JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 8 NO. 1 Maret 2015

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMANFAATAN E-COMMERCE

Reni Wijaya1 Dorris Yadewani2

ABSTRACT

This study aims to determine students' perceptions of the use of e-commerce. The approach used in this study is a quantitative method with a sample using simple random sampling. The results showed that the students looked at the e-commerce is very useful not only in lectures but also in their daily lives.

Keywords: E-commerce, Internet

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan e-commerce. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang e-commerce sangat bermanfaat tidak hanya dalam perkuliahan tapi juga dalam kehidupan sehari hari.

Kata Kunci : E-commerce, Internet

1

Dosen STMIK Jayanusa Padang 2 Dosen STMIK Jayanusa Padang

(2)

PENDAHULUAN

Internet sebagai jaringan komputer global dapat dipergunakan sebagai media perdagangan di era globalisasi. Dimana penggunaan teknologi diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar baik di dunia pendidikan maupun didunia bisnis . Salah satunya adalah

e-commerce yang merupakan

konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada Internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk di internet.

Transaksi jual beli yang awalnya dilakukan dengan manual, yaitu penjual dan pembeli ada pada satu tempat, saat ini mulai berubah, yaitu proses jual beli dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja (Rezkiawan, 2008).

E-commerce merupakan

kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan komputer (computer networks) yaitu internet. Penggunaan sarana internet merupakan suatu kemajuan teknologi yang dapat dikatakan menunjang secara keseluruhan spektrum kegiatan komersial. (Mawardi, 2008)

Di lingkungan mahasiswa AMIK JAYANUSA keterlibatan mahasiswa dalam e-commerce sudah terbilang tinggi. Hal itu dikarenakan e-commerce merupakan matakuliah wajib bagi mahasiswa AMIK Jayanusa dan dalam implementasinya mereka diwajbkan membuat aplikasi e commerce dan harus on line kemudian mereka juga diwajibkan berbelanja di salah satu web site e

commerce yang ada artinya

mahasiswa sudah memahami tentang apa itu e commerce

,kelebihan dan kekurangan serta manfaat yang diperolehnya

Sejalan dengan uraian di atas maka penelitian ini di buat untuk meneliti bagaimana Persepsi Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan e-commerce

PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

Definisi e-Commerce menurut

Laudon& Laudon (1998),

e-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk- produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. Diterjemahkan oleh

Onno. W. Purbo: e-Commerce

merupakan satu set dinamis

teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-Commerce Menurut Karakteristiknya

Kegiatan e-Commerce

mencakup banyak hal, untuk

membedakannya e-Commerce

dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:

1.

Business to Business, karakteristiknya:

1)

Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan

berkala dengan format

data yang telah

disepakati bersama.

2)

Salah satu pelaku tidak

harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.

3)

Model yang umum

digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat

(3)

didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2.

Business to Consumer, karakteristiknya:

1)

Servis yang digunakan

berdasarkan permintaan.

2)

Sering dilakukan sistim

pendekatan client-server.(Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal e-Commerce,hal 4-5) Manfaat e-Commerce

1. Dengan menggunakan

e-Commerce maka perusahaan dapat lebih

2. efisien dan efektif dalam

meningkatkan keuntungannya

3. Dapat meningkatkan market

exposure (pangsa pasar). Transaksi online yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media komputer dan tidak terbatas jarak dan waktu.

4. Menurunkan biaya operasional

(operating cost). Transaksi e-Commerce adalah transaksi

yang sebagian besar

operasionalnya diprogram di

dalam komputer sehingga

biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi. 5. Melebarkan jangkauan (global

reach)

6. Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.

7. Meningkatkan customer

loyalty. Ini disebabkan karena sistem transaksi e-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian

juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.

8. Transaksi e-Commerce

menyebabkan pengefisienan

biaya operasional pada

perusahaan terutama pada

jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia

sehingga untuk lebih

menyempurnakan

pengefisienan biaya tersebut

maka sistem supply

management yang baik harus ditingkatkan

Ancaman dalam Penggunaan E-Commerce

Ada beberapa bentuk

ancaman yang mungkin terjadi

dengan penggunaan mekanisme e-Commerce:

1.

System Penetration. Orang-orang yang tidak berhak dapat melakukan akses ke sistem

komputer bisa melakukan

segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.

2.

Authorization Violation.

Pelanggaran atau

penyalahgunaan wewenang

legal yang dimiliki seseorang

yang berhak mengakses

sebuah sistim.

3.

Planting. Memasukan sesuatu ke dalam sebuah sistem yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.

4.

Communications Monitoring. Seseorang dapat memantau

semua informasi rahasia

dengan melakukan monitoring

komunikasi sederhana di

sebuah tempat pada jaringan komunikasi.

5.

Communications Tampering.

Segala hal yang

membahayakan kerahasiaan

informasi seseorang tanpa

(4)

mengubah informasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistem server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan informasi rahasia mereka secara sukarela.

6.

Denial of Service.

Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya ANALISA DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Internet oleh Mahasiswa

1. Kegiatan yang Dilakukan

Ketika Mengakses Internet

Mahasiswa mempunyai

kebebasan mengakses internet di kampus, ada beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa saat

mengakses internet, diantaranya

terlihat pada tabel 1 di bawah. Tabel 1. Kegiatan Ketika Mengakses Internet

Kegiatan Ya Tidak Total Mencari informasi 78,76% 21,24% 100% Membaca 54,72% 45,28% 100% Bisnis dan transaksi 24,62% 75,38% 100% Game online 28,48% 71,52% 100% Jejaring sosial 80,14% 19,86% 100% Chatting 61,58% 38,42% 100%

2. Kegiatan yang Paling Banyak Dilakukan Ketika Mengakses Internet

Tabel 2. Kegiatan yang Paling

Banyak Dilakukan Ketika

Mengakses Internet Kegiatan Persentasi Mencari informasi 18,6% Membaca dan mengirim email 4,5% Membaca berita atau artikel 8,2% Chatting 15,5% Bisnis dan transaksi 6,8% Game online 11,5% Jejaring sosial 25,4% Lain-lain 9,5% Total 100%

Berdasarkan tabel di atas kegiatan yang sering dilakukan mahasiswa saat mengakses internet adalah jejaring sosial 25,4% seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Kemudian diikuti oleh mencari informasi 18,6% seperti informasi perubahan jadwal kuliah di facebook Informasi Jayanusa.

3. Pemanfaatan e-Commerce

oleh Mahasiswa

Transaksi online yang pernah

dilakukan oleh mahasiswa dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel 3. Transaksi yang Pernah Dilakukan Melalui Internet

Kegiatan Ya Tidak Total Pembelia n buku secara online 15,12 % 84,88 % 100 % Pembelia n barang elektronik 18,26 % 81,74 % 100 % Pembelia n software 8,45% 91,55 % 100 % Pembelia n tiket 28,75 % 71,25 % 100 % Transaksi perbanka n 22,58 % 77,42 % 100 %

(5)

Reservasi hotel 12,63 % 87,37 % 100 % Pembelia n barang fashion 35, 55% 64,45 % 100 % Lainnya 9,89% 90.11 % 100 % Transaksi Online yang Pernah Dilakukan Berdasarkan Karakteristik Mahasiswa

1.

Berdasarkan Jenis Kelamin

Mahasiswa

Tabel 4. Transaksi yang Pernah Dilakukan Melalui Internet

Kegiata n Laki-laki Perempu an Total Pembeli an buku secara online 11,12 % 8,42% 19.54 % Pembeli an barang elektroni k 15,65 % 5,87% 21,52 % Pembeli an software 7,32 % 4,16% 11,48 % Pembeli an tiket 19,76 % 18,98% 38,74 % Transak si perbank an 25,24 % 17,38% 42,62 % Reserva si hotel 8,27 % 4,23% 12,5 % Pembeli an barang fashion 25,69 % 28.35% 54,04 % Lainnya 6,26 % 3,78% 10,04 %

2.

Berdasarkan Usia Mahasiswa

Tabel 5. Transaksi Online yang Pernah Dilakukan Berdasarkan Usia Responden Kegiatan 17-20 Usia 21-25 Total Pembelian buku secara online 7,22 % 3,09 % 10,31 % Pembelian barang elektronik 10,31 % 11,2 % 21,5% Pembelian software 4,12 % 8,25 % 12,37% Pembelian tiket 3,09 % 6,19 % 9,28% Transaksi perbankan 9,28 % 23,71 % 32,99% Reservasi hotel 2,06 % 12,37 % 14,36% Pembelian barang fashion 19,59 % 8,25 % 27,84% Lainnya 5,15 % 1,03 % 6,18% Dari tabel 5 diatas memperlihatkan bahwa pembelian barang fashion cendrung dilakukan oleh mahasiswa yang memiliki umur antara 17-20 tahun yaitu sebesar 19,59% . Sementara untuk transaksi perbankan cendrung dilakukan oleh mahasiwa yang memiliki umur antara 21-25 tahun sebesar 23,71% KESIMPULAN

Dari hasil analisis dan

pembahasan dapat ditarik beberapa

kesimpulan mengenai gambaran

persepsi mahasiswa terhadap

pemanfaatan e-Commerce. Pada

umumnya, mahasiswa

memanfaatkan internet untuk

berinteraksi sosial serta mencari informasi mengenai barang dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang e-Commerce sebagai salah satu cara untuk melakukan transaksi dengan menggunakan internet

DAFTAR PUSTAKA

(6)

Cepat Penduduk Indonesia. Badan Pusat Statistik.

[2] Kalakota, Ravi dan Whinston,

Andrew B. 1996. Electronic

Commerce : A Manager’s Guide.

Boston: Addison – Wasley

Professional, 1st Edition.

[3] Kottler, Philip. 2000) Marketing Management. New Jersey : Prentice Hall.

[4] Laudon, Jane dan Laudon, Kenneth C. 1998. Essentials of Management Information Systems. New Jersey : Prentice Hall.

[5] Mannisto, Laura. 1999. Asia and The Future of The World Economic System. London: International Telecommunication Union.

[6] Purbo, Onno W dan Wahyudi, Aang Arif. 2001. Mengenal E-Commerce. Jakarta : Elex Media.

[7] Rakhmat, Jalaludin. 1998.

Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

[8] Rakhmat, Jalaludin. 2003.

Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

[9] Sarwono, Jonathan. 2008.

Statistik Itu Mudah. Bandung : Andi. [10] h t t p : / / m h s . b l o g . u i . a c . i d / h a r i. wibawa/2010/10/28/perkemba ngan- manfaat-dan-kelemahan-e-Commerce/ [11] h t t p : / / n e w s e c o m m e r c e . b l o g s p o t . c o m / 2 0 0 9 / 1 0 / p e n e r a p a n - e - Commerce-sebagai-upaya.html [12] www.surabaya.go.id [13] Mawardi. 2008. Transaksi E-commerce dan Bai’ As-Salam (Suatu Perbandingan). Hukum Islam volume VIII No.1 Juni 2008

Figur

Memperbarui...

Related subjects :