• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aturan Bersama Desa Ciledugtengah Nur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " Aturan Bersama Desa Ciledugtengah Nur"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN ATURAN BERSAMA

A. PENGANTAR

Aturan bersama adalah sebuah hasil dari kesepakatan masyarakat sebagai pengendalian, pengawasan, dan evaluasi bagi hasil perencanaan yang telah direncanakan bersama- sama, sehingga perancanaan yang dibuat dalam Rencana Penataan Lingkungan Permukiman desa ciledug tengah menjadi berlanjut dan memberikan hasil yang efektif untuk pengembangan secara keseluruhan.

Kesepakatan-kesepakatan yang akan diatur dalam bentuk Aturan Bersama (AB) diantaranya adalah esepakatan tentang aturan pembangunan dilihat dari enam aspek

1. Kesepakatan dari sisi tata ruang

2. Kesepakatan dari sisi perumahan bangunan 3. Kesepakatan dari sisi Sarana & prasarana 4. . Kesepakatan dari sisi Ekonomi

5. Kesepakatan dari sisi Pelayanan publik 6. Kesepakatan dari sisi Kelembagaan

Hasil kesepakatan ini bersumber dari hasil rembug yang diambil di tingkatan basis oleh TIPP/BKM/Pokja-Pokja. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang nantinya melaksanakan dapat mematuhi, aturan yang dibuat sendiri.

(2)

disebabkan karena kegagalan dalam membangun kesepakatan-kesepakatan operasional, (termasuk di dalamnya kesepakatan pengorganisasian pengelolaan).

Seringkali terjadi, proses perencanaan partisipatif menyepakati pembangunan sebuah jaringan infrastruktur tertentu (air bersih yang diambil dari sumber mata air terdekat, jalan, jembatan, irigasi dll). Program tersebut amat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, sehingga hampir tidak ada penolakan tehadap program, namun pada tataran operasinalisasi, kegiatan menemui banyak kendala diantaranya misalnya:

1. Tidak disepakati siapa-siapa saja bertindak sebagai pelaksana (kontraktor) pekerjaan tersebut.

2. Siapa pihak-pihak yang bertugas memonitor proses pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan standart dan mandat yang diinginkan. 3. Apa timbal balik yang diberikan oleh pihak-pihak yang diuntungkan namun tidak terlibat dalam proses pelaksanaan/pengadaan. 4. Siapa yang akan mengelola dan merawat jaringan pasca dibangun,

5. Siapa yang akan bertanggungjawab jika terjadi kerusakan.

6. Dari mana dana mesti di dapatkan untuk pemeliharaan dan perbaikan, serta sejumlah masalah yang lain.

Kegagalan membangun kesepakatan-kesepakatan ini mampu menimbulkan permasalahan krusial terutama terkait dengan terjaminnya keberlangsungan/ sustainabilitas. Jika kegagalan pengelolaan tersebut terjadi maka akan mengakibatkan penurunan kepercayaan publik/masyarakat terhadap proses-proses partisipatif yang telah dikembangkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka untuk kegiatan pembangunan di Desa CILEDUGTENGAH , Kecamatan CILEDUG , KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT, disepakati usulan acuan untuk menjadi Aturan Bersama, dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: Lingkungan Hidup & Tata Ruang, PENATAAN Ekonomi dan Sosial-Budaya. Dalam masing-masing pembagian tersebut diuraikan lebih detil lagi kegiatan-kegiatan yang akan diatur.

Dalam bagian Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, tema-tema yang diatur yaitu mengenai Penataan bantaran sungai, Penghijauan desa dan ruang terbuka, Perumahan dan bangunan, Mitigasi bencana, Pengelolaan limbah dan pencemaran lingkungan dan akses jalan lingkungan

Dalam bagian PENATAAN Ekonomi, detil tema-tema yang diatur yaitu: Pengairan & pertanian, Pengaturan pro ekonomi lokal, Pengaturan PKL, Pengaturan sentra-sentra ekonomi dan home industri, Pengaturan investasi lahan dan Pemasaran program-program pembangunan.

(3)

Dalam bagian Sosial dan Budaya, detil tema yang akan diatur, yaitu : Jam belajar masyarakat, Pemberantasan Mabuk, maling, madat, main judi, selingkuh, Memaksinalkan dunia pendidikan, Proteksi budaya khas CILEDUGTENGAH dan Memaksimalkan kelembagaan desa dan pengaturan organisasi-organisasi baru.

Uraian detil tema di atas akan diuraikan pada bagian di bawah ini.

B. SUBSTANSI ATURAN BERSAMA

TABEL ARAHAN ATURAN BERSAMA DESA CILEDUGTENGAH

KODISI FAKTUAL KONDISI IDEAL ATURAN BERSAMA YANG DISEPAKATI

TATA RUANG

 Lapangan bola digunakan sebagai sarana olahraga  Banyaknya lahan yang belum

dimanfaatkan

 Kurangnya sarana bermain bagi anak-anak

 Pemanfaatan lapangan olah raga sebagai open space kawasan (Sumber : Peraturan pemerintah no 15 tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan penataan Ruang)  Pemanfaatan ruang yang belum

dimanfaatkan sebagai ruang terbuka pribadi.

 Salah satu cara menciptakan ruang terbuka hijau adalah dengan

menyediakan ruang ruang publik yang berguna juga bagi interaksi sosial

a) Lapangan bola/Tempat bermain dilarang digunakan untuk hal negatif

b) Pembuatan aturan penggunaan sarana bermain c) Pemeliharaan di kelola oleh RW setempat

d) Pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman/apotik hidup.

Tidak adanya lahan makam  Setiap Perumahan harus menyediakan lahan pemakaman

(Sumber perda Kab. Cirebon no 07 Tahun 1995 tentang Penyediaan Tanah Untuk Pemakaman Bagi Perusahaan

PembangunanPerumahan)

--- Kurangnya penataan bangunan di

sebagian Rw yang nyebabkan alur  Setiap bangunan yang akan di bangun harus mempunyai Ijin Mendirikan

Bangunan yang mau akan berdiri dikoordinasikan dengan pemerintahan desa agar tidak menjadi masalah kedepannya

(4)

jaringan jalan berkelok-kolok serta saluran air kurang lancer berkelok-kelok

 IMB yang belum terjalani dengan baik

Bangunan (sumber : Perda kab. Cirebon no.8 thn 2005)

Status Perbatasan yang kurang

jelas pada daerah  Pihak desa harus mengidentifikasi batas2desa sesuai peraturan mentri terhadap

desa Ciledug tengah (sumber : PP no 72 th 2005 tentang Desa)

---perbatas Penyempitan saluran akibat sediment& adanya bangunan yang mempersempil lebar sungai antar desa

Garis Sepadan sungai berjarak 3 m dari bibir saluran/sungai (sumber : Perda Kab. Cirebon No.02 Tahun 1987 tentang Garis Sempadan;

a) Garis sepadan bangunan berjarak 3 m dari bibir sungai/saluran induk

Tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air maupun

di atas senderan saluran

PERUMAHAN & BANGUNAN

MCK umum yang kurang terawat

& belum tersedia di tiap RW.  Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengelolaan Air , baik

air bersih maupun air kotor,

(sumber : Perda Kab. Cirebon no. 81 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Air Bawah Tanah ; No.03 Tahun 2000 tentang Izin Mendirikan Bangunan; No. 40 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan & Penyedotan Kakus; no. 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita Di Kab.Cirebon

a. Pemakai MCK komunal wajib menjaga kebersihan b. Berswadaya dalam pemeliharaan peralatan &

bangunannya

c. Setiap rumah yang memiliki mck harus dilengkapi dengan septictank & sumur resapan

a) MCK harus ada sapticktank sehingga air tidak langsung meresap kedalam tanah yang menyebabkan air tanah kotor

b) Penyediaan biopori minimal satu titik ditiap rumah agar air segera meresap kedalam tanah

Pada kandang ternak kambing terdapat limbah ternak yang dibuang sembarangan

 Limbah ternak tidak boleh di buang sembarangan, keberadaanya dapat dimanfaatkan sebagai kompos, (sumber : Perda Kab. Cirebon No.03 Tahun 1987 tentang Kebersihan,

Ketertiban dan Keindahan; no. 04 Tahun

a) Setiap Pemilik ternak tidak boleh langsung membuang limbah ternaknya ke saluran

b) Binatang ternak kambing sebaiknya diberi kandang dan tidak berkeliaran di lingkungan permukiman

(5)

2003 tentang Penyelenggaraan Izin Usaha Peternakan

Adanya Rumah Tidak layak Huni Setiap rumah harus sesuai standar

kesehatan,

(sumber : Perda Kab. Cirebon no. 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita Di Kab.Cirebon)

Panjang tritis disarankan berjarak maksimal 1 meter dari rumah dan tidak melebihi batas tanah yang dimiliki

 Setiap usaha yang berkaitan dengan terganggunya kondisi sekitar wajib membuat ijin ke pemerintah desa

(Sumber : Perda Kab. Cirebon no. 60 9 Tahun 2005 tentang izin gangguan)

Setiap Kegiatan Usaha harus diketahui Dari Pemerintah desa

SARANA & PRASARANA

Daerah banjir ketika musim penghujan di sekitar saluran ciberu (RW 03 & RW 04)

 Dilarang pembangunan bangunan baru di bantaran sungai

(Sumber : Perda Kab. Cirebon no. 02 Tahun 1987 tentang Garis Sempadan 03 Tahun 2000 tentang Izin Mendirikan Bangunan)

a) Tidak membuang sampah kesungai/Saluran b) Setiap akan musim penghujan di adakan kerja bakti

kebersihan

c) Tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air

maupun di atas senderan saluran ciberu

Pembuangan Sampah Akhir tidak tersedia sehingga banyak yang membuang sampah di sungai,lahan kosong,dibakar.

 Pengelolaan sampah di kelola oleh lembaga otoritas yang bergerak menangani sampah agar tidak menyebabkan penyebaran kuman sehingga menimbulkan penyakit (sumber : Perda no 40 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan & Penyedotan Kakus No. 03 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita

a) Tiap rumah tanggamembuang sampah di tong sampah/ ditimbun/diolah

b) Setiap rumah Sejahtera I harus menyediakan tempat sampah

c) Diadakan iuran sampah bagi pertokoan dan pedagang,perumahan

d) Memisahkan sampah antara organik & anorganik e) Tidak membuang sampah tidak ke saluran/sungai

ataupun lahan kosong

(6)

Di Kab.Cirebon

No. 24 Tahun 2009 tentang Irigasi)

Saluran yg kurang mengalir dengan baik akibat kurangnya kemiringan saluran & terhalang bangunan yg kurang tertata baik.

Perawatan berkalah pada saluran lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

 24 Tahun 2009 tentang Irigasi  02 Tahun 1987 tentang Garis

Sempadan

 03 Tahun 1987 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan

Mengadakan jumsih secara berkala dengan melibatkan seluruh masyarakat desa ciledugtengah,dng diberlakukan sanksi pada yang tidak berpartisipasi berupa denda.

Saluran irigasi RW 01-02 yang mengalami kerusakan serta aliran kurang lancar akibat sedimentasi

Dilarang membuang sampah di saluran drainase,

 24 Tahun 2009 tentang Irigasi  02 Tahun 1987 tentang Garis

Sempadan

 03 Tahun 1987 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan

Setiap akan musim penghujan di adakan kerja bakti kebersihan

Sebagian jalan desa/lingkungan & trotoar sebagian mengalami rusak

Masih ada akses jalan tanah yang becek/krng layak

Diadakan organisasi otoritas tentang pengelolaan dan opeasi perbaikan jalan

 03 Tahun 1987 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan

a) Perbaikan kerusakan paving blok max 2 m2 harus di

danai swadaya oleh warga lingkup RT

b) Setiap rumah memberi sumbangan Rp.1000,-/bulan untuk kas rt yang difungsikan untuk kegiatan mastarakat dilingkungannya

c) Masyarakat yang dekat dengan sepanjang jalan ikut serta dalam pemeliharaannya.

Daerah rawan gelap di beberapa

jalan lingkungan/desa Penerangan di sepanjang jalan pada malam hari Penerangan jalan memiliki kuat penerangan 500lux dengan tinggi >5 meter dari muka tanah (sumber: SNI 03-1733-2004)

(7)

rumah tersebut Pendidkan anak-anak dalam

keagamaan yang dirasa kurang karena fasilitas yang tidak mendukung

keberadaan Taman Kanak-Kanak

Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad kegiatan operasionalnya perlu dioptimalkan;

 01 Tahun 2009 tentang Taman Kanak-Kanak Quran,Taman Pendidikan Al-Quran & Ta'limulAl-Quran Lil Audad  02 Tahun 2009 tentang Pendidikan

Diniyah Takmiliyah Awwaliyah  62 Tahun 2004 tentang Pendidikan

Madrasah Diniyah Awaliyah

Anak usia SD yang beragama islam wajib ikut madrasah

Anak-anak yang bermain dijalan lingkungan/desa yang berbahaya dari

lalu lalang kendaraan, PEmberian Rambu Zona berbahaya bagi anak- anak, dan berhati-hati bagi

kendaraan

 20 Tahun 1993 tentang Ketentuan Penempatan Rambu-Rambu Lalu Lintas Jalan

Orang tua dianjurkan memberi bimbingan kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan,kesehatan dan kebersihan lingkungan

Keamanan lingkungan yang perlu

ditingkatkan lagi kewaspadaaannya Setiap Rw mempunyai Sitem pengamanan & keamanan lingkungan,

di atur dan disesuaikan dengan kesepakatan bersama.

 02 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Gangguan

 04 Tahun 2000 ( Diubah No.9 Tahun 2005 ) tentang Izin Gangguan  01 Tahun 2002 tentang Larangan

Perjudian Prostitusi & Minuman Keras

Setiap warga diatas 25th wajib giliran jaga berdasar kesepakatan ditingkatan RT.

(8)

EKONOMI

Akses simpan pinjam yang kurang bagi masyarakat

kecil,sehingga meminjam ke Bank keliling dengan bunga yang besar

Perputaran uang simpanpinjam UPK yang lambat & banyaknya rentenir

Pembentukan BUMDES dan koperasi bagi masyarakat di optimalkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

 03 Tahun 1989 tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Pihak Ketiga  58 Tahun 2001 tentang Sumber

Pendapatan Desa  10 Tahun 2002 tentang

Penyelenggaraan Usaha Perindustrian & Perdagangan

 14 Tahun 2003 tentang Perusahaan Bank Perkreditan Rakyat

 17 Tahun 2007 tentang Kredit Modal Bantuan Lunak

 10 Tahun 2009 tentang Pedoman Pembentukan BUM Desa

 11 Tahun 2009 tentang PD.BPR Di Kab.Cirebon

 17 Tahun 2007 tentang Kredit Modal Bantuan Lunak

Simpan pinjam di fasilitasi akses,info & lain-lain oleh lembaga BKM Ki Bledug Jaya

(9)

Banyaknya penganguran,kurangnya

lapangan pekerjaan Lembaga dan masarakat berupaya mengadakan pelatihan bagi

peningkatan keterampilan masyarakat.

 75 Tahun 2001 tentang Pembentukan UPTD Loka Latihan Kerja

 76 Tahun 2001 tentang Organisasi & Tata Kerja UPTD Loka Latihan Kerja  13 Tahun 2009 tentang RPJMD

Kab.Cirebon

 14 Tahun 2009 tentang RPJPD Kab.Cirebon

a) para pelaku industri rumah tangga harus kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Pekerjanya

b) Untuk kegiatan industri yang letaknya di desa Ciledug Tengah Tenaga kerja dianjurkan Berasal dari

masyarakat local sesuai keahliannya

Akses pejalan kaki terabaikan akibat bayaknya pedagang yang berjualan di trotoar

Pedagang kaki lima di larang berjualan di tempat tempat umum yang

mengganggu aktivitas pejalan kaki

 04 Tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cirebon  03 Tahun 1987 tentang Kebersihan,

Ketertiban dan Keindahan

Pedagang kecil dianjurkan tidak berjualan di trotoar maupun bahu jalan

PELAYANAN PUBLIK

Pemuda yang tidak ada peyaluran

bakat,mabuk,dll Peningkatan kemampuan dan

a) Dilarang keras pemuda/i memakai narkoba,minum

(10)

keterampilan oleh lembaga lembaga terkait dengan bekerja sama dengan dinas sosial guna meningkatkan nilai keterampilan para pemuda.

 01 Tahun 2002 tentang Larangan Perjudian Prostitusi & Minuman Keras  75 Tahun 2001 tentang Pembentukan

UPTD Loka Latihan Kerja

 76 Tahun 2001 tentang Organisasi & Tata Kerja UPTD Loka Latihan Kerja

b) Segala tindakan kriminal wajib dilaporkan ke pihak yang berwajib

Pelayanan kesehatan kepada balita

yang belum memadai Sosialisasi kesehatan ibu dan anak di posyandu dan peningkatan pelayanan

posyandu

 78 tahun 2001 tentang Larangan Peredaran Garam Tidak Beryodium  03 Tahun 2009 tentang Kesehatan

Ibu,Bayi baru Lahir,Bayi & Anak Balita Di Kab.Cirebon

Orang tua yang memiliki anak 0 bln – 5 th diharuskan menimbang anaknya ke posyandu

Banyaknya anak putus sekolah akibat

ekonomi Penyadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dilakukan oleh

pemdes dan lembaga-lembaga terkait, Pemberian beasiwa dan peningkatan pendidikan gratis merupakan salah satu cara terbaik meningkatkan mutu pendidikan di masyarakat

 60 Tahun 2004 tentang Pembentukan,Pengelolaan & Penyaluran dana Abadi Di Bidang Pendidikan

Masyarakat buta huruf harus ikut program kejar paket

(11)

 62 Tahun 2004 tentang Pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah

Kemudahan pelayanan kesehatan kepada orang dewasa dan manula untuk berobat ke rumah sakit

Penyediaan mobil siaga oleh desa dan masyarakat ikut berparisipatip di dalamnya.

a) Setiap warga yang memiliki kedaraan/mobil agar bersedia dijadikan ambulance desa,dlm keadaan darurat menolong warga dilingkup RT-nya.

b) Pendonor darah tercatat 7 bersedia mendonorkan sesuai kondisi

KELEMBAGAAN Sebagian lembaga non

pemerintahan hanya formalitas dan berjalan jika ada dananya

Keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan desa dan transparansi disetiap kegiatan desa

 75 Tahun 2001 tentang Pembentukan UPTD Loka Latihan

Kerja

 76 Tahun 2001 tentang Organisasi & Tata Kerja UPTD Loka Latihan Kerja  15 Tahun 2006 tentang Organisasi &

Tata Kerja Pemerintahan Desa  03 Tahun 1989 tentang Penyertaan

Modal Daerah Pada Pihak Ketiga

a) Setiap program pemerintah harus lewat pemerintahan desa dan melibatkan BKM Ki Bledug Jaya

b) Memfungsikan papan info sebagai media

informasi/transparasi pembangunan desa,baik oleh lembaga non pemerintah maupun pemerintahan desa c) Setiap perencannaan pembangunan harus dilibatkan

masyarakatnya

Lembaga – lembaga desa pro aktif vercheneling dengan dinas dinas terkait dalam pelatihan

penanggulangan bencana.

Dibentuk tim evakuasi desa dan dibuat pelatihan dengan didampingi dari pemda kabupaten dalam tanggap darurat bencanan

Perihal tanggap darurat bencana yang belum

(12)

TATA RUANG

 Pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman/apotik hidup.

 Tidak membuang sampah tidak ke saluran/sungai ataupun lahan kosong

 Melarang Keras Penggunaan Lahan Digunakan Untuk Hal Maksiat

PERUMAHAN &BANGUNAN

 Tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air maupun di atas senderan saluran

 Tiap rumah tangga membuang sampah di tong sampah/ditimbun

 Setiap rumah Sejahtera I harus menyediakan tempat sampah

 Depan halaman rumah ditanami tanaman/pot bunga

 Panjang tritis disarankan berjarak maksimal 1 meter dari rumah dan tidak melebihi batas tanah yang dimiliki

 Setiap pembangunan rumahharus ada MCK yang dilengkapi dengan septictank & sumur resapan

 Garis sepadan bangunan berjarak 2,2 m dari bibir sungai/saluran induk

SARANA & PRASARANA

(13)

 Memisahkan sampah antara organik & anorganik

 Setiap akan musim penghujan di adakan kerja bakti kebersihan

 Mengadakan petugas pengangkut sampah yang iurannya dari warga masyarakat

 Perbaikan kerusakan paving blok max 2 m2 harus di danai swadaya oleh warga lingkup RT

 Menggalang dana swadaya masyarakat untuk pembangunan sarana & Prasarana.

 Dilarang membuang sampah ke sungai/saluran air

EKONOMI

 Simpan pinjam di fasilitasi akses,info & lain-lain oleh lembaga bkm

 Ijin usaha tingkat desa

 Tenaga kerja masyarakat lokal

 Dibuatkan aturan main di sentra-sentra

 Penyelenggaraan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pelaku industri rumah tangga

PELAYAAN PUBLIK

 Adanya siskamling dari masyarakat

 Mengadakan jumsih secara berkala dengan melibatkan seluruh masyarakat desa ciledugtengah,dengan diberlakukan sanksi pada yang tidak

berpartisipasi berupa denda.

 Binatang ternak kambing sebaiknya diberi kandang dan tidak berkeliaran di lingkungan permukiman

Setiap rumah memberi sumbangan Rp.1000,-/minggu untuk ronda dan kas rt

 Anak usia SD wajib ikut madrasah

 Orang tua yang memiliki anak 0 -60bln diharuskan menimbang anaknya ke posyandu

 Diadakan iuran sampah bagi pertokoan dan pedagang

(14)

 Setiap perencannaan pembangunan harus dilibatkan masyarakatnya

 Masyarakat buta huruf harus ikut program kejar paket

 Orang tua dianjurkan memberi bimbingan kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan,kesehatan dan kebersihan lingkungan

KELEMBAGAAN

 Memfungsikan papan info sebagai media informasi pembangunan desa baik oleh lembaga non pemerintah maupun pemerintahan desa.

 Setiap program pemerintah harus lewat BKM KI BLEDUG JAYA dan pemerintahan desa

 Dibentuk tim evakuasi desa dan dibuat pelatihan dengan didampingi dari pemda kabupaten dalam tanggap darurat bencanan

(15)

KESEPAKATAN MASYARAKAT TERKAIT ATURAN BERSAMA UNTUK RPLP

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa

Kami warga Masyarakat DESA CILEDUGTENGAH menyatakan:

1. Setuju menerima hasil RPLP dan akan melaksanakan program kegiatan pembangunan sesuai dengan prioritas yang telah disebutkan di dalam RPLP dengan bantuan program PLPBK/ND maupun secara mandiri.

2. Berkehendak menjalankan proses pembangunan di Desa/Kelurahan tersebut melalui (gotong-royong desa) yang (pembentukan panitia pembangunan akan diatur kemudian atau panitia terdiri dari bapak-bapak berikut);

3. Berkehendak menjalankan proses persiapan pembangunan yaitu tindak rembug pentahapan, pembagian pekerjaan, survei material, proses pembangunan dan pemeliharaan yaitu pencatatan, pemantauan, pendokumentasian, ataupun tindak lain yang diperlukan;

4. Bersedia memberikan dukungan keuangan dan/atau pendampingan kepada proses pembangunan maupun panitia pembangunan dalam upaya pembangunan tersebut melalui (sumbangan sukarela atau sumbangan tenaga atau sumbangan terkait);

5. Bertekad untuk tidak menelantarkan, ikut menjaga, memelihara, menanggung biaya operasional fasilias yang menjadi Aset Desa termasuk dalam hal pengadaan biaya pemeliharaan dengan cara (iuran rutin, anggaran desa);

6. Akan mengaktifkan dan memberdayakan peran lembaga (Organisasi Lokal) dalam urusan pemeliharaan fasilitas dimaksud. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sepenuh hati agar dapat memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya.

CILEDUGTENGAH , 30 Oktober 2010 Menyepakati,

Perwakilan Masyarakat

1. ………(………)

Koordinator BKM Mengetahui

an. Kepala Desa

(16)

2. ………(………)

3. ………(………)

4. ………(………)

5. ………(………) (...) (...)

Saksi-saksi,

Peserta Rembug Warga (daftar terlampir)

(17)

Gambar

TABEL ARAHAN ATURAN BERSAMA DESA CILEDUGTENGAH

Referensi

Dokumen terkait

Nilai kebersamaan yang ada dalam tradisi Badu dan Sau ini digambarkan lewat masyarakat yang selalu bersama- sama patuh terhadap aturan, sama- sama memetik hasil

Pelaksanaan pembangunan desa harus sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam proses perencanaan dan masyarakat berhak untuk mengetahui dan melakukan pengawasan

APB Desa adalah hasil dari sebuah musrenbang desa yang telah disepakati bersama pada tahun tersebut dan harus dilaksanakan sesuai dengan kesepakan bersama masyarakat

Dalam kaitan ini, apa yang dilakukan setiap warga dan secara bersama-sama mengawal kesepakatan untuk menjaga kebersihan Penglipuran, menjadi sebuah system early warning baik

Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/ pengawasan, yang dilakukan

Semua itu juga sudah direncanakan oleh Bawaslu Kabupaten Tuban dalam sebuah perencanaan pengawasan yang telah disusun.” Pada hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa dalam rangka

PASAL 5 PELAKSANAAN 1 Pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini harus diatur lebih lanjut dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama sesuai kebutuhan antara PIHAK PERTAMA yang dalam hal ini diwakili

Penutupan Notulen Pembahasan Mempersentasekan hasil kegiatan peran serta masyarakat dan kerja sama lintas sektor selama tahun 2016 Kesimpulan Telah dilakukan kesepakatan bersama