• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekruitmen Konsultan Individual Manajemen Provinsi BSPS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rekruitmen Konsultan Individual Manajemen Provinsi BSPS"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

KUALI FI KASI TENAGA AHLI

( untuk program BSPS 2017 )

Tenaga Ahli Manajemen ( sebagai Team Leader )

− Pendidikan minimal :

− Sarjana (S2) jurusan Manajemen Proyek dengan pengalaman kerja dibidangnya minimal 5 (lima) tahun; atau

− Sarjana (S1) semua jurusan dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun di semua bidang dan program pemberdayaan masyarakat.

− Usia dibawah 48 tahun per Maret 2017.

− Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur,

mekanisme dan substansi program BSPS.

− Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai terhadap operasional

perbankan.

− Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan atau pemerintah daerah.

− Mampu berkomunikasi aktif dengan semua elemen masyarakat.

− Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secarateam work.

− Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi pemerintahan.

− Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi perkantoran dansoftware database.

− Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

− Diutamakan yang pernah terlibat dan berpengalaman dalam menangani program BSPS; untuk 2 (dua) tahun terakhir.

TENAGA AHLI PEMBERDAYAAN

− Pendidikan minimal Sarjana (S1) Ilmu Sosial dengan pengalaman kerja di bidang program pemberdayaan masyarakat minimal 6 (enam) tahun.

− Usia dibawah 48 tahun per Maret 2017.

− Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur,

mekanisme dan substansi program BSPS.

− Memiliki kemampuan dalam melakukan interaksi yang terus menerus kepada fasilitator dan masyarakat sehingga terjadinya proses perubahan pola pikir yang diprakarsai oleh kesadaran diri masing-masing individu.

− Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan atau pemerintah daerah.

(4)

− Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secarateam work.

− Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi pemerintahan.

− Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi perkantoran.

− Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

− Diutamakan yang pernah terlibat dan berpengalaman dalam menangani program BSPS; untuk 2 (dua) tahun terakhir.

TENAGA AHLI KONSTRUKSI / TEKNI K PERUMAHAN

− Pendidikan minimal Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil/Teknik Arsitektur dengan pengalaman kerja dibidangnya minimal 6 (enam) tahun.

− Usia dibawah 48 tahun per Maret 2017.

− Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur, mekanisme dan substansi program BSPS.

− Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan/atau pemerintah daerah.

− Mampu berkomunikasi aktif dengan semua elemen masyarakat.

− Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secara team work.

− Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi pemerintahan.

− Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi

perkantoran.

− Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

(5)

KUALI FI KASI Assist en TENAGA AHLI

( untuk program BSPS 2017 )

Assiten TENAGA AHLI PEMBERDAYAAN

− Pendidikan minimal Sarjana (S1) semua jurusan dengan pengalaman kerja di bidang program pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahun.

− Usia dibawah 47 tahun per Maret 2017.

− Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur,

mekanisme dan substansi program BSPS.

− Memiliki kemampuan dalam melakukan interaksi yang terus menerus kepada fasilitator dan masyarakat sehingga terjadinya proses perubahan pola pikir yang diprakarsai oleh kesadaran diri masing-masing individu.

− Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan atau pemerintah daerah.

− Mampu berkomunikasi aktif dengan semua elemen masyarakat.

− Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secarateam work.

− Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi pemerintahan.

− Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi perkantoran.

− Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

− Diutamakan yang pernah terlibat dan berpengalaman dalam menangani program BSPS; untuk 2 (dua) tahun terakhir.

Assiten TENAGA AHLI KONSTRUKSI / TEKNI K PERUMAHAN

− Pendidikan minimal Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil/Teknik Arsitektur dengan pengalaman kerja dibidangnya minimal 5 (lima) tahun.

− Usia dibawah 47 tahun per Maret 2017.

− Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur, mekanisme dan substansi program BSPS.

− Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan/atau pemerintah daerah.

− Mampu berkomunikasi aktif dengan semua elemen masyarakat.

− Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secara team work.

− Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi pemerintahan.

− Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi

(6)

− Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

− Diutamakan yang pernah terlibat dan berpengalaman dalam menangani program BSPS; untuk 2 (dua) tahun terakhir.

Assiten TENAGA AHLI SI STI M I NFORMASI MENEJEMEN

− Pendidikan minimal Sarjana (S1) jurusan Teknik Informatika atau Teknik Komputer dengan pengalaman kerja dibidangnya minimal 5 (lima) tahun.

− Usia dibawah 47 tahun per Maret 2017.

− Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur, mekanisme dan substansi program BSPS.

− Menguasai program komputer baiksoftwaremaupunhardware.

− Mampu mengelola dan mengaplikasikandata base.

− Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secara team work.

− Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

(7)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KONSULTAN INDIVIDUAL AHLI

MANAJEMEN KEGIATAN BSPS

(SWAKELOLA)

TAHUN ANGGARAN 2017

DIREKTORAT SWADAYA

(8)

KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)

KONSULTAN INDIVIDUAL AHLI MANAJEMEN KEGIATAN BSPS

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat

Unit Eselon I : Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan

Program : Pemberdayaan Perumahan Swadaya

Hasil (Outcome) : Terlaksananya kegiatan BSPS yang tepat

sasaran, tepat guna dan tepat waktu.

Unit Eselon II/Satker : Direktorat Rumah Swadaya / Satker Penyediaan

Perumahan

Kegiatan : Pembinaan Teknis Peningkatan Kualitas Rumah

Swadaya

Indikator Kinerja Kegiatan : Tersusunnya dokumen laporan pelaksanaan

kegiatan Konsultan Individual.

Jenis Keluaran (Output) : Laporan Pelaksanaan Kegiatan

Volume Keluaran : Laporan

1. LATAR BELAKANG

a. Dasar Hukum

1) Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan pasal 28 H Amandemen UUD 1945;

2) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN);

3) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan

Kawasan Permukiman;

4) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 04 Tahun 2015, tentang

Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

5) Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Kementerian Pekerjaan

Umum Dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2015 Nomor 16);

6) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor

15/PRT/M/2015 tentang Organisasi Dan Tata Laksana Kementerian

(9)

2

7) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme

Pelaksanaan Anggaran Belanja Bantuan Pemerintah pada Kementerian

Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri

Keuangan Nomor 173/PMK.05/2015 tentang perubahan atas Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme

Pelaksanaan Anggaran Belanja Bantuan Pemerintah pada Kementerian

Negara/Lembaga;

8) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 13

Tahun 2016 Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

b. Gambaran Umum

Perumahan dan permukiman merupakan hak dasar bagi setiap Warga

Negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1) bahwa: setiap orang

berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan

lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Sebagai hak dasar yang fundamental dan sekaligus menjadi prasyarat bagi setiap

orang untuk bertahan hidup dan menikmati kehidupan yang bermartabat, damai,

aman dan nyaman, maka penyediaan perumahan dan permukiman yang

memenuhi prinsip-prinsip layak dan terjangkau bagi semua orang menjadi salah

satu tanggungjawab pemerintah. Dalam Undang-undang No.1 Tahun 2011 tentang

Perumahan dan Kawasan Permukiman dijelaskan bahwa salah satu tugas

pemerintah yaitu memfasilitasi penyediaan perumahan dan permukiman bagi

masyarakat, terutama bagi MBR dengan memberikan kemudahan pembangunan

dan perolehan rumah melalui program perencanaan pembangunan perumahan

secara bertahap dan berkelanjutan salah satunya berupa stimulan rumah swadaya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat

Rumah Swadaya berupaya melaksanakan amanat dari Undang-undang No.1

Tahun 2011 tersebut melalui Kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

(BSPS). Maksud kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah

untuk meningkatkan prakarsa dan upaya Masyarakat Berpenghasilan Rendah

(MBR) dalam pembangunan/peningkatan kualitas rumah beserta prasarana,

sarana, dan utilitas. Sedangkan tujuan dari kegiatan BSPS adalah terbangunnya

rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang

didukung dengan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) sehingga

(10)

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Penyediaan rumah layak huni bagi MBR melalui kegiatan BSPS melibatkan

para pemangku kepentingan (stakeholder). Untuk mengoptimalkan pelaksanaan

kegiatan dan menjamin pelaksanaan program agar tepat sasaran, penggunaan,

dan tepat waktu, maka perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian dalam

pelaksanaan BSPS. Sebagai penyelenggara pelaksanaan BSPS di Provinsi, PPK

Rumah Swadaya Satuan Kerja SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa

Tengah bertanggungjawab dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian

tersebut. Dalam melakukan tugas dan fungsinya PPK Rumah Swadaya perlu

dibantu oleh pihak ketiga yang dalam hal ini yaitu Konsultan Individual.

2. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

a. Uraian Kegiatan

Konsultan Individual Ahli Manajemen bertugas membantu dan mendukung PPK

Rumah Swadaya dalam menjamin terlaksananya kegiatan dan tertibnya

administrasi kegiatan BSPS di daerah agar hasil pelaksanaan program dapat tepat

sasaran, tepat waktu, tepat manfaat dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

b. Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup pekerjaan Konsultan Individual Ahli Manajemen Program BSPS

adalah :

1) Bertanggungjawab kepada PPK Rumah Swadaya;

2) Berkoordinasi secara intensif dan menjalankan instruksi dari PPK Rumah

Swadaya dalam pelaksanaan lingkup tugas;

3) Bekerjasama dan berkoordinasi dengan Tenaga Ahli Teknik dan Tenaga Ahli

Pemberdayaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dari PPK

Rumah Swadaya.

4) Menyusun strategi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja serta tindak lanjut

terkait teknis pelaksanaan BSPS mengacu pada jadwal nasional;

5) Berperan aktif membantu PPK Rumah Swadaya dalam penyiapan administrasi

subtantif mulai perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan

kegiatan BSPS;

6) Membantu PPK Rumah Swadaya dalam memberikan advis teknis administrasi

(11)

4

7) Melakukan pengawasan dan pengendalian pada tahun berjalan (T-0) terhadap

administrasi tahapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Koordinator

Fasilitator dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) kepada Kelompok Penerima

Bantuan (KPB) yang meliputi :

Identifikasi administrasi calon penerima bantuan;

Pengumpulan administrasi perbankan seperti pembuatan rekening atas

nama penerima bantuan;

Menyusun kartu kendali Korfas dan TFL dalam melaksanakan kunjungan

lapangan;

Menyiapkan kelengkapan berkas bahan pemeriksanaan untuk audit

internal maupun eksternal;

Menyiapkan bahan progress/kemajuan pelaksanaan fisik dan keuangan

pelaksanaan BSPS.

8) Bertanggung jawab terhadap pengisian dan analisa data progres pelaksanaan

kedalam aplikasi Sistem Informasi Rumah Swadaya (SIRus);

9) Membantu PPK dalam melakukan kegiatan BSPS Tahun 2018 (T-1) meliputi:

Menyusun rencana T-1;

Melaksanakankegiatan T-1.

3. MAKSUD DAN TUJUAN

a. Maksud Kegiatan

Membantu PPK Rumah Swadaya dalam administrasi pelaksanaan program BSPS

di daerah agar hasil pelaksanaan program dapat tepat sasaran, tepat waktu, tepat

manfaat dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Tujuan Kegiatan

Terlaksananya seluruh tahapan kegiatan BSPS secara tepat sasaran, tepat waktu,

tepat manfaat dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. INDIKATOR KELUARAN

a. Indikator Keluaran (Kualitatif)

Keluaran kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan bantuan stimulan perumahan

swadaya oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tepat sasaran, tepat

(12)

b. Keluaran (Kuantitatif)

Indikator Keluaran dapat dilihat dari jumlah laporan yang dihasilkan. Adapun jumlah

dan jadwal penyerahan laporan hasil pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut:

1) Laporan Mingguan

Memuat progres kegiatan BSPS yang meliputi progres tahapan kegiatan,

capaian fisik dan keuangan. Disampaikan paling lambat setiap hari Jumat pagi

kepada PPK untuk diteruskan ke Direktorat Rumah Swadaya.

2) Laporan Bulanan

Muatan Laporan Bulanan antara lain administrasi pelaksanaan program BSPS

yang meliputi progres fisik dan keuangan serta tindak turun tangan. Laporan

Bulanan diserahkan selambat-lambatnya setiap bulan sebelum tanggal 10

(sepuluh). Laporan Bulanan disampaikan sebanyak 2 (dua) eksemplar setiap

bulannya.

3) Berkas Kelengkapan Administrasi kegiatan BSPS dari Kelompok Penerima

Bantuan meliputi : Proposal Calon Penerima Bantuan, SK Penerima Bantuan,

Identitas Penerima Bantuan, Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan

(DRPB2) Tahap I dan II, Laporan Penggunaan Dana (LPD) Tahap I dan II, serta

laporan progress fisik pembangunan 30% dan 100% dalam bentuk hard copy

dansoft copy.

(13)

6 5. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

a. Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan kegiatan Konsultan Individual Ahli Manajemen dilakukan

melalui :

1) studi terhadap literatur dan peraturan terkait;

2) pengumpulan data dan informasi;

3) peninjauan lapangan;

4) analisis permasalahan dan penyusunan rencana tindak lanjut;

5) pelaporan

b. Tahapan Kegiatan

Tahapan pelaksanaan kegiatan untuk pekerjaan Konsultan Individual Ahli

Manajemen terdiri dari:

1) Koordinasi dengan PPK Rumah Swadaya.

2) Penyusunan strategi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja berdasarkan

Master Schedule.

3) Pengawasan dan pengendalian terhadap administrasi tahapan pelaksanaan

kegiatan yang dilakukan oleh Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator

Lapangan (TFL) kepada Kelompok Penerima Bantuan (KPB) yang meliputi :

Identifikasi administrasi calon penerima bantuan;

Pengumpulan administrasi perbankan seperti pembuatan rekening atas

nama penerima bantuan;

Menyusun kartu kendali Korfas dan TFL dalam melaksanakan kunjungan

lapangan;

Menyiapkan kelengkapan berkas bahan pemeriksanaan untuk audit

internal maupun eksternal;

Menyiapkan bahan progress/kemajuan pelaksanaan fisik dan keuangan

pelaksanaan BSPS.

4) Monitoring dan evaluasi kegiatan.

5) Pendokumentasi hasil pelaksanaan kegiatan.

6. TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN

(14)

7. PELAKSANA DAN PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN

1) Pelaksana Kegiatan

Pelaksana kegiatan Konsultan Individual Ahli Manajemen terdiri dari Tenaga Ahli

Manajemen sebanyak 1 (satu) orang, dengan kualifikasi :

Pendidikan minimal Sarjana (S2) jurusan Manajemen Proyek dengan

pengalaman kerja dibidangnya minimal 5 (lima) tahun.

Sarjana (S1) semua jurusan dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun di

semua bidang dan Program pemberdayaan masyarakat.

Usia dibawah 48 tahun per Maret 2017.

Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur,

mekanisme dan substansi program BSPS.

Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan atau pemerintah daerah.

Mampu berkomunikasi aktif dengan semua elemen masyarakat.

Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secara team

work.

Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi

pemerintahan.

Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi perkantoran

dansoftware database.

Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang

menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai

Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

Diutamakan yang pernah terlibat dan berpengalaman dalam menangani program

BSPS.

2) Penanggungjawab Kegiatan

Penanggungjawab kegiatan Konsultan Individual Ahli Manajemen adalah PPK

Rumah Swadaya.

3) Penerima Manfaat Kegiatan

Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Pemerintah Pusat, PPK Rumah

Swadaya Satuan Kerja SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah

Korfas dan TFL program BSPS serta masyarakat penerima bantuan.

4) Tata Hubungan Kerja

Secara struktural posisi dari masing-masing personil digambarkan pada bagan

(15)

8 8. JADWAL KEGIATAN

a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dalam 10 (sepuluh) bulan, yang dimulai

pada bulan Februari 2017 s/d November 2017.

b. Matrik Pelaksanaan Kegiatan

Adapun matrik pelaksanaan kegiatan Konsultan Individual Ahli Manajemen yaitu

sebagai berikut :

No KEGIATAN BULAN

FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV

1 Tandatangan kontrak kerja dengan PPK

2 Konsultasi dengan Tim Teknis 3 Pelatihan Koordinator

Fasilitator Kab/Kota dan TFL 4 Supervisi Pelaksanaan BSPS

5

(16)
(17)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KONSULTAN INDIVIDUAL

AHLI PEMBERDAYAAN KEGIATAN BSPS

(SWAKELOLA)

TAHUN ANGGARAN 2017

DIREKTORAT RUMAH SWADAYA

(18)

KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)

KONSULTAN INDIVIDUAL AHLI PEMBERDAYAAN KEGIATAN BSPS

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat

Unit Eselon I : Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan

Program : Pemberdayaan Perumahan Swadaya

Hasil (Outcome) : Terlaksananya kegiatan BSPS yang tepat

sasaran, tepat guna dan tepat waktu.

Unit Eselon II/Satker : Direktorat Rumah Swadaya / Satker Penyediaan

Perumahan

Kegiatan : Pembinaan Teknis Peningkatan Kualitas Rumah

Swadaya

Indikator Kinerja Kegiatan : Tersusunnya dokumen laporan pelaksanaan

kegiatan Konsultan Individual.

Jenis Keluaran (Output) : Laporan Pelaksanaan Kegiatan

Volume Keluaran : Laporan

1. LATAR BELAKANG

a. Dasar Hukum

1) Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan pasal 28 H Amandemen UUD 1945;

2) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan

Jangka Panjang Nasional (RPJPN);

3) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Kawasan

Permukiman;

4) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 04 Tahun 2015, tentang

Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

5) Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Kementerian Pekerjaan

Umum Dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

(19)

2

6) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor

15/PRT/M/2015 tentang Organisasi Dan Tata Laksana Kementerian Pekerjaan

Umum Dan Perumahan;

7) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme

Pelaksanaan Anggaran Belanja Bantuan Pemerintah pada Kementerian

Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri

Keuangan Nomor 173/PMK.05/2015 tentang perubahan atas Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan

Anggaran Belanja Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga;

8) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 13 Tahun

2016 Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

b. Gambaran Umum

Perumahan dan permukiman merupakan hak dasar bagi setiap Warga

Negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1) bahwa: setiap orang

berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan

lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Sebagai hak dasar yang fundamental dan sekaligus menjadi prasyarat bagi setiap

orang untuk bertahan hidup dan menikmati kehidupan yang bermartabat, damai,

aman dan nyaman, maka penyediaan perumahan dan permukiman yang

memenuhi prinsip-prinsip layak dan terjangkau bagi semua orang menjadi salah

satu tanggungjawab pemerintah. Dalam Undang-undang No.1 Tahun 2011 tentang

Perumahan dan Kawasan Permukiman dijelaskan bahwa salah satu tugas

pemerintah yaitu memfasilitasi penyediaan perumahan dan permukiman bagi

masyarakat, terutama bagi MBR dengan memberikan kemudahan pembangunan

dan perolehan rumah melalui program perencanaan pembangunan perumahan

secara bertahap dan berkelanjutan salah satunya berupa stimulan rumah swadaya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat

Rumah Swadaya berupaya melaksanakan amanat dari Undang-undang No.1

Tahun 2011 tersebut melalui Kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

(BSPS). Maksud kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah

untuk meningkatkan prakarsa dan upaya Masyarakat Berpenghasilan Rendah

(MBR) dalam pembangunan/peningkatan kualitas rumah beserta prasarana,

sarana, dan utilitas. Sedangkan tujuan dari kegiatan BSPS adalah terbangunnya

(20)

didukung dengan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) sehingga

menjadikan perumahan yang sehat, aman, serasi, dan teratur serta berkelanjutan.

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Penyediaan rumah layak huni bagi MBR melalui kegiatan BSPS melibatkan

para pemangku kepentingan (stakeholder). Untuk mengoptimalkan pelaksanaan

kegiatan dan menjamin pelaksanaan program agar tepat sasaran, penggunaan,

dan tepat waktu, maka perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian dalam

pelaksanaan BSPS. Sebagai penyelenggara pelaksanaan BSPS di Provinsi, PPK

Rumah Swadaya Satuan Kerja SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa

Tengah bertanggungjawab dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian

tersebut. Dalam melakukan tugas dan fungsinya PPK Rumah Swadaya perlu

dibantu oleh pihak ketiga yang dalam hal ini yaitu Konsultan Individual.

2. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

a. Uraian Kegiatan

Konsultan Individual Ahli Pemberdayaan bertugas membantu dan mendukung PPK

Rumah Swadaya dalam melakukan tugas pembinaan terhadap fasilitator dalam

melakukan pendampingan, penyiapan calon penerima bantuan dan mendorong

peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan BSPS agar tepat

sasaran, tepat waktu, tepat manfaat dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

b. Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup pekerjaan Konsultan Individual Ahli Pemberdayaan Program BSPS

adalah :

1) Bertanggungjawab kepada PPK Rumah Swadaya;

2) Berkoordinasi secara intensif dan menjalankan instruksi dari PPK Rumah

Swadaya dalam pelaksanaan lingkup tugas;

3) Bekerjasama dan berkoordinasi dengan Tenaga Ahli Teknik dan Tenaga Ahli

Manajemen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dari PPK Rumah

Swadaya.

4) Menyusun strategi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja serta tindak lanjut

terkait teknis pelaksanaan BSPS;

5) Berperan aktif dalam memberikan bantuan baik subtantif maupun teknis yang

(21)

4

6) Bertanggung jawab menyiapkan modul dan memberikan pembekalan kepada

para fasilitator terkait pemberdayaan masyarakat dalam program BSPS.

7) Melakukan pengawasan dan pengendalian pada tahun berjalan (T-0) terhadap

pelaksanaan pendampingan yang dilakukan oleh Koordinator Fasilitator dan

Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) kepada masyarakat calon penerima

Bantuan yang meliputi :

Sosialisasi, penyuluhan, dan pembekalan masyarakat;

Verifikasi terhadap calon penerima bantuan;

Pembentukan kelompok penerima bantuan;

Membimbing dan membantu masyarakat dalam memutuskan/menetapkan

tindakan;

Menjadi motivator untuk mendorong dan menggerakan keswadayaan

masyarakat.

8) Membantu PPK Rumah Swadaya dalam pengawasan terhadap kinerja Tim

Koordinasi Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten/Kota;

9) Mendampingi secara intensif dan mengarahkan Korfas dan TFL dalam

pelaksanaan program BSPS pada setiap tahapannya;

10) Melakukan supervisi terhadap kinerja Koordinator Fasilitator dan Tenaga

Fasilitator Lapangan (TFL);

11) Mengumpulkan laporan Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator

Lapangan (TFL) melalui buku kerja fasilitator untuk diserahkan kepada PPK

Rumah Swadaya;

12) Melakukan kunjungan lapangan secara rutin untuk melakukan pengawasan

pelaksanaan kegiatan; dan

13) Membantu PPK dalam melakukan kegiatan BSPS Tahun 2018 (T-1) meliputi:

Perekrutan dan pembekalan fasilitator

Pendampingan penyiapan proposal

Pemeriksaan proposal

3. MAKSUD DAN TUJUAN

a. Maksud Kegiatan

Membantu PPK Rumah Swadaya dalam membantu dan mendukung PPK Rumah

Swadaya dalam melakukan tugas pembinaan terhadap fasilitator dalam melakukan

pendampingan, penyiapan calon penerima bantuan dan mendorong peran

masyarakat sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan BSPS agar tepat sasaran,

(22)

b. Tujuan Kegiatan

Terlaksananya peningkatan kapasitas fasilitator dan keswadayaan masyarakat

penerima bantuan guna mendukung pelaksanaan program BSPS yang tepat

sasaran, tepat waktu, tepat manfaat dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

4. INDIKATOR KELUARAN

a. Indikator Keluaran (Kualitatif)

Keluaran kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan bantuan stimulan perumahan

swadaya oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tepat sasaran, tepat

penggunaan dan tepat waktu.

b. Keluaran (Kuantitatif)

Indikator Keluaran dapat dilihat dari jumlah laporan yang dihasilkan. Adapun jumlah

dan jadwal penyerahan laporan hasil pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut:

1) Laporan Pelaksanaan Pemberdayaan

Laporan Pelaksanaan Pemberdayaan berisikan dokumentasi kegiatan

pelaksanaan pemberdayaan, profil dan evaluasi kinerja fasilitator, kendala dan

permasalahan serta tindak turun tangan. Laporan Pelaksanaan Pemberdayaan

diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah pelaksanaan

Pemberdayaan. Laporan Pelaksanaan Pemberdayaan disampaikan sebanyak 2

(dua) eksemplar.

2) Laporan Mingguan

Memuat progres pelaksanaan tahapan pendampingan yang disampaikan

kepada PPK melalui Konsultan Individual Ahli Manajemen.

3) Laporan Bulanan

Muatan Laporan Bulanan antara lain progres pelaksanaan tahapan

pendampingan masyarakat, kendala dan permasalahan serta tindak turun

tangan. Laporan Bulanan diserahkan selambat-lambatnya setiap bulan sebelum

tanggal 10 (sepuluh). Laporan Bulanan disampaikan sebanyak 2 (dua)

(23)

6 c. Tata Hubungan Pelaporan

5. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

a. Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan kegiatan Konsultan Individual Ahli Pemberdayaan dilakukan

melalui :

1) studi terhadap literatur dan peraturan terkait;

2) pengumpulan data dan informasi;

3) peninjauan lapangan;

4) analisis permasalahan dan penyusunan rencana tindak lanjut;

5) pelaporan

b. Tahapan Kegiatan

Tahapan pelaksanaan kegiatan untuk pekerjaan Konsultan Individual Ahli

Pemberdayaan terdiri dari :

1) Koordinasi dengan PPK Rumah Swadaya.

2) Penyusunan strategi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja.

3) Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pendampingan fasilitator kepada

Kelompok Penerima Bantuan (KPB) :

4) Monitoring dan evaluasi kegiatan.

(24)

6. TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN

Lokasi pelaksanaan kegiatan yaitu di Provinsi Jawa Tengah.

7. PELAKSANA DAN PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN

1) Pelaksana Kegiatan

Pelaksana kegiatan Konsultan Individual Ahli Pemberdayaan terdiri dari :

Tenaga Ahli Pemberdayaan sebanyak 1 (satu) orang, dengan kualifikasi :

Pendidikan minimal Sarjana (S1) jurusan Ilmu Sosial dengan pengalaman kerja

dibidangnya minimal 6 (enam) tahun.

Usia dibawah 48 tahun per Maret 2017.

Memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai terhadap prosedur,

mekanisme dan substansi program BSPS.

Memiliki kemampuan dalam melakukan interaksi yang terus menerus kepada

fasilitator dan masyarakat sehingga terjadinya proses perubahan pola pikir

yang diprakarsai oleh kesadaran diri masing-masing individu.

Berpengalaman bekerja bersama masyarakat dan atau pemerintah daerah.

Mampu berkomunikasi aktif dengan semua elemen masyarakat.

Mampu bekerja sama dalam kelompok/organisasi dan bekerja secara team

work.

Mampu memimpin pertemuan dan koordinasi dalam lingkup satuan organisasi

pemerintahan.

Mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi

perkantoran.

Bersedia bekerja fulltime di Provinsi sesuai dengan penugasan, tidak sedang

menjalani kontrak dengan instansi/lembaga lain, serta tidak berstatus sebagai

Pegawai Negeri Sipil/pengajar/dosen.

Diutamakan yang pernah terlibat dan berpengalaman dalam menangani

program BSPS.

2) Penanggungjawab Kegiatan

Penanggungjawab kegiatan Konsultan Individual Ahli Pemberdayaan adalah PPK

Rumah Swadaya.

3) Penerima Manfaat Kegiatan

Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Pemerintah Pusat, PPK Rumah

Swadaya Satuan Kerja SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah,

(25)

8 4) Tata Hubungan Kerja

Secara struktural posisi dari masing-masing personil digambarkan pada bagan

berikut :

8. JADWAL KEGIATAN

a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dalam 10 (sepuluh) bulan, yang dimulai

pada bulan Februari 2017 s/d November 2017.

b. Matrik Pelaksanaan Kegiatan

Adapun matrik pelaksanaan kegiatan Konsultan Individual Ahli Pemberdayaan yaitu

sebagai berikut :

No KEGIATAN

BULAN

FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV

1 Tandatangan kontrak kerja dengan PPK 2 Konsultasi dengan Tim Teknis

3 Pelatihan Koordinator Fasilitator Kab/Kota dan TFL

4 Supervisi Pelaksanaan BSPS

5 Laporan Hasil Pelaksanaan Pemberdayaan

(26)
(27)
(28)
(29)
(30)

Format CV Lampiran 03

Referensi

Dokumen terkait

 Paket Pekerjaan : Konsultan Pengawasan Rehab Ruang Rawat Inap Bedah, Rehab Kamar Bedah III (Ruang Operasi), Rehab Poli Klinik III, Rehab Selasar dan

untuk paket Pekerjaan Jasa Konsultan Penyusunan Dokumen Apraisal Ruang Terbuka Hijau (Rth), maka dengan. ini saudara kami undang untuk Pembuktian

Sehubungan dengan daftar isian prakualifikasi jasa konsultansi yang perusahaan Saudara sampaikan kepada Kelompok Kerja Pekerjaan Pengelolaan Konsultan Manajemen SDA

RUANG LINGKUP PEKERJAAN Ruang Lingkup pekerjaan bagi lulusan Program Keahlian Teknik Elektronika Industri adalah jenis pekerjaan dan atau profesi yang relevan dengan kompetensi

RUANG LINGKUP PEKERJAAN Ruang lingkup pekerjaan bagi lulusan Program Keahlian Teknik Pembentukan adalah jenis pekerjaan dan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang

RUANG LINGKUP PEKERJAAN Ruang lingkup pekerjaan bagi lulusan Program Keahlian Kria Kayu adalah jenis pekerjaan dan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang tertuang di dalam

OUTPUT PEKERJAAN DAN WAKTU KERJA Secara detail, berikut adalah kegiatan dan output pekerjaan dari konsultan: Kegiatan Keluaran/Output Membuat content calendar bersama-sama

OUTPUT PEKERJAAN DAN WAKTU KERJA Secara detail, berikut adalah kegiatan dan output pekerjaan dari konsultan: Kegiatan Keluaran/Output Membuat content calendar bersama-sama