DISUSUN OLEH
TIM
BIOLOGI DASAR
DAN
DAFTAR ISI
Daftar Isi ...2
Kegiatan Belajar 1 : Anatomi Dan Fisiologi Sistem Tubuh Manusia Yang Berkaitan Dengan Proses Reproduksi...3
Kegiatan Belajar 2 : Perkembangan Siklus Kehidupan Manusia...6
Kegiatan Belajar 3 : Pemenuhan Kebutuhan Dasar Klien ...9
Kegiatan Belajar 4 : Prinsip Fisika Kesehatan ...25
Kegiatan Belajar 5 : Prinsip Mikrobiologi dalam Praktik Kebidanan ...48
PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk hidup yang unik dan kompleks, yang dipengaruhi oleh ingkungan internal dan eksternal dan berespon terhadap stimulus lingkunga n internal dan eksternal. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. manusia dapat memenuhi secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain. Terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sseoraang menentukan tingkat kesehatan seseorang dan posisinya dalam rentang sehat-sakit Ciri kebutuhan dasar mansia: Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Asuhan kebidanan klien yang holisrik mempertimbangkan semua dimensi yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam rentang sehat sakit. Kebutuhan fisik meliputi oksigen, nutris i, cairan dan elektrolik, intake dan output, eliminasi, personal hygiene dan body mekanik.
KOMPETENSI DASAR
Diharapkan peserta didik dapat mengetahui biologi reproduksi pada kasus kebidanan.
KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1 : Anatomi dan Fisiologi Sistem Tubuh Manusia yang Berkaitan dengan Proses Reproduksi
1. Uraian Materi a. Definisi
Reproduksi merupakan ciri utama makhluk hidup yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.
b. Persiapan Alat Dan Bahan
1. Phantom alat reproduksi wanita dan pria c. Macam-Macam Alat Reproduksi Tubuh Manusia
1. Alat reproduksi wanita
A. Alat reproduksi bagian dalam terdiri dari: 1) Bibir kemaluan (labia mayora)
B. Alat reproduksi bagian luar terdiri dari: 1)Vagina bagian luar
2)Leher rahim 3)Rahim (uterus)
4)Saluran telur (tuba falopi)
5)Dua buah indung telur (ovarium)
PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk hidup yang unik dan kompleks, yang dipengaruhi oleh ingkungan internal dan eksternal dan berespon terhadap stimulus lingkunga n internal dan eksternal. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. manusia dapat memenuhi secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain. Terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sseoraang menentukan tingkat kesehatan seseorang dan posisinya dalam rentang sehat-sakit Ciri kebutuhan dasar mansia: Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Asuhan kebidanan klien yang holisrik mempertimbangkan semua dimensi yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam rentang sehat sakit. Kebutuhan fisik meliputi oksigen, nutris i, cairan dan elektrolik, intake dan output, eliminasi, personal hygiene dan body mekanik.
KOMPETENSI DASAR
Diharapkan peserta didik dapat mengetahui biologi reproduksi pada kasus kebidanan.
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
1. Mahasiswa mengetahui definisi perkembangan siklus kehidupan manusia 2. Mahasiswa mengetahui tahap perkembangan siklus kehidupan manusia
KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 2 : Perkembangan Siklus Kehidupan Manusia
2. Uraian Materi d. Definisi
Siklus kehidupan manusia adalah perjalanan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada kehidupan manusia. Dan prosesnya melalui tahapan-tahapan yang sama terjadi antara satu individu dengan individu yang lain.
Perkembangan adalah proses dimana makhluk hidup (manus ia) mengalami bertambah berkembang dari segi intelektual, perilaku, dan kehidupan psikologinya.
e. Persiapan Alat Dan Bahan
Dalam pendekatan siklus hidup ini, dikenal lima tahap, yaitu: 1) Konsepsi
a) Perlakuan sama terhadap janin laki-laki/perempuan
b) Pelayanan antenatal, persalinan aman dan nifas serta pelayanan bayi baru lahir
c) Masalah yang mungkin terjadi pada tahan ini: pengutamaan jenis kelamin, BBLR, kurang gizi (malnutrisi)
d) Pendekatan pelayanan antenatal, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit
2) Bayi dan anak
Bawah lima tahun atau sering disingkat balita merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa digunaka n perhitungan bulan yaitu 24-60 bulan. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolah.
3) Remaja
Masa remaja adalah masa transisi diri periode anak ke dewasa. 4) Usia subur
Usia dewasa muda, yaitu antara 18-40 tahun, sering dihubungankan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamila n sehat paling mungkin terjadi.
5) Usia lanjut
PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk hidup yang unik dan kompleks, yang dipengaruhi oleh ingkungan internal dan eksternal dan berespon terhadap stimulus lingkunga n internal dan eksternal. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. manusia dapat memenuhi secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain. Terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sseoraang menentukan tingkat kesehatan seseorang dan posisinya dalam rentang sehat-sakit Ciri kebutuhan dasar mansia: Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Asuhan kebidanan klien yang holisrik mempertimbangkan semua dimensi yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam rentang sehat sakit. Kebutuhan fisik meliputi oksigen, nutris i, cairan dan elektrolik, intake dan output, eliminasi, personal hygiene dan body mekanik.
KOMPETENSI DASAR
Diharapkan peserta didik dapat melakukan pemenuhan kebutuhan pada klien dengan kasus kebidanan.
KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 4 : Kebutuhan Pemenuhan Oksigen
1. Uraian Materi a. Definisi
Pemberian terapi oksigen adalah suatu tata cara pemberian bantuan gas oksigen pada
penderita yang mengalami gangguan pernapasan ke dalam paru melalui saluran pernafasan denganmenggunakan alat khusus.
b. Tujuan
1. Memenuhi kekurangan oksigen 2. Membantu kelancaran metabolism 3. Sebagai tindakan pengobatan 4. Mencegah hipoksia
5. Mengurangi beban kerja alat nafas dan jantung c. Indikasi
Terapi ini dilakukan pada penderita : 1. Dengan anoksia atau hipoksia
2. Dengan kelumpuhan alat-alat pernafasan 3. Selama dan sesudah dilakukan narcose umum 4. Mendapat trauma paru
8. Tanda peringatan (dilarang merokok, menyalakan api karena oksigen sedang digunakan
9. Senter pen light
10. Jam dengan hitungan detik 11. Alat tulis untuk mencatat 12. Aquadets
e. Macam-Macam Alat Dalam Pemberian O2 1. Nasal kanula
A. Indikasi :
1)Flow rate: 1-6 L/menit 2)Konsentrasi O2 : 20-45% B. Keuntungan :
1)Pasien dapat makan dan bicara tanpa melepas canula 2)Nyaman untuk semua usia
C. Kerugian :
1)Mudah terlepas / salah posisi
b. Keuntungan
Efektif untuk pernafasan via mulut atau yang mengalami sumbatan hidung
c. Kerugian :
Penggunaan flow rate sedikitnya 5L/menit mencegah rebreatheing CO2
3. Partial rebreather mask a. Indikasi :
1. Flow rate: 8-12 L/menit 2. Konsentrasi O2 : 50-80% b. Keuntungan :
Mengirimkan O2 dalam konsentrasi tinggi c. Kerugian :
4. Non rebreather mask
a. Indikasi :
1) Flow rate: 10-15 L/menit 2) Konsentrasi O2 : 60-80% b. Keuntungan :
Mengirimkan konsentrasi oksigen yang paling tinggi c. Kerugian :
Mati lemas jika aliran oksigen terobstruksi dan masker rapat menempel, kecuali jika masker dilengkapi dengan suatu mekanisme katup spring (spring valve) yang dapat membuka manakala pasien inspirasi.
5. Flow meter
7. Tabung Oksigen
f. Tempat – Tempat Pemberian Oksigen Proses oksigenasi dapat dilakukan melalui :
1) Hidung 2) Faring 3) Laring 4) Epiglottis
g. Hal Yang Perlu Diperhatikan
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian oksigen
1) Amati tanda-tanda vital sebelum, selama dan sesudah pemberian oksigen
2) Jauhkan hal-hal yang dapat membahayakan misalnya : api, yang dapat menimbulkan kebakaran
3) Air pelembab harus diganti setiap 24 jam dan isi sesuai batas yang ada pada botol
4) Botol pelembab harus disimpan dalam keadaan bersih dan kering bila tidak dipakai.
6) Pemberian oksigen harus hati-hati terutama pada penderita penyakit paru kronis karena pemberian oksigen yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan hipoventilasi,hypercarbia diikuti penurunan kesadaran.
7) Terapi oksigen sebaiknya diawali dengan aliran 1 – 2 liter/menit, kemudian dinaikkan pelan-pelan sesuai kebutuhan
8) Terapi O2 merupakan salah satu intervensi pemberian tindakan yang bersifat kolaboratif yang diberikan kepada klien dengan kasuss berdasarkan diagnosa yang dirumuskan.
2. Petunjuk Praktikum
a. Perhatikan petunjuk pelaksanaan Prosedur
b. Lakukan prosedur pelaksanaan pemberian oksigen melalui kanula c. Lakukan prosedur pelaksanaan pemberian oksigen melalui masker 3. Prosedur Pelaksanaan
Penilaian :
0 Jika tidak dilakukan
1 Jika dilakukan tetapi kurang sempurna 2 Jika dilakukan dengan benar
a. Prosedur Pemberian Oksigen melalui kanula
NO LANGKAH KERJA NILAI
0 1 2
1. Memberitahu dan menjelaskan prosedur kepada pasien 2. Menyiapkan alat dan bahan, membawa ke dekat pasien :
Tabung oksigen atau Oksigen sentral lengkap dengan flow meter, humidifier
Kanula nasal 3. Mencuci tangan
4. Mengontrol apakah peralatan berfungsi dengan: Cek Volume tabung oksigen, Flow meter (pengaturan kecepatan aliran) , dan humidifer (air bergelembung) volume air cukup.
5. Hubungkan kanul dengan sumber oksigen
6. Alirkan oksigen dosis kecil dan cek apakah oksigen mengalir 7. Pasangkan kanula nasal pada hidung pasien dan atur pengikat
untuk kenyamanan pasien
8. Mencuci tangan dgn sabun dan air mengalir, mengeringkan dgn handuk bersih
b. Prosedur Pemberian Oksigen melalui masker
NO LANGKAH KERJA
NILAI 0 1 2
1. Memberitahu dan menjelaskan prosedur kepada pasien 2. Menyiapkan alat dan bahan, membawa ke dekat pasien :
Tabung oksigen atau Oksigen sentral lengkap dengan flow meter, humidifier
Kanula nasal / masker 3. Mencuci tangan
4. Mengontrol apakah peralatan berfungsi dengan: Cek Volume tabung oksigen, Flow meter (pengaturan kecepatan aliran) , dan humidifer (air bergelembung) volume air cukup.
5. Hubungkan masker oksigen dengan sumber oksigen
6. Alirkan oksigen dosis kecil dan cek apakah oksigen mengalir 7. Pasangkan masker di atas mulut dan hidung, atur pengikat
untuk kenyamanan pasien
8. Atur kecepatan aliran oksigen sesuai dosis yang diminta. 9. Mencuci tangan dgn sabun dan air mengalir, mengeringkan dgn
handuk bersih
Kegiatan Belajar 2 : Praktikum Pemasangan NGT
1. Uraian Materi a. Definisi NGT
NGT adalah kependekan dari Nasogastric tube. alat ini adalah alat yang digunakan untuk memasukkan nutsrisi cair dengan selang plasitic yang dipasang melalui hidung sampai lambung.
b. Ukuran NGT diantaranya di bagi menjadi 3 kategori yaitu: 1) Dewasa ukurannya 16-18 Fr
2) Anak-anak ukurannya 12-14 Fr 3) Bayi ukuran 6 Fr
c. Indikasi pemasangan NGT
indikasi pasien yang di pasang NGT adalah diantaranya sebagai berikut: 1) Pasien tidak sadar
2) pasien Karena kesulitan menelan 3) pasien yang keracunan
4) pasien yang muntah darah
5) Pasien Pra atau Post operasi esophagus atau mulut d. Tujuan Pemasangan NGT
Tujuan pemasangan NGT adalah sebagai berikut:
1) Memberikan nutrisi pada pasien yang tidak sadar dan pasien yang mengalami kesulitan menelan
2) Mencegah terjadinya atropi esophagus/lambung pada pasien tidak sadar
3) Untuk melakukan kumbang lambung pada pasien keracunan 4) Untuk mengeluarkan darah pada pasien yang mengalami muntah
darah atau pendarahan pada lambung e. Kontraindikasi pemasangan NGT
Peralatan yang dipersiapkan diantaranya adalah;
1) NGT No.14 atau 16 (untuk anak-anak ukurannya lebih kecil) 2) Jelly
3) Sudip lidah (tougue spatel) 4) Sepasang sarung tangan 5) Senter
6) Spuit ukuran 50 – 100 cc 7) Plester
8) Stetoskop 9) Handuk 10)Tissu 11)Bengkok 12)Sampiran
2. Petunjuk Praktikum
a. Perhatikan petunjuk pelaksanaan Prosedur
b. Lakukan prosedur pemasangan NGT dengan benar
3. Prosedur Pelaksanaan Penilaian :
0 Jika tidak dilakukan
1 Jika dilakukan tetapi kurang sempurna 2 Jika dilakukan dengan benar
NO LANGKAH KERJA NILAI
0 1 2
Sepasang sarung tangan
3 Mengatur posisi pasien senyaman (setengah duduk/semi fowler)
4 Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringka n dengan handuk bersih
5 Memesang pengalas diatas dada pasien
6 Membuka kemasan NGT, dan meletakan pada bak instrume n steril
7 Memakai sarung tangan
8 Mengambil NGT, mengukur panjang slang NGT, menguk ur panjang selang NGT mulai dari epigastrium, ke hidung kemudian ke telinga memberi tanda pada selang NGT
9 Melicinkan ujung pipa dengan air/jely dan mengeklem pipa 10
– 20 cm
10 Memasuki NGT perlahan-lahan melalui hidung dengan posisi kepala ekstensi (pasien yang sadar dianjurkan untuk menelan), bila ada tahanan mengeluarkan NGT dan mengganti kelubang hidung satunya
11 Memastikan slang NGT benar-benar masuk lambung anjurkan pasien untuk bernafas rileks dan normal.
Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma stetoskop pada perut kuadran kiri atas pasien (gaster), kemudian suntikkan 10-20 cc udara bersamaan dengan auskultasi abdomen
Aspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan cairan / isi lambung
Masukkan ujung bagian luar selang NGT, kedalam mangkuk yang berisi air, jika ada gelambung udara berarti masuk kedalam paru-paru dan jika tidak ada berarti masuk lambung
13 Oleskan alkohol pada ujung hidung pasien dan biarkan kering bila perlu untuk membantu merekatkan plester dengan baik 14 Memasang corong/spuit pada pangkal pipa
15 Memasukan/mendorong makanan secara perlahan-la ha n dengan spuit
16 Mengeklem dulu pipa bila cairan habis dan mengisap cairan lagi dengan spuit, sampai dosis yang ditentukan
17 Meninggikan pangkal pipa apabila cairan tidak lancer
18 Membilas pipa dengan air matang dan segera mengeklem pipa 19 Melekatkan pipa di pipi bila NGT dipasang permanen
20 Membereskan alat dan merapikan pasien
21 Mencuci tangan dgn sabun dan air mengalir, mengeringkan dgn handuk bersih
KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 2 Struktur Sel
1. Uraian Materi a. Definisi
Setiap hal didunia ini memiliki struktur, tentunya unit terkecil yang menyusun tubuh kita atau yang biasa disebut sel juga memiliki struktur. Struktur sel merupakan bagian-bagian sel yang terdiri atas membran sel, sitoplasma, dan organ-organ sel.
b. Bagian-bagian sel 1) Membran sel
Membran sel merupakan bagian terluar dari sel. Fungsinya antara lain sebagai berikut:
a) Mengontrol atau mengendalikan pertukaran sat anatara sitoplasma dengan lingkungan
b) Menjadi tempat reaksi, seperti reaksi terhadap cahaya matahari dan reaksi oksida dalam respirasi.
d) Sebagai pelingdung sel agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel. e) Mengontrol zat-zat yang akan masuk maupun yang akan keluar
meninggalkan sitoplasma. 2) Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan beserta zat-zat terlarut yang mengis i ruangan didalam sel dan dibatasi oleh membran sel. Sitoplasma merupakan sistem koloid yang amat dinamis dan senantiasa bergerak. Cairan yang mengisi organel dikenal dengan sitosol.
3) Nukleus
Nukleus merupakan organel sel tersbesar yang mengand ung informasi genetik berupa DNA, dan berbentuk bulat hingga oval bergantung jenis selnya. Nukleus adalah organel yang amat vital bagi kehidupan, yaitu mengendalikan seluruh kegiatan sel.
Beberapa bagian penting dari nukleus yaitu:
a) Membran inti : terdiri atas dua lapisan yang berfungsi sebagai pembungkus sekaligus sebagai pelingdung inti. Membran luarnya mempunyai hubungan langsung dengan retikulum endoplasma. Pada membran inti terdapat pori-pori yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara membran inti dengan sitoplasma.
b) Nukleo plasma merupakan cairan inti berbentuk gel yang kaya akan ion-ion, protein, enzim, nukleotida, dan benang-benang kromatin. c) Nukleotus: bagian ini tersusun atas kumpulan gen-gen yang
PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk hidup yang unik dan kompleks, yang dipengaruhi oleh ingkungan internal dan eksternal dan berespon terhadap stimulus lingkunga n interna l dan eksternal. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. manusia dapat memenuhi secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain. Terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sseoraang menentukan tingkat kesehatan seseorang dan posisinya dalam rentang sehat-sakit Ciri kebutuhan dasar mansia: Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Asuhan kebidanan klien yang holisrik mempertimbangkan semua dimensi yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam rentang sehat sakit. Kebutuhan fisik meliputi oksigen, nutris i, cairan dan elektrolik, intake dan output, eliminasi, personal hygiene dan body mekanik.
KOMPETENSI DASAR
Diharapkan peserta didik dapat mengertahu dan memahami prinsip fisika kesehatan dalam praktik kebidanan.
Kegiatan Belajar 1 : Praktikum Pemasangan Infus 1. Uraian Materi
a. Pengertian Pemasangan Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh
b. Tujuan pemasangan infus Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung air, elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral Memperbaiki keseimbangan asam basa Memperbaiki volume komponen-komponen darah Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh Memonitor tekan Vena Central (CVP) Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.
c. Indikasi pemasangan infus
1) Keadaan emergency (misal pada tindakan RJP), yang memungkinka n pemberian obat langsung ke dalam Intra Vena.
2) Untuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat (seperti furosemid, digoxin).
3) Pasien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus-menerus melalui Intra vena.
4) Pasien yang membutuhkan pencegahan gangguan cairan dan elektrolit. 5) Pasien yang mendapatkan tranfusi darah.
6) Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahka n pemberian obat).
d. Kontraindikasi
1) Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus.
2) Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah).
3) Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki). e. Persiapan Alat dan Bahan
1) Larutan Intra Vena / IV
2) Jarum / kateter untuk pungdi vena yang sesuai 3) Untuk Infus caira IV :
Perangkat pemberian (tergantung pada tipe larutan dan kecepatan pemberian : bayi dan anaka kecil memerlukan selang mikrodrip, yang memberika 60 tetes/m)
Filter 0,22 µm ( bila diperlukan oleh kebijakan institusi atau bila bahan berpartikel akan diberikan)
Tambahan selang (digunakan bila jalur IV lebih panjang perlu) 4) Untuk heparin lock
Steker IV
Loop IV atau selang pendek (bila perlu)
Normal salin heparisasi 1 sampai 3 ml (10 sampai 100 U/ml) 5) Spuit
6) Torniquet
13)pakaian khusus dengan kancing dilapisan bahu (membuat pelepasan selang infus lebih mudah) bila tersadia atau baju dengan kancing didepan
2. Petunjuk Praktikum
a) Perhatikan petunjuk pelaksanaan Prosedur
b) Lakukan prosedur pemasangan Infus dengan Benar c) Lakukan prosedur Pelepasan Infus dengan Benar
3. Prosedur Pelaksanaan Penilaian :
0 Jika tidak dilakukan
1 Jika dilakukan tetapi kurang sempurna 2 Jika dilakukan dengan benar
a) Prosedur Pemasangan Infus
NO LANGKAH KERJA NILAI
Perangkat pemberian (tergantung pada tipe larutan dan kecepatan pemberian : bayi dan anaka kecil memerlukan selang mikrodrip, yang memberika 60 tetes/m)
Filter 0,22 µm ( bila diperlukan oleh kebijakan instit us i atau bila bahan berpartikel akan diberikan)
Tambahan selang (digunakan bila jalur IV lebih panjang perlu)
4. Untuk heparin lock
Steker IV
Normal salin heparisasi 1 sampai 3 ml (10 sampai 100 U/ml)
Spuit 5. Torniquet
6. Sarung tangan sekali pakai 7. papan tangan
8. Kassa 2x2 cm dan salep povidon yodin; atau untuk balutan transparan, larutan povidon yodin
9. Plester yang telah dipotong dan siap digunakan 10.Pengalas untuk diletakkan dibawah tangan klien 11.Tiang intravena
12.pakaian khusus dengan kancing dilapisan bahu (membuat pelepasan selang infus lebih mudah) bila tersadia atau baju dengan kancing didepan.
2. Memberitahu dan menjelaskan prosedur kepada pasien tindakan yang akan dilakukan dan membawa kedekat pasien 3. Memasang sampiran / menjaga privasi
4. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
5. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringka n dengan handuk bersih
6. Buka kemasan steril dengan menggunakan teknik aseptic 7. Untuk pemberian cairan IV:
Periksa larutan, menggunkan ”five right” pemberian obat.
Buka set infus, mempertahankan sterilitas pada kedua ujung
Pasang klem rol sekitar 2 – 4cm (1 – 2 inci) dibawah bilik drip dan pindahkan klem rol pada posisi off
Tusukkan set infus kedalam kantung atau botol cairan - Lepaskan penutup pelindung kantung IV tanpa
menyentuh lubangnya
- Lepaskaan penutup pelindung dari paku penusuk selang, jangan menyentuh paku penusuk dan tusukan paku kedalam lubang kantug IV atau tusukan penusuk kepenyumbat karet hitan dari botol. Bersihkan karet penyumbat dengan antiseptik sebelum menusukka n paku penusuk.
Isi selang infus
- Tekan bilik drip dan lepaskan, biarkan terisi 1/3 samapi ½ penuh.
- Lepaskan pelindung jarum dan klem rol untuk memungkinkan cairan memenuhi dilik drip melalui selang ke adapter jarum. Kembalikan klem rol ke posisi Off setelah selang terisi
- Pastikan selang bersih dari udara dan gelembung udara - Lepaskan pelindung jarum
8. Pilih jarum yang tepat
9. Pilih tempat distal vena yang digunakan
10. Bila banyak rambut pada tempat pebusukan maka digunt ing terlebih dahulu
12. Menggunkan sarung tangan sekali pakai. Pelindung mata dan masker dapat digunakan untuk mencegah cipratan daarah pada membran mukosa tenaga kesehatan
13. Pilih vena yang terdilatasi baik. Metode-metode untuk membantu mendilatasi vena :
Menggosok ekstermitas dari distal ke proksimal dibawah tempat vana yang dimaksud
Menggenggam dan melepaskan regangan
Menepuk dilatasi diatas vena
Memasang kompres hangat pada ekstermitas misalnya waslap hangat
14. Melakukan disinfeksi daerah penusukan dengan kepas alkohol 70% secara sirkuler denagn diameter 5 cm , hindari menyent uh tempat yang sudah dibersihkan, biarkan tempat tersebut mengering selama 60 detik.
15. Lakukan pungsi vena. Tahan vena dengan meletakkan ibu jari diatas vena dan dengan meregangkan kulit berlawanan arah penusukan 5 – 7,5 cm kearah distal tempat penusukan.
Jarum kupu-kupu / abbocath : pegang jarum pada sudut 20 – 30 derajad dengan bevel kearah atas
19. Melekatkan pangkal jarum pada kulit dengan plester 20. Mengatur tetesan sesuai kebutuhan
21. Menutup tempat tusukan dengan kasa steril, dan direkatkan dengan plester
22. Mengatur letak anggota badan yang dipasang infus supaya tidak digerak-gerakan agar jarum infus tidak bergeser dan bila perlu memasang spalk
23. Membereskan alat dan merapikan pasien
24. Melepas sarung tangan, merendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
25. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringka n dengan handuk bersih
26. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan b) Prosedur Pelepasan Infus
NO LANGKAH KERJA NILAI
2. Memberitahu dan menjelaskan prosedur kepada pasien tindakan yang akan dilakukan dan membawa kedekat pasien 3. Memasang sampiran
4. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
6. Menggunakan sarung tangan
7. Membasahi plester yang melekat pada kulit dengdan kapas alcohol melepas plester, dan kassa dari kulit
8. Menekan tempat tusukan dengan kapas alkohol dan mencabut infus pelen-pelan.
9. Merekatkan kapas alkohol dengan plester 10.Membereskan alat dan merapikan pasien
11.Melepas sarung tangan, merendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
12.Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringka n dengan handuk bersih
13.Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan
Kegiatan Belajar 2 : Praktikum EKG 1. Uraian Materi
a. EKG (Elektokardiografi) adalah alat bantu diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung berupa grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. b. Tujuan pemasangan infus Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh
yang menganung air, elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral Memperbaiki keseimbangan asam basa Memperbaiki volume komponen-komponen darah Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh Memonitor tekan Vena Central (CVP) Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.
c. Indikasi pemasangan infus
4) Pasien dengan kelainan irama jantung 5) Pasien dengan kelaian miokard seperti infart
6) Pasien dengan pengaruh obat-obatan jantung terutama digitalis 7) Pasien dengan gangguan elektrolit
8) Pasien perikarditis
9) Pasien dengan pembesaran jantung
10)Pasien dengan kelainan penyakit inflamasi pada jantung 11)Pasien diruangan ICU
a) Perhatikan petunjuk pelaksanaan Prosedur
5. Prosedur Pelaksanaan Penilaian :
0 Jika tidak dilakukan
1 Jika dilakukan tetapi kurang sempurna 2 Jika dilakukan dengan benar
6. Prosedur Pemeriksaan USG
NO KOMPONEN NILAI
Evaluasi/validasi kondisi pasien
Kontrak: topik/waktu/tempat
Mesin EKG yang dilengkapi dengan 3 kabel. Sebagai
berikut
a. Satu kabel untuk listrik (power)
b. Satu kabel untuk bumi (ground)
c. Satu kabel untuk pasien, yang terdiri dari 10 cabang
dan diberi tanda dan warna.
Plat elektrode yaitu:
a. 4 buah elektrode extremitas dan manset
b. 6 buah elektrode dada dengan balon penghisap
Jelly elektrode/ kapas alkohol, tisu, handuk
a. 4 ketas EKG (telah siap pada alat EKG) dan kertas
tissue
7.
Baringkan pasien dengan tenang di tempat tidur yang
luas. Tangan dan kaki tidak saling bersentuhan
Bersihkan dada, kedua pergelangan kaki dan tangan
dengan kapas alkohol (kalau perlu dada dan pergelangan
kaki dicukur)
Keempat elektrode ekstremitas diberi jelly
Pasang keempat electrode ekstremitas tersebut pada
kedua pergelangan tangan dan kaki.
Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi electrode V1 s/d
V6
V1: sela iga ke 4 garis sternal kanan
V2: sela iga ke 4 garis sternal kiri
V3: terletak diantara V2 dan V4
V4: ruang sela iga ke 5 pada mid klavikula kiri
V5: garis aksilla anterior sejajar dengan V4
V6: garis aksillatengah sejajar dengan V4
Pasang electrode dada dengan menekan karet penghidap
Buat kalibrasi
Rekam setiap lead 3-4 beat (gelombang), kalau perlu lead
II panjang (minimal 6 beat)
Kalau perlu buat kalibrasi setelah selesai perekaman
Semua electrode dilepas
Jelly dibersihkan dari tubuh pasien
Beritahu pasien bahwa perekaman sudah selesai
Tulis pada hasil perekaman: nama, umur, jenis kelamin,
jam, tanggal, bulan dan tahun pembuatan, nama
masing-masing lead serta nama orang yang merekam
Bersihkan dan rapikan alat
Evaluasi respon klien
a. Evaluasi subjektif
2.
3.
Tindak lanjut klien
Kontrak: topik/ waktu/ tempat
SIKAP : (hanya di pilih yang berkaitan saja)
- Hati-hati
- Sabar dan tidak tergesa-gesa
- Bersikap sopan dan ramah
- Teliti dan cermat dalam menjaga sterilitas
- Peka terhadap reaksi klien
Kegiatan Belajar 3 : Praktikum USG 1. Uraian Materi
b. USG (Ultrasonografi) merupakan salah satu imaging diagnosis(pencintraa n diagnostik) untuk pemeriksanaan alat-alat dalam tubuh manusia, dimana kita dapat mempelajari bentuk ukuran anatomis, gerakan serta hubunga n dengan jaringan sekitarnya.
c. Prinsip USG (Ultrasonig) adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali.
d. USG digunakan antara lain:
1) Menemukan dan menentukan letak massa dalam rongga perut dan pelvis
2) Membedakan kista dengan massa yang solid
3) Mempelajari pergerakan organ (jantung, aorta, vena cava), maupun pergerakan janin dan jantungnya.
4) Pengukuran dan penentuan volume. Pengukuran aneorisma arterial, vetalcevalometri, menentukan kedalaman dan letak suatu massa untuk bioksi. Menentukan volum massa ataupun organ tubuh tertentu (misalnya buli-buli, ginjal, kandung empedu, ovarium, uterus, dll). 5) Bioksi jarum terpimpin. Arah dan gerakan jarum menuju sasaran dapat
dimonitor pada layar USG.
6) Menentukan perencanaan dalam suatu radio terapi. Berdasarkan besar tumor dan posisinya, dosis radioterapi dapat dihitung dengan cepat. Selain itu setelaah radioterapi, besar dan posisi tumor dapat pula di ikuti.
e. Sumber Cahaya
e. Indikasi
Pemeriksaan USG janganlah dilakukan secara rutin atau setiap melakukan pemeriksaan pasien, terutama bila pasien hamil.
f. Persiapan Alat dan Bahan 1) Transducer
2) Tissue 3) Monitor USG
4) Mesin USG
2. Petunjuk Praktikum
a) Perhatikan petunjuk pelaksanaan Prosedur b) Lakukan prosedur USG dengan Benar c) Lakukan prosedur USG dengan Benar
3. Prosedur Pelaksanaan Penilaian :
0 Jika tidak dilakukan
1 Jika dilakukan tetapi kurang sempurna 2 Jika dilakukan dengan benar
4. Prosedur Pemeriksaan USG
NO KOMPONEN NILAI
0 1 2 A
1.
2.
Fase orientasi
Salam terapeutik
C.
Oleskan jelly konduktif pada permukaan kulit yang akan
dilakukan USG
Transduser dipegang dengan tangan dan gerakkan ke
depan dan ke belakang di atas permukaan kulit
Lakukan antara 10-30 menit
Premedikasi jarang dilakukan hanya bila pasien dalam
keadaan gelisah
Pasien tidak boleh merokok sebelum pemeriksaan untuk
mencegah masuknya udara
Bila pada pemeriksaan obstetrik (trimester pertama dan
kedua), pelvis dan ginjal pasien dianjurkan untuk minum
4 gelas air dan tidak boleh berkemih sementara untuk
trimester tiga, pemeriksaan pada saat kandung kemih
kosong
Beritahu ibu pemeriksaan telah selesai
Merapikan peralatan
Cuci tangan
Dokumentasi
SIKAP : (hanya di pilih yang berkaitan saja)
- Hati-hati
- Sabar dan tidak tergesa-gesa
- Bersikap sopan dan ramah
- Teliti dan cermat dalam menjaga sterilitas
- Peka terhadap reaksi klien
Kegiatan Belajar 4 : Praktikum Antropometri 1. Uraian Materi
a. Tujuan pengukuran berat badan
Tujuan dari pengukuran kesehatan adalah mengetahui kondisi pertumbuha n dan gizi anak. Penilaian pertumbuhan pada anak sebaiknya dilakukan dengan jarak yang teratur disertai dengan pemeriksaan serta pengamatan fisik. Pengukuran berat badan digunakan untuk mengukur
b. Pengukuran suhu badan
Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengukur suhu tubuh yaitu:
1) Termometer telinga: sesuai namanya, termometer berbentuk kerucut kecil ini digunakan pada telinga.
2) Termometer elektronik: terbuat dari plastik dan ujungnya menyerupa i pensil. termometer ini dapat digunakan di ketiak, mulut, atau rektum (anus).
3) Termometer dahi: termometer ini menggunakan suhu kulit untuk menentukan suhu tubuh. Penggunaan termometer berbentuk tipis ini cukup ditempel pada dahi.
4) Termometer arteri temporal: bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh pada bagian dahi.
5) Termometer sekali pakai: jenis ini bisa dipakai sekali dimulut atau rektum. Bisa juga dipakai untuk mengukur suhu terus menerus selama 48 jam pada kulit bayi.
6) Termometer dot: berbentuk seperti dot bayi. Cukup letakkan termometer ini di mulut bayi saat mengukur suhu.
c. Penyebab tidak akuratnya termometer
6) Pengambilan suhu tubuh dalam kurun waktu satu jam setelah olahraga
1. Perhatikan petunjuk pelaksanaan Prosedur 2. Lakukan Prosedur Antropometri
3. Prosedur Pelaksanaan Penilaian :
0 Jika tidak dilakukan
1 Jika dilakukan tetapi kurang sempurna 2 Jika dilakukan dengan benar
4. Prosedur Pemeriksaan Pengukuran Berat Badan, Tekanan Darah, Suhu Badan dan Perhitungan Denyut Nadi
No. Langkah klinik / Kegiatan
NILAI
1 2 3 4 A. MENIMBANG BERAT BADAN
I. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri 2. Menciptakan suasana yang menyenangka n
bagi ibu
II.PERSIAPAN ALAT
1. Alat pengukur berat badan 2. Catatan
III.PELAKSANAAN
1. Memastikan jarum timbangan pada posisi nol 2. Memberitahu ibu
3. Mempersilahkan ibu melepaskan sepatu, sandal, pakaian dan perlengkapan karena dapat mempengaruhi hasil timbangan.
4. Memberitahu ibu agar berdiri tepat di tengah timbangan, tidak bersandar dan tidak berpegangan pada sesuatu.
5. Membaca dan mencatat hasil penimbangan 6. Memberitahu ibu berapa berat badannya 7. Memberitahu ibu bahwa penimbangan selesai. B. MENGUKUR TINGGI BADAN
I. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Menjelaskan prosedur pemeriksaan ini kepada ibu
2. Menjelaskan tujuan pemeriksaan ini II. PERSIAPAN ALAT
1. Alat pengukur tinggi badan 2. Catatan
3. Memberitahu ibu
7. Meletakkan penggaris di atas kepala (angka yang didapat pada alat pengukur saat penggaris diletakkan di atas kepala merupakan hasil pengukuran tinggi badan).
8. Memberitahu ibu berapa tinggi badannya. 9. Memberitahu ibu bahwa pengukuran sudah
selesai
10.Mencatat hasil kegiatan. C. MENGUKUR TEKANAN DARAH
I. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
7. Memastikan air raksa berada pada angka nol dengan membuka pengunci air raksa.
8. Menutup pengunci pada pompa karet.
9. Memasang stetoskop di telinga sambil meraba arteri brachialis.
10.Meletakkan stetoskop di atas arteri tersebut dan melakukan pemompaan sampai denyut nadi tidak terdengar.
11. Membuka pengunci bola karet pelan-pelan untuk menurunkan air raksa sambil tetap mendengarkan denyut nadi. (Denyut nadi yang didengar pertama pada saat penurunan air raksa merupakan angka systole dan denyut nadi yang terdengar terakhir angka diastole). 12.Mengulang perasat ini 2-4 kali untuk
meyakinkan hasilnya.
13. Mengunci pompa bola karet dan air raksa 14.Memperhatikan ibu agar tidak kesakitan pada
waktu memompa air raksa.
15.Memberitahu hasil pemeriksaan tekanan darah kepada ibu.
16.Buku manset dan tensimeter dirapikan kembali
17.Mencatat hasilnya
D. MENGUKUR SUHU BADAN I. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Menjelaskan prosedur pemeriksaan ini kepada ibu.
2. Menjelaskan tujuan dari pemeriksaan ini. II.PERSIAPAN ALAT
1. Termometer dalam tempatnya 2. Botol berisi larutan sabun
3. Botol larutan lisol 5 % di dalamnya diberi kain kasa/kapas.
4. Botol berisi air bersih, di dalamnya diberi alas kain kasa/kapas.
5. Potongan tissue dalam tempatnya 6. Vaselin dalam tempatnya
7. Catatan suhu 8. Bengkok III. PELAKSANAAN
PENGUKURAN SUHU PADA KETIAK
1. Bila perlu lengan baju pasien dibuka dan ketiaknya harus dikeringkan.
2. Thermometer diperiksa apakah air raksa tepat pada angka nol, lalu jepitkan dengan resevoarnya tepat di tengah ketiak dan lengan pasien dilipatkan di dada.
3. Setelah 5 sampai 10 menit thermome ter diangkat dan langdung dibaca dengan teliti kemudian hasilnya dicatat pada buku.
desinfektan selanjutnya dibersihkan dengan air bersih dan dikeringkan.
5. Air raksa diturunkan kembali pada angka nol dan thermometer diletakkan pada tempatnya serta siap dipakai untuk pasien berikutnnya. E. MENGHITUNG DENYUT NADI
I. PERSETUJUAN PEMERIKSAAN
1. Menjelaskan prosedur pemeriksaan ini kepada ibu.
2. Menjelaskan tujuan dari pemeriksaan ini. II.PERSIAPAN ALAT
1. Arloji tangan dengan petunjuk detik atau dengan polsteller
2. Catatan
III. PELAKSANAAN
1. Menghitung denyut nadi dilakukan bersama dengan pengukuran suhu tubuh.
2. Pada waktu menghitung denyut nadi, pasien harus benar-benar istirahat dalam posisi berbaring atau duduk.
3. Perhitungan dilakukan dengan menempe lka n jari telunjuk dan jari tengah di atas arteri selama setengah menit dan hasilnya dikalikan dua. (khusus pada anak-anak perhitunga n dilakukan selama satu menit).
PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk hidup yang unik dan kompleks, yang dipengaruhi oleh ingkungan internal dan eksternal dan berespon terhadap stimulus lingkunga n internal dan eksternal. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. manusia dapat memenuhi secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain. Terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sseoraang menentukan tingkat kesehatan seseorang dan posisinya dalam rentang sehat-sakit Ciri kebutuhan dasar mansia: Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Asuhan kebidanan klien yang holisrik mempertimbangkan semua dimensi yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam rentang sehat sakit. Kebutuhan fisik meliputi oksigen, nutris i, cairan dan elektrolik, intake dan output, eliminasi, personal hygiene dan body mekanik.
KOMPETENSI DASAR
Diharapkan peserta didik dapat mengetahui biologi reproduksi pada kasus kebidanan.
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
Mahasiswa mampu mengetahui dan menggunakan mikroskop
KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1 : Prinsip Mikrobiologi dalam Praktik Kebidanan
1. Uraian Materi a. Definisi
Mikroskop adalah alat bantu yang digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.
b. Fungsi Mikroskop
1) Fungsi utamanya adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. 2) Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan berakar pada fungs i
utamanya, bedanya beberapa jenis mikroskop yang dibuat untuk fungs i yang lebih detail, contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja
c. Persiapan Alat Dan Bahan 13. Mikroskop
NO BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP
1 Bagian-bagian optik
a. Lensa okuler: lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung
pada gambar, pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa
okuler berfungsi untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa
objektif. Lensa okuler biasanya memiliki perbesaran 6,10, atau 12
kali.
b. Lensa objektif: lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat
3 lensa objektif pada mikroskop, yaitu dengan perbesaran 10,40,
atau 100 kali. Saat menggunakan lensa objektif pengamat harus
mengoleskan minyak emersi kebagian objek, minyak emersi ini
berfungsi sebagai pelumas dan untuk memperjelas bayangan
benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek
yang diamati sangat dekat bahkan kadang bersentuhan.
c. Kondesor: bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi
untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan
memusatkan ke objek.
d. Diafragma: bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikit
cahaya yang masuk dan mengenal preparat
e. Cermin: bagian yang berfungsi untuk menerima dan megarahkan
cahaya dengan cara memantulkan cahaya tersebut.
2. Bagian-bagian mekanik (non-optik)
a. Revolver: bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran
lensa objektif yang diinginkan.
b. Tabung mikroskop: bagian yang berfungsi untuk menghubungkan
lensa objektif dan lensa okuler mikroskop.
c. Lengan mikroskop: bagian yang berfungsi untuk tempat
d. Meja benda: bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan
objek yang akan diamati, pada meja benda terdapat penjepit
objek, yang menjaga objek tetap ditempat yang diinginkan.
e. Makrometer (pemutar kasar): bagian yang berfungsi untuk
menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat untuk
pengaturan mendapatkan kejelasan objek yang diinginkan.
f. Mikrometer (pemutar halus): bagian yang berfungsi untuk
menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat untuk
pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang
diinginkan.
g. Kaki mikroskop: bagian yang berfungsi sebagai penyangga yang
menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan. Dan juga
untuk tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak
PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk hidup yang unik dan kompleks, yang dipengaruhi oleh ingkungan internal dan eksternal dan berespon terhadap stimulus lingkunga n internal dan eksternal. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. manusia dapat memenuhi secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain. Terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sseoraang menentukan tingkat kesehatan seseorang dan posisinya dalam rentang sehat-sakit Ciri kebutuhan dasar mansia: Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Asuhan kebidanan klien yang holisrik mempertimbangkan semua dimensi yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam rentang sehat sakit. Kebutuhan fisik meliputi oksigen, nutris i, cairan dan elektrolik, intake dan output, eliminasi, personal hygiene dan body mekanik.
KOMPETENSI DASAR
Diharapkan peserta didik dapat melakukan penerapan dasar-dasar biologi reproduksi dalam praktik kebidanan
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
Mahasiswa mampu mengetahui pertumbuhan janin
Kegiatan Belajar 1 : Pertumbuhan Janin 1. Uraian Materi
a. Pertumbuhan dan perkembangan janin dimulai sejak terjadinya konsepsi. Kehamilan akan berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu terhitung dari haid pertama haid terakhir. Perubahan-perubahan dan organogenesis terjadi pada berbagai peride kehamilan.
b. Tahap-tahap pertumbuhan hasil konsepsi dibedakan menjadi 3, yaitu: 1) Ovum: umur 0-2 minggu, dimana hasil konsepsi belum tampak
terbentuk pertumbuhan.
2) Embrio (mudigah): antara umur 3-5 minggu dan sudah tampak rancangan bentuk alat-alat tubuh.