• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS X SMAN 6 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2016/2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAMPAK IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS X SMAN 6 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2016/2017"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA

KELAS X SMAN 6 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2016/2017

Bunga Sari, Rizali Hadi, Melly Agustina P Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas

Lambung Mangkurat Banjarmasin

[email protected]

ABSTRAK

Implementasikan Pendidikan karakter tujuannya 1). Untuk mengetahui implemetasi pendidikan karakter, 2). untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa kelas X SMA Negeri 6 Banjarmasin, 3) untuk mengetahui bagaimana peranan guru dalam pengimplementasian pendidikan karakter terhadap kedisiplinan di SMA Negeri 6 Banjarmasin, dan 4). Untuk mengetahui pengaruh implementasi pendidikan karakter terhadap kedisiplinan di SMA Negeri 6 Banjarmasin.

Dalam penelitian ini, metode deskriptif kuantitatif dengan populasi 221 orang. Jumlah sampel yang ditarik adalah 142 orang dengan

teknik simple random sampling. teknik

pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner atau angket. Teknik analisis data

yang digunakan adalah korelasi product

moment untuk mengetahui seberapa kuat

hubungan antara nilai-nilai pendidikan karakter dan kedisiplinan.

Hasil penelitian menunjukkan setelah adanya implementasi pendidikan karakter siswa lebih tertib dan menumbuhkan penanamkan nilai karakter dalam diri. Nilai-nilai pendidikan karakter murid di SMAN 6 Banjarmasin sebesar 78,92% dengan kategori tinggi sedangkan kedisiplinan belajar siswa kelas X di SMA Negeri 6 Banjarmasin tahun ajaran 2016/2017 sebesar 77,25% dengan kategori tinggi. Guru berperan mengarahkan anak didiknya untuk berperilaku dengan baik dan disiplin di sekolah. Dari hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi

product moment sebesar 0,804 dimana rhitung > r tabel 0,1386 artinya terdapat pengaruh

terhadap kedisiplinan (Y) belajar siswa kelas X di SMA Negeri 6 Banjarmasin sebesar 80,4%.

Kata Kunci: Nilai-nilai Pendidikan Karakter,

Kedisiplinan

PENDAHULUAN

Untuk membentuk karakter yang baik maka di sekolah SMAN 6 Banjarmasin harus menerapakan 18 nilai-nilai pendidikan karakter menurut Agus Wibowo yang di kutip dalam Syamsul Kurniawan (2013: 41-42), diantaranya ialah ajaran agama , perilaku jujur,

sikap toleransi, tata tertib disiplin, berjuang kerja keras, kreatif, selalu mandiri, berpikir demokratis, tindakan rasa ingin tahu, menempatkan semangat kebangsaan, kepentingan bangsa cinta tanah air, menghargai prestasi orang lain, bergaul bersabat/komunikatif, perkataan cinta damai, kebiasaan gemar membaca, peduli lingkungan sekitarnya, selalu peduli sosial, dan melaksanakan tanggung jawab. Maka dari itu menjadi obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sosial karena pendidikan karakter diterapkan dalam sebuah lembaga pendidikan dapat dijadiakan sarana pembudidayaan dan kemanusiaan. Berdasarkan hal tersebut, maka pendidikan karakter perlu diberlakukan untuk anak didik, salah satunya dengan cara mengoptimalkan peran sekolah, pihak sekolah berkerja sama dengan keluarga, masyarakat dan elemen bangsa yang lain demi mensuksekan agenda besar dalam menanamkan karakter kepada peserta didik sebagai calon penerus bangsa di masa yang akan dating.

(2)

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibentuklah suatu peraturan yang berfungsi untuk membentuk kedisiplinan yaitu tata tertib sekolah. Disiplin termasuk ke dalam salah satu faktor pribadi yang dapat mempengaruhi pencapaian prestasi belajar siswa. Disiplin dalam keluarga memiliki peranan penting dalam memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan siswa. Dalam konteks pembelajan di sekolah, ada beberapa bentuk kedisiplinan.

