 dan 4.8

(2)

Vaskularisasi Kelenjar Thyroid

Kelenjar thyroid memperoleh darah dari arteri thyroidea sup erior, arteri thyroidea inferior dan kadang-kadang arteri thyroidea ima (kira-kira 3 %). Pembuluh darah tersebut terletak antara kapsula fibrosa dan fascia pretrachealis.8

Arteri thyroidea superior merupakan cabang pertama arte ri caroticus eksterna, melintas turun ke kutub atas masing-masing lobus kelenjar thyroid, menembus fascia pretrachealis dan membentuk ramus glandularis anterior dan ramus glandularis posterior.8

Arteri thyroidea inferior merupakan cabang truncus

thyrocervicalis, melintas ke superomedial di belakang caroted sheath dan mencapai aspek posterior kelenjar thyroid. Truncus thyrocervicalis merupakan salah satu percabangan dari arteri subclavia. Arteri thyroidea inferior terpecah menjadi cabang-cabang yang menembus fascia pretrachealis dan memasok darah ke kutub bawah kelenjar thyroid.8

Arteri thyroidea ima biasanya dipercabangkan oleh truncus brachiocephalicus atau langsung dipercabangkan dari arcus aortae.8

Tiga pasang vena thyroidea menyalurkan darah dari pleksus vena pada permukaan anterior kelenjar thyroid dan trac hea. Vena thyroidea superior menyalurkan darah dari kutub atas, vena thyroidea media menyalurkan darah dari bagian tengah kedua lobus dan vena thyroidea inferior menyalurkan darah dari kutub bawah. Vena thyroidea superior dan vena thyroidea media bermuara ke dalam vena jugularis interna, dan vena thyroidea inferior bermuara ke dalam vena brachiocephalica.8

Innervasi Kelenjar Thyroid

Persarafan simpatis diperoleh dari ganglion cervicalis superior  dan ganglion cervicalis media yang mencapai kelenjar thyroid dengan mengikuti arteri thyroidea superior dan art eri thyroidea inferior atau mengikuti perjalanan nervus laryngeus su perior  ramus eksternus dan nervus laryngeus recurrens. S erat-serat saraf simpatis mempunyai efek perangsangan pada aktifi tas sekresi kelenjar thyroid.3, 8

Nervus laryngeus superior mengandung komponen motoris

untuk m. cricothyroidea, dan komponen sensoris untuk dinding larynx di sebelah cranial plica vocalis.Nervus laryngeus recurrens mengandung komponen motoris untuk semua otot intrinsik laryngeus dan komponen sensoris untuk dinding larynx di sebelah caudal dari plica vocalis.8

Nervus laryngeus superior mempercabangkan ramus i nternus dan ramus eksternus. Ramus internus berjalan menembus membrana thyrohyoidea, dinding anterior fossa piriformis dan mencapai otot-otot lateral serta membawa komponen se nsoris untuk dinding larynx di cranial plica voc alis dan aditus laryngeus. Sedangkan ramus eksternus mempersarafi m. c ricothyroidea. Kerusakan pada nervus laryngeus superior menyebabkan

perubahan suara yang khas dan hilangnya sensasi dalam larynx di cranial plica vocalis.8

Nervus laryngeus recurrens yang terletak dalam sulkus

tracheoesophagus memasuki pharynx dengan melewati bagian profunda tepi inferior m. constrictor pharyngeus inferior dan berada pada bagian dorsal articulatio c ricothyroidea. Kerusakan pada nervus recurrens menyebabkan paralisis plica vocalis.8

Aliran Limfe Kelenjar Thyroid

Pembuluh limfe kelenjar thyroid melintas di dalam jaringan ikat antar lobulus dan berhubungan dengan anyaman pembuluh limfe kapsular. Dari sini pembuluh limfe menuju ke lymphonodus cervicalis anterior profunda prelaryngealis, lymphonodus cervicalis anterior profunda pretrachealis dan lymp honodus cervicalis anterior profunda paratrachealis.8

Di sebelah lateral, pembuluh limfe mengikuti vena thyroidea superior dan melintas ke lymphonodus cervicalis profunda.8

Struktur Histologis Kelenjar Thyroid

Kelenjar thyroid hampir seluruhnya terdiri atas kista-kista bulat yang disebut folikel. Folikel adalah unit struktural dan unit fungsional, terdiri atas epitel selapis kubis y ang mengelilingi suatu ruangan yang berisi koloid. Folikel- folikel bervariasi ukurannya dari diameter sekitar 50 m sampai 1 mm dan y ang terbesar tampak secara makroskopis. Folikel dikelilingi oleh membrana basalis yang tipis dan jaringan i kat interstisial membentuk jala-jala retikulin sekeliling membrana basalis.3 Sel-sel folikular biasanya berbentuk kubis, t etapi tingginya berbeda-beda, tergantung pada keadaan fu ngsional kelenjar itu. Jika thyroid secara relatif tidak aktif, sel-selnya hampir gepeng. Sedangkan dalam keadaan kelenjar sangat aktif, sel-sel akan berbentuk kolumnar.Namun keadaan fungsional kelenjar 

tidaklah harus secara ekslusif berdasarkan pada tingginya epi tel.3 Sel-sel folikular semuanya membatasi lumen dan mempunyai i nti bulat dengan warna agak pucat. Di ruang interfolikular, terdapat fibroblast yang tersebar dan serat-serat kolagen yang tipi s. Selain itu, terdapat sejumlah besar kapilar ti pe fenestrata yang sering berhubungan langsung dengan lamina basalis foli kel.

Ultrastruktur sel-sel folikular memperlihatkan semua ciri-ciri sel yang pada saat yang sama membuat, mengekskresikan,

menyerap dan mencerna protein. Bagian basal sel-sel ini penuh dengan retikulum endoplasma kasar. Inti umumnya bulat dan terletak di pusat sel. Kompleks Golgi terdapat pa da kutub apikal. Di daerah ini terdapat banyak lisosom dan beberapa fagosom besar. Membran sel kutub apikal memili ki mikrovili. Mitokondria, retikulum endoplasma kasar dan ribosom tersebar di seluruh sitoplasma.3, 11

Sel-sel C terletak di antara membrana basalis dan sel-sel fol ikular. Berbentuk lonjong, lebih besar dan lebih pucat daripada s el folikular dan juga berisi inti lebih besar dan lebih pucat.3, 11

IV. FISIOLOGI KELENJAR THYROID Biosintesis Hormon Thyroid

Iodium adalah adalah bahan dasar yang sangat pe nting dalam biosintesis hormon thyroid. Iodium yang dikonsumsi diubah menjadi iodida kemudian diabsorbsi. Kelenjar thyroid

mengkonsentrasikan iodida dengan mentransport aktif i odida dari sirkulasi ke dalam koloid. Mekanisme transport tersebut dikenal dengan  iodide trapping mechanism.Na+ dan

I-ditransport dengan mekanisme cotransport ke dalam sel thyroid, kemudianNa+ dipompa ke interstisial olehNa+-K+ATPase.1 Di dalam kelenjar thyroid, iodida mengalami oksidasi menjadi iodium. Iodium kemudian berikatan dengan molekul tirosin yang melekat ke tiroglobulin. Tiroglobulin adalah molekul glikoprotein yang disintesis oleh retikulum endoplasma dan kompleks Golgi

(3)

sel-sel thyroid. Setiap molekul tiroglobulin mengandung 140 asam amino tirosin.1, 2

Enzim yang berperan dalam oksidasi dan pengikatan iodida adalah thyroid peroksidase. Senyawa yang terbentuk adalah monoiodotirosin (MIT) dan diodotirosin (DIT). Dua molekul DIT kemudian mengalami suatu kondensasi oksidatif membentuk tetraiodotironin (T4). Triiodotironin (T3) mungkin terbentuk melalui kondensasi MIT dengan DIT. Sejumlah kecil reverse triiodotironin (rT3) juga terbentuk, mungkin melal ui kondensasi DIT dengan MIT. Dalam thyroid manusia normal, distri busi rata-rata senyawa beriodium adalah 23 % MIT, 33 % DIT, 35 % T4 dan 7 % T3. RT3 dan komponen lain terdapat hanya dalam jumlah yang sangat sedikit.1, 2, 3, 11

Sekresi Hormon Thyroid

Sel-sel thyroid mengambil koloid melalui proses endositosis. Di dalam sel, globulus koloid menyatu dengan lisosom. Ikatan peptida antara residu beriodium dengan tiroglobulin terputus oleh protease di dalam lisosom, dan T4, T3, DIT serta MIT dibebaskan ke dalam sitoplasma. T4 dan T3 b ebas kemudian melewati membran sel dan dilepaskan ke dalam sirkulasi.1, 2, 1 1 MIT dan DIT tidak disekresikan ke dalam darah karena iodiumnya sudah dibebasakan sebagai akibat dari kerja intraselular 

iodotirosin dehalogenase. Hasil dari reaksi enzimatik ini adalah iodium dan tirosin. Iodium digunakan kembali oleh kelenjar dan secara normal menyediakan iodium dua kali lipat dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh pompa iodium.1, 2, 11

Transport dan Metabolisme Hormon Thyroid

Hormon thyroid yang bersirkulasi dalam plasma terikat pada protein plasma, yaitu: globulin pengikat tiroksin binding globulin, TBG), prealbumin pengikat tiroksin (thyroxine-binding prealbumin, TBPA) dan albumin pengi kat tiroksin (thyroxine-binding albumin, TBA). Kebanyakan hormon dalam sirkulasi terikat pada protein-protein tersebut dan hanya sebagian kecil saja (kurang dari 0,05 %) berada dalam bentuk bebas. 1, 2, 12

Hormon yang terikat dan yang bebas berada dalam

keseimbangan yang reversibel. Hormon yang bebas merupakan fraksi yang aktif secara metabolik, sedangkan fraksi yang lebih banyak dan terikat pada protein tidak dapat mencapai jaringan sasaran.1, 2, 12

Dari ketiga protein pengikat tiroksin, TBG merupakan protein pengikat yang paling spesifi k. Selain itu, tiroksin mempunyai afinitas yang lebih besar terhadap protein pengikat ini dibandingkan dengan triiodotironin. Akibatnya triiodotironin lebih mudah berpindah ke jaringan sasaran. Faktor ini yang merupakan alasan mengapa aktifitas metabolik triiodotironin lebih besar.1, 2, 12

Perubahan konsentrasi TBG dapat menyebabkan perubahan kadar tiroksin total dalam sirkulasi. Peningkatan TBG, seperti pada kehamilan, pemakaian pil kontrasepsi, hepatitis, si rosis primer kandung empedu dan karsinoma hepatoselular dapat mengakibatkan peningkatan kadar tiroksin yang terikat pada protein. Sebaliknya, penurunan TBG, misalnya pada sindrom nefrotik, pemberian glukokortikoid dosis tinggi, androgen dan steroid anabolik dapat menyebabkan pe nurunan kadar tiroksin yang terikat pada protein.12

Hormon-hormon thyroid diubah secara kimia sebelum diekskresi.

jawab atas ekskresi 70 % hormon yang disekresi. 30 % lainnya hilang dalam feses melalui ekskresi empedu sebagai glukuronida atau persenyawaan sulfat. Akibat deiodinasi, 80 % T4 dapat diubah menjadi 3,5,3-triiodotironin, sedangkan 20 % sisanya diubah menjadi reverse 3,3,5-triiodotironin (rT3) yang merupakan hormon metabolik yang tidak aktif.12

Mekanisme Kerja Hormon Thyroid

Mekanisme kerja hormon thyroid ada yang bersifat genomik melalui pengaturan ekspresi gen, dan non genomik melalui efek langsung pada sitosol sel, membran dan mitokondria.1, 1 2

Mekanisme kerja yang bersifat genomik dapat dijel askan sebagai berikut, hormon thyroid yang tidak terikat melewati membran sel, kemudian masuk ke dalam inti sel dan beri katan dengan reseptor thyroid (TR). T3 dan T4 masing- masing berikatan dengan reseptor tersebut, tetapi ikatannya tidak sama erat. T3 terikat lebih erat daripada T4.1,12

Kompleks hormon-reseptor kemudian berikatan dengan DNA

melalui jari-jari zinc dan meningkatkan atau pada beberapa keadaan menurunkan ekspresi berbagai gen ya ng mengkode enzim yang mengatur fungsi sel.1, 12

Ada dua gen TR manusia, yaitu gen reseptor  pada kromosom 17 dan gen reseptor  pada kromosom 3. Dengan ikatan alternatif, setiap gen membentuk paling tidak dua mRNA yang berbeda, sehingga akan terbentuk dua protein reseptor yang berbeda. TR2 hanya ditemukan di otak, sedangkan TR1, TR2 dan TR1 tersebar secara luas. TR2 berbeda dari ketiga reseptor yang lai n, yaitu tidak mengikat T3 dan fungsinya belum diketahui. Reseptor  thyroid (TR) berikatan dengan DNA sebagai monomer,

homodimer dan heterodimer bersama dengan reseptor inti yang lain.1, 12

Dalam hampir semua kerjanya, T3 bekerja lebih c epat dan 3-5 kali lebih kuat daripada T4. Hal ini disebabkan karena ikatan T3 dengan protein plasma kurang erat, tetapi terikat lebih erat pada reseptor hormon thyroid.1, 12

Efek Hormon Thyroid

Secara umum efek hormon thyroid adalah meningkatkan aktifitas metabolisme pada hampir semua jaringan dan organ tubuh, karena perangsangan konsumsi oksigen semua sel-sel tubuh. Kecepatan tumbuh pada anak-anak meningkat, aktifi tas

beberapa kelenjar endokrin terangsang dan aktifitas mental lebih cepat.3

Efek Kalor i genik Hormon thyroid

T4 dan T3 meningkatkatkan konsumsi O2 hampir pada semua jaringan yang metabolismenya aktif, kecuali pada jari ngan otak orang dewasa, testis, uterus, kelenjar limfe, li mpa dan hipofisis anterior.1 ,2, 13

Beberapa efek kalorigenik hormon thyroid disebabkan oleh metabolisme asam lemak yang dimobilisasi oleh hormon ini. Di samping itu hormon thyroid meningkatkan aktivitasN a+-K+ATPase yang terikat pada membran di banyak jaringan.1, 2, 13 Bila pada orang dewasa taraf metabolisme ditingkatkan oleh T4 dan T3, maka akan terjadi peningkatan ekskresi nitrogen. Bila masukan makanan tidak ditingkatkan pada kondisi tersebut, maka protein endogen dan simpanan lemak akan diuraikan yang berakibat pada penurunan berat badan.1, 2

Efek Hormon Thyroidpada Sistem Saraf 

(4)

dan ganglia basalis. Di samping itu, kokhlea juga dipengaruhi. Akibatnya, defisiensi hormon thyroid yang terjadi selama masa perkembangan akan menyebabkan retardasi mental, kekakuan motorik dan ketulian.1, 2

Hormon thyroid juga menimbulkan efek pada refleks. Waktu reaksi refleks regang menjadi lebi h singkat pada hipertiroidisme dan memanjang pada hipotiroidisme. 1

Pada hipertiroidisme, terjadi tremor halus pada otot. Tremor  tersebut mungkin disebabkan karena peningkatan aktivitas pada daerah-daerah medula spinalis yang mengatur tonus otot.2 Efek Hormon Thyroidpada Jantung 

Hormon thyroid memberikan efek multipel pada j antung. Sebagian disebabkan karena kerja langsung T3 pada miosit, dan sebagian melalui interaksi dengan katekolamin dan sistem saraf simpatis.1, 2

Hormon thyroid meningkatkan jumlah dan afinitas reseptor -adrenergik pada jantung, sehingga meningkatkan kepekaannya terhadap efek inotropik dan kronotropik katekolamin.1, 2 Hormon-hormon ini juga mempengaruhi jenis miosin yang ditemukan pada otot jantung. Pada pengobatan dengan hormon thyroid, terjadi peningkatan kadar myosin heavy chain- (MHC- ), sehingga meningkatkan kecepatan kontraksi otot jantung.1, 2 Efek Hormon Thyroidpada Otot Rangka

Pada sebagian besar p enderita hipertiroidisme terjadi kelemahan otot (miopati tirotoksisitas). Kelemahan otot mungkin

disebabkan oleh peningkatan katabolisme protein. Hormon thyroid mempengaruhi ekspresi gen-gen myosin heavy chain (MHC) baik di otot rangka maupu n otot jantung.Namun , efek

yang ditimbulkan bersifat kompleks dan kaitannya dengan miopati masih belum jelas.1,2

Efek Hormon Thyroid dalam Sintesis Protein

Peranan hormon thyroid dalam peningkatan sintesis protein dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Hormon thyroid memasuki inti sel, kemudian berikatan dengan reseptor hormon thyroid. (2) Kompleks hormon-reseptor kemudian berikatan dengan DNA dan meningkatkan transkripsi mRNA serta sintesis protein.1, 2, 12 Efek Hormon Thyroidpada Metabolisme Karbohidrat

Hormon thyroid merangsang hampir semua aspek metabolisme karbohidrat, termasuk ambilan glukosa yang cepat oleh sel- sel, meningkatkan glikolisis, meningkatkan glukoneogenesis,

meningkatkan kecepatan absorbsi dari traktus gastrointestinalis dan juga meningkatkan sekresi insuli n dengan efek sekunder  yang dihasilkan atas metabolisme karbohidrat.2

Efek Hormon Thyroidpada Metabolisme Kolesterol

Hormon thyroid menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol plasma turun sebelum kecepatan metabolisme meningkat, yang menunjukkan bahwa efek ini tidak bergantung pada stimulasi konsumsi O2. Penurunan konsentrasi kolesterol plasma disebabkan oleh peningkatan p embentukan reseptor LDL di hati, yang menyebabkan peningkatan penyingkiran kolesterol oleh hati dari sirkulasi.1

Efek Hormon Thyroidpada Pertumbuhan

Hormon thyroid penting untuk pertumbuhan dan pematangan tulang yang normal. Pada anak dengan hipotiroi d, pertumbuhan tulang melambat dan penutupan epifisi s tertunda. Tanpa adanya hormon thyroid, sekresi hormon pertumbuhan juga terhambat, dan hormon thyroid memperkuat efek hormon pertumbuhan pada jaringan.1

Pengaturan Sekresi Hormon Thyroid

Fungsi thyroid diatur terutama oleh kadar TSH hipofisi s dalam darah. Efek spesifik TSH pada kelenjar thyroid adalah:

 Meningkatkan proteolisis tiroglobulin dalam folikel  Meningkatkan aktifitas pompa iodida

 Meningkatkan iodinasi tirosin

 Meningkatkan ukuran dan aktifitas sel-sel thyroid  Meningkatkan jumlah sel-sel thyroid.1, 2

Sekresi TSH meningkat oleh hormon hipotalamus, thyrotropin releasing hormone (TRH) yang disekresi oleh ujung-ujung saraf pada eminensia media hipotalamus. TRH mempunyai efek

langsung pada sel kelenjar hipofisis anterior untuk meningkatkan pengeluaran TRHnya.2, 14

Salah satu rangsang yang paling dikenal untuk meningkatkan kecepatan sekresi TSH oleh hipofisis anterior adalah pemaparan dengan hawa dingin. Berbagai reaksi emosi juga dapat

mempengaruhi pengeluaran TRH dan TSH sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi sekresi hormon thyroid.2 , 14 Peningkatan hormon thyroid dalam cairan tubuh akan

menurunkan sekresi TSH oleh hipofisi s anterior. Bila kecepatan sekresi hormon thyroid meningkat sekitar 1, 75 kali dari normal, maka kecepatan sekresi TSH akan turun sampai nol. Penekanan sekresi TSH akibat peningkatan sekresi hormon thyroid terjadi melalui dua jalan, yaitu efek langsung p ada hipofisis anterior  sendiri dan efek yang lebih lemah yang bekerja melalui hipotalamus.2, 14

Abnormalitas Sekresi Hormon Thyroid

Abnormalitas sekresi terjadi akibat defisiensi iodium, malfungsi hipotalamus, hipofisis atau kelenjatr thyroid.6

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah penurunan produksi hormon thyroid. Hal ini mengakibatkan penurunan aktifitas metabolik, konstipasi, letargi, reaksi mental melambat dan peningkatan simpanan lemak.6

Pada orang dewasa, kondisi ini menyebabkan miksedema, yang ditandai dengan adanya akumulasi air dan musin di bawah kulit, sehingga terlihat penampakan edema. Sedangkan p ada anak kecil, hipotiroidisme mengakibatkan retardasi mental dan fisik.6, 15

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah terjadinya produksi hormon thyroid y ang berlebihan. Hal ini mengakibatkan aktifitas metabolik meningkat, berat badan menurun, gelisah, tremor, diare, frekuensi jantung meningkat dan pada hipertiroidisme b erlebihan gejalanya adalah toksisitas hormon.6, 15

Hipertiroidisme berlebihan dapat menyebabkan goiter 

eksoftalmik (penyakit Grave). Gejalanya berupa pembengkakan jaringan di bawah kantong mata, sehingga bola m ata menonjol.6, 15

(5)

Sintesis dan Sekresi Hormon Tiroid

1. Iodide Trapping , yaitu pejeratan iodium oleh pompa

Na+/K+ ATPase.

2. Yodium masuk ke dalam koloid dan mengalami oksidasi . Kelenjar tiroid merupakan satu-satunya jaringan yang dapat mengoksidasi I hingga mencapai status valensi yang lebih tinggi. Tahap ini melibatkan enzim peroksidase.

3. Iodinasi tirosin, dimana yodium yang teroksidasi akan bereaksi dengan residu tirosil dalam tiroglobulin di dalam reaksi yang mungkin pula melibatkan enzim tiroperoksidase (tipe enzim peroksidase).

4. Perangkaian iodotironil, yaitu perangkaian dua molekul DIT (diiodotirosin) menjadi T4 (tiroksin, tetraiodotirosin) atau perangkaian MIT (monoiodotirosin) dan DIT menjadi T3 (triiodotirosin). reaksi ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh enzim tiroperoksidase.

5. Hidrolisis yang dibantu oleh TSH (Thyroid-Stimulating  Hormone) tetapi dihambat oleh I, sehingga senyawa inaktif (MIT dan DIT) akan tetap b erada dalam sel folikel. 6. Tiroksin dan triiodotirosin keluar dari sel folikel dan

masuk ke dalam darah. Proses ini dibantu oleh TSH. 7. MIT dan DIT yang tertinggal dalam sel folikel akan

mengalami deiodinasi , dimana tirosin akan dipisahkan lagi dari I. Enzim deiodinase sangat berperan dalam proses ini.

8. Tirosin akan dibentuk menjadi tiroglobuli n oleh retikulum endoplasma dan kompleks golg i.

Pengangkutan Tiroksin dan Triiodotirosin ke Jaringan

Setelah dikeluarkan ke dalam darah, hormon tiroid yang sangat lipof ilik secara cepat berikatan dengan beberapa protein plasma.

Kurang dari 1% T3 dan kurang dari 0,1% T4 tetap berada dalam bentuk tidak terikat (bebas). Keadaan ini memang luar biasa mengingat bahwa hanya hormon bebas dari keseluruhan hormon tiroid memiliki akses ke sel sasaran dan mampu menimbulkan suatu efek.

Terdapat 3 protein plasma yang penting dalam pengikatan hormon tiroid:

1. TBG (Thyroxine-Binding Globulin) yang secara selektif mengikat 55% T4 dan 65% T3 yang ada di dalam darah. 2.  Albumin yang secara nonselektif mengikat banyak

hormone lipofilik, termasuk 10% dari T4 dan 35% dari T3. 3. TBPA (Thyroxine-Binding Prealbumin) yang mengikat sisa

35% T4.

Di dalam darah, sekitar 90% hormon tiroid dalam bentuk T4, walaupun T3 memiliki aktivitas biologis sekitar empat kali lebih poten daripada T4. Namun, sebagian besar T4 yang disekresikan kemudian dirubah menjadi T3, atau diaktifkan, melalui proses pengeluaran satu yodium di hati dan ginjal. Sekitar 80% T3 dalam darah berasal dari sekresi T4 yang mengalami proses pengeluaran yodium di jar ingan per ifer . Dengan demikian, T3 adalah bentuk hormon tiroid yang secara biologis aktif di ti ngkat sel.

Fungsi Fisiologis Hormon Tiroid

1. Meningkatkan transkr ipsi gen ketika hormon tiroid (kebanyakan T3) berikatan dengan reseptornya di inti sel.

2. Meningkatkan jumlahdan aktivitas mitokondia sehingga pembentukkan ATP (adenosin trifosfat) meningkat. 3. Meningkatkan transfor aktiion melalui membran sel. 4. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak,

terutama pada masa janin.

Pengaturan Sekresi Hormon Tiroid

Mula-mula, hipotalamus sebagai pengatur mensekresikan TRH (Thyrotropin-Releasing Hormone), yang disekresikan oleh ujung-ujung saraf di dalam eminansia mediana hipotalamus. Dari

(6)

mediana tersebut, TRH kemudian diangkut ke hipofisis anterior  lewat darah porta hipotalamus-hipof isis. TRH langsung mempengaruhi hifofisis anterior untuk meningkatkan pengeluaran TSH.

TSH merupakan salah satu kelenjar hipofisis anterior yang mempunyai efek spesifik terhadap kelenjar tiroid:

1. Meningkatkan proteolisis tiroglobulin yang disimpan dalam folikel, dengan hasil akhirnya adalah terlepasnya hormon-hormon tiroid ke dalam sirkulasi darah dan berkurangnya subtansi folikel tersebut.

2. Meningkatkan aktiitas pompa yodium, yang meningkatkan kecepatan prosesiodide trapping di dalam sel-sel kelenjar, kadangakala meningkatkan rasio konsentrasi iodida intrasel terhadap konsentrasi iodida ekstrasel sebanyak delapan kali normal.

3. Meningkatkaniodinasi tirosin untuk membentuk hormon tiroid.

4. Meningkatkan ukurandan aktiitas sensor ik sel-sel tiroid. 5. Meningkatkan  jumlah sel-sel tiroid, disertai dengan

dengan perubahan sel kuboid menjadi sel kolumner dan menimbulkan banyak lipatan epitel tiroid ke dalam folikel.

Efek Umpan Balik Hormon Tiroid dalam Menurunkan Sekresi TSH oleh Hipofisis Anterior

Meningkatnya hormon tiroid di dalam cairan tubuh akan menurunkan sekresi TSH oleh hipofisis anterior. Hal ini terutama dikarenakan efek langsung hormon tiroid terhadap hipofisis anterior.

Kelainan Kelenjar Tiroid

1. Hipertiroidisme/Goutertoksika/T irotoksikosis/Penyakit Grave  Penyebabnya adalah gangguan antibodi, timbul akibat autoimunitas yang berkembang terhadap jaringan tiroid.  Gejala:

a. mudah tersinggung, intoleransi terhadap panas, berkeringat banyak, berat badan berkurang, diare, kelemahan otot,

kecemasan, insomnia, dan tremor. b. eksoftalmos (protrusi bola mata). 2. Hipotiroidisme

 Penyebabnya hampir sama dengan hipertiroidisme, yaitu autoimunitas terhadap jaringan tiroid tersebut.

 Penyebab lainnya adalah pembesaran kelenjar tiroid: a. Goiter koloid endemik: kekurangan iodium.

b. Goiter koloid nontoksik idiopatik: b ukan karena kekurangan iodium tetapi sekresi hormonnya tertekan.

 Gejala: rasa capek, rasa mengantuk, kelemahan otot, kecepatan denyut jantung menurun, curah j antung menurun,

volume darah menurun, konstipasi, kelemahan mental

(kurangnya pertumbuhan rambut, kulit bersisi k, suara parau), dan kasus berat mengakibatkan miksedema.

3. Kretinisme

 Penyebabnya karena hipotiroidisme ekstrem pada masa janin bayi dan anak-anak.

 Gejala: gagalnya pertumbuhan anak, retardasi mental,

kretinisme endemik (kekurangan iodium), pertumbuhan rangka lebih kecil dari pertumbuhan jaringan lunak (badan pendek dan gemuk), lidah besar (menelan dan bernafas terhambat sehingga pernafasan bunyi tercekik/ guttural).

Bruit adalah bunyi yang dihasilkan akibat turbulensi ketika darah melewati pembuluh arteri yang mengalami

penyempitan. Bruit dapat terjadi pada aorta abdominal, a. renalis, a. carotis, a. brachialis, a. femoralis dan a. tiroidea.

Bruit pada pemeriksaan fisik tiroid didapatkan pa da pembesaran kelenjar tiroid, seperti pada penyakit Grave dan Goiter. Arteri tyroidea akan mengalami penyempitan akibat pembesaran sehingga pada saat melakukan auskultasi daerah leher akan didengar bunyi bruit.

Referensi

Dokumen terkait

0Kita menediakan bibit buah !engkeng ang biasa di-ua! dipasaran dengan harga berkisar antara p)** ribu di tempat ini di-ua! dengan harga hana p/ ribu0 kata

siswa fokus pada kegiatan 4 dan kegiatan 5 untuk mendiskusikan pertanyaan pada LKS. Guru meminta siswa yang mendapat kartu pertanyaan untuk memberikan lembar

direktur rumah sakit didasarkan pada kinerja profesi di lapangan, misalnya profesi di lapangan, misalnya radiografer yang bersangkutan terganggu kesehatannya, baik fisik

Artinya, apabila ada pasien yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut sementara tidak dilakukan tindakan perawatan yang lain, maka dokter gigi

Mengatur serta meningkatkan kesejahteraan dunia maupun negara anggota, melalui berbagai cara yang dipilih dan sesuai dengan organisasi internasional yang

Pada hari ini rabu, tanggal Sembilan belas bulan Oktober tahun Dua ribu enam belas, yang bertandatangan dibawah ini Pejabat Pengadaan Barang/Jasa pada Dinas Prasarana Wilayah

Indikasi transfusi plasma beku segar untuk neonatus meliputi: (1)Mengembalikan kadar eritrosit agar mirip darah lengkap untuk kepentingan transfusi masif, misalnya

Tiap Tim Musikalisasi Puisi menampilkan satu puisi wajib (memilih satu dari dua puisi yang ditentukan panitia ) dan satu puisi pilihan (memilih satu dari sepuluh puisi yang