Teks penuh

(1)

KEWIRAUSAHAAN – PROFIL ORANG SUKSES KARENA BEKERJA DAN PROFIL ORANG SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA

Posted on 26 September 2015 by nurafiyah1234

3 PROFIL ORANG SUKSES KARENA BEKERJA

1. MARK ZUCKERBERG

Mark Zuckerberg dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1984 di Dobb Ferry, West chester County, New

York. Ia adalah anak ke dua dari empat bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai dokter gigi dan

ibunya sebagai psikiater. Mark Zuckerberg adalah keturunan Yahudi dan ia aktif sebagai anggota

Apha Epsilon Pi yaitu organisasi mahasiswa Yahudi Internasional.

Mark Zuckerberg menyelesaikan sekolah menengahnya di Ardsley High School dan kemudian

masuk Phillips Exeter Academy. Kemudian ia melanjutkan ke universitas Harvard dengan

jurusan psikologi. Saat ini Mark Zuckerberg adalah satu-satunya anak muda yang berhasil

menjadi billionaire dengan jerih payahnya sendiri melalui penemuan yang bernama

Facebook.com. Ia termasuk dalam seratus orang terkaya di dunia dengan urutan ke 67. Nilai

kekayaannya ditaksir lebih dari 17 miliar dolar. Padahal saat ini ia belum genap 30 tahun.

Mark Zuckerberg di Drop Out dari Harvard karena kesibukannya mengurusi facebook. Namun ia

berhasil menjadi anak muda terkaya di dunia dari hasil jerih payahnya sendiri. . “Dia adalah

billionaire termuda di dunia saat ini, dan kami yakin ia adalah billionaire termuda sepanjang

sejarah yang mengumpulkan sendiri kekayaannya,” ujar Matthew Miller, associate editor

(2)

2. ADAM KHOO

Adam Khoo Lahir dengan nama lengkap Adam Khoo Yean Ann pada tanggal 8 April 1974

adalah jutawan termuda dan motivator sukses asal singapura. Prestasi Adam di dunia bisnis

ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai

omset per tahun US$ 20 juta.Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis

music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo

adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top

manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

Ada tiga hal besar yang menjadi kunci sukses Adam Khoo. Tiga kunci sukses ini pun yang

menhantarkan siapapun meraih sukses, yaitu :

1. Tujuan yang Jelas

2. Keyakinan yang Benar dan Kuat

3. Aksi yang tepat

3. JAKOB OETAMA

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931, dia merupakan wartawan dan salah satu pendiri surat kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat

Konfederasi Wartawan ASEAN. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman,

(3)

(Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan

Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik

Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika

menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956. Pada April 1961, Ojong mengajak Jakob

membuat majalah baru bernama Intisari, isinya sari pati perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi dunia. Majalah bulanan Intisari terbit pertama kali Agustus 1963.

Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan

berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin

diilhami majalah Reader’s Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama

Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas

Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas

Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media

massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV

hingga universitas.

Jakob Oetama adalah penerima doktor honoris causa ke- 18-yang dianugerahkan UGM setelah

sebelumnya gelar yang sama dianugerahkan UGM kepada Kepala Negara Brunei Darussalam

Sultan Hassanal Bolkiah. Promotor Prof Dr Moeljarto Tjokrowinoto dalam penilaiannya

menyatakan, jasa dan karya Jakob Oetama dalam bidang jurnalisme pada hakikatnya

merefleksikan jasa dan karyanya yang luar biasa dalam bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.

Ia juga telah memberikan pengaruh tertentu kepada kehidupan pers di Indonesia. Dalam

pertimbangannya, UGM menilai Jacob Oetama sejak tahun 1965 berhasil mengembangkan

(4)

jurnalistik yang berlandaskan filsafat politik tertentu. Kultur jurnalisme itu telah menjadi

referensi bagi kehidupan jurnalisme di Indonesia.

3 PROFIL ORANG SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA

1. EKA TJIPTAWIDJAJA

Eka Tjipta Widjaja adalah orang Indonesia yang awalnya lahir di Cina. Eka Tjipta Widjaja lahir

di Coana Ciu, Fujian, Cina dan mempunyai nama Oei Ek Tjhong. Ia lahir pada tanggal 3 Oktober

1923 dan merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Ia pindah ke Indonesia saat umurnya

masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang saat

itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Di Indonesia, Eka hanya

mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang serba

kekurangan. Untuk bisa pindah ke Indonesia saja, ia dan keluarganya harus berhutang ke rentenir

dan dengan bunga yang tidak sedikit.

Dalam hal bisnis, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang yang unggul dalam mengembangkan

bisnis yang telah dia rintis. Ini terbukti dengan hasil karyanya dalam membangun bisnis di

Indonesia ini. Ia sudah menekuni dunia bisnis sejak dia masih berumur sangat muda yaitu umur

15 tahun. Ia mengawali karir bisnisnya itu hanya dengan bermodalkan sebuah ijasah SD yang

dimilikinya. Dia berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian dia

jajakan secara eceran dan hal tersebut bisa mendapatkan untung yang lumayan.

Namun bisnisnya itu tak bertahan lama karena adanya pajak yang besar pada saat itu karena

Jepang menjajah Indonesia. Pada tahun 1980, ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya yaitu

(5)

kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tak tanggung-tanggung,

beliau juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang dia bangun berkembang sangat pesat dan dia memutuskan untuk menambah

bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas

mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh. Selain berbisnis di

bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis bank. Ia membeli

Bank Internasional Indonesia dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Namun setelah beliau

kelola, bank tersebut menjadi besar dan memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya

hanya 2 cabang dan asetnya kini mencapai 9,2 trilliun rupiah. Bisnis yang semakin banyak

membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan kaya. Ia juga mulai merambah ke bisnis

kertas. Hal ini dibuktikan dengan dibelinya PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700

ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinarmas

Group ini juga membangun ITC Mangga Dua dan Green View apartemen yang berada di Roxy,

dan tak ketinggalan pula ia bangun Ambassador di Kuningan.

2. SUKANTO TANOTO

Sukanto Tanoto (lahir dengan nama Tan Kang Hoo di Belawan, Medan, 25 Desember 1949)

adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Ia adalah CEO Raja Garuda Mas, sebuah perusahaan

yang berkantor pusat di Singapura dengan usaha di berbagai bidang, terutamanya kertas dan

kelapa sawit. Tanoto dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh majalah Forbes pada

September 2006, namun pada tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di

(6)

Sukanto Tanoto adalah pendiri dari RGE (Royal Golden Eagle), sebuah perusahaan global yang

bergerak di sektor pengelolaan sumber daya alam dengan kantor yang berada di Singapura, Hong

Kong, Jakarta, Beijing dan Nanjing. Beliau memulai bisnis pertamanya lebih dari 40 tahun yang

lalu dengan memasok suku cadang untuk industri minyak dan konstruksi. Sebagai seorang

pengusaha yang visioner, Sukanto Tanoto masuk ke bisnis kayu lapis pada tahun 1967. Dengan

kesuksesannya di bisnis ini, beliau kemudian mendirikan bisnis lainnya, masih dalam bidang

sumber daya alam, seperti kelapa sawit, kehutanan, pulp dan kertas serta pembangkit tenaga

listrik. Saat ini, RGE adalah grup global dengan aset lebih dari 15 miliar US Dolar, tenaga kerja

lebih dari 50.000 karyawan dan pabrik di Tiongkok, Indonesia dan Brazil serta kantor penjualan

di seluruh dunia. Bisnis ini meliputi empat area operasional: pulp dan kertas (APRIL – Asia

Pacific Resources International Holding Ltd dan Asia Symbol), kelapa sawit (Asian Agri dan

Apical), rayon dan pulp khusus (Sateri International) serta energi (Pacific Oil & Gas).

Pengalaman masa kecil Sukanto Tanoto yang sangat keras ternyata telah memberikan pelajaran

yang sungguh luar biasa dan berpengaruh sangat serius kepada keberhasilannya memimpin

beberapa perusahaan miliknya. Kehidupan masa kecil yang diskriminatif terhadap ras yang

mengalir ditubuhnya membuatnya bertahan untuk mendapatkan haknya. Perjalanannya sebagai

seorang pebisnis pun tidak langsung berada di garis yang paling atas. Beliau memulai semuanya

dari karir yang rendah. Namun secara dramatis, beliau mampu bertahan dan bahkan mengambil

keuntungan dari krisis yang terjadi di Indonesia.

(7)

Kisah sukses pengusaha kecil pendiri sebuah lembaga pendidikan yang awalnya hanya

mempunyai satu atau dua murid saja, kini telah memiliki ratusan ribu murid yang hamper

tersebar dari Sabang sampai Merauke. Purdi E. Chandra lahir di Lampung 9 September 1959.

Secara “tak resmi” Purdi sudah mulai berbisnis sejak ia masih duduk di bangku SMP di

Lampung, yakni ketika dirinya beternak ayam dan bebek, dan kemudian menjual telurnya di

pasar.

Bisnis resminya sendiri dimulai pada 10 Maret 1982, yakni ketika ia berssama teman-temanya

mendirikan Lembaga Bimbingan Test Primagama (kemudian menjadi bimbingan belajar). Waktu

mendirikan bisnisnya tersebut Purdi masih tercatat sebagai mahasiswa di 4 Fakultas dari 2

Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. Namun karena merasa “tidak mendapat apa- apa” ia

nekat meninggalkan dunia pendidikan untuk menggeluti dunia bisnis.

Dengan “jatuh bangun” Purdi menjalankan Primagama. Dari semula hanya satu outlet dengan 2

murid, Primagama sedikit demi sedikit berkembang. Kini murid Primagama sudah lebih dari 100

ribu orang per-tahun, dengan ratusan outlet di ratusan kota di Indonesia. Karena perkembangan

itu Primagama akhirnya dikukuhkan sebagai Bimbingan Belajar Terbesar di Indonesia oleh

MURI (Museum Rekor Indonesia).

Kini Primagama sudah menjadi Holding Company yang membawahi lebih dari 20 anak

perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti: Pendidikan formal, Pendidikan non-formal,

Telekomunikasi, Biro Perjalanan, Rumah Makan, Supermarket, Asuransi, Meubelair, Lapangan

(8)

Walaupun kesibukannya sebagai Entrepreneur sangat tinggi, namun jiwa organisatoris Pundi

tetap disalurkan di berbagai organisasi. Tercatat Purdi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan

Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogyakarta dan pengurus Kamar Dagang dan

Industri Daerah (Kadinda) DIY. Selain itu Purdi juga tercatat sebagai anggota MPR RI Utusan

Daerah DIY.

PERBANDINGAN KARAKTER TIPIKAL ORANG SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA DAN SUKSES KARENA BEKERJA

KARAKTER SUKSES KARENA BEKERJAKARAKTER SUKSES KARENA

BERWIRAUSAHA

Waktu untuk bekerja terikat Waktu untuk bekerja tidak terikat Berani mengambil resiko untuk lebih maju dan

Bertanggung jawab terhadap pekerjaan Bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan

(9)

DESKRIPSIKAN KARAKTER YANG DIMILIKI ORANG-ORANG TERSEBUT YANG INGIN ANDA MILIKI

Dari kedua karakter berwirausaha dan bekerja saya ingin memiliki karakter berwirausaha karena

saya ingin menciptakan lapangan kerja yang lebih luas karena terdapat banyak pengangguran.

Berwirausaha memiliki karakter pantang menyerah, percaya diri, berani mengambil resiko, dll.

Dengan berwirausaha usaha yang akan dijalani akan dimulai dari nol sehingga bisa mengikuti

setiap proses yang sedang di jalani. Jika mengalami kegagalan dalan rencana yang sebelumnya

maka harus berfikir untuk meneruskan rencana yang gagal dengan membuat inovasi yang baru

atau memilih membuat rencana yang baru dan meninggalkan recana yang gagal. Dengan adanya

kegagalan dalam berwirausaha akan mendapat pengalaman yang banyak sehingga jika tidak bisa

menggunakan rencana yang sebelumnya maka akan menggunakan rencana-rencana yang lain.

KARAKTER WIRAUSAHA YANG INGIN SAYA MILIKI :

1. BERANI MENGAMBIL RESIKO

Seorang wirausaha berani mengambil resiko keputusan apapun akan diambil jika itu yang terbaik

untuk usaha yang dijalankan dan tidak akan mendengar perkataan orang lain.

2. KERJA KERAS

Seorang wirausaha selalu bekerja keras agar bisa mencapai kesuksesan yang di inginkan.

(10)

Seorang wirausaha tidak mudah menyerah jika usaha yang dijalankan mengalami kegagalan dan

selalu berjuang untuk maju dan meraih kesuksesan.

4. SABAR

Seorang wirausaha selalu sabar dalam menghadapi masalah yang dihadapi didalam menjalankan

usahanya.

5. INOVATIF DAN KREATIF

Seorang wirausaha selalu memiliki ide-ide yang baru dan menemukan hal-hal baru yang akan

digunakan didalam usahanya.

6. PERCAYA DIRI

Seorang wirausaha selalu percaya diri bahwa usaha yang sedang dijalankan mencapai

keberhasilan dan kesuksesan.

7. MEMILIKI KOMITMEN YANG TINGGI

Dengan memiliki komitmen yang tinggi pastinya akan senantiasa berpegang teguh pada

usahanya dan memiliki sikap tegas dan konsisten terhadap usahanya

3 Tokoh Sukses karena Bekerja dan 3 Tokoh Sukse Karena Berwirausaha

1. Carilah Tiga Tokoh Yang Sukses Sukses Karena Bekerja :

(11)

 Hamdan zoelva

Sukses Karena Wirausaha:

 Bob Sadino  Elang Gumilang  Ronny Lukito

2. Tokoh Yang Sukses Karena BekerjaDahlan Iskan

Dahlan Iskan beliau dikenal masyarakat karena keberhasilannya dalam memimpin surat kabar

Jawa Pos, yang awalnya hanya koran daerah yang hampir gulung tikar menjadi koran Nasional

dengan penjualan yang sangat fantastis. Dahlan Iskan dilahirkan di Magetan Jawa Timur,

tepatnya di Desa Kebun Dalam Tegalarum, Kecamatann Bando 17 Agustus 1951. Dahlan Iskan

adalah anak dari pasangan Muhammad Iskan dan Lisnah.

Dahlan adalah anak ketiga dari empat bersaudara . kakak pertamanya bernama Khosyatun, kakak

keduanya bernama Sofwati sedangkan adik bungsunya bernama Zainudin.

Orang tuanya bukanlah orang kaya, bahkan sangat miskin sekali ia dan saudara-saudaranya

terbiasa dalam hidup kesederhanaan. Kehidupan ia waktu kecil membuatnya menjadi pribadi

yang tangguh serta menurutnya kemiskinan harus dihadapi dengan bekerja dan berusaha.

Riwayat pendidikan Dahlan Iskan, beliau bersekolah di Madrasah yang juga disebut Sekolah

Rakyat setelah tamat ia melanjutkan sekolahnya ke sekolah lanjutan tingkat pertama, kemudian

ke Sekolah Aliyah setelah tamat ia melanjutkan ke IAIN Sunan Ampel dan di Universitas 17

Agustus namun ia keluar karena terlalu asyik menulis majalah dan koran mahasiswa ketimbang

mengikuti kuliah. Kemudian ia hijrah ke Samarinda untuk menjadi reporter di surat kabar lokal.

Pada tahin 1976 ia pindak ke Surabaya bekerja sebagai wartawan di majalah Tempo. Walau

sudah bekerja ia juga diam-diam menulis untuk koran lain seperti Surabaya Post dan Ekonomi

Indonesia.

Tahun 1982 ia di promosikan menjadi pemimpin koran Jawa Pos, Jawa Pos hampir bangkrut

(12)

caranya akhirnya omset Jawa Poat naik 20 kali lipat yaitu 10,3 miliar namun ia mengundurkan

diri dan memberi kesempatan kepada yang lebih muda lalu ia mendirikan stasiun TV lokal

Surabaya (JTV & SBO), Batam (Batam TV), Pekan Baru (Riau TV), FMTV di Makassar,

Palebang (PTV), dan parahyangan TV di Bandung dan yang lainnya yang mencapai 34 stasiun

TV lokal. Selain itu ia juga memiliki perusahaan listrik ia juga menjadi direktur pembangkit

listrik swasta PT Cahaya Fajar Kaltim dan PT Prima Electrik Power di Surabaya dan hal ini yang

menjadi salah satu alasan ia di tunjuk menjadi Direktur Utama PLN. Puncak kariernya Pada

tanggal 19 Oktober 2011 Presiden SBY menunjuknya menjadi Menteri BUMN.  Bacharuddin Jusuf Habibie

Prof. Dr. -Ing. H.Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 78 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden

Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama salah satu

universitas di Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo.

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki keturunan Bugis, sedangkan ibunya beretnis Jawa. R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama

Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah.

B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

(13)

penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden

Soeharto.

Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie

adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H.

Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (lahir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni 1962; umur 52 tahun) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015, menggantikan Akil Mochtar yang di berhentikan karena terlibat kasus suap sengketa pilkada Kabupaten Lebak, Banten. Ia juga pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di Partai Bulan Bintang.

Hamdan Zoelva lahir dari pasangan TG. KH. Muhammad Hasan, BA, yang merupakan pimpinan

Pondok Pesantren Al-Mukhlisin di Bima, dan Hj. Siti Zaenab. Hamdan menghabiskan masa kecil

di Desa Parado, sekitar 50 kilometer dari Kota Bima. Ia dibesarkan dalam tradisi keluarga santri

dan disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Menginjak kelas 4, ia dipindahkan ke Sekolah Dasar Negeri No. 4 Salama Nae Bima pada 1974, sambil menjalani pendidikan agama di Madrasah Diniyah. Setelah lulus SD, ia melanjutkannya ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Padolo Bima

pada 1977, dan menamatkan pendidikan tingkat atasnya di Madrasah Aliyah Negeri Saleko Bima

(14)

Gelar Sarjana Hukumnya ia dapatkan dari Universitas Hasanuddin, Makassar, di mana ia mengambil jurusan Hukum Internasional. Saat menjalani kuliah di Universitas Hassanuddin,

ayahnya meminta Hamdan untuk mengambil pendidikan tinggi di bindang agama untuk

melanjutkan tradisi keluarganya yang berlatar belakang pesantren. Karena itu, Hamdan

memutuskan untuk mendaftar ke Fakultas Syari'ah IAIN Alaudin, Makassar (1981-1984).

Semasa mahasiswa, Hamdan aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, salah satunya adalah

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Badan

Koordinasi HMI Indonesia Timur. Karena kegiatannya mengurus organisasi, ia memilih untuk

melepas pendidikannya di IAIN Alaudin meski sudah berkuliah selama tiga tahun dan hampir

mendapatkan gelar Sarjana Muda.

Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta

(1998-2001), yang juga tidak diselesaikan. Pada tahun 2004, ia berhasil mendapatkan gelar

Magister Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung, dan meraih gelar doktor S3 di bidang Ilmu Hukum Tata Negara dari universitas yang sama pada tahun 2010, dengan disertasi berjudul

"Pemakzulan Presiden di Indonesia."Hamdan memulai kariernya ketika dengan menjadi asisten

dosen di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin serta Fakultas Syariah IAIN Makassar

(1986-1987). Ia sempat melamar menjadi dosen, namun ditolak. Atas saran dosen pembimbingnya, ia

merantau ke Jakarta dan bekerja selama tiga tahun sebagai Asisten Pengacara & Konsultan

Hukum pada Law Office OC. Kaligis & Associates Jakarta, yang secara khusus menangani

bidang Non Litigasi, pembuatan kontrak & perjanjian - perjanjian dagang, investasi PMA,

perburuhan, negosiasi dan lain-lain sebelum akhirnya mendirikan kantor hukum sendiri, SPJH&J

(15)

dan membangun kantor advokat Hamdan, Sujana, Januardi, dan Partner (HSJ&P) hingga

dibubarkan tahun 2004.

3. Tokoh Yang Sukses Karena BerwirausahaBob Sadino

Bob Sadino lahir di Lampung, tanggal 9 Maret 1933, wafat pada tanggal 19 Januari 2015. Beliau

akrab dipanggil dengan sebutan 'om Bob'. Ia adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang

berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19

tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah

dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia.

Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di

sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika

tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes

miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang,

Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di

Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk

bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil

Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia

mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang

untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya

(16)

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang

dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob

memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang

untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam

tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing,

karena mereka fasih berbahasa Inggris. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi

feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik

tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura,

mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia

juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Bob percaya bahwa setiap

langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus

yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang

penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Saat melakukan sesuatu

pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri

seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang,

terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling

penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilannya tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan.

Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda

dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan

profesional. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba

(17)

selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan

sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob,

kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha

melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks

harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Elang Gumilang

Elang Gumilang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara, ia tidak pernah mengubur bakat bisnis dan keuletan yang di turunkan oleh ayahnya H.Misbah yang punya usaha kontraktor

kecil-kecilan. Saat belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bogor ia sudah belajar berbisnis yaitu

dengan berjualan donat.

Kegiatan ini baru berhenti karena orang tuanya melarang. Tapi ia dengan bakat dan

kecerdasannya terus mencari uang kali ini dengan mengikuti aneka lomba. Ia pernah muncul

sebagai juara ke-3 Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti.

Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi

Universitas Indonesia dan juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor sehingaa

uang Rp. 10 juta terkumpul.

Ia mendapat “tiket gratis” masuk Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB. Di IPB keinginan

bisnisnya terus berkembangdan Pada tahun pertama, ia berjualan sepatu berbekal katalog, ia

menawarkan sepatu dari satu asrama ke asrama mahasiswa di Kampus itu selain itu Ia juga

pernah menjual lampu, kemudian minyak goreng.

Memasuki tahun ke-3 ia dan 12 kawannya membuka kursus Bahasa Inggris English Avenue, di

kampusnya dengan modal Rp. 21 juta dan ia menjadi direkturnya. Untuk mengisi waktu luang, ia

menjadi tenaga pemasaran salah satu perusahaan property di Bogor. Tak ada Gaji, hanya

mendapat komisi jika berhasil menjual rumah. Berbekal pengalaman menjadi salesman

(18)

tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta. Nasib baik, proyek senilai Rp. 160 juta

digenggamnya. Ia makin percaya diri mengeluti dunia properti. Kemudian pada tahun 2006 dia

mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group.

Tanah kosong milik sebuah instansi di cinangneng Kabupaten Bogor, di liriknya. Tapi ketika itu

ia tidak memiliki modal, Bank juga enggan mendanainya. Ia tidak menyerah dan mengajak

kawannya untuk patungan hingga mendapat uang Rp 340 Juta.

Lalu ia membujuk Bank Tabungan Negara (BTN) bekerjasama menyediakan kredit kepemilikan

rumah sederhana bersubsidi (KPRS) bagi masyarakat berpenghasilan dibawah Rp 2,5 Juta.

Akhirnya BTN pun setuju. Pada 2007 Elang Group menjual rumah. Harganya mulai Rp 25 Juta

(Tipe 21/60 berbunga 4,5% per tahun dan maksimal Rp 45 Juta (Tipe 36/72 ) Berbunga 7,5% per

tahun. Cicilannya Rp 25-90 ribu per bulan.

Proyek perdana Elang Group di perumahan Griya Salak Endah itu berhasil. Sebanyak 450 unit

rumah terjual. Pembelinya buruh, pedangan, tukang tambal ban, dan guru. Saya tergerak

menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membeli rumah. Penghargaan yang diraih:

 Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007  Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008

 Man of the Year 2008 dari Radar Bogor  Pemuda Pilihan 2008 dari TV One

 Indonesia Top Young Entrepreuner 2008 dari Warta Ekonomi.

Ronny Lukito

Ronny Lukito pendiri Eiger yang lahir pada tanggal 15 Januari 1962 di Bandung, eiger sendiri

diambil dari nama gunung di Swiss dan di tunjukan untuk kegiatan outdoor seperti mendaki,

kemah dan lain-lain. Ronny adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Ia satu-satunya anak laki-laki

dan yang lainnya perempuan, dari pasangan Lukman Lukito dan Kurniasih. Ronny berasal dari

keluarga yang memprihatinkan, ia adalah sosok pemuda yang rajin dan tekun dan hanya lulusan

STM (Sekolah teknologi menengah). Semenjak bersekolah di STM ia berjualan susu yang

(19)

tetangga dengan sepeda motor miliknya. Masa remajanya di Bandung dilewati dengan penuh

kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan mewah. Hidup ditengah keluarga yang

pas-pasan tidak membuatnya menyerah pada keadaan. Orang tuanya memiliki toko kecil khusus

menjual tas, membatnya terbiasa melihat secara langsung proses produksi sebuah tas. Bahkan ia

dan saudaranya sering terjun langsung membantu orang tuanya dalam menjalankan bisnis

tersebut. Dari mulai packing tas, merapihkan tas, menjadi kasir ketika ada pembeli yang

membayar. Pengalaman itulah yang menjadi langkah awal untuk membukan peluang bisnis tas

mengikuti jejak kedua orangtuanya. Saat masih remaja ia pun tak pernah berpikir unruk menjadi

pengusaha. Namus setamat STM ia harus berfikir secara realistis dalam melihat perekonomian

keluarga.

Sejak tahun 1976, ketika ia duduk di bangku STM, toko ayahnya mulai menjual tas hasil

karyanya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama butterfly nama ini di ambil dari merek

mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ia sendiri membantu membeli bahan di toko,

mengantarkan barang ke pelanggan dan sebelum ia berangkat sekolah ia berjualan susu terlebih

dahulu. Setelah pulang sekolah ia bekerja di bengkel motor sebagai montir. Jiwa enterpreneur

yang dimilikinya sejak duduk di bangku sekolah membuatnya mudah menyerap ilmu dari

ayahnya. Tak lama setelah bekerja di toko milik ayahnya ia pun memulai peluang bisinis

pembuatan tas sendiri. Ia memulai pengembangan bisnis tersebut, dia ulai memasukan tasnya ke

matahari meski hanya mendapat order sedikit ia terus mengembangkan usahanya, dengan modal

kurang dari 1 juta ia membeli 2 mesih jahit, peralatan jahit dan sedikit bahan baku pembuatan tas

di bantu dengan satu pegawai ia memproduksi tas. Ia pun berkeinginan memasukan produk ke

matahari namun di tolak oleh bagian pembelian dan setelah mengajukan yang ke 13 akhirnya

(20)

Akhirnya ia pun terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra pengecer baruguna

membuka pasar baru. Ia rajin keliling dan membuang kemalasan, ia berangkat ke kota untuk

mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran. Ia belajar secara privat mengenai

pengetahuan manajemen dan mengambil kursus manajemen keuangan serta menghadiri seminar

atau kursus yang menurutnya bagus dan membaca buku-buku yang relevan untuk

pengembangan diri. Dengan perjuangan ggigih dan tak mengenal lelah dia mengetahui peluang

pasar mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan Dept. Store besar lainnya

menjual produknya seperti eiger, export atau body pack. Kalangan bsinis tas pasti tahu bahwa

kini B&B Inc. Miliknya merupakan salah satu perusahaan nasional terbesar. Ketekunan dan kerja

kerasnya dalam menjalankan usaha, mengantarkan lelki lulusan STM ini menjadi pengusaha

sukses yang luar biasa.

4. Karakter Yang Ingin Dimiliki  Gigih dan Ulet

 Jujur

 Kemauan untuk belajar dan mengembangkan diri  Siap menerima kegagalan

(21)

karakter kreativitasnya

Percaya diri Memilki keyakinan dan

optimisme.

Memiliki Keyakinan dan

optimisme.

Pengambil resiko Berani mengambil resiko

(22)

Tak selamanya mereka yang nakal luar biasa saat kecil akan berakhir dalam kegagalan hidup di

masa depannya.Namun justru terkadang bila dsatang sebuah kesempatan dan kepercayaan yang

dilandasi dengan rasa sadar maka siapapun mereka dengan masa lalu kelamnya akan dapat

(23)

barunya.Gusti Ngurah Anom, begitu nama lengkap pria asl Buleleng 5 Maret 1971 ini lahir dan

dibesarkan di daerah Tangguwisia, sebuah desa kecil di kecamatan Seririt, kabupaten Buleleng ,

Bali. Pak Anom lahir dari rahim Made Taman dan menjadi bungsu dari 7 bersaudara yang hidup

sangat dekat dengan kemiskinan dalam kebersahajaan keluarga petani.Tidak seperti kakak –

kakaknya yang lainnya, Anom semenjak kecil memang terlihat berbeda, hiperaktif, bandel,

agresif, lincah dan berwatak keras, ingin agar setiap permintaanya dikabulkan. Sikap berani dan

keras kepalanya semakin menonjol, bahkan pada saat bersekolah di SDN 1 Tangguwisia.

Mengabaikan pelajaran sekolah, tidak pernah belajar dirumah ataupun mengerjakan PR,

melawan ajaran guru dan menjadi langganan mendapat hukuman di sekolah adalah hal biasa

dalam keseharian Anom. Karena perilakunya ini, Anom kecil cenderung dianggap sebagai

sumber kenakalan. Walau demikian, Anom selalu dapat naik kelas seperti teman – temannya

yang lain, dan mampu menyelesaikan pendidikan dasarnya sehingga kemudian dapat

melanjutkan sekolah di SMPN 1 Seririt.Pada saat hari kelulusan tiba, Anom dinyatakan lulus

SMP dan dapat melanjutkan studinya di SMA yang berjarak 3 kilometer dari rumahnya.Tiba –

tiba sang ayah memanggil Anom, dan mengatakan bahwa Anom harus berhenti karena orangtua

tidak mampu.

Di bebani dengan syarat itu, seketika hati Anom terluka, masa depannya seolah terberangus, Ia

marah merasa sebagaiu anak terakhir yang diperlakukan berbeda dari semua saudaranya hingga

tega untuk memutuskan kesempatannya bersekolah di SMA.

Rasa kecewa menghantamnya, akhirnya Anom pergi dari rumah naik truk menuju Denpasar.

Setiba di Denpasar, truk berhenti di sekitar terminal Ubung dan Anom juga turun disana. Ia

(24)

menelusuri jalan yang baru pertama kali dipijaknya tidak membuat gentar hati Anom untuk terus

melangkah mengawali petualangan nasib tanpa sanak keluarga.

Dalam perjalanan itu rasa haus cukup tuntas dengan hanya minum air sungai yang mengalir di

antara pematang sawah yang terlalui. Perut lapar tak dihiraukannya, Anom terus berjalan dan

berjalan semakin jauh hinnga sampai kakinya merasa teramat letih dan berhenti tepat di depan

gardu Pos SATPAM Hotel Rani di Sanur. Anom beristirahat sebentar sambil mulai berpikir

langkah selanjutnya.

Beberapa saat istirahat akhirnya Anom memutuskan untuk menetap dan menumpang sementara

di Pos SATPAM itu, matanya mencari – cari apa yang bias dilakukannya untuk menarik

perhatian karyawan, petugas atau siapa saja di Hotel Rani hingga Ia dapat memperoleh makanan

untuk mengganjal perutnya yang kosong. Dan karena alas an inilan, Anom bangkit dari

duduknya dan segera dengan tekun memunggutu sampah dan membersihkan halaman taman di

sekitar gardu pos. Tidak banyak yang diharapkan dari Anom, Ia hanya ingin menunjukkan tekad

untuk bekerja dan berusaha menujukkan keberadaannya disana bermanfaat dan berguna, hingga

bias saja nantinya akan muncul kesempatan terbuka untuknya.

Keberuntungan menyertai Anom saat itu, aksi bersih – bersihhya dilihat langsung oleh pemilik

Hotel Rani yang kemudian langsung menghampirinya. Kesempatan ini dimanfaatkan Anom

untuk meminta izin agar diperbolehkan menumpang di Pos SATPAM sambil sebelumnya

menceritakan ikhwal kisah perantauannya dari Buleleng hingga tiba di Sanur.

Dengan janji ikut menjaga keamanan dan kebersihan di sekitar Pos SATPAM, Anom pun

(25)

mencuci bersih mobil pemilik Hotel Rani, laluy diteruskannya pada mobil – mobil para tamu

yang ada. Dan khusus untuk mobil para tamu hotel itu, anom meminta imbalan jasa cuci kepada

pemilik mobil sebelum mereka berangkat berwisata dengan armada yang bersih. Dari kerja

mencuci tersebut Anom mulai dapat mengumpulkan uang yang lumayan, paling sedikit

Rp.2.500,00 ada dikantongnya. Jumlah yang tergolong besar kala itu mengingat sebungkus nasi

dan kopi saja tidak lebih seharga Rp.75,00. maka tak heran bila kemudian Anom merasa betah

dan giat melakoni profesi sebagai tukang cuci mobil dari hotel ke hotel di sekitar hotel Rani di

Sanur.

Hampir 2 tahun sudah kiprah mencuci kendaraan ini dijalani Anom, sampai kemudian Ia harus

rela untuk berhenti dari pekerjaan menguntungkan itu hanya karena fisiknya tak mampu lagi

bertahan dari serangan rheumatic akut akibat terlalu lama bergumul dengan air. Sakit dan

menganggur, kemudian Anom memutuskan untuk tinggal menumpang di rumah pamannya.,

seorang pengusaha konfeksi kecil – kecilan yang sempat beberapa kali Ia singgahi beberapa

waktu sebelumnya semasa Anom masih tinggal di Pos SATPAM Hotel Rani. Mondar mandirnya

Anom ke konfeksi pamannya kala itu disebabkan karena rupanya disana bekerja seorang gadis

asal Buleleng teman satu SMP Anom dahulu yang membuat Ia jatuh cinta, bernama Ketut

Mastrining.

Selama tinggal bersama pamannya, Anom turut membantu segala pekerjaan konfeksi dengan

ikhlas meski tanpa upah. Dapat tinggal dan makan serta berdekatan dengan Ketut Mastrining,

seorang tukang jahit di konfeksi itu sudah membuat Anom bahagia. Namun walau begitu besar

cinta Anom kepada Mastrining, gadis ini selalu menolaknya. Ia kenal betul siapa Anom, anak

(26)

menjadi langganan mendapat hukuman di sekolah, Mastrining tidak yakin bahwa Anom dapat

berubah, apalagi terdengar kabar bahwa Anom adalah pemuda lontang – lantung tanpa masa

depan.

Geram direndahkan begitu, Anom kembali bertekad menunjukkan bukti pada Mastrining bahwa

Ia telah berubah dan mampu menjadi sesuatu hingga pantas mendapat cintanya. Dengan

semangat itu, Anom memberanikan diri datang menemui Pak Sidharta pemilik Konfeksi Sidharta

yang kerap memberi pekerjaan jahitan di konfeksi pamannya. Melihat kesungguhan pemuda

yang ingin sekali bekerja, Pak Sidharta memberi kesempatan kepada Anom menjadi pegawainya

dengan tugas pertama sebagai karyawan lapangan mengambil dan mengantar keperluan jahitan.

Selama mengabdi di konfeksi Sidharta, Anom diberlakukan sangat baik, sehingga Ia berusaha

keras menunjukkan kerja sebaik – baiknya dan belajar banyak hal dari pak Sidharta yang selalu

memberikan petuah – petuah untuk memotivasinya. Berkat itulah wawasan Anom perlahan

terbuka hingga jauh melampaui kedewasaan pemuda seusianya.

Berbekal kepribadian yang matang itu, Anom mengutarakan cintanya pada Ketut Mastrining, Ia

meyakinkan bahwa cintanya kelak akan terbuka sebuah masa depan yang pasti.

