Pertolonga
Pertolongan n Pertama pada Pertama pada KegawatdarKegawatdaruratan Respirasiuratan Respirasi
1)
1) AsmaAsma
Asma merupakan kondisi dimana jalan udara ke paru-paru menjadi sempit akibat Asma merupakan kondisi dimana jalan udara ke paru-paru menjadi sempit akibat spasme otot, edema membran mukosa paru dan peningkatan produksi mukus di spasme otot, edema membran mukosa paru dan peningkatan produksi mukus di paru- paru.
paru. Asma Asma terjadi terjadi akibat akibat peradangan peradangan pada pada saluran saluran napas napas akibat akibat terlalu terlalu responsif responsif terhadapterhadap suatu rangsangan. Akibatnya, saluran napas menjadi sempit dan diperparah dengan suatu rangsangan. Akibatnya, saluran napas menjadi sempit dan diperparah dengan pengeluaran lendir. Penderita akan merasa kesulit
pengeluaran lendir. Penderita akan merasa kesulitan bernapas, terutama saat an bernapas, terutama saat menghembuskanmenghembuskan napas.
napas.
Pemicu timbulnya asma, secara umum berupa : Pemicu timbulnya asma, secara umum berupa :
Alergen (debu rumah, serbuk sari, obat-obatan)Alergen (debu rumah, serbuk sari, obat-obatan)
yang dihirup yang dihirup
Iritan ( seperti asap rokok, polutan dan bau-bauIritan ( seperti asap rokok, polutan dan bau-bau
yang menyengat) yang menyengat)
Aktifitas fisik yang berlebihan (latihan atau olahAktifitas fisik yang berlebihan (latihan atau olah
raga) raga)
Perubahan temperatur dan cuacaPerubahan temperatur dan cuaca
Infeksi saluran napas terutama yang disebabkanInfeksi saluran napas terutama yang disebabkan
oleh virus. oleh virus.
Medikasi tertentu, seperti aspirin dan beberapa obatMedikasi tertentu, seperti aspirin dan beberapa obat
tekanan darah. tekanan darah.
Zat pengawet atau zat tambahan dalam makanan.Zat pengawet atau zat tambahan dalam makanan.
Emosi atau stressEmosi atau stress
MenangisMenangis
Tanda dan Gejala Tanda dan Gejala
Nafas pendek, terutama saat berbicara Nafas pendek, terutama saat berbicara
Batuk kering atau berdahakBatuk kering atau berdahak
Peningkatan denyut nadiPeningkatan denyut nadi
SianosisSianosis
Sesak napas parah dengan ekspirasi memanjang disertai wheezing (mengi)Sesak napas parah dengan ekspirasi memanjang disertai wheezing (mengi)
Pertolongan Pertama Pertolongan Pertama
Tenangkan penderitaTenangkan penderita
Bantu penderita untuk duduk dan istirahat, jangan meninggalkan penderita sendirian.Bantu penderita untuk duduk dan istirahat, jangan meninggalkan penderita sendirian.
Jika penderita kooperatif, bantu penderita Jika penderita kooperatif, bantu penderita menggunakan bronkodilator 4 semprotanmenggunakan bronkodilator 4 semprotan
tiap 4 menit. tiap 4 menit.
Istirahatkan penderita.Istirahatkan penderita.
Jika tersedia, oksigen dapat diberikan.Jika tersedia, oksigen dapat diberikan.
Jika tidak ada perbaikan atau perbaikan amat sedikit, hubungi fasilitas kesehatan.Jika tidak ada perbaikan atau perbaikan amat sedikit, hubungi fasilitas kesehatan.
Jangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya ia sulit berbicaraJangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya ia sulit berbicara
2)
2) TenggelamTenggelam
Tenggelam menjadi salah satu Tenggelam menjadi salah satu penyebab
penyebab kematian kematian yang yang terbilangterbilang cukup sering. Pada hakikatnya cukup sering. Pada hakikatnya kematian yang menimpa korban kematian yang menimpa korban tenggelam terjadi akibat adanya tenggelam terjadi akibat adanya sumbatan jalan pernapasan serta sumbatan jalan pernapasan serta kekurangan oksigen (hipoksia). kekurangan oksigen (hipoksia). Kebanyakan orang tenggelam tidak Kebanyakan orang tenggelam tidak
dapat atau tidak meminta bantuan. Tenaga mereka habis untuk mempertahankan kepala dapat atau tidak meminta bantuan. Tenaga mereka habis untuk mempertahankan kepala mereka di atas air.
mereka di atas air.
Pertolongan pertama yang dapat diberikan yaitu : Pertolongan pertama yang dapat diberikan yaitu :
Pindahkan penderita secepat mungkin dari air dengan cara teraman.Pindahkan penderita secepat mungkin dari air dengan cara teraman.
Setelah keluar dari air, putar atau arahkan penderita ke satu sisi dan buka jalanSetelah keluar dari air, putar atau arahkan penderita ke satu sisi dan buka jalan
nafasnya, sehingga memungkinkan air untuk dimuntahkan dari mulut. nafasnya, sehingga memungkinkan air untuk dimuntahkan dari mulut.
Cek pernafasan, jika penderita tidak bernafas, mulai lakukan resusitasi udara ekspirasiCek pernafasan, jika penderita tidak bernafas, mulai lakukan resusitasi udara ekspirasi
atau nafas buatan. atau nafas buatan.
Setelah lima nafas, cek nadi karotis.Setelah lima nafas, cek nadi karotis.
Jika penderita tidak teraba nadinya, maka lakukan RJP.Jika penderita tidak teraba nadinya, maka lakukan RJP.
3)
3) TersedakTersedak
Tersedak terjadi akibat adanya Tersedak terjadi akibat adanya sumbatan pada jalan nafas. Secara sumbatan pada jalan nafas. Secara umum sumbatan jalan nafas dapat terjadi umum sumbatan jalan nafas dapat terjadi baik
baik pada pada jalan jalan nafas nafas bagian bagian atas atas atauatau jalan
jalan nafas nafas bagian bagian bawah. bawah. Jalan Jalan atasatas bagian
bagian atas atas meliputi meliputi mulut mulut dan dan hidunghidung sampai ke laring. Bronkus dan sampai ke laring. Bronkus dan selanjutnya tergolong jalan nafas bagian selanjutnya tergolong jalan nafas bagian bawah,
bawah, sumbatan sumbatan pada pada bagian bagian ini ini biasanya biasanya akibat akibat benda benda asing asing yang yang terhirup terhirup atau atau spasmespasme saluran nafas.Sumbatan jalan nafas pada orang sadar umumnya karena makanan, sedangkan saluran nafas.Sumbatan jalan nafas pada orang sadar umumnya karena makanan, sedangkan pada orang yang tidak ada respo
pada orang yang tidak ada respon adalah lidah yang jatuh ke belakang.n adalah lidah yang jatuh ke belakang.
Secara umum sumbatan dapat terjadi akibat benda asing (makanan, mainan, darah dan Secara umum sumbatan dapat terjadi akibat benda asing (makanan, mainan, darah dan lainnya) atau dari struktur anatomis penderita (lidah, penyempitan saluran pernafasan, lainnya) atau dari struktur anatomis penderita (lidah, penyempitan saluran pernafasan, kerusakan jaringan dan sebagainya). Pada bayi dan anak kecil sumbatan jalan nafas kerusakan jaringan dan sebagainya). Pada bayi dan anak kecil sumbatan jalan nafas kebanyakan terjadi akibat benda asing, sedangkan pada orang dewasa paling banyak terjadi kebanyakan terjadi akibat benda asing, sedangkan pada orang dewasa paling banyak terjadi akibat lidah. Sumbatan yang terjadi oleh benda asing dapat bersifat total atau sebagian akibat lidah. Sumbatan yang terjadi oleh benda asing dapat bersifat total atau sebagian (parsial).
(parsial).
Pada sumbatan total, mungkin penderita ditemukan masih sadar atau dalam keadaan Pada sumbatan total, mungkin penderita ditemukan masih sadar atau dalam keadaan tidak sadar. Obstruksi total akut biasanya disebabkan oleh tertelannya benda asing yang tidak sadar. Obstruksi total akut biasanya disebabkan oleh tertelannya benda asing yang kemudian tersangkut dan tersumbat di pangkal laring. Bila obstruksi total timbul perlahan kemudian tersangkut dan tersumbat di pangkal laring. Bila obstruksi total timbul perlahan (insidious), biasanya berawal dari obstruksi parsial yang kemudian menjadi total. Penderita (insidious), biasanya berawal dari obstruksi parsial yang kemudian menjadi total. Penderita akan sulit bernafas dan akhirnya akan kehilangan kesadaran. Dalam keadaan sehari-hari yang akan sulit bernafas dan akhirnya akan kehilangan kesadaran. Dalam keadaan sehari-hari yang sering dijumpai adalah tersedak yang memiliki ciri khas. Penderita terkesan mencekik leher sering dijumpai adalah tersedak yang memiliki ciri khas. Penderita terkesan mencekik leher sendiri dengan dua tangannya.
sendiri dengan dua tangannya.
Sumbatan parsial ditandai dengan upaya untuk bernafas dan mungkin disertai bunyi Sumbatan parsial ditandai dengan upaya untuk bernafas dan mungkin disertai bunyi nafas tambahan misalnya mengirik, mengorok, kumur dan lain-lain, tergantung dari nafas tambahan misalnya mengirik, mengorok, kumur dan lain-lain, tergantung dari penyebabnya, yaitu :
penyebabnya, yaitu :
Cairan (darah, sekret, aspirasi lambung)Cairan (darah, sekret, aspirasi lambung)
Timbul suara seperti kumur-kumur (gurgling), suara nafas bercampur dengan suara cairan. Timbul suara seperti kumur-kumur (gurgling), suara nafas bercampur dengan suara cairan. Dalam keadaan ini harus dilakukan penghisapan (suction).
Lidah jatuh ke belakangLidah jatuh ke belakang
Timbul suara mengorok (snoring). Keadaan ini timbul misalnya pada keadaan tidak sadar Timbul suara mengorok (snoring). Keadaan ini timbul misalnya pada keadaan tidak sadar (coma) atau patahnya tulang rahang bilateral. Kondisi ini harus diatasi dengan perbaikan (coma) atau patahnya tulang rahang bilateral. Kondisi ini harus diatasi dengan perbaikan airway, manual ataupun dengan alat.
airway, manual ataupun dengan alat.
Penyempitan laring atau trakeaPenyempitan laring atau trakea
Timbul suara crowing atau stridor inspirasi. Dapat disebabkan edema karena berbagai hal Timbul suara crowing atau stridor inspirasi. Dapat disebabkan edema karena berbagai hal (luka bakar, radang, dsb) ataupun desakan neoplasma. Keadaan ini hanya dapat diatasi (luka bakar, radang, dsb) ataupun desakan neoplasma. Keadaan ini hanya dapat diatasi dengan perbaikan airway di RS.
dengan perbaikan airway di RS.
Pada sumbatan parsial mungkin tidak diperlukan
Pada sumbatan parsial mungkin tidak diperlukan tindakan khusus, walaupun penderitatindakan khusus, walaupun penderita harus secepat mungkin dibawa ke RS karena jika kesulitan ini berkepanjangan dapat harus secepat mungkin dibawa ke RS karena jika kesulitan ini berkepanjangan dapat menimbulkan kegagalan pernafasan, oleh sebab itu jangan meninggalkan penderita yang menimbulkan kegagalan pernafasan, oleh sebab itu jangan meninggalkan penderita yang mengalami sumbatan benda asing sebagian (parsial).
mengalami sumbatan benda asing sebagian (parsial).
Khusus untuk mengatasi sumbatan total dikenal adanya Perasat Heimlich (Heimlich Khusus untuk mengatasi sumbatan total dikenal adanya Perasat Heimlich (Heimlich Maneuver). Perasat ini dapat dilakukan pada dewasa dan anak. Perasat ini pada dasarnya Maneuver). Perasat ini dapat dilakukan pada dewasa dan anak. Perasat ini pada dasarnya adalah hentakan perut, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan beberapa variasi dari adalah hentakan perut, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan beberapa variasi dari perasat ini.
perasat ini.
Heimlich Maneuver: Heimlich Maneuver:
1.
1. Hentakkan perut pada penderita dewasa dan anak, ada respon.Hentakkan perut pada penderita dewasa dan anak, ada respon.
o
o Penolong berdiri di belakang penderita, posisikan tangan penolong memelukPenolong berdiri di belakang penderita, posisikan tangan penolong memeluk
di atas perut penderita melalui ketiak penderita. di atas perut penderita melalui ketiak penderita.
o
o Sisi genggaman tangan penolong di letakkan di atas perut penderita tepat padaSisi genggaman tangan penolong di letakkan di atas perut penderita tepat pada
pertengahan antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan pertengahan antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan..
o
o Letakkan tangan lain penolong di atas genggaman pertama, lalu hentakanLetakkan tangan lain penolong di atas genggaman pertama, lalu hentakan
tangan penolong ke arah belakang dan atas, posisi kedua siku penolong ke tangan penolong ke arah belakang dan atas, posisi kedua siku penolong ke arah luar, lakukan hentakan sambil meminta penderita membantu arah luar, lakukan hentakan sambil meminta penderita membantu memuntahkannya.
memuntahkannya.
o
o Lakukan berulang-ulang sampai berhasil atau penderita menjadi tidak respon.Lakukan berulang-ulang sampai berhasil atau penderita menjadi tidak respon.
2.
2. Hentakkan perut-pada penderita dewasa dan anak, tidak ada respon.Hentakkan perut-pada penderita dewasa dan anak, tidak ada respon.
o
o
o Upayakan memberikan bantuan pernafasan, bila gagal upayakan perbaikanUpayakan memberikan bantuan pernafasan, bila gagal upayakan perbaikan
posisi
posisi dan dan coba coba ulangi ulangi pemberian pemberian nafas nafas bantuan. bantuan. Bila Bila gagal gagal lanjutkanlanjutkan kelangkah berikut:
kelangkah berikut:
o
o Berlututlah demikian rupa sehingga paha penderita diapit oleh lutut penolongBerlututlah demikian rupa sehingga paha penderita diapit oleh lutut penolong
lalu tempatkan tumit tangan sedikit di atas pusat tepat pada garis tengah antara lalu tempatkan tumit tangan sedikit di atas pusat tepat pada garis tengah antara pusat dan pertemuan rusuk kiri dan kan
pusat dan pertemuan rusuk kiri dan kanan.an.
o
o Lakukan 5 kali hentakan perut ke arah atas.Lakukan 5 kali hentakan perut ke arah atas. o
o Periksa mulut penderita dan lakukan sapuan jari. Bila perlu dapat dilakukanPeriksa mulut penderita dan lakukan sapuan jari. Bila perlu dapat dilakukan
penarikan
penarikan rahang rahang bawah. bawah. Ingat: Ingat: pada pada anak anak kecil kecil dan dan bayi bayi lakukan lakukan hanya hanya bilabila benda itu terlihat.
benda itu terlihat.
o
o Bila belum berhasil ulangi langkah 2-5 berulang-ulang sampai jalan nafasBila belum berhasil ulangi langkah 2-5 berulang-ulang sampai jalan nafas
terbuka. terbuka. 3.
3. Hentakan dada pada penderita dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang adaHentakan dada pada penderita dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang ada respon.
respon.
o
o Berdirilah dibelakang penderita. Lengan memeluk penderita melalui bawahBerdirilah dibelakang penderita. Lengan memeluk penderita melalui bawah
ketiak di bagian dada. ketiak di bagian dada.
o
o Posisikan tangan membentuk kepalan seperti pada hentakan perut tepat di atasPosisikan tangan membentuk kepalan seperti pada hentakan perut tepat di atas
pertengahan tulang dada. pertengahan tulang dada.
o
o Lakukan hentakan dada.Lakukan hentakan dada. o
o Lanjutkan sampai jalan nafas terbuka atau penderita menjadi tidak sadar.Lanjutkan sampai jalan nafas terbuka atau penderita menjadi tidak sadar.
4.
4. Hentakan dada pada penderita dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang tidakHentakan dada pada penderita dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang tidak respon. Langkahnya sama seperti pada nomer 2, hanya posisi penolong berlutut di respon. Langkahnya sama seperti pada nomer 2, hanya posisi penolong berlutut di samping penderita dan letakkan tumit tangan pada pertengahan tulang dada.
samping penderita dan letakkan tumit tangan pada pertengahan tulang dada.
4)
4) Henti napas/distress pernapasanHenti napas/distress pernapasan
Kegagalan pernapasan adalah pertukaran gas yang tidak adekuat sehingga Kegagalan pernapasan adalah pertukaran gas yang tidak adekuat sehingga terjadi hipoksemia, hiperkapnea (peningkatan konsentrasi karbon dioksida arteri) dan terjadi hipoksemia, hiperkapnea (peningkatan konsentrasi karbon dioksida arteri) dan asidosis. Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara asidosis. Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban / pasien. Henti napas merupakan k
pernapasan dari korban / pasien. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukanasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. Henti napas dapat terjadi pada keadaan :
tindakan Bantuan Hidup Dasar. Henti napas dapat terjadi pada keadaan :
o
o TenggelamTenggelam o
o StrokeStroke o
o Obstruksi jalan napasObstruksi jalan napas o
o
o Overdosis obat-obatanOverdosis obat-obatan o
o Tersengat listrikTersengat listrik o
o Infark miokardInfark miokard o
o Tersambar petirTersambar petir o
o Koma akibat berbagai macam kasusKoma akibat berbagai macam kasus
Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk ke dalam darah untuk Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk ke dalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah
beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organke otak dan organ vital lainnya, jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat
vital lainnya, jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaatbermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung.
agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung. Tindakan yang
Tindakan yang terlebih dahulu dilakukan pterlebih dahulu dilakukan pada korban / pada korban / pasien, yaitu :asien, yaitu : a.
a. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong.Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong. b.
b. Memastikan kesadaran dari korban / pasien.Memastikan kesadaran dari korban / pasien.
Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak, penolong harus Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak, penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban / pasien, dapat dengan melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban / pasien, dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban / pasien dengan lembut dan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban / pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan, sambil memanggil namanya mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan, sambil memanggil namanya atau
atau Pak !!! / Bu !!! / Mas !!! / Mbak !!!Pak !!! / Bu !!! / Mas !!! / Mbak !!! c.
c. Meminta pertolonganMeminta pertolongan
Jika ternyata korban / pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan, segera Jika ternyata korban / pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan, segera minta bantuan dengan cara berteriak
minta bantuan dengan cara berteriak “Tolong !!!”“Tolong !!!” untuk mengaktifkan sistem untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut.
pelayanan medis yang lebih lanjut. d.
d. Memperbaiki posisi korban / pasienMemperbaiki posisi korban / pasien
Untuk melakukan tindakan bantuan hidup dasar yang efektif, korban / pasien harus Untuk melakukan tindakan bantuan hidup dasar yang efektif, korban / pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. Jika korban dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. Jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap, ubahlah posisi korban ke posisi ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap, ubahlah posisi korban ke posisi terlentang.
terlentang. Ingat !Ingat ! penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala, leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Jika posisi sudah terlentang, kepala, leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Jika posisi sudah terlentang, korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh.
kedua tangan diletakkan di samping tubuh. e.
e. Mengatur posisi penolongMengatur posisi penolong
Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi, penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakan lutut.
Setelah selesai melakukan prosedur dasar, kemudian dilanjutkan dengan Setelah selesai melakukan prosedur dasar, kemudian dilanjutkan dengan melakukan tindakan :
melakukan tindakan : 1.
1. Pemeriksaan jalan napasPemeriksaan jalan napas
Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda
benda asing. asing. Jika Jika terdapat terdapat sumbatan sumbatan harus harus dibersihkan dibersihkan dahulu, dahulu, kalau kalau sumbatansumbatan berupa
berupa cairan cairan dapat dapat dibersihkan dibersihkan dengan dengan jari jari telunjuk telunjuk atau atau jari jari tengah tengah yang yang dilapisidilapisi dengan sepotong kain, sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan dengan sepotong kain, sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Mulut dapat dibuka dengan tehnik menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger
Cross Finger , dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk pada mulut, dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk pada mulut korban.
korban.
2.
2. Membuka jalan napasMembuka jalan napas
Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing, biasa pada korban Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing, biasa pada korban tidak sadar tonus otot
tidak sadar tonus otot
–
–
otot menghilang, maka lidah dan epiglotis akan menutupotot menghilang, maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink, inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. Pembebasan farink dan larink, inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. Pembebasan jalanjalan napas napas oleh oleh lidah lidah dapat dapat dilakukan dilakukan dengan dengan cara cara tengadah tengadah kepala kepala topang topang dagudagu (( Head tilt Head tilt
–
–
chin lift chin lift ) dan Manuver Pendorongan Mandibula. Teknik membuka jalan) dan Manuver Pendorongan Mandibula. Teknik membuka jalan napas yang direkomendasikan untuk orang awam dan petugas kesehatan adalah napas yang direkomendasikan untuk orang awam dan petugas kesehatan adalahtengadah kepala topang dagu, namun demikian petugas kesehatan harus dapat tengadah kepala topang dagu, namun demikian petugas kesehatan harus dapat melakukan manuver lainnya.
melakukan manuver lainnya.
Setelah memeriksa pemeriksaan jalan napas dan membuka jalan napas, Setelah memeriksa pemeriksaan jalan napas dan membuka jalan napas, prosedur selanjutnya yaitu bantuan nap
prosedur selanjutnya yaitu bantuan napas yang terdiri dari 2 tahap :as yang terdiri dari 2 tahap : 1.
1. Memastikan korban / pasien tidak bernapas.Memastikan korban / pasien tidak bernapas. Dengan cara melihat pergerakan naik Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada, mendengar bunyi napas dan turunnya dada, mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban / pasien. merasakan hembusan napas korban / pasien. Untuk itu penolong harus mendekatkan Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban / telinga di atas mulut dan hidung korban / pasien,
pasien, sambil sambil tetap tetap mempertahankan mempertahankan jalanjalan napas tetap terbuka. Prosedur ini dilakukan napas tetap terbuka. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik.
tidak boleh melebihi 10 detik. 2.
2. Memberikan bantuan napas.Memberikan bantuan napas.
Jika korban / pasien tidak bernapas, bantuan napas dapat dilakukan melalui Jika korban / pasien tidak bernapas, bantuan napas dapat dilakukan melalui mulut ke mulut, mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada mulut ke mulut, mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1,5
hembusan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1,5
–
–
2 detik2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 400 -500 ml (10 ml/kg) atau sampai dan volume udara yang dihembuskan adalah 400 -500 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban / pasien terlihat mengembang.dada korban / pasien terlihat mengembang.
Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara
agar tercapai volume udara yang cukup. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikanyang cukup. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16
hanya 16
–
–
17%. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban / pasien17%. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban / pasien setelah diberikan bantuan napas.setelah diberikan bantuan napas.
Cara memberikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut Cara memberikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut
Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang cepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru
yang cepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru
–
–
paru korban / pasien. paru korban / pasien. Pada saat dilakukan hembusan napasPada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut, penolong harus dari mulut ke mulut, penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak
tidak terjadi terjadi kebocoran kebocoran saat saat menghembuskanmenghembuskan napas dan juga penolong harus menutup napas dan juga penolong harus menutup
lubang hidung korban / pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk lubang hidung korban / pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. Volume udara yang diberikan mencegah udara keluar kembali dari hidung. Volume udara yang diberikan pada kebanyakan orang
pada kebanyakan orang dewasa adalah 400 - 500 ml (10 ml/kg).dewasa adalah 400 - 500 ml (10 ml/kg).
Harnowo, P. A. (2013).
Harnowo, P. A. (2013). P3K: Pertolongan Pertama P3K: Pertolongan Pertama dan Penanganadan Penanganan Darurat n Darurat . Website. Website http:// Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat- detik com.pdf (Diakses pada 2 http:// Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat- detik com.pdf (Diakses pada 2 Oktober 2014 Pukul 14.15 WIB)
Oktober 2014 Pukul 14.15 WIB) Muttaqin, A.
Muttaqin, A. Buku Ajar: Asuhan Kepera Buku Ajar: Asuhan Keperawatan Klien dengan Gawatan Klien dengan Gangguan Sistemngguan Sistem Pernapasan
Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta: Salemba Medika Purwoko. (n.d). Bantuan Hidup Dasar (BHD). Purwoko. (n.d). Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Website:
Website: http:// http:// hemodialisa.files.wordpress.com/bantuan-hidup-dasar.doc hemodialisa.files.wordpress.com/bantuan-hidup-dasar.doc (Diakses(Diakses pada Minggu, 12 O
pada Minggu, 12 Oktober 2014 Pukul 08ktober 2014 Pukul 08.42 WIB).42 WIB) Robbins & Cotran. (2008).
Robbins & Cotran. (2008). BukuBuku Saku Dasar Patologis Penyakit Ed. 7 Saku Dasar Patologis Penyakit Ed. 7 . Jakarta: Penerbit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Buku Kedokteran EGC Referensi Gambar : Referensi Gambar : Obat-maag.web.id/asma.jpg Obat-maag.web.id/asma.jpg Kabarpadang.com/tenggelam-ilustrasi.jpg Kabarpadang.com/tenggelam-ilustrasi.jpg Assets.kompas.com/1524054.jpg Assets.kompas.com/1524054.jpg