PENGARUH PENERAPAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN NON FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT
MUARA PAYANG KABUPATEN LAHAT
Dian Septianti
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap produktivitas kerja pegawai kantor camat Muara Payang kabupaten Lahat. Metode penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling. Berdasarkan asumsi bahwa penerapan lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS ternyata terdapat hubungan antara lingkungan fisik dan non fisik yaitu sebesar 97,1% sedangkan sisanya 2,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Dari hasil analisis regresi diperoleh suatu rumusan tentang seberapa besar pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap produktivitas kerja pegawai yaitu:
Y = -1,688 + 0,789 X1+ 0,313 X2
Dari persamaan regresi di atas terlihat bahwa konstanta bernilai negatif yaitu sebesar -1,688. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik dan non fisik sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai, karena berkaitan langsung dengan produktivitas kerja pegawai. Artinya tanpa adanya lingkungan fisik dan non fisik maka produktivitas kerja pegawai akan menurun atau bernilai negatif.
Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Produktivitas
Kerja.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja, untukitu perusahaan harus berusaha menjamin agar faktor yang berkaitan denganproduktivitas dapat dipenuhi secara maksimal, salah satu faktor yangmempengaruhi adalah lingkungan kerja (2003: 83). Menurut Supardi dalam
Subroto, (2005) “lingkungan kerja
merupakan keadaan sekitar tempat kerja baik secara fisik maupun non fisik yang
dapat memberikan kesan yang menyenangkan, mengamankan, menentramkan, dan betah kerja.
meningkatkan kerja karyawan dalam suatu perusahaan.
Untuk mendukung tingkat produktivitas kerja karyawan dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, lingkungan kerja merupakan segala sesuatu di sekitar pekerja dan dapat berpengaruhterhadap pekerjanya. Lingkungan kerja yang baik dan nyaman akan sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan. Aspek yang berpengaruh terhadap lingkungan kerja antara lain: pengaturan penerangan, tingkat kerja, kebisingan, namun penerangan disini diartikan sebagai pengaturan dan sirkulasi udara yang baik terutama di dalam lingkungan kerja, kebersihan lingkungan kerja, dan keamanan terhadap barang milik karyawan. Sehingga terdapat suatu asumsi yang menyatakan bahwa lingkungan yang mendukung akan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan bersungguh-sungguh sehingga produktivitas kerja yang maksimal dapat dicapai.
Adapun menurut Richard L Draft (2006: 641), Apabila lingkungan tempat kerja mereka terasa nyaman dan menyenangkan maka akan menimbulkan kinerja karyawan yang tinggi sehinga produktivitas perusahaan dapat bertambah, namun jika dari kondisi lingkungan yang kurang mendukung maka akan berpengaruh negatif juga terhadap kinerja karyawan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan
permasalahannya adalah “Bagaimana
pengaruh penerapan lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap produktivitas kerja pegawai kantor camat Muara Payang
Kabupaten Lahat?”
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja adalah tempat dimana karyawan melakukan aktivitas setiap harinya. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan karyawan untuk dapat bekerja optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi karyawan. Jika karyawan menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka karyawan tersebut akan betah di tempat kerjanya, melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif. Lingkungan kerja itu mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama karyawan dan hubungan kerja antara bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat karyawan bekerja.
Menurut Supardi dalam Subroto,
(2005) “lingkungan kerja merupakan
keadaan sekitar tempat kerja baik secara fisik maupun non fisik yang dapat memberikan kesan yang menyenangkan, mengamankan, menentramkan, dan betah kerja”. Menurut Nitisemito (dalam Intanghina, 2008) mendefinisikan lingkungan kerja sebagai berikut: Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan.
Menurut Sedarmayanti (2007), yang menjadi indikator-indikator lingkungan kerja adalah: 1) penerangan, 2) suhu udara, 3) sirkulasi udara, 4) ukuran ruang kerja, 5) tata letak ruang kerja, 6) privasi ruang kerja 7) kebersihan 8) suara bising, 9)penggunaan warna, 10) peralatan kantor, 11) keamanan kerja 11) musik ditempat kerja, 12) hubungan sesama rekan kerja dan 13) hubungan kerja antara atasan dengan bawahan.
2.2 Lingkungan Kerja Fisik
yaitu semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik sendiri dapat dibagi dalam dua kategori. Kategori yang pertama adalah lingkungan yang berhubungan langsung dengan karyawan dan berada di dekat karyawan (seperti meja, kursi dan sebagainya). Kategori yang kedua adalah lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya: temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain.
Sedangkan menurut Gie (2000:210) lingkungan kerja fisik merupakan sekumpulan faktor fisik dan merupakan suatu suasana fisik yang ada di suatu tempat kerja. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja fisik adalah kondisi fisik yang ada di sekitar yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Robbins (2002) menyatakan bahwa
“faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja fisik adalah: suhu, kebisingan, penerangan, dan mutu udara. Suhu adalah variabel dimana terdapat perbedaan individual yang besar. Dengan demikian untuk memaksimalkan produktivitas, adalah penting bahwa karyawan bekerja di suatu lingkungan dimana suhu di atur sedemikian rupa sehingga berada diantara rentang kerja yang dapat diterima setiap individu.
2.3 Lingkungan Kerja Non Fisik
Menurut Sedarmayanti (2009:26)
“Lingkungan kerja non fisik adalah semua
keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan
bawahan”
Pendapat lain muncul mengenai lingkungan kerja non fisik dan serupa dengan pendapat Sedarmayanti di atas yaitu diungkapkan oleh Nitisemito (2000:171-173), perusahaan hendaknya mencerminkan kondisi yang mendukung kerjasama antara tingkat atasan, bawahan maupun yang memiliki jabatan yang sama di perusahaan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja non fisik adalah kondisi yang berkaitan dengan hubungan karyawan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
2.4 Pengertian Produktivitas Kerja Pegawai
Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk memberikan produktivitas kerja yang maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dalam perusahaan, berarti laba perusahaan dan produktivitas akan meningkat.
penggunaannya atau bagaimana perusahaan tersebut dilaksanakan.
III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian
Dalam penulisan ini, penulis mengambil objek penelitian pada Kantor Camat Muara Payang Kabupaten Lahat.
3.2 Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Causal Research. Bertujuan untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu Lingkungan Kerja Fisik(X1) dan Non Fisik(X2)
terhadap variabel terikat yaitu Produktivitas Kerja Pegawai (Y).
Menurut Augusty Ferdinand (2006), penelitian Causal Research adalah
“Penelitian yang ingin mencari penjelasan
dalam bentuk hubungan sebab akibat (cause-effect) antara beberapa konsep atau beberapa variabel atau beberapa strategi
yang dikembangkan dalam manajemen”.
3.3 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional
3.3.1 Identifikasi Variabel Penelitian Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat yaitu Lingkungan kerja fisik (X1), Lingkungan
kerja non fisik (X2) dan Produktivitas
kerja pegawai (Y). 3.3.2 Definisi operasional
Adapun definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
Tabel Definisi Operasional Penelitian
Variabel Dimensi Indikator Skala
Lingkungan Kerja Fisik
(Sumber:Sedarmayanti, 2001: hal 21)
Kebisingan Kebisingan dapat
mengganggu ketenangan kerja, merusak pendengaran dan menimbulkan kesalahan komunikasi
Ordinal
Penerangan Penerangan cukup penting sebagai pencegah kecelakaan dan keselamatan kerja
Ordinal
Udara Ventilasi yang baik memungkinkan masuknya udara segar ketempat pekerjaan.
Ordinal
Keamanan Keamanan diperlukan guna menjaga tempat dan lingkungan kerja tetap aman
Ordinal
Lingkungan Kerja Non Fisik
(Sumber:
Sedarmayanti, 2001: hal 31)
Struktur Tugas Struktur tugas menunjuk pada bagaimana pembagian tugas dan
wewenang itu
dilaksanakan.
Ordinal
Tanggung Jawab Kerja
komitmen dan kewajiban pegawai untuk melaksanakan semua pekerjaan melalui kompetensi diri
Ordinal
Perhatian dan dukungan pimpinan
Perhatian dan dukungan dari pimpinan diperlukan guna memelihara keberadaan pegawai
Ordinal
Kerjasama antar kelompok
Usaha terkoordinasi antar individu dan kelompok dalam pencapaian tujuan
Ordinal
Kelancaran Komunikasi
Penyampaian komunikasi yang baik sangat penting guna kelancaran komunikasi
Produktivitas Kerja Pegawai
(Sumber:Henry
Simamora (2004: 612)
Kuantitas Kerja suatu hasil yang dicapai olehkaryawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar ada atau ditetapkan oleh perusahan.
Ordinal
Kualitas Kerja suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh pegawai
Ordinal
Ketepatan Waktu Persepsi pegawai terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi output.
Ordinal
Sumber: Data Primer diolah oleh penulis
3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen yang akan digunakan untuk mengukur variabel menggunakan metode quesioner tertutup model likert dengan interval 1 sampai 5, yang akan disebar kepada pegawai kantor camat Muara Payang kabupaten Lahat. Adapun bobot penilaian dari instrumen dalam penelitian ini untuk variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1), Non Fisik (X2) dan
Produktivitas Kerja Pegawai (Y) adalah dengan memberi bobot sebagai berikut: Sangat Setuju = 5
Setuju = 4
Cukup = 3
Tidak Setuju = 2 Sangat Tidak Setuju = 1
3.5 Populasi dan Sampel
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Supranto, 2003: 76).
Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan dalam sampling. Dalam Penelitian ini metode yang di gunakan dalam penarikan sampel adalah metode Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel secara tidak acak atau sampel yang ditentukan sendiri oleh peneliti.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai kantor camat Muara Payang kabupaten Lahat yang berjumlah 29 orang, yang terdiri dari 11 orang Pegawai Negeri Sipil, 10 orang tenaga Honorer dan 8 orang TKS (Tenaga Kerja Sukarela). Adapun alasan penulis menggunakan metode purposive sampling karena:
a) Tingkat objektivitas dari responden lebih tinggi
b) Data yang di peroleh relatif mudah didapat
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang di gunakan oleh penulis antara lain sebagai berikut:
a. Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap pegawai kantor camat Muara Payang kabupaten Lahat yang akan di teliti serta melakukan pencatatan untuk memperoleh data dan fakta tentang keadaan kantor camat yang sebenarnya.
b. Wawancara
Yaitu dengan melakukan tanya jawab langsung kepada para pegawai yang dapat memberikan keterangan yang diperlukan dengan daftar pertanyaan. c. Studi Pustaka
Yaitu cara untuk mendapatkan keterangan dengan jalan membaca keterangan-keterangan yang relevan dengan bidang yang diteliti, melalui buku-buku dan bahan lain yang sesuai.
3.7 Teknik Analisa Penelitian
Dalam membahas masalah ini, penulis menggunakan teknik analisa kuantitatif, yaitu Teknik Analisis Regresi Sederhana. Di mana teknik analisa regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik terhadap Produktivitas Kerja Pegawai kantor camat Muara Payang Kabupaten Lahat.
Y = a + b1X1+ b2X2+ ε
Di mana:
Y = Produktivitas Kerja Pegawai a = Konstanta
b1, b2= Koefisien regresi variabel X1, X2
X1 = Lingkungan Kerja Fisik
X2 = Lingkungan Kerja Non Fisik Ε = Faktor–faktor lain yang
mempengaruhi Produktivitas Kerja Pegawai
Untuk menganalisis persamaan di atas penulis akan menggunakan komputer dengan program SPSS 17.0. (Statistical Product and Service Solutions).
IV.HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Kualitas Data
Uji validitas dan uji reliabilitas penelitian diolah dengan menggunakan program SPSS versi 17.0 (statistical product and service solution). Adapun variabel yang diuji ada dua jenis yaitu variabel bebas yaitu Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Lingkungan Kerja Non
Fisik (X2), sedangkan variabel tak bebas
4.1.1 Uji Validitas
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa seluruh nilai r hitung lebih besar dari 0,6 (r > 0,6). Hal ini
berarti secara keseluruhan item-item dalam setiap variabel dalam kuesioner tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan. Hasil dari penelitian, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas
Variabel Hasil
Lingkungan Kerja Fisik
Fisik1 (.752), Fisik2 (.866), Fisik3 (.916), Fisik4 (.833),Fisik 5 (.572)
Lingkungan Kerja Non Fisik
Non Fisik1 (.876), Non Fisik2 (.892), Non Fisik3 (.749), Non Fisik4 (.840), Non Fisik5 (.774)
Sumber: data primer diolah penulis
Hasil uji validitas memenuhi syarat sebagai alat ukur untuk dilanjutkan kepada tahap analisa berikutnya. Dari data tersebut terlihat bahwa Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik dapat diikutsertakan dalam analisis selanjutnya karena r hitung > 0,6.
4.1.2 Uji Realibilitas
Uji reliabilitas terhadap seluruh item yang ada pada masing-masing faktor menunjukkan bahwa seluruh item tersebut mempunyai nilai reliability coefficients lebih besar dari 0,6 (Alpha > 0,6). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa seluruh item tersebut bersifat reliable. Hasil uji Reliabilitas untuk seluruh item pada masing-masing dimensi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2 Hasil Uji Reabilitas
Variabel Hasil
Lingkungan Kerja Fisik .878
Lingkungan Kerja Non Fisik .884
Sumber: data primer diolah oleh penulis Dari hasil uji reliabilitas pada data
4.1.3 Analisa Regresi Linear Berganda
Tabel 4.3
Hasil Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig. B
Std.
Error Beta
1 (Constant) -1.688 .613 -2.752 .010
Lingkungan Kerja Fisik .789 .104 .725 7.559 .000 Lingkungan Kerja Non Fisik .313 .111 .272 2.834 .008 a. Dependent Variable: Produktifitas Kerja Pegawai
Sumber: data primer diolah oleh penulis Pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa konstanta bernilai negatif yaitu sebesar -1,688. Hal ini mengindikasikan bahwa Lingkungan fisik dan Non fisik sangat berpengaruh terhadap Produktivitas kerja pegawai, karena berkaitan langsung dengan pegawai, artinya tanpa adanya lingkungan fisik dan non fisik yang baik maka produktivitas kerja pegawai akan bernilai negatif yaitu sebesar -1,688, atau dengan kata lain produktivitas kerja pegawai akan menurun (Y= -1,688).
Hasil analisis regresi juga menunjukkan bahwa Kedua variabel bebas tersebut, yaitu Lingkungan fisik dan Non fisik mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap Produktivitas kerja pegawai karena mempunyai tingkat kemaknaan (P) < 0,05. Lingkungan fisik dengan tingkat kemaknaan (P) = 0,000 dan Non fisik dengan tingkat kemaknaan (P) = 0,008.
Jika dilihat secara deskriptif, masing-masing variabel tersebut juga mempunyai tingkat pengaruh yang dominan terhadap Produktivitas kerja pegawai. Variabel Lingkungan fisik mempunyai koefisien regresi paling besar sebesar 0,789 menunjukkan bahwa lingkungan fisik mempunyai pengaruh
yang dominan dibandingkan dengan lingkungan non fisik. Kemudian faktor lain yang mempunyai pengaruh besar terhadap Produktivitas kerja pegawai yaitu variabel Lingkungan non fisik dengan koefisien regresi 0,313..
Untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel tidak bebas, nilai R² (koefisien determinasi) dapat dijadikan sebagai acuan. Hasil dari tabel di atas seperti di bawah ini
Y = -1,688 + 0,789 X1+ 0,313 X2
Tabel 4.4
Nilai Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .986a .971 .969 1.053
a. Predictors: (Constant), Lingkungan Fisik, Lingkungan Non Fisik
sedangkan sisanya sebesar 2,9% variabel Produktivitas Kerja Pegawai dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik.
4.2 Pembahasan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai
Lingkungan kerja merupakan suatu tempat dimana para karyawan melakukan pekerjaannya sehari-hari. Lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif akan membuat karyawan merasa senang dalam melakukan pekerjaannya sehingga memungkinkan para karyawan bekerja secara optimal, dengan bekerja secara optimal maka akan meningkatkan kinerja para karyawan. Lingkungan kerja itu sendiri pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.
Lingkungan kerja yang baik akan sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan, aspek yang berpengaruh terhadap lingkungan kerja antara lain: pengaturan penerangan, tingkat kerja, namun penerangan di sini diartikan sebagai pengaturan dan sirkulasi udara yang baik terutama di dalam lingkungan kerja, kebersihan lingkungan kerja, dan keamanan terhadap barang milik karyawan. Jika dari kesemua faktor tersebut bisa terpenuhi dan terjamin maka tidak akan ada lagi rasa was-was ataupun khawatir akan keselamatan diri dan barang milik karyawan tersebut.
Jika produktivitas karyawan rendah perusahaan akan mengalami kerugian oleh karena itu setiap karyawan dituntut untuk memiliki kapabilitas yang tinggi guna mencapai suatu tingkat produktivitas yang maksimal, untuk mencapai tingkat produktivitas yang maksimal, perusahaan harus menjamin dipilihnya orang yang tepat dengan pekerjaan yang tepat serta situasi dan kondisi yang memungkinkan mereka bekerja secara optimal, dalam hal
ini faktor lingkungan kerja juga memiliki peranan.
Lingkungan kerja mempunyai pengaruh penting terhadap kinerjakaryawan, di dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan penuh tanggung jawab, dan pada akhirnya dapat memperoleh hasil yang maksimal. Lingkungan kerja yang baik serta dukungan dari karyawan tentu akan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan, namun bila lingkungan kerja kurang mendukung, tingkat kesalahan yang dilakukan oleh karyawan akan tinggi(2005: 48).
Menurut Musselman dan John mengatakan bahwa kepuasan kerjamencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya, ini tampak dalamsikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi dan di lingkungan kerjanya. Lingkungan kerja yang mendukung dapat menciptakan semangat kerja antara karyawan dan perusahaan sehinggasetiap pekerjaan yang dibebankan dapat dikerjakan dengan penuh tanggungjawab.
Lingkungan pekerjaan yang kurang nyaman dari berbagai sisi, baik sisi lingkungan kerja fisik maupun non fisik mempunyai akibat berantai seperti semangat bekerja karyawan semakin menurun, gairah kerja karyawan menurun, tingkat produktivitas karyawan juga semakin menurun.
Lingkungan kerja merupakan faktor yang penting agar tercipta kinerja yang baik bagi perusahaan, maka dari itu lingkungan fisik maupun lingkungan non fisik harus terus menerus diperbaiki dan dijaga, sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam pekerjaan dan membantu karyawan berkonsentrasi dalam bekerja.
Lingkungan kerja fisik yang perlu ditingkatkan agar produktivitas kerja pegawai tetap meningkat yaitu dengan menjaga kebersihan ruang kerja untuk kenyamanan dan konsentrasi dalam bekerja, membuat ruang kerja menjadi kedap suara agar para pegawai bisa tetap fokus dalam mengerjakan tugas kerjanya serta melakukan penataan ruangan kantor yang lebih efisien. Lingkungan kerja lain yang dapat ditingkatkan selain lingkungan fisik adalah lingkungan non – fisik yaitu hubungan komunikasi yang baik dengan atasan dan rekan kerja atau karyawan lain. Menurut Arifin (2005), semakin puas pekerja terhadap komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan, maka semakin tinggi kinerja karyawan dan rasa kepuasan kerja tersebut.
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di uraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil analisis dapat
diketahui responden atau pegawai kantor menyatakan bahwa ingkungan kerja fisik dan non fisik pada kantor camat Muara Payang Kabupaten Lahat sudah sangat baik.
2. Di lihat dari Koefisien Determinasi (Adj R2) dapat di ketahui bahwa produktivitas kerja pegawai dipengaruhi kuat oleh lingkungan kerja fisik dan non fisik. Ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik dan non fisik menjadi perhatian utama,
sedangkan sebagian kecil menunjukkan bahwa produktivitas kerja pegawai di pengaruhi juga oleh variabel lain di luar variabel lingkungan fisik dan non fisik.
3. Jika di lihat dari koefisien regresi (Beta) dapat di ketahui bahwa kedua item mempunyai nilai Beta yang negatif, artinya hubungan antara variabel lingkungan kerja fisik dan non fisik dengan produktivitas kerja pegawai bersifat searah. Meskipun demikian keeratan hubungan antara lingkungan fisik dan non fisik dengan produktivitas kerja pegawai tersebut berbeda. Jika di urutkan maka yang mempunyai tingkat hubungan yang paling kuat adalah variabel lingkungan kerja fisik sedangkan non fisik menempati urutan kedua.
4. Jika di lihat dari tingkat kemaknaan (P), maka lingkungan kerja fisik dan non fisik mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap produktivitas kerja pegawai.
5.2 Saran
Berdasarkan pembahasan pada bagian sebelumnya dan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka ada beberapa saran yang dapat penulis ajukan yaitu: 1. Kantor camat Muara Payang harus
dapat menjaga lingkungan kerja fisik dan non fisik yang telah ada selama inidan akan lebih baik lagi jika kantor dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif lagiterutama variabel lingkungan kerja fisik karena memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap produktivitas kerja pegawai kantor. 2. Bentuk lingkungan kerja lain yang
pegawai yang pada akhirnya dapat mempengaruhi prodiktivitas kerja pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
Ananta. Hubungan Lingkungan Kerja dengan Semangat Kerja Pegawai di kantor Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, April 2008, Vo. 8 No.1 hal. 1-7.
Griffin, R W. 2007. Bisnis, Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Hariadi Bambang. 2005. Strategi Manejemen. Malang: Bayumedia Publishing.
I made Hedy Wartana. 2011. Faktor-faktor yang mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan pada Como Shambala Estate at Begawan Giri Ubud Bali. Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, Agustus 2011, Vol.1 No.1 hal.14
T.Hani Handoko. 2001. Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE.
Hariandja, M. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Malayu Hasibuan. 2003. Organisasi dan Motivasi: Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta: Bumi Aksara.
Mathis, Robert L. dan John H. Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan J. Sadeli dan B. Prawira Hie. Jakarta : Salemba Empat.
Muchdarsyah Sinungan. 2003. Produktivitas Apa Dan Bagaimana. Jakarta : Bumi Aksara.
Nitisemito. A.S. 2000. Manajemen Personalia. Jakarta : Ghalia.
Ritchard L. Draf. 2006.Manejemen. Jakarta : Salemba Empat.
Rivai, Veithzal dan Ahmad Fauzi. 2005. Performance Apprasial. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.
Robbins, Stephen P. 2001.Organizational Behavior, Tenth Edition. International Edition.New Jersey: PrenticeHall
Santoso, S. 2010. Menggunakan SPSS untuk Statistik Multivariat. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sedaryamanti. 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas kerja. Bandung:Bandar Maju.
Sedarmayanti. 2009. Pengembangan Kepribadian Pegawai. Bandung: Mandar Maju.
Sondang P. Siagian. 2002. Kiat Meningkatkan Produktifitas Kerja. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta Ketut Silvanita, 2009. Bank dan lembaga