• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Prakikum Genetika Peranan Kromos

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Prakikum Genetika Peranan Kromos"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Dipengaruhi Kromosom Seks BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Makhluk hidup, baik manusia, hewan, dan tumbuhan, masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies lainnya. Perbedaan-perbedaan karakter tersebut juga dapat diamati pada individu satu dengan individu lainnya walaupun masih dalam satu spesies. Hal ini sebagaimana dapat diamati pada manusia, antara manusia satu dengan manusia lainnya masing-masing memiliki perbedaan yang nampak maupun tidak nampak. Perbedaan-perbedaan tersebut dipengaruhi oleh suatu bahan genetik yang terdapat tubuh masing-masing individu.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Fussilat Ayat 53 sebagai berikut :

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu ?”

(Q.S. Fussilat : 41[53]).

(Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap penjuru) disegenap penjuru langit dan bumi, yaitu berupa api, tmbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan (dan pada diri mereka sendiri) yaitu berupa rapihnya ciptaan Allah dan indahnya hikmah yang terkandung di dalam penciptaan itu (sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia) yakni Al-Quran itu (adalah benar) diturunkan dari sisi Allah yang di dalamnya dijelaskan masalah hari berbangkit, hisab dan siksaan (Jalalain, 2010). Berdasarkan pada Firman Allah di atas, dapat diketahui bahwasanya salah satu bukti kebenaran yang terdapat di dalam diri manusia adalah gen. Menurut Campbell (2010), Gen merupakan segmen DNA, bahwa DNA adalah suatu polymer yang terdiri dari empat monomer yang berbeda yang dinamakan nukeotida.

1.2. Tujuan

Tujuan dilaksanakannya praktikum yang berjudul “Peranan Gen yang Dipengaruhi Seks” adalah untuk :

1) Mempelajari peranan gen yang dipengaruhi seks.

(2)

Dipengaruhi Kromosom Seks 1.3. Manfaat

Manfaat dalam melaksanakan praktikum yang berjudul “Peranan Gen yang

(3)

Dipengaruhi Kromosom Seks BAB II

METODE PRAKTIKUM

2.1. Waktu dan Tempat

Praktikum yang berjudul “Peranan Gen yang Dipengaruhi Seks” dilaksanakan pada Hari Senin, 10 April 2017 pada pukul 06.30 WIB. Tempat dilaksanakannya praktikum adalah Laboratorium Pendidikan Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

2.2. Alat dan Bahan 2.2.1. Alat

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum yang berjudul “Peranan Gen yang

Dipengaruhi Seks” adalah :

1) Lembar Kerja Secukupnya

2) Penggaris 1 buah

3) Alat Tulis 1 buah

2.2.2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum yang berjudul “ Peranan Gen yang Dipengaruhi Seks” adalah :

1) Jari-jari tangan praktikan Secukupnya

2) Silsilah keluarga praktikan Secukupnya

2.3. Cara Kerja

Langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum yang berjudul “Peranan Gen yang Dipengaruhi Seks” adalah :

1) Digambar dua garis lurus horizontal dengan jelas pada halaman laporan sementara. 2) Diletakkan ujung jari tengah tepat di garis yang atas.

3) Digambarkan posisi jari telunjuk dan jari tengah.

4) Ditentukan genotip masing-masing praktikan dan populasi kelas secara keseluruhan. 5) Dihitung frekuensi gen untuk populasi kelas, ditentukan gen yang mendominasi

populasi kelas.

6) Dituliskan secara jujur dari silsilah keluarga adakah yang berkepala botak. 7) Dituliskan genotip dari silsilah keluarga.

BAB III

(4)

Dipengaruhi Kromosom Seks 3.1. Hasil

3.1.1. Data Kebotakan

No Nama Bapak Botak Ibu Botak Gen

Ya Tidak Ya Tidak

10 Muchlasin v v bb

11 Aliia Rahmawai R v v bb

12 Rhesma v v bb

13 Syafrudin v v bb

14 Hikmah v v bb

15 Reni v v bb

16 Izzatul Laili v v bb

17 Illa v v BB

No Nama Index Raio Panjang/Pendek Gen

1 Munasiyah 0,97 Pendek Telunjuk TT

2 Arintasya 1,08 Panjang Telunjuk t

3 Luhur 0,93 Pendek Telunjuk TT

4 Nina 0,92 Pendek Telunjuk TT

(5)

Dipengaruhi Kromosom Seks

6 Devi 0,92 Pendek Telunjuk TT

7 Tria 0,98 Pendek Telunjuk TT

8 Intan Dwi 0,95 Pendek Telunjuk TT

9 Wahyu 0,96 Pendek Telunjuk TT

10 Muchlasin 0,98 Pendek Telunjuk t

11 Illa 0,94 Panjang Telunjuk Tt

12 Retno 0,97 Pendek Telunjuk TT

13 Nuri 0,95 Pendek Telunjuk TT

14 Alifah 0,90 Pendek Telunjuk TT

15 Real 0,97 Pendek Telunjuk TT

16 Ambar 0,92 Pendek Telunjuk TT

17 Dinar 0,95 Pendek Telunjuk TT

18 Sri 1,02 Panjang Telunjuk Tt

19 Yogi 0,92 Pendek Telunjuk TT

20 Aliia 0,93 Pendek Telunjuk TT

21 Rhesma 0,94 Pendek Telunjuk TT

22 Syafrudin 0,96 Pendek Telunjuk TT

23 Hikmah 0,93 Pendek Telunjuk TT

24 Reni 0,97 Pendek Telunjuk TT

25 Izzatul Laili 0,97 Pendek Telunjuk TT

3.2. Pembahasan

3.2.1. Kebotakan

Kebotakan merupakan salah satu sifat atau karakter genetik yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Kebotakan biasanya baru akan terlihat pada saat usia 30 tahun dan pada usia sebelum 30 tahun tidak .akan menampakkan tanda-tanda kebotakan. Perlu diketahui, bahwasanya kebotakan dapat diturunkan kepada keturunan dari orang yang

bersangkutan. Menurut Suryo (2012), jika B merupakan gen yang menentukan kepala botak dan alelnya b menentukan kepala berambut normal, maka pengaruh jenis kelamin itu demikian rupa sehingga gen B itu dominan pada laki-laki, tetapi resesip pada perempuan.

(6)

Dipengaruhi Kromosom Seks kromatin (chromatin) kompleks dari protein dan DNA. Lebih lanjut, Suryo (2012) menyatakan bahwasanya yang membawa keterangan genetik hanyalah asam nukeat saja.

Kromosom yang memegang peran utama dalam menentukan jenis kelamin disebut kromosom seks atau gonosom, sedangkan yang tidak menentukan jenis kelamin disebut kromosom biasa atau autosom (Mardiana, 2009). Perbedaan secara genetik yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, ditentukan oleh jumlah

kromosom atau jumlah gen yang ada pada kromosom X dan kromosom Y (Mustofa, 2009). Setiap manusia normal mempunyai 46 kromosom (diploid, 23 pasang

kromosom). Dua puluh dua pasang kromosom adalah kromosom autosom yang mengkode karakteristik manusia secara umum serta sifat-sifat spesifik, misalnya warna mata, bentuk rambut, dan lain sebagainya dan satu pasang kromosom adalah

kromosom seks, yang terdiri dari dua jenis yang berbeda secara genetis. Laki-laki secara genetik memiliki satu kromosom X dan satu Y, (46,XY), perempuan seara genetik mempunyai dua kromosom X, (46,XX) (Widhiatmoko, 2013).

Hasil pendataan dari silsilah keluarga masing-masing praktikan, menunjukkan bahwasanya dari 25 populasi kelas, didapati 2 orang yang memiliki faktor genetik kebotakan. Faktor tersebut berasal dari ayah yang mana ayah tersebut memiliki rambut botak, sehingga dapat diketahui bahwasanya genotipe dari orang yang bersangkutan tersebut adalah BB. Sementara itu, pada 23 praktikan lain tidak terdapat gen dominan B tersebut sehingga genotip mereka adalah bb. Frekuensi alel terangkai kelamin yang didapat berdasarkan pada hasil perhitungan menunjukkan 61 % pada gen B dan 39 % pada gen b. Angka-angka tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus frequensi genetik :

Jumlah = P2 (AA) + 2PQ(Aa) + q2 (aa) (p+q)2 = 1

p+q = 1

Perhitungan secara lengkap dapat diperhatikan pada perhitungan di bawah ini :

(7)

Dipengaruhi Kromosom Seks

Berdasarkan pada perhitungan di atas, Tammen (1990), menyatakan

bahwasanya pada permulaan data tersebut tersirat bagaimana cara resesif terwariskan. Lebih lanjut, menurut Suryo (2012), Alel-alel yang terdapat pada kromosom kelamin mempunyai frekuensi yang berlainan jika dibandingkan dengan frekuensi lale-alel yang terdapat pada autosom. Ini disebabkan karena adanya kromosom-kromosom kelamin yang berlainan pada dua kelamin.

3.2.2. Panjang Jari

Berdasarkan pada hasil pendataan terhadap 25 populasi praktikan, di dapati data yang menunjukkan bahwasanya di dapati 4 orang praktikan yang memiliki jari telunjuk lebih panjang daripada jari manis. Sementara itu, sisanya, yakni 21 orang praktikan memiliki jari telunjuk yang lebih pendek daripada jari manis. Menurut Suryo (2012), jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki-laki, tetapi resesip pada orang perempuan. Kegiatan gen itu menjadi sebagai berikut (Suro, 2012) :

Genotipe Laki-laki Perempuan

TT Telunjuk pendek Telunjuk pendek

Tt Telunjuk pendek Telunjuk panjang

tt Telunjuk panjang Telunjuk panjang

Mengacu pada pernyataan di atas, dapat diketahui bahwasanya sifat panjang jari telunjuk dominan pada perempuan, namun pada hasil praktikum diperoleh hasil bahwasanya hanya didapati 4 orang praktikan yang memiliki jari telunjuk lebih

panjang dari jari manis. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor terwariskan dari masing-masing orang tua praktikan, sehingga dari hasil tersebut jelas bahwasanya sebagian besar sebagian besar praktikan memiliki genotipe TT. Empat orang praktikan yang lain memiliki genotipe tt.

(8)

Dipengaruhi Kromosom Seks orang tua pada keturunannya melalui gen-gen, unit unit dasar hereditas. Lebih lanjut, Hugo (2003), menjelaskan bahwasanya pola pewarisan sifat menjelaskan bagaimana alel bekerja sama dalam menghasilkan keturunan. Menurut Nussabaum (2007), pola pewarisan sifat yang dijelaskan termasuk dominan-resesif, poligen, \X-Y linked dan pewarisan mitokondrial.

Berdasarkan pada hasil perhitungan terhadap frekuensi alel terangkai kelamin dari populasi praktikan diperoleh hasil frekuensi gen T adalah 39%, sedangkan frekuensi gen t menunjukkan hasil 61%. Angka-angka tersebut diperoleh berdasarkan pada perhitungan sebagai berikut :

Populasi = 25;

Berdasarkan pada perhitungan di atas, Tammen (1990), menyatakan

bahwasanya pada permulaan data tersebut tersirat bagaimana cara resesif terwariskan. Lebih lanjut, menurut Suryo (2012), Alel-alel yang terdapat pada kromosom kelamin mempunyai frekuensi yang berlainan jika dibandingkan dengan frekuensi lale-alel yang terdapat pada autosom. Ini disebabkan karena adanya kromosom-kromosom kelamin yang berlainan pada dua kelamin.

(9)

Dipengaruhi Kromosom Seks 4.1. Kesimpulan

Berdasarkan pada uraian-uraian pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwasanya :

1. Gen yang dipengaruhi kromosom seks berperan dalam mewariskan sifat\-sifat yang tidak terdapat pada kromosom X maupun kromosom Y namun saling mempengaruhi satu sama lain. Gen ini akan menentukan sifat turun-temurun yang mana sifat tersebut akan menjadi dominan tergantung pada jenis kelamin pada keturunan tersebut.

2. Genotipe yang terdapat pada diri praktikan baik dari segi kebotakan maupun panjang jari telunjuk adalah bbTT.

4.2. Saran

Praktikum yang akan datang sebaiknya dilakukan pula pendataan yang tidak hanya melibatkan kedua orang tua praktikan, tetapi juga kakek, nenek, paman, dan bibi praktikan. Hal ini dimaksudkan agar data silsilah lebih lengkap dan akurat. Selain itu, hal ini juga akan membuat praktikan lebih mengenal dan memahami silsilah keluarganya masing-masing.

(10)

Dipengaruhi Kromosom Seks Campbell, Neil A., Jane B. Reece, Lisa A. Urry, Michael L. Cain, Steven A. Wasserman,

Peter V. Minorsky, dan Robert B. Jackson. 2010. Biologi. Jilid 1. Edisi Kedelapan. Jakarta : Erlangga.

Hugo P., Eliaman Q., and John K., 2003. History of evolution and its concept. 6th ed. New York City.

Mardiana, Tri Yusufi. 2009. Teknologi Perngarahan Kelamin Ikan Menggunakan Madu. PENA Akuatika. Vol. 1. No. 1.

Mustofa, Samsul. 2009. Peran Kromosom Seks Terhadap Perkembangan Otak. Majalah Kesehatan Pharma Medika. Vol. 1. No. 1.

Nussbaum R.L., Mclnnes R.R., Willard H.F., and Thompson M.W., 2007. Thompson and Thompson Genetics in Medicine. 7th ed. Saunders/Elsevier.

Ordu, K.S., Didia B.C., dan Egbunefu N. 2014. Inheritance Pattern of Earlobe Attachment

amongst Nigerian. Greener Journal of Human Physiology and Anatomy. Vol. 2. No. 1. Suryo. 2012. Genetika untuk Strata 1. Yogyakarta : UGM Press.

Tammen, I., C. Schulze, J. Chaves Moreno, D. Waberski, D. Simon, dan B. Harlizius. 1990. Inheritance and Genetic Mapping of The Campus Syndrome (CPS) : A- Hight Frequency Tremor Diseases in Pigs. The American Genetic Assosiation.

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan Yesus yang menyatakan bahwa mereka buta sekalipun mereka melihat menunjukkan dengan jelas bahwa semua prestasi, kepercayaan, dan kebanggaan diri berlebihan yang

Penelitian Astuti (2013), mengenai Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga (SBI), Nilai Tukar (KURS) Rupiah, Inflasi, dan Indeks Bursa Internasional Terhadap IHSG, Dari

Perhitungan kuantitatif diberikan untuk menentukan interval perawatan yang optimal sedangkan Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada 13 equipment terdapat 15 bentuk

ATK0226 Kertas Piagam Art Paper warna Krem dengan Logo Emas, Uk.. 24mm x

Namun pada kenyataannya penggunaan Ruko di Pancoran Glodok sebagai hunian mulai mengalami degradasi sejak Kerusuhan Mei , ada banyak pemilik Ruko yang memilih untuk membeli Rumah

Publikasi Kecamatan Tenggarang Dalam Angka Tahun 2015 diterbitkan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan data statistik yang lengkap, akurat dan

Sikap ilmiah siswa kelas VIIc SMPN 15 Kota Bengkulu meningkat dari kategori cukup pada siklus I menjadi ketegori baik pada siklus II untuk setiap dimensi sikap yaitu

Syah (2015: 90) “Secara umum belajar dapat dMatematikahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku indVIidu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan