Demokratik Korea (untuk selanjutnya disebut sebagai Para Pihak).

Teks penuh

(1)

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN

ANTARA

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

DAN

PEMERINTAH REPUBLIK RAKYAT DEMOKRATIK KOREA

TENTANG

PEMBENTUKAN KONSUL TASI BILATERAL

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat

Demokratik Korea (untuk selanjutnya disebut sebagai Para Pihak).

BERHASRAT

untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama

antar kedua negara.

MENCERMINKAN

keinginan kedua negara untuk mengembangkan

dan mempererat hubungan persahabatan antar kedua negara.

MENIMBANG

bahwa konsultasi secara berkala dan pertukaran

pandangan mengenai hubungan bilateral dan masalah-masalah

internasional yang menjadi kepentingan

bersama akan saling

menguntungkan.

MENEGASKAN

KEMBALI

keyakinan

kedua

negara

bahwa

meningkatnya hubungan persahabatan dan kerjasama antar kedua

negara akan menyumbangkan perdamaian dan keamanan internasional

dengan cara menciptakan saling percaya, saling pengertian dan

kerjasama dalam hubungan internasional.

(2)

Pasall

Para pihak akan melakukan konsultasi secara berkala antara

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dengan Kementerian Luar

Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (untuk selanjutnya disebut

sebagai Konsultasi) dengan maksud untuk mengkaji hubungan bilateral

dan masalah-masalah intemasional yang menjadi kepentingan bersama.

Pasal2

Konsultasi akan mencakup kajian dalam hubungan politik, ekonomi,

sosial, kebudayaan,olah raga, teknis dan di bidang teknologi

Pasal3

Para pihak sepakat bahwa Konsultasi dilaksanakan dengan semangat

kerjasama dan fleksibel, secara bergantian di Indonesia atau di RRDK

dan bahwa modalitas untuk konsultasi, termasuk penentuan tanggal,

tempat, agenda dan tingkat pejabat yang mewakili, akan ditentukan

dengan kesepakatan bersama melalui saluran diplomatik. Biaya

perjalanan delegasi negara pengirim akan dibebankan kepada neg-ara

pengirim sementara bi-aya akomodasi dan transportasi lokal untuk Ketua

Delegasi dan tiga pejabat resmi akan ditanggung oleh negara penerima.

Pasal4

'

Para pihak dapat membentuk kelompok kerja atau pertemuan para ahli

dalam rangka membahas bidang-bidang tertentu yang menjadi

kepentingan

bersama~

PasaiS

Hasil dari konsultasi tersebut tidak dipublikasikan kepada umum,

kecuali apabila disepakati oleh Para Pihak.

Pasal6

Setiap perbedaan atau perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan

atau penafsiran dari Memorandum Saling Pengertian ini akan

diselesaikan melalui konsultasi bersama antara Para Pihak.

(3)

Pasal7

Memorandum Saling Pengertian ini mulai berlaku pada tanggal

penandatanganan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Memorandum

Saling Pengertian ini akan tetap berlaku untuk jangka waktu 5 (lima)

tahun kecuali salah satu Pihak menyampaikan keinginannya secara

tertulis untuk membatalkan Memorandum Saling Pengertian, 6 (enam)

bulan sebelumnya.

Pasal8

Memorandum Saling Pengertian ini dapat diubah atas persetujuan

bersama Para Pihak. Perubahan tersebut akan berlaku berdasarkan

tanggal penandatanganan.

Pasal9

Pembatalan atau penghentjan Memorandum Saling Pengertian ini tidak

akan mengganggu pelaksanaan dan masa berlaku pengaturan yang

dibuat berdasarkan Memorandum Saling Pengertian

ini

sampai dengan

berakhimya pengaturan tersebut.

Sebagai bukti, yang bertandatangan di bawah ini diberikan kuasa oleh

pemerintah masing-masing, telah menandatangani Memorandum Saling

Pengertian ini.

Dibuat di Pyongyang pada tanggal 12 bulan November tahun dua ribu

tiga dalam dua naskah asli, dalam bahasa Indonesia, Korea dan Inggris.

Semua naskah mempunyai kekuatan yang sama. Apabila terdapat

perbedaan penafsiran, naskah bahasa Inggris yang berlaku.

