• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Pusat Studi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Pusat Studi"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

Strategi Pengelolaan

dan Pengembangan

Pusat Studi

Subaryono, PhD

Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada

“Workshop Pengelolaan dan Pengembangan Pusat Studi” LPPM Universitas Muhammadiyah Surakarta, 30 Mei 2015

Kerangka Diskusi

1.

Pendahuluan

2.

Perencanaan Strategis

3.

Strategi Pengelolaan dan

Pengembangan Pusat Studi

(2)

3

1. Pendahuluan

 Hakekat dan Mandat Pusat Studi

 Lingkungan internal dan eksternal yang selalu berubah

 Perlunya upaya untuk

pengelolaan PS dan menjalankan mandat PS dengan baik

4

Hakekat dan Mandat Pusat Studi

 Pusat Studi dapat didefinisikan secara berbeda tergantung dari perspektif yang digunakan – dalam bahasa

Inggris lebih dikenal sebagai ‘Research Center” atau “Research Institution”

 Unsur Utama dan Aktifitas Pusat Studi:

 Kelompok ilmuwan yang bekerjasama untuk melaksanakan riset di bidang tertentu secara menerus

 Fokus pada kegiatan riset dan pengembangan IpTek

 Dapat ditujukan utk kepentingan yang berbeda: mendukung industri/bisnis, lingkungan, kemanusiaan, ataupun riset itu sendiri

(3)

5 Hakekat dan Mandat Pusat Studi

Pusat Studi dlm konteks PT

Unsur pelaksana akademik yang melaksanakan kegiatan yang bersifat multi-inter-lintas KS, dan PpM berdasarkan kompetensi tertentu

 Dalam pelaksanaannya, secara

administratif diberikan mandatoleh PT untuk pelaksanaan kegiatan tersebut

1.

Pendahuluan

• Perubahan kondisi Fis-bio-sos-ek-pol-bud lokal dan global

• Perkembangan IpTek INTERNAL • Sumberdaya • Mandat Institusi PUSAT STUDI Bagaimana mengembangkan PS dan menjalankan mandat

dengan baik? Mulai dengan Perencanaan

EKSTERNAL

Lingkungan internal dan eksternal yang selalu berubah

(4)

7

Perencanaan?

 Berkaitan dengan masa depan yang diinginkan, proses penentuan apa yang akan dikerjakan, dan bagaimana mengerjakannya.

 Merupakan kegiatan yang dilakukan dengan sengaja dan dengan kesadaran 

ada intervensi

Kondisi Eksisting

8

Perencanaan sebagai intervensi thd prediksi kondisi yang ada

Kondisi yang diinginkan waktu Prediksi kondisi jika tidak ada

intervensi

kualitas

Jalur ideal

(5)

9

Perencanaan yang baik:

 Memanfaatkan pengetahuan yang luas dan dalam tentang objek yang

direncanakan

 Melibatkan Stakeholders

 Mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kendala yang ada

 Adaptif dan fleksibel

 Ada batas jelas terhadap penyimpangan

1. Kondisi Eksisting PS

1. Kompetensi dan mandat PS 2. Sumberdaya

3. Stakeholders

2. Kondisi yang Diinginkan

1. Visi – Misi – Tujuan 2. Sasaran – target:

 Hasil yang spesifik

 Dapat diukur secara kuantitatif

 Dapat dicapai dalam waktu tertentu

3. Intervensi

1. Analisis Kondisi Eksisting:  SWOT Analysis 2. Upaya pencapaian:  Kebijakan  Strategi  Rencana Kerja  Pengendalian

(6)

11

Perencanaan Pusat Studi:

1. Kompetensi Spesifik dan mandat PS

 Pusat Studi harus memiliki kompetensi spesifik, meskipun dimungkinkan adanya overlapdengan kompetensi PS lainnya.

 Kompetensi spesifik PS mempermudah dalam

 Fokus kegiatan dan mencegah friksi/konflik dengan Program Studi atau PS lainnya

 Identifikasi stakeholders

 Perencanaan dan Implementasi Rencana

12

Perencanaan Pusat Studi:

1. Bidang Spesifik dan mMandat PS

3. Stakeholders:

 Internal Stakeholders: Peneliti, Staf pendukung, Pengelola

 Eksternal Stakeholders: Institusi Pemerintah, Swasta, Prodi dan PS di PT lain, NGO, dll

 Internal-Eksternal Stakeholders: Pimpinan PT, Fakultas, Program studi dan dosen, Pusat studi lain di lingkungan PT

1. Bidang Spesifik dan mMandat PS

2. Sumberdaya:

 SDM  Keuangan

 Infrastruktur

(7)

13

Perencanaan Pusat Studi:

 Fokus pada keseimbangan

kepentingan seluruh stakeholders

melalui aktivitas dan proses bisnis  Membangun dan mempertahankan

komitmen dan trustdiantara

stakeholders BISNIS (Profit Ekonomi) PEMERINTAH (Regulasi) PS (Akademik) PUBLIK (Mixed) Pengelolaan Stakeholders

=

Pengelolaan Kepentingan dan interaksinya

Visi

Perencanaan Pusat Studi:

2. Kondisi yang Diinginkan

1. Visi – Misi – Tujuan 2. Sasaran – target:

 Hasil yang spesifik

 Dapat diukur secara kuantitatif

 Dapat dicapai dalam waktu tertentu

kondisi ideal yang ingin dicapai kondisi realistik yang ingin dicapai

Tujuan

+ sasaran

Kondisi Eksisting

M I S I

(8)

15 INTERNAL INSTITUTION Strengths Weaknesses EXTERNAL TO INSTITUTION Opportunities Threats Kondisi Geografis

SWOT

Kondisi Sosial Kondisi Ekonomi Kondisi Politik Kondisi Industri Kondisi Institusi sejenis Kondisi Budaya Perkembangan Teknologi  Sumberdaya  Mandat Institusi 16

SWOT

ANALYSIS

Membahas kondisi internalinstitusi

 Strengths (Kekuatan)

 Weaknesses (Kelemahan)

Membahas kondisi eksternal institusi

 Opportunities (Peluang)

 Threats (Ancaman)

Analisis kondisi dan kemampuan institusi

dalam kinerja melalui gambaran kondisi

internal dan eksternal

(9)

17 FAKTOR INTERNAL Strengths √ √ √ Weaknesses  √  √  √  √ Opportunities √ √ √ √ Threats √ √ √ √ STRATEGI SO STRATEGIWO STRATEGI ST STRATEGIWT FAKTOR EKSTERNAL

SWOT

ANALYSIS

VALUES

Nilai-nilai yang dipegang teguh

oleh Pengelola dan peneliti di PS

al:

Integrity

Excellence

Accountability

Innovation

Leadership in service of others

(10)

19

TUJUAN

+SASARAN

Tujuan merujuk pada sesuatu yang ingin dicapai oleh PS SMART(Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely)

Sasaran/target merujuk pada deskripsi objek dan hasil yang harus dicapai.

 Konkret, realistik

 Ukuran kuantitatif yang jelas – ada satuan ukuran

Target harus menantang – dapat dicapai, namun dengan upaya ekstra dan sungguh-sungguh.

20

Strategi Pengelolaan

 Pengembangan kapasitas

kompetensi secara yang menerus dalam pelayanan Tri Darma PT

 Pengembangan Jaringan dengan “traditional client” maupun perintisan dengan mitra baru.

 Pengembangan kapasitas PS dalam riset terkait dengan isu-isu terkini

(11)

21

Peran dan Peluang Pusat Studi

dalam Pengembangan Ipteks dan Jejaring

Kemitraan Strategis

Subaryono, PhD

Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada

“Workshop Pengelolaan dan Pengembangan Pusat Studi” LPPM Universitas Muhammadiyah Surakarta, 30 Mei 2015

(12)

23

Kerangka Diskusi

1.

Pendahuluan

2.

Peran Pusat Studi

3.

Peluang Pusat Studi

1. Pendahuluan

 Pengembangan IpTek:

Pada banyak kasus pengembangan IpTek tidak dapat dikembangkan berdasar satu atau dua disiplin saja, melainkan

diperlukan pendekatan multi, inter, atau trans disiplin

 Bioteknologi

 Teknologi Informasi dan Komunikasi

 Pengembangan Wilayah

 Transportasi dan Logistik

(13)

25

2. Peran Pusat Studi

 Menyelenggarakan pengembangan IpTek dan Tri Darma PT yang tidak dapat dilakukan pada Program mono disiplin  Contoh:  Lingkungan Hidup  Kebencanaan  Kelautan  dll

2. Peluang Pusat Studi

Potensi Simpul Jejaring

Kemitraan

 Sektor Industri

 Institusi Pemerintah

 Institusi Riset di dalam dan luar negeri

 Lembaga donor

(14)

27

2. Peluang Pusat Studi

Prasyarat Utama Pengembangan

Jaringan

 Kompetensi Tinggi dan Spesifik

 Menjunjung tinggi integritas dan etika keilmuan

 Komitmen kuat dari internal PS dan PT

 Peduli dengan kepentingan ‘client’ dan stakeholders

TRUST

28

Faktor Kritikal

 Kemampuan dan motivasi SDM:

 Kemampuan individu?

 Kepemimpinan?

 Motivasi dan komitmen pribadi?

 Kejelasan sasaran dan kapasitas penyesuaian diri:

 Sasaran?

 Sasaran Individu >< institusi?

 Kemampuan penyesuaian terhadap perubahan eksternal – internal?

 Strategi pengelolaan

 Mengenali Karakter dan Kebutuhan Mitra

(15)

29

Mengenali Karakter dan

Kebutuhan Mitra

 Sektor kegiatan?

 Lembaga profit vs non profit?

 Pemerintah – swasta – LSM?

 Institusi dalam negeri vs luar negeri?

Kasus PSLH

BIOTIK ABIOTIK KULTUR LINGKUNGAN HIDUP Interdisciplinary studies

(16)

31

Peluang

 Regulasi Pemerintah dalam perlindungan dan pengelolaan LH

 Inisiatif perlindungan dan

pengelolaan LH makin meningkat

 Kebutuhan peningkatan

pengetahuan dan aplikasi praktis perlindungan dan pengelolaan LH

 Perhatian dari lembaga donor dalam dan luar negeri

Jasa konsultasi, pendampingan, pelatihan,

pengembangan/inovasi pengelolaan LH, dll

32

Ancaman (threats)

 Kompetisi dengan PS sejenis, Konsultan Swasta Nasional/Asing, LSM,

 Perubahan/pengurangan perhatian pemerintah terhadap LH

 Meningkatnya sikap skeptis masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan

 Regulasi pemerintah yang membatasi peran PT

(17)

33

Strategi Pengelolaan

 Penguatan kapasitas PSLH yang menerus dalam pelayanan

pendidikan dan pelatihan terkait dengan regulasi

 Penguatan Jaringan dengan “traditional client” maupun perintisan dengan mitra baru.

 Pengembangan kapasitas PSLH dalam riset terkait dengan isu-isu terkini dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan

Referensi

Dokumen terkait

Gambar Pencampuran Perekat dan Gambar Bahan Baku Yang Telah Bahan Baku Dicampurkan

yang berhasil dengan terapi yang dianjurkan oleh dokter dan diabetes melitus tersebut dapat terkendali dengan baik, maka dapat menghambat atau mencegah keluhan fisik

Barbara Schneider (Institut Teknologi Swiss/ ETH) Integration of analytical GIS- functions in Multimedia Atlas Information Systems - Teknik analisis query database,

Puji syukur peneliti haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah membimbing dan memberkati peneliti hingga menyelesaikan skripsi dengan judul OBJEKTIVITAS PEMBERITAAN

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kinerja corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja

Dari instrumen penelitian yang menggunakan skala lima diperoleh rentang teoritis antara 14 – 70. Rentang skor diperoleh dari skor minimal 52 dan skor maksimal 70 dengan rentang

Dengan kehidupan yang berlandaskan agama, maka tercermin pada pola pemanfaatan ruang untuk keperluan pura desa, ataupun pura keluarga yang terdapat pada unit-unit

Tingkat kelangsungan hidup ikan mas selama pemeliharaan diamati mulai dari perlakuan pemberian probiotik (A), prebiotik (B) dan sinbiotik (C) serta setelah