Pertama, hadir diruangan tepat pada waktunya. Kedisiplinan hadir di ruangan pada waktunya akan memacu kesuksesan dalam belajar. Peserta didik yang sering terlambat hadir di ruang kelas akan ketinggalan dalam memperoleh pelajaran. Kedua, tata pegaulan di kelas yaitu jangan suka membedakan teman, saling menghargai satu sama lain, selalu bergontong royong serta harus selalu bersikap terpuji. Ketiga, kegiatan ekstrakurikuler

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif asosiatif. Variabel terikat adalah kedisiplinan, variabel bebas adalah nilai-nilai pendidikan karakter. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X peserta didik di SMA Negeri 6 Banjarmasin.

No Kelas Jumlah siswa

1 X IPS 1 43 221 142 = 28 2 X IPS 2 43 221 142 = 28 3 X IPS 3 42 221 142 = 27

4 X MIA 1 (lintas minat

ekonomi) 142 = 19

5 X MIA 2 (lintas minat

ekonomi) 142 = 25

6 X MIA 4 (lintas minat

ekonomi) 142 = 15

Jumlah 142

Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2017

Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan proporsional random sampling sebesar 142 orang siswa Dari tingkat eror 5% sebagai berikut: =1 + (221)(0,05)221 =1 + (221)(0,0025)221 =1 + 0,5525221 =1,5525221 = 142,351 N =142 siswa (i)

Penelitian menggunakan skala likert, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Uji intrumen menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Uji validitas ini dilakukan pada siswa kelas X IPS dan X MIA di SMA Negeri 6 Banjarmasin. Untuk validitas angket penelitian menggunakan program SPSS, dari hasil uji validitas berdasarkan pertanyaan angket yang sudah dibagikan kepada siswa, maka diketahui sebanyak 8 (delapan) pertanyaan angket yang tidak valid (3,4,15,25,30,31,46 dan 67), sehingga data

(3)

tersebut tidak bisa dipakai dan dibuang. Hasil analisis reliabilitas variabel berdasarkan perhitungan SPSS diketahui bahwa reliabilitas intrumen penelitian kuesioner nilai-nilai pendidikan karakter (X) diperoleh nilai besar 0,898 dan kedisiplinan (Y) diperoleh nilai besar 0,820. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan krakter (X) dan kedisiplinan (Y) dapat diterima dan dinyatakan reliabel yaitu dapat normalitas sehingga linieritas diperoleh nilai signifikan (Asymp Sig 2- Tailed) pada nilai-nilai pendidikan karakter (X) sebesar 0,387 lebih dari 0,05 dapat simpulkan data berdistribusi normal. Nilai signifikansi pada kedisiplinan (Y) sebesar 0,117. Ini artinya nilai sig >0,05 maka diperoleh nilai signifikansi pada linearity sebesar 0,000. Karena signifikansi 0,000<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara nilai-nilai pendidikan karakter (X) dan kedisiplinan (Y) terdapat hubungan linier.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil perhitungan dengan analisis deskriptif frekuensi untuk variabel nilai-nilai pendidikan karakter (X) diperoleh nilai sebesar 78,92% dalam kategori tinggi. Sedangkan untuk variabel kedisiplnan (Y) diperoleh nilai sebesar 77,25% dalam kategori tinggi.

Variabel Persentase

(%) Kriteria Nilai-nilai Pendidikan

Karakter (X) 78,92% Tinggi

Religius 87,63% Sangat Tinggi

Variabel Persentase

(%) Kriteria

Tolernasi 82,91% Sangat Tinggi

Disiplin 85,03% Sangat Tinggi

Kerja Keras 76,29% Tinggi

Mandiri 73,94% Tinggi

Menghargai Prestasi 82,10% Sangat Tinggi

Gemar membaca 65,55% Tinggi

Peduli Lingkungan 79,71% Tinggi

Peduli Sosial 82,25% Sangat Tinggi

Tanggung Jawab 74,58% Tinggi

kedisiplinan (Y) 77,25% Tinggi

Hadir diruangan tepat

pada waktunya 83,42% Sangat Tinggi Tata pergaulan disekolah 81,69% Sangat Tinggi Mengikuti kegiatan

ektrakulikuler 75,63% Tinggi

Belajar di rumah 66,02% Tinggi Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2017

Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada variabel nilai-nilai pendidikan karakter dengan persentase yang paling rendah terdapat pada indikator gemar membaca sebesar 65,55%. Hal ini dikarenakan kurangnya kegemaran membaca adalah menurunnya keinginan untuk menambah pengetahuan lewat jendela dunia berupa bacaan sebagai sumber informasi.

Pada variabel kedisiplinan, indikator dengan presentase terendah terdapat pada indikator belajar di rumah sebesar 66,02%. Hal ini dikarenakan tidak memiliki ruang atau kamar khusus yang membuat nyaman dan tenang belajar di rumah. Biasanya tidak ada

(4)

ruang atau kamar belajar, anak memiliki kemungkinan dan kesempatan untuk belajar di depan TV dan tentu hal ini tidak baik. Faktor pendukung tidak belajar di rumah diantaranya, rumah terlalu bising, sarana belajar yang kurang, beban belajar, cara belajar tidak menarik, dan masalah lingkungan.

Tingkat Kedisiplinan Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Banjarmasin

KELAS TATA

TERTIB DI SEKOLAH

DAMPAK IMPLEMNTASI PENDIDIKAN KARAKTER Sebelum Penerapan Semester 1 (poin) Sesudah Penerapan Semester 2 (poin) Kelakuan 190 63 IPS 1 Kerajinan 252 467 Kerapian 65 38 Kelakuan 514 38 IPS 2 Kerajinan 749 703 Kerapian 48 41 Kelakuan 715 159 IPS 3 Kerajinan 247 345 Kerapian 57 14 Kelakuan 165 30 X MIA 1 Kerajinan 109 156 Kerapian 37 15 Kelakuan 77 60 X MIA 2 Kerajinan 108 110 Kerapian 39 46 Kelakuan 55 10 X MIA 4 Kerajinan 132 238 Kerapian 18 8 Jumlah 3.577 2.541

Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2017

Data di atas memberikan penjelasan nilai poin yang dilanggar siswa terdapat di kelas X IPS 1 dilihat dari sesi kerapian 65 dan X IPS 2 dilihat dari sesi kelakuan 514 poin dan kerajinan 749 poin sebelum adanya penerapan implementasi pendidikan karakter, setelah adanya penerapan implementasi pendidikan

karakter nilai poin yang dilanggar siswa menjadi sedikit seperti di kelas X IPS 3 dilihat dari sisi kerapian 14 poin, X MIA 2dilihat sari sesi kerajinan 110 poin, dan X MIA 4 dilihat dari sesi kelakuan 10 poin. Dapat disimpulkan bahwa sebelum adanya penerapan implementasi pendidikan karakter anak lebih banyak 3.577 poin pelanggaran dalam semester 1dan setelah adanya penerapan implemetasi pendidikan karakter poin pelanggaran anak menjadi 2.541 lebih sedikit dibandingkan semster 1.

Dapat disimpulkan suatu dampak nilai sebelum dan sesudah. Sebelum dampak implementasi pendidikan karakter anak sering tidak memahami aturan-aturan yang ada di sekolah tingkah perilaku terhadap guru tidak sopan dalam bertegur sapa dan aturan-aturan tata tertib sekolah sering di langgar karena masih kurang memahami mungkin sewaktu duduk bangku SMP dorongan untuk penaman nilai-nilai pendidikan karakter masih kurang penerapan pada diri anak tersebut. Sesudah diberikan arahan dengan baik dalam seminggu ada 1 jam bimbingan mengenai karakter anak didik di tiap kelas yang diutamakan hanya untuk kelas X dampak implementasi pendidikan karakter pada anak memberikan kesan sangat positif karena setiap pagi anak didik diberikan suatu rutinitas untuk membentuk pribadi yang berkarakter yaitu sebelum pembelajaran berlangsung anak didik diwajibkan membaca Al-Qur’an, dan berdoa sebelum belajar kemudian dialnjtkan setelah jam istirahat kedua sholat zuhur berjamaah.

(5)

Hal ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi anak didik.

Hasil pengamatan peneliti berdasarkan seperti membentuk pribadi yang berkarakter. Peran guru untuk membentuk perilaku disiplin siswa tujuan dalam proses tersebut terkandung multiperan dari guru.peran guru di sekolah berkaitan dengan proses pembelajaran. Selain dalam proses pembelajaran, peran gurudisekolah juga mendidik, mengarahkan anak didiknya dalam bersikap,berperilaku dan berdisiplin dengan baik.

Peran guru selain memberikan materi kepada siswa didalam kelas juga berperan membentuk karakter disiplin siswa. Selain itu guru juga berupaya menjaga hubungan antar siswa lebih akrab sehingga siswa dapat mengenal sifat atau tingkah laku teman 1 kelas. Cara guru mengatur kondisi sekolah yang aman dan tertib dapat dicapai agar siswa selalu mematuhi peraturan.

Hasil hitungan Product Moment 0,804 dimana rhitung > r tabel0,1386 artinya terdapat pengaruh signifikan nilai-nilai pendidikan karakter (X) terhadap kedisiplinan (Y) belajar siswa kelas X di SMA Negeri 6 Banjarmasin sebesar 80,4%. sehingga variabel bebas (nilai pendidikan karakter) yang diteliti berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (kedisiplinan) sisanya 19,6% dipengaruhi oleh faktor lain.

SIMPULAN

1. Sebelum adanya penerapan implementasi pendidikan karakter siswa sering melanggar tata tertib peraturan sekolah,

setelah adanya penerapan implementasi pendidikan karakter siswa dapat lebih mengenal aturan 18 nilai tersebut mampu untuk ditanamkan dalam diri.

2. Tingkat kedisiplinan siswa mengalami suatu perubahan, sebelum adanya penerapan implemetasi pendidikan karakter anak lebih banyak melanggar poin tata tertib sekolah,setelah adanya penerapan seminggu ada 1 kali pertemuan pemberian arahan mengenai nilai pendidikan karakter dansebagainya, setelah adanya pengarahan rutin 1 minggu sekali anak didik menjadi lebih sedikit melanggar tata tertib.

3. Peran guru bertujuan untuk mengarahkan anak didiknya untuk berperilaku dan disiplin dengan baik dan memberikan arahan kepada siswa agar selalu berperilaku disiplin di lingkungan sekolah seperti memberikan sanksi dan poin terhadap siswa.

4. Perhitungan SPSS diketahui bahwa dampak implementasi nilai-nilai pendidikan karakter terhadap kedisiplinan siswa kelas X SMA Negeri 6 Banjarmasin sebesar 0,804 (80,4%) yang termasuk kategori sangat kuat.

SARAN

Disarankan siswa hendaknya mampu memberikan kontribusi nilai-nilai pendidikan karakter, guru lebih memberikan penguatan contoh nyata di depan siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa dalam proses

(6)

pembelajaran sehingga nantinya siswa diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai karakter yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Syamsul Kurniawan, 2013. Pendidikan

karakter. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta.

Teguh Triwiyanto, 2014. Pengantar

pendidiikan. Bumi Aksara Wiratna. Jakarta:

Sujarweni, 2015. Metodelogi Penelitian

Bisnis dan Ekonomi. Pustaka Baru.

Yogyakarta

Mei Kusumawardani, 2013. “Implementasi

Nilai-nilai Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Yogyakarta”. Skripsi.

Referensi

Dokumen terkait

Rata-rata nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan satu kilogram bahan baku jadi sebesar Rp5.232,18 per kilogram artinya setiap satu kilogram input (ubi kayu)

Menurut Assauri (1999:4) mendefinisikan pemasaran: “Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu

Pada aspek bertindak jujur perubahan perilaku yang dimunculkan yaitu anak mulai melakukan sesuatu hal sesuai dengan intruksi, hal tersebut membantu anak memahami aturan

b. Pokja membuat berita acara penjelasan paket pekerjaan yang berisikan pertanyaan dan jawaban serta perubahan-perubahan yang di sepakati pada saat aanwijzing. Jika ada

50 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 yang berjumlah 139 perusahaan,

Perkembangan dalam aspek seni untuk bayi sampai dengan usia 3 bulan dapat dilihat dari kemampuan bayi untuk membedakan bunyi atau suara seperti suara ayah, ibu, dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia tahun 2018 dengan menggunakan analisis

Kemampuan siswa dalam menulis puisi anak sebelum menggunakan metode Mind Mapping di kelas V SDN Cieunteunggede berada dalam