• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemerkosaan Lahan dan Minimnya Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemerkosaan Lahan dan Minimnya Kesehatan"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KULIAH

“ PEMERKOSAAN LINGKUNGAN DAN MINIMNYA KESEHATAN DI MASYARAKAT PERKOTAAN “

( studi kasus masyarakat daerah streng kali dinoyo surabaya )

Di susun oleh :

Muhammad Bangun Q.S ( 124564059 )

Tri Hayyu Parasmo ( 124564230 )

Hendra Tri P ( 124564240 )

Agus Andrianto ( 124564243 )

Program Studi Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial (FIS)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

UNESA

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam era modernitas, kota merupakan cerminan dari kehidupan yang dikatakan telah

mengalami kemajuan yang kompleks. Hal ini sering dikaitkan dengan pemahaman bahwa kota

merupakan pusat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain, kota yang

menjadi tolok ukur sebagai percontohan pembangunan yang maju, masih terdapat berbagai

permasalahan, terutama distribusi kekayaan yang tidak seimbang. Ada orang yang memiliki

kekayaan melimpah dan di sisi lain ada orang miskin yang tinggal dikolong-kolong jembatan.

Disinilah mulai muncul perebedaan. Jika di kota yang terdapat di negara maju, orang-orang

miskin diperkotaan presentasenya masih kecil, sementara di negara-negara berkembang dan

miskin presentasenya jauh lebih besar. Hal inilah yang akan menimbulkan berbagai

permasalahan.

Masyarakat di Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai

macam golongan ras, suku, budaya dan agama yang semakin terdifferensiasi. Disamping

banyaknya golongan ras, suku, budaya dan agama, masyarakat Indonesia selalu dihadapi dengan

Migrasi (perpindahan penduduk). Proses migrasi di Indonesia sendiri selalu memunculkan

permasalahan-permasalahan baru. Salah satu migrasi yang paling popular di Indonesia adalah

arus Urbanisasi. Istilah Urbanisasi sendiri merupakan pengkotaan suatu wilayah.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga mengalami masalah terhadap

distribusi kekayaan dan penghasilan. Hal ini juga tidak terlepas dari konteks ekonomi politik

internasional dimana terdapat relasi yang tidak seimbang antara negara maju (metropolis) dengan

negara berkembang (satelit). Dampaknya bisa dilihat di kota-kota besar di Indonesia, seperti

(3)

kepadatan penduduk, tingkat kriminalitas yang tinggi, masalah lingkungan, fasilitas transportasi

yang tidak memadai sehingga menimbulkan kemacetan, serta sarana dan prasarana yang kurang

memadai.

harusnya diprakarsai dan ditujukan oleh seluruh elemen, kini dimonopoli oleh segelintir orang

yang hanya mengejar keuntungan semata. Akibatnya, segala cara dilakukan untuk bisa

mendapatkan keuntungan, mengorbankan kepentingan orang banyak dan pembangunan yang

tidak mementingkan jangka panjang.

Arus urbanisasi sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya,

Bandung, Medan dan lain-lain. Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar yang ada di

Indonesia setelah Jakarta. Kota - kota besar di Indonesia seperti Surabaya merupakan pusat dari

adanya kegiatan CBD (Central Business Districk), ini yang menyebabkan penduduk di sekitar

kota-kota besar di Indonesia hijrah ke sana. Kota yang tergolong metropolitan yang berada di

provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi ibukota provinsi. Selain sebagai pusat pemerintahan,

Kota Surabaya juga memiliki penduduk yang sangat padat, banyak penduduk luar kota yang

masuk ke Kota Surabaya. Jumlah penduduk di Kota Surabaya dari tahun ke tahun selalu

mengalami kenaikan secara signifikan. Oleh karena itu banyak penduduk di Kota Surabaya

(4)

pemukiman penduduk. Hal tersebut memunculkan permasalahan baru yakni banyaknya

munculnya pemukiman-pemukiman liar yang tidak layak huni.

Dalam rangka menuju kota metropolitan, adanya efek lompat katak atau perpindahan

penduduk ke daerah pinggiran sesungguhnya merupakan hal yang wajar, karena bagaimanapun

kota yang mulai besar, daerah pusat kotanya pasti tidak lagi bisa diharapkan untuk menampung

pertumbuhan penduduk yang kian padat. Yang sekarang menjadi persoalan jika efek lompat

katak yang terjadi melulu hanya di bidang pemukiman saja. Benar bahwa di berbagai kota besar

untuk sebagian lahan pinggiran kota telah berubah fungsi menjadi pusat industry atau

perkantoran, tetapi dalam banyak hal sesungguhnya disana lebih banyak muncul

wilayah-wilayah pemukiman baru.

Pemukiman-pemukiman yang liar dan tidak layak huni tersebut terjadi di wilayah daerah

streng sungai Dinoyoh Kota Surabaya. Disana banyak dijumpai masyarakat yang mendirikan

bangunan-bangunan liar di pinggiran sungai Dinoyoh yang seharusnya tidak layak huni. Akibat

dari banyaknya bangunan-bangunan atau pemukiman liar ini memunculkan perkampungan yang

kumuh dan akan menimbulkan datangnya penyakit di wilayah pinggiran sungai Dinoyoh. Selain

menimbulkan datangnya penyakit yang ada di wilayah tersebut juga menurunkan atau

meminimalkan kualitas kesehatan di masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran sungai

Dinoyoh.

Penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini adalah Penambangan Pasir Liar Di

Sungai Luk Ulo Dan Implikasinya Terhadap Integrasi Masyarakat, (Studi Analisis di Kecamatan

Karangsambung, Kabupaten Kebumen )

Dimana dalam penelitihan tersebut tentang penambangan pasir di sungai luk ulo daerah

(5)

menunjukkan bahwa akibat kebijakan “pembiaran” ini, semua aktivitas penambangan oleh

masyarakat tersebut tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka dan bahkan hanya

menyisakan kerusakan lingkungan dan berbagai kerugian sosial budaya yang akan membekas

hingga waktu yang lama. Akibat segala keterbatasan yang terdapat pada para penambang

tersebut, kegiatan ini telah menimbulkan persoalan yang sangat kompleks, mulai dari persoalan

pelanggaran hukum, pemborosan sumber daya tambang, persoalan sosial budaya, ekonomi dan politik

hingga ancaman kerusakan lingkungan yang serius. Semua itu seringkali menjadi bertambah

rumit, tatkala pemerintah setempat tidak memiliki konsep dan pemahaman yang baik dalam

menangani dan merespon persoalan ini, yang merupakan persoalan lintas sektor.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

1. Mengapa masyarakat di wilayah pinggiran sungai Dinoyoh mendirikan

bangunan-bangunan liar?

2. Bagaimana cara mereka menjaga kebersihan dan kesehatan di dalam keluarga mereka ? 1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari adanya kepadatan penduduk

di Kota Surabaya khususnya di wilayah pinggiran sungai Dinoyoh.

(6)

2. Sebagai bahan tambahan referensi dalam penelitian kepadatan penduduk masyarakat

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Tentang Sanitasi Lingkungan

Menurut Slamet ( 1994 ) sanitasi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di

sekitarnya, baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak termasuk manusia

lainnya, serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi diantara elemen – elemen di

alam tersebut.

Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan ada dua cara positif dan negatif. Pengaruh

positif, karena didapat elemen yang menguntungkan hidup manusia seperti bahan makanan,

sumber daya hayati yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya seperti bahan baku

untuk papan, pangan, sandang, industi, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya.

Adapula elemen yang merugikan seperti mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun,

hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit.

Secara tidak langsung pengaruhnya disebabkan elemen-elemen didalam biosfir banyak

dimanfaatkan manusia untuk meningkatkan kesejahteraanya. Semakin sejahtera manusia,

diharapkan semakin naik pula derajat kesehatannya. Dalam hal ini, lingkungan digunakan

sebagai sumber bahan mentah untuk berbagai kegiatan industri kayu, industri meubel, rotan,

obat-obatan, papan, pangan, fermentasi dan lain-lainnya.

2.2 Tinjauan Umum tentang Penyediaan Air Bersih

Air adalah unsur penting yang sangat berperan dalam kehidupan manusia. Tidak hanya

karena sekitar 80 % tubuh manusia terdiri dari cairan, akan tetapi juga karena di dalam air

terdapat unsur mineral yang diperlukan untuk perkembangan dan pertumbuhan fisik manusia

(8)

Berikut penggolongan penyakit yang berhubungan dengan air menurut bentuk infeksi dan

rute transmisi oleh Bradley ( Hasyim, 2000 ) :

1. Water Borne Disease, Jenis penyakit yang ditularkan atau disebarkan akibat kontaminasi

air oleh kotoran manusia atau air seni, yang kemudian airnya dikonsumsi oleh manusia

yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut antara lain : cholera, thypoid,

basillary dysentry, weil’s disease.

2. Water Washed Diseas, Jenis penyakit yang ditransmisikan dengan masuknya air yang

tercemar kotoran ke dalam tubuh secara langsung ( fecal oral ) akibat penyedian air

bersih dan untuk pencucian alat atau benda yang digunakan kurang secara kuantitas

maupun kualitas. Jenis penyakit pada kelompok ini adalah : Bacterial

Ulcers ( bisul ), Scabies ( kudis ), Trachoma ( terserang pada mata ).

3. Water Based Disease, Penyakit akibat organisme patogen yang sebagian siklus hidupnya

dalam air atau host sementara yang hidup dalam air. Penyakit yang masuk dalam

Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang tinja atau

kotoran manusia yang lazim disebut kakus atau wc. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi

(9)

Untuk mencegah atau sekurang- kurangnya mengurangi kontaminasi tinja dengan

lingkungan, maka pembuangan kotoran manusia harus dikelola dengan baik, maksudnya harus

dilakukan di suatu tempat tertentu atau jamban yang sehat. Suatu jamban keluarga disebut sehat

apabila memenuhi syarat sebagai berikut :

 Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban.

 Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya.

 Tidak dapat dijangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa.

 Tidak menimbulkan bau.

 Mudah digunakan dan dirawat

 Desainnya sederhana

 Murah

 Dapat diterima oleh pemakainnya.

2. Tinja Sebagai Sumber Penularan Penyakit.

Pembungan tinja manusia yang tidak memenuhi syarat kesehatan seringkali berhubungan

dengan kurangnya penyedian air bersih dan fasilitas kesehatan lainnya. Hal yang demikian ini

dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang ditularkan oleh tinja seperti : kholera, diare,

cacingan dan penyakit lainnya.

Jamban yang dapat memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap status

kesehatan masyarakat. Pengaruh langsung misalnya, dapat mengurangi insiden penyakit tertentu

seperti kholera, hepatitis dan lain- lain, sedangkan hubungan tidak langsung berkaitan dengan

(10)

Lebih dari 50 jenis infeksi oleh virus, bakteri maupun mikroorganisme dapat ditularkan

dan diderita masyarakat seperti diare, kholera, penyakit saluran pernapasan jika ekstreta/tinja

dibuang tidak pada tempatnya. Oleh karena itu jamban keluarga sangat dibutuhkan untuk

digunakan oleh masyarakat.

2.4 Tinjauan Umum Tentang Sampah 1. Pengertian

Menurut Entjang (1997), yang dimaksud dengan sampah adalah semua zat atau benda

yang sudah tidak dipakai lagi yang berasal dari rumah-rumah ataupun sisa-sisa proses industri.

Sampah adalah bahan buangan bukan cairan yang dihasilkan dari aktivitas domestik, komersial,

pertanian, pelayanan umum, pembangunan, pertambangan, industri dan lain sebagaianya ataupun

bahan buangan berasal dari suatu proses alamia yang mungkin terjadi .

2. Sumber Sampah

Menurut Notoatmodjo,1997 bahwa pada umumnya klasifikasikan sumber

sampah dihubungkan dengan aktivitas manusia dan pemggunaan (tata guna) lahan yaitu : (a).

Sampah yang berasal dari permukiman (domestic waste), (b). Sampah yang berasal dari

tempat-tempat umum(c).Sampah yang berasal dari perkantoran (d). Sampah yang berasal dari jalan (e).

Sampah yang berasal dari industri (industrial wastes). (e). Sampah yang berasal dari

pertanian/perkebunan. (f). Sampah yang berasal dari pertambangan. (g). Sampah yang berasal

dari peternakan dan perikanan

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Sampah

Menurut Sahidi, 2003 bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah :

 Jumlah penduduk dan kepadatannya

(11)

 Pengambilan bahan-bahan pada sampah untuk dipakai kembali

Air limbah merupakan air yang berasal dari kamar mandi, air bekas cucian pakaian,

cucian peralatan dapur. Sarana pembuangan air limbah adalah suatu bangunan yang digunakan

untuk membuang air buangan dari kamar mandi, tempat cucian, dapur dan lain-lain bukan dari

jamban atau peturasan.

Bebebrapa istilah yang digunakan dalam pengelolaan air limbah :

1. Kotoran rumah tangga (domestik sewage) adalah iar telah dipergunakan yang berasal dari

rumah tangga atau perkamar mandi, tempat cuci piring, WC, serta tempat memasak.

2. Air limbah (wastewater) adalah kotoran dari masyarakat dan rumah tangga dan juga yang

berasal dari industri, air tanah, air permukaan serta buangan lainya.

3. Saluran air limbah adalah perlengkapan pengeloaan air limbah. Bisa meggunakan pipa

ataupun selokan yang dipergunakan untuk membawa air buangan dari sumbernya sampai

ketempat pengolahan atau tempat pembuangan.

4. Saluran tercampur (combined sewer) adalah saluran air limbah yang dipergunakan untuk

mengalirkan air limbah baik yang berasal dari rumah tangga maupun yang berasal dari

daerah industri, air hujan dan air permukaan.

5. Saluran terpisah (separate Sewr) adalah cara pembuangan air limbah dengan cara

(12)

pemukiman dan air limbah yang berasal dari daerah industri dengan daerah yang berasal

dari luapan air hujan atau aliran pengeringan.

6. Pembuangan system saluran (Sewerage) adalah cara pengelolaan iar limbah termasuk

didalamnya mulai dari pengumpulan, pemompoaan, proses pengaliran sampai pada

proses pengolahan berikutnya bangunan pengolahan.

7. Bangunan air limbah adlah (sewage treatment plant) adalah kelompok bangunan yang

dipergunakan untuk mengolah/memproses air limbah menjadi bahan –bahan yang

berguna lainya serta tidak berbahaya bagi skelilingnya. Bangunan ini dinuat untuk

wilayah tertentu sesuai dengan kapasitas bangunan tersebut. (Sugiharto, 2005).

1. Persyaratan saran pembuangan air limbah :

Sarana pembuangan air limbah yang sehat harus memenuhi persyaratan sebagau berikut :

 Tidak mencemari sumber air

 Tidak menimbulkan genangan air yang dapat dipergunakan untuk sarang nyamuk

 Tidak menimbulkan bau.

(13)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif (descriptive research) yang diarahkan untuk

memberikan gambaran tentang gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara

sistematis dan akurat, menengenai sifat-sifat popoulasi atau daerah tertentu dengan

menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah prosedur

penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang

dan perilaku yang diamati (Bogdan dan Tylor, 1990). Dalam metode penelitian kualitatif, peneliti

akan berusaha menggambarkan dan menjelaskan suatu fenomena yang ada di masyarakat

berkaitan dengan pemerkosaan lahan di daerah surabaya terutama di bantaran pinggir sungai

dinoyo yang mengakibatkan tingkat kesehatan mereka mengalami penurunan.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Untuk waktu penelitian yang dibutuhkan dalam menggali informasi maupun keterangan di lapangan, maka peneliti menetapkan pada :

Nama Tempat : Daerah streng kali, jagir dinoyo surabaya, jawa timur Hari/Tanggal : Sabtu dan Minggu, 9-10 Mei 2015

Waktu : 09.00 WIB-Selesai

3.3 Subjek Penelitian

Subjek penelitian sering didefinisikan sebagai seseorang atau sesuatu yang dijadikan

pusat informasi mengenai data untuk variabel penelitian dan yang dipermasalhkan. Dalam

penelitian kualitatif, pemilihan subjek penelitian dapat menggunakan critarion-based selection

(Muhajir, 1993), yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai aktor dalam tema

penelitian yang diajukan. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek penelitian adalah para

(14)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang akan dilakukan oleh peneliti untuk

memperoleh data yang valid dan reliable. Berikut teknik pengumpulan data yang akan dilakukan

oleh peneliti:

1. Pengamatan Langsung (Observasi)

Menurut S. Margono (1997:158) observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan

secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan

ini dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. Alasan peneliti

melakukan pengamatan langsung ke lapangan karena metode observasi mempunyai kelebihan

yaitu sebagai alat pengumpul data, dapat dikatakan berfungsi ganda, sederhana, dan dapat

dilakukan tanpa menghabiskan banyak biaya. Dalam teknik observasi ini, peneliti akan

mengamati tempat kejadian atau peristiwa yang akan diteliti.

2. Wawancara (Interview)

Wawancara atau interview menurut Black dan Champion (1992) dalam muslimin (2002)

adalah teknik penelitian yang paling sosiologis dari semua teknik penelitian sosial. Hal ini

dikarenakan bentuknya berasal dari interaksi verbal antara peneliti dengan informan. Alasan

peneliti menggunakan teknik wawancara adalah untuk mencari dan memperoleh data yang

benar-benar valid dan reliable karena wawancara (interview) cara pendekatan terhadap informan

lebih simpatik dan partisipasi. Oleh karena itu peneliti bisa memanfaatkan kesempatan tersebut

untuk menggali data sebanyak mungkin. Dalam teknik ini, peneliti berusaha menggali dan

memperoleh data dengan melakukan wawancara terhadap para pengemudi angkutan umum.

(15)

Teknik sosiometris dipakai untuk mempelajari organisasi kelompok-kelompok kecil.

Prosedur dasarnya dapat berupa permintaan kepada para anggota suatu kelompok untuk

menunjuk teman pilihan mereka yang pertama, kedua, dan seterusnya menurut kriteria tertentu.

Melalui teknik ini dapat diketahui anggota kelompok yang popular (bintang), yang terkecil, dan

kelompok klik-klikan. Teknik sosiometris yang digunakan oleh peneliti ini karena peneliti akan

mencari dan memperoleh data dari kelompok-kelompok pengemudi angkutan umum. Dalam

teknik ini mereka akan saling menunjuk temannya dan bergilir untuk memberikan penjelasan ke

peneliti.

4. Dokumenter

Teknik dokumenter atau studi dokumenter adalah suatu cara untuk mengumpulkan data

melalui peninggalan tertulis, seperti arsip termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil, atau

hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Karena ini jenis penelitian

kualitatif, maka teknik ini dalam penelitian kualitatif merupakan alat pengumpul data yang

utama karena pembuktian hipotesisnya yang diajukan secara logis dan rasional melalui pendapat,

teori, atau hukum-hukum yang diterima, baik mendukung maupun yang menolong hipotesis

tersebut.

3.5 Teknik Analisis Data

Berhubungan penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, maka penelitian ini

menggunakan Teknik Analisis Komparasi Konstan (Constant Comparative Analysis) yaitu

peneliti berusaha mengkonsentrasikan dirinya pada deskripsi yang rinci tentang sifat dan ciri dari

data yang sudah dikumpulkan, sebelum berusaha menghasilkan pernyataan-pernyataan teoretis

yang lebih umum. Pada waktu telah memadainya rekaman cadangan deskripsi yang akurat

(16)

hubungan diantara fenomena-fenomena yang ada, kemudian mengujinya dengan menggunakan

(17)

BAB IV

Berdasarkan hasil penelitian ini, menceritakan seorang imigran yang bernama Pak Mister

yang sudah berusia 69 tahun. Pak Mister merupakan seorang imigran yang berasal dari tanah

merah, Kota bangkalan. Beliau pindah ke Kota Surabaya sejak tahun 1962 dan langsung

menempati lahan kosong di daerah streng kali, jagir dinoyo Surabaya, Jawa Timur. Beliau

melakukan urbanisasi dari Kota Bangkalan menuju ke Kota Surabaya bersama 12 saudara (6

saudara kandung dan 6 sepupu). Alasan Pak Mister dan saudaranya untuk pindah ke Kota

Surabaya, karena mereka menganggap hidup di Kota Surabaya bisa mendapatkan pekerjaan yang

layak tidak seperti di Kota Bangkalan yang mayoritas bekerja di sector pertanian dan nelayan.

Pak Mister memiliki 2 anak yaitu laki-laki semua. Pada waktu itu di tahun 1962, Pak Mister dan

12 saudaranya kebingungan untuk mencari tempat tinggal, karena banyaknya lahan kosong yang

tersebar di kota Surabaya. Akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di streng kali jagir,

dinoyo Kota Surabaya dan itu belum ada izin dari pemerintah kota setempat.

Pada tahun 1980an, tempat tinggal Pak Mister bersama 12 saudaranya pernah digusur

oleh pemerintah kota karena tidak ada izin resmi. Setelah digusur, Pak Mister dan saudaranya

pindah ke daerah ngesong (daerah sekitar Simo). Disana mereka juga mendirikan

bangunan-bangunan liar untuk dijadikan tempat tinggal sementara. Akan tetapi kemudian pada tahun

(18)

Mereka pindah dari ngesong ke dinoyo dikarenakan di dinoyo untuk cara bertahan hidup mereka

lebih terjamin dan terpenuhi.

Pak Mister dan saudaranya pernah melakukan demo ke pemerintah karena tempat tinggal

mereka yang digusur oleh pemerintah. Sebab mereka memprotes karena tempat tinggal mereka

yang digusur oleh pemerintah itu memihak bangunan liar lainnya. Di daerah streng kali jagir

Dinoyo tempat tinggal yang dihuni oleh keluarga Pak Mister sekarang sudah ada listriknya. Akan

tetapi listrik yang mengalir di rumah Pak Mister ikut tetangga sebelah. Sedangkan air yang

digunakan sehari-hari oleh keluarga Pak Mister yaitu air bersih yang didapat dari membeli di

daerah sekitar rumah. Ke 6 saudara kandung Pak Mister semuanya meninggal dan hanya

menyisakan Pak Mister saja.

Dari segi lingkungan yang berada di sekitar rumah beliau terdapat banyak ayam-ayam

yang berkeliaran kesana kemari. Sekarang ada wc dan kamar mandinya di sekitar rumah tapi

tidak berada di dalam rumah. Wc dan kamar mandinya digunakan untuk umum. Tapi kata beliau

dulu masih belum dibangunnya wc dan kamar mandi, Pak Mister dan keluarganya menggunakan

air yang berada disungai yang digunakan untuk mencuci pakaian. Sungai jagir yang berada

disekitar rumah sudah terlihat bersih.

Akibat dari kumuhnya tempat tinggal di Pak Mister banyak muncul beberapa penyakit

yang timbul, seperti serangan jantung, Paru-paru, dan lain-lain. Pernah ada tetangga sebelah yang

(19)

Narasumber 2

Nama : Bu Mista

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 73th

Bu mistah merupakan warga asli Madura, namun beliau memutuskan untuk ikut pak

Mister merantau dan tinggal di Surabaya, Pak mister adalah saudara kandung dari bu mistah.

Di Surabaya beliau tinggal di streng kali jagir daerah Dinoyo. Karena sudah lama tinggal

di Surabaya akhirnya bu mistah memutuskan untuk menjadi warga Surabaya yang dibuktikan

dengan kepemilikan KTP Surabaya. Bu mistah tinggal dirumah pak mister yang memberikan

satu lapak atau lahan rumahnya untuk di tinggalinya bersama dengan satu anaknya yang bernama

Man Edi berumur 45th dan juga 2 cucunya yang bernama Imam berumur 17th duduk di kelas X di

sekolah menegah atas dan juga Raffy yang berumur sekitar 7th dan duduk di kelas 2 sekolah

dasar, selain itu juga ada mbak mona yang tinggal bersama dengan bu mistah juga, mbak mona

adalah cucu dari bu mistah yang di Madura dan dia mempunyai satu anak namun telah bercerai

dengan suaminya dan anaknya berada di madura, akibat dari sayangnya mbak mona terhadap bu

misrah membuat mbak mona bekerja di Surabaya sebagai Sales Promotion Girl di salah satu

deler motor yaitu Honda. Sedangkan suami bu mistah baru saja meninggal sekitar 4bulan yang

lalu dikarenakan sakit komplikasi.

Bu mistah berada di Surabaya sejak tahun 1962 dimana beliau berangkat dari Madura

pindah ke Surabaya bersama 12 bersaudara, dimana 6 saudara sebagai saudara kandung dan

sisanya sebagai saudara sepupu. Bu mistah adalah istri dari dari kakak pak mistar, dimana beliau

di dinoyoh Surabaya bertempat tinggal di tanah perairan yang illegal atau bangunan yang tidak

(20)

Tanah yang beliau singgai berawal dari pemberian pak mistar selaku adek dari suaminya

bu mistar. Awal bangunan rumah yang di jadikan rumah atau tempat singgah berada di atas

sungai jagir dengan bahan bambu – bambu keluarga bu mistah mendirikan bangunan, namun

pada tahun 1980 bangunan tersebut dibongkar karena mengakibatkan arus air sungai jagir

terganggu akibat dari bangunan liar tersebut.

Dengan keterbatasan bangunan yang mereka bangun diatas maka air sungai jagir

dijadikan sebagai tempat jamban/tempat buang air besar, tempat membuang sampah karena

menurut bu mistar beliau membuang sampah di sungai jagir agar tidak menumpuk dan langsung

hilang karena dibawah oleh arus air sungai jagir tersebut.

Namun volume pembuangan sampah yang sangat banyak dan persempitan lahan sungai

jagir membuat lingkungan tersebut menjadi jorok dan kurang sehat serta pada saat itu banyak

anak – anak keluarga bu mista yang kena mutaber akibat pencemaran lingkungan, namun mereka

hanya mengangap bahwa penyakit tersebut adalah penyakit musiman.

Ketika saya sebagai peneliti memberikan pertanyaan tentang legalitas bangunan yang

didirikan bu mistah,” dimana ketika nanti aka nada penggusuran atau pelebaran arus sungai

jagir, ibu ikhlas untuk pergi dari bangunan ini ?” , ibu mista menjawab : “ saya pasrah saja

mas, karena saya ke Surabaya juga ikut suami saya yang suaminya adalah adik pak mister,

dimana pak mister adalah orang pertama dari Madura yang menempati tanah ini, jadi saya

pasrahkan ke pak mister, kalau emang saya digusur dengan baik – baik dan merata saya tidak

marah karena saya tahu bahwa ini bukan tanah milik saya,tapi kalau hanya bangunan sekitar

(21)

Narasumber 3

Nama : Marbun

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur : 30 Tahun

Berdasarkan hasil informasi dari informan tersebut, dapat dijelaskan bahwa kondisi

lingkungan disekitar tempat pemotongan hewan itu didapati permasalahan yang timbul karena

aroma menyenat dari tempat pemotongan ayam tersebut menyebar disekitar rumah penduduk,

sebetulnya penduduk disekitar tidak setuju dengan adanya tempat pemotongan ayam itu, tetapi

mereka juga tidak bisa melarangnya karena bangunan tersebut sudah berdiri selama 20 tahun dan

disamping itu para pegawai pemotongan ayam juga bergantung pada pekerjaan itu satu-satunya

yang berasal dari etnis madura dan tidak terkecuali pemukiman sekitarnya juga merupakan

warga etnis yang sama. Informan sendiri merupakan warga asal Madura yang sudah berada di

surabaya mulai tahun 2012.

Narasumber sendiri sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Beliau juga bekerja di

tempat pemotongan hewan itu sendiri, keluarga pak Marbun sendiri mempunyai rumah disebelah

tempat kerjanya sehingga pak Marbun sendiri sudah terbiasa dengan aroma tidak sedap dari

tempat pemotongan hewan. Beliau berkata “kalau saya sendiri sudah terbiasa mas dengan bau

tidak sedap seperti itu kan mau gimana lagi mau tidak mau itu juga tempat kerja saya sendiri,

masak harus tidak bekerja gara-gara bau tidak sedap terus gimana saya menghidupi keluarga

saya”. Maka dari itu narasumber tidak merasa terganggu dari bau tersebut. dan untuk masalah

kebersihan dilingkungan disekitar, Narasumber juga menjelaskan bahwa sudah ada program

UPTD PAL tentang pengelolaan lumpur tinja,air limbah serta sistem pembuangannya sehingga

(22)

kesehatan dipemukiman warga khususnya limbah bagi keberadaan tempat pemotongan ayam

maupun tempat pabrik cat yang juga berada diwilayah pemukiman warga stren kali dinoyo, di

sisi lain program UPTD PAL tersebut juga turut menyelamatkan kali dinoyo dari pencemaran

lingkungan. Peneliti pun sempat bertanya kepada narasumber tentang tempat pemukiman

penduduk yang berada disekitar stren kali dinoyo, beliau menjabarkan bahwa rumah yang

dihuninya saat ini sudah sejak lama berdiri semenjak kali dinoyoh masih belum ada pelebaran.

Sehingga keluarga Pak Marbun pun memiliki kartu keluarga domisili Surabaya walupun

rumah yang dihuninya saat ini tidak memiliki sertifikat rumah. Narasumber juga menambahkan”

berbeda kalau rumah-rumah yang berada disekitar pabrik cat sana mas, mereka semua warga

baru dan tidak memiliki kartu keluarga seperti saya jadi warga sebelah pabrik cat itu bisa

dibilang ilegal Mas”. Di samping itu untuk listrik didaerah stren kali dinoyo, kebanyakan warga

melakukan pembayaran listrik sehingga listrik yang digunakan oleh warga tidak ilegal. Maka

dari itu narasumber berharap kepada pemerintah Kota Surabaya agar tetap memantau kebersihan

kali dinoyoh tersebut karena jika hanya bergantung kepada kesadaran masing-masing individu

itu tidak cukup untuk tetap menjaga kebersihan kali dinoyo. Apalagi kebanyakan warga sekitar

(23)

BAB V ANALISIS DATA

Dalam era globalisasi saat ini banyak pembangunan yang terjadi di suatu Negara, dimana

pembangunan tersebut di peruntukan sebagai pemerataan pembangunan di daerah atau wilayah

bagian Negara tersebut dan akibat dari globalisasi tersebut terdapat beberapa golongan Negara

diantara lain Negara maju, Negara berkembang dan Negara yang tertinggal.

Dampak dari globalisasi membuat seluruh Negara yang ada di belahan bumi ini harus

menyeratakan dirinya agar mereka tidak kalah dengan Negara – Negara yang lain, dimana

mereka menjadikan Negara mereka menjadi Negara yang konsumtif, dimana Negara tersebut

melakukan import dan export dari Negara – Negara maju yang saat ini sebagai acuan agar

Negara – Negara berkembang yang sedang giat membangun Negara bisa menjadi Negara –

Negara maju yang strata dengan Negara – Negara maju lainnya.

Indonesia adalah salah satu dari Negara berkembang yang ingin berubah menjadi Negara

maju, dimana itu terjadi akibat dampak globalisasi yang membuat Negara Indonesia ini ingin

menjadi Negara maju.

Kita ketahui bahwa sebenarnya Negara Indonesia adalah Negara agraris, dimana sumber

daya alam yang dimiliki sangat banyak dan tak terhitung, hal itu sebenarnya bisa membuat 210

juta jiwa rakyat makmur, aman dan sejahtera, namun akibat globalisasi tersebut Negara ini

mengalami kegagalan dalam mensejahterakan 210 juta rakyatnya.

Negara Indonesia saat ini adalah Negara peralihan, dimana Negara ini yang semula

Negara agraris yang kaya akan sumber daya alamnya namun sekarang sebagai Negara peralian

(24)

berubah menjadi pabrik – pabrik yang modern dan pabrik – pabrik tersebut menggunakan alat –

alat yang canggih, sehingga banyak rakyat Negara ini tidak bisa menggunakannya.

Industrialis tersebut dimunculkan atau di ciptakan dari daerah yang signifikan, seperti ibu

kota , kota – kota besar yang ada dinegara ini. Dimana akibat adanya industrialis maka

pemerintah Negara ini hanya melihat atau melakukan perbaikan dari mulai ekonomi, tempat

tinggal dan kesehatan serta pendidikan. Salah satu dari kebijakan pemerintah adalah menaikkan

UMR kota yang memiliki sumber pemasukan besar dari hasil industry – industry yang berdiri

kokoh di tanah Negara ini.

Pemerintah lupa bahwasannya penyangga wilayah atau kota besar tersebut adalah

wilayah yang masih erat dengan lahan pertanian atau perkebunan yang bisa kita bilang desa.

Pemerintah lupa dengan siapa sebenarnya Negara ini dan lupa dengan janji bahwa akan ada

pemerataan bangunan yang bisa memakmurkan rakyat di Negara Indonesia ini.

Kota dan desa terjadi ketimpangan modal ekonomi secara signifikan. Hal ini yang

mengakibatkan terjadinya fenomena urbanisasi. Penduduk desa secara otomatis akan pindah

menuju ke kota, pindahnya penduduk tersebut disebabkan oleh faktor penarik maupun

pendorong. Ini yang akan menyebabkan kota semakin banyak berdirinya pusat-pusat industri

(Central Bussines Distric). Berdirinya CBD di kota disebabkan banyaknya penduduk yang

tinggal di kota. Mayoritas masyarakat desa yang pindah kek kota memiliki keterampilan kerja

yang terbatas dan latar belakang pendidikan rendah, akibatnya banyak bekerja disektor informal

daripada formal.

Sementara itu dari banyaknya kaum imigran yang masuk ke kota besar menyebabkan

lahan pemukiman semakin sempit. Realitas yang ada di Kota besar, harga tanah dari tahun ke

(25)

pemukiman-pemukiman liar yang berdiri disudut kota besar. Mayoritas masyarakat yang mendirikan

bangunan-bangunan liar adalah masyarakat golongan kelas bawah karena mereka tidak mampu

lagi memiliki lahan pemukiman yang resmi dari pemerintah kota. Dari banyaknya

pemukiman-pemukiman kumuh tersebut, akan memunculkan jenis-jenis penyakit karena minimnya

kebersihan yang berada disekitar pemukiman kumuh. Maka yang terjadi adalah masyarakat kelas

bawah yang tinggal di sekitar pemukiman tersebut mudah terserang penyakit. Dalam hal ini akan

memunculkan sisi gelap dari pembangunan kota yang meningkat pesat. Di balik dari kemegahan

pembangunan modernitas yang terjadi di kota, akan tetapi masih didapatkan atau ditemui

bangunan-bangunan yang kumuh disekitar kota-kota besar.

Pada dasarnya para penduduk yang berada dipinggiran stren kali merupakan warga

imigran yang berasa dari luar daerah. para warga sekitar stren kali tersebut sejatinya tidak

memiliki lahan pemukiman sendiri melainkan lahan yang ditempatinya adalah wilayah milik

stren kali yang saling berdempetan satu sama lain, sehingga nantinya dengan semakin banyaknya

penduduk yang melakukan urbanisasi ke suatu pemukiman tersebut akan menjadi wilayah

pemukiman kumuh yang memiliki penafsiran bagi masyarakat luas merupakan pemukiman yang

memiliki kualitas kesehatan rendah dan nantinya diikuti berbagai permasalahan tentang

lingkungan disekitar stren kali tersebut.

Maka dari itu diperlukan proses sanitasi lingkungan agar kehidupan kualitas masyarakat

sekita stren kali bisa terjamin. Di samping itu dari datangnya para migran tersebut secara

bertahap muncul rumah-rumah liar yang didirikan secara permanen sekitar stren kali tersebut.

dengan demikian maka tidak heran jika proses sanitasi lingkungan diperutukkan untuk

(26)

kesehatan bagi para penduduk sekitar stren kali. Keberadaan rumah-rumah liar yang memiliki

kualitas lngkungan rendah karena kembali kepada faktor himpitan ekonomi yang dijalaninya.

Para warga didalam pemukiman kumuh tersebut sudah terbiasa dengan apa yang sedang

dijalaninya saat ini khususnya warga stren kali dinoyo yang didalam pemukiman tersebut

terdapat tempat pemotongan ayam dan pabrik cat sehingga nantinya dampak limbah dari dua

industri itu bisa memicu rendahnya kualitas kali dinoyoh tersebut. tetapi dari hasil paparan

narasumber program UPTD PAL sudah dijalankan untuk menjaga kali dinoyo dari limbah

(27)

BAB VI PENUTUP KESIMPULAN

Dalam penelitian yang telah dilakukan bahwasannya dapat disimpulkan mereka pada ea

tahun 70an mereka berpindah dari daerah mereka bahwasannya mereka ingin merubah nasib

hidup mereka banyak dari mereka beranggapan bahwa pindah kekota akan merubah nasib

mereka menjadi baik. Dulu mereka pindah kekota Surabaya tidak punya modal apapun baik

modal ekonomi maupun keterampilan jadi mereka mendiirikan bangunan di tanah – tanah

kosong khususnya didaerah pinggiran sungai dinoyo

Dari banyaknya pemukiman-pemukiman kumuh tersebut, akan memunculkan jenis-jenis

penyakit karena minimnya kebersihan yang berada disekitar pemukiman kumuh. Maka yang

terjadi adalah masyarakat kelas bawah yang tinggal di sekitar pemukiman tersebut mudah

terserang penyakit. Dalam hal ini akan memunculkan sisi gelap dari pembangunan kota yang

meningkat pesat. Di balik dari kemegahan pembangunan modernitas yang terjadi di kota, akan

tetapi masih didapatkan atau ditemui bangunan-bangunan yang kumuh disekitar kota-kota besar.

Misalkan saja penyakit yang disebabkan oleh rumah pemotongan hewan yang mana

menimbulkan banyak penyakit seperi paru – paru ataupun tbc mungkin efeknya tidak akan

secara langsung tapi akan berkepanjangan banyak dai warga memang tidak memikirkan apa yang

akan tejadi bila kebersihan lingkungan tidak diperhatikan

para penduduk yang berada dipinggiran stren kali merupakan warga imigran yang berasa

dari luar daerah. para warga sekitar stren kali tersebut sejatinya tidak memiliki lahan pemukiman

sendiri melainkan lahan yang ditempatinya adalah wilayah milik stren kali yang saling

(28)

melakukan urbanisasi ke suatu pemukiman tersebut akan menjadi wilayah pemukiman kumuh

yang memiliki penafsiran bagi masyarakat luas merupakan pemukiman yang memiliki kualitas

kesehatan rendah dan nantinya diikuti berbagai permasalahan tentang lingkungan disekitar stren

kali tersebut.

Memang pemukiman tersebut lama kelamaan mungkin saja akan tergusur ataupun akan

digusur pemerintah ada beberapa warga bila pemukiman tersebut digusur mereka akan pasra

karena itu bukan tanah mereka. Memang banyak sekali sampah sampah yang berserakan

disungai dan pasti itu akan menmbulkan banyak penyakit dan juga lama kelamaan efek dari

pemukiman itu akan terlihat lama kelamaan pemukiman itu tidak akan berkurang pasti akan

bertambah karena pastinya akan banyak rumah – rumah baru dari imigran yang banyak dari

mereka beranggapan bahwasannya hidup dikota lebih enak dari pada hidup dikota. Tapi tidak

begitu adanya bila hidup tidak memiliki modal baik modal ekonomi ataupun modal keterampilan

mereka akan mengganggur

Dalam hal ini baiknya warga stren kali dinoyo harus merawat dan juga menjaga

lingkungan disekitar mereka setidaknya rumah pemotongan hewan yang berada disekitar sana

baiknya dibersikan atau dijadikan layak karena didaerah sana banyak anak – anak kecil dimana

efek dari bau tersebut akan menyebabkan penyakit bagi anak – anak tersebut. Khususnya

(29)

DAFTAR PUSTAKA

Dardiri Hasyim. 2004. Hukum Lingkungan. Surakarta: Sebelas Maret University Press

Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik. Jakarta : Erlangga.

Gunawan, Suratmo.(1992). Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta : Gajah Mada

University Press

Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial : Perspektif Klasik, Modern, Posmodern,

dan Poskolonial. Jakarta : Rajawali Pers.

Suyanto, Bagong. 2013. Anatomi Kemiskinan dan Strategi Penanganannya. Malang: In-TRANS.

Surbakti, Ramlan. 1999. Memahami Ilmu Politik. Cetakan Ke-4. Jakarta : Grasindo.

Tim Penulis Pengelolahan Sampah. 2008. Penanganan dan Pengolahan Sampah. Penebar

Swadaya

Zuriah, Nurul. 2009. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori-Aplikasi. Jakarta: Bumi

(30)
(31)

Referensi

Dokumen terkait

Tindak tutur yang terdapat dalam wacana persuasif imbauan publik adalah tindak tutur langsung, tindak tutur tidak langsung, tindak tutur konfliktif, tindak tutur kolaboratif,

(a) On December 22, 2011, PT Mustika Memadata has registered a lawsuit in District Court of South Jakarta with registration No. 684) against PT Direct Vision as the

Universitas Kristen Maranatha mendahulukan kebutuhan yang lain, bukan kebutuhan untuk bertindak prososial fokus kebutuhan motivasi intrinsik adalah betul-betul

Menurut Gardner dalam Nurlaila (2004: 38) “Bahasa dapat distimulus melalui bacaan, latihan menulis, berdiskusi dan bermain dengan kata-kata”. Anak yang mempunyai

Pemerintah tidak boleh melakukan penuntutan secara hukum, meskipun praktik penghindaran pajak ini akan mempengaruhi penerimaan negara dari sektor pajak, asalkan

Kemajuan teknologi sekarang yang semakin berkembang pesat membuat orang perkotaan menjadi lebih malas, karena sudah banyak layanan jasa berbasis online, sehingga ketika

Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (minority shareholders) setelah Penawaran Umum atau perusahaan yang sudah

tidak menurunkan semangat keaktifan dan prestasi belajar peserta didik. Kegiatan proses belajar mengajar di SDMU Ahmad Dahlan sudah berupaya penuh dalam masa pandemi ini selain