Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
iDAFTAR ISI
Daftar Isi ... i
Daftar Gambar ... iii
Daftar TABEL ... iv Daftar Lampiran ... v SISTEM DC ... 1 1. PENDAHULUAN ... 1 1.1. Gambaran Umum ... 1 1.2. Peralatan Sistem DC ... 2
1.3. Bagian–Bagian Utama Peralatan Sistem DC ... 2
1.4. Rectifier / Charger ... 3
1.5. Mode Operasi Pengisian pada Rectifier / Charger ... 6
1.5.1 Floating Charge ... 6 1.5.2 Equalizing Charge ... 6 1.5.3 Boosting Charge ... 6 1.6. Baterai ... 7 1.6.1 Elektroda ... 7 1.6.2 Elektrolit ... 7 1.6.3 Sel Baterai... 7 1.6.3.1 Steel container ... 8 1.6.3.2 Plastic container ... 8
1.6.4 Terminal dan Penghubung Baterai ... 8
1.7. Konduktor ... 9
1.8. Terminal - terminal ... 9
1.9. FMEA ... 9
2. PEDOMAN PEMELIHARAAN ...11
2.1 In service inspection / Inspeksi dalam keadaan operasi ...11
2.1.1 Inspeksi Mingguan ...11 2.1.2 Inspeksi Bulanan ...11 2.2 In service Measurement ...11 2.2.1 Periode Mingguan ...11 2.2.2 Periode Bulanan ...12 2.2.3 Periode 6 Bulanan ...12
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
ii2.2.4 Pengujian dan Pengukuran 1 Tahunan ...12
2.2.5 Pengujian dan Pengukuran 2 Tahunan ...13
2.3 Pemeliharaan/ Pengujian setelah Gangguan ...13
3. EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN ...17
3.1 In-Service Inspection ...17 3.2 In-Service Measurement ...17 3.3 Shutdown Testing ...18 3.4 Metode ...20 4. REKOMENDASI ...20 GLOSARRY ...31
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
iiiDAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Diagram Instalasi Sistem DC ... 1
Gambar 1.2 Blok Diagram Sistem DC ... 2
Gambar 1.3 Transformator 3 fasa ... 3
Gambar 1.4 Diagram Penyearah thyristor 3 fasa ... 3
Gambar 1.5 Rangkaian Filter (Penyaring) ... 4
Gambar 1.6 Modul Elektronik AVR ... 4
Gambar 1.7 Diagram Voltage Droper ... 5
Gambar 1.8 PCB rangkaian elektronik VR ... 6
Gambar 1.9 Reaksi elektrokimia pada sel baterai discharge dan charge ... 7
Gambar 1.10 Plastic container dan Steel container ... 8
Gambar 1.11 Terminal Penghubung baterai ... 8
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
ivDAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Pemeliharaan Setelah Gangguan pada Rectifier ... 14
Tabel 2. 2 Tabel Pemeliharaan Setelah Gangguan pada Rectifier ... 14
Tabel 2. 3 Tabel Pemeliharaan Setelah Gangguan pada Rangkaian Beban ... 16
Tabel 3. 14 Tabel In-Service Inspection... 17
Tabel 3. 2 5 In-Service Measurement ... 17
Tabel 3. 36 Tabel Shutdown Testing ... 18
Tabel 4. 17 Tabel Rekomendasi In-Service Inspection rectifier ... 20
Tabel 4. 2.8 Tabel Rekomendasi In-Service Inspection baterai ... 21
Tabel 4. 39 Tabel Rekomendasi In-Service Measurement ... 21
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
vDAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 - FORMULIR HASIL UJI ... 25 Lampiran 2 - HASIL PENGUJIAN FUNGSI RECTIFIER DAN VOLTAGE DROPER ... 29 Lampiran 3 - FMEA ... 30
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
1
SISTEM DC
1.
PENDAHULUAN
1.1.
Gambaran Umum
Dalam pengoperasian tenaga listrik terdapat dua macam sumber tenaga untuk kontrol
di dalam Gardu Induk, ialah sumber arus searah (DC) dan sumber arus bolak balik
(AC). Sumber tenaga untuk kontrol selalu harus mempunyai keandalan dan stabilitas
yang tinggi. Karena persyaratan inilah dipakai baterai sebagai sumber arus searah.
Catu daya sumber DC digunakan untuk kebutuhan operasi relai proteksi dan kontrol
serta untuk scadatel.
Untuk kebutuhan operasi relai dan kontrol di PLN terdapat dua sistem catu daya
pasokan arus searah yaitu DC 110V dan DC 220V, sedangkan untuk kebutuhan
scadatel menggunakan sistem Catu Daya DC 48V.
Catu daya DC bersumber dari rectifier dan baterai terpasang pada instalasi secara
paralel dengan beban, sehingga dalam operasionalnya disebut Sistem DC.
Tujuan Pemeliharaan Sistem DC adalah : untuk mengusahakan agar rectifier dan
baterai berikut rangkaiannya selalu bekerja sesuai karakteristiknya, sehingga
diharapkan Sistem DC mempunyai keandalan yang tinggi. Diagram instalasi Sistem
DC dapat dilihat pada gambar .1.1
Gambar 1.1 Diagram Instalasi Sistem DC BEBAN DC REL DC FUSE REL 20KV RECTIFIER TRAFO PS MCB BATERE BEBAN DC REL DC FUSE REL 20KV RECTIFIER TRAFO PS MCB BATERE
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
2
1.2.
Peralatan Sistem DC
Secara umum, sistem DC dapat digambarkan sesuai blok diagram ( Gambar 1.2. )
Gambar 1.2 Blok Diagram Sistem DC
1.3.
Bagian–Bagian Utama Peralatan Sistem DC
1.3.1
Rectifier / Charger.
Rectifier atau Charger adalah suatu rangkaian alat listrik untuk mengubah arus listrik
bolak- balik (AC) menjadi arus searah (DC)
Umumnya Rectifier yang terpasang di Gardu berfungsi untuk mengisi muatan baterai,
memasok daya secara kontinu ke beban dan menjaga baterai agar tetap dalam
kondisi penuh.
1.3.2
Baterai
Suatu alat penyimpan energi listrik arus searah, yang berfungsi sebagai sumber
cadangan ke beban.
1.3.3
Konduktor
Berfungsi sebagai penghantar energi listrik arus searah dari sumber ke beban.
1.3.4
Terminal – terminal
Berfungsi sebagai tempat percabangan dimana energi listrik akan dikirim atau dibagi
ke beban-beban.
a
b
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
3
1.4.
Rectifier / Charger
1.4.1
Transformator Utama
Transformator utama yang terpasang pada rectifier biasanya merupakan transformator
step-down berfungsi sebagai penurun tegangan dari tegangan AC 220/380 volt
menjadi 110 /48 volt contoh transformator utama sebagai yang diperlihatkan pada
gambar 3.
Besar kapasitasnya harus disesuaikan dengan kapasitas baterai terpasang dan beban
sumber DC di Gardu Induk tersebut, paling tidak kapasitas arus output transformator
harus lebih besar 20% dari arus pengisian baterai.
Gambar 1.3 Transformator 3 fasa
1.4.2
Penyearah Thyristor
Untuk bisa mengatur tegangan keluaran penyearah digunakan penyearah jembatan
thyristor 3 fasa, penyearah ini dari bahan semi konduktor yang dilengkapi dengan satu
terminal kontrol untuk mengatur sudut penyalaan thyristor.
Gambar 1.4 Diagram Penyearah thyristor 3 fasa
+
-
Rangkaian kontrol elektronik ( AVR )R
S
T
BebanListrik untuk kehidupan yang lebih baik
4
1.4.3
Filter (penyaring)
Filter berfungsi sebagai penyaring tegangan DC yang keluar dari rangkaian penyearah
agar dapat menghasilkan tegangan searah yang murni ( kandungan harmonisa atau
ripple tegangan keluarannya tidak melebihi batas tertentu).
Rangkaian filter ini bisa terdiri dari rangkaian induktif, kapasitif atau kombinasi dari
keduanya.
Gambar 1.5 Rangkaian Filter (Penyaring)
1.4.4
AVR ( Automatic Voltage Regulator)
Automatic Voltage Regulator yang terpasang pada rectifier / Charger merupakan
modul elektronik yang berfungsi untuk memberi trigger positif pada gate Thyristor
sehingga pengaturan arus maupun tegangan output rectifier yang mengalir ke baterai
maupun ke beban dapat diset sesuai kebutuhan.
Gambar 1.6 Modul Elektronik AVR
FILTER
L
C
Baterai BebanListrik untuk kehidupan yang lebih baik
5
1.4.5
Alarm Unit
Suatu perangkat elektronik yang yang berfungsi memberikan informasi ketika terjadi
kondisi abnormal pada sistem kerja charger antara lain :
•
AC Failure (Sumber AC input hilang)
•
DC Failure (Sumber AC output hilang)
•
High DC Voltage (Tegangan DC tinggi)
•
Earth Fault Positif (Hubung tanah pada kutub positif pada sumber DC)
•
Earth Fault Negatif (Hubung tanah pada kutub negatif pada sumber DC)
1.4.6
Rangkaian Voltage Dropper
Terdiri dari beberapa dioda yang terhubung seri yang berfungsi untuk menurunkan
tegangan pada saat rectifier digunakan untuk tujuan pemeliharaan pada baterai agar
selalu dalam keadaan penuh (Full Charge). Ketika beroperasi dengan pengisian Boost
atau Equalizing tegangan output rectifier disisi baterai maupun beban akan tinggi
sehingga dalam kondisi ini akan merusak peralatan, oleh karena itu supaya tegangan
di sisi beban tetap stabil / rendah, maka dipasang penurun tegangan atau Voltage
droper. Besarnya kapasitas droper akan tergantung kebutuhan besarnya tegangan
yang harus diturunkan pada saat rectifier bekerja dengan pengisian Equalizing atau
Boost.
Gambar 1.7 Diagram Voltage Droper
1.4.7
Unit Pengaturan
Umumnya pengaturan untuk operasi rectifier agar dapat memenuhi syarat / standar
pengisian baterai sesuai yang diinginkan maka pengaturan setting tegangan atau arus
dapat diatur pada modul kontrol unit, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur variabel
Load Output High Voltage Control Card Relay 1 High Voltage Control Card Relay 2 Diode Diode Load Output High Voltage Control Card Relay 1 High Voltage Control Card Relay 2 Diode Diode Load Output High Voltage Control Card Relay 1 High Voltage Control Card Relay 2 Diode Diode
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
6
resistor pada PCB rangkaian elektronik AVR dengan cara memutar ke kiri atau ke
kanan.
Gambar 1.8 PCB rangkaian elektronik VR
1.5.
Mode Operasi Pengisian pada Rectifier / Charger
Umumnya jenis pengisian pada rectifier yang diperlukan oleh baterai adalah : Floating,
Equalizing dan Boosting.
1.5.1
Floating Charge
Adalah jenis pengisian ke baterai untuk menjaga baterai dalam keadaan full charge
dan baterai tidak mengeluarkan maupun menerima arus listrik saat mencapai tegangan
floating dan baterai tetap tersambung ke charger dan beban.
Di Gardu Induk umumnya menggunakan sistem floating.
Bila sumber AC hilang atau pengisi baterai terganggu, maka beban langsung di suplai
dari baterai.
1.5.2
Equalizing Charge
Adalah jenis pengisian baterai untuk menyamakan / meratakan tegangan karena
terjadi perbedaan tegangan tiap sel.
1.5.3
Boosting Charge
Adalah jenis pengisian cara cepat yang digunakan untuk initial charge atau pengisian
kembali pada baterai setelah baterai mengalami pengosongan yang besar atau setelah
di tes kapasitas.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
7
1.6.
Baterai
1.6.1
Elektroda
Tiap sel baterai terdiri dari 2 (dua) macam elektroda, yaitu elektroda positif dan
elektroda negatif yang direndam dalam suatu larutan kimia berfungsi sebagai
pemindah elektron pada saat berlangsung charge discharge (lihat gambar 1.9).
elektroda positif dan negatif terdiri dari :
Grid adalah suatu rangka besi atau fiber berfungsi sebagai tempat material aktif.
Material aktif berfungsi sebagai material yang bereaksi secara kimia untuk
menghasilkan energi listrik.
Gambar 1.9 Reaksi elektrokimia pada sel baterai discharge dan charge
1.6.2
Elektrolit
Elektrolit adalah cairan atau larutan senyawa kimia yang berfungsi menghantarkan
arus listrik, karena larutan tersebut dapat menghasilkan muatan listrik positif dan
negatif. Bagian yang bermuatan positif disebut ion positif dan bagian yang bermuatan
negatif disebut ion negatif. Makin banyak ion – ion yang dihasilkan suatu elektrolit
maka makin besar daya hantar listriknya.
Jenis cairan ektrolit baterai terdiri dari 2 (dua) macam adalah sebagai berikut :
a.
Larutan asam belerang (H
2SO
4) digunakan pada baterai asam.
b.
Larutan Kalium Hidroxide (KOH) digunakan pada baterai alkali.
1.6.3
Sel Baterai
Sel baterai berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan elektrolit dan elektroda adapun
jenis bahan bejana (container) yang digunakan terdiri dari 2 (dua) macam :
Load A N O D A K A T O D A Aliran Elektron Elektrolit Aliran Ion Neg Aliran Ion Pos DC Power supply K A T O D A A N O D A Aliran Elektron Elektrolit Aliran Ion Neg Aliran Ion Pos
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
8
1.6.3.1
Steel container
Sel baterai dengan bejana (container) terbuat dari steel ditempatkan dalam rak kayu,
hal ini untuk menghindari terjadi hubung singkat antar sel baterai atau hubung tanah
antara sel baterai dengan rak baterai.
1.6.3.2
Plastic container
Sel baterai dengan bejana (container) terbuat dari plastik ditempatkan dalam rak besi
yang diisolasi, hal ini untuk menghindari terjadi hubung singkat antar sel baterai atau
hubung tanah antara sel baterai dengan rak baterai apabila terjadi kerusakan /
kebocoran elektrolit baterai.
Gambar 1.10 Plastic container dan Steel container
1.6.4
Terminal dan Penghubung Baterai
Terminal dan klem pada sel baterai berfungsi untuk menghubungkan kutub-kutub sel
baterai mengunakan nickel plated steel atau cooper sedangkan penghubung antar unit
atau grup baterai berbentuk nickel plated atau berupa kabel yang terisolasi ( Insulated
Flexible cable).
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
9
1.7.
Konduktor
Berfungsi menyalurkan daya listrik dengan menggunakan kabel penghubung antara
peralatan – peralatan di Gardu Induk seperti : Rectifier, Baterai, Panel distribusi DC,
Panel kontrol, panel relai dan peralatan di Switch Yard.
1.8.
Terminal - terminal
Berfungsi sebagai tempat pencabangan untuk mengirim energi listrik ke beban-beban,
lokasi terminal-terminal tersebut terdapat pada Panel Distribusi, Rectifier, Panel
Kontrol, Panel relai yang memasok sumber DC.
Gambar 1.12 Diagram Panel Distribusi
1.9.
FMEA
Sistem suplai AC/DC yang sedang beroperasi memiliki potensi mengalami kegagalan,
gangguan, kerusakan. Untuk mengetahui peluang kegagalan dari setiap komponen
yang ada pada sistem DC digunakan metoda Failure mode and Effect Analysis
(FMEA).
Adapun langkah dalam pembuatan FMEA ini adalah dengan mengelompokan
komponen sistem DC berdasarkan fungsinya (Lampiran 3)
Kabel Gland Indikasi Aux Contact MCB 2 POLE 63A Beban DC Aux Contact Kabel Gland Indikasi Aux Contact MCB 2 POLE 63A Beban DC Aux Contact
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
10
a. Rectifier
-
Transformator Utama
-
Penyearah Thyristor
-
Filter (Penyaring)
-
AVR (Auto Voltage Regulator)
-
Alarm Unit
-
Rangkaian Voltage Dropper
b. Baterai
-
Sel baterai
-
Klem antar Sambungan
-
Rak Baterai
c. Konduktor
-
Kabel
-
Sepatu kabel (cable scoen)
d. Terminal -terminal
-
Terminal Tegangan Output Rectifier
-
Terminal Distribution Board
-
Terminal panel Rele & Kontrol
-
Terminal Marshaling Kiosk
-
Terminal pada PMT
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
11
2. PEDOMAN PEMELIHARAAN
2.1
In service inspection / Inspeksi dalam keadaan operasi
In service inspection adalah adalah kegiatan inspeksi yang dilakukan dalam keadaan
operasi tanpa pembebasan tegangan pada Sistem DC. Metode yang digunakan dalam
melakukan In service inspection adalah :
Pengecekan dengan panca indera (visual, penciuman, pendengaran),
Periodik pelaksanaan in service inspection, pada sistem DC dibagi menjadi :
a. Inspeksi mingguan
b. Inspeksi bulanan
2.1.1
Inspeksi Mingguan
a. Suhu Panel Rectifier
b. Kelembaban ruangan
c. Pemeriksaan kebersihan panel rectifier
d. Pemeriksaan Tegangan dan arus pengisian rectifier
e. Lampu indikator rectifier
f. Kondisi Fuse/MCB/NFB
2.1.2
Inspeksi Bulanan
a. Pemeriksaan kebersihan komponen utama pada rectifier
b. Pemeriksaan kipas ventilasi
c. Pemeriksaan pemanas (heater)
d. Pemeriksaan level elektrolit
e. Pemeriksaan sel (container)
f. Pemeriksaan kebersihan sel dan rak baterai
g. Pemeriksaan kesiapan penerangan darurat
2.2
In service Measurement
adalah kegiatan pengukuran yang dilakukan dalam keadaan operasi tanpa
pembebasan tegangan pada sistem DC (Tersambung ke rectifier dan beban)
disesuaikan
dengan
jadwal
pemeliharaan
periodik
Sistem
DC
adalah
:
Mingguan,Bulanan dan 6 bulanan. Pemeriksaan menggunakan alat ukur sederhana
(AVO meter, Hidrometer dan IR Thermogun).
2.2.1
Periode Mingguan
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
12
b. Pengukuran tegangan pada sel yang kondisinya di bawah standar dari
hasil pengukuran sebelumnya.
c. Pengukuran berat jenis pada sel yang kondisinya di bawah standar dari
hasil pengukuran sebelumnya (khusus Lead Acid).
2.2.2
Periode Bulanan
a. Pengukuran Volt meter tegangan input AC
b. Pengukuran Ampere meter arus output DC
c. Pengukuran DC ground (khusus sistem 110 Volt)
d. Pengukuran tegangan per-sel dan total
e. Pengukuran arus pada rangkaian baterai pada kabel antar rak sel
baterai (gunakan tang ampere)
2.2.3
Periode 6 Bulanan
a. Melakukan pengisian Equalizing
b. Penyesuaian (adjustment) tegangan equalizing pada rectifier
c. Pengukuran tegangan dan arus pada saat pengisian equalizing
d. Pengukuran tegangan per-sel dan total (equalizing)
e. Thermovisi saat pengisian equalizing pada :
- Terminal-terminal sel baterai dan Rectifier
- Terminal pencabangan pada rangkaian beban dan panel distribusi DC
- Komponen utama rectifier.
2.2.4
Pengujian dan Pengukuran 1 Tahunan
Pengujian dan pengukuran pada rectifier dan baterai dalam keadaan tidak tersambung
ke beban. Pada Gardu Induk yang terpasang 2 (dua) unit maka dapat dilakukan secara
bergantian, tetapi apabila terpasang hanya 1 unit maka harus menggunakan baterai
dan rectifier cadangan.
a. Penyesuaian (adjustment) tegangan dan arus output rectifier
b. Pengukuran ripple tegangan
c. Pengukuran positif, negatif terhadap ground (khusus sistem 110V
/220V)
d. Kondisi kebersihan komponen pada rectifier
e. Pemeriksaan lampu indikator
f. Pengukuran Tahanan isolasi transformator utama rectifier
g. Pemeriksaan kekencangan mur baut pada terminal utama
transformator
h. Kondisi filter
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
13
j. Kondisi MCB / NFB pada rectifier
k. Kondisi terminal-terminal dan pengawatan pada rectifier
l. Kondisi kontaktor
m. Kondisi PCB modul elektronik (visual)
n. Kondisi socket pada PCB
o. Kalibrasi Amper meter dan volt meter pada rectifier (bila perlu)
p. Kondisi voltage droper menggunakan dummy load
q. Pembersihan klem sel baterai dan rak baterai
r. Pengujian open circuit pada rangkaian baterai (khusus baterai asam)
s. Pengukuran berat jenis cairan elektrolit (khusus baterai Nicad)
2.2.5
Pengujian dan Pengukuran 2 Tahunan
Pengujian dan pengukuran pada rectifier dan baterai dalam keadaan tidak tersambung
ke beban. Pada Gardu Induk yang terpasang 2 unit maka dapat dilakukan secara
bergantian, tetapi apabila terpasang hanya 1 unit maka harus menggunakan baterai
dan rectifier cadangan.
Pemeliharaan pada periode 2 tahunan adalah sebagai berikut :
a. Pengujian Kapasitas baterai
b. Pengukuran suhu elektrolit sel baterai
c. Pengujian kandungan karbon ( bila akan dilakukan rekondisi)
d. Pentanahan (grounding)
e. Uji Fungsi pada rectifier antara lain :
•
Sistem pengisian pada rectifier ( floating, equalizing dan boost )
•
Sistem alarm dan indikator
•
Limit current
•
Earth fault
•
Over voltage
•
Under voltage
•
Voltage droper
2.3
Pemeliharaan/ Pengujian setelah Gangguan
Pemeliharaan setelah gangguan adalah pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi
gangguan pada peralatan Sistem DC yang memerlukan penormalan segera agar
pasokan sumber DC tetap andal.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
14
2.3.1 Pada Rectifier
Tabel 2. 1 Pemeliharaan Setelah Gangguan pada Rectifier
Kondisi Abnormal Kemungkinan Penyebab
Tegangan output naik
- Gangguan pada Modul AVR - Fuse ke baterai putus
- Loss contact pada terminal output Tegangan output tidak ada /
hilang
- MCB trip
- Dioda thyristor rusak Rectifier di ON-kan MCB input
AC trip
- Dioda SCR shorted
- Output transformator utama disconect - Control card disconect / rusak
- Filter capacitor rusak Rectifier beroperasi pada limit
arus terus menerus
- Kelebihan beban pada output rectifier Tegangan output rendah - Gangguan pada transformator utama
- Mala kerja pada voltage droper MCB input AC trip - Kapasitas/karakteristik MCB tidak
sesuai Hubung tanah, lampu indikator
menyala
- Hubung tanah pada rangkaian beban - Seting earth fault tidak sesuai
MCB input posisi-ON tegangan output tidak ada
- Gangguan pada transformator utama
2.3.2
Pada Baterai
Tabel 2. 2 Tabel Pemeliharaan Setelah Gangguan pada Rectifier
Kondisi Abnormal Kemungkinan Penyebab
Baterai panas lebih
- Beban terlalu besar - Kurang kontak
- Tahanan kontak tinggi pada sambungan atau kabel
- Kelebihan pengisian
Tegangan Baterai tinggi - Jumlah sel terpasang kurang
- Seting tegangan rectifier tidak sesuai Elektrolit berbuih / berbusa - Pengotoran oleh gemuk
Berat jenis rendah - Sering dilakukan toping-up Kelebihan Gas pada saat
charge/discharge
- Elektrolit tidak murni Pembentukan garam pada
teminal
- Level elektrolit tinggi - Gasket pada teminal rusak
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
15
Kondisi Abnormal Kemungkinan Penyebab
- Kelebihan berat jenis Hubung singkat ketanah
- Terdapat sel yang bocor - Cairan elektrolit meluap/tumpah - Kerusakan isolasi kabel
Arching pada terminal baterai - Baut klem longgar Pada rangkaian baterai mengalir
arus secara kontinu
- Beberapa sel rusak
- Terjadi kelebihan pengosongan sendiri
Sel baterai panas - Hub singkat didalam sel
- Kandungan carbon / endapan tinggi
Kapasitas rendah
- Float charging terlalu lama
- Pengotoran elektrolit (contaminated) - Pengotoran carbon / endapan - Permukaan elektrolit terlalu rendah - Terjadi pengosongan didalam sel
(sparator) gangguan didalam sel. Penurunan kapasitas atau gagal
total
- Satu atau beberapa sel open sirkuit - Konektor antar sel, konektor antar arak
atau terminal sel berkarat atau putus. Bagian atas sel baterai retak. - Permukaan rak tidak merata
- Sinar matahari
Elektolit meluap - Level elektrolit terlalu tinggi - Rating Charge tinggi
Meledak atau terjadi devormasi
- Suhu elektrolit terlalu tinggi pada saat pengisian ( charging )
- Elektrolit kosong, Charger gagal sehingga terjadi tegangan lebih, Vent-plug tersumbat, terminal kendor dan terjadi arching.
Kabel penghubung antar rak panas
- Loss contact pada sepatu kabel (cable schoen)
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
16
2.3.3
Pada Rangkaian Beban
Tabel 2. 3 Tabel Pemeliharaan Setelah Gangguan pada Rangkaian Beban
Kondisi Abnormal Kemungkinan Penyebab
Terminal pencabangan rusak / longgar
- Penggabungan beberapa kabel - Ukuran kabel tidak sesuai
Hubung tanah - Kerusakan isolasi kabel
- Terminal basah /kotor Indikasi alarm DC hilang tidak
ada
- Auxiliary Contact MCB rusak - Kabel putus
- Rele bantu rusak Kerusakan isolasi pada kabel
pengawatan
- Gangguan mekanis - Penuaan
- Terkena panas - Binatang
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
17
3. EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN
Evaluasi hasil pemeliharaan adalah merupakan kajian dan penilaian hasil inspeksi
maupun pengukuran kemudian membandingkan dengan Standar sebagai acuan dalam
menilai kondisi peralatan.
3.1 In-Service Inspection
Tabel 3.14Tabel In-Service Inspection
No Uraian Standar/Acuan
1 Suhu dalam Panel Rectifier Max 45°C
2 Kelembaban ruangan < 70%
3 Pemeriksaan kebersihan panel rectifier bagian luar
Bersih, kering tidak berdebu
4 Pemeriksaan Tegangan pengisian rectifier
Baterai Nicad :
Tegangan Floating:1,4-1,42V/sel Tegangan Equalizing :1,5-1,55V/sel Baterai Lead Acid :
Tegangan Floating: 2,18V/sel Tegangan Equalizing : 2,33V/sel
5 Pemeriksaan arus pengisian rectifier Baterai Nicad : 0,2 x C
Baterai Lead Acid : 0,1xC (IEC 623)
6 Lampu indikator rectifier Menyala
7 Pemeriksaan Fuse/MCB/NFB Posisi –On
8 Pemeriksaan kebersihan sel dan rak baterai
Tidak lembab/ tidak kotor dan keadaan kering
9 Pemeriksaan kipas ventilasi Beroperasi normal
10 Pemeriksaan level elektrolit Level batas antara Min dan Max 11 Pemeriksaan sel (kontainer) Tidak retak/bocor/ kembung
3.2 In-Service Measurement
Tabel 3.2 5In-Service Measurement
No Uraian Standar/Acuan
1 Tegangan input AC pada rectifier sesuai range name plate 2
Tegangan sel yang kondisinya dibawah standar dari hasil pengukuran
sebelumnya.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
18
No Uraian Standar/Acuan
3 Berat Jenis
Nicad 1,19 gram/liter Lead acid 1,215 gr/liter (full charge)
4 Akurasi pengukuran Volt meter rectifier Sesuai dengan kelas meter 5 Akurasi pengukuran Ampere meter rectifier Sesuai dengan kelas meter 6 Pemeriksaan Tegangan DC terhadap
ground 110 V
Perbedaan Tegangan PositifGround = Tegangan Negatif -Ground Terhadap -Ground = 0 % 7 Pemeriksaan Tegangan DC terhadap
Ground 48 V
Positif– Ground = 0 Volt Positif – Negatif = 48 Volt 8
Pemeriksaan tegangan per-sel dan total (floating)
Baterai Alkali :Tegangan 1,4-1,42V/sel
Baterai asam : 2,23 V/sel (IEC 4781)
9 Pemeriksaan tegangan per-sel dan total (equalizing)
Nicad 1,5-1,55V/sel
Lead acid 2,33 V/sel ( IEC 478-1) 10 Pemeriksaan arus pada rangkaian baterai < 1 Ampere
11 Arus pengisian equalizing Nicad 0,2 x C (IEC 623)
Lead acid 0,1 x C (IEC 623) 12 Suhu terminal-terminal pada rectifier dan
baterai
Berdasarkan percobaan kondisi normal 1- 2 ºC diatas ambient temperatur
13 Suhu komponen utama rectifier Maksimum 45 ºC
14 Pemeriksaan karet-karet pintu dan kunci Pintu tertutup rapat dan dapat dikunci
3.3 Shutdown Testing
Tabel 3. 36Tabel Shutdown Testing
No Uraian Standar/Acuan
1 Seting tegangan output rectifier
Nicad :Tegangan 1,4-1,42V/sel x jml sel
Lead acid: 2,23 V/sel x jml sel 2 Seting arus output rectifier (limit current)
Nicad :0,2 x C +(arus beban) Lead acid :0,1 x C +(arus beban)
3 Arus pengisian ke baterai setelah baterai di test kapasitas
Nicad : 0,2 x C Lead acid : 0,1 x C
4 Riple tegangan < 2%, 1% RMS tanpa
tersambung ke baterai. 5 Kebersihan komponen pada rectifier Tidak berdebu
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
19
No Uraian Standar/Acuan
6 Tahanan isolasi transformator utama rectifier > 10 MΩ pada 500V
7 Pemeriksaan filter Bersih dan tidak bocor
8
Kondisi PCB modul elektronic Kondisi bersih dan tidak terdapat tanda-tanda komponen yang rusak
9 Pemeriksaan Socket pada PCB Bersih dan tidak longgar
11 Pemeriksaan Tegangan DC 110V terhadap ground
Tegangan Positif – Ground = Tegangan Negatif - Ground
12 Pemeriksaan Tegangan DC 48 V Positip – Ground : 0 V Positip – Negatip : 48 V
13 Kapasitas Baterai
Kondisi Baik >80%
Arus Discharge Nicad 0,2 x C5 Arus Discharge Lead Acid 0,1 x C10
14 Tegangan Akhir Pengosongan per-sel Nicad : 1V/sel Lead acid: 1,8V/sel 15 Tegangan Akhir Pengisian per-sel Nicad : 1,7 – 1,9 V/sel
Lead acid: 2,4 V/sel 16 Pemeriksaan suhu elektrolit pada saat
pengisian boost Maksimum 35 ºC
17 Pemeriksaan Berat Jenis cairan elektrolit
Kondisi baik :
Nicad 1,19 gram/liter Lead acid 1,215 gr/liter (full charge)
18 Kebersihan klem sel baterai dan rak baterai Tidak kotor dan tidak korosif 19 Pemeriksaan open circuit pada rangkaian
baterai
Tidak open / menunjukan besaran tegangan 20 Pemeriksaan konektor dan kekencangan mur
baut seluruh sel
M8=20 ± 2Nm,M10=30 ± 3Nm M8=16 ± 1Nm,M10=20 ± 1Nm
21 Pemeriksaan Voltage Droper
Bekerja sesuai setingnya : - Berfungsi menurunkan
tegangan pada saat pengisian equalizing dan Boost
- Pada saat sumber AC tidak ada bekerja mem-baypass (tanpa droper)
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
20
3.4 Metode
Metode yang dipergunakan dalam pelaksanaan pemeliharaan Sistem DC adalah
metode assessment hasil monitoring operasi dan pemeliharaan rutin sesuai periodik
yang sudah ditentukan. Dalam pelaksanaannya berorientasi pada CBM peralatan level
1 yaitu lebih mencermati fungsi dan kondisi peralatan sehingga dapat menentukan
model kegagalan yang mungkin terjadi pada seluruh peralatan sistem DC .
4.
REKOMENDASI
Rekomendasi yang dihasilkan mengacu kepada hasil pemeliharaan yang telah
dilakukan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan dan rekomendasi langkah
penyempurnaan untuk meningkatkan keandalan Sistem DC
4.1.
Berdasarkan hasil pemeliharaan in service inspection dihasilkan
rekomendasi sebagai berikut :
Tabel 4.17Tabel Rekomendasi In-Service Inspection rectifier
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
1 Suhu ruangan rectifier > 24 ºC Periksa exhaust fan 2 Suhu dalam Panel Rectifier Max 35 ºC Periksa komponen rectifier 3 Kelembaban ruangan rectifier < 60 % Periksa Heater
4 Kebersihan rectifier Kotor Bersihkan
5 Tegangan pengisian rectifier
110 V dan 48V (Floating) Tidak sesuai
Seting Tegangan Floating Nicad 1,4V / cell, Lead Acid 2,3/Cell
6 Arus pengisian rectifier Tidak sesuai Seting Arus pengisian 7 Lampu indikator rectifier Tidak Nyala Periksa wiring indikator
Ganti segera bila putus
8 Fuse/MCB/NFB Putus
Ganti Fuse/MCB/NFB kemudian dilengkapi dengan Aux switch 9 Suhu terminal-terminal pada
rectifier Terminal panas Ganti terminal yang rusak
10 Kondisi komponen utama pada rectifier
Terdapat yang rusak
Ganti komponen yang rusak
11 Kondisi level elektrolit Elektrolit berkurang
Tambahkan air murni sampai batas antara Minimum dan Maksimum
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
21
Tabel 4. 2.8Tabel Rekomendasi In-Service Inspection bateraiNo Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
1
Kondisi Kebersihan sel dan rak
baterai Berdebu
Bersihkan seluruh sel baterai dan raknya bila perlu cat ulang.
2 Fuse/MCB/NFB Putus Ganti Fuse/MCB/NFB
kemudian dilengkapi dengan Aux switch 3 Kondisi kipas ventilasi ruang
Baterai
Tidak normal Periksa, dan perbaiki bila rusak
4 Kondisi kekencangan mur baut pada terminal baterai
Terminal longgar
Bersihkan baut pada terminal , kencangkan sesuai torsi yang sesuai 5 Kondisi level elektrolit Elektrolit berkurang
Tambahkan air murni sampai batas antara Minimum dan Maksimum
4.2
Berdasarkan hasil pemeliharaan in service Measurement dihasilkan
rekomendasi sebagai berikut :
Tabel 4. 39Tabel Rekomendasi In-Service Measurement
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
1 Tegangan input AC pada rectifier Tegangan input naik/turun > 10 % Periksa transformator PS, rubah posisi tap
transformator PS 2 Tegangan sel yang
dipilih < 1,2 V/sel (nicad)
< 2 V/sel (asam)
Lakukan pengisian equalizing
Ganti baterai nicad /asam
3 Pengukuran tegangan per-sel dan total
Rata-rata tegangan per-sel bertegangan rendah
- Periksa level elektrolit - Periksa Berat jenis
elektrolit
- Charging dengan benar
4 Pemeriksaan berat jenis
< 1,17 gr/ltr (nicad) < 1,18 gr/ltr (asam) (batas minimum)
Ganti elektrolit nicad - Lakukan pengisian
equalizing
- Ganti baterai asam 5
Pemeriksaan kondisi Volt meter dan Ampere meter pada rectifier
Akurasi penunjukan tidak sesuai dengan kelas meter
Periksa dan Kalibrasi Volt meter dan Ampere meter. 6 Kondisi DC ground DC ground tidak - Telusuri DC ground fault
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
22
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
(khusus sistem 110V) seimbang ± 5% dg metode Grouser - Pencarian lokasi gangguan menggunakan metode lokalisir 7 Kondisi DC ground (khusus sistem 48 V) DC ground tidak seimbang ± 0% - Melakukan pemeriksaan dan penyempurnaan pada konektor.
- Mengencangkan baut terminal grounding. 8 Karet-karet pintu dan
kunci rectifier Kondisi rusak
Ganti karet pintu dan kunci rectifier.
4.3
Berdasarkan hasil pemeliharaan Shutdown Testing dihasilkan
rekomendasi sebagai berikut :
Tabel 4. 4.10Tabel Rekomendasi Shutdown Testing
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
1
Seting tegangan dan arus output rectifier ketika pengisian floating
Seting tegangan output tidak sesuai dengan yang diharapkan (pada baterai Nicad / asam)
Seting tegangan output rectifier dengan acuan sbb :
- Nicad :1,4-1,42V/sel x jml sel
- Lead acid: 2,23 V/sel x jml sel
2 Riple tegangan Hasil pengukuran riple tegangan tinggi, melebihi batas yang diijinkan (>2%)
- Periksa filter pada rectifier
- Ganti Filter capacitor dengan kapasitas yang lebih tinggi.
3 Kondisi Berat Jenis cairan elektrolit
Berat jenis cairan elektrolit rendah pada baterai Nicad atau asam.
Nicad :
Lakukan Charge
discharge dan pengujian Carbon, bila perlu reconditioning elektrolit. Lead Acid :
Lakukan Charge
discharge, bila perlu ganti baterai yang dianggap
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
23
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
rusak. 4 Tahanan isolasi transformator utama rectifier Kondisi isolasi transformator menurun (<10 MΩ)
Periksa, bila perlu ganti
5 Pentanahan
(Grounding) Hasil pengukuran > 1 Ω
Perbaiki sistem pentanahan
6
Kekencangan mur baut pada terminal transformator utama
Terminal pada transformator longgar
- Kencangkan dengan torsi yang sesuai. - Ukur arus pada sisi
sekunder transformator, bila tidak simetris ganti transformator.
7 Filter capasitor (Visual)
Retak,Bocor
Ganti capasitor dengan spesifikasi teknis yang sama.
8 Fuse/ pengaman pada rectifier
Putus dan indikasi tidak ada
- Usut gangguannya - Periksa kesesuaian
rating arus pada fuse.
9 Terminal-terminal dan pengawatan pada rectifier Terminal pengawatan longgar - Melakukan pemeriksaan terminal. - Kencangkan dan bila
perlu ganti terminal
10
Modul elektronic dan Socket pada PCB
Modul elektronik dan socket kotor / rusak
- Bersihkan
menggunakan contact cleaner
- Bila kondisi rusak ganti.
11
Kondisi konektor dan kekencangan mur baut seluruh sel baterai
Konektor antar sel baterai longgar
Buka konektor,bersihkan dan kencangkan dengan torsi yang sesuai
12 Kondisi Voltage Droper
Tidak bekerja sesuai fungsinya.
- Periksa kondisi dioda Droper
- Tuning kendali tegangan pada modul voltage droper - Lakukan uji fungsi
13 Rak baterai Berkarat / korosif
- Melakukan pemeriksaan sel. - Bongkar sel baterai,
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik
24
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
kembali.
14 Kapasitas baterai per sel menurun (<80%)
Kondisi baterai per sel mengalami penurunan kapasitas (<80%)
- Lakukan pengisian boost kemudian uji ulang.
- Bila kapasitas tidak meningkat sebelum rekondisi elektrolit , lakukan uji carbon. - Lakukan penggantian
sel yang rusak.
15 Suhu elektrolit sel baterai
Suhu baterai pada saat pengisian dengan harga tinggi ( Boost) naik > 35 oC
- Hentikan pengisian jika suhu elektrolit >35 oC - Periksa Terminal
sambungan sel baterai - Lakukan uji karbon, bila
perlu reconditioning elektrolit.
16 Kandungan Carbon Hasil Uji melebihi yang ditentukan (75 gr/ltr)
Lakukan reconditioning elektrolit.
17
Seting Sensor Low DC Voltage.
Sensor low voltage pada rectifier menyala dan tidak bisa diriset
Periksa tegangan output rectifier, bila tegangan normal lakukan tuning sampai lampu indikator low voltage bisa di reset.
18
Seting Sensor High DC Voltage
Sensor High voltage pada rectifier menyala dan tidak bisa diriset
Periksa tegangan output rectifier, bila tegangan tidak normal lakukan tuning sampai lampu indikator low voltage bisa di reset.
19 Kondisi Sel Kondisi Sel retak/ Bocor dan kembung
Dilakukan penggantian Sel baterai.