Dan akhirnya Anom pun mengakhiri masa lajangnya dan menikahi Mastrining, lalu

memboyongnya di sebuah rumah kontrakan di Jalan Tukad Irawadi sambil memulai usaha

konfeksi Sidharta. Lambat laun usaha konfeksinya berkembang dan mulai menerima order dari

pabrik garment, kantor serta hotel – hotel, dimana peningkatan ini mendorongnya pindah ke

tempat yang lebih besar di Jalan Pakis Haji, Tanjung Bungkak Denpasar kisaran awal tahun

(27)

umum untuk membangun kesinambungan operasional usaha konfeksinya, maka Anom

didukukng istrinya memberanikan diri membuka toko baju kaos di Jalan Nusa Indah Denpasar

dan memberikan trade mark usaha konfeksinya dengan nama Cok Konfeksi yang berlokasi tak ajuh dari areal Gedung Art Centre sebagai pusat kegiatan pesta seni dan budaya Bali. Dengan

hak penuh kepemilikan ini, Cok Konfeksi semakin tajam membangun jaringan kerja dan

menggali order keberbagai lini pangsa pasar, hingga dalam kurun waktu yang tak terhitung lama,

nama Cok Konfeksi telah mampu diperhitungkan sebagai salah satu industri besar di Bali yang

menjadi pembuka gerbang kesuksesan pemuda asal Buleleng ini yang kemudian akrab dipanggil

dengan sebutan Pak Cok persis seperti nama usaha konfeksi miliknya. Mengawali keberhasilan hidupnya iti, Anom meluruskan hati dengan mawas pada dirinya untuk menunjukkan bakti

kepada orang tuanya di desa. Ia telah menyadari bahwa sesungguhnya dahulu ayahnya

bermaksud baik kepadanya dan justru karena itulah apa yang dulu Ia anggap sebagai amarah kini

telah berbalik menjadi segunung berkah.

Sementara dalam bidang usaha, rupanya industri konfeksinya semakin maju pesat dari athun ke

tahun. Saat itulah berkat hasil terkumpul dari kerja keras, ketekunan, kesabaran, kejelian

membaca peluang dan didukung sikap dasar kreativitas dan inovasinya, Anom menggagas

sebuah ekspansi usaha yang lahir dari ide cerdas untuk memanfaatkan arus wisatawan yang

berkunjung ke Bali. Dalam benak Anom tergambar niatan membuat sebuah sentral oleh – oleh

khas Bali yang menyediakan semua pernak- pernik khas Bali. Seperti: aneka camilan, kaos anak

– anak dan dewasa, batik, tas kreasi, alat musik tradisional, aksesoris pria dan wanita, bedcover,

lukisan, kain pantai, laying – laying, kerajinan kayu, alas kaki hingga frame foto, termasuk

(28)

Ide itupun kemudian berhasil terealisai dengan dibukanya sebuah pusat oleh – oleh Bali yang

bernama Krisna Oleh – Oleh Khas Bali pada tanggal 16 Mei 2007 di Jalan Nusa Indah No. 77 Denpasar – Bali. Dari sanalah lalu terpikir oleh Anom untuk mulai merintis produksi baju kaos

sendiri sebagai cenderamata khas Bali bergambar karikatur didesain unik secara khusus

melibatkan para designer terkemuka. Dan benar saja, persis seperti prediksinya, segmen oleh –

oleh khususnya berupa baju kaos khas Bali yang dibuat konfeksinya meledak diminati pasar.

Melihat banyaknya antusiasme wisatawan yang datang berkunjung dan membeli baju khas

karikatur Bali ini membuat Krisna Oleh – Oleh Khas Balisukses besar dengan penjualan melampaui target yang ditentukan. Disamping itu beragam oleh – oleh khas Bali lainnya yang

tersedia lengkap juga tidak kalah menyedot minat para pengunjung. Karena besarnya minat dan

animo masyarakat, Anom bertekad mengembangkan jelajah dagangannya menjadi lebih besar

mengikuti perkembangan pasar.

Untuk itulah ia lalu menggandeng rekanan pemilik property di kawasan Jalan Nusa Kambanagan

Denpasar untuk bekerjasama mendirikan Krisna Oleh – Oleh Khas Bali yang ke dua yang

dirancang matang dengan areal parkir yang luas, sarana belanja yang lapang serta berbagai

fasilitas kenyamanan berbelanja berikut sebuah rumah makan dikonsep tertata.

Menyadari cukup banyaknya minat konsumen dengan produk yang dimiliki Krisna Oleh– Oleh Khas Bali satu di Jalan Nusa Indah dan potensi pasar yang besar, maka kemudian terealisasilah Krisna Oleh – Oleh Khas Bali di Jalan Nusa Kambangan 160 A Denpasar pada tanggal 16 Mei 2008 yang mengawali gaung kesuksesan besar Anom.

(29)

kerjasama yang dibangun Anom dengan praktisi pariwisata dan komponen pendukungnya seperti

biro perjalanan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan juga para pengemudi jasa angkutan

wisata, taxi dan sebagainya dirasa sebagai terobosan jitu semakin mentenarkan nama Krisna Oleh – Oleh Khas Bali sebagai pusat belanja oleh – oleh khas Bali dengan harga murah bermutu yang tidak pernah sepi dari serbuan pengunjung.

Belum berakhir disini, keberhasilan Krisna Oleh – Oleh Khas Bali Nusa Kambangan kembali

memacu gairah wirausaha Anom untuk mempersembahkan sebuah mega areal pusat belanja oleh

– oleh terbesar di Bali.

Benar saja, bermula dari keagresifan dan semangat pantang menyerah akhirnya pada tanggal 16

Mei 2009 diresmikan sebuah imperium dagang mega outlet pusat perbelanjaan Krisna Oleh –

Oleh Khas Bali di kawasan Sunset Road Kuta, yang sengaja dibangun untuk memudahkan dan

memanjakan para wisatawan untuk berbelanja memperoleh cenderamata khas Bali dengan

nyaman, hemat di tempat yang respresentatif dengan keindahan sunsetnya. Belum juga berakhir

sampai disitu, dengan segala ketulusan hati ingin menampung tenaga kerja dan menyalurkan

hasil karya pengrajin lebih banyak lagi, Anom memperluas lagi areal Krisna Oleh – Oleh Khas Bali Sunset Road tersebut menjadi dua kali lipat ( seluas 1000 m2 ) sehingga semakin menguatkan gaung Krisna Oleh – Oleh Khas Bali sebagai pusat oleh – oleh terbesar di Pulau

Dewata.

Terinspirasi dari denyut kehidupan dikawasan Kuta yang tak pernah padam, muncul dinenam

(30)

jam non stop.

Ini menandakan kehidupan pariwisata Bali yang tidak akan pernah berhenti.

Kini di tengah kebesaran industri dagang yang berkibar itu, Anom tidak kehilangan kearifannya,

Ia semakin banyak melibatkan diri pada kegiatan sosial dan berada di balik banyak bantuan bagi

mereka yang kurang mampu, panti asuhan dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia ingin

membagi berkah yang telah dititipkan Tuhan kepadanya, menebarkan keseimbangan hidup

dengan kebaikan yang tulus sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta yang telah

(31)
(32)

Nama : Gusti Ngurah Anom Tempat / Tanggal Lahir : Buleleng, 5 Maret 1971

Agama : Hindu

Pekerjaan : PengusahaCok Konfeksi

Jl. Nusa Indah No. 79 Denpasar – BaliKrisna

Oleh-Oleh Khas Bali

Jl. Nusa Indah No. 77 Denpasar – Bali

Jl. Nusa Kambangan No. 160 A Denpasar – Bali

Jl. Sunset Road Kuta – Bali

Jl. Raya Tuban Kuta – Bali

Menikah : 1990

Istri : Ketut Mastrining

Anak : 4 Orang

Hobby : Bekerja

Pesan : Kembangkan usaha dan saling membantu menuju

keberhasilan bersama

(33)

1.Hj. HARFANA ALWI

Hj. Harfana Alwi atau akrab dipanggil dengan Anha ini merupakan seorang

pengusaha sukses asal Kota Bone Sulawesi Selatan dengan Nama Perusahaannya yaitu PT

Harfana Halim Indah. Anha ini, lahir di Watampone Kabupaten Bone pada Tanggal 26

September 1990, merupakan anak pertama dari 3 (tiga) bersaudara. Ia termasuk seorang anak

yang lahir dari keluarga yang berada, ia memiliki banyak skali skill (kemampuan) dalam

berbagai bidang, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Sekarang ini, Anha sedang menempuh

pendidikannya di Jurusan Kedokteran Umum Universitas Hasanuddin, dibalik kesibukannya

tersebut, Ia juga merupakan Pimpinan Utama (Direktur) dari Perusahannya tersebut.