ATAS AMA PEMERINTAH

REP~MLIK

INDONESIA

Signed

"

ATAS NAMA PEMERINTAH

REPUBLIK RAKYAT

DEMOKRATIK KOREA

(4)

[

·1~ -Th-

-ftt

-n

~ l~ ~

Th-

~

lt<> ltL

iir

lo

:J.

o

*

~

l

L

i:g_

-frr

f-&

~

l

L

'1s-

l~~

'

l~

l

Y '

l~

fL '

l

~

&

[%

~ ~ 1~ ~

£Z

l~

·1~-Th-~~"[k *(1~-Th-

Ffalo

{(fy~» ~ ~ ~-~{o)fy~ fo~lL&

lo

l

o { Y

g.,

-it

lo

*

i~

N 1h Ib

lo

~

}

fa

*

-trr

~

-E:-

lo

~

{:g:%

{

o

l

Y

lM

=~;

fo

2

o ~11- ~-& E ~ l~-fk

li¥-E-

~ t5

2

{Y

fyiftfy

-:g:-

to

l~ikktw ~ i0

R1W

£

I

l~

'

·1~ ~{.g.[o i~

l

o-f}

-trr

~ 1~

l-Y

1h{.g.

ro~

HY

~ LY~ ~ 1~

l

I!

i

.g.

!=o

l

L tl<>

1k

-10

to

{~ ~

1-o tr.c H-Y

!=o

-i

.g.

x

~ ~

t21Y

to

tlg

l!:!

1~ ~

l-Y ll<>

lf.cib:-

~~ tW?

o

f~

lY

"fk{R

*

t~ ~ '*:- ~

{o

lf,c-{h-

W

~

fo

lo{Y{~{4 -.l

'l=o-f.g.

~ E ~ ~ ~ {~

i.g.

fo-g

1~ ~

l

o

-1$K}L

lo

itr

1~ ~

lo

~

lL

fk

Th-lf-1

[to;

~ ~ l~~ ~

f-i

2

-iY

fy-tftfy

g

lo

lfifrr-k-tW

, t=oi.g.

~w ~ F~

t\

lo .fR

1W

i!!-lf::l

lf-1

~

lY

fk

fFl

{~ ~

*

~~ ~

lfl'

ift

W

Rc

lo

l

o {Y{~

-b

..l

~

tY1h-{.g.

~ ~ ~ ~ ~

lY

1$:

lr;. ~

-k

fk

to

tl~

li!

*

~

to

l

o

-!

Y

{-I!

-b ·

:h

~

(

1~ -Th- F

{I;

l

o

«

ft=t

1~

»

~ ~

*

~

{o)

A

~ ~{~%

1h

lo

lo·-k-

4:

1h

W

±

1:o

A f?:

~-t~it-{o

lY

ll--t

:S.

Ib

...t

uo

Q I I

Ill\

~ I 0 1=1 I c:>

I ' ... :J2 ~.2~!! JUI2V~Yr!2CJ-IW

I<>I01Y

~

~1=12~1cl

ici

1<>-}..}

tci

~--;~

1o

~

~E-12~1

o

I

'I

1~1 ~

1

ci

(5)

~1

3

-~

~J-l:lJ ~ ~ ~J ~ ~J ~A~

3J}

~ ~l ~

AJ

Oil

Al

0

J

"'r

t:ll--<1

°

}%~~3lf-~

AJ

oJ

-f

1-

~1

oJ

nJ

*~}~Oil

--<i

~ l:l}-1jl-ol

AJ

(5»

-8-}n:l

9-Lill..

~ 7

S

£ ~

%-61-i

~J ~

9-l

-8"}~ ~~

-AJ-

~-~}9.}

-AJ

1-' ~l

All

~

1(7}

:g

-T

~ ~ -AJ~ ~1

~ ~ ~

cfrt+

~ ~ ~ ~~1

"5-Jt::-}.

All

7

:f

o

1

PJ:

~n ~ ~ ol L

-{i-

~-n

Q.}

OJ l=H-

o

1

x

~ l l

J

71 6 7fl

~

-11

Oil

o

1

E!J= ~n ~

~1 ~ ~

%

~ 0~

t:il

-cff "8-J

A}

71

~l ~l ~%

AJ-

t:H

l:lc}

Oil7·ll

~l

t:tl

0 £ ~l ~

-5}

A

l

~ ~ ~

5

~ {}~ ~11;

oj

~ ~

t::}.

2

(6)

All 9

~

0

1

?J=-5n

!!_ ~1

:ii:ll71

~ ~ ~ ~ ~

;.{1

~ 0

1

~~n ~ ~l

Pll T=

Pl

Ctl-oil Ai

~

o-1 ;.{

1

~ ~

<>i

rrl

tl-

~ ~ ~ ~ o

l

.9-J

.E.~

rtll

ll} ;.{

1

~

1:1

og

4

~

K

71

7

J

~

7=lilki0~~~-T~I

~l~otl ~15~01

Signed

3

~~ ~

011

~loto:1

Signed

(7)

MEMORANDUM OF UNDERSTANDING

BETWEEN

THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

AND

THE GOVERNMENT OF THE DEMOCRATIC PEOPLE'S

REPUBLIC OF KOREA

ON THE ESTABLISHMENT OF BILATERAL CONSULTATIONS

The Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Democratic People's Republic of Korea (hereinafter referred to as the "Parties'');

DESIROUS

to promote mutual understanding and cooperation

between both countries;

REFLECTING

the desire of both countries to develop and further

enhance the friendly relations between both countries;

CONSIDERING

that periodical consultations and an exchange of ideas

on bilateral relations and international matters of mutual interest would be of mutual benefit;

REAFFIRMING

their conviction that the further development of

friendly relations and cooperation between the two countries will contribute to international peace and security by means of creating mutual confidence, understanding and cooperation in international relations;

HAVE REACHED THE FOLLOWING UNDERSTANDINGS :

(8)

Article 1

The Parties shall conduct periodical consultations between the Department of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Democratic People's Republic of Korea (hereinafter referred to as "the Consultations") with the aim of reviewing on bilateral and international affairs of mutual

interest.

Article 2

The Consultations shall include, inter alia, a review of the relationship in the political, economic, social, culture, sport, technical and technological fields.

Article 3

The Parties agree that the consultations should be conducted in the spirit of flexibility and cooperation, alternately in the Republic of Indonesia or in the Democratic People's Republic of Korea and that

modalities for the consultations, including the determination of dates, venue, agenda and level of representation, shall be determined by mutual consent through diplomatic channels. The travelling costs of a delegation dispatched by this MoU shall be borne by the sending state while the accommodation for the Head of Delegation and three officials and domestic transportation costs be borne by the receiving state.

A~icle

4

The Parties may set up working groups or expert meeting in order to discuss specific areas of common interest.

Article 5

The outcome of the Consultations will not be made public, unless otherwise agreed upon by the Parties.

Article 6

Any differences or disputes that may arise for the implementation or

interpretation of this Memorandum of Understanding will be settled by consultations between the Parties.

(9)

Article 7

The present Memorandum of Understanding shall enter

into

force upon

signature and be valid for five years.:. This Memorandum of

Understanding shall remain in force for five years unless one of the

Parties indicates its intention in writing to terminate this Memorandum

of Understanding, six months in advance.

Article 8

The Memorandum of Understanding may be

amended

upon mutual

consent of the Parties. These amendments shaH ente

r

into force upon

signature.

Article 9

The termination or suspension of the pre

s

ent Memorandum of

Understanding shall not affect the execution and duration of any

arrangement made under the present Memorandurn of Understanding

until the completion of such arrangement.

IN WITNESS WHEREOF, the undersigned being duly authonzed

by

their

respective Governments, have signed the present Memorandum of

Understanding.

DONE at Pyongyang on

12th

of November in the year two thousand

three

in

two originals in the Indonesian, Korean and English languages.

All texts are equally authentic. Any divergence of interpretation, the

English text shall prevail.

FORTHEGOVERNMENTOF THE REPUBLIC OF

INDONESIA

Signed

FOR THE GOVERNMENT OF THE DEMOCRATIC PEOPLE'S

REPUBLIC OF KOREA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :