• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS PARADIGMA PROMOSI KESEHATAN KONSEP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS PARADIGMA PROMOSI KESEHATAN KONSEP"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PARADIGMA PROMOSI KESEHATAN

KONSEP SEHAT- SAKIT PADA MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Disampaikan untuk memenuhi tugas individu I

Disusun Oleh :

Tantiya Rani NIM 1509047088

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT SEKOLAH PASCASARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA 2017

(2)

(DESA- KOTA)

Menurut WHO, kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun social, dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. UU No.36 tahun 2009 menyatakan kesehatan mencakup 5 aspek yaitu fisik( badan), mental (jiwa), social, spiritual, dan ekonomi. Pembangunan kesehatan sebagai slaah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Konsep sehat dan sakit sebenarnya tidak universal dan mutlak karna ada faktor- faktor lain di luar klinis yang mempengaruhinya terutama faktor social budaya.

A. Pengertian Sehat- Sakit Definisi Sehat 1. WHO (1947)

- Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

- Mengandung tiga karakteristik :

a. merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia

b. memandang sehat dalam konteks lingkungan internal ataupun eksternal c. sehat diartikan sebai hidup yang kreatif dan produktif

2. President’s Communision On Health Need Of Nation Stated (1953)

- Sehat bukan merupakan suatu kondisi, tetapi merupakan penyesuaian, bukan merupakan suatu keadaan tapi merupakan suatu proses

- Proses adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka, tetapi terhadap lingkungan sosialnya.

3. Pender (1982)

- Sehat merupakan aktualisasi (perwujudan) yang diperoleh individu melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain, perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten. Sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas sosial.

(3)

- Sehat merupakan fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (Self Care Resources) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri ( Self Care Action ) secara adekuat.

- Self Care Resources , mencakup pengetahuan,ketrampilan dan sikap

- Self Care Action, perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlakukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan fungsi, psikososial dan spiritual. 5. Menurut Perseorangan

- Pengertian dan gambaran seseorang tentang sehat sangat bervariasi, persepsi. 6. Menurut Dunn (1959) adalah sesuatu kejadian dimana tidak adanya tanda-tanda dan

gejala dari penyakit

7. Menurut Perkin S. adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis setara bentuk tubuh dan fungsinya yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga tubuh dapat mengatasi gangguan dari luar.

Definisi Sakit

1. Parsors ( 1972 )

Sakit merupakan Gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas, termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya

2. Baursams ( 1965 )

Seseorang menggunakan tiga criteria untuk menentukan apakah mereka sakit :

- Adanya gejala : naiknya temperatur, nyeri

- Persepsi tentang bagaimana mereka mersakan baik, buruk, sakit

- Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, bekerja atupun sekolah

(4)

Sakit adalah : ketidakseimbangan dari kondisi normal tubuh manusia diantaranya sistem biologik dan kondisi penyesuaian. Terdapat mengemukakan tiga kriteria dari keadaan sakit :

a. Adanya gejala

b. Persepsi tentang keadaan yang dirasakan. c. Kemampuan dalam aktivitas sehari-hari. 4. Menurut Pemons (1972)

Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas termasuk keadaaan organism sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya.

5. Pengertian sakit dalam bahasa inggris diartikan menjadi 2 yaitu

illness dan disease perbedaan kedua istilah ini ialah : a. Illness

- Konsepnya abstrak - Sifatnya subjektif

- Akibat mekanisme koping (pertahanan) tak adekuat. b. Disease

- Suatu kondisi yang patologis - Terdapat sign dan symptom.

6. Menurut Imogene King sakit adalah gangguan dalam siklus hidup.

7. Menurut Perkin’s sakit adalah suatu keadaan gangguan yang tidak menyenangkan menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari, baik aktivitas jasmani, rohani dan sosial.

B. Rentang Sehat Sakit

(5)

keadaan. Dari ke-11 tingkatan tersebut, mereka sekaligus mencoba membuat indicator-indicator sehat- sakit:

1) Well being ( sehat sempurna)

Pada keadaan ini individu bebas gejala, keadaan kesehatannya sesuai dengan definisi sehat WHO, yaitu : sehat fisik, mental, spiritual, social, dan ekonomi. 2) Dissatisfaction (kurang memuaskan)

Keadaan kesehatan individu dalam batasan- batasan tertentu dapat diterima, namun ada penyimpangan ringan dari keadaan well being.

3) Discomfort (tidak nyaman)

Aktivitas sehari- hari dapat dilaksanakan tanpa pengurangan, walaupun beberapa gejala mulai tampak.

4) Minor disability (ketidak mampuan minor)

Aktivitas sehari- hari masih dapat dilaksanakan, namun berkurang secara bermakna karna adanya gangguan kesehatan.

5) Mayor disability ( ketidak mampuan mayor)

Aktivitas sehari- hari masih dapat dilaksanakan, namun berkurang secara bermakna. 6) Disabled (cacat)

Individu tidak mampu melaksanakan kegiatan sehari- harinya, tetapi masih bisa bergerak bebas dalam masyarakat.

7) Confined (terbatas)

Individu berada ditempat tidur, tetapi tidak masuk rumah sakit (dirawat). 8) Confined + bedridden (tinggal di tempat tidur )

Kemampuan dan kegiatan individu hanya terbatas ditempattidurnya. 9) Isolated (terisolasi)

Individu terpisah dari sanak keluarga dan kawan- kawan (dirawat).

10) Coma

Individu hamper mati,namun ada kemungkinan bisa sembuh dan menjadi lebih sehat lagi.

11) Mati

Individu tidak mampu sama sekali.

(6)

1) Body movement, dimana seseorang masih bisa menggerakan anggota tubuhnya, walaupun dalam keadaan sakit.

2) Mobility, dimana seseorang mampu melakukan kegiatan kemana saja (mobilitas), walaupun belum/ tidak dapat menjalankan tugas atau pekerjaan utamanya.

3) Major role activity, dimana seseorang masih mampu melakukan kegiatan utamanya, sesuai dengan pekerjaan atau tugas nya.

C. Hubungan Sehat- Sakit

Hubungan sehat – sakit dapat dijelaskan melalui beberapa model konsep sehat – sakit, diantaranya (Bustan, 1996) :

1) Model Ekologi (The Traditional Ecological Model)

Merupakan model status kesehatan seseorang yang ditentukan dengan adanya hasil interaksi antara Host (Manusia), Agent dan lingkungan. Hubungan interaksi yang psoitif akan menimbulkan kondisi yang seimbang (sehat), dan bila salh satu terjadi ketidakseimbangan maka yang lain akan mengalami kemampuan yang menurun dan menimbulkan sakit

2) The Health Field Concept Model

Model ini dikembangkan oleh HL Lamfframboise yang menjelaskan bahwa ada 4 faktor yang berperan dalam kondisi status kesehatan diantaranya :

- Faktor lingkungan - Faktor gaya hidup - Faktor biologis

- Faktor sistem pelayanan kesehatan 3) The Enviroment of Health Model

Model ini dikembangkan oleh HL Blum dimana merupakan pengembangan model sebelumnya dengan memberi penjelasan peranan atau faktor penyebab kondisi sehat-sakit, diantaranya :

- Herediter

- Pelayanan kesehatan - Gaya hidup

- Faktor lingkungan merupakan faktor dengan peran paling besar

D. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat

(7)

faktor lingkungan, kemudian disusul oleh faktor perilaku pelayanan kesehatan dan terakhir keturunan. Uraian faktor-faktor tersebut adalah :

1) Lingkungan hidup

Fisik : sampah, air, udara, perumahan dsb.

Sosial : kebudayaan , pendidikan, ekonomi (interaksi manusia) Biologi : hewan , jasad remik, tumbuhan.

2) Perilaku

Merupakan adat atau kebiasaan dari masyarakat. Sehat tidaknya lingkungan dan keluarga tergantung perilaku.

3) Pelayanan kesehatan

Peranan pelayanan kesehatan adalah :

- Menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan penyakit pengobatan, dan perawatan kesehatan.

- Dipengaruhi oleh faktor lokasi atau jarak ke tempat pelayanan kesehatan sumber daya manusia, informasi kesesuaian program pelayanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat.

4) Keturunan

Faktor keturunan adalah faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir. Sebagai contoh : diabetes mellitus, asma, epilepsy, retardasi mental, hipertensi, buta warna dll.

E. Faktor- faktor yang mempengaruhi keyakinan dan tindakan kesehatan 1. Faktor Internal

a. Tahap Perkembangan

Artinya status kesehatan dapat ditentukan oleh faktor usia dalam hal ini adalah pertumbuhan dan perkembangan, dengan demikian setiap rentang usia (bayi-lansia) memiliki pemahaman dan respon terhadap perubahan kesehatan yang berbeda-beda.

b. Pendidikan atau Tingkat Pengetahuan

(8)

faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit dan menggunakan pengetahuan tentang kesehatan untuk menjaga kesehatan sendirinya.

c. Persepsi tentang fungsi

Cara seseorang merasakan fungsi fisiknya akan berakibat pada keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakannya. Contoh, seseorang dengan kondisi jantung yang kronik merasa bahwa tingkat kesehatan mereka berbeda dengan orang yang tidak pernah mempunyai masalah kesehatan yang berarti. Akibatnya, keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakan kesehatan pada masing-masing orang cenderung berbeda-beda. Selain itu, individu yang sudah berhasil sembuh dari penyakit akut yang parah mungkin akan mengubah keyakinan mereka terhadap kesehatan dan cara mereka melaksanakannya.

d. Faktor Emosi

Faktor emosional juga mempengaruhi keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakannya. Seseorang yang mengalami respons stres dalam setiap perubahan hidupnya cenderung berespons terhadap berbagai tanda sakit, mungkin dilakukan dengan cara mengkhawatirkan bahwa penyakit tersebut dapat mengancam kehidu-pannya. Seseorang yang secara umum terlihat sangat tenang mungkin mempunyai respons emosional yang kecil selama ia sakit. Seorang individu yang tidak mampu melakukan koping secara emosional terhadap ancaman penyakit mungkin akan menyangkal adanya gejala penyakit pada dirinya dan tidak mau menjalani pengobatan.

e. Spiritual

(9)

dari perspektif yang luas. Fryback (1992) menemukan hubungan kesehatan dengan keyakinan terhadap kekuatan yang lebih besar, yang telah memberikan seseorang keyakinan dan kemampuan untuk mencintai. Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan secara utuh. Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara spiritual.

2. Faktor Eksternal

a. Praktik di Keluarga

Cara bagaimana keluarga menggunakan pelayanan kesehatan biasanya mempengaruhi cara klien dalam melaksanakan kesehatannya.

Misalnya:

o Jika seorang anak bersikap bahwa setiap virus dan penyakit dapat berpotensi mejadi penyakit berat dan mereka segera mencari pengobatan, maka bisasnya anak tersebut akan malakukan hal yang sama ketika mereka dewasa.

o Klien juga kemungkinan besar akan melakukan tindakan pencegahan jika keluarganya melakukan hal yang sama. Misal: anak yang selalu diajak orang tuanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, maka ketika punya anak dia akan melakukan hal yang sama.

b. Faktor Sosioekonomi

Faktor sosial dan psikososial dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit dan mempengaruhi cara seseorang mendefinisikan dan bereaksi terhadap penyakitnya. Variabel psikososial mencakup: stabilitas perkawinan, gaya hidup, dan lingkungan kerja. Sesorang biasanya akan mencari dukungan dan persetujuan dari kelompok sosialnya, hal ini akan mempengaruhi keyakinan kesehatan dan cara pelaksanaannya.

(10)

Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan, nilai dan kebiasaan individu, termasuk sistem pelayanan kesehatan dan cara pelaksanaan kesehatan pribadi. Untuk perawat belum menyadari pola budaya yang berhubungan dengan perilaku dan bahasa yang digunakan.

d. Ekonomi

Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akan lebih cepat tanggap terhadap gejala penyakit yang ia rasakan. Sehingga ia akan segera mencari pertolongan ketika merasa ada gangguan pada kesehatannya.

e. Kemudahan Akses Terhadap System Pelayanan

Dekatnya jarak klien dengan RS, klinik atau tempat pelayanan medis lain sering mempengaruhi kecepatan mereka dalam memasuki sistem pelayanan kesehatan. Demikian pula beberapa klien enggan mencari pelayanan yang kompleks dan besar dan mereka lebih suka untuk mengunjungi Puskesmas yang tidak membutuhkan prosedur yang rumit.

f. Dukungan social

Dukungan sosial disini meliputi beberapa institusi atau perkumpulan yang bersifat peningkatan kesehatan. Di institusi tersebut dapat dilakukan berbagai kegiatan, seperti seminar kesehatan, pendidikan dan pelatihan kesehatan, latihan (aerobik, senam POCO-POCO dll). Juga menyediakan fasilitas olehraga seperti, kolam renang, lapangan Bola Basket, Lapangan Sepak Bola, dll.

F. Upaya- upaya kesehatan Masyarakat

Upaya-upaya kesehatan masyarakat meliputi 4 area kegiatan yaitu : upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

1) Promotif

(11)

lingkungan , olahraga teratur dan istirahat cukup sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal.

2) Preventif

Adalah usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit meliputi usaha-usaha pemberian imunisasi (bayi, anak, bumil). Pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendeteksi penyakit secara dini.

3) Kuratif

Adalah nusaha yangditujuikan kepada orang yang sakit untuk diobati secara tepat dan adekuat sehinga kesehatan pulih.

4) Rehabilitatif

Adalah usaha yang ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya, untuk memperbaiki kelemahan pisik mental dan sosial pasien sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya meliputi latihan-latihan terpogram pisioterafi.

G. Pengertian Konsep Sehat- Sakit Masyarakat Desa dan Kota 1) Pengertian konsep sehat- sakit masyarakat desa

Selama tubuh masih bisa berdiri dan beraktifitas maka dikatakan sehat, sedangkan sakit yaitu dimana keadaan tubuh tidak mampu lagi untuk diajak aktifitas dan hanya bisa terbaring ditempat tidur. Jika hanya batuk, pusing, flu itu belum dikatakan sakit selama badan masih bisa berdiri tegap dan bekerja. Pengambilan keputusan dalam lingkup kesehatan masih pada keputusan kepala keluarga. Pemahaman masyarakat desa tentang sehat- sakit masih berkaitan dengan budaya leluhur yang kuat dan karakteristik masyarakat yang sulit menerima hal baru . Fasilitas dan tenaga kesehatan yang masih terbatas juga menjadi faktor mengapa masyarakat desa kurang memahami arti konsep sehat- sakit dengan baik.

2) Pengertian konsep sehat sakit masyarakat kota

(12)

masyarakat kota sudah cukup baik. Di era modern saat ini dengan adanya fasilitas yang mendukung, karakteristik masyarakat kota yang cenderung terbuka dan rasa keingin tahuan individu dapat dengan bebas mengakses tentang kesahatannya sendiri dimanapun dan kapanpun.

H. Perbedaan konsep sehat sakit masyarakat desa dan kota 1) Perbedaan ciri dan kebiasaan social

No Masyarakat Desa Masyarakat Kota

7 Hubungan social yang erat/ kolektif Individualis 8 Interaksi yang lebih didasarkan

pada kepentingan obyektif

Interaksi yang menitik beratkan kepada kepentingan pridadi

9 Selektif terhadap budaya asing/ luar Lebih terbuka dalam menerima pengaruh dari luar

10 Lingkungan hidup dengan alam bebas

Sebagian besar dilapisi beton dan aspal

(13)

2) Cara mendapatkan pelayanan kesehatan

No Masyarakat Desa Masyarakat Kota

1 Masih percaya dengan adanya hal mistik, seperti batu yang dapat menyembukan penyakit, takhayul dan hal- hal mistik lainnya (budaya yang masih kental dengan tradisi)

Sebagian besar berfikir secara rasional atau yang masuk akal. Mereka lebih suka kedokter untuk menyembuhkan penyakit

2 Pergi ke bidan/ dukun dalam setiap persalinan

Sebagian besar memilih pergi ke dokter untuk persalinan

3 Puskesmas menjadi sarana penting untuk pengobatan

Rumah sakit

4. Masih mengandalkan jamu Menggunakan obat

5 Akses yang jauh dan terbatas untuk mencapai pusat kesehatan desa

Akses yang mudah dijangkau dengan banyak pilihan pusat kesehatan 6 Fasiltas yang tidak ada atau terbatas Fasilitas yang mendukung kesehatan

3) Pola makan masyarakat dan aktifitas

No Masyarakat Desa Masyarakat Kota

5 Dari segi menjaga kebersihan maka dipedesaan sering ditemui penyakit diare, cacingan , alergi

Dari segi makanan maka penyakit yang sering di temukan adalah stroke, jantung, diabetes, dll

(14)

masyarakat desa dan kota juga terlihat jelas pada ketiga katagori lingkungan sosiokultur dalam lingkungan psikososial, kota lebih memperlihatkan bangunan-bangunan fisik yang lebih banyak dan bervariasi. Berdasarkan lingkungan biososial, kota lebih memperhatikan komposisi ras atau kebangsaan yang beragam dibanding dengan masyarakat desa. Dalam lingkungan psikososial, lingkungan perkotaan jauh lebih kompleks dibanding dengan perdesaan. Akan nampak bahwa sebagian besar penduduk desa di Indonesia dililit masalah yang sangat parah yakni kemiskinan.

Selain kemiskinan masih terdapat beberapa masalah pada masyarakat perdesaan. Masalah ini dapat disederhanakan menjadi 3 bagian yaitu pendapatan yang rendah, adanya kesenjangan yang dalam antara yang kaya dan yang miskin, dimana yang miskin adalah mayoritas, pastisipasi rakyat yang minim dalam usaha-usaha pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Jika disederhanakan maka sebab-sebab pokok (kompleks) adalah kurangnya pengembangan sumber daya alam, kurangnya pengembangan sumber daya manusia, kurangnya lapangan kerja, adanya struktur masyarakat yang menghambat, dan masalah kesehatan juga terjadi pada masyarakat pedesaan. Masalah kesehatan di pedesaan dapat ditinjau dari dua segi, yaitu kesehatan sendiri (substantial) dan hal penyelenggaraannya (management). Masalah kesehatan (substantial) dapat berupa berbagai jenis penyakit sedangkan masalah penyelenggaraan kesehatan meliputi masalah peningkatan, perlindungan, penemuan masalah, pengobatan dan pemulihan kesehatan pada perseorangan maupun pada kesehatan masyarakat. Jenis- jenis penyakit yang ada dapat disebabkan karna daya tahan tubuh yang lemah dipengaruhi oleh pemenuhan gizi yang kurang karna faktor ekonomi.

(15)

adalah dimana penderita atau keluarga penderita tidak dengan segera mencari pertolongan pengobatan. Rendahnya penggunaan fasilitas kesehatan dikarenakan faktor jarak antara fasilitas tersebut dengan masyarakat yang terlalu jauh, tarif yang tinggi, pelayanan yang tidak memuaskan. Konsep sehat-sakit yang tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan konsep sehat sakit yang diberikan oleh pihak provider atau penyelenggara pelayanan kesehatan. Perbedaan persepsi ini berkisar antara penyakit (disease) dengan illness (rasa sakit). Berdasarkan hal ini muncullah suatu konsep sehat masyarakat yaitu sehat adalah orang yang dapat bekerja atau menjalankan pekerjaannya sehari-hari dan konsep sakit yaitu suatu kondisi seseorang yang sudah tidak dapat bangkit dari tempat tidur dan tidak dapat menjalankan pekerjaannya sehari-hari.

Perbedaan prilaku atau kebiasaan antara masyarakat kota dan desa adalah sesuatu yang wajar. Semua itu karena perbedaan perkembangan teknologi antara kedua golongan masyarakat itu sendiri. Masyarakat perkotaan lebih banyak menerima informasi dari dunia luar karena pada masyarakat perkotaan informasi lebih mudah diterima dengan sarana atau alat-alat penerima informasi yang mereka punya.Sedangkan masyarakat pedesaan tidak mempunyai alat-alat untuk menerima informasi yang ada dari dunia luar sehingga mereka tidak terpengaruh adanya globalisasi, serta perbedaan materi dan status sosial yang terjadi antara masyarakat desa dan kota sangat mempengaruhi prilaku antara dua golongan masyarakat desa dan kota.

(16)

Notoatmodjo. 2012. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Renika Cipta

Tim Sosiologi. 20017. Sosiologi Suatu kajian Kehidupan masyarakat. Jakarta: Yudhistira

Maharashtra, Muhardi. 2010. Analisis Pola Konsumsi Daera Perkotaan Dan Pedesaan Dengan Karakteristik Social Ekonomi Di Provinsi Banten. IPB

Ircham Machfoedz, Eko Suryani. 2009. Pendidikan Kesehatan bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Fitramayana

(17)

A. Pengertian Sehat Sakit ……… 1

B. Rentang Sehat Sakit ……… 3

C. Hubungan Sehat- Sakit ……….. 5

D. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat ………... 6

E. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keyakinan Dan Tindakan Kesehatan ………. 6

F. Upaya- Upaya Kesehatan Masyarakat ……….. 9

G. Pengertian Konsep Sehat- Sakit Masyarakat Desa &Kota ……….... 10

Referensi

Dokumen terkait