• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN PREDIKSI UN 2018 FISIKA PAKET 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMBAHASAN PREDIKSI UN 2018 FISIKA PAKET 2"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBAHASAN PREDIKSI

UN 2018 FISIKA

PAKET 2

Oleh:

PAKGURUFISIKA

(2)

1. Jawaban: C Pembahasan:

Pengukuran pada jangka sorong me-nunjukkan pembacaan:

Skala utama = 2,3 cm Skala nonius = 0,01 cm Hasil pengukuran:

= 2,3 cm + 0,01 cm = 2,31 cm

Skala utama = 2,2 cm Skala nonius = 0,04 cm Hasil pengukuran:

2,2 cm + 0,04 cm = 2,24 cm Selisih tebal keduanya: = 2,31 cm – 2,24 cm = 0,07 cm = 0,7 mm

2. Jawaban: C Pembahasan:

Kecepatan:

Δx

v =

Δt

10 10 v = =

2 + 3 5 v = 2 m/s

3. Jawaban: B Pembahasan:

 Kecepatan konstan: 72 km/jam = 20 m/s

 Kecepatan saat percepatan 3 m/s2 selama 10 sekon

t o t

v = v + at

v = 20 + 3 x 10 = 50 m/s

 Waktu yang diperlukan hingga ber-henti:

t o v = v - at 0 = 50 - 5t t = 10 s

Jadi, grafik perjalanan mobil tersebut yang tepat adalah

4. Jawaban: A Pembahasan:

Benda A:

2 1

2 2

14 - 3

a = = 5,5 m/s 4 - 2

25 -14

a = = 5,5 m/s 6 - 4

Benda B:

2 1

2 2

9 - 5

a = = 2 m/s 4 - 2

13 - 9

a = = 2 m/s

6 - 4 Benda C:

2 1

2 2

10 - 6

a = = 2 m/s 4 - 2

15 - 10

a = = 2,5 m/s

6 - 4

5. Jawaban: E Pembahasan:

Roda A dan roda B seporos sehingga ωA

= ωB, maka:

(3)

Roda A dan roda C dihubungkan dengan tali sehingga vA = vC = 15 m/s

Roda C dan roda D bersinggungan se-hingga vC = vD = 15 m/s, maka:

D D

D

v 15

ω =   =   = 30 rad/s

R 0,5

6. Jawaban: C

Pembahasan:

Kecepatan pada tikungan yang licin dan

miring membentuk sudut α.

  

v = gR tan α 6 = 10 12 tan α 36 = 120 tan α

3 tan α = 

10

7. Jawaban: E Pembahasan:

 

 

 

o xA xB xC 0

xA

o yA 0

yA

o yB 0

yB

o yB 0

yB

v = v = v = v cos 30 1

v = 60 3 = 30 3 2

v = v sin30 - gt 1

v = 60 -10 1 = 20 2

v = v sin 30 - gt 1

v = 60 -10 2 = 10 2

v = v sin30 - gt

1

v = 60 -10 3 = 0 2

     

     

     

   

 

Perbandingan kecepatan di A, B, dan C:

 

 

 

 

 

 

A B C

2 2

2 2

xA yA xB yB 2

2 xC yC

v : v : v

v + v : v + v

: v + v

2700 + 400 : 2700 + 100 : 2700 + 0

3100 : 2800 : 2700

31 : 28 : 27

8. Jawaban: B Pembahasan:

Kecepatan: dy v =

dt v = 8 - 2t

t saat 2 sekon, maka: v = 8 – 2(2) = 4 m/s

9. Jawaban: E

Pembahasan:

GLBB :

 

2 2 t 0

2 2 2 2

t 0 2

v = v + 2as

7,5 - 0 v - v

a = = = 7,5 m/s 2s 2 (3,75)

Hukum Newton:

g

F = ma

F + f - w sin θ = ma

F + μ w cos θ - w sin θ = m a

 

 

3 4 3

F + 10 - 10 = 1 (7,5) 16 5 5

F + 1,5 - 6 = 7,5

F = 12 N

10. Jawaban: C Pembahasan:

Gaya gesek:

μ N = (0,5) (80) = 40 N

Percepatannya

B g A B

2

w - f a =

m + m 50 - 40 10 a = = m/s

8 + 5 13

(4)

11. Jawaban: C Pembahasan:

Archimedes:

  c bc b b

b b b 3 b

A b

c bc b b bc b

bc b b

ρ  g V = ρ  g V

2

900 . V = ρ V 3

ρ = 600 kg/m

F = w

ρ  g V = ρ  g V

1200 V = 600V 600 1 V = V = V

1200 2

12. Jawaban: B Pembahasan:

Saat alat ditekan, maka mengakibatkan tekanan P1 menjadi naik dan membuat

cairan keluar dengan kecepatan yang lebih besar. Sehingga: v1 < v2 dan P1> P2

13. Jawaban: B Pembahasan:

Karena kehilangan tenaga secara angsur-angsur, maka kecepatannya ber-kurang secara beraturan. Sehingga lin-tasan yang terjadi adalah

14. Jawaban: E Pembahasan:

Berdasarkan hukum kekekalan momen-tum sudut:

A B A A B B

L = L Iω = I ω

Sehingga:

A B A B

I < I

ω > ω

15. Jawaban: D Pembahasan:

Momen inersia partikel:

   

2 2

2 2

2

I = m r + mr

I = 0,2 4 + 0,25

I = 3,2 + 4 = 7,2 kgm

16. Jawaban: B Pembahasan:

Perbandingan energi kinetik di titik B pada dua benda yang memiliki massa berbeda:

1 A B 1

2 2 A B 1 1

2 2 1 2

m g h - h Ek

=

Ek m g h - h Ek m

= Ek m Ek 5 1

= =

Ek 15 3

17. Jawaban: A Pembahasan:

1 1

2 2

1 2 1 2 1 2

2gh v

= v 2gh

v 2(10)(0,4) =

v 2(10)(0,3)

v 8 = v 6 v 2

=

(5)

18. Jawaban: B Pembahasan:

 

   

 

  

2 0

2

1 y = v sin α t -  g t

2

4 1

y = 100 5 - 10 5

5 2

y = 400 - 125 = 275 m

19. Jawaban: A Pembahasan:

Hukum kekekalan momentum: m1 v1 + m2 v2 = m1 v1’ + m2 v2’

Sehingga massa benda dan kecepatan awal benda berpengaruh terhadap ke-cepatan akhir benda setelah tumbukan.

 Gambar A: benda P dengan massa 8m bergerak menumbuk benda Q bermassa m yang diam. Karena benda Q memiliki massa lebih kecil dan tidak dapat menahan benda P, sehingga setelah tumbukan akan bergerak dengan kecepatan besar.

 Gambar B: benda R dengan massa m bergerak menumbuk benda S ber-massa 8m yang diam. Karena benda S memiliki massa lebih besar dan dapat menahan benda R sehingga setelah tumbukan kedua benda akan sama-sama berhenti.

 Gambar C: kedua benda K dan R memiliki massa yang sama. Benda K bergerak dengan kecepatan v me-numbuk benda R yang diam. Karena kedua benda memiliki massa yang sama maka setelah tumbukan benda akan bergerak lebih kecil dari kece-patan semula.

20. Jawaban: A Pembahasan:

  

v = 2gh

v = 2 10 3 = 60

Hubungan usaha dengan energi kinetik:

  

  

k 2 2 t 0

2

W = ΔE 1 Fs = m v -v

2 1

-μ mg s =  m (0 - 60) 2

1

- 0,3 10 10 s = 10 -60 2

- 30s = -300

s = 10 m

21. Jawaban: B Pembahasan:

Persamaan kalor:

  

Q = mc Δt, maka: Q

c = m Δt

420

c = = 420 J/kg°C 0,1 10

22. Jawaban: E Pembahasan:

Karena TA > TB dan berada pada

ruang-an yruang-ang bersuhu T yruang-ang besarnya di antara TB hingga TA, maka suhu logam A

(6)

23. Jawaban: A Pembahasan:

Asas black:

serap lepas

t t t

Q = Q mcΔT = mcΔT

75 40-20 = 50 T - 40 150 = 50 (T - 40) T = 70°C

24. Jawaban: D

Pembahasan:

Laju kalor: Q kAΔT H = =

t l

Batang memiliki luas yang sama sehing-ga panjang batang jusehing-ga sama.

Batang P dan Q:

p p Q Q

Q 2 Q 3 2 2 3 2 2 3

k ΔT = k ΔT

2k T -20 = k T -T 2T - 40 = T - T

3T - 40 = T Batag Q dan R:

Q Q R R

R 3 2 R 3

3 2 3

3 2

2 2

2 2

2 o 2

k nT = k nT

2k T - T = k 90 - T 2T - 2T = 90 - T 3T - 2T =90

3 3T - 40 - 2T = 90 9T -120 - 2T = 90 7T = 210 T = 30C

Sehingga:

 

3 2

o 3

T = 3T - 40

T = 3 30 - 40 = 50 C

25. Jawaban: D Pembahasan:

Suhu tetap, sehingga:

      1 1 2 2

1 1 2 1

2 1

P V = P V 1 P V = P V

2 P = 2P

26. Jawaban: B Pembahasan:

Hukum Hooke: F = kΔx

Sehingga F >> , ∆x >>

F = mg

Sehingga F >> , m >>

Sehingga semakin besar gaya, maka semakin besar pertambahan panjang.

27. Jawaban: C Pembahasan:

Mata tanpa berakomodasi:

' ob ok '

ob ok

d = S +f

S = d - f = 21-10 = 11 cm Mata berakomodasi:

           

' ' ok

ob ok ob

ok

Sn .f d = S + S = S +

Sn+f 30 x 10 300 d = 11 + = 11 +

30+10 40 d = 11 + 7,5 = 18,5 cm

28. Jawaban: C Pembahasan:

Simpangan terjauh (A) = 4 cm Periode dalam satu gelombang:

t T =

n 10 T = = 2 s

5

(7)

29. Jawaban: E Pembahasan:

Panjang gelombang: x 3

λ =   =   m

n 2 Periode gelombang:

t 6 T = = = 3 s

n 2

Sehingga cepat rambat gelombang:

3 2

λ

v = T

v = = 0,5 m/s

3

30. Jawaban: B Pembahasan:

Pada ujung terikat persamaan perut ke-n adalah:

n

(2n-1) P = λ

4 Panjang gelombang:

λ = 

k 2π

λ =   = 0,1 m = 10 cm

20π

Perut kesatu:

 

1

(2 1 - 1)

P = x 10 = 2,5 cm

4

Perut kedua:

 

2

(2 2 - 1)

P = x 10 = 7,5 cm

4

Perut ketiga:

 

3

(2 3 - 1)

P = x 10 = 12,5 cm

4

31. Jawaban: A Pembahasan:

0

-12

12

7 12

-5

I TI = 10 log

I I 70 = 10 log

10 7 = logI 10

10 = I 10

I = 10

2

6 2

-5

3

P P I = =

A 4πr

P 10π 10 r = = =

4πI 4 4 Se

π10

10

r = = 500 m = 0,5 km 2

hingga:

32. Jawaban: E Pembahasan:

1 1 1

2 2 2

1 200

1 500

dy

= mλ,sehingga: l

d y m = d y m

x 6 2 = .x 6 30 1

= 2x 3

x = 45 mm

33. Jawaban: A Pembahasan:

Kirchoff I : I1 + I2 = I3

I2 = I3 - I1

Kirchoff II:

 Loop 1

 

1 3

1 3

E + IR = 0 -4 + 4I +2I =0 2 I + I = 2...(1)

 Loop 2:

 

2 3

E + IR = 0 -4 + 4I + 2I = 0

3 1 3 1 3

2 (I - I ) + I =2 -2I +3I = 2 ...(2) Eliminasi persamaan 1 dan 2: 2I1 + I3 = 2

-2I1 + 3I3 = 2 +

4I3 = 4

I3 = 1 A

(8)

34. Jawaban: D Pembahasan:

Pada rangkaian seri, lampu yang sema-kin jauh dari sumber tegangan akan semakin redup karena pada rangkaian seri memiliki besar tegangan yang ber-beda-beda dengan arus yang sama. Jadi, lampu yang dirangkai secara seri nyalanya akan lebih redup daripada lampu yang dirangkai secara paralel.

35. Jawaban: B Pembahasan:

Persamaan Gaya Coulomb

1 2 2

q q F = k

r Sehingga:

2

1 2

2

2 1

2 2 2

2

2

F r = F r

r 10

= 40 r

r 1

= 2 r

1 r = r

2

36. Jawaban: A Pembahasan:

Gaya listrik:

     

-19 -15

V F = Eq = q

d 5.000

F = 1,6 x 10 = 1 x 10 N 0,8

37. Jawaban: C Pembahasan:

31 32

3 1 3 2

13 32

1 2

31 32

F = F I I I I

= d d

I I = d d 2 3

= x a+x

2a + 2x = 3x 2a = x

38. Jawaban: A Pembahasan:

Efisiensi mesin Carnot:

s

p p

s

s

s

P

η =  x 100%

V I P

60% = x 100% 220 (3)

I 60

= 100 660 P = 396 watt

Sehingga daya yang hilang:

P = Pp– Ps = (220.3) - 396 = 264 watt

39. Jawaban: A Pembahasan:

Nomor massa (A) X = 12 + 1 – 9 = 4 Nomor atom (Z) X = 6 + 0 – 4 = 2

Jadi, inti atom yang memiliki nomor massa 4 dan nomor atom 2 adalah sinar alfa.

40. Jawaban: A Pembahasan:

     

     

     

t 1 T

2 0

6 1 T

2 6

1 T

2

N 1 = N 2

50 1 = 100 2

1 1 = 2 2

6

1 = 1 T

2 1 T = 6

2

Konstanta peluruhan zat radioaktif: 0,693 0,693

λ =   =  = 0,116

1 6

Referensi

Dokumen terkait

Antara lain : bagian pertama berisikan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan obyektivitas pengawas, bagian kedua berisikan sejumlah pertanyaan yang

Pada siklus I masih terdapat kekurangan- kekurangan yang muncul selama pelaksanaan siklus I antara lain: (a) guru masih kurang optimal dalam menerapkan langkah-langkah

Angiofibroma nasofaring juvenille adalah tumor jinak pembuluh darah di nasofaring yang secara histologik jinak namun secara klinis bersifat ganas, karena

Naylor (2001) dalam kertas kerjanya telah menyatakan bahawa peningkatan kesukaran dan kekompleksan pengajaran berkaitan dengan pelajar (seperti mengajar pelajar yang

Nugget merupakan makanan yang disukai kebanyakan anak sehingga dengan mengolah sayur menjadi nugget maka anak akan tertarik untuk mencobanya dan ketika telah mencoba, anak akan

Secara umum penggunaan terapi topikal relatif lebih aman dan memiliki efek samping minimal bila dibandingkan dengan rute pemberian sistemik, namun terapi topikal memiliki

Perlakuan komposisi media tanam yang berbeda, memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata pada

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul