PROFIL LEARNING ORGANIZATION PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS KUNINGAN
Oleh : Rani Tania Pratiwi, M.Pd.
Abstrak
Masalah pada penelitian ini adalah bahwa mahasiswa kurang memahami konsep berorganisasi itu sendiri. Konsep organisasi yang harus mereka pahami adalah konsep organisasi pembelajaran. Sehingga, dalam menjalankan roda organisasi mereka seperti ”bingung”. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Kuningan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner,
Hasil penelitian, maka dapat diketahui mengenai gambaran learning organization pada mahasiswa di Universitas Kuningan. Skor rata-rata diperoleh sebesar 4.1624, hal ini menunjukkan gambaran learning organization pada mahasiswa di Universitas Kuningan sudah baik. Berdasarkan hasil pengolahan angket dapat diketahui bahwa nilai rata-rata terendah terdapat pada indicator system thinking dengan nilai sebesar 4.0423 dan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada indicator mental models dengan nilai sebesar 4.4036.
Berdasarkan hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner, dapat kita ketahui bersama bahwa rata-rata nilai angket terendah diperoleh pada indicator personal
mastery pada item No. 09. Maka, dalam hal ini perlu sekali meningkatkan kesadaran
anggota organisasi dalam mengutamakan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan pribadi. Selain itu, untuk pengembangan penelitian selanjutnya dapat ditekankan pada upaya peningkatan kemampuan system thinking. Selain itu, dapat juga dilihat pengaruhnya terhadap kompetensi, komitmen, kinerja, maupun variabel lainnya yang terkait.
Pendahuluan
Peran mahasiswa yang tak kalah pentingnya adalah menciptakan sinergisitas antara pemerintah, praktisi, akademisi, insan seni, dan juga masyarakat umum secara luas dalam menyikapi persoalan yang menjadi tantangan bagi negeri ini. Upaya untuk memberikan solusi perbaikan Indonesia dalam bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan, ekonomi, sosial, budaya, riset dan juga teknologi dilakukan dengan cara yang sederhana
namun kedepannya mampu
memberikan andil besar dalam setiap keputusan guna memecahkan permasalahan dan krisis multi dimensi yang di hadapi bangsa Indonesia, yaitu dengan menyiapkan generasi muda Indonesia sebagai pemimpin yang jujur, adil, tegas, dan cerdas dalam
menghadapi berbagai persoalan bangsa di masa mendatang.
Masih ingat dalam benak kita bagaimana runtuhnya era orde baru yang melahirkan reformasi di negeri ini. Begitu besar peran mahasiswa dalam peristiwa ini. Akan tetapi, kini...? Lambat laun peran mahasiswa semakin redup. Wadah-wadah yang dulu pernah menjadi kawah candradimuka dalam menggodok intelektualitas mahasiswa seakan padam. Hal ini bisa kita lihat, mulai berkurangnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Kuningan.
Mengapa terjadi hal demikian? Berdasarkan pengamatan di Universitas Kuningan, bisa penulis simpulkan bahwa mahasiswa kurang memahami konsep berorganisasi itu sendiri. Konsep organisasi yang harus mereka pahami
Sehingga, dalam menjalankan roda organisasi mereka seperti ”bingung”. Banyak hal-hal yang kurang mereka kuasai mulai dari tataran konsep sampai pada tataran teknis. Hal sederhana yang penulis temukan bahwa dalam tataran teknis mahasiswa banyak yang kebingungan dalam membuat rancangan kegiatan bahkan mereka seperti ”mentok”. Pucuk-pucuk pimpinan dalam organisasi kemahasiswaan sendiri beberapa tidak memahami visi misi mereka dalam beroganisasi, maka tidak heran mahasiswa mengalami ”bingung” dalam menjalankan roda organisasi.
Berdasarkan pemaparan di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh seberapa besar mahasiswa mampu menghayati dan mengalamalkan konsep organisasi pembelajaran dengan mengangkat judul ”Profil Learning Organization pada Mahasiswa di Universitas Kuningan”
Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelimnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana gambaran Learning
Organization pada mahasiswa di
Universitas Kuningan? Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Gambaran Learning Organization pada mahasiswa di Universitas Kuningan.
Manfaat Penelitian
Penulis berharap hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak baik secara langsung maupun secara tidak langsung, diantaranya: 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan yang sudah ada, terutama dalam ilmu Perilaku Organisasi, Manajemen, dan Kepemimpinan.
Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak berikut.
1. Bagi Mahasiswa dan Organisasi Kemahasiswaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi seluruh mahasiswa organisasi kemahasiswaan di Universitas Kuningan untuk dapat lebih memahami konsep organisasi pembelajaran dan menerapkannya dengan baik. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan rancangan Pedoman Organisasi Kemahasiswaan.
2. Bagi Peneliti, penelitian ini sangat bermanfaat untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi semangat mahasiswa untuk berorganisasi dan sejauhmana
mahasiswa memahami
keorganisasian dalam konteks organisasi pembelajaran. Hal ini akan sangat membantu dalam
mengembangan metode
pembelajaran maupun inovasi pembelajaran yang bisa dikembangkan penulis terkait mata kuliah Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Menurut Dantes (2012 : 51) “Penelitian deskriptif diartikan sebagai suatu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu fenomena/peristiwa secara sistematis sesuai dengan apa adanya”.
Operasionalisasi Variabel dan Pengukuran
Variabel dalam penelitian ini adalah Profil Learning Organization. Secara rinci penjabaran konsep penelitian penulis jelaskan pada tabel berikut.
Tabel 1. Operasional Variabel
Variabel Konsep Teoritis Konsep Operasional
Indikator Pengukuran
Learning
Organization Organisasi Pembelajaran (Learning organization) merupakan suatu
organisasi dimana setiap
anggotanya secara terus menerus-menerus meningkatkan
/memperluas kemampuannya untuk menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir berfikir baru dan ekspansif
ditumbuhkan, aspirasi bersama dibiarkan secara bebas dan anggota-anggotanya secara terus menerus belajar bagaimana belajar bersama.
1. Personal Mastery (Penguasaan Pribadi) 2. Mental Model (Model Mental) 3. Shared Vision (Penjabaran Visi Bersama) 4. Team Learning 5. System Thinking (Berpikir Sistem) Skala Likert
Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Kuningan sebanyak 4675 mahasiswa. Dalam penelitian ini untuk menentukan sampel minimum ditentukan nilai presisi (ketelitian) sebesar 95% (nilai d sebesar 5%) dan kemudian dihitung menggunakan Rumus Slovin,
Sehingga, jumlah sampel minimal dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 368 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Menurut Dantes (2012 : 46),
“Purposive Sampling merupakan teknik penarikan sampel yang didasarkan pada ciri atau karakteristik (tujuan) yang ditetapkan oleh peneliti sebelumnya”. Sehingga, responden yang dipilih adalah dengan kriteria menjabat sebagai pengurus (anggota) organisasi intern kemahasiswaan di Universitas Kuningan, meliputi Himpunan Mahasiswa (HIMA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat Fakultas dan Universitas, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sebagai metode pokok. Kuesioner yaitu seperangkat daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk dimintai persepsinya. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan tipe pertanyaan tertutup menggunakan skala Likert dan berbentuk checklist.
Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif yang bersumber dari kuesioner yang diisi oleh responden. Data yang berhasil dikumpulkan secara kuantitatif terlebih dahulu diolah dan ditabulasikan. Data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi.
Dalam penghitungan asesmen kinerja dan angket digunakan skala likert 1-5 dengan memberikan standar nilai tertentu. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan tipe pertanyaan tertutup menggunakan lima skala Likert dan berbentuk checklist dengan bobot penilaian sebagai berikut.
Skala Pembobotan Kuesioner
Pernyataan Bobot
Sangat Tinggi/Sangat Sesuai/Sangat Setuju 5
Tinggi/Sesuai/Setuju 4
Sedang/Cukup Sesuai/Ragu-ragu 3
Rendah/Tidak Sesuai/Tidak Setuju 2
Sangat Rendah/Sangat Tidak Sesuai/Sangat Tidak Setuju 1 Adapun langkah-langkah
dalam analisis data dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Data dari
angket diolah dallm bentuk prosentase pada tabel frekuensi distribusi, dengan menggunakan rumus:
Dimana :
P = Prosentase f = Frekuensi
n = Jumlah Responden Selanjutnya hasil analisis diuraikan dalam bentuk deskripif.
2. Mengetahui
rata-rata dengan menerapkan pendekatan Balanced scorecard dengan lima skala. Terlebih dahulu mencari intervalnya, skor
tertinggi adalah 5 dan skor terendah adalah l. Rumus yang digunakan :
Sehingga diperoleh : P = (5 – 1) : 5 = 0,8
Dengan demikian diperoleh kriteria untuk internalisasi the
fifth discipline dalam konsep
learning organization pada
mahasiswa di Kabupaten kuningan dengan menerapkan pendekatan
Balanced score card adalah :
4,5 – 5 = Sangat baik 3,7 – 4,5 = Baik 2,8 – 3,6 = Cukup 1,9 – 2,7 = Kurang 1,0 – 1,8 = Tidak baik (Akwan dan Riduwan, 2001 : 36)
Hasil Penelitian
Penghitungan uji instrumen penelitian dilakukan dengan melakukan uji coba hasil pengisian kuesioner yang diisi oleh 370 responden. Formula yang digunakan untuk mengukur vadilitas instrumen adalah Product Moment
Coefficient dari Karl Pearson.
Sementara formula yang digunakan untuk mengukur reliabilitas instrumen adalah dengan menggunakan Koefisien Alfa (α) dari Cronbach.
a. Penghitungan Validitas Instrumen
Berdasarkan hasil penghitungan validitas dengan SPSS dapat diketahui bahwa nilai signifikansi seluruh item lebih kecil dari 0,05. Maka, seluruh item kuesioner seluruhnya dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penghitungan selanjutnya.
b. Hasil Penghitungan Reliabilitas Instrumen
Berdasarkan hasil uji reliabilitas dengan menggunakan Koefisien Alfa (α) dari Cronbach, hasilnya yaitu :
Tabel 3
Reliabilitas Variabel Learning Organization
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.736 47
Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas intrumen variabel Learning Organization diperoleh sebesar
0,736. Menurut Sekaran (1992) dalam Dwi Ariyanto (2008 : 26), “Reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, dan di atas 0,8 adalah baik”. Artinya bahwa instrumen variabel Learning Organization adalah dapat diterima dan reliabel.
Analisis deskriptif terhadap responden yang terdiri dari mahasiswa yang menjadi pengurus (anggota) organisasi kemahasiswaan intra kampus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana persepsi responden terhadap penerapan organisasi pembelajaran dari ke lima prinsip Senge (1990), yaitu
personal mastery, mental model, shared vision, team learning, dan juga system thinking.
Berdasarkan penghitungan pada indikator Personal Mastery pada mahasiswa di Universitas Kuningan sudah baik dengan nilai rata-rata 4.2219. Profil mengenai personal
mastery pada mahasiswa Universitas
Kuningan pada dasarnya sesuai dengan prinsip personal mastery yang menuntut komitmen dalam organisasi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata tertinggi (4,5703) diperoleh item No. 1 dengan pernyataan bahwa “Memiliki Komitmen yang Tinggi terhadap Pekerjaan”.
Berdasarkan penghitungan pada indikator Shared vision pada mahasiswa di Universitas Kuningan sudah baik dengan nilai rata-rata 4.0497. Profil mengenai shared vision pada mahasiswa Universitas Kuningan pada dasarnya sesuai sudah menyadari
dengan baik akan pentingnya visi dalam organisasi (sesuai nilai rata-rata tertinggi sebesar 4.1897 diperoleh item No. 6 yang menyatakan bahwa “Menyadari visi organisasi merupakan rumusan yang harus dipahami”).
Berdasarkan penghitungan pada indikator mental models pada mahasiswa di Universitas Kuningan sudah baik dengan nilai rata-rata 4.3046. Profil mengenai mental models merupakan kesinambungan peningkatan pengetahuan yang diperlihatkan melalui bagaimana mengambil suatu tindakan dan keputusan.
Berdasarkan penghitungan pada indikator Team learning pada mahasiswa di Universitas Kuningan sudah baik dengan nilai rata-rata 4.1934. Profil mengenai team learning tergambar dalam pemberian perlakuan yang sama dalam mengemukakan pendapat dan mengembangkan ide secara bersama-sama. Hal ini tergambar pada item No. 1 dengan perolehan skor rata-rata tertinggi (4.3297).
Berdasarkan penghitungan pada indikator system thinking pada mahasiswa di Universitas Kuningan sudah baik dengan nilai rata-rata 4.0423. Rata-rata terendah diperoleh item No. 3 (3.9081) bahwa “Dampak yang akan terjadi sebelum melakukan sesuatu”. Artinya, dalam bertindak, para anggota belum maksimal memikirkan atau memprediksi dampak yang muncul akibat dari suatu keputusan atau tindakan.
Secara keseluruhan nilai rata-rata seotiap indicator dari learning
organization, serta nilai rata-rata
terendah dan nilai rata-rata tertinggi dari setiap item dalam indicator tersebut penulis sajikan sebagai berikut.
Tabel 4 Nilai Rata-rata Skor
Indikator Mean Rata-rata Terendah Nilai No. Item Rata-rata Tertinggi Nilai No. Item
Personal Mastery 4,2219 3,6459 9 4,5703 1 Shared Vision 4,0497 3,7918 6 4,1897 7 Mental Model 4,3046 4,0351 7 4,4919 3 Team Learning 4,1934 4,0351 2 4,3297 1 System Thinking 4,0423 3,8892 7 4,3622 2 Gambar 1
Diagram Batang Rata-rata Skor Hasil Kuesioner
Jika dilihat dari rata-rata skor keseluruhan maka variabel learning
organization diperoleh nilai rata-rata
sebesar 4.1624. Artinya bahwa profil
learning organization pada mahasiswa
di Universitas Kuningan sudah cukup baik. Tinggal bagaimana optimalisasi penerapannya secara efektif untuk dapat mengembangkan organisasi menjadi lebih baik dan dinamis.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui mengenai gambaran learning organization pada mahasiswa di Universitas Kuningan. Skor rata-rata diperoleh sebesar 4.1624, hal ini menunjukkan gambaran
learning organization pada mahasiswa
Berdasarkan hasil pengolahan angket dapat diketahui bahwa nilai rata-rata terendah terdapat pada indicator system thinking dengan nilai sebesar 4.0423 dan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada indicator
mental models dengan nilai sebesar
4.4036. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis memberikan saran sebagai berikut.
1. Berdasarkan hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner, dapat kita ketahui bersama bahwa rata-rata nilai angket terendah diperoleh pada indicator personal
mastery pada item No. 09. Maka,
dalam hal ini perlu sekali meningkatkan kesadaran anggota organisasi dalam mengutamakan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan pribadi. 2. Dilihat dari rata-rata per indikator
penelitian nilai rata-rata terendah diperoleh pada indicator system
thinking. Maka, disarankan bagi
mahasiswa terutama yang berkecimpung dalam organisasi kemahasiswaan untuk :
a. Mampu melakukan perbaikan
terhadap tindakan
individunya, terutama jika ada reaksi atau masukkan dari pihak lain
b. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keterkaitan antar organisasi, sehingga mampu memahami masalah-masalah yang timbul dalam organisasi dan masalah-masalah yang terkait dengan unit kerja/organisasi lain. Dapat juga dilakukan dengan meningkatkan efektivitas komunikasi dan lebih memahami pola kerja dalam organisasi.
c. Dalam melakukan berbagai tindakan alangkah lebih baik jika dapat dipikirkan/dianalisa dampak yang ditimbulkan dari suatu keputusan maupun perilaku.
3. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk pengembangan penelitian selanjutnya dapat ditekankan pada upaya peningkatan kemampuan
system thinking. Selain itu, dapat
juga dilihat pengaruhnya terhadap kompetensi, komitmen, kinerja, maupun variabel lainnya yang terkait.
DAFTAR PUSTAKA
Absah, Yeni. 2007. Pengaruh Kemampuan Pembelajaran Organisasi PTS Terhadap Kompetensi, Tingkat Diversifikasi PTS, dan Kinerja PTS … : Unair. Akwan & Riduwan. 2001. Rumus dan Data untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta. Dantes, Nyoman, Prof. Dr. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta : Andi.
Ukas, Maman. 1999. Manajemen : Konsep, Prinsip dan Aplikasi. Bandung : CV. Ossa Promo.
Wirawan. 2013. Kepemimpinan : Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi, dan Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers.
Tjutju Yuniarsih, Prof. Dr dan Suwatno, Dr. M.Si. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : Alfabeta.