Perusahaan PT Harfana Halim Indah yang dikelola oleh Harfana ini asal mulanya,

ditangani oleh Ayahnya (H.Muhammad Alwi), ia hanya melanjutkan perjuangan dan cita-cita

Ayahnya.

Usaha ini mempunyai sejarah sebagai Berikut:

Usaha ini sebelumnya dibangun oleh Ayah dari Sdri. HJ.Harfana Alwi yaitu H.Muhammad. Alwi

yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang gigi. Ia memulai usahanya dengan mengumpulkan

modal sedikit demi sedikit ke dalam tabungannya yaitu BRI hingga mencukupi untuk meraih

impiannya tersebut. Modal tersebut dikumpulkannya dari usahanya sebagai tukang gigi, dan

modal tambahan yang diberikan dari kakek Sdrii HJ.Harfana Alwi yang bekerja sebagai petani.

Usaha ini pada awalnya berkembang dengan sangat lambat disebabkan oleh factor modal, namun

dengan adanya peminjaman kredit pada Bank, maka usaha ini terus mengalami

perkembangan. Setelah HJ.Harfana Alwi berusia 17 tahun, ayahnya mewariskan atau

(34)

sebagai usia yang menuntunnya untuk menjadi seorang wirausaha dari usaha yang dicetuskan

oleh Ayahnya. Selama berada di tangan HJ.Harfana Alwi, usaha ini terus menerus mengalami

perkembangan pesat, ia melakukan sedikit perubahan-perubahan pada organisasi usaha ini,

dimana perubahan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi calon pembelinya.

Yang menjadi trik utama dalam usaha Real Estate ini adalah, mencari lokasi atau sasaran

pembangunan yang kurang persaingan dalam lokasi tersebut. Seperti di daerah perkotaan yang

padat penduduk, namun kurang persaingan pada lokasi tersebut. Dalam usaha ini, dilakukan di

daerah Bone, Bombana, dan Palopo. Maka dari hal tersebut, sehingga lahirlah suatu perusahaan

yang besar, yang dikelolah oleh tangan-tangan yang terampil pada bidangnya masing-masing.

Berikut ini adalah sekilas tentang Perusahaan PT Harfana Halim Indah:

Jenis Usaha : Real Estate “Pengadaan Jual Beli Rumah dalam lingkungan suatu

Perumahan”

Tanggal Berdiri : Tahun 1985

Tempat Berdiri : Watampone, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan

Modal awal: Rp.

500.000,-Sumber Modal:Tabungan Sendiri (dari Usaha-usaha sebelumnya seperti Usaha Sebagai Tukang

Gigi dan tambahan dari orang Tua)

Omset: Rp. 2.000.000.000,-/Bulan

Lokasi Usaha:

Tersebar di berbagai Provinsi di Pulau Sulawesi seperti Sulawesi Selatan pada umumnya,

Sulawei tenggara, dan Sulawesi Tengara.

(35)

1. Jalan Sambaloge Baru Watampone, Kabupaten Bone.

2. Jalan Poros Palopo-Belopa, Kabupaten Palopo.

3. Bombana, Sulawesi Tenggara

Nama-nama Perumahan:

1. BTN Harfana halim Indah Permai

2. BTN Harfana halim Indah Lestari

3. BTN Alam Indah Permai

4. BTN Permata Biru Indah Permai

5. BTN Bone Biru Indah Permai

6. Perumnas Tibojong Indah Permai

7. Taman Anggrek Indah Permai

8. Bombana Indah Permai

9. BTN Bombana Harfana Indah Permai

10. Palopo Harfana Indah Permai

2.Chairul Tanjung

Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 50 tahun) adalah pengusaha

asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang

dipimpinnya, Para Group. Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan

Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun

bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis

(36)

Karier dan kehidupan Chairul dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung

adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada

dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya

dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut

memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk

Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk

dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan

Tingkat Nasional 1984-1985.

Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku

kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di

kampusnya. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium

di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut.

Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya

pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak

untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat

pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi

usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. Kepiawaiannya membangun

jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan

usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti,

dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank

(37)

Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini

mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa

sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan

investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial

antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega

Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang

properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali

Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan

multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans

Lifestyle, dan Trans Studio.

Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar

ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai

Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group

melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour, yakni

sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of

understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di

Perancis.

Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. Sebagai sebuah

pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia

asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan

total kekayaan US$ 1 miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki peringkat

(38)

Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup

menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan

CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan

sumber daya alam .

Latar belakang pendidikan

Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.

SD Van Lith, Jakarta (1975)

SMP Van Lith, Jakarta (1978)

SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)

Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)

Executive IPPM (MBA; 1993)

3.Jakob Oetama

Dr (HC) Jakob Oetama (lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931; umur 81

tahun), adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan

Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan

Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.

Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA

(Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP

(39)

Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas

Sosial Politik UGM Yogyakarta.

Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956

dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin

diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama

Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas

Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas

Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media

massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV

hingga universitas.

Pendidikan

SD, Yogyakarta (1945)

SMA Seminari, Yogyakarta (1951)

Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)

Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)

Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)

Pengalaman Bekerja

Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)

Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)

Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)

Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)

(40)

Ketua Editor harian Kompas

Pemimpin Umum/Redaksi Kompas

Presiden Direktur Kompas Gramedia

Presiden Komisaris Kompas Gramedia

Karya Tulis

Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM

tahun 1962)

Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)

Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).

Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)

Keanggotaan Organisasi

Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Anggota DPR Utusan Golongan Pers

Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia

Anggota Dewan Penasihat PWI

Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)

Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat

Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.

Jakob Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di

tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat perjuangan beliau.

(41)

Tokoh yang Sukses memanfaatkan marketing melalui media Jejaring Sosial

Biodata Owner Maicih :

1) Nama : Reza Nurhilman

2) Panggilan : Axl

3) TTL : Bandung, 29 September 1987

4) Alamat : Jl.Padaringan 40 A, Kompleks KPAD,GegerKalong,

Bandung

5) Pendidikan : SMPN 1 Cimahi 2002

SMAN 2 Bandung 2005

Univ. Kristen Maranatha , Jur Manajemen 2009

Profil Produk

1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10)

2. Baso Goreng

3. Gurilem

4. Seblak

Profil Bisnis

Dengan Tagline : “ For Ichiher With Love “ maicih ingin tampul dekat dengan para penggemarnya, selalu memanjakan penggemarnya di seantero nusantara dengan cita rasa yang

berkualitas.

Awal Usaha:

·Dimulai pada pertengahan 2010

·Dengan modal 15 juta

(42)

·Varian awal yang keluar keripik dan gurilem

·Memproduksi level 1 sampai level 5

·Dipasarkan dengan cara kelililing

Maicih Masa Kini

·Membuat varian sampai level 10

·Demand konsumen sangat tinggi

·Kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus / hari

·Omset per bulan 800 – 900 Juta ( ± 30 jt / day )

·Memiliki 20-an jenderal as a marketer

·Pemasaran di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll melalui jenderal

·Pegawai Produksi yang dimiliki 30-an

Belum genap setahun, 'keripik setan' bermerek Maicih menjadi ikon jajanan yang

fenomenal di Bandung. Bak tersihir, saat ini banyak orang yang penasaran akan cemilan pedas

yang satu ini. Sosok dibalik kesuksesan Maicih adalah Reza Nurhilman atau yang akran disapa

Axl. Laki-laki berumur 23 tahun inilah yang menemukan resep keripik dari seorang

nenek-nenek.Axl bertemu sosok emak-emak (Nenek-nenek ) yang memang mempunyai resep keripik

lada atau keripik setan yang rasanya enak. Sosok emak-emak tersebut bukan bernama Maicih.

Axl sendiri membuat nama tersebut agar lebih nyeleneh dan mudah diingat orang. Sosok

emak-emak ini identik dengan ke-icihan. Dia pake selalu pakai ciput. Nama aslinya bukan Mak Icih,

biar nyeleneh saja jadi beri nama Maicih. Pertemuan Axl dengan Si Emak tersebut terjadi sekitar

3 tahun lalu di daerah Cimahi. Menurut Axl, Emak tersebut tidak menjual keripik setannya

(43)

tahun 2010.

Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Axl adalah terletak pada bagaimana cara dia

berfikir “out of the box” . hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang ia

jalani sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Orang penasaran

ingin mencoba apa itu maicih, yang digembar-gemborkan orang di twitter. Axl suskses karena

berkat ketekunan dan keyakinan nya akan bisnis yang ia jalankan. Menjadi sukses adalah

kewajiban dan hak setiap orang. Suskes tidak mungkin datang sendiri , tetapi melalui sebuah

perjuangan yang gigih pantang menyerah. Suatu kegagalan itu adalah sangat wajar , orang

mengalami kegagalan belum berarti dia menjadi orang yang gagal total, namun sesungguhnya

ada hikmah dibalik semua itu yaitu Keberhasilan.

5. Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono

Kisahnya dimulai dari sebuah bemo, kendaraan umum dengan roda tiga yang

belakangan ini makin sulit ditemui. Selanjutnya adalah 13 ribu armada Blue Bird, perusahaan

taksi berlogo burung biru yang didirikan oleh Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, kini

almarhumah.

Burung biru, sejatinya adalah sebuah dongeng di Eropa, yang didengar oleh Mutiara, saat

tinggal di Belanda. Dongeng itu bercerita tentang nasihat seekor burung berwarna biru kepada

seorang gadis, yang intinya semua keinginan bisa digapai asal si gadis bersedia bekerja keras dan

jujur.

Dongeng ini begitu membekas pada ibu dua anak dari perkawinannya dengan Prof.

Djokosoetono itu, yang kini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan dalam kompleks

Universitas Indonesia, tempatnya mengabdi.

(44)

buah bemo yang dimiliki dan dikemudikan Chandra Soeharto, putra pertamanya, ikut menjadi

penopang perekonomian keluarga. Purnomo, adik Chandra yang tidak memiliki surat izin

mengemudi, bertugas sebagai asisten alias kondektur.

Mutiara mulai masuk ke bisnis taksi setelah dapat hadiah dua mobil dari polisi dan

tentara, sebagai jasa atas pengabdian sang suami yang meninggal tahun 1965. Berhubung yang

selalu menyopiri adalah Chandra, maka nama yang dikenal pun Chandra Taksi.

Izin sebagai perusahaan taksi, diperoleh Mutiara era Gubernur Ali Sadikin (alm)

memimpin Jakarta, pada tahun 1971. Sempat tidak diberikan izin lantaran belum berpengalaman,

membuat wanita kelahiran Malang, Jawa Timur itu makin kreatif. Para penumpang Chandra

Taksi dimintai rekomendasi layanan mereka, kemudian diajukan ke Gubernur. Hasilnya: izin pun

keluar.

6.Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja adalah orang Indonesia yang awalnya lahir di Cina. Beliau lahir

di Coana Ciu, Fujian, Cina dan mempunyai nama Oei Ek Tjhong. Ia lahir pada tanggal 3 Oktober

1923 dan beliau merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Ia pindah ke Indonesia saat

umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya

yang saat itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Di Indonesia,

Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang

serba kekurangan. Untuk bisa pindah ke Indonesia saja, ia dan keluarganya harus berhutang ke

(45)

Pendidikan

Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, maupun gelar-gelar yang lain yang

disandang para mahasiswa ketika mereka berhasil menamatkan studi. Namun beliau hanya lulus

dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal ini dikarenakan kehidupannya yang serba

kekurangan. Ia harus merelakan pendidikannya demi untuk membantu orang tua dalam

menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Saat baru pindah ke Makassar, Eka Tjipta Widjaja

memang mempunyai hutang kepada seorang rentenir dan setiap bulan dia harus mencicil

hutangnya tersebut.

Keluarga

Eka Tjipta Widjaja mempunyai keluarga yang selalu mendukungnya dalam hal bisnis dan

kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Melfie Pirieh Widjaja dan

mempunyai 7 orang anak. Anak-anaknya adalah Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja,

Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja. Eka Tjipta Widjaja

dikenal sebagai orang yang banyak mempunyai istri atau poligami.

Bisnis

Dalam hal bisnis, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang yang unggul dalam mengembangkan

bisnis yang telah dia rintis. Ini terbukti dengan hasil karyanya dalam membangun bisnis di

Indonesia ini. Ia sudah menekuni dunia bisnis sejak dia masih berumur sangat muda yaitu umur

15 tahun. Ia mengawali karir bisnisnya itu hanya dengan bermodalkan sebuah ijasah SD yang

dimilikinya. Dia berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian dia

(46)

Namun bisnisnya itu tak bertahan lama karena adanya pajak yang besar pada saat itu

karena Jepang menjajah Indonesia. Pada tahun 1980, ia memutuskan untuk melanjutkan

usahanya yaitu menjadi seorang entrepreneur seperti masa mudanya dulu. Ia membeli sebidang

perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tak

tanggung-tanggung, beliau juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa

sawit.

Bisnis yang dia bangun berkembang sangat pesat dan dia memutuskan untuk menambah

bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas

mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh. Selain berbisnis di

bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis bank. Ia membeli

Bank Internasional Indonesia dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Namun setelah beliau

kelola, bank tersebut menjadi besar dan memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya

hanya 2 cabang dan asetnya kini mencapai 9,2 trilliun rupiah. Bisnis yang semakin banyak

membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan kaya. Ia juga mulai merambah ke bisnis

kertas. Hal ini dibuktikan dengan dibelinya PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700

ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinarmas

Group ini juga membangun ITC Mangga Dua dan Green View apartemen yang berada di Roxy,

dan tak ketinggalan pula ia bangun Ambassador di Kuningan.

Figur

Gambar Mario Teguh diambil dari indoberita
Gambar Mario Teguh diambil dari indoberita. View in document p.65

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (69 Halaman)