• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran ASEAN Terhadap Penyelesaian Kasus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Peran ASEAN Terhadap Penyelesaian Kasus"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Peran ASEAN Terhadap Penyelesaian Kasus Iklan Pariwisata Malaysia

A. Latar Belakang

ASEAN (Association of South East Asia Nations) merupakan organisasi regional di kawasan Asia Tenggara. ASEAN terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filiphina, Brunei Darussalam, Myanmar, Vietnam, Laos, dan Kamboja. Lima negara yang pertama disebut merupakan negara pelopor berdirinya ASEAN. Kelima Menteri Luar Negeri negara tersebut menandatangani Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967, di Bangkok, Thailand. ASEAN berdiri dilatarbelakangi oleh alasan kesamaan nasib dan perjuangan, sosial-ekonomi, dan upaya penanggulangan ancaman komunis dari utara. Dengan dasar alasan tersebut, ASEAN bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan, meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional, meningkatkan kerjasama yang aktif, saling membantu dalam penelitian dan pelatihan, memajukan pengajian mengenai Asia Tenggara, serta memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan serupa. ASEAN menganut prinsip non-intervensi dan musyawarah untuk mufakat. Sehingga, ketika terjadi pergolakan di dalam negeri salah negara ASEAN, anggota yang lainnya tidak berhak untuk mengintervensi dan ketika terjadi persengketaan antarnegara ASEAN, diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.

Indonesia dan Malaysia merupakan negara ASEAN yang bisa dibilang kerap berselisih paham mengenai masalah perbatasan, ekonomi, kemanusiaan, dan bahkan budaya. Dalam essay ini, penulis akan membahas mengenai peran ASEAN dalam kasus klaim budaya Indonesia oleh Malaysia. Lagu Rasa Sayange diklaim oleh Malaysia sebagai lagu daerah nya, bahkan digunakan Malaysia sebagai soundtrack iklan pariwisata nya pada tahun 2007. Padahal, Rasa Sayange merupakan lagu daerah Maluku, Wilayah Indonesia Timur. ASEAN yang menganut prinsip non-intervensi dan musyawarah mufakat terkesan tidak bisa berbuat apa-apa dalam menyelesaikan masalah Indonesia-Malaysia ini. Lantas bagaimana kah peran nyata ASEAN dalam menyelesaikan permasalahan ini?

(2)

Konflik antara Indonesia dan Malaysia mengenai Lagu Rasa Sayange berawal ketika sekelompok pemuda Melayu Malaysia menyanyikan lagu tersebut dalam acara pertukaran pemuda Jepang-ASEAN di Tokyo dan lagu itu menjadi single untuk menjadi iklan pariwisata di Malaysia. Ini membuktikan secara implisit bahwa Malaysia mengakui lagu itu miliknya. Kasus ini sebagai penyulut “kebencian” rakyat Indonesia kepada Malaysia. Sebagai negara yang bertetangga dan masuk dalam satu kawasan yang sama, yaitu ASEAN. Persoalan budaya yang sama ini disampaikan oleh Menteri Malaysia, Rais Yatim, bisa sampai ke Malaysia karena banyak pendatang dari wilayah Indonesia, seperti Aceh, Jawa, dan dari daerah lain1.

Disini kita akan menjelaskan tentang apakah ada peran-peran ASEAN (sebagai kawasan dimana kedua negara ini berada) memberikan kekuasaannya untuk mnyelesaikan konflik ini. Sepertikita ketahui prinsip dasar dari awal pembentukan ASEAN adalah prinsip non-intervention dan prinsip musyawarah untuk mufakat. Selama ini, masalah-masalah yang terjadi di kawasan ASEAN, secara politik ASEAN jarang sekali untuk melakukan membantu menyelesaiakan. Seperti pada regionalisme Uni Eropa atau pada Mahkamah Internasional.

Entah masalah pengk-klaiman ini berlanjut atau tidak, tapi masalah lagu rasa sayange ini sebagai pemantik masalah yang seterusnya terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Malaysia, sebagai negara anggota ASEAN pun selama 10 tahun terakhir ini menunujukkan hubungan yang tidak baik, bagi ASEAN maupn negara tetangganya. Hubungan ini tentu saja membawa dampak yang buruk bagi regionalisme yang terbentuk di kawasan Asia Tenggara ini2. Yang menjadi

proses penyelesaian dari masalah ini adalah usaha rakyat Indonesia untuk menemukan siapa pencipta lagu ini yang tentu saja berhak atas kepemilikan lagu ini. Malangnya, lagu ini sudah akrab di telinga bangsa Melayu, yaitu Indonesia, Malaysa, Singapura dan Brunei. Walaupun tidak di temukan siapa penciptanya, tetapi rekaman asli lagu tersebut ditemukan di Solo, dan ternyata yang membuat unstruksi untuk mengabadikan lagu tersebut adaah Presiden Soekarno3.

Inilah yang menjadi tatangan bagi ASEAN untuk menjadi regionalisme yang kuat. Dalam reformasi unutk menjadi ASEAN yang lebih baik ini muncul pandangan tentang terbentuknya wawasan ASEAN 2015. Rencana kedepannya untuk ASEAN itu akan dibentuk suatu badan yang

1 Malaysia Tak Akan Balas “Sweeping” WNI ,

http://www1.kompas.com/printnews/xml/2009/09/09/10502875/www.kompas.com , 29 Mar. 11 2 Potret Buram Indonesia-Malaysia,

(3)

selama ini tidak ada di tubuh keanggotaan ASEAN, yaitu : komunitas keamanan ASEAN, komunitas ekonomi ASEAN, da komunitas sosial budaya ASEAN4. Diharapkannya dengan

perubahan yang akan ada di ASEAN itu akan dapat menyelesaiakan beberapa konflik regional yang terjadi.

ASEAN sebagai suatu organisasi regional seharusnya mempunyai aturan tertentu yang digunakannnya untuk menyelesaikan apa yang menjadi masalah diantara para anggotanya. Misalnya adalah dengan mempunyai suatu dewan atau komisi yang menangani apa yang menjadi permasalahan diantara negara anggota ASEAN. ASEAN yang beranggotakan negara-negara yang mempunyai kekayaan budayanya masing-masing dan dengan unsur-unsur kebudayaannya yang memiliki kemiripan antara satu dengan lainnya, tentu memerlukan sebuah komisi atau badan-badan tertentu yang bisa menangani atau meregulasi tentang masalah-masalah kebudayaan. ASEAN menjadikan kerjasama di bidang sosial budaya sebagai salah satu tujuannya, namun tidak ada kesepakatan yang jelas untuk mengatur kebudayaan-kebudayaan yang ada di ASEAN. Hal inilah yang kemudian membuat ASEAN tidak bisa berperan signifikan dalam klaim budaya Indonesia, dalam hal ini lagu Rasa Sayange, yang dilakukan oleh Malaysia.

Indonesia yang merasa bahwa lagu Rasa Sayange yang dipergunakan Malaysia sebagai lagu latar untuk iklan pariwisatanya merasa gerah dengan ulah yang dilakukan oleh Malaysia. Sebaliknya, Malaysia menyangkal apa yang dituduhkan oleh pihak Indonesia ke Malaysia. Mereka beralasan jika lagu Rasa Sayange yang mereka gunakan dalam iklan pariwisatanya itu merupakan lagu Nusantara. Dimana lagu Rasa Sayange itu sama dengan lagu-lagu rakyat lainnya seperti 'Jauh di Mata', 'Burung Pungguk' dan 'Terang Bulan' ialah lagu Nusantara yang mengikat tali persaudaraan orang zaman dahulu dari kedua negara.5

ASEAN sebagai suatu organisasi yang menaungi kedua negara tersebut seharusnya mengambil peran dalam upaya penyelesaian konflik di antara kedua negara tersebut. Namun pada kenyataannya, sampai pada akhirnya kedua negara sepakat untuk menyatakan bahwa lagu tersebut berada dalam wilayah abu-abu (gray area) tidak ada perwakilan dari ASEAN yang ikut mendampingi dan mengawal penyelesaian permasalahan ini. Gray Area yang dimaksudkan disini

4 ASEAN ( indonesia: Harapan dan Tantangan ASEAN Community 2015 ),

http://pustakaruwa.wordpress.com/2011/02/10/asean-indonesia-harapan-dan-tantangan-asean-community-2015/

, 29 Mar. 11

5

Malaysia Akan Terus Gunakan "Rasa Sayange" Bagi Kampanye Pariwisata,

(4)

adalah kebudayaan-kebudayaan yang berkembang di kedua negara dan memiliki corak-corak yang mirip antara satu dengan yang lainnya, yakni budaya melayu. Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak sepakat saling memberi tahu dan meminta izin bila ada hasil budaya digunakan dalam iklan komersial negara masing-masing.6 Sampai kedua negara menyepakati hal

ini, tidak ada upaya-upaya intervensi ataupun mediasi yang dilakukan oleh ASEAN untuk mencegah konflik antara kedua negara serumpun ini makin meruncing.

Ketidakaktifan ASEAN dalam permasalahan ini bisa kita jelaskan dengan kembali pada prinsip-prinsip dasar yang mendasari perilaku atau tindakan-tindakan yang diambil oleh ASEAN dimana ada dua aspek yang bisa menjadi pembatas kinerja ASEAN. Pertama adalah tidak campur tangan dalam urusan internal antar anggota dan juga penyelesaian perbedaan dengan cara damai.7 Bila dilihat mengenai akar masalah mengenai kasus ini, maka penyebab utamanya adalah

kebudayaan antara kedua negara yang sebenarnya memiliki corak yang serupa sehingga mempunyai beberapa kesamaan. Kebudayaan ini merupakan salah satu dari apa yang menjadi urusan dalam negeri suatu negara itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada pihak lain yang berhak untuk ikut turun tangan.

Selain itu, ASEAN juga tidak mempunyai badan-badan yang cocok untuk digunakan oleh anggota-anggotanya untuk menyelesaikan masalah-masalah mengenai sengketa budaya di antara mereka. Tidak seperti PBB yang mempunyai badan UNESCO yang mengurusi bidang pendidikan dan kebudayaan. Meskipun pada deklarasinya disebutkan bahwa ASEAN juga melakukan kerjasama di bidang kebudayaan, tidak ada satu pun badannya yang secara resmi bergerak di bidang kebudayaan itu sendiri. Kebanyakan badan-badan yang berada di bawah ASEAN merupakan badan-badan yang membahas tentang aspek ekonomi saja.

Hal ini terlihat juga dalam rumusan Bali Concorde II yang berhasil dirumuskan dan disahkan oleh para pemimpin ASEAN pada KTT 9 yang terjadi di Bali pada tahun 2003 yang lalu. Dimana dari 6 poin yang membahas megenai ASEAN SOCIO-CULTURAL COMMUNITY (ASCC), hanya ada satu poin saja yang secara khusus membahas tentang masalah-masalah kebudayaan, sedangkan yang lainnya membahas tentang masalah integrasi ekonomi yang lebih intensif lagi dan mengenai masalah kesejahteraan sosial.8

6 Da'i Bachtiar Pertanyakan Tari Pendet,

http://nasional.inilah.com/read/detail/146639/dai-bachtiar-pertanyakan-tari-pendet, diakses pada 29 maret 2011 pukul 21.47

7 ASEAN: Overview, http://www.asean.org/about_ASEAN.html, diakses pada 21.56

(5)

C. Dampak

Sengketa klaim lagu Rasa Sayange pada iklan pariwisata Malaysia pada tahun 2007 memicu ketegangan dalam hubungan antara Indonesia dengan Malaysia. Klaim lagu ini telah membuat hubungan Indonesia dan Malaysia menjadi sempat panas dan sangat sensitif. Hal ini terlihat dari berbagai macam aksi yang terjadi di dalam negeri masing-masing negara. Beberapa aksi demonstrasi anti-Malaysia terjadi di Indonesia. Selain itu terdapat pula "perang" kata para blogger Indonesia dan Malaysia di dunia maya (internet) pada sejumlah situs. Demonstrasi sempat terjadi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, setelah sebelumnya terjadi pada kasus Ambalat. Bahkan, iklan suatu obat tradisional menyinggung masalah ini. Malaysia dicitrakan sebagai "pencuri" kebudayaan Indonesia. Dari sini kemudian muncul jargon sarkastik "Malingsia" untuk menegaskan bahwa orang Malaysia hanya bisa mencuri (maling) karya seni bangsa Indonesia. Istilah "Malon" (dengan konotasi negatif) juga diinvensi sebagai balasan atas istilah 'Indon' yang dipakai di Malaysia untuk menyebut kata Indonesia

Ditambah lagi, kabar mengenai akan dilakukannya sweeping terhadap warga Negara Malaysia yang berada di Indonesia. Hal ini sontak menjadi masalah yang cukup hangat. Mengingat Indonesia juga memiliki banyak warga Negara yang berdomisili di Malaysia, yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sehingga dikhawatirkan akan adanya aksi balas sweeping oleh Malaysia terhadap TKI di sana. Berita mengenai aksi sweeping ini sempat menjadi headline panas di berbagai surat kabar setelah klaim lagu tersebut. Namun, akhirnya masalah sweeping ini berakhir setelah media massa Malaysia mengumumkan bahwa tidak akan ada aksi sweeping terhadap tenaga kerja dari Indonesia di Malaysia.

(6)

D. Kesimpulan

ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara tidak dapat mewujudkan salah satu tujuan tentang budaya yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok. Ketidakmampuan ini tidak disebabkan karena rumitnya masalah yang terjadi, melainkan prinsip non-intervensi yang telah disetujui di awal. ASEAN dapat menjunjung prinsip tersebut tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai sebuah forum negara-negara Asia Tenggara untuk menyelesaikan masalah. ASEAN dapat membentuk sebuah badan khusus yang tugasnya adalah memberikan saran kepada negara-negara yang bersengketa, sehingga permasalahan dapat diselesaikan dan tidak ada intervensi.

KELOMPOK 2 1. Boni Andika

Referensi

Dokumen terkait

You may, however, make a one-time permanent transfer of all of your license rights to the plasq Software (in its original form as provided by plasq) to another party, provided

Namun dikarenakan tidak adanya torka-start pada rotor, maka motor sinkron membutuhkan prime-mover yang memutar rotor hingga kecepatan sinkron agar terjadi

Publikasi yang diusulkan pada Bidang B (Penelitian) harus memperhatikan linearitas juga (point nomor 4), yaitu harus sesuai dengan bidang ilmu pendidikan terakhir

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa semua sampel minyak dalam keadaan cair pada suhu ruang (±27ºC) namun ketika pada suhu rendah (±5ºC) terjadi perubahan fase pada beberapa

Pada suatu hari Toba pergi memancing, setelah lama menunggu Toba merasakan pancingannya ada yang menarik, dengan sekuat tenaga dia menariknya, ternyata ada seekor ikan besar

Guru sosiologi tidak menerapkan 1 komponen yang tidak dieterapkan yaitu memotivasi siswa.Dari semua komponen keterampilan menutup pelajaran yang terdiri dari 3 komponen

[r]

Sub menu ini berfungsi untuk menyimpan semua data hasi pengisian yang sudah dilakukan pada aplikasi ini ke dalam bentuk file yang dapat disimpan pada komputer, laptop,