Jenis jenis citra satelit Industri

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

jenis – jenis citra satelit

September 18, 2013 by efridah lubis

A. Pengertian Penginderaan Jauh (Inderaja)

Penginderaan berasal dari dua suku kata dasar yaitu indera yang berarti melihat dan jauh berarti dari

jarak jauh. Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi suatu objek, daerah

atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan

objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).

Penginderaan jauh juga didefinisikan sebagai proses perolehan informasi tentang suatu obyek tanpa

adanya kontak fisik secara langsung dengan obyek tersebut (Rees, 2001; Elachi, 2006). Informasi

diperoleh dengan cara deteksi dan pengukuran berbagai perubahan yang terdapat pada lahan dimana

obyek berada. Proses tersebut dilakukan dengan cara perabaan atau perekaman energi yang dipantulkan

atau dipancarkan, memproses, menganalisa dan menerapkan informasi tersebut. Data penginderaan jauh

memerlukan pengolahan untuk dapat digunakan sebagai sumber informasi suatu wilayah, Data

penginderaan jauh berupa citra (imagery). Data tersebut dapat dianalisis untuk mendapatkan informasi

tentang objek, daerah atau fenomena yang diteliti. Proses penerjemahan data pengindredaran jauh

menjadi informasi disebut interpretasi data. Apabila dilakukan secara digital disebut interpretasi citra

digital (Digital image interpretation). B. Komponen Penginderaan Jauh

Untuk memperoleh informasi keruangan baik itu dalam bentuk citra maupun foto udara dalam

dalam penginderaan jauh dibutuhkan komponen-komponen sebagai berikut: 1. Sumber tenaga

Dalam penginderaan jauh harus ada sumber tenaga, baik sumber tenaga alamiah (pasif)

maupun sumber tenaga buatan (system aktif). Bila sumber tenaga yang digunakan berasal

dari matahari (alamiah) atau obyekitu sendiri disebut indera system pasif. Bila sumber tenaganyaberasal dari buatan manusia maka disebut sebagaisistemaktif. Tenaga ini mengenai obyek di permukaan bumi yang kemudian di pantulkan ke sensor. Jumlah tenaga

matahari yang mencapai bumi di pengaruhi oleh waktu, lokasi, dan cuaca. Jumlah tenaga

(2)

pagi

atau sore hari

Spectrum elektromagnetik merupakan berkas dari tenaga elektromagnetik yang melipuri sinar gamma, x, ultraviolet, tampak infra merah, gelombang mikro, dan gelombang radio. Spectrum yang biasa digunakan dalam peginderaan jauh adalah sebagian

dari spectrum infra merah dekat (0,03 – 0,4 µm), spectrum tampak (0,4 – 0,7 µm), spectrum infra merah dekat (0,7 – 1,3 4 µm), spektruminfra merah thermal (3 – 18 4 µm),

dan gelombang mikro (1 mm – 1m). 2. Atmosfer

Sebelum mengenai obyek, energi yang dihasilkan sumber tenaga merambat melewati atmosfer. Atmosfer membatasi bagian spectrum elektromagnetik yang dapat

digunakan

dalam penginderaan jauh. Pengaruh atmosfer merupakan fungsi panjang gelombang dan

bersifat selektif terhadap panjang gelombang. Atmosfer bersifat selektif terhadap panjang

gelombang sehingga hanya sebagian kecil tenaga elektromagnetik dari radiasi sinar Matahari yang dapat mencapai permukaan bumi dan dimanfaatkan untuk

penginderaan

jauh. Bagian spektrum elektromagnetik yang mampu melalui atmosfer dan dapat mencapai

permukaan bumi disebut jendela atmosfer (atmospheric window). Kisaran panjang gelombang yang paling banyak digunakan dalam penginderaan jauh Spektrum Gelombang Cahaya Tampak (Visible),adalah sebagai berikut. yaitu spektrum

gelombang cahaya

yang memiliki panjang gelombang antara 0,4μm–0,7μm. Cahaya tampak yang paling panjang adalah merah, sedangkan yang paling pendek adalah Spektrum Gelombang Cahaya Inframerah (Infrared), yaituviolet. spektrum gelombang

cahaya yang memiliki panjang gelombang antara 0,7μm–1,0μm. Spektrum

Gelombang Mikro, yaitu spektrum gelombang yang memiliki panjang

gelombang antara 1,0μm–1,0m. Tenaga berupa gelombang elektromagnetik dari radiasi Matahari tidak dapat mencapai permukaan bumi secara utuh. Gelombang elektromagnetik mengalami hambatan oleh atmosfer. Hambatan ini terutama disebabkan penyerapan, pantulan, dan hamburan oleh butir-butir yang ada di atmosfer, seperti debu, uap air, gas karbon dioksida, dan ozon. 3. Interaksi Tenaga dengan Objek

Intraksi tenaga dengan objek sesuai dengan asas kekekalan tenaga, maka terdapat tiga interaksi, yaitu dipantulkan, diserap, dan ditransmisiskan/diteruskan.TEM yang sampai ke

permukaan bumi akan berinteraksi dengan segala objek yang ada. Obyek di permukaan bumi

mempunyai karekteristik yang berbeda srtu dengan yang lainnya. Pada citra hitam putih

mempunyai tingkat rona atau kecerahan yang berbeda obyek satu dengan yang lain. 4. Sensor dan wahana

TEM yang dipantulkan obyek di permukaan bumi dapat diterima oleh sensor yang dipasang

(3)

masing-masing. Ada sensor yang dapat menyadap obyek berukuran kecil ( 1 km). Ukuran terkecil yang

dapat disadap oleh sensor dinamakan sebagai resolusi spasial. Resolusi spasial ini merupakan

petunjuk kualitas sensor, semakin kecil obyek yang dapat direkam olehnya, semakin teliti

informasinya. 5. Pengolahan Data

Data penginderaan jauh yang beredar dipasaran pada umumnya merupakan produk standar,

yaitu memiliki kualitas standar. Data dapat dianalisis untuk memenuhi kebutuhan penggunanaya. Pengolahan data mentah (hasil rekaman sensor yang dikirim ke stasiun bumi) menjadi produk standar dilakukan oleh operator distasiun bumi atau unit yang menanganin distribusi produk indereja. 6. Pengguna

Pengguna merupakan komponen terakhir system inderaja, penggunalah yang tahu pasti

tenteng kebenaran, manfaat bahkan seberapa besar ketelitian informasi indera yang dipakainya. Maka

pengguna merupakan penilai sekaligus memberi saran – saran untuklebih menyempurakan system

indera dalam memenuhi kebutuhan penggunannya. Gambar ilustrasi system pengindraan jauh

Resolusi merupakan ukuran kemampuan sensor dalam penginderaan jauh satelit. Dalam suatu

system sensor satelit terdapat empat macam resolusi, yaitu : Resolusi spasial

merupakan kemampuan sensor satelit dalam mengindra ukuran terkecil suatu objek

Resolusi temporal merupakan kemampuan sensor satelit untuk merekam pada tempat

Resolusi radiomental merupakan kemampuan sensor dalam merekam atau menginderayang sama dalam periode waktu tertentu

perbedaan terkecil suatu objekyang lain (ukuran kepekaan Resolusi spectral merupakan ukuran kemampuan sensor dalamsensor). memisahkan objek pada

beberapa kisran panjang gelombang. C. Perkembangan Sistem Sensor Penerima Data Perkembangan system pererima data indera dari sensor dengan wahana pesawat terbang ke

wajahana satelit dimulai pasa sekitar pertengahan abad ke- 20. Namum dalam perkembangannya

wahana satelit kini sudah sangat canggih sehingga palayadnya yang dibawahnya pun canggih pula.

Untuk itu berikut uraian singkatnya. 1. Citra Foto Udara

Citra foto udara merupakan produk indera yang pertama kali dibuat dan hingga kini masih

banyak digunakan. Foto udara dibuat dengan sensor berupa kamera yang dipasang pada pesawat

terbang, balon udara, bahkan dengan pesawt terbang tanpa awak (remote control).Untuk

(4)

cuci cetak

untuk menghasilkan gambar foto udara. Foto udara dibuat degan berbagai macam skala antara

lain skala 1:3.000, skala 1: 5.000,skala 1: 10.000, skala 1: 25.000, skala 1: 50.000 dan skala 1:100.000.

Sumber :jasafotoudara.indonetwork.co.id 2. Citra satelit

Citra satelit adalah citra yang dihasilkan dari pemotretan menggunakan wahana satelit.

Berikut ini beberapa contoh karekteristik satelit inderaja yang khusus megindera ke bumi untuk

maksud –maksud pengelolalan sumber daya bumi. Peranan citra satelit adalah : Mengetahui

kualitas dan karakteristik lahan serta potensinya ,Menentukan strategi pengembangan wilayah,

Menetapkan teknologi pengelolaannya ,Untuk mendukung identifikasi ketersediaan air irigasi,

Identifikasi dan analisa infrastruktur : jumlah dan panjang jalan, jumlah rumah, luasan

pemukiman, a. LANDSAT (Land satelit)

Satelit Landsat merupakan salah satu satelit sumber daya bumi yang dikembangkan oleh

NASA dan Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat. Satelit ini terbagi dalam dua generasi

yakni generasi pertama dan generasi kedua. Generasi pertama adalah satelit Landsat 1 sampai Landsat 3, generasi ini merupakan satelit percobaan (eksperimental) sedangkan satelit generasi kedua (Landsat 4 dan Landsat 5) merupakan satelit operasional

(Lindgren,

1985), sedangkan Short (1982) menamakan sebagai satelit penelitian dan pengembangan

(Sutanto, 1994). Satelit generasi pertama memiliki dua jenis sensor, yaitu penyiam multi

spektral (MSS) dengan empat saluran dan tiga kamera RBV (Return Beam Vidicon).Satelit

generasi kedua adalah satelit membawa dua jenis sensor yaitu sensor MSS dan sensor Thematic Mapper (TM. Resolusi temporal menjadi 16 hari dan perubahan data dari 6 bits (64

tingkatan warna) menjadi 8 bits (256 tingkatan warna).

Kegunaan Citra Satelit LANDSAT adalah untuk pemetaan tanah, pemetaan penutupan lahan, pemetaan penggunaan lahan. Gambar citra LANDSAT 7

Sumber :geoF2009.blogspot.com

b. Citra Satelit SPOT(Satellite Pour I’Observation de la Terre) Satelit ini milik Perancis, dengan karekteristik :

Orbit : sinkron putaran matahari Ketinggian : 832 km Inklasi : 9807’

Spot sudah mengorbitkan 5 buah satelit. SPOT 1,2,3 merupakan seri 1 disusul SPOT-4 merupakan seri II, yang terbaru adalah SPOT-5. Pemerintah Indonesia melalui LAPAN,

(5)

berlokasi di Parepare, Sulawesi selatan. Sumber : titikcerah.wordpress.com

Saat ini SPOT sudah meluncurkan lagi satelit sumber daya alam yaitu SPOT-5. Pada satelit ini

sensor digunakan lebih baik dibandingkan SPOT sebelumnya. c. Citra Satelit QUICKBIRD

QUICKBIRD merupakan salah satu satelit sumber daya milik kerja sama Amerika Serikat

dan Hitachi Jepang, yang diluncurkan pada tangggal 18 oktober 2001. Satelit ini memunyai

kemampuan setara dengan QUICKBIRD adalah IKONOS (milik Amerika). Karektirisrik dari satelit

QUICKBIRD adalah :

Orbit : sinkron putaran matahari Ketinggian : 800 km

Sumber : atlas.blogspot.com

Citra QUICKBIRD membuktikan bahwa kualitas dan teknologi indera di bidang satelit semakin

maju, bahkan bila dibandingkan dengan citra foto udara yang diambil dengan wahana pesawat terbang,

citra QUICKBIRD lebih membetikan informasi. Kegunaan citra QUICKBIRD : Untuk mendukung aplikasi

kekotaan, Pengenalan pola permukiman ,Perluasan daerah terbangun , Menyajikan variasi fenomena

yang terkait dengan kota, Untuk lahan pertanian, terkait dengan umur, kesehatan, dan kerapatan

tanaman semusim, sehingga seringkali dipakai untuk menaksir tingkat produksi secara regional.

d. Citra satelit IKONOS

Ikonos adalah satelit milik Space Imaging (USA) yang diluncurkan bulan September 1999 dan

menyediakan data untuk tujuan komersial pada awal 2000. Ikonos adalah satelit dengan resolusi

spasial tinggi yang merekam data multispektral 4 kanal pada resolusi 4 m (citra berwarna) dan

sebuah kanal pankromatik dengan resolusi 1 m (hitam-putih). Ini berarti Ikonos merupakan

satelit komersial pertama yang dapat membuat image beresolusi tinggi.

Kegunaan satelit IKONOS adalah : pemetaan topografi dari skala kecil hingga menengah,

memperbaruhi peta topografi yang sudah ada dan menghasilkan peta baru. e. Citra Satelit ALOS

(6)

kunjungan ulang (re-visiting period) dari sateli ALOS adalah 46 hari, akan tetapi untuk kepentingan pemantauan bencana alam atau kondisi darurat satelit ALOS ini mampu melakukan observasi dalam waktu 2 hari.

Sumber : http://www.lapanrs.com/

f. Citra Satelit Aster ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer) adalah

instrumen / sensor yang dipasang pada satelit Terra, yang diluncurkan pada Desember 1999,

dimana ini merupakan bagian dari NASA’s Earth Observing System (EOS) bekerja sama dengan

Jepang dalam memecahkan persoalan yang menyangkut SDA dan lingkungan. Proyek ini

didukung sepenuhnya oleh para ilmuwan Jepang dan Amerika Serikat dari beragam keilmuan

diantaranya : geologi, meteorologi, pertanian, kehutanan, studi lingkungan, gunung berapi, dan

lain – lain.

Adapun karakteristik sekilas mengenai citra ASTER adalah sebagai berikut : – Observasi pada 3 VNIR, 6 SWIR, 5 TIR bands atau bekerja dengan 14 bands atau dapat

merekam data citra permukaan bumi dari panjang gelombang daerah visible (sinar tampak) ke daerah thermal infrared. Sehingga dapat disimpulkan bahwa citra ASTER mampu merekam data citra di permukaan bumi dari panjang gelombang daerah visible (

sinar tampak ) ke daerah infrared thermal. – Stereoskopik data dapat diperoleh dengan single orbit. – Resolusi spasial citra ASTER adalah 15m untuk VNIR, 30m untuk SWIR, dan 90 m untuk TIR. – Sensor optik dengan resolusi geometric dan radiometric yang tinggi pada semua frekuensi

channel. Dengan melihat karakteristik di atas, penggunaan citra ASTER dapat memenuhi

kebutuhan para pengguna / user data dalam bidang lingkungan dan sumberdaya alam (SDA).

Pemanfaatan citra ASTER adalah untuk memonitoring permukaan bumi, baik dalam bidang

pertanian, pertambangan, meteorologi, dan lain sebagainya yang erat kaitannya dengan monitoring

sumber daya alam ( SDA). Gambar citra ASTER

Sumber : Bhian Rangga JR.com

g. Satelit Citra NOAA (National Oceanic and Atmosphric Administrastion )

National Oceanic and Atmospheric Administration. Satelit berorbit sinkron matahari milik

NOAA, Amerika Serikat yang misi utamanya adalah pemantauan cuaca. Satelit NOAA dikembangkan dari seri satelit TIROS (Television and Infrared Observation ). Satelit TIROS

kemudian digantikanmenjadi TOS (TIROS Operational System) yang kemudian menjadi seri ESSA

(7)

ITOS (Improved TIROS Operational System) disusul seri NOAA. Seri satelit NOAA terdiri dari

generasi I (TIROS-N/NOAA 1-5), generasi II (Advanced TIROS-N/ATN/NOAA 6-14) dan generasi III

(NOAA K, L, M). Pengindera yang diusung satelit ini pada umumnya adalah AVHRR (pengembangan dari VHRR) dan TOVS (TIROS Operational Vertical Sounder). Setiap satelit

biasanya juga masih mendapatkan tambahan perangkat pengindera lain sesuai dengan misi.

Karekteristik satelit citra NOAAH :

Dimensi : Tinggi : 165 in (4,19m),Diameter : 74 in (1,88m),Solar array area : 180,6 ft² (16,8m²)

Berat : 4920 lbs (2231,7 kg)

Orbit : Ketinggian: 870 km , Kemiringan: 98,856˚ Waktu Matahari Lokal : 13:40 Rata-rata Ketinggian: 870 Km

Gambar citra satelit NOOA

Kegunaan citra NOAA : Membuat Peta Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature

maps/SST Maps) , Monitoring iklim ,Studi El Nino ,Deteksi arus laut untuk memandu kapal- kapal pada

dasar laut dengan ikan berlimpah.

Sumber : Jensen, 2000 DAFTRA PUSTAKA

Dewi, Mustika. 2013. “Pengolahan Citra Digital”, dalam

http://mustikadewi51.blogspot.com/2013/04/macam-macam-citra-satelit-dan-fungsinya.html. Diunduh Rabu, 4 september 2013.

Hidayat, Nur. 2007. Penginderaan Jauh dan Interperetasi citra. Universitas Negri Semarang : Semarang.

Hardika, Edwin Putr. 2001. Penginderaan Jauh dengan ERMapper. Graha ilmu : Yogyakarta.

JR, Bhian Rangga.2010. Pemanfaatan citra Penginderaan Jauh. FKIP UNS: Semarang. Mahturai. 2009.”Sekilas tentang Citra Alos dan Aster”,dalam

http://angkringangis.multiply.com/. Diunduh Rabu 4 september 2013.

Soenarmo, Sri Hartati.2009. Penginderaan Jauh dan Penegnalan Sistem Informasi Geogrfais untuk bidang

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...