USULAN ATURAN BERSAMA
A. PENGANTAR
Aturan bersama adalah sebuah hasil dari kesepakatan masyarakat sebagai pengendalian, pengawasan, dan evaluasi bagi hasil perencanaan yang telah direncanakan bersama- sama, sehingga perancanaan yang dibuat dalam Rencana Penataan Lingkungan Permukiman desa ciledug tengah menjadi berlanjut dan memberikan hasil yang efektif untuk pengembangan secara keseluruhan.
Kesepakatan-kesepakatan yang akan diatur dalam bentuk Aturan Bersama (AB) diantaranya adalah esepakatan tentang aturan pembangunan dilihat dari enam aspek
1. Kesepakatan dari sisi tata ruang
2. Kesepakatan dari sisi perumahan bangunan 3. Kesepakatan dari sisi Sarana & prasarana 4. . Kesepakatan dari sisi Ekonomi
5. Kesepakatan dari sisi Pelayanan publik 6. Kesepakatan dari sisi Kelembagaan
Hasil kesepakatan ini bersumber dari hasil rembug yang diambil di tingkatan basis oleh TIPP/BKM/Pokja-Pokja. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang nantinya melaksanakan dapat mematuhi, aturan yang dibuat sendiri.
disebabkan karena kegagalan dalam membangun kesepakatan-kesepakatan operasional, (termasuk di dalamnya kesepakatan pengorganisasian pengelolaan).
Seringkali terjadi, proses perencanaan partisipatif menyepakati pembangunan sebuah jaringan infrastruktur tertentu (air bersih yang diambil dari sumber mata air terdekat, jalan, jembatan, irigasi dll). Program tersebut amat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, sehingga hampir tidak ada penolakan tehadap program, namun pada tataran operasinalisasi, kegiatan menemui banyak kendala diantaranya misalnya:
1. Tidak disepakati siapa-siapa saja bertindak sebagai pelaksana (kontraktor) pekerjaan tersebut.
2. Siapa pihak-pihak yang bertugas memonitor proses pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan standart dan mandat yang diinginkan. 3. Apa timbal balik yang diberikan oleh pihak-pihak yang diuntungkan namun tidak terlibat dalam proses pelaksanaan/pengadaan. 4. Siapa yang akan mengelola dan merawat jaringan pasca dibangun,
5. Siapa yang akan bertanggungjawab jika terjadi kerusakan.
6. Dari mana dana mesti di dapatkan untuk pemeliharaan dan perbaikan, serta sejumlah masalah yang lain.
Kegagalan membangun kesepakatan-kesepakatan ini mampu menimbulkan permasalahan krusial terutama terkait dengan terjaminnya keberlangsungan/ sustainabilitas. Jika kegagalan pengelolaan tersebut terjadi maka akan mengakibatkan penurunan kepercayaan publik/masyarakat terhadap proses-proses partisipatif yang telah dikembangkan.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka untuk kegiatan pembangunan di Desa CILEDUGTENGAH , Kecamatan CILEDUG , KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT, disepakati usulan acuan untuk menjadi Aturan Bersama, dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: Lingkungan Hidup & Tata Ruang, PENATAAN Ekonomi dan Sosial-Budaya. Dalam masing-masing pembagian tersebut diuraikan lebih detil lagi kegiatan-kegiatan yang akan diatur.
Dalam bagian Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, tema-tema yang diatur yaitu mengenai Penataan bantaran sungai, Penghijauan desa dan ruang terbuka, Perumahan dan bangunan, Mitigasi bencana, Pengelolaan limbah dan pencemaran lingkungan dan akses jalan lingkungan
Dalam bagian PENATAAN Ekonomi, detil tema-tema yang diatur yaitu: Pengairan & pertanian, Pengaturan pro ekonomi lokal, Pengaturan PKL, Pengaturan sentra-sentra ekonomi dan home industri, Pengaturan investasi lahan dan Pemasaran program-program pembangunan.
Dalam bagian Sosial dan Budaya, detil tema yang akan diatur, yaitu : Jam belajar masyarakat, Pemberantasan Mabuk, maling, madat, main judi, selingkuh, Memaksinalkan dunia pendidikan, Proteksi budaya khas CILEDUGTENGAH dan Memaksimalkan kelembagaan desa dan pengaturan organisasi-organisasi baru.
Uraian detil tema di atas akan diuraikan pada bagian di bawah ini.
B. SUBSTANSI ATURAN BERSAMA
TABEL ARAHAN ATURAN BERSAMA DESA CILEDUGTENGAH
KODISI FAKTUAL KONDISI IDEAL ATURAN BERSAMA YANG DISEPAKATI
TATA RUANG
Lapangan bola digunakan sebagai sarana olahraga Banyaknya lahan yang belum
dimanfaatkan
Kurangnya sarana bermain bagi anak-anak
Pemanfaatan lapangan olah raga sebagai open space kawasan (Sumber : Peraturan pemerintah no 15 tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan penataan Ruang) Pemanfaatan ruang yang belum
dimanfaatkan sebagai ruang terbuka pribadi.
Salah satu cara menciptakan ruang terbuka hijau adalah dengan
menyediakan ruang ruang publik yang berguna juga bagi interaksi sosial
a) Lapangan bola/Tempat bermain dilarang digunakan untuk hal negatif
b) Pembuatan aturan penggunaan sarana bermain c) Pemeliharaan di kelola oleh RW setempat
d) Pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman/apotik hidup.
Tidak adanya lahan makam Setiap Perumahan harus menyediakan lahan pemakaman
(Sumber perda Kab. Cirebon no 07 Tahun 1995 tentang Penyediaan Tanah Untuk Pemakaman Bagi Perusahaan
PembangunanPerumahan)
--- Kurangnya penataan bangunan di
sebagian Rw yang nyebabkan alur Setiap bangunan yang akan di bangun harus mempunyai Ijin Mendirikan
Bangunan yang mau akan berdiri dikoordinasikan dengan pemerintahan desa agar tidak menjadi masalah kedepannya
jaringan jalan berkelok-kolok serta saluran air kurang lancer berkelok-kelok
IMB yang belum terjalani dengan baik
Bangunan (sumber : Perda kab. Cirebon no.8 thn 2005)
Status Perbatasan yang kurang
jelas pada daerah Pihak desa harus mengidentifikasi batas2desa sesuai peraturan mentri terhadap
desa Ciledug tengah (sumber : PP no 72 th 2005 tentang Desa)
---perbatas Penyempitan saluran akibat sediment& adanya bangunan yang mempersempil lebar sungai antar desa
Garis Sepadan sungai berjarak 3 m dari bibir saluran/sungai (sumber : Perda Kab. Cirebon No.02 Tahun 1987 tentang Garis Sempadan;
a) Garis sepadan bangunan berjarak 3 m dari bibir sungai/saluran induk
Tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air maupun
di atas senderan saluran
PERUMAHAN & BANGUNAN
MCK umum yang kurang terawat
& belum tersedia di tiap RW. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengelolaan Air , baik
air bersih maupun air kotor,
(sumber : Perda Kab. Cirebon no. 81 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Air Bawah Tanah ; No.03 Tahun 2000 tentang Izin Mendirikan Bangunan; No. 40 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan & Penyedotan Kakus; no. 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita Di Kab.Cirebon
a. Pemakai MCK komunal wajib menjaga kebersihan b. Berswadaya dalam pemeliharaan peralatan &
bangunannya
c. Setiap rumah yang memiliki mck harus dilengkapi dengan septictank & sumur resapan
a) MCK harus ada sapticktank sehingga air tidak langsung meresap kedalam tanah yang menyebabkan air tanah kotor
b) Penyediaan biopori minimal satu titik ditiap rumah agar air segera meresap kedalam tanah
Pada kandang ternak kambing terdapat limbah ternak yang dibuang sembarangan
Limbah ternak tidak boleh di buang sembarangan, keberadaanya dapat dimanfaatkan sebagai kompos, (sumber : Perda Kab. Cirebon No.03 Tahun 1987 tentang Kebersihan,
Ketertiban dan Keindahan; no. 04 Tahun
a) Setiap Pemilik ternak tidak boleh langsung membuang limbah ternaknya ke saluran
b) Binatang ternak kambing sebaiknya diberi kandang dan tidak berkeliaran di lingkungan permukiman
2003 tentang Penyelenggaraan Izin Usaha Peternakan
Adanya Rumah Tidak layak Huni Setiap rumah harus sesuai standar
kesehatan,
(sumber : Perda Kab. Cirebon no. 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita Di Kab.Cirebon)
Panjang tritis disarankan berjarak maksimal 1 meter dari rumah dan tidak melebihi batas tanah yang dimiliki
Setiap usaha yang berkaitan dengan terganggunya kondisi sekitar wajib membuat ijin ke pemerintah desa
(Sumber : Perda Kab. Cirebon no. 60 9 Tahun 2005 tentang izin gangguan)
Setiap Kegiatan Usaha harus diketahui Dari Pemerintah desa
SARANA & PRASARANA
Daerah banjir ketika musim penghujan di sekitar saluran ciberu (RW 03 & RW 04)
Dilarang pembangunan bangunan baru di bantaran sungai
(Sumber : Perda Kab. Cirebon no. 02 Tahun 1987 tentang Garis Sempadan 03 Tahun 2000 tentang Izin Mendirikan Bangunan)
a) Tidak membuang sampah kesungai/Saluran b) Setiap akan musim penghujan di adakan kerja bakti
kebersihan
c) Tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air
maupun di atas senderan saluran ciberu
Pembuangan Sampah Akhir tidak tersedia sehingga banyak yang membuang sampah di sungai,lahan kosong,dibakar.
Pengelolaan sampah di kelola oleh lembaga otoritas yang bergerak menangani sampah agar tidak menyebabkan penyebaran kuman sehingga menimbulkan penyakit (sumber : Perda no 40 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan & Penyedotan Kakus No. 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita
a) Tiap rumah tanggamembuang sampah di tong sampah/ ditimbun/diolah
b) Setiap rumah Sejahtera I harus menyediakan tempat sampah
c) Diadakan iuran sampah bagi pertokoan dan pedagang,perumahan
d) Memisahkan sampah antara organik & anorganik e) Tidak membuang sampah tidak ke saluran/sungai
ataupun lahan kosong
Di Kab.Cirebon
No. 24 Tahun 2009 tentang Irigasi)
Saluran yg kurang mengalir dengan baik akibat kurangnya kemiringan saluran & terhalang bangunan yg kurang tertata baik.
Perawatan berkalah pada saluran lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
24 Tahun 2009 tentang Irigasi 02 Tahun 1987 tentang Garis
Sempadan
03 Tahun 1987 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan
Mengadakan jumsih secara berkala dengan melibatkan seluruh masyarakat desa ciledugtengah,dng diberlakukan sanksi pada yang tidak berpartisipasi berupa denda.
Saluran irigasi RW 01-02 yang mengalami kerusakan serta aliran kurang lancar akibat sedimentasi
Dilarang membuang sampah di saluran drainase,
24 Tahun 2009 tentang Irigasi 02 Tahun 1987 tentang Garis
Sempadan
03 Tahun 1987 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan
Setiap akan musim penghujan di adakan kerja bakti kebersihan
Sebagian jalan desa/lingkungan & trotoar sebagian mengalami rusak
Masih ada akses jalan tanah yang becek/krng layak
Diadakan organisasi otoritas tentang pengelolaan dan opeasi perbaikan jalan
03 Tahun 1987 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan
a) Perbaikan kerusakan paving blok max 2 m2 harus di
danai swadaya oleh warga lingkup RT
b) Setiap rumah memberi sumbangan Rp.1000,-/bulan untuk kas rt yang difungsikan untuk kegiatan mastarakat dilingkungannya
c) Masyarakat yang dekat dengan sepanjang jalan ikut serta dalam pemeliharaannya.
Daerah rawan gelap di beberapa
jalan lingkungan/desa Penerangan di sepanjang jalan pada malam hari Penerangan jalan memiliki kuat penerangan 500lux dengan tinggi >5 meter dari muka tanah (sumber: SNI 03-1733-2004)
rumah tersebut Pendidkan anak-anak dalam
keagamaan yang dirasa kurang karena fasilitas yang tidak mendukung
keberadaan Taman Kanak-Kanak
Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad kegiatan operasionalnya perlu dioptimalkan;
01 Tahun 2009 tentang Taman Kanak-Kanak Quran,Taman Pendidikan Al-Quran & Ta'limulAl-Quran Lil Audad 02 Tahun 2009 tentang Pendidikan
Diniyah Takmiliyah Awwaliyah 62 Tahun 2004 tentang Pendidikan
Madrasah Diniyah Awaliyah
Anak usia SD yang beragama islam wajib ikut madrasah
Anak-anak yang bermain dijalan lingkungan/desa yang berbahaya dari
lalu lalang kendaraan, PEmberian Rambu Zona berbahaya bagi anak- anak, dan berhati-hati bagi
kendaraan
20 Tahun 1993 tentang Ketentuan Penempatan Rambu-Rambu Lalu Lintas Jalan
Orang tua dianjurkan memberi bimbingan kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan,kesehatan dan kebersihan lingkungan
Keamanan lingkungan yang perlu
ditingkatkan lagi kewaspadaaannya Setiap Rw mempunyai Sitem pengamanan & keamanan lingkungan,
di atur dan disesuaikan dengan kesepakatan bersama.
02 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Gangguan
04 Tahun 2000 ( Diubah No.9 Tahun 2005 ) tentang Izin Gangguan 01 Tahun 2002 tentang Larangan
Perjudian Prostitusi & Minuman Keras
Setiap warga diatas 25th wajib giliran jaga berdasar kesepakatan ditingkatan RT.
EKONOMI
Akses simpan pinjam yang kurang bagi masyarakat
kecil,sehingga meminjam ke Bank keliling dengan bunga yang besar
Perputaran uang simpanpinjam UPK yang lambat & banyaknya rentenir
Pembentukan BUMDES dan koperasi bagi masyarakat di optimalkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.
03 Tahun 1989 tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Pihak Ketiga 58 Tahun 2001 tentang Sumber
Pendapatan Desa 10 Tahun 2002 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perindustrian & Perdagangan
14 Tahun 2003 tentang Perusahaan Bank Perkreditan Rakyat
17 Tahun 2007 tentang Kredit Modal Bantuan Lunak
10 Tahun 2009 tentang Pedoman Pembentukan BUM Desa
11 Tahun 2009 tentang PD.BPR Di Kab.Cirebon
17 Tahun 2007 tentang Kredit Modal Bantuan Lunak
Simpan pinjam di fasilitasi akses,info & lain-lain oleh lembaga BKM Ki Bledug Jaya
Banyaknya penganguran,kurangnya
lapangan pekerjaan Lembaga dan masarakat berupaya mengadakan pelatihan bagi
peningkatan keterampilan masyarakat.
75 Tahun 2001 tentang Pembentukan UPTD Loka Latihan Kerja
76 Tahun 2001 tentang Organisasi & Tata Kerja UPTD Loka Latihan Kerja 13 Tahun 2009 tentang RPJMD
Kab.Cirebon
14 Tahun 2009 tentang RPJPD Kab.Cirebon
a) para pelaku industri rumah tangga harus kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Pekerjanya
b) Untuk kegiatan industri yang letaknya di desa Ciledug Tengah Tenaga kerja dianjurkan Berasal dari
masyarakat local sesuai keahliannya
Akses pejalan kaki terabaikan akibat bayaknya pedagang yang berjualan di trotoar
Pedagang kaki lima di larang berjualan di tempat tempat umum yang
mengganggu aktivitas pejalan kaki
04 Tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cirebon 03 Tahun 1987 tentang Kebersihan,
Ketertiban dan Keindahan
Pedagang kecil dianjurkan tidak berjualan di trotoar maupun bahu jalan
PELAYANAN PUBLIK
Pemuda yang tidak ada peyaluran
bakat,mabuk,dll Peningkatan kemampuan dan
a) Dilarang keras pemuda/i memakai narkoba,minum
keterampilan oleh lembaga lembaga terkait dengan bekerja sama dengan dinas sosial guna meningkatkan nilai keterampilan para pemuda.
01 Tahun 2002 tentang Larangan Perjudian Prostitusi & Minuman Keras 75 Tahun 2001 tentang Pembentukan
UPTD Loka Latihan Kerja
76 Tahun 2001 tentang Organisasi & Tata Kerja UPTD Loka Latihan Kerja
b) Segala tindakan kriminal wajib dilaporkan ke pihak yang berwajib
Pelayanan kesehatan kepada balita
yang belum memadai Sosialisasi kesehatan ibu dan anak di posyandu dan peningkatan pelayanan
posyandu
78 tahun 2001 tentang Larangan Peredaran Garam Tidak Beryodium 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita Di Kab.Cirebon
Orang tua yang memiliki anak 0 bln – 5 th diharuskan menimbang anaknya ke posyandu
Banyaknya anak putus sekolah akibat
ekonomi Penyadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dilakukan oleh
pemdes dan lembaga-lembaga terkait, Pemberian beasiwa dan peningkatan pendidikan gratis merupakan salah satu cara terbaik meningkatkan mutu pendidikan di masyarakat
60 Tahun 2004 tentang Pembentukan,Pengelolaan & Penyaluran dana Abadi Di Bidang Pendidikan
Masyarakat buta huruf harus ikut program kejar paket
62 Tahun 2004 tentang Pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah
Kemudahan pelayanan kesehatan kepada orang dewasa dan manula untuk berobat ke rumah sakit
Penyediaan mobil siaga oleh desa dan masyarakat ikut berparisipatip di dalamnya.
a) Setiap warga yang memiliki kedaraan/mobil agar bersedia dijadikan ambulance desa,dlm keadaan darurat menolong warga dilingkup RT-nya.
b) Pendonor darah tercatat 7 bersedia mendonorkan sesuai kondisi
KELEMBAGAAN Sebagian lembaga non
pemerintahan hanya formalitas dan berjalan jika ada dananya
Keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan desa dan transparansi disetiap kegiatan desa
75 Tahun 2001 tentang Pembentukan UPTD Loka Latihan
Kerja
76 Tahun 2001 tentang Organisasi & Tata Kerja UPTD Loka Latihan Kerja 15 Tahun 2006 tentang Organisasi &
Tata Kerja Pemerintahan Desa 03 Tahun 1989 tentang Penyertaan
Modal Daerah Pada Pihak Ketiga
a) Setiap program pemerintah harus lewat pemerintahan desa dan melibatkan BKM Ki Bledug Jaya
b) Memfungsikan papan info sebagai media
informasi/transparasi pembangunan desa,baik oleh lembaga non pemerintah maupun pemerintahan desa c) Setiap perencannaan pembangunan harus dilibatkan
masyarakatnya
Lembaga – lembaga desa pro aktif vercheneling dengan dinas dinas terkait dalam pelatihan
penanggulangan bencana.
Dibentuk tim evakuasi desa dan dibuat pelatihan dengan didampingi dari pemda kabupaten dalam tanggap darurat bencanan
Perihal tanggap darurat bencana yang belum
TATA RUANG
Pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman/apotik hidup.
Tidak membuang sampah tidak ke saluran/sungai ataupun lahan kosong
Melarang Keras Penggunaan Lahan Digunakan Untuk Hal Maksiat
PERUMAHAN &BANGUNAN
Tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air maupun di atas senderan saluran
Tiap rumah tangga membuang sampah di tong sampah/ditimbun
Setiap rumah Sejahtera I harus menyediakan tempat sampah
Depan halaman rumah ditanami tanaman/pot bunga
Panjang tritis disarankan berjarak maksimal 1 meter dari rumah dan tidak melebihi batas tanah yang dimiliki
Setiap pembangunan rumahharus ada MCK yang dilengkapi dengan septictank & sumur resapan
Garis sepadan bangunan berjarak 2,2 m dari bibir sungai/saluran induk
SARANA & PRASARANA
Memisahkan sampah antara organik & anorganik
Setiap akan musim penghujan di adakan kerja bakti kebersihan
Mengadakan petugas pengangkut sampah yang iurannya dari warga masyarakat
Perbaikan kerusakan paving blok max 2 m2 harus di danai swadaya oleh warga lingkup RT
Menggalang dana swadaya masyarakat untuk pembangunan sarana & Prasarana.
Dilarang membuang sampah ke sungai/saluran air
EKONOMI
Simpan pinjam di fasilitasi akses,info & lain-lain oleh lembaga bkm
Ijin usaha tingkat desa
Tenaga kerja masyarakat lokal
Dibuatkan aturan main di sentra-sentra
Penyelenggaraan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pelaku industri rumah tangga
PELAYAAN PUBLIK
Adanya siskamling dari masyarakat
Mengadakan jumsih secara berkala dengan melibatkan seluruh masyarakat desa ciledugtengah,dengan diberlakukan sanksi pada yang tidak
berpartisipasi berupa denda.
Binatang ternak kambing sebaiknya diberi kandang dan tidak berkeliaran di lingkungan permukiman
Setiap rumah memberi sumbangan Rp.1000,-/minggu untuk ronda dan kas rt
Anak usia SD wajib ikut madrasah
Orang tua yang memiliki anak 0 -60bln diharuskan menimbang anaknya ke posyandu
Diadakan iuran sampah bagi pertokoan dan pedagang
Setiap perencannaan pembangunan harus dilibatkan masyarakatnya
Masyarakat buta huruf harus ikut program kejar paket
Orang tua dianjurkan memberi bimbingan kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan,kesehatan dan kebersihan lingkungan
KELEMBAGAAN
Memfungsikan papan info sebagai media informasi pembangunan desa baik oleh lembaga non pemerintah maupun pemerintahan desa.
Setiap program pemerintah harus lewat BKM KI BLEDUG JAYA dan pemerintahan desa
Dibentuk tim evakuasi desa dan dibuat pelatihan dengan didampingi dari pemda kabupaten dalam tanggap darurat bencanan
KESEPAKATAN MASYARAKAT TERKAIT ATURAN BERSAMA UNTUK RPLP
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa
Kami warga Masyarakat DESA CILEDUGTENGAH menyatakan:
1. Setuju menerima hasil RPLP dan akan melaksanakan program kegiatan pembangunan sesuai dengan prioritas yang telah disebutkan di dalam RPLP dengan bantuan program PLPBK/ND maupun secara mandiri.
2. Berkehendak menjalankan proses pembangunan di Desa/Kelurahan tersebut melalui (gotong-royong desa) yang (pembentukan panitia pembangunan akan diatur kemudian atau panitia terdiri dari bapak-bapak berikut);
3. Berkehendak menjalankan proses persiapan pembangunan yaitu tindak rembug pentahapan, pembagian pekerjaan, survei material, proses pembangunan dan pemeliharaan yaitu pencatatan, pemantauan, pendokumentasian, ataupun tindak lain yang diperlukan;
4. Bersedia memberikan dukungan keuangan dan/atau pendampingan kepada proses pembangunan maupun panitia pembangunan dalam upaya pembangunan tersebut melalui (sumbangan sukarela atau sumbangan tenaga atau sumbangan terkait);
5. Bertekad untuk tidak menelantarkan, ikut menjaga, memelihara, menanggung biaya operasional fasilias yang menjadi Aset Desa termasuk dalam hal pengadaan biaya pemeliharaan dengan cara (iuran rutin, anggaran desa);
6. Akan mengaktifkan dan memberdayakan peran lembaga (Organisasi Lokal) dalam urusan pemeliharaan fasilitas dimaksud. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sepenuh hati agar dapat memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya.
CILEDUGTENGAH , 30 Oktober 2010 Menyepakati,
Perwakilan Masyarakat
1. ………(………)
Koordinator BKM Mengetahui
an. Kepala Desa
2. ………(………)
3. ………(………)
4. ………(………)
5. ………(………) (...) (...)
Saksi-saksi,
Peserta Rembug Warga (daftar terlampir)