• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rismauli Sinaga. SMP Negeri 3 Medan. Abstrak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rismauli Sinaga. SMP Negeri 3 Medan. Abstrak"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

92

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN

METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DI KELAS VII – J SMP NEGERI 3 MEDAN

Rismauli Sinaga

SMP Negeri 3 Medan Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang muncul di SMP Negeri 3 Medan, yaitu setelah guru melaksanakan pembelajaran IPA pada materi ciri-ciri makhluk hidup, guru mengetahui bahwa hasil belajar masih rendah. Hal ini tercermin dari perolehan tes hasil belajar, yaitu bahwa tidak ada siswa yang mencapai ketuntasan individual. Ini juga menunjukkan bahwa belum tercapai standar ketuntasan klasikal karena prosentase ketuntasan adalah sebesar 0%. Dalam proses pembelajaran keaktifan siswalah yang seharusnya ditingkatkan karena proses belajar bukanlah menyampaikan materi tapi bagaimana siswa dapat memperoleh informasi dengan cara-cara mereka sendiri maupun bimbingan guru. Selain itu dalam pembelajaran, ketertarikan siswa atau respon siswa juga sangat mempengaruhi perolehan hasil belajar. Dengan menyadari berbagai kenyataan diatas maka sebagai seorang guru professional merasa perlu untuk memperbaiki pembelajaran, yaitu dengan mengadakan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan meningkatkan pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII-J SMP Negeri 3 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan ketuntasan individual siswa dan ketuntasan klasikal siswa. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instructions juga dapat membuat siswa lebih aktif. Siswa merespon positif terhadap pembelajaran yang menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Instructions. Model Pembelajaran Problem Based Instructions dapat meningkatkan Hasil Belajar pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup siswa Kelas VII-J SMP Negeri 3 Medan, yaitu nilai rata-rata kelas pada saat pre test 42,29; siklus 1: 64,17; siklus 2: 83,61. Strategi Belajar Aktif Tipe Problem Based Instructions dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, dan siswa aktif bekerja sama, hal ini ditunjukkan pada siklus 1: 47,22; siklus 2: 87,14.

Kata Kunci : Hasil Belajar, makhluk hidup, Problem Based Instructions

Abstract

This research is motivated by problems arising in SMP Negeri 3 Medan; after implementing Science learning on material Characteristics of Living Creatures, teacher knows that learning outcome is still low. This is reflected on the achievement test acquisition; no student achieves the individual exhaustiveness. It also shows that the classical exhaustiveness standard has not been achieved because its percentage is 0%. In learning process, the students’ activeness should be improved because the learning process is not only to deliver the material but also how students can obtain information either by their own ways or the guidance of teachers. In addition, in learning the students’ interest or response also greatly affects the learning outcomes acquisition. By being aware of the various realities described above, as a professional teacher needs to improve learning, by conducting a research. This research is a Classroom Action Research by improving Science learning to improve student learning outcomes on class VII-J SMP Negeri 3 Medan. This research is a Classroom Action Research done as much as two cycles. Based on data analysis in this research, the application of demonstration method can improve the students’ individual and classical exhaustiveness. The application of Problem Based Instructions also can make students more active. Students respond positively to the learning applying the Problem Based Instructions. Learning model of Problem Based Instructions can improve students’ learning outcomes on the material Characteristics of Living Creatures on class VII-J SMP Negeri 3 Medan, which is the class average value at the pre-test 42.29; Cycle 1: 64.17; Cycle 2: 83.61. Active Learning Strategies of Problem Based Instructions can create

(2)

93

an effective learning environment, and students actively cooperate, as reflected in Cycle 1: 47.22; cycle 2: 87.14.

Keywords: learning outcome, living creatures, Problem Based Instructions

1. Pendahuluan

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekarang ini umumnya menganggap bahwamata pelajaran IPA adalah mata pelajaran yang sangat sulit untuk dipahami, memerlukan penalaran yang amat baik sehingga siswa kurang berminat untuk mengikuti pelajaran ini. Siswa merasa bahwa pembelajaran yang diberikan oleh Guru selama ini kurang menarik. Guru bidang studi hendaknya perlu mengemas seperangkat pembelajaran dengan lebih menarik lagi agar siswa tidak bosan, sehingga siswa dapat lebih bersungguh-sungguh saat pembelajaran dan dapat dengan mudah menerima dan memahami konsep-konsep yang diajarkan.

Berdasarkan pengalaman peneliti selaku guru di di SMP Negeri 3 Medan pembelajaran yang diterapkan Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, serta tidak menggunakan media pembelajaran yang tepat, akibatnya siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan minat siswa terhadap juga menjadi rendah sehingga hasil belajar rendah yaitu rata-rata hasil belajar siswa adalah 42,29, sedangkan standar nilai KKM adalah 75.

Untuk itu peneliti menyadari bahwa perlu adanya model pembelajaran baru yang lebih memberdayakan siswa sehingga

dapat mendorong siswa untuk aktif dalam mengeluarkan ide-ide dibenak mereka.

Model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Instruction

merupakan salah satu contoh model pembelajaran yang memilki banyak kelebihan. Salah satu kelebihannya adalah dapat memecahkan suatu masalah. Untuk mengatasi hal tersebut maka peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas

(PTK) dengan judul: “Upaya

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Ciri Ciri Makhluk Hidup Melalui Penerapan Metode Pembelajaran

Problem Based Instruction di Kelas VII–J SMP Negeri 3 Medan“.

Tujuan Penelititan Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk:

a. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup Melalui Penerapan Model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Instruction di Kelas VII-J SMP Negeri 3 Medan.

b. Meningkatkan Keaktifan Siswa kelas VII-J setelah dilakukan Model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Instruction.

2. Metode

Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Medan beralamat di Jalan Pelajar No. 69

(3)

94

Medan selama 6 bulan yaitu mulai bulan Januari s.d Juni 2016.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-J SMP Negeri 3 Medan. Tahun pelajaran 2015 / 2016 dengan jumlah siswa 37 orang.

Alasan penetapan objek penelitian di kelas tersebut adalah karena Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di sekolah tempat peneliti mengajar dan bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan

proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Medan.

Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Kemmis yang dirancang dengan proses siklus (cyclical) yang terdiri dari 4 (empat) fase kegiatan yaitu: merencanakan (planning), melakukan tindakan (action), mengamati (observation), dan merefleksi (reflectif). Tahap-tahapan ini terus berulang sampai permasalahan dianggap telah teratasi.

(Sumber: Kemmis dalam Sukardi 2005) Gambar 3.1 Siklus Model Kemmis

3. Hasil dan Pembahasan

Hasil Belajar Siswa Siklus 1 dan Siklus 2 Pada pengamatan siklus 1 dan siklus 2 yang dilakukan oleh peneliti dan kolaborator selaku observer didapat data

hasil belajar siswa seperti pada Tabel 6 berikut ini:

Tabel 6. Hasil Belajar Siswa Siklus 1 dan 2 NAMA SISWA NILAI SIKLUS ( 0- 100 ) KETERANGAN(TUNTAS/ BELUM TUNTAS ) DATA

AWAL SIKLUS I SIKLUS II

1 ABEL ANDREAS .S 40 60 80 TUNTAS

2 AGUSTINA PATULUS E.L 50 60 80 TUNTAS

3 ALYA NABILA 30 50 80 TUNTAS

4 AMANDA MARIA.C.S.P 60 70 90 TUNTAS

5 ANGELI SWEETA .A.S 70 80 100 TUNTAS

6 ANTONIUS PANJAITAN 50 70 90 TUNTAS

7 A ZRA DANIN GITA 30 60 80 TUNTAS

8 CHRISTIAN DESMON.H 40 70 80 TUNTAS

9 CHRISTIAN JOSUA GULO 40 60 80 TUNTAS

10 CHRISTIAN FELIX.M 30 50 80 TUNTAS

11 DANDAY ALFA IZY 30 60 80 TUNTAS

12 DEA FANI ROMATUA.H 40 60 80 TUNTAS

13 DICKY VONCECA.K 30 60 90 TUNTAS

14 ENRICO RAMBE .M 60 60 90 TUNTAS

15 FANI ZANEMI 30 60 80 TUNTAS

16 FARAH ASYSYFA 40 70 90 TUNTAS

17 FERNANDA ERIKA.Y.S 50 70 90 TUNTAS

18 FIRMAN ROY.S 40 60 80 TUNTAS

19 GLORY ANGELICA.M 50 70 90 TUNTAS

(4)

95

21 JOVITA ANABELLA.S 40 70 80 TUNTAS

22 MARANATA SRI R.S 60 60 90 TUNTAS

23 M.RASYID .D 50 70 80 TUNTAS

24 MUHAMMAD SETIAWAN 30 60 80 TUNTAS

25 NABILA SYAHRANI 30 60 80 TUNTAS

26 RAIHAN HAWARI 50 60 90 TUNTAS

27 REYNO EZRA.M.S 30 50 80 TUNTAS

28 RIECHA NABIELLA. 40 60 80 TUNTAS

29 RIVALDI SITUMEANG 30 60 80 TUNTAS

30 ROMAULIANA MANALU 60 70 90 TUNTAS

31 SALSABILA RIZKI.F 40 50 80 TUNTAS

32 SEVRINAULI. A 50 70 90 TUNTAS

33 STENANI SIANTURI 50 70 80 TUNTAS

34 TASYA NABILA 40 60 80 TUNTAS

35 THEO PHILUS .D 30 60 80 TUNTAS

36 WINONA STEPHANIE.L 50 70 90 TUNTAS

37 YOLANDA RENTA.A.S 40 60 80 TUNTAS

JUMLAH NILAI 1.480 2.310 3.010 RATA-RATA 42,29 64,17 83,61

Catatan : KKM = 75

Berdasarkan Tabel 6 tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa: - Secara individu.

 Banyak siswa 37 orang

 Siswa tuntas belajar Siklus 1 = 1 orang, meningkat pada siklus 2 = 37 orang

 Prosentase siswa yang telah tuntas pada siklus 1 = 1 : 37 x 100% =2,70% meningkat pada siklus 2 = 100%.

- Secara klasikal

 Siswa tuntas belajar karena menurut standar ketuntasan belajar secara klasikal harus

mencapai 75%. Pencapaian hasil belajar siklus 1 baru mencapai 2,70%, sedangkan pada siklus 2 sudah menjadi 100%.

 Rata-rata hasil pretes = 42,29

 Rata-rata hasil postes siklus 1 = 64,17

 Rata-rata hasil postes siklus 2 = 83,61

Berdasarkan data pada tabel 6 diatas dapat diamati pada grafik 1 berikut ini:

Grafik 1. Hasil belajar siswa siklus 1 dan siklus 2

Hasil Pengamatan Sikap Siswa Siklus 2

Pada pengamatan siklus 2 yang

dilakukan oleh peneliti dan kolaborator selaku observer didapat data hasil sikap

0 20 40 60 80 100 Rata-rata Data Awal Siklus 1 Siklus 2

(5)

96

siswa seperti pada Tabel 7 berikut ini: Tabel 7. Sikap Siswa Siklus 1 dan 2

N0. NAMA SISWA SIKLUS I SIKLUS II

1 ABEL ANDREAS .S 48 88

2 AGUSTINA PATULUS E.L 44 86

3 ALYA NABILA 40 80

4 AMANDA MARIA.C.S.P 52 92

5 ANGELI SWEETA .A.S 52 92

6 ANTONIUS PANJAITAN 48 86

7 A ZRA DANIN GITA 40 80

8 CHRISTIAN DESMON.H 48 88

19 CHRISTIAN JOSUA GULO 44 84

10 CHRISTIAN FELIX.M 48 88

11 DANDAY ALFA IZY 44 84

12 DEA FANI ROMATUA.H 48 88

13 DICKY VONCECA.K 40 80 14 ENRICO RAMBE .M 52 92 15 FANI ZANEMI 48 88 16 FARAH ASYSYFA 48 88 17 FERNANDA ERIKA.Y.S 52 92 18 FIRMAN ROY.S 48 88 19 GLORY ANGELICA.M 48 88 20 HANA MARIA .P 44 84 21 JOVITA ANABELLA.S 48 88 22 MARANATA SRI R.S 52 92 23 M.RASYID .D 48 88 24 MUHAMMAD SETIAWAN 52 92 25 NABILA SYAHRANI 44 84 26 RAIHAN HAWARI 52 92 27 REYNO EZRA.M.S 44 88 28 RIECHA NABIELLA. 48 84 29 RIVALDI SITUMEANG 40 80 30 ROMAULIANA MANALU 52 92 31 SALSABILA RIZKI.F 48 88 32 SEVRINAULI. A 48 88 33 STENANI SIANTURI 48 88 34 TASYA NABILA 44 84 35 THEO PHILUS .D 48 88 36 WINONA STEPHANIE.L 48 88 37 YOLANDA RENTA.A.S 48 88 JUMLAH NILAI 1.747 3.224 RATA-RATA 47,22 87,14

Berdasarkan Tabel 7 tersebut, dapat disimpulkan bahwa sikap siswa pada siklus 1 = 47, sedangkan pada siklus 2 meningkat

menjadi = 87,14.

Berdasarkan data pada tabel 7 diatas dapat diamati pada grafik 2 berikut ini:

Grafik 2. Sikap siswa siklus 1 dan siklus 2

Dari data hasil belajar dan aktivitas belajar siswa siklus 1 dan siklus 2 tersebut

0 20 40 60 80 100 Rata - rata Siklus 1 Siklus 2

(6)

97 maka Penelitian Tindakan kelas ini dinyatakan telah tuntas dan tidak perlu dilanjutkan ke siklus 3.

4. Kesimpulan

Dari hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Model pembelajaran Kooperatif Tipe

Problem Based Instruction dapat meningkatkan hasil belajar Pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup siswa

kelas VII-J SMP Negeri 3 Medan, yaitu nilai rata-rata kelas pada saat pre test 42,29; siklus 1: 64,17; siklus 2: 83,61.

2. Model pembelajaran Kooperatif Tipe

Problem Based Instruction dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, dan siswa aktif bekerja sama, hal ini ditunjukkan pada siklus 1: 47,22 ;siklus 2: 87,14.

Daftar Pustaka

Abdullah, A,E. 1989. Pokok-pokok Layanan Bimbingan Belajar.

Ujung Pandang; Fakultas Ilmu

Pendidikan 1KIP Ujung

Pandang.

Abdurrahman, H. 1990. Pengelolaan pengajaran. Bandung Tarsito. Anonim, 1998. Garis-garis Besar Haluan

Negara. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Arikunto, S. 1993. Prosedur Penelitian dan Penilaian Hasil Belajar.

Jakarta : Bina Aksara.

---, 1993. Dasar-dasar Evaluasi dan pendekatan Praktek Jakarta :Bina Aksara.Ahmadi, Abu.

Didaktik Metodik Cet.II; Semarang: CV. Toha Putra. 1998

Ali, M. Guru dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 1993.

Boediono, 1998. Pembinaan Profesi Guru dan Psikologi Pembinaan Personalia, Jakarta ; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahri, D.S. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha nasionaL Edward., J.D.

1995.Statistik Matematika Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Gie. Cara Belajar yang Efisien.

Yogyakarta- Liberti. 1995. Hardjana. Kiat Sukses di Perguruan

Tinggi. Yogyakarta: Kanisius. 1994.

Hudoyo, H. Pengembangan Kurikulum.

Surabaya: Usaha Nasional. 1984.

Loekmono. Belajar Bagaimana Belajar.

Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.

Mappa, S, 1970. Psikologi Pendidikan .

Ujung pandang: Fakukas Ilmu

pendidikan LKIP Ujung

pandang

Mardanu , 1997 Peranan Orang Tua dalam Upaya meningkatkan Mutu Pendidikan anak.

Gambar

Tabel 6. Hasil Belajar Siswa Siklus 1  dan 2  NAMA SISWA  NILAI SIKLUS  ( 0- 100 )  KETERANGAN(TUNTAS/BELUM TUNTAS ) DATA
Grafik 1. Hasil belajar siswa  siklus 1 dan siklus 2
Grafik 2. Sikap siswa siklus 1 dan siklus 2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini membatasi teori jenis perubahan makna hanya sembilan, yaitu: (a) perubahan makna dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia, (b), perubahan makna akibat

Sementara untuk emiten saham perusahaan anggota LQ45, menambah informasi terkait prediksi saham perusahaan mereka sehingga dapat melakukan langkah antisipasi terhadap

di dalam inti sel... Pada kerusakan lebih lanjut, bila terjadi kematian neuron, maka sejumlah fagosit mengelilingi sel, inti sel hilang dan

Menara Telekomunikasi yang selanjutnya disebut menara adalah bangunan-bangunan untuk kepentingan umum yang didirikan diatas tanah atau bangunan yang merupakan satu

(3) Tim seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar

Lingkungan merupakan suatu yang tidak luput dari manusia karena manusia sendiri itu termasuk dalam lingkungan, dengan lingkungan manusia memenuhi kebutuhan

Dalam penyampaiannya kepada siswa, para guru cenderung menggunakan menggunakan metode nasihat, ceramah dan tanya jawab. Metode nasihat dapat digunakan ketika anak

Adapun beberapa rekomendasi yang penulis dapat berikan , yaitu: (a) Memaksimalkan asrama sebagai salah satu kelebihan yang menjadi ciri khas pesantren